cover
Contact Name
Suci
Contact Email
suci@gmail.com
Phone
+6281333040494
Journal Mail Official
suci@gmail.com
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Prima JODS
ISSN : -     EISSN : 26151235     DOI : 10.1234
Core Subject : Health,
Prima Jods merupakan kumpulan jurnal yang dikelola oleh fakultas kedokteran gigi Universitas Prima Indonesia yang mencakup bidang obat gigi termasuk dalam perawatan gigi dan mulut, kebijakan publik, sistem Fakultas Ke dok teran gigi, analisa gigi, analisa mulut, analisa obat-obatan
Articles 73 Documents
Perawatan ortodontik menggunakan removable apliance pada pasien dengan diastema centralis: Laporan kasus Zulfan Muttaqin; Sabrina Khairunnisa; Gary Wijaya
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 1 (2022): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i1.2881

Abstract

Diastema adalah suatu ruang yang terdapat diantara dua buah gigi yang berdekatan. Diastema sentral rahang atas, merupakan suatu maloklusi yang sering muncul dengan ciri khas yaitu berupa celah yang terdapat diantara insisif sentral rahang atas. Perawatan ortodontik merupakan salah satu perawatan di kedokteran gigi yang bertujuan mengoreksi maloklusi yang terjadi. Alat ortodontik dapat dikategorikan dalam dua kelompok, yaitu alat pasif yang mempertahankan posisi gigi dan alat aktif yang dapat membuat pergerakan gigi. Seorang pasien anak perempuan berusia 11 tahun dibawa orang tuanya ke Instalasi Gigi dan Mulut Ruman Sakit Umum Royal Prima ingin dilakukan perawatan ortodontik dikarenakan gigi rahang atas yang berjarak dan bawahnya berjejal. Setelah diperoleh diagnosis akhir, rencana perawatan ditentukan. Perawatan direncanakan melalui tahapan yaitu mengkoreksi maloklusi dental pasien. Berdasarkan diagnosis dan dan perencanan perawatan yang telah dibuat, hasil perawatan yang dilakukan mulai 19 Juli 2021 sampai 22 Maret 2022 dengan total 10 kali kontrol adalah gigi 12,11,21,22 yang awalnya distoversi dapat terkoreksi. Alat ortodontik lepasan adalah alat ortodontik yang dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pasien. Alat ortodontik lepasan terdiri dari beberapa komponen,diantaranya adalah plat aklrilik, spring, dan sekrup ekspansi. Alat ortodontik lepasan memiliki keuntungan dari pelepasan alat yang dapat dilakukan sendiri oleh pasien, yaitu kebersihan rongga mulut dan alat ortodontik dapat lebih terjaga. Perawatan ortodontik yang telah dilakukan sudah menunjukan perkembangan sesuai dengan yang diharapkan meskipun terdapat beberapa hasil yang belum maksimal. Sikap kooperatif pasien dan orang tua adalah kunci keberhasilan perawatan dalam kasus ini.
Hubungan tingkat pengetahuan tentang makanan dan minuman manis terhadap karies gigi Mangatas Hamonangan Parluhutan Hutagalung; Molek Molek; Archie Felix
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i2.2982

Abstract

Tingginya prevalensi kerusakan gigi terhadap anak sekolah dapat menggambarkan kurangnya pengetahuan mengenai makanan dan minuman manis. Anak dengan usia sekolah dasar paling rentan terkena karies dikarenakan pada usia bangku sekolah cenderung suka mengkonsumsi makanan dan minuman manis karigoenik yang sangat banyak mengandung gula. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan mengenai makanan dan minuman manis terhadap karies gigi pada siswa. Rancangan pada penelitian ini menggunakan cross-sectional design. Penelitian dilakukan di SDN 068008 Simalingkar Kota Medan pada bulan Agustus 2022. Populasi pada penelitin ini adalah keseluruhan siswa/i yang menempuh pendidikan tahun ajaran 2021/2022 di SDN 0680008 Simalingkar Kota Medan sebanyak 900 orang. Jumlah sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebanyak 30 orang. Data diuji menggunakan uji korelasi Spearman yang bertujuan mengetahui hubungan variabel independen dan variabel dependen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan tentang makanan dan minuman manis siswa usia 10-12 tahun pada SDN 068008 Simalingkar adalah sedang dengan rata-rata 6,13±1,697.  Indeks DMF-T siswa usia 10-12 tahun pada SDN 068008 Simalingkar adalah sedang dengan rata-rata 3,03±2,906. Dari hasil uji statistik dapat disimpulkan  ada hubungan tingkat pengetahuan tentang makanan dan minuman manis terhadap karies gigi siswa (0,001). Disarankan agar sekolah ikut memberikan pemahaman kepada murid tentang pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut.
Prevalensi maloklusi skeletal dan inklinasi gigi insisivus rahang atas ditinjau dari radiograf sefalometri Phimatra Jaya Putra; Gusbakti Rusip; Andreas Kevin Butar Butar
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i2.3082

