Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR DI RSU GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2018 Sirait, Healthy Seventina
Syntax Idea Vol 1 No 1 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, baik total ataupun sebagian yang disebabkan oleh stress pada tulang, jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja, cedera saat olah raga, dan fraktur degeneratif. Sedangkan Nyeri merupakan perasaan yang tidak nyaman dan bersifat subjektif. Salah satu cara agar menurunkan rasa nyeri pada pasien fraktur secara non farmakologi adalah dengan memberikan kompres dingin pada area nyeri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur femur. Metode penelitian menggunakan desain quasy experiment dengan one group pretest-posttest design. Sampel adalah pasien fraktur femur di Rumah Sakit Umum Ciereng Subang yang diambil dengan teknik Accidental Sampling berjumlah 6 responden. Pengumpulan data dilakukan selama 3 minggu, dimana Intensitas nyeri diukur memakai Numeric Rating Scale dan uji hipotesa dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan setelah dilakukan kompres dingin dengan nilai p=0,046 ( p < 0.005). Dengan demikian terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur femur Kata Kunci : Intensitas Nyeri , Fraktur , Kompres Dingin
PENGARUH KOMPRES DINGIN TERHADAP PENURUNAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN FRAKTUR FEMUR DI RSU GUNUNG JATI CIREBON TAHUN 2018 Healthy Seventina Sirait
Syntax Idea Vol 1 No 1 (2019): Syntax Idea
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/syntax-idea.v1i1.3

Abstract

Abstrak Fraktur adalah terputusnya kontinuitas tulang, baik total ataupun sebagian yang disebabkan oleh stress pada tulang, jatuh dari ketinggian, kecelakaan kerja, cedera saat olah raga, dan fraktur degeneratif. Sedangkan Nyeri merupakan perasaan yang tidak nyaman dan bersifat subjektif. Salah satu cara agar menurunkan rasa nyeri pada pasien fraktur secara non farmakologi adalah dengan memberikan kompres dingin pada area nyeri. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur femur. Metode penelitian menggunakan desain quasy experiment dengan one group pretest-posttest design. Sampel adalah pasien fraktur femur di Rumah Sakit Umum Ciereng Subang yang diambil dengan teknik Accidental Sampling berjumlah 6 responden. Pengumpulan data dilakukan selama 3 minggu, dimana Intensitas nyeri diukur memakai Numeric Rating Scale dan uji hipotesa dengan Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan setelah dilakukan kompres dingin dengan nilai p=0,046 ( p < 0.005). Dengan demikian terdapat pengaruh kompres dingin terhadap penurunan intensitas nyeri pada pasien fraktur femur Kata Kunci : Intensitas Nyeri , Fraktur , Kompres Dingin
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI TERHADAP PENGETAHUAN BAHAYA SEKS BEBAS PADA SISWI KELAS VIII Healthy Seventina Sirait; Asiah Asiah; Furi Deviyani
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 1 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i1.195

