cover
Contact Name
Suci
Contact Email
suci@gmail.com
Phone
+6281333040494
Journal Mail Official
suci@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Prima JODS
ISSN : -     EISSN : 26151235     DOI : 10.1234
Core Subject : Health,
Prima Jods merupakan kumpulan jurnal yang dikelola oleh fakultas kedokteran gigi Universitas Prima Indonesia yang mencakup bidang obat gigi termasuk dalam perawatan gigi dan mulut, kebijakan publik, sistem Fakultas Ke dok teran gigi, analisa gigi, analisa mulut, analisa obat-obatan
Articles 73 Documents
Pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi akademik mahasiswa preklinik Syifa Maulina; Herwanda Herwanda; Munifah Abdat
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 3 No. 1 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v3i1.1181

Abstract

Penggunaan internet di lingkungan pendidikan seperti universitas telah mengalami peningkatan serta menjadi bagian yang penting dalam kehidupan mahasiswa. Beberapa penelitian mengungkapkan tentang pengaruh positif internet yang dapat membantu meningkatkan prestasi akademik mahasiswa. Internet dapat juga memberikan pengaruh negatif terhadap akademik ketika mahasiswa tidak mampu mengontrol penggunaan internetnya dengan baik. Untuk mengetahui pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi akademik mahasiswa preklinik Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Syiah Kuala (FKG Unsyiah). Penelitian ini adalah penelitian cross sectional terhadap seluruh mahasiswa preklinik angkatan 2016 sejumlah 56 orang menggunakan kuesioner online disertai softcopy Kartu Hasil Studi (KHS) semester 6 mahasiswa, lalu data dianalisis dengan uji regresi linier sederhana. menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara penggunaan internet terhadap prestasi akademik mahasiswa Preklinik FKG Unsyiah. Pengaruh penggunaan internet terhadap prestasi akademik mahasiswa sebesar 2,4%, sedangkan 97,6% sisanya dipengaruhi oleh faktor lainnya.
Pengaruh Perbedaan Mengunyah Buah Stroberi (Fragaria Vesca L.) dan Buah Apel (Malus Sylvestris Mill ) Terhadap Penurunan Indeks Plak pada Anak-Anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi Tahun 2019 panjaitan, monang
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 2 No. 1 (2020): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v2i1.1183

Abstract

Akumulasi plak pada permukaan gigi sebagai salah satu indikator kebersihan rongga mulut. Pengendalian plak dapat dilakukan secara mekanik maupun kimiawi. Secara mekanik, kontrol plak dengan cara menyikat gigi dan flossing, sedangkan kontrol plak secara kimiawi dapat dilakukan dengan mengkonsumsi buah-buahan Buah apel dan buah stroberi diindikasi dapat menurunkan indeks plak. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh perbedaan mengunyah buah stroberi dan buah apel terhadap penurunan indeks plak gigi. Penelitian ini merupakan penelitian intervensi dengan pre test and post test control group design. Populasi penelitian adalah anak-anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi yang berjumlah 130 orang. Adapun sampel penelitian berjumlah 32 responden yang telah memenuhi kriteria inklusi dengan pembagian dua kelompok yaitu 16 responden megunyah buah stroberi dan 16 responden lainnya mengunyah buah apel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh perbedaan mengunyah buah stroberi (Fragaria vesca L.) dan buah apel (Malus sylvestris Mill) terhadap penurunan indeks plak pada anak-anak Panti Asuhan Terima Kasih Abadi (p=0,037). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengunyahan buah apel terbukti lebih efektif menurunkan indeks plak dibandingkan mengunyah buah stroberi. Kata Kunci :Buah stroberi, buah apel, mengunyah
Persepsi diri terhadap estetika gigi dan senyum pada mahasiswa kedokteran gigi Lina Hadi; Zulfan Muttaqin; Susanna Halim; Alya Adhana; Evi Sariyanti Pasaribu; Sherina Alfida; Zara Magfirah
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2395

