cover
Contact Name
Hamid Mukhlis
Contact Email
me@hamidmukhlis.id
Phone
+6281325790254
Journal Mail Official
me@hamidmukhlis.id
Editorial Address
Jalan A. Yani 1A Tambahrejo Gadingrejo Kab. Pringsewu Kode Pos: 35372, Phone: 0729 7081587
Location
Kab. pringsewu,
Lampung
INDONESIA
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan
ISSN : 25024825     EISSN : 25029495     DOI : 10.30604/jika
Core Subject : Health,
Jurnal Aisyah: Jurnal Ilmu Kesehatan (JIKA), with registered number ISSN 2502-4825 (Print) and ISSN 2502-9495 (Online), is an international peer-reviewed journal published two times a year (June and December) by Universitas Aisyah Pringsewu (UAP) Lampung. JIKA is intended to be the journal for publishing articles reporting the results of research on Health Science field especially Nursing and Midwifery, as well as with their development through interdisciplinary and multidisciplinary approach. The submission process of the manuscript is open throughout the year. All submitted manuscripts will go through the blind peer review and editorial review before being granted with acceptance for publication.
Articles 171 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 2: June 2023" : 171 Documents clear
Development of a Serum with 4-N-Butylresorcinol in The Etosome Vesicular System Widia Primi Annissya; Marline Abdassah; Anis Yohana Chaerunisa
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2162

Abstract

Tyrosinase inhibition is one of the main strategies when developing new hypopigmenting agents. Based on Kolbe's research, 2013 the inhibitory effect of the tyrosinase enzyme from kojic acid, hydroquinone, arbutin and from the compound 4-n-butyl resorcinol on human tyrosinase where the results showed that 4-n-butyl resorcinol proved to be very effective as a human tyrosinase inhibitor with an IC50 value of 21 lmol/L and 4-Butyl resorcinol showed 20 times stronger inhibition than kojic acid, which showed an IC50 of 500 lmol/L and the maximum inhibition (89%) reached a concentration of 5.6 mmol/L. Arbutin and hydroquinone with IC50 values of 6500 lmol/L for arbutin and 4400 lmol/L for hydroquinone. 4-n-butylresorcinol has instability properties and irritating effects on the skin from the compound as well as the route of topical administration, so a delivery form is needed which in addition to protecting the active ingredients, but also maintains stability so that when it passes through the skin it is easier to penetrate the stratum corneum, so that optimally absorbed to get better efficacy. The vesicular ethosomal system is able to present many advantages as a degradation-preventing agent and is able to increase penetration in the skin. Ethosomes are composed of phospholipid nanovesicle components with the ability to overcome the natural skin barrier and the capacity to deliver drugs through the skin layers. Ethosomes consist of phospholipids (20–45%), air and short-chain concentrations (generally between 20–45% ethanol) and isopropyl alcohol or propylene glycol (up to 15%). Abstrak: Penghambatan enzim tirosinase adalah salah satu strategi utama ketika mengembangkan agen hipopigmentasi baru. Berdasarkan penelitian Kolbe, 2013 efek penghambatan enzim tyrosinase dari asam kojik, hidrokuinon, arbutin dan dari senyawa 4-n-butil resorsinol pada tirosinase manusia dimana hasil penelitian menunjukkan bahwa 4-n-butil resorsinol terbukti sangat efektif sebagai penghambat tirosinase manusia dengan nilai IC50 21 lmol/L dan 4-Butil resorsinol menunjukkan aktivitas penghambatan 20 kali lebih kuat dari pada asam kojik, yang menunjukkan IC50 500 lmol/L dan penghambatan maksimum (89%) dicapai pada konsentrasi 5,6 mmol/L. Arbutin dan hidrokuinon dengan nilai IC50 6500 lmol/L untuk arbutin dan 4400 lmol/L untuk hidrokuinon. 4-n-butilresorsinol memiliki sifat ketidakstabilan dan efek mengiritasi pada kulit dari senyawa serta rute pemberian secara topikal, maka diperlukan suatu bentuk penghantaran yang selain dapat melindungi bahan aktif namun biasa juga menjaga kestabilan agar ketika melewati kulit lebih mudah dalam menembus bagian stratum korneum, sehingga dapat terabsorpsi optimal untuk mendapatkan efikasi yang lebih baik. Sistem vesikular etosom mampu menyajikan banyak keuntungan sebagai agen pencegah degradasi dan mampu meningkatkan penetrasi di kulit. Etosom terdiri dari komponen nanovesikel fosfolipid dengan kemampuan untuk mengatasi penghalang kulit alami dan kapasitas untuk memberikan obat melalui lapisan kulit. Etosom terdiri dari fosfolipid (20–45%), air dan rantai pendek konsentrasi tinggi (umumnya antara 20–45% etanol) dan isopropil alkohol atau propilen glikol (hingga 15%).
The effect of brain gym on brain waves and levels athlete concentration Adika Fatahilah; Yusuf Hidayat; Komarudin Komarudin; Jajat Darajat Kusumah Negara
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i3.2171