Abstract

ABSTRAKPernikahan usia dini sudah menjdi permasalahan di Indramayu salah satu penyebabnya adalah seks bebas dikalangan remaja. Seks bebas adalah berhubungan intim didorong oleh hasrat seksual dengan bercumbu sampai melakukan hubungan intim tanpa adanya hubungan pernikahan. Seks bebas terjadi dikarenakan kurangnya pengetahuan tentang seksbebas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan pengetahuan seks bebas sebelum dan sesudah dilakukan pendidikan kesehatan reproduksi.Jenis penelitian ini menggunakan Pretest-Postest with Control Group terhadap suatu kelompok. Pengambilan sampel menggunakan purpose sampling menggunakan Taro Yamane dengan jumlah sampel sebanyak 60  responden yang dibagi menjadi kelompok intervensi dan kelompok kontrol. Instrumen penelitianyang digunakan berupa lembar kuesioner pendidikan kesehatan reproduksi. Analisis data yang digunakan untuk analisa Brivariat dengan tingkat kepercayaan 95% (α=0,05).Berdasarkan hasil uji statistik didapatkan nilai p value 0,00 dengan nilai (α>0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan bahaya seks bebas pada siswi kelas VIII Tahun 2019. Diharapkan institusi terkait dapat menggunakan pendidikan kesehatan reproduksi untuk meningkatkan pengetahuan remaja tentang bahaya seks bebas.Kata Kunci : Pendidikan Kesehatan, Reproduksi, Pengetahuan Bahaya Seks Bebas    ABSTRACTEarly marriage has become a problem in Indramayu. One reason is free sex among teenagers. Free sex is intercourse that is driven by sexual desire by flirting until having sex without a marriage relationship. Free sex occurs because of a lack of knowledge about it, this is due to a lack of knowledge about free sex. The purpose of this study was to determine changes in knowledge of free sex before and after reproductive health education.This type of research uses Pretest-Posttest with Group Control of a group. Sampling using purpose sampling of the Taro Yamane formula with a total sample of 60 respondents which were divided into intervention and control groups. The research instrument used was a reproductive health education questionnaire. The research instrument used was a reproductive health education questionnaire. Data analysis used was Bivariate Analysis with a confidence level of 95% (α = 0.05).Based on the statistical test results obtained p value 0.00 with a value (α> 0.05), concluded that there is an influence of reproductive health education on the knowledge of the danger of free sex in class VIII students in 2019. It is expected that related institutions can use reproductive health education to increase adolescent knowledge about the dangers of free sex.Keywords: Health Education, Reproduction, Knowledge About the Dangers of Free Sex 
HUBUNGAN PENGETAHUAN TENTANG COVID-19 TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI Healthy Seventina Sirait; Awis Hamid Dani; Devy Rokhmah Maryani
Jurnal Kesehatan Vol 11, No 2 (2020)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v11i2.222

Abstract

Kurangnya pengetahuan tentang pandemic Covid-19 dapat menimbulkan berbagai macam spekulasi tentang penyebaran virus Corona, sehingga menimbulkan kecemasan yang dapat menurunkan sistem imun tubuh lansia dan dapat pula meningkatkan tekanan darah lansia. Hipertensi lebih rentan menyerang para lansia seiring bertambahnya usia, sehingga berpotensi menyebabkan pengerasan pembuluh darah. Pengerasan tersebut mengurangi kelenturan pembuluh darah arteri besar dan aorta, sehingga pada lansia lebih rentan mengidap tekanan darah tinggi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan tentang covid-19 terhadap tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi di RW 09 Perumahan Gerbang Permai Pamengkang, wilayah Puskesmas Pamengkang tahun 2020. Desain penelitian ini menggunakan deskripsi kuantitatif pendekatan cross sectional. Populasi sampel nya adalah lansia dengan hipertensi di RW 09 perumahan gerbang permai pamengkang wilayahkerja puskesmas pamengkang dengan jumlah 28 responden dengan teknik pengambilan sampel mengunakan accidental sampling.Hasil penelitian didapatkan responden yang mempunyai pengetahuan baik berjumlah 14 orang (50,0%), tingkat pengetahuan cukup 8 orang (28,6%) dan tingkat pengetahuan kurang 6 orang (21,4%). Dan responden dengan Kecemasan Berat berjumlah 21 orang (75,0%). Hasil analisis bivariat didapatkan ada hubungan antara pengetahuan tentang Covid-19 dengan tingkat kecemasan pada lansia yang mengalami hipertensi di RW 09 Perumahan Gerbang Permai Pamengkang Wilayah kerja Puskesmas pamengkang tahun 2020 dengan p value = 0,007 (α= 0,05).Kata Kunci: pengetahuan covid-19, kecemasan lansia AbstractLack of knowledge about the Covid-19 pandemic can lead to various kinds of speculation about the spread of the Corona virus, causing anxiety which can lower the immune system of the elderly and can also increase the blood pressure of the elderly. Hypertension is more prone to attack the elderly as they get older, so that it has the potential to cause hardening of the arteries. This hardening reduces the flexibility of the large arteries and aorta, making the elderly more susceptible to developing high blood pressure. This study aims to determine the relationship between knowledge of covid-19 and the level of anxiety among elderly people who have hypertension in RW 09 of the gateway residential area of Pamengkang, Pamengkang Community Health Center in 2020. The design of this study used a quantitative description of the cross sectional approach. The sample population was the elderly with hypertension in RW 09, the gateway housing complex, the Pamengkang Community Health Center, with 28 respondents using accidental sampling technique. The results showed that 14 people had good knowledge (50.0%), 8 people had sufficient knowledge (28.6%) and 6 people had less knowledge (21.4%). And respondents with severe anxiety totaled 21 people (75.0%). The results of the bivariate analysis found that there was a relationship between knowledge of Covid-19 and the level of anxiety in the elderly who had hypertension in RW 09 Gerbang Permai Pamengkang Housing in the Pamengkang Community Health Center work area in 2020 with p value = 0.007 (α = 0.05). Keywords: knowledge of covid-19, elderly anxiety
HUBUNGAN AKTIVITAS SEHARI-HARI DENGAN KADAR GULA DARAH SEWAKTU PADA LANSIA Muhammad Baihaqi; Agus Sutarna; Healthy Seventina
Jurnal Kesehatan Vol 5, No 2 (2014)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38165/jk.v5i2.168

