cover
Contact Name
Oktaf Juairiyah
Contact Email
jurnalpptksumsel@gmail.com
Phone
+6285268675705
Journal Mail Official
jurnalpptksumsel@gmail.com
Editorial Address
Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Prov. Sumsel
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PUBLIKASI PENELITIAN TERAPAN DAN KEBIJAKAN
ISSN : 19785879     EISSN : 26218119     DOI : https://doi.org/10.46774
The purpose of this Journal Publication is to provide space to publish critical thinking on the results of original research, as well as conceptual opinions from academics, researchers, and also support those who have never discussed about other media.This Journal Scope of Economics, Health, Education, Natural Resources, Environment, Technology and Agriculture.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 527 Documents
DAMPAK PRIMA TANI DAN DUKUNGAN PEMERINTAH DAERAH TERHADAP PENINGKATAN PENDAPATAN PETANI DI DESA PENGARINGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ULU PROVINSI SUMATERA SELATAN Suparwoto Suparwoto; Susilawati Susilawati
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Prima Tani di Desa Pengaringan Kecamatan Semidang Aji Kabupaten OKU dimulai pada bulan Januari hingga Desember 2008. Saat ini sudah terlihat dampak kegiatan bagi masyarakat setempat. Inovasi teknologi yang dilakukan terkait dengan pengembangan komoditi sayuran, karena pengembangan komoditi mendapat dukungan Pemerintah Daerah untuk menyediakan kebutuhan sayuran khusus dalam kabupaten. Penulisan ini bertujuan untuk mengetahui dampak inovasi teknologi budidaya sayuran dan kelembagaan dalam meningkatkan pendapatan petani dari kegiatan Prima Tani. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa produktivitas sayuran yang terdiri dari kacang panjang, kangkung, mentimun dan terong meningkat berturut-turut 100%, 32%, 21% dan 77,3% dari tahun sebelumnya (2007). Peningkatan pendapatan rumah tangga petani meningkat 27,6 %. Kegiatan Prima Tani yang dilakukan berdampak positif pada peningkatan jumlah kelembagaan yang dapat diakses petani dan mendapat respon positif dari Pemerintah Daerah.
NILAI TUKAR PETANI DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DI SENTRA PRODUKSI JAGUNG KALIMANTAN BARAT Rusli Burhansyah
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat perkembangan nilai tukar petani tanaman jagung dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pengkajian dilakukan di dua desa (Desa Kamuh dan Sinar Tebudak) sentra produksi jagung, Kecamatan Tujuh Belas, Kabupaten Bengkayang.Data sekunder yang dibutuhkan untuk mendukung kajian ini dikumpulkan dari kantor BPS, Dinas terkait, instansi tingkat kecamatan dan desa. Data primer, dikumpulkan melalui pengumpulan langsung kepada responden (petani, pedagang, pemilik kios, atau kelompok tani), melalui metode survey. Data primer terdiri dari : (1) data input-output usahatani jagung yang dilakukan oleh rumah tangga di desa contoh, (2) data upah pertanian dan non pertanian yang berlaku di desa contoh, dan (3) data harga input produksi, harga output dan harga barang konsumsi yang dibayar petani. Hasil analisis nilai tukar barter (nilai tukar petani versi BPS) tahun 2008 menunjukkan laju penurunan nilai tukar petani. Faktor-faktor yang mempengaruhi Nilai Tukar Petani Jagung antara lain; produktivitas, harga pupuk urea, pupuk sp36,pupuk kcl, upah kerja,harga jagung dan harga gula. Produktivitas, harga urea, harga kcl dan upah kerja berpengaruh secara positif, sedangkan harga pupuk sp 36 berpengaruh secara negatif. Produktivitas mempunyai elastisitas positif terbesar sedangkan dari elastisitas negatif berasal dari peubah pupuk sp 36. Peningkatan NTP sebesar satu persen akan meningkatkan produksi 5,8 persen di desa Kamuh dan 31,5 persen di desa Sinar Tebudak. Peningkatkan nilai tukar petani diperlukan upaya menyeluruh berupa intervensi dalam hal kebijakan harga output (jagung) dan harga input terutama pupuk.