Abstract

The brain as the activity control center plays an important role in the human body, but this important organ can experience a lack of energy, causing a decrease in concentration. As an athlete who requires high concentration during training and competition, it is necessary to do brain exercise to integrate all body functions that involve the brain. This study aims to determine the effect of Brain Gym on the brain waves and concentration levels of athletes. This study uses the Systematic Literature Review research method, while the data collection technique is carried out by identifying or reviewing all articles that have the same research topic in this study. The articles used in this study were 24 national and international journals obtained from Google Scholar. The results showed that the brain gym had a significant effect on increasing the athlete's concentration.Abstrak: Otak sebagai pusat pengatur aktivitas memegang peranan penting dalam tubuh manusia, namun organ penting ini dapat mengalami kekurangan energi sehingga menyebabkan penurunan konsentrasi. Sebagai seorang atlet yang membutuhkan konsentrasi tinggi saat latihan dan bertanding, maka perlu dilakukan senam otak untuk mengintegrasikan seluruh fungsi tubuh yang melibatkan otak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Brain Gym terhadap gelombang otak dan tingkat konsentrasi atlet. Penelitian ini menggunakan metode penelitian Systematic Literature Review, sedangkan teknik pengumpulan datanya dilakukan dengan mengidentifikasi atau meninjau semua artikel yang memiliki topik penelitian yang sama dalam penelitian ini. Artikel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 24 jurnal nasional dan internasional yang diperoleh dari Google Scholar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa senam otak berpengaruh signifikan terhadap peningkatan konsentrasi atlet.
Mother’s Knowledge and Dietary Patterns with Incidence of Stunting in Toddlers During New Normal Dwi Syaputri Yanti; Sumardiyono Sumardiyono; Kusnandar Kusnandar
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1737

Abstract

Stunting is a developmental disorder characterized by inadequate height for age and chronic malnutrition resulting from a protracted food shortage. Stunting can be caused by a mother's lack of nutrition knowledge and her inability to get both quality and quantity of meals. This study aimed to explore the relationship between mothers' knowledge and dietary pattern with the incidence of stunting in toddlers aged 24-59 months during a new normal era in Solok Regency. This observational cross-sectional study was done in the working area of the Paninggahan, Batu Bajanjang, and Alahan Panjang Health Centers, Solok Regency, with 110 participants aged 24-59 months using Multistage Random Sampling. A questionnaire containing the characteristics of mothers and toddlers, mothers' knowledge, FFQ and IDDS forms were applied for data collecting. The data were then analyzed using the Chi-Square test. 60.9% of children aged 24-59 months were found to be stunted, according to the study. The Chi-Square test showed a relationship between the mother's knowledge and the incidence of toddler stunting (p = 0.024 and OR = 2.0). In addition, there is a substantial relationship between dietary patterns and the incidence of stunting in toddlers (p = 0.000 and OR=7.9). Abstrak: Stunting adalah gangguan perkembangan yang ditandai dengan tinggi badan yang tidak memadai untuk usia dan kekurangan gizi kronis akibat kekurangan makanan yang berkepanjangan. Stunting dapat disebabkan oleh kurangnya pengetahuan ibu tentang gizi dan ketidakmampuan ibu dalam mendapatkan makanan baik kualitas maupun kuantitas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan pola konsumsi dengan kejadian stunting pada balita usia 24-59 bulan pada masa adaptasi kebiasaan baru di Kabupaten Solok. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan desain cross-sectional yang dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Paninggahan, Batu Bajanjang, dan Alahan Panjang, Kabupaten Solok, dengan jumlah partisipan 110 orang berusia 24-59 bulan dengan menggunakan Multistage Random Sampling. Kuesioner yang berisi karakteristik ibu dan balita, pengetahuan ibu, formulir FFQ dan IDDS digunakan untuk pengumpulan data. Data kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. 60,9% anak usia 24-59 bulan ditemukan mengalami stunting, menurut penelitian tersebut. Uji Chi-Square menunjukkan bahwa ada hubungan antara pendidikan ibu dengan kejadian stunting pada balita (p = 0,024 dan OR = 2,0). Selain itu, terdapat hubungan yang bermakna antara pola konsumsi dengan kejadian kejadian stunting pada balita (p = 0,000 dan OR=7,9).
Factors that Affect Mental Health in Elementary School Children: Scoping Review Ida Wahyuni; Heni Dwi Windarwati; Fransiska Imavike Fevriasanty
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1535