Abstract

Persepsi estetika gigi dan senyum dipengaruhi oleh banyak faktor. Penilaian persepsi diri terhadap estetika gigi dan senyum adalah hal yang penting untuk mendapatkan perawatan estetika yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk memahami persepsi diri mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia (FKKGIK UNPRI) terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin, usia, dan tingkat semester. Penelitian cross-sectional ini  melibatkan 70 mahasiswa pre-klinik yang berumur 17-24 tahun. Sampel penelitian mengisi 15 pertanyaan mengenai estetika gigi dan senyum via Google Form. Uji Chi-Square digunakan untuk analisis data. Hasilnya, terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin (p=0,013). Tidak terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan usia (p=0,981). Tidak juga terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan tingkat semester (p=0,220). Dapat disimpulkan terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan jenis kelamin, namun tidak terdapat perbedaan persepsi diri mahasiswa pre-klinik terhadap estetika gigi dan senyum berdasarkan usia dan tingkat semester.
Efektivitas ekstrak jahe merah (Zingiber officinale var. Rubrum) terhadap pembentukkan sel fibroblas soket gigi tikus wistar Mellisa Sim; Shieny Lokanata; Putri Anggie Adrisya Lubis; T. Nurul Rian Ananda; Rosa Paradita Dalimunthe; Tara Suryantika
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2400

Abstract

Pencabutan gigi merupakan suatu tindakan yang sering dilakukan oleh dokter gigi dan akan menimbulkan luka. Tanaman herbal sudah terbukti khasiatnya sebagai alternatif pengobatan luka. Pada penelitian ini digunakan ekstrak Zingiber officinale. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas ekstrak Zingiber officinale terhadap pembentukan sel fibroblas soket gigi tikus wistar. Ekstrak jahe merah dibuat dengan metode maserasi dan diubah ke dalam sediaan konsentrasi 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, kemudian dibuat dalam bentuk gel dengan CMC Na sebagai bahan dasar gel. Uji statistik oneway ANOVA menunjukkan angka yang signifikan p<0,001 berarti ada perbedaan jumlah sel fibroblas pada soket gigi tikus wistar setelah diberi perlakuan ekstrak Zingiber officinale, diduga aktivitas senyawa aktif melalui mekanisme berbeda dimana konsentrasi 10% paling efektif.
Kombinasi ekstrak daun salam (Eugenia polyantha wight) dengan daun mint (Mentha piperita) sebagai antiseptik pada pengguna ortodonti cekat Idamawati Nababan; Molek Molek; Novelya Novelya; Ribhi Dwi Aufa; M. Diffa Satrya; Monica Silaen; Ananda Kasuma
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2411

Abstract

Pengguna ortodonti cekat beresiko mengalami karies dan bau mulut (halitosis). Untuk meminimalkan terbentuknya bakteri penyebab halitosis dan plak, diantaranya dengan cara menggunakan obat kumur berbahan alami. Tujuan dari penelitian ini mengetahui kombinasi ekstrak daun salam (Eugenisa polyantha wight) dengan daun mint (Mentha piperita) berpengaruh sebagai antiseptik pada pengguna ortodonti cekat. Penelitian ini merupakan quasi eksperimental dengan prettest and posttest with control group. Sampel adalah pengguna ortodonti cekat sebanyak 20 sampel yang dibagi menjadi dua kelompok. Pengukuran skor plak berdasarkan kriteria Loe and Sillness, sedangkan skor VSC diukur dengan alat breathtron II. Kemudian, dianalisis data menggunakan uji statistik paired t test dan independent t test. Rata-rata skor plak sampel pra dan pasca berkumur pada kelompok perlakuan adalah 2,0±0,47 dan 0,1±0,32. Rerata skor plak sampel sebelum dan sesudah berkumur pada kelompok kontrol adalah 2,3±0,5 dan 1,2±0,6. Rerata skor VSC pra dan pasca berkumur pada kelompok perlakuan adalah 124,0±28,75 ppb dan 54,5±27,13 ppb. Rerata skor VSC pra dan pasca berkumur pada perlakuan kontrol yaitu 132,0±23,00 ppb dan 97,0±16,36 ppb. Hasil paired t test menunjukkan bahwasanya terdapat pengaruh signifikan terhadap kombinasi ekstrak daun salam dengan daun mint dan klorheksidin terhadap VSC. Dari hasil independent t test dinyatakan bahwa ada efektivitas yang signifikan kombinasi ekstrak daun salam dengan daun mint sebagai antiseptik pada pengguna ortodonti cekat.
Tingkat pengetahuan dan kepedulian tentang kesehatan gigi dan mulut pada karyawan Harian Sinar Indonesia Baru Medan Idamawati Nababan; Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Chandra Wijaya; Sendyra Utama; Rajindervir Singh
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2427