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis prevalensi maloklusi skeletal dan inklinasi gigi insisivus rahang atas yang ditinjau dari radiograf sefalometri. Penelitian ini merupakan observasional dengan teknik deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan jumlah kasus maloklusi dan jenis diklinasi rahang atas yang ditinjau dengan radiografi sefalometri. Penelitian dilakukan pada bagian instalasi Radiologi Kedokteran Gigi RSGM Prima yang dimulai dari bulan Juni 2022 hingga bulan Oktober 2022. Populasi pada penelitian ini yaitu radiograf sefalometri tentang kasus maloklusi pada masa fase gigi bercampur yang berusia 9-12 tahun dan pernah dirawat di RSGM Prima serta pengambilan sampel dimulai dari April sampai Mei 2022. Jumlah radiograf yang didapatkan sebanyak 49. Pada penelitian ini ditemukan prevalensi maloklusi skeletal yang ditinjau dari radiograf sefalometri dengan menggunakan analisis Steiner di RSGM Prima Medan dengan prevalensi terbanyak diduduki oleh maloklusi skeletal kelas I. Inklinasi normal menjadi kelompok terbanyak yang ditemukan pada penelitian ini. Diperlukan penelitian lebih lanjut mengenai prevalensi maloklusi dental serta inklinasi gigi insisivus rahang bawah dan rahang atas dengan memakai analisis model studi dan analisis sefalometri.
Pengaruh pemakaian ortodonti cekat terhadap kualitas hidup mahasiswa Yonanda Fauziyah Algerie; Lina Hadi; Zulfan Muttaqin
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i2.3207

Abstract

Ortodonti cekat merupakan suatu piranti yang dipasang pada permukaan gigi pasien secara cekat tanpa bisa dilepas sendiri, namun dapat mengakibatkan dampak umum yang menganggu kualitas hidup. Kualitas hidup remaja berdasarkan jenis kelamin memiliki perbedaan pada perilaku fisiologis dan psikologis terhadap kesehatan mulut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui kualitas hidup mahasiswa dan perbedaan kualitas hidup mahasiswa wanita dan pria di Universitas Prima Indonesia dengan pemakaian ortodonti cekat. Penelitian cross sectional yang melibatkan 40 mahasiswa FKG-Unpri yang berusia 17-25 tahun. Subjek penelitian terdiri dari mahasiswa pria sebanyak 8 orang dan mahasiswa wanita sebanyak 32 orang. Subjek penelitian mengisi 14 pertanyaan (OHIP-14) secara online melalui google form. Uji Mann- Whitney digunakan untuk analisis data. Hasilnya, kualitas hidup mahasiswa perawatan ortodonti cekat pria lebih tinggi dibandingkan dengan wanita terutama dimensi ketidakmampuan psikologis (p<0,05), tetapi tidak terdapat perbedaan yang signifikan.
Aesthetic perception, acceptance and satisfaction in the treatment of carious lesions with silver diamine fluoride: Scoping review Sri Pandu Utami; Putri Azura Jumer; Laveniaseda Laveniaseda
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 5 No. 2 (2022): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v5i2.3118

Abstract

Background: With a frequency of 69%-79%, dental caries is one of the most prevalent diseases in the world. Untreated cavities are linked to pain, discomfort with eating, drinking, sleeping, and smiling, which has an impact on a child's overall health and development. To stop active carious lesions, one such technique involves applying SDF as a cheap, antibacterial, and remineralizing agent. Objective: How is the aesthetic perception, acceptance, and/or satisfaction of patients, parents, and professionals towards the treatment of carious lesions with SDF. Methods: The method used in this study uses the literature study method. The data was carried out by searching the PubMed, ScienceDirect, Google Scholar and Google databases. Results: Parents concur that SDF is a significant breakthrough in the management of ECC that has the potential to alter the conventional approach to treating caries. They appreciate the non-invasive, painless, and efficient therapy for carious lesions because it delays further degradation and, in the end, spares them from having to undergo surgery under general anesthesia. Conclusion: Due to its simplicity of usage, the use of SDF has recently attracted attention. It is a promising tactic that can be extensively applied in a variety of populations, including those who refuse restorative treatment.
Pengaruh sosial ekonomi dan tingkatan pendidikan orangtua dengan status bebas karies pada anak usia 6-12 tahun Molek Molek; Chandra Susanto; Nurul Fariza
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v6i1.3403

Abstract

Karies gigi dominan terjadi pada anak umur SD (umur 6-11 tahun). Peran orang tua sangat penting dalam pencegahan kejadian karie pada anak. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh sosial ekonomi dan tingkatan pendidikan orangtua dengan status bebas karies pada anak usia 6-12 tahun dengan melibatkan sebanyak  147 sampel. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Chi Square. Hasil analisis memperlihatkan bahwa dari 147 anak, terdapat 79 anak yang bebas karies (53,7%) dan 68 anak yang mengalami karies (46,3%). Hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada pengaruh tingkat sosial ekonomi (0,027) dan tingkat pendidikan orang tua (0,041) terhadap kejadian karies pada anak.
Faktor risiko karies gigi pada ibu hamil Hasya Prana Dewi; Susi Susi; Surma Adnan; Suci Erawati
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v6i1.3429