Abstract

Background: Children's mental health is a condition of harmoniously adapting to themselves, their peers, and their environment. Children can control emotions when playing with their peers and have positive and negative attitudes toward themselves. Children's mental health can affect growth and development in adolescence and adulthood, so it can be instilled early. This study aims to identify the factors influencing mental health in school-age children. Methods: The article search uses articles from the last ten years, from 2013-2022. Search articles using the EBSCO, ProQuest, Google Scholar, and ScienceDirect databases according to the inclusion and exclusion criteria that have been determined. The article identification process uses the PRISMA chart and keywords used to identify relevant studies in this review such as “cause”, “child mental health”, and “primary school”. Results: The results obtained from the search for articles were 41377, with the results of as many as 16 articles that matched the inclusion criteria. The results of the paper show that several factors affect the mental health of elementary school-aged children including peer relationships, bullying, violence by friends, attending physical lessons and exergames, student academies, and support from staff and teachers at school. The conclusion is that the scope of the school can influence the factors that affect mental health and mental health problems of children. Abstrak: Latar Belakang Kesehatan jiwa anak merupakan suatu kondisi anak mampu beradaptasi dengan dirinya sendiri, teman sebayanya, dan lingkungannya secara harmonis. Anak mampu mengontrol emosi saat bermain dengan teman sebayanya serta anak memiliki sikap positif dan negatif terhadap dirinya sendiri. Kesehatan jiwa anak dapat mempengaruhi tumbuh kembang dimasa remaja dan dewasa sehingga, dapat ditanamkan dari sejak dini. Tujuan Kajian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa pada anak usia sekolah. Metode Pencarian artikel menggunakan artikel 10 tahun terakhir yaitu dari tahun 2013-2022. Pencarian artikel menggunakan data base EBSCO, Proquest, Google Scholar, dan scienceDirect sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi yang sudah ditentukan. Proses identifikasi artikel menggunakan bagan PRISMA, kata kunci yang digunakan untuk untuk mengidentifikasi studi yang relevan dalam review ini seperti “Penyebab”, “kesehatan jiwa anak”,” disekolah dasar”. Hasil yang didapat dari penelusuran artikel yaitu sebanyak 41377, dengan hasil sebanyak 16 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil dari artikel terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa anak usia sekolah dasar diantaranya hubungan teman sebaya, bullying dan kekerasan oleh teman, mengikuti pelajaran jasmani dan exergames, akademi siswa, dukungan dari staf dan guru di sekolah. kesimpulan yaitu faktor -faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa dan masalah kesehatan kesehatan jiwa anak dapat dipengaruhi oleh ruang lingkup disekolah
Family planning among women with unmet need contraception: a scoping review Resya Aprillia; Andari Wuri Astuti; Anjarwati Anjarwati
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1924