PENGARUH AKTIFITAS FISIK TERHADAP KEJADIAN OBESITAS PADA MURID Ekowati Retnaningsih; Rini Oktariza
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian berat badan lebih pada anak usia sekolah di Indonesia mencapai 15,9%. Prevalensi kejadian obesitas pada anak usia sekolah di Provinsi Sumatera Selatan diatas angka nasional yaitu mencapai 27,0%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh altifitasfisik terhadap kejadian obesitas pada murid SDK Frater Xaverius 2 Palembang Tahun 2010. Desain penelitian yang digunakan adalah cross sectional. Besar sampel 88 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan simple random sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proporsi murid obesitas 44,3 % sementara proporsi murid yang mempunyai aktifitas ringan 33 %, sedang 36,3 %, dan berat 30.7 %. Hasil analisis lanjut menunjukkan OR= 2,4 , AFE=0,58, dan AFP=0,49. Disimpulkan bahwa aktifitas fisik mempengaruhi kejadian obesitas pada murid Sekolah Dasar. Kelompok murid yang mempunyai aktifitas fisik ringan atau dan sedang mempunyai kemungkinan menderita obesitas 2,4 kali dibandingkan kelompok murid yang mempunyai aktifitas fisik berat. Sebanyak 58 % kejadian obesitas tidak akan terjadi pada kelompok murid yang mempunyai aktifitas fisik ringan dan atau sedang, apabila mereka mempunyai aktifitas fisik berat. Sebesar 49 % kejadian obesitas tidak akan terjadi pada populasi, apabila mereka mempunyai aktifitas fisik berat.
FAKTOR RISIKO YANG BERPENGARUH TERHADAP KEJADIAN MALARIA DI DAERAH ENDEMIS DI KABUPATEN OKU Anif Budiyanto
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Di dunia sebanyak 350-500 juta orang menderita malaria, dan lebih dari 1 juta kematian terjadi setiap tahun, terutama di daerah tropis dan Afrika(1). Prevalen malaria di Indonesia mencapai 2,85 %(2). Sebanyak 49,6 % penduduk Indonesia berisiko tertular malaria karena tinggal di daerah endemis malaria(1). Prevalensi malaria di Sumatera Selatan adalah 1,01%(2). Kab.OKU merupakan salah satu kabupaten endemis malaria di Sumatera Selatan. AMI (Anual Malaria Incidence) Kab. OKU tahun 2008 23,4%. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara upaya mencegah gigitan nyamuk melalui pemakaian anti nyamuk dengan kejadian malaria. Penelitian ini menggunakan desain penelitian epidemiologi observasional kasus-kontrol. Sampel adalah masyarakat yang mengikuti kegiatan survey MBS dan terpilih sebagai sampel studi.Hasil analisismultivariate diketahui ada hubungan yang signifikan antara pemakaian anti nyamuk dengan kasus malaria, OR=0,231 dan p = 0,0001 (95% CI 0,130-0,409). Interpretasi adalah orang yang memakai anti nyamuk pada saat tidur pada malam hari hanya akan berisiko terkena malaria sebesar 0,23 kali dibanding dengan mereka yang tidur tidak memakai anti nyamuk setelah dikontrol oleh variabel konstruksi. Dari hasil perhitungan dampak potensial diketahui, apabila dilakukan upaya kesehatan masyarakat dengan pemakaian anti nyamuk memberikan dampak penurunan kejadian malaria sebesar 53%. Kesimpulan. intervensi kesehatan masyarakat berupa pemakaian anti nyamuk, akan memberikan dampak terhadap penurunan kasus malaria di masyarakat sebesar 53%.
