cover
Contact Name
Yenti Juniarti
Contact Email
yenti@ung.ac.id
Phone
+6285217588984
Journal Mail Official
yenti@ung.ac.id
Editorial Address
Universitas Negeri Gorontalo Secretariat JAMBURA Early Childhood Education Building Faculty of Education Street of Sudirman, 45511 Gorontalo
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Jambura Early Childhood Education Journal
ISSN : 2654752X     EISSN : 27162974     DOI : 10.37411
Core Subject : Education,
Jambura Early Childhood Education Journal is a journal that focuses on early childhood studies, discussing parents-child relationship, multiple intelligences, and pedagogies. This journal is published by the Education Teacher and Early Childhood Education Department, Gorontalo State University, which aims to facilitate professionals, academics, researchers, scholars and university students whose conduct empirical and original work. The Jambura Journal publishes articles on Early Childhood Education twice a year, every January and July.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 165 Documents
Hubungan Tingkat Stres Orang Tua Terhadap Keterampilan Sosial Pada Anak Autism Spectrum Disorder: Perspektif Person-Environment-Occupation Model Hermito Gidion; Restu Aji Wijaya; Zulfa Khoirunisah; Wawan Hermawan
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4789

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan tingkat stres orang tua terhadap keterampilan sosial anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) berdasarkan perspektif Person-Environment-Occupation (PEO) Model. Anak dengan ASD umumnya mengalami hambatan dalam komunikasi dan interaksi sosial yang berdampak terhadap performa okupasi sehari-hari, sehingga meningkatkan tuntutan pengasuhan dan risiko stres pada orang tua. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan korelasional. Sampel penelitian terdiri dari 49 orang tua anak ASD usia 6–14 tahun di SLB Negeri Jakarta yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Tingkat stres orang tua diukur menggunakan Skala Stres Pengasuhan (SSP), sedangkan keterampilan sosial anak diukur menggunakan Vineland Adaptive Behavior Scales Third Edition (Vineland-3) domain socialization. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara tingkat stres orang tua dan keterampilan sosial anak ASD (p<0,05), dimana semakin tinggi tingkat stres pengasuhan maka semakin rendah keterampilan sosial anak. Penelitian ini menyimpulkan bahwa stres pengasuhan merupakan faktor lingkungan yang memengaruhi perkembangan keterampilan sosial anak ASD sehingga diperlukan intervensi terapi okupasi berbasis keluarga untuk meningkatkan kualitas interaksi sosial anak. Kata Kunci: Autism Spectrum Disorder, stres pengasuhan, keterampilan sosial, terapi okupasi, PEO model.
Pengaruh Pembelajaran Sains Melalui Kegiatan Water Play terhadap Perkembangan Kecerdasan Naturalis Anak Usia Dini Almeyida Nur Azzahra; Nika Cahyati
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4887

Abstract

Perkembangan kecerdasan naturalis anak dipengaruhi oleh stimulasi yang diberikan dalam proses pembelajaran.Berdasarkan teori kecerdasan majemuk yang dikemukakan oleh Howard Gardner, kecerdasan naturalis dapat berkembang melalui interaksi anak dengan alam dan lingkungan sekitarnya.Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi awal kecerdasan naturalis anak, mendeskripsikan kondisi akhir kecerdasan naturalis anak setelah metode pembelajaran sains berbasis water play, serta menganalisis pengaruh pembelajaran sains melalui kegiatan water play terhadap perkembangan kecerdasan naturalis anak usia dini di RA Al-Ikhlas.Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest. Subjek penelitian terdiri atas anak kelompok A di RA Al-Ikhlas.Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji normalitas, homogenitas, dan uji t.Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dengan nilai signifikansi 0,000 < 0,05 dan nilai t-hitung 74,858 > t-tabel 1,796.Selain itu, rata-rata perkembangan kecerdasan naturalis anak mengalami peningkatan sebesar 23,42% setelah mengikuti kegiatan water play.Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran sains melalui kegiatan water play efektif digunakan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis anak usia dini. Kata Kunci ; water play, pembelajaran sains, kecerdasan naturalis, anak usia dini.
Persepsi Orang Tua terhadap Pendidikan Kelompok Bermain di Kober Sinar Kasih Cigugur Hafida Iman Nina; Chitra Charisma Islami
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4907