Abstract

Maternal health is a topical issue of Population, Family Planning, and Family Development Programs in the 2030 SDGs indicators, namely by ensuring universal access to sexual health and reproductive rights. The Unmet need contraception is one of the main barriers to achieving SDGs goals in low-and middle-income countries. This study aims to explore and map the scientific evidence related to family planning in women of childbearing age with Unmet need contraception. Scoping review refers to the framework of Arksey O'Malley and is documented based on the PRISMA-ScR Checklist guide. Article search using 3 databases Pubmed, Sciencedirect, Ebsco host and 1 Gray literature Google Scholar by filtering the year of publication from 2019-2022. Obtained 15 articles are eligible and 3 findings of the theme are socio-demographic aspects, socio-psychology, and health. The results of the review found that the motivation of women of childbearing age in deciding Unmet need contraception is to exclude children and limit the number of children. Women of childbearing age with low decision-making autonomy within a family are most influential in determining the Unmet need contraception. Planning related to contraceptive use in the future is expressed by the motivation of contraceptive use plans at one time. Abstrak: Kesehatan ibu menjadi Isu Topik Program Kependudukan, Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga dalam Indikator SDGs 2030 yaitu dengan menjamin akses universal terhadap kesehatan seksual dan hak reproduksi. Unmet need kontrasepsi merupakan salah satu hambatan utama dalam mencapai tujuan SDGs di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Penelitian ini bertujuan untuk menggali dan memetakan bukti ilmiah terkait dengan perencanaan keluarga pada Wanita Usia Subur dengan Unmet need kontrasepsi. Scoping review ini mengacu pada Framework dari Arksey O’Malley dan didokumentasikan berdasarkan panduan PRISMA-ScR Checklist. Pencarian artikel menggunakan 3 Database Pubmed, Sciencedirect, Ebsco host serta 1 Grey literature Google Scholar dengan memfilter tahun terbit artikel sejak 2019-2022. Didapatkan 15 artikel yang eligible serta 3 Temuan tema yaitu Aspek Sosio-Demografic, Sosio-Psikologi, dan Kesehatan. Hasil review didapatkan bahwa motivasi wanita usia subur dalam memutuskan Unmet need kontrasepsi yaitu untuk menjarangkan anak dan untuk membatasi jumlah anak. Wanita usia subur dengan otonomi pengambilan keputusan yang rendah didalam suatu keluarga paling berpengaruh terhadap penentuan Unmet need kontrasepsi. Perencanaan terkait dengan penggunaan kontrasepsi dimasa depan dinyatakan dengan adanya motivasi rencana penggunaan kontrasepsi disuatu waktu.
Description of gender, intravenous drug administration, and QT interval view at dr. Wahidin general hospital sudirohusodo Makassar Suradi Efendi; Nour Sriyanah; Ayu Sri Wahyuni; Nurnainah Nurnainah; Fitriani Fitriani; Nur Wahyuni Arif
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1912

Abstract

The QT interval is a picture of the activity of the heart's ventricles, starting from depolarization to ventricular repolarization which can be influenced by several factors, namely drugs, gender, inflammatory conditions, obesity, heart failure, and others. Basic Health Research Data in 2018, states that in Indonesia there are around 2,784,064 individuals who suffer from heart disease and every year this number will continue to increase. The purpose of this study was to find out whether there was a relationship between sex and intravenous administration of drugs with QT prolongation. This research is a type of descriptive research. With a total sample of 118 respondents, it was carried out by observing medical records. The results of statistical tests on the sex variable with QT prolongation showed p = 0.007, and on the intravenous drug administration variable with QT prolongation showed p = 0.002. The conclusion of this study was that there was a relationship between gender and intravenous drug administration with QT prolongation. It is necessary to pay attention to the side effects of drug administration given to patients. And for future researchers, it is hoped that this study can become a reference by using other variables related to QT interval prolongation such as drug side effects and conditions of electrolyte disturbances. Abstrak: Interval QT merupakan gambaran aktivitas ventrikel jantung, dimulai dari depolarisasi hingga repolarisasi ventrikel yang dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu obat-obatan, jenis kelamin, kondisi inflamasi, obesitas, gagal jantung, dan lainnya. Data Riset Kesehatan Dasar pada tahun 2018, menyatakan di Indonesia terdapat sekitar 2.784.064 individu yang menderita penyakit jantung dan setiap tahunnya angka tersebut akan terus meningkat. Tujuan penelitian ini mencari tahu adakah hubungan jenis kelamin dan pemberian obat melalui intravena dengan pemanjangan interval QT. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif. Dengan jumlah sampel sebanyak 118 responden yang dilakukan dengan cara observasi rekam medik.  Hasil uji statistik pada variabel jenis kelamin dengan pemanjangan interval QT menunjukkan p=0,007, dan pada variabel pemberian obat melalui intravena dengan pemanjangan interval QT menunjukkan p=0,002. Simpulan penelitian ini terdapat hubungan antara jenis kelamin dan pemberian obat melalui intravena dengan pemanjangan interval QT. Perlu diberikan perhatian terhadap efek samping dari pemberian obat yang diberikan kepada pasien. Dan untuk peneliti berikutnya diharapkan studi ini dapat menjadi acuan dengan menggunakan variabel lain terkait pemanjangan interval QT seperti efek samping obat dan kondisi gangguan keseimbangan elektrolit.
Prevention of sexual violence in children through digital parenting Hera Wahyuni; Siti Fadjryana Fitroh
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1953

