cover
Contact Name
Suci
Contact Email
suci@gmail.com
Phone
+6281333040494
Journal Mail Official
suci@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Prima JODS
ISSN : -     EISSN : 26151235     DOI : 10.1234
Core Subject : Health,
Prima Jods merupakan kumpulan jurnal yang dikelola oleh fakultas kedokteran gigi Universitas Prima Indonesia yang mencakup bidang obat gigi termasuk dalam perawatan gigi dan mulut, kebijakan publik, sistem Fakultas Ke dok teran gigi, analisa gigi, analisa mulut, analisa obat-obatan
Articles 73 Documents
Efektifitas antibakteri ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap Streptococcus mutans Dian Soraya Tanjung; Steven Wijaya; Monika Silaen
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2536

Abstract

Latar belakang: Karies gigi merupakan penyakit gigi dan mulut yang umum terjadi pada masyarakat. Penyakit ni dapat disebabkan oleh Streptococcus mutans. Salah satu upaya pencegahan karies gigi adalah dengan menggunakan bahan herbal yaitu daun serai. Tujuan: Untuk mengetahui efektivitas antibakteri ekstrak daun serai (Cymbopogon citratus) konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% terhadap Streptococcus mutans. Metode: Jenis penelitian ni adalah eksperimental laboratoris dengan post-test only control group design. Sampel dibagi menjadi lima kelompok ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%,50%, dan kontrol negatif. Uji efektivitas antibakteri dilakukan secara difusi dengan metode cakram disk. Diameter hambat yang terbentuk di sekitar kertas cakram, diukur dengan kaliper geser dan hasilnya dianalisis menggunakan uji statistik oneway ANOVA dan posthoc LSD. Hasil: Rata-rata diameter hambat ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40% dan 50% terhadap bakteri Streptococcus mutans adalah sebesar 4,61±0,44 mm; 5,64±0,53 mm; 6,65±0,35 mm; dan 9,10±0,56 mm, sedangkan DMSO(Kontrol negatif) tidak ditemukan adanya diameter hambat. Hasil uji oneway ANOVA dan posthoc LSD menunjukan ada perbedaan yang signifikan efektivitas antibakteri ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%,50% terhadap Streptococcus mutans (p<0,05). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak daun serai konsentrasi 20%, 30%, 40%, dan 50% memiliki efektivitas antibakteri terhadap Streptococcus mutans.
[RETRACTED] Pengaruh kulit buah pisang ambon terhadap peningkatan warna gigi Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Suci Erawati; Dini Arta Lestari Dalimunthe
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2539

Abstract

Retraction Notice Artikel ditarik karena ditemukan indikasi plagiarisme,  yang mengacu pada  link: https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/8073. Oleh karena itu, seluruh konten dan referensi yang berkaitan dengan artikel tersebut dihapus dari Prima Journal of Oral and Dental Sciences.    
Pengaruh penambahan nanosilika sekam padi pada porselen opak terhadap kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam: Sopan Sinamo; Mourent Miftahullaila; Tengku Nurul Rian Ananda
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2555

Abstract

Perawatan prostodontik cekat bervariasi dari restorasi satu gigi sampai pada rehabilitasi oklusi secara keseluruhan. Beberapa bahan yang sering digunakan untuk pembuatan gigi tiruan jembatan adalah logam, logam-keramik, dan keramik. Salah satu sifat mekanik yang dapat mempengaruhi karakteristik keramik adalah kekerasan permukaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan nanosilika sekam padi pada porselen opak terhadap kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam. Jenis penelitian ini adalah Eksperimental laboratories dengan posttest only control group design. Sampel penelitian adalah logam Co-Cr persegi panjang (25±1) mm × (3±0,1) mm × (0,5 ± 0,05) mm. Data dianalisis dengan uji T test independent dan oneway ANOVA. Hasilnya diperoleh kekerasan vickers jembatan keramik logam Co-Cr tanpa penambahan silika 0% adalah 483,30±3,643 dengan penambahan silika sekam padi 1% dan 2% pada lapisan opak adalah 556,42±3,958 dan 515,66±7,294. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Ada peningkatan kekerasan pada gigi tiruan jembatan keramik logam dengan penambahan silika 1% dan 2% pada lapisan opak dan yang paling baik pada konsentrasi 1%.
Hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi Mangatas Halomoan Parluhutan Hutagalung; Idamawati Nababan; Muhammad Khusairi
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2565