Abstract

Latar belakang: Proses menua akan menyebabkan kemunduran berbagai system pada lansia. Sejalan dengan kemunduran fisik nya lansia membutuhkan pertolongan keluarga utuk memenuhi personal hygiene. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia di desa Jungjang Wetan Blok 02 dan Blok 03. Metode penelitian ini adalah: penelitian deskriptif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 35 orang yang diambil melalui rumus besar sampel dimana penentuan sampel nya dengan menggunakan simple random sampling. Data diperoleh degan cara observasi dan gluco test. Analisis secara statistic menggunakan uji Chi-Square. Hasil uji statistic di dapatkan aktivitas sehari-hari lansia di Desa Jungjang Wetan blok 02 dan blok 03 Wilayah Kerja Puskesmas Tegalgubug sebagian besar berada pada kategori ringan (45,7%). Distribusi gula darah sewaktu responden yang paling banyak berada pada kategori normal yaitu 25 lansia ( 71,4 % ).Hasil pengujian hipotesis diperoleh nilai Chi Kuadrat (X2)hitung 4,126dan nilai sig. (p-Value) 0,042 berarti ada hubungan antara aktifitas sehari-hari dengan kadar gula darah lansia.Kata Kunci : Kadar gula darah, Personal hygiene, Lansia ABSTRACTThe process of aging will lead to a deterioration of various system in the elderly. Along with the physical deterioration of elderly families in need weeks to meet personal hygiene. The purpose of this study to determine the relationship between daily activities with elderly blood sugar levels in the village JungjangWetan Block 02 and Block 03. This research is a descriptive study with cross-sectional correlation. The total sample of 35 people were taken through the large sample formula wherein determining the sample using simple random sampling. Data obtained inter alia, by observation and gluco test. Analyzed statistically using Chi-Square. From the statistical test results obtained with daily activities of the elderly in the village of JungaangWetan block 02 and block 03 PuskesmasTegalgubug largely gentleness in lightweight category (45.7%). Distribution of blood sugar while most respondents are in the 25 elderly normal category (71.4%). The results of hypothesis testing on the value obtained Chi Square (X2) count 4,126 and sig. (p-Value) 0.042 means that there is a relationship between daily activities with the elderly blood sugar levels.Keywords  : Role of Family, Personal hygiene Elderly
Pengaruh Edukasi Nutrisi Terhadap Tingkat Pengetahuan Tentang Pengelolaan Diet Nutrisi Pasien Chronic Kidney Disease Yang Menjalani Hemodialisa di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon 2019 Seventina Sirait, Healthy
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : CV. Ridwan Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (216.94 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v5i4.1068