Abstract

Penyakit gigi dan mulut masih menjadi salah satu penyakit yang sering diderita oleh masyarakat. Tingkat pengetahuan dan kepedulian ditegarau menjadi faktor penentu seseoarang dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan dan kepedulian tentang kesehatan gigi dan mulut pada karyawan Harian Sinar Indonesia Baru Medan. Sampel pada penelitian ini sebanyak 40 orang responden. Data dianalisis data secara univariat untuk melihat gambaran distribusi frekuensi pengetahuan dan kepedulian sampel pada kesehatan gigi dan mulut. Hasil penelitian menunjukkan tingkat pengetahuan (87,5%) dan kepedulian (82,5%) karyawan Harian Sinar Indonesia Baru Medan tentang kesehatan gigi dan mulut dalam kategori baik.
Hubungan karies gigi dengan konsumsi air minum galon, air sumur dan air minum isi ulang Molek Molek; Suci Erawati; Andre Gideon Lase; Anna Maria; Surya Agung; Hendrik Steven; Yogie Setiawan
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2429

Abstract

Kesehatan gigi dan mulut merupakan salah satu masalah kesehatan di indonesia yang belum menjadi prioritas tinggi. Dari hasil riset kesehatan Dasar 2018 menunjukan prevalensi karies gigi mencapai 88,80% dan prevalensi periodontitis 74,10%. Air minum merupakan salah satu komponen yang sangat berpengaruh atau berperan dalam penentuan derajat kesehatan gigi. Kandungan flor dalam air minum juga dapat berhubungan untuk terjadi nya karies gigi. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui dampak konsumsi air galon,air isi ulang, air sumur terhadap percepatan pembentukan karies gigi. Metode penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan rancangan cross-sectional yang dilakukan di Desa Tanjung Gusta Medan Helvetia selama bulan September-Oktober 2020. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Tj.Gusta Medan Helvetia yang berjumlah 30 orang dan metode sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Setiap sampel dilakukan pemeriksaan karies gigi dengan menggunakan indeks DMF-T lalu dilakukan pengukuran kadar fluor air minum dengan menggunakan metode Kolorimetri di laboratorium. Data dianalisis menggunakan uji t-independent. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat perbedaan DMF-T berdasarkan jenis air yang dikonsumsi yaitu air sumur memiliki nilai jumlah DMF-T tetinggi sebesar 5,3. Konsumsi air sumur dan air isi ulang memiliki pengaruh terbesar dalam percepatan pembentukan karies gigi. Kadar fluor air yang dikonsumsi masyarakat Tangjung Gusta Medan adalah <0.003ppm (layak konsumsi=1.00-1.5pmm). Tingkat konsumsi fluor cukup akan mempengaruhi keadaan email gigi dan menyebabkan demiralisasi gigi.
Pengaruh tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama masa pandemi COVID-19 Suci Erawati; Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Beatrice Gabriela Dear; Fitwy Inka Teresha Silaban; Dini Arta Lestari Dalimunthe; Muhammad Khusairi; Member Reni Purba
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 2 (2021): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i2.2432

Abstract

Pandemi COVID-19 dapat menimbulkan kecemasan bagi dokter gigi maupun pasien. Hal ini berdampak terhadap pelayanan kesehatan, khususnya puskesmas agar melakukan preventif, deteksi dan respon di dalam pencegahan dan pengendalian COVID-19. Tujuan dari studi ini untuk mengetahui pengaruh tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama pandemi COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif analitik dengan desain cross sectional. Sampel pada studi ini adalah para pasien yang pernah berkunjung ke poli gigi selama masa pandemi COVID-19 pada bulan Maret 2020 sampai Oktober 2021 dan dokter gigi yang bertugas di Puskesmas Padang Bulan Medan. Total sampel sebanyak 30 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan data dianalisis dengan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengalamai tingkat kecemasan pada kategori sedang dan mayoritas dokter gigi mengalami tingkat kecemasan yang tinggi. Hasil uji statistik memperlihatkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara tingkat kecemasan pasien dan dokter gigi terhadap pelayanan poli gigi selama pandemi COVID-19 (0,011).
Pengaruh jus belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap perubahan warna stain ekstrinsik pada resin komposit nanohibrida Ega Yolanda Selvia; Firdha Muharraran; Doni Aldi Lumbantobing; Lydia Rahmadani
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 4 No. 1 (2021): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v4i1.2465