Abstract

Sexual harassment and violence through social media have become more prevalent in the past 2 years. The hope is that the literacy skills that parents have about Digital Parenting will later supply a solution. The aims of the study are as follows: 1). To decide the effectiveness of the application of digital parenting in increasing parental literacy as an effort to protect against child sexual violence conducted through online media. 2). Can you supply an overview of supporting and inhibiting factors met during digital parenting activities in improving parental literacy? 3). To supply understanding to parents about the positive and negative impacts of digital devices for children? The study was conducted in 6 sub-districts in Bangkalan. In parents who have children aged 4 years to 13 years. Data collection was conducted by giving questionnaires, interviews and FGDs. This research model is included in the category of mixed research (mixed method) with an experimental embedded design, so that the data analysis conducted in this study uses two approaches, namely a qualitative approach and a quantitative approach. The results of the study based on the results of the pre and posttest with the Wilcoxon Signed Rank Test obtained a significance level of 0.000. The results of this study revealed there are several supporting factors: 1). Parents' willingness and ability, 2). Family commitment and, 3). Parental awareness of the dangers of sexual violence. Inhibiting factors 1). Lack of time, 2). Parents don't want to be hard, 3). Lack of insight and knowledge, 4). Parents do not understand the dangers of sexual violence and 5). No family commitments. While the inhibiting factors of the environment: 1). There are no other alternative activities, 2). Distance learning (online), and 3). The influence of peer groups that mostly use HP. The results of this study also explain some of the impacts of digital device use on children, 1). Health problems, 2). Social problems 2). Education Issues, and 3). Threats of Sexual Violence. Abstrak: Pelecehan dan kekerasan seksual melalui media sosial menjadi lebih marak dalam 2 tahun terakhir. Harapannya, kemampuan literasi yang dimiliki orang tua tentang Digital Parenting nantinya akan memberikan solusi. Tujuan penelitian adalah sebagai berikut: 1). Memutuskan efektivitas penerapan pengasuhan digital dalam meningkatkan literasi orang tua sebagai upaya perlindungan terhadap kekerasan seksual anak yang dilakukan melalui media online. 2). Dapatkah Anda memberikan gambaran mengenai faktor-faktor pendukung dan penghambat yang terpenuhi selama kegiatan digital parenting dalam meningkatkan literasi orang tua? 3). Untuk memberikan pemahaman kepada orang tua tentang dampak positif dan negatif dari perangkat digital untuk anak-anak? Penelitian dilakukan di 6 kecamatan di Bangkalan. Pada orang tua yang memiliki anak usia 4 tahun hingga 13 tahun. Pengumpulan data dilakukan dengan memberikan kuesioner, wawancara dan FGD. Model penelitian ini termasuk dalam kategori penelitian campuran (mixed method) dengan desain tertanam eksperimental, sehingga analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan dua pendekatan, yaitu pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian berdasarkan hasil pre dan posttest dengan Wilcoxon Signed Rank Test diperoleh taraf signifikansi sebesar 0,000. Hasil penelitian ini mengungkapkan ada beberapa faktor pendukung: 1). Kemauan dan kemampuan orang tua, 2). Komitmen keluarga dan, 3). Kesadaran orang tua akan bahaya kekerasan seksual. Faktor penghambat 1). Kurang waktu, 2). Orang tua tidak ingin keras, 3). Kurangnya wawasan dan pengetahuan, 4). Orang tua tidak memahami bahaya kekerasan seksual dan 5). Tidak ada komitmen keluarga. Sedangkan faktor penghambat lingkungan: 1). Tidak ada kegiatan alternatif lain, 2). Pembelajaran jarak jauh (online), dan 3). Pengaruh peer group yang kebanyakan menggunakan HP. Hasil penelitian ini juga menjelaskan beberapa dampak penggunaan perangkat digital pada anak, 1). Masalah kesehatan, 2). Masalah sosial 2). Masalah Pendidikan, dan 3). Ancaman Kekerasan Seksual.
Butterfly Hug Therapy in Leaving Self-Acceptance to Generation Z Ayunda Ramadhani; Lisda Sofia; Raudatun Nisa; Herlina Amelia Putri
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.2020