Abstract

Karies gigi merupakan penyakit yang sering terjadi pada ibu hamil dan prevalensinya tergolong tinggi di beberapa negara. Karies gigi disebabkan oleh interaksi berbagai faktor risiko. Penulisan studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko karies gigi pada ibu hamil. Studi literatur ini dilakukan dengan cara menelusuri, mengumpulkan dan menelaah berbagai literatur ilmiah melalui PubMed, ScienceDirect, Scopus, Google Scholar dan Portal Garuda. Perubahan hormonal dan perubahan lingkungan sekitar gigi dan mulut pada ibu hamil meningkatkan risiko terjadinya karies. Hasil dari tinjauan artikel disimpulkan bahwa kehamilan dapat meningkatkan risiko terjadinya karies gigi karena. Hal ini diperparah oleh beberapa faktor risiko terjadinya karies gigi pada ibu hamil yaitu tingkat pendidikan dan pengetahuan, faktor demografi, sosial ekonomi dan oral hygiene sehingga memengaruhi kehidupan ibu hamil selama masa kehamilan.
Digital storytelling: An innovative teaching method for medical education Erwin Handoko; Wilvia Wilvia; Putranto Manalu; Yeni Halim; Nadya Nazimuddin Putri; Desi Novianti
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v6i1.4112

Abstract

Introduction: The transition from face-to-face to entirely online or hybrid teaching during the COVID-19 pandemic has been reported to reduce student engagement and lack of engagement among medical students. These changes require Medical educators to try innovative teaching methods to increase student engagement and improve medical teaching. Digital storytelling can potentially improve student engagement and provide a better learning experience for medical students. Methods: Narrative review of literature on digital storytelling and Medical education. Discussion: Digital storytelling is a multistep process. Planning and creating a digital story has effectively improved self-reflection, literacy, communication, idea organization, and technology skills. Conclusion: Using digital storytelling could be a valuable addition to teaching methods in Medical schools. Adopting this innovative teaching method could provide a better learning experience for medical students.
Perilaku orang tua sebagai faktor risiko karies pada balita Nada Adriantoni; Susi Susi; Nova Elvira; Surma Adnan; Suci Erawati
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 1 (2023): Edisi April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v6i1.4174

Abstract

Karies gigi pada balita memiliki prevalensi yang cukup tinggi di berbagai negara. Prevalensi karies gigi balita di Indonesia yaitu sebesar 81,5%. Karies gigi pada balita dapat menimbulkan masalah kesehatan bahkan bisa berlanjut hingga usia dewasa. Penulisan literature review ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko karies gigi pada ibu hamil. Literature review ini dilakukan dengan cara menelusuri, mengumpulkan dan menelaah berbagai literatur ilmiah melalui Scopus, Google Scholar dan Portal Garuda. Hasil dari literature review dapat disimpulkan bahwa sebagian besar penelitian menunjukkan perilaku orang tua memiliki pengaruh terhadap kejadian karies pada balita. Orang tua dengan perilaku baik memiliki balita dengan kejadian karies yang rendah dibandingkan orang tua dengan perilaku buruk. Perilaku orang tua dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti pengetahuan, pendidikan, sikap, dan tindakan dalam menjaga kesehatan gigi anaknya.
Hubungan frekuensi menyikat gigi dengan kebersihan gigi dan mulut pada anak usia sekolah Kaur, Gurmit; Daryono, Daryono; Purba, Member Reni; Watri, Desi; Setiawan, Linda Novelgia; Roselyn, Roselyn
Prima Journal of Oral and Dental Sciences Vol. 6 No. 2 (2023): Edisi Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/primajods.v6i2.4733

Abstract

Kebersihan gigi dan mulut yang selalu dijaga pada anak usia sekolah. Usia 6-12 tahun merupakan kategori usia yang sangat ideal untuk melatih kemampuan motorik seorang anak dalam menjaga kebersihan gigi dan mulut. Menyikat gigi baik dapat  mempengaruhi terhadap baik atau buruknya kebersihan gigi dan mulut. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan frekuensi menyikat gigi dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa SD. Jenis penelitian ini merupakan survei analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa SD Negeri 101897 Kiri Hulu Kecamatan Tanjung Morawa sebanyak 528 orang. Penentuan besar sampel dengan menggunakan rumus Slovin dan diperoleh 84 orang sampel siswa kelas V dan VI. Pengumpulan data dngan menggunakan kuesioner. Data dianalisis dengan uji statistik Chi square. Hasil penelitian diperoleh bahwa mayoritas frekuensi menyikat gigi anak sebanyak 2 kali sehari (67,9%), 3 kali sehari (23,8%), dan 1 kali sehari (8,3%). Mayoritas OHIS (Oral Hygiene Index Simplified) anak dalam kategori sedang (65,5%), OHIS baik (31%), dan OHIS kurang (3,6%). Terdapat hubungan frekuensi menyikat gigi yang signifikan dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut pada siswa (p=0,000; p≤0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah frekuensi menyikat gigi memiliki hubungan dengan tingkat kebersihan gigi dan mulut.