Abstract

Stain atau penodaan yang terdapat pada gigi merupakan suatu masalah yang mengganggu penampilan. Stain juga dapat terjadi pada resin komposit yang disebabkan oleh faktor makanan dan minuman yang mengakibatkan perubahan warna. Perubahan warna pada resin komposit dapat diatasi dengan menggunakan bahan alami, salah satunya belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang mengandung senyawa karboksilat berupa asam oksalat, selain itu juga terdapat senyawa peroksida yang dapat menimbulkan efek bleaching. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jus belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) terhadap perubahan warna stain ekstrinsik pada resin komposit nanohibrida. Penelitian ini menggunakan sampel sebanyak 20 buah resin komposit nanohibrida berbentuk tablet dengan diameter 5 mm dan ketebalan 2 mm. Resin komposit direndam kedalam air kopi  selama 7 hari untuk mendapatkan stain ekstrinsik lalu diukur menggunakan shade guide dan chromameter. Resin komposit direndam ke dalam jus belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) selama 3 hari lalu diukur menggunakan shade guide dan chromameter. Hasil analisis dengan uji Wilcoxon Signed Ranks Test menunjukkan terdapat perbedaan yang signifikan dari nilai rata-rata perubahan warna resin komposit sesudah perendaman kopi dengan setelah perendaman belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) pada pengukuran menggunakan alat ukur shade guide dan chromameter (0,000).
Efektivitas gel ekstrak putih telur ayam kampung terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus wistar jantan melalui pengamatan jumlah sel makrofag Yeggie Nugranti; Welly Effendy Seba; Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 2 No. 1 (2019): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v2i1.406

Abstract

Pencabutan gigi menyebabkan terjadinya perlukaan pada jaringan lunak dan jaringan keras di daerah bekas pencabutan. Putih telur secara tradisional dapat digunakan untuk pengobatan luka. Tujuan: Penelitian ini betujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian gel ekstrak putih telur terhadap penyembuhan luka pasca pencabutan gigi tikus putih melalui pengamatan jumlah sel makrofag. Metode Penelitian: Putih telur diformulasikan dalam bentuk gel untuk memudahkan pemakaian dan menutupi bau khas putih telur. Pembuatan gel putih telur menggunakan hydroxypropyl methylcellulose (HPMC) yang merupakan gelling agent non ionic. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Subjek penelitian berupa tikus putih jantan (Rattus novergicus) galur wistar usia 2-3 bulan sebanyak 32 ekor yang dibagi menjadi kelompok kontrol Aquadest dan kelompok perlakuan gel putih telur. Pencabutan dilakukan pada gigi seri kiri rahang atas. Kemudian tikus dikorbankan pada hari ke-1, 3, 5 dan 7. Soket lalu dimasukkan ke dalam cetakan blok paraffin dan diwarnai dengan Hematoksilin Eosin yang selanjutnya dapat diamati dibawah mikroskop dengan pembesaran 40x. Hasil: Hasil uji Independen T-test menunjukan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna (p<0,05) jumlah sel makrofag pasca pencabutan gigi pada kelompok yang diberi gel putih telur dan kelompok yang diberi aquadest. Jumlah rata-rata makrofag pada kelompok perlakuan lebih sedikit dibandingkan kelompok kontrol dan secara signifikan mengalami penurunan dalam jangka waktu pengamatan. Kesimpulan: Disimpulkan bahwa pemberian gel ekstrak putih telur pada luka soket pasca pencabutan gigi efektif dalam meningkatkan jumlah sel makrofag pada proses penyembuhan luka pasca pencabutan gigi.