RISIKO KEJADIAN FILARIASIS PADA MASYARAKAT DENGAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN YANG SULIT Santoso Santoso
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Kaki Gajah (filariasis) adalah salah satu penyakit menular yang disebabkan oleh cacing filaria (microfilaria) yang dapat menular dengan perantaraan nyamuk sebagai vektor. Filariasis menyebar hampir di seluruh wilayah Indonesia. Jumlah penderita kronis yang dilaporkan sebanyak 6233 orang yang tersebar di 1553 desa, di 231 kabupaten dan di 26 Propinsi. Berdasarkan hasil survey tahun 2002-2005 jumlah penderita terbanyak ditemukan di Sumatera dan Kalimantan dengan 84 kabupaten/kota memiliki microfilaria rate 1% atau lebih, hal ini menggambarkan bahwa seluruh daerah di Sumatera dan Kalimantan merupakan daerah endemis filariasis. Akses terhadap pelayanan kesehatan yang rendah merupakan salah satu factor risiko peningkatan kasus filariasis sehingga perlu dilakukan analisis untuk mengetahui hubungan akses pelayanan kesehatan dengan kejadian filariasis. Analisis dilakukan terhadap data Riskesdas tahun 2007. Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara akses pelayaan kesehatan terhadap kejadian filariasis yang meliputi: jarak dan waktu tempuh ke RS, PKM, Pustu, Dokter dan Bidan praktek, Posyandu dan Poskesdes; ketersediaan sarana transportasi ke sarana kesehatan.
PEMANFAATAN CINCAU HIJAU SEBAGAI PANGAN FUNGSIONAL ANTITUMOR, ANTIOKSIDAN BIOLOGIS DAN PENINGKAT SISTEM IMUN TUBUH Sugito Sugito
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit degenaratif semakin banyak ditemukan di Indonesia, seperti diabetes militus tipe II, kardiovaskuler, osteoporosis, bahkan penyakit tumor. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya radikal bebas dan ROS (reacitve oxygen species) yang bersumber dari dalam dan luar tubuh. Ikatan senyawa elektrofil dengan molekul DNA menyebabkan mutasi gen sehingga koordinasi selmenjadi berubah, akibatnya terjadi pertumbuhan sel yang tidak terkoordinasi, dan tumbuh menjadi kanker. Proses pembentukan kanker disebut karsinogenesis, yang terdiri atas tahap inisiasi, promosi dan progresi. Banyak usaha pencegahan dan pengobatan terhadap penyakit kanker, seperti; kemoterapi, pembedahan dan penyinaran. Tetapi, metode-metode tersebut, memerlukan biaya tinggi dan banyak efek samping bagi pasien. Salah satu alternatif pencegahan dan pengobatan kanker yang aman dan murah adalah dengan mengkonsumsi bahan-bahan alami, seperti cincau hijau. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : Konsumsi bubuk dan ekstrak daun cincau hijau dapat menekan volume tumor payudara, dan meningkatkan apoptosis sel tumor, dibandingkan dengan tikus kontrol. Konsumsi cincau hijau dapat meningkatkan statusantioksidan biologis, terutama meningkatkan aktivitas SOD, katalase, GSH-Px dan glutation hati. Konsumsi cincau hijau dapat meningkatkan daya tahan tubuh melalui peningkatan proliferasi sel B, sel T dan jumlah populasi sel T. Terdapat hubungan antara sistem imun, status antioksidan dan proses pencegahan dan pengobatan tumor. Dengan status antioksidan dan sistem imun yang baik maka tumor dapat dicegah bahkan dapat menekan pertumbuhan tumor.