Abstract

This study aims to increase self-acceptance in the z generation using butterfly hug. This research uses quantitative methods. The subjects in this study were 15 students of the Psychology Study Program at Univeristas Mulawarman who were selected using a purposive sampling. The data collection method used was self-acceptance scale. The collected data were analyzed with the help of the SPSS 26.0 for windows. The results of this study show that 1) There is a significant increase in self-acceptance in the experimental group with p=0.046. Then H1 is accepted and H0 is rejected, which means there is a significant self-improvement after being given the butterfly hug. 2) There is a significant increase in self-acceptance in the experimental control group with a value of p=0.000. So, there are differences in self-acceptance scores before and after in the control group which was not given the butterfly hug. 3) There is a difference in the level of self-acceptance with a value of p = 0.042 between the experimental group (given treatment) and the control group (no treatment).Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan penerimaan diri pada generasi z menggunakan terapi butterfly hug. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah 15 mahasiswa Program Studi Psikologi di Universitas Mulawarman yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan skala penerimaan diri. Data yang terkumpul dianalisis dengan bantuan program SPSS 26.0 for windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) Terdapat peningkatan terhadap penerimaan diri yang signifikan di kelompok eksperimen dengan nilai p=0.046. Maka H1 diterima dan H0 ditolak yang artinya terdapat peningkatan diri yang signifikan setelah diberikan perlakuan terapi butterfly hug. 2) Terdapat peningkatan terhadap penerimaan diri yang signifikan di kelompok kontrol eksperimen dengan nilai p=0.000. Maka ada perbedaan skor penerimaan diri sebelum dan sesudah pada kelompok kontrol yang tidak diberikan perlakuan terapi butterfly hug. 3) Terdapat perbedaan tingkat penerimaan diri dengan nilai p=0.042 antara kelompok eksperimen (diberikan perlakuan) dan kelompok kontrol (tidak diberikan perlakuan).
Tai Chi as a Simple Exercise to Increase Immunity and Psychological Well-being: Narrative Review Nita Fitria; Tati Sumarni; Diana Kusuma Astuti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1983