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persepsi orang tua terhadap pendidikan kelompok bermain di Kober Sinar Kasih Cigugur. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek penelitian sebanyak 5 orang tua peserta didik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa orang tua memiliki persepsi positif terhadap pendidikan kelompok bermain. Orang tua memandang kelompok bermain sebagai sarana yang mampu mendukung perkembangan sosial, emosional, bahasa, kognitif, serta kemandirian anak. Persepsi tersebut dipengaruhi oleh pengalaman orang tua, lingkungan sosial, tingkat pendidikan, dan kebutuhan keluarga. Orang tua juga menunjukkan keterlibatan yang cukup baik dalam mendukung kegiatan pembelajaran anak baik di sekolah maupun di rumah. Selain itu, orang tua berharap kelompok bermain mampu menghasilkan anak yang mandiri, percaya diri, memiliki kemampuan sosial yang baik, serta siap memasuki jenjang pendidikan selanjutnya. Temuan ini menunjukkan pentingnya sinergi antara lembaga pendidikan dan orang tua dalam mendukung perkembangan anak usia dini secara optimal.
Kontribusi Persepsi Guru Terhadap Storytelling dan Kemampuan Berpikir Kritis Anak Usia Dini Gian Fitria Anggraini; Susanthi Pradini
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4919

Abstract

Critical thinking skills are among the most crucial 21st-century skills to develop from an early age. This study uses a correlational quantitative approach to analyze the relationship and contribution of teachers' perceptions of storytelling methods to early childhood critical thinking skills. The total sample in this study comprised 108 early childhood teachers selected through random sampling. Data collection was carried out using questionnaires. The results of the analysis showed a significant positive relationship between teacher perception and children's critical thinking skills, although the relationship was weak (r = 0.263, p = 0.006). In addition, teachers' perceptions account for only 6.9% of critical thinking skills, while the remaining 93.1% is influenced by other factors. Based on the results of the cross-table analysis, a gap between theory and practice in storytelling activities was revealed: teachers' understanding was dominated by the medium category (42.59%), even though almost all teachers strongly agreed on the urgency of storytelling. This can cause children's critical thinking skills to fail to develop optimally, as reflected in the moderate category (72.2%). This research confirms the need to reconstruct storytelling training, especially for teachers, to place greater emphasis on design techniques that highlight critical questions in storytelling activities. Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan abad ke-21 yang krusial untuk dibangun sejak dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional yang bertujuan untuk menganalisis hubungan serta kontribusi persepsi guru terhadap metode storytelling terhadap kemampuan berpikir kritis anak usia dini. Adapun total sampel dalam penelitian ini berjumlah 108 guru PAUD yang dipilih secara acak (random sampling). Hasil analisis menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara persepsi guru dan kemampuan berpikir kritis anak, meskipun berada pada kategori hubungan yang lemah (r = 0.263, p = 0.006). Selain itu, persepsi guru hanya memberikan kontribusi sebesar 6,9% terhadap kemampuan berpikir kritis, sedangkan sisanya 93,1% dipengaruhi oleh faktor lain. Berdasarkan hasil analisis tabel silang, terungkap adanya gap atau kesenjangan antara teori dan praktik dalam kegiatan storytelling, di mana pemahaman guru didominasi oleh kategori sedang (42,59%), meskipun hampir semua guru menyatakan sangat setuju terhadap urgensi storytelling. Hal ini dapat menyebabkan kemampuan berpikir kritis anak tidak berkembang secara optimal, yang tercermin pada kategori sedang (72,2%). Penelitian ini menegaskan adanya rekonstruksi pelatihan storytelling, khususnya bagi guru, agar lebih berfokus pada teknik perancangan yang menonjolkan pertanyaan-pertanyaan kritis selama kegiatan bercerita.
Meningkatkan Kemampuan Sosial Anak Usia Dini Melalui Kegiatan Saintifik Anisa Rahim; Santa Iayana Sinaga; Padilah
Jambura Early Childhood Education Journal Vol 8 No 2 (2026): Jambura Early Childhood Education Journal
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU PENDIDIKAN ANAK USIA DINI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jecej.v8i2.4938

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan sosial anak Kelas B2 RA El-Fajr Palembang, di mana dari 15 anak, 13 anak belum mampu bekerja sama, menghargai teman, mengikuti aturan, dan berbagi. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan kemampuan sosial anak melalui kegiatan saintifik yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan subjek 15 anak usia 5-6 tahun. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dari pra siklus (6,6%), siklus I (40%), hingga siklus II (86,66%) melebihi target 75%. Dengan demikian, kegiatan saintifik melalui tahapan mengamati, menanya, mencoba, menalar, dan mengomunika