KEBUGARAN JASMANI MAHASISWA PENDIDIKAN OLAHRAGA FKIP UNIVERSITAS BINA DARMA BAYU HARDIYONO
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terdapat perbedaan kebutuhan fisik bagi masing-masing individu, perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh tingkat pekerjaan masing-masing individu tersebut. Bagi Mahasiswa, kemampuan fisik penting untuk menunjang kegiatan belajar, mengurus kelas, atau melakukan aktivitas lain terkait kegiatan perkuliahan atau kegiatan belajar mengajar. Seorang individu mempunyaikemampuan fisik yang baik jika dirinya mempunyai nilai yang secara fisik berbanding lurus dengan nilai rata-rata dalam sebuah pengukuran. Salah satu parameter atau alat ukur yang digunakan pada Komisi Standarisasi Kemampuan Asia (A, C, S, P, F, T), bagi mahasiswa universitas meliputi tujuh macam cara pengujian. Hasil menunjukkan bahwa status kemampuan mahasiswa dipendidikan olahraga Universita Bina Darma S1 adalah sebesar (98.12%) dan selebihnya merupakan kemampuan non-fisik (1.88%). Dengan rincian, kemampuan fisik mereka bisa dikategorikan: bagus sekali (26.42%), baik (45.28%), sedang (26.42%) dan rendah (1.82%). Deskripsi waktu pengujian ini juga dikatagorikan melalui faktor jenis kelamin, seperti berikut; mahasiswa pria: bagus sekali (26.19%), baik (27.27%), baik (31.82%), sedang (36.36%) dan rendah (4.55%). Kebanyakan berat badan mahasiswa berada pada indeks biasa (83.02%) dan hanya segelintir mahasiswa tidak normal (16.98%). Pada penelitian yang lebih rinci, lemak (6.60%), biasa (83.02%), kekurangan gizi i (8.50%), kurangnya pengetahuann akan gizi ii (0.94%), Kurangnya gizi iii (0,66%). Berdasarkan jenis kelamin, indeks berat tubuh mahasiswa pria ialah sebesar (3.57%), biasa (86.90%), kurangnya pengetahuan ilmu gizi ii (9.57%), kurangnya gizi iii (6,60%). Tak satu pun di antara mereka di kategori kurang pengetahuan akan ilmu gizi ii dan iii, sedangkan massa badan indeks mahasiswa wanita adalah lemak (18.18%), biasa (68.17%), kekurangan gizi i (4.55%), kekurangtahuan ilmu gizi ii (4.55%), dan kekurangan gizi iii (4.55%).
ANALISIS FINANSIAL USAHATANI PADA BERBAGAI TINGKAT KECEPATAN ADOPSI VARIETAS UNGGUL KEDELAI Yanter Hutapea
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meningkatkan produktivitas kedelai, maka penggunaan varietas unggul merupakan salah satu hal pokok yang harus diperhatikan. Kecepatan petani dalam mengadopsi varietas unggul berbeda antar petani, yang akan menyebabkan perbedaan juga dalam pengelolaan usahataninya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efisiensi usahatani pada berbagai tingkatkecepatan adopsi. Kegiatan ini dilakukan pada bulan Maret sampai dengan Desember tahun 2009. Pelaksanaan survei dengan mewawancarai petani dilakukan di Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Kabupaten Lahat, Desa Sukomulyo Kecamatan Tugumulyo Kabupaten Musi Rawas dan Desa Margomulyo Kecamatan Bayung Lencir Kabupaten Musi Banyuasin. Pengambilan sampel menggunakan metode Acak Berlapis Tak Berimbang. Sampel petani terdiri dari tiga strata yaitu yang mengadopsi varietas unggul 1-2 musim tanam (MT) sejak dianjurkan, 3-4 MT sejak dianjurkan dan 5-6 MT sejak dianjurkan, dengan jumlah sampel seluruhnya 114 petani. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produksi kedelai yang dihasilkan petani yang mengadopsi varietas unggul 1-2 MT sejak dianjurkan, 3-4 MT sejak dianjurkan dan 5-6 MT sejak dianjurkan berturut-turut 1.443,36 kg/ha; 1.423,07 kg/ha dan 1.133,75 kg/ha dengan pendapatan bersih berturut-turut sebesar Rp 3.742.255/ha; Rp 3.554.105/ha dan Rp 2.240.925/ha. Adapun tingkat efisiensi (R/C) yang dicapai berturut-turut sebesar 1,58; 1,53 dan 1,39.