Abstract

Usia anak sekolah merupakan kelompok usia yang rentan terpapar karies gigi. Tingginya tingkat prevalensi karies pada anak sekolah mencerminkan tingkat pengetahuan tentang kesehatan gigi yang rendah. Maka demikian, perlu diberikan pengetahuan tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi siswa SDN 091 Panyabungan. Jenis penelitian adalah survei analitik dengan cross sectional design.  Sampel yaitu siswa yang berusia 12 tahun yang bersekolah di SDN 091 Panyabungan. Penentuan besar sampel menggunakan rumus Roscoe dan diperoleh sampel berjumlah 30 orang. Pengumpulan data melalui kuesioer dan pemeriksaan DMF-T pada gigi dewasa sampel. Data dianalisis dengan korelasi spearman. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa rata-rata tingkat pengetahuan sampel adalah 8,30±1,601. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan rata-rata skor DMF-T responden rendah yaitu 1,30±1,179. Dari hasil uji korelasi Spearman dinyatakan bahwa terdapat hubungan yang signifikan tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi dengan tingkat keparahan karies gigi siswa SDN 091 Panyabungan dengan derajat hubungan yang kuat dan arah negatif (p=0,000; r=-0,692). Semakin tinggi tingkat pengetahuan pemeliharaan kesehatan gigi, maka semakin menurun tingkat keparahan karies.
Uji aktivitas antibakteri ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, dan 50% terhadap bakteri Enterococcus faecalis Steven Wijaya; Chandra Susanto; Fredy Zuardi
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2566

Abstract

Latar Belakang: Salah satu bakteri yang sering ditemukan dalam kasus kegagalan perawatan endodontik dan yang paling resistan adalah Enterococcus faecalis. Penggunaan larutan irigasi chlorhexidine (CHX) 2% lebih baik melawan bakteri Enterococcus faecalis dibandingkan sodium hypochlorite (NaOCl) 5,25%. Namun, penggunaan CHX dapat menyebabkan pewarnaan gigi, sensasi terbakar pada mukosa, xerostomia, gangguan pengecapan, dan komplikasi sistemik jika tertelan. Lemon merupakan salah satu tanaman obat dan pada bagian kulitnya memiliki senyawa flavonoid yang bersifat sebagai antibakteri. Tujuan: Untuk mengetahui kandungan senyawa metabolit sekunder dan efektivitas antibakteri dari ekstrak kulit lemon (Citrus limon) terhadap bakteri Enterococcus faecalis. Metode: Penelitian ini merupakan eksperimental laboratorium dengan rancangan penelitian post test only control group design. Penelitian ini terdiri dari kelompok ekstrak kulit lemon (Citrus limon) konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2% (kontrol positif), dan DMSO (kontrol negatif). Setiap kelompok memiliki empat sampel. Pengujian aktivitas antibakteri dengan menggunakan metode difusi cakram, lalu hasil diameter zona hambat yang terbentuk diukur dengan kaliper geser. Hasil: Rerata dan standar deviasi diameter zona hambat (dalam satuan mm) dari ekstrak kulit lemon konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, chlorhexidine 2%, dan DMSO adalah sebagai berikut 6,256 ± 0,304, 7,356 ± 0,262, 8,438 ± 0,918, 11,513 ± 1,296, 21,525 ± 1,184, dan 0. Kandungan senyawa metabolit sekunder yang terdapat pada ekstrak kulit lemon yaitu fenolik, flavonoid, alkaloid, terpenoid / steroid, tanin, dan saponin. Kesimpulan: Ekstrak kulit lemon berbagai konsentrasi memiliki kemampuan antibakteri untuk menghambat pertumbuhan bakteri Enterococcus faecalis.
Pengaruh perbedaan mengunyah buah stroberi (Fragaria vesca L.) dan buah apel (Malus sylvestris Mill ) terhadap penurunan indeks plak pada anak-anak Monang Panjaitan; Natasya Soraya; Fadilah Romadonna Harahap
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 2 No. 1 (2019): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v2i1.2574

Abstract

The accumulation of plaque on the tooth surface as an indicator of oral hygiene. Plaque control can be done mechanically or chemically. Mechanically, control of plaque by brushing and flossing, while chemical plaque control can be done by consuming fruits. Apples and strawberries are indicated to reduce the plaque index. The main objective of this study was to analyze the effect of differences in strawberry and apple chewing on a decrease in dental plaque index. This research is an intervention study with pre test and post test control group design. The research population was 130 children of the Thank Kasih Abadi Orphanage. The research sample amounted to 32 respondents who had met the inclusion criteria by dividing two groups, namely 16 respondents chewing strawberries and 16 other respondents chewing apples. The results showed that there were differences in the effect of chewing strawberries (Fragaria vesca L.) and apples (Malus sylvestris Mill) on decreasing the plaque index in children of the Thank You Eternal Orphanage (p = 0.037). The conclusion of this study is that mastication of apples proved to be more effective in lowering the plaque index than chewing strawberries.
Management of five root canals in mandibular first molar tooth: A case report Daryono Daryono
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2580