Abstract

Tingkat pengetahuan pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa setiap tahunnya dalam kategori kurang khususnya dalam pengelolaan diet nutrisi. Peran perawat sebagai role model health education dan salah satu tindakan non farmakologi dengan memberikan edukasi nutrisi tentang pengelolaan diet nutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh edukasi nutrisi terhadap tingkat pengetahuan tentang pengelolaan diet nutrisi pada pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa di Rumah Sakit Gunung Jati Cirebon. Jenis penelitian menggunakan Pre-test dan post-test without control group design dengan satu kelompok. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel sebanyak 36 responden dengan diberikan perlakuan edukasi nutrisi. Instrument penelitian yang digunakan berupa kuesioner pengelolaan diet nutrisi. Hasil penelitian ini didapatkan setelah melakukan intervensi selama 3 minggu, uji beda berpasangan non parametik independent menunjukan bahwa nilai p-value 0,000. Edukasi nutrisi memberikan pengaruh signifikan terhadap tingkat pengetahuan tentang pengelolaan diet nutrisi. Edukasi nutrisi mempunyai pengaruh perubahan terhadap tingkat pengetahuan pasien chronic kidney disease yang menjalani hemodialisa terhadap pengelolaan diet nutrisi dapat direkomendasikan intervensi dan diaplikasikan sebagai salah satu edukasi yang diberikan pada pasien yang menjalani hemodialisa. Kata kunci: Pengetahuan, Edukasi pengelolaan diet nutrisi CKD.
Pengawasan Dan Edukasi Jamban Sehat Dalam Rangka Upaya Pencegahan Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Cucu Herawati; Eka Nurjanah; Nuniek Tri Wahyuni; Suzana Indragiri; Healthy Seventina Sirait; Laili Nurjannah Yulistiyana; Didi Taswidi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia Vol. 3 No. 6 (2024)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku buang air besar sembarangan merupakan perilaku tidak sehat karena sangat mempengaruhi kesehatan masyarakat, dengan pengawasan jamban sehat dapat membantu mengurangi buang air besar sembarangan ke sungai dan tempat lainnya. Tujuan pengabdian kepada Masyarakat ini pengawasan jamban sehat dalam rangka upaya pencegahan buang air besar sembarangan. Metode yang digunakan yaitu kegiatan pengawasan dan edukasi penyuluhan tentang jamban sehat. Teknik pengumpulan data kegiatan ini melalui observasi dan wawancara dengan menggunakan instrumen inpeksi kesehatan lingkungan rumah sehat. Sasaran intervensi yakni 32 kepala keluarga. Pelaksanaan kegiatan selama 14 hari, yaitu mulai tanggal 13-28 Februari 2023, di UPT Puskesmas Jalan Kembang Kelurahan Sukapura Kecamatan Kejaksan Kota Cirebon. Hasil pengawasan jamban sehat, didapatkan dari 32 rumah yang dilakukan inpeksi pengawasan terdapat 5 rumah yang belum memiliki jamban dan yang telah memiliki jamban namun tidak dilengkapi septic tank sebanyak 27 rumah. Serta meningkatnya pengetahuan masyaraat tentang jamban sehat dan dampak akibat buang air besar sembarang. Berdasarkan prioritas masalah didapatkan akses sanitasi yang layak (Jamban sehat) belum mencapai target dengan pencapaian 94,01% dari target 100%.
USE OF PERSONAL PROTECTIVE EQUIPMENT (PPE) AND EVENTS PHLEBITIS Herawati, Cucu; Andreani, Novi; Kristanti, Iin; Seventina Sirait, Healthy; Indragiri, Suzana; Tri Wahyuni, Nuniek; Nurjannah Yulistiyana, Laili
Jurnal Kesehatan Kusuma Husada Vol. 16 No. 1, Januari 2025
Publisher : Universitas Kusuma Husada Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34035/jk.v16i1.1519