KEBIJAKAN FISKAL PEMERINTAH DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT INDONESIA Mahpud Sujai
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fiscal policy plays an important role in the implementation of government functions. One of the functions of the government under the constitution is to promote the general welfare and intellectual life of the nation. Therefore, this paper aims to explore the government's fiscal policies and budgetary allocations in order to improve the welfare of the community with a focus on poverty reduction, education, infrastructure and food security which is the number of pillars that must be achieved to meet the millennium development goals (MDGs) that has been agreed. The methodology used is descriptive analysis method accompanied by literature review and data analysis. Government effort on fiscal policy has been showed results with continued growth of the Indonesian economy, reduced the number of the poor, food security and increased education and infrastructure. This has resulted in improved community welfare that can be seen from the Human Development Index (HDI) which continues to improve. The Government should continue implementing pro-poor policy by continuing to prioritize fiscal policy and budget allocation for development activities.
PENGGUNAAN KELAMBU BERINSEKTISIDA PERMETHRIN DI DESA SELEMAN KECAMATAN TANJUNG AGUNG KABUPATEN MUARA ENIM SUMATERA SELATAN Yahya Yahya
Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sumatera Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat penggunaan kelambu permethrin oleh masyarakat yang telah dibagikan di Kabupaten Muara Enim sejak tahun 2006. Penelitian yang bersifat observasional ini telah dilakukan di Desa Seleman Kecamatan Tanjung Agung Kabupaten Muara Enim pada bulan April hingga November 2010. Telah dilakukan wawancara terhadap 70 responden (diambil dengan metode acak sederhana) dari 261 Kepala Keluarga yang telah menerima kelambu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar kelambu yang dimiliki masyarakat saat ini merupakan kelambu yang dibagikan tahun 2006 (82,9%). Hanya 32 responden (45,7%) yang mengetahui tujuan dibagikannya kelambu, karena umumnya responden tidak mendapat penjelasan saat kelambu dibagikan (51,4%). Masih banyak responden yang belum memahami beda antara kelambuberinsektisida dengan kelambu biasa (57,1%). Meskipun 95,52% kelambu dipakai setiap hari, namun hanya 54,29% saja yang mengetahui cara pemakaian. Umumnya yang tidur berkelambu adalah seluruh anggota keluarga (58,20%). Dari 65,7% responden yang melakukan pencucian kelambu, 78,26% di antaranya tidak mengetahui cara pencucian kelambu yang benar. Sebagian besar responden menjemur kelambu di bawah cahaya matahari langsung (76.09%). Seluruh responden belum mengetahui tindakan pemanasan kelambu (heat-assisted regeneration). Meskipun telah memakai kelambu, 65,72% responden juga menggunakan anti nyamuk bakar. Perlu dilakukan sosialisasi mengenai tujuan pembagian kelambu, cara pemakaian, cara pencucian dan siapa saja anggota keluarga yang diprioritaskan untuk tidur berkelambu pada saat kelambu dibagikan pada masyarakat. Selain itu perlu juga disosialisasikan mengenai tindakan pemanasan kelambu (heat-assisted regeneration) dalamrangka meningkatkan keefektifan insektisida di dalam kelambu.

Filter by Year

2007 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8 No 2 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 8 No 1 (2025): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 2 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 7 No 1 (2024): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 2 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 6 No 1 (2023): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 2 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 5 No 1 (2022): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 2 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 4 No 1 (2021): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 2 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 3 No 1 (2020): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 2 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 2 No 1 (2019): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 2 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 1 No 1 (2018): Publikasi Penelitian Terapan dan Kebijakan Vol 9 No 3 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 2 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 9 No 1 (2015): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 3 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 2 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 8 No 1 (2014): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 3 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 2 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 7 No 1 (2013): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 3 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 2 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 6 No 1 (2012): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 3 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 2 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 5 No 1 (2011): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 3 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 2 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 4 No 1 (2010): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 3 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 2 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 3 No 1 (2009): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 3 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 2 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 2 No 1 (2008): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 3 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 2 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia Vol 1 No 1 (2007): Jurnal Pembangunan Manusia More Issue