Abstract

The five root canals configuration is one of the abnormal morphology of molar teeth commonly found in the mandibular first molar. The treatment of mandibular first molar with five root canals, of which three were located in the distal root and two in the mesial root. A third canal was found between the distobuccal and distolingual root canals. Cleaning, shaping and filling the root canal system effectively is the basis of successful root canal treatment for aberrant canal configuration. The aim for this case report was present the importance of knowledge of the internal anatomy of five root canals for the success of endodontic treatment in mandibular first molar tooth. A 12 years old girl patient with dull pain in his right mandibular first molar since 5 days ago came to the Department of Conservative Dentistry and Endodontics, Trisakti Dental College and Hospitals. She left that his tooth has cavity since 2 years ago. Objective assessment showed a cavity extended to the pulp involving occlusal area (positive percussion test, negative palpation test). Radiographic examination showed cavity extended to the pulp with apical lesion and periodontal ligament widening on his right mandibular first molar tooth. A diagnosis of irreversible pulpitis with acute apical periodontitis was made for the mandibular right first molar. Pulpectomy treatment for 46 tooth was conducted. Endodontic success in teeth with the number of canals above that normally found requires a correct diagnosis and careful inspection. Morphological variations in pulpal anatomy must always be considered before beginning treatment. Although the incidence of root and canal variations is rare, every effort should be made to find and treat all canals for successful clinical results. Five root canals treatment of mandibular first molar tooth proven to be successful.
Manifestasi rongga mulut pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis Adelia Pratiwi Kacaribu; Suci Erawati; Henny Paulina Gultom; Beatrice Gabriela Dear
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i2.2675

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui manifestasi rongga mulut pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis di Rumah Sakit Rasyida Medan. Penelitian deskriptif analitik ini dilakukan pada bulan Januari 2018, dibagian hemodialisis Rumah Sakit Rasyida Medan. Sebanyak enam puluh enam pasien dari 265 (25%) pasien yang memenuhi kriteria inklusi menjadi subjek dalam penelitian ini. Manifestasi oral yang ditemukan sebagian besar sesuai dengan yang tertera di berbagai literatur, namun ada beberapa hal yang spesifik pada penelitian ini. Keluhan utama yang ditemukan adanya xerostomia dan tongue coating. Penelitian ini dapat menjadi dasar masukan atau informasi manifestasi oral pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis dan perlu ditindaklanjuti dengan penelitian-penelitian lain pada pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis.
Maloklusi gigi anterior dan status psikososial pada siswa: Indeks PIDAQ Jhon Dhillon; Monang Panjaitan; Shieny Lokanata; Sherina Alfida
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i2.2677

Abstract

Latar Belakang: Maloklusi merupakan suatu penyimpangan dari oklusi normal dan didefinisikan sebagai hubungan gigi-gigi yang tidak normal. Maloklusi dapat menimbulkan dampak terhadap status psikososial seseorang. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial siswa SMA Pangeran Antasari dengan menggunakan indeks Psychosocial Impact of Dental Aesthetics Quistionnaire (PIDAQ). Metode: Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan jumlah sampel sebesar 103 orang yang dipilih secara acak dan memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan dengan pemeriksaan maloklusi gigi anterior dan wawancara menggunakan kuisioner PIDAQ. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis maloklusi yang paling banyak dijumpai adalah crowded 66,9%, diastema 16,5% dan protrusi 16,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa maloklusi gigi anterior tidak memiliki dampak terhadap status psikososial (r=0,146). Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan dampak maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial berdasarkkan jenis maloklusi (p=0,065) dan jenis maloklusi gigi anterior yang paling berdampak terhadap status psikososial adalah diastema diikuti oleh crowded dan protrusif. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial di SMA Pangeran Antasari. Tidak terdapat perbedaan dampak maloklusi gigi anterior terhadap status psikososial berdasarkkan jenis maloklusi di SMA Pangeran Antasari.
Prevalensi kehilangan gigi posterior unilateral dibandingkan dengan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula pada lanjut usia Tati Pratiwi; Sopan Sinamo; Henny Paulina Gultom; Naomi Naomi
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 1 No. 2 (2018): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v1i2.2678

Abstract

Kehilangan gigi posterior unilateral cenderung membuat mengunyah pada satu sisi dan bila dilakukan dalam jangka waktu lama dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibula, sedangkan kehilangan gigi posterior bilateral dapat menyebabkan perubahan dimensi vertikal oklusi dan dapat menyebabkan gangguan sendi temporomandibula. Gangguan sendi temporomandibula menimbulkan berbagai masalah seperti kesulitan membuka dan menutup mulut, mengunyah dan berbicara, terdapat bunyi kliking, dan lain-lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui prevalensi kehilangan gigi posterior unilateral dibandingkan dengan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula pada lanjut usia di UPT Pelayanan Lanjut Usia Binjai. Penelitian ini menggunakan metode analitik deskriptif. Jumlah sampel penelitian ini adalah 118 orang. Pengumpulan data menggunakan teknik purposive sampling. Penelitian ini dilakukan dengan memeriksa keadaan intraoral dan ektraoral partisipan lalu menanyakan pertanyaan yang tertera pada kuesioner berdasarkan (Fonseca’s Questionnaire). Hasil penelitian yang diuji menggunakan uji Chi-Square menunjukan bahwa kehilangan gigi posterior unilateral cenderung mengalami sendi temporomandibula dibandingkan kehilangan gigi posterior bilateral. Kesimpulan penelitian ini adalah ada pengaruh yang signifikan antara kehilangan gigi posterior unilateral dan bilateral terhadap gangguan sendi temporomandibula.