Abstract

Background: COVID-19 is a virus that attacks the human respiratory system and is more at risk of attacking someone with a low immunity level. Apart from having a physical impact, COVID-19 also has a psychological impact. Those impacts need efforts to increase immunity and psychological well-being. The effort that we can make is through a sports program. The right kind of exercise is a moderate-intensity exercise that involves thoughts, emotions, and physical sensations, such as yoga, meditation, and Tai Chi. Purpose: This article aims to analyze the effect of Tai Chi on increasing immunity and psychological well-being in the New Normal era. Methods: This article uses the narrative review method with the keyword "(People OR Adult OR Young Adult AND Tai Chi AND Immunity OR Psychological well being). The databases used were Cochrane, EBSCO, Pubmed, and Taylor Francis. 9 articles were obtained, which were then re-selected based on predetermined criteria. Article selection is also carried out using JBI to ensure the articles' quality is appropriate. Results: A literature search resulted in 9 articles showing that Tai Chi has benefits for improving psychological well-being, immunity, and physical function. Conclusion: Tai Chi can improve immunity, physical functioning, and psychological well-being when it occurs regularly. This benefit helps overcome the impact and prevention of COVID-19. Tai Chi programs are relatively easy to do at home and do not need to spend money. Apply quickly and become an effective solution. Abstrak: Latar Belakang: COVID-19 merupakan virus yang menyerang sistem pernapasan manusia dan lebih beresiko menyerang seseorang yang memiliki tingkat imunitas rendah. Selain berdampak pada fisik, COVID-19 juga berdampak pada psikologis. Hal tersebut menunjukan bahwa diperlukan adanya upaya peningkatan imunitas dan kesejahteraan psikologis. Peningkatan imunitas dan kesejahteraan psikologis dapat dilakukan melalui program olahraga. Olahraga yang tepat adalah olahraga dengan intensitas sedang yang melibatkan pikiran, emosi, dan sensasi fisik seperti yoga, meditasi, dan Tai Chi. Tujuan: Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Tai Chi terhadap peningkatan imunitas dan peningkatan kesejahteraan psikologis di era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Metode: Penulisan artikel menggunakan metode narative review dengan kata kunci “(People OR Adult OR Young Adult AND Tai Chi AND Immunity OR Psychological well being). Database yang digunakan yaitu Cochrane, EBSCO, Pubmed, dan Taylor Francis. Hasil: Pencarian litertaurue menghasilkan 9 artikel yang menunjukan bahwa Tai Chi memiliki manfaat untuk meningkatkan kesejahteraan psikologis, imunitas, dan meningkatkan fungsi fisik. Kesimpulan: Manfaat Tai Chi berguna untuk mengatasi dampak dan pencegahan penyakit COVID-19. Kesimpulan Program Tai Chi relatif mudah dilakukan di rumah sehingga mudah diaplikasikan dan menjadi solusi yang efektif.
Nutritional Supplementation for Pregnant Women to Prevent Stunting Among Children: A Scoping Review Nastiti Purbandini; Laili Rahayuwati; Iqbal Pramukti
Jurnal Aisyah : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol 8, No 2: June 2023
Publisher : Universitas Aisyah Pringsewu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30604/jika.v8i2.1934

Abstract

Stunting can interfere with the growth and development of children because it’s a chronic nutritional problem caused by a deficit in nutritional intake for a long period of time. If during pregnancy the mother's nutritional status is low, there is a risk of giving birth to a stunting baby. Supplements are given to meet the nutritional needs of pregnant women who are not fulfilled from food. Objective: This study aims to analyze the current literature on nutritional supplementation programs for pregnant women to prevent further stunting among children. Methods: This literature review was carried out on articles in PubMed and CINAHL, published from 2012 to 2022, with a systematic review, meta-analysis, as well as clinical and RCT designs in English. The primary keyword used were “supplements” AND “pregnancy” OR “antenatal” AND “stunting” AND “prevention”. Results: Only 9 articles aligned with the criteria were reported, some of which stated that lipid-based nutritional supplements reduced the risk of stunting babies. Furthermore, supplements containing folic acid, iron, micronutrients, zinc, osteocalcin, and animal protein can reduce the risk of stunting. Conclusions: Supplements for pregnant women containing folic acid and iron, specific nutrients, lipid-based nutritional supplements, micronutrients, osteocalcin, and animal protein reduce stunting in children. Abstrak: Stunting dapat mengganggu pertumbuhan dan perkembangan anak karena merupakan masalah gizi kronis yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi dalam jangka waktu yang lama. Jika selama hamil status gizi ibu rendah maka berisiko melahirkan bayi stunting. Suplemen diberikan untuk memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil yang tidak tercukupi dari makanan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis literatur terkini tentang program suplementasi gizi bagi ibu hamil untuk mencegah stunting lebih lanjut pada anak. Tinjauan literatur ini dilakukan pada artikel di PubMed dan CINAHL, diterbitkan dari tahun 2012 hingga 2022, dengan tinjauan sistematis, meta-analisis, serta desain klinis dan RCT dalam bahasa Inggris. Kata kunci utama yang digunakan adalah “suplemen” DAN “kehamilan” ATAU “antenatal” DAN “stunting” DAN “pencegahan”. Hasil: Hanya 9 artikel yang sesuai dengan kriteria yang dilaporkan, beberapa di antaranya menyatakan bahwa suplemen nutrisi berbasis lipid menurunkan risiko bayi stunting. Selain itu, suplemen yang mengandung asam folat, zat besi, mikronutrien, seng, osteokalsin, dan protein hewani dapat menurunkan risiko stunting. Kesimpulan: Suplemen ibu hamil yang mengandung asam folat dan zat besi, nutrisi spesifik, suplemen nutrisi berbasis lipid, mikronutrien, osteokalsin, dan protein hewani menurunkan stunting pada anak.