Abstract

There are still many incidents of infection phlebitis during the home care process. Sick to patients and staff p This describes quality service. House less pain​. Incident phlebitis is caused by one of the reasons for not using PPE by the standard. Research purposes: To analyze the level of compliance with the use of PPE in nurses who have had incidents of phlebitis in the Hospital. Types of research This analytic design uses a cross-sectional method. Population in the study: There were 108 nurses in the Hospital and 52 samples. The sampling technique uses simple random sampling. Data collection methods are interviews and observations. The cross-tabulation results showed that respondents who complied with the use of PPE were 20 (38.5%), and respondents who did not adhere to the use of PPE were 8 (15.4%). Obtained P value = 0.001, there is a connection between compliance with the use of PPE in nurses and incident Phlebitis in the Hospital. Expected Hospitals carry out socialization about the routine use of PPE and monitor evaluations once a month regarding the implementation of compliance with the use of PPE; health workers should be obedient in using PPE and carry out work per existing standard operational procedures.
The Synergistic Effect of Warm Salt Footbath and Foot-Ankle Exercises in Individuals with Type 2 Diabetes Mellitus: A Study Protocol for Multicenter Randomized Controlled Trial Sirait, Healthy Seventina; Said, Faridah Mohd; Mohamad, Nur Afiqah
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol 19 No 3 (2024): Jurnal Keperawatan Soedirman (JKS)
Publisher : Fakultas Ilmu-ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2024.19.3.12828

Abstract

Individuals with type 2 diabetes mellitus (T2DM) experience issues with their sleep quality and elevated level of the neutrophil-lymphocyte ratio (NLR). Warm salt footbaths and foot-ankle exercises play a significant role in addressing inflammation and improving sleep quality. Nevertheless, no studies have examined the synergistic effects of warm salt footbaths and foot-ankle exercises. This study aims to investigate the synergistic effects of warm footbath water and foot-ankle exercises on sleep quality and NLR. A randomized controlled trial with a total of 108 individuals with T2DM randomly assigned to one four groups: a warm salt footbath, a foot-ankle exercises, a combination of both interventions, or a control group. The interventions administered over a period of 4 weeks (three times per week). Evaluations were performed by blinded evaluators at baseline, as well as after 2 and 4 weeks of interventions. Chi-squared test, one-way analysis of variance, and generalized estimating equations were employed for data analysis. The results of this trial were expected to elucidate the synergistic effects of warm salt water footbath and foot-ankle exercises on sleep quality and NLR. Furthermore, the combination of warm salt water footbaths and foot-ankle exercises is more effective either intervention alone or conventional treatment.
Non-Pharmacology Therapy For Reducing Vascular Inflammation Among Type 2 Diabetes Mellitus Patient: A Literature Review Sirait, Healthy Seventina; Said, Faridah Mohd; Mohamad, Nur Afiqah
Holistic Nursing Plus Vol. 3 No. 1 (2025): Holistic Nursing Plus
Publisher : Sahabat Publikasi Kuu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58439/hnp.v3i1.359

Abstract

Backgrund: Type 2 diabetes mellitus (T2DM) is a chronic condition marked by persistently high blood sugar levels. Chronic inflammation in blood vessels is a significant concern, leading to cardiovascular complications. Pharmacological therapies have side effects, and non-pharmacological therapies are gaining interest. This study aimed to identify effective non-pharmacological therapies to reduce vascular inflammation in T2DM patients and understand their mechanisms. Methods: A narrative literature review was conducted, searching articles published between 2015 and 2025 in PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. Inclusion criteria were studies on T2DM patients, written in English or Indonesian, and meeting quality thresholds. Results: The search identified 1152 articles. After a multi-step screening process following the PRISMA framework, a final set of articles was selected for analysis. The review identified various non-pharmacological therapies, including physical therapy interventions (FIR therapy, acupuncture, hydrotherapy), exercise training (HIIT with RT, MCT with RT, yoga), and lifestyle/nutritional interventions (diabetes education, MNT, yoga). These therapies improved blood circulation, reduced inflammation markers, enhanced metabolic function, and improved glycemic control. Discussion: Non-pharmacological therapies offer promising strategies for managing T2DM. FIR therapy