cover
Contact Name
Dr. S. Bekti Istiyanto
Contact Email
bekti.istiyanto@unsoed.ac.id
Phone
+6285221626505
Journal Mail Official
bektiis@yahoo.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Komunikasi Jalan Kampus No 1 Grendeng Purwokerto Utara
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan
ISSN : 02167239     EISSN : 26861968     DOI : -
Jurnal Widya Komunika membahas dan mengkaji tema-tema komunikasi dan pendidikan yang bersumber dari hasil penelitian maupun sumbang saran pemikiran atau pengkajian ilmiah dari semua akademisi, praktisi dan pemerhati masalah komunikasi dan dunia pendidikan. Fokus dan Bidang Kajian artikel-artikel yang dapat diterima Jurnal Widya Komunika adalah kajian Komunikasi Kontemporer secara umum dan Komunikasi Pendidikan secara khusus. Dalam bidang Komunikasi Pendidikan tidak dibatasi dalam kajian konseptual teoretis saja namun juga kajian yang bersifat terapan/bersumber kasus di masyarakat secara langsung seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Instruksional, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemasaran Sosial, dan Perubahan Sosial.
Articles 165 Documents
KETERBUKAAN DIRI ORANG DENGAN HIV/AIDS DALAM KELOMPOK DUKUNGAN SEBAYA “MOVING ON” Wiwik Novianti; Ginadha Putri Pramesyi
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3315

Abstract

Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) merupakan salah satu kelompok yang mendapat stigma dari masyarakat. Banyak penderita HIV/AIDS yang menjadi sangat tertutup begitu mengetahui statusnya sebagai ODHA. Hal tersebut kerapkali menyulitkan tenaga kesehatan untuk mendapat informasi tentang kondisi mereka. Oleh karena itu dibentuk kelompok dukungan sebaya sebagai media untuk berbagi informasi dan dukungan sesama ODHA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keterbukaan diri penderita HIV/AIDS dalam Kelompok Dukungan Sebaya Moving On di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan secara deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi. Dari penelitian diketahui bahwa motif ODHA menutup dirinya adalah karena takut mendapat stigma dan diskriminasi dari masyarakat. Penderita HIV/AIDS lebih terbuka pada orang-orang yang tergabung dalam kelompok dukungan sebaya dibandingkan dengan orang-orang di luar kelompok karena merasa senasib. Para ODHA saling menjaga statusnya dari orang-orang di luar kelompok mereka. Guna mengatasi hambatan komunikasi saat berinteraksi dengan anggota baru maka Pendamping Sebaya akan membuka status dirinya sebagai ODHA terlebih dahulu.
ANALISIS SEMIOTIKA DALAM PRESS RELEASE Rully Viersa Budiman; Sekar Puspita; Whitney Kenny Pangkey
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5533

Abstract

Press release adalah informasi yang dibuat dan disusun oleh Humas di suatu industry, organisasi ataupun lembaga dengan tujuan memberikan informasi kepada publik melalui media massa/surat kabar baik online maupun offline. Hal ini menjadikan press release sebagai suatu media dalam penyampaian informasi oleh suatu badan tertentu. Pada pelaksanaan kinerja lembaga pemerintah Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dalam mengawasi pelaksanaan penugasan dan pencabutan pejabat DKI Jakarta, KASN mengeluarkan press release terkait beberapa catatan dan rekomendasi hasil evaluasi yang menimbulkan konotasi bahwa KASN telah berpolitik. Pada sisi lain Pemerintah DKI menganggap press release adalah cara yang tidak tepat untuk menyampaikan informasi tersebut. Untuk melihat bagaimana signifikansi KASN dalam memanfaatkan press release, penelitian dilakukan menggunakan Model Analisis Semiotika Roland Barthes dalam menggali fenomena ini. Studi menemukan adanya ketidaksesuaian pada konotasi yang berkembang bahwa KASN dianggap telah berpolitik.
Pemanfaatan Jejaring Sosial Twitter Sebagai Media Penyebaran informasi Publik (Studi Pada Akun Twitter @djplkemenhub151) Rahayu Amanda
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4567

Abstract

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL) memiliki media sosial twitter untuk menyebarkan informasi publik dengan nama pengguna @djplkemenhub151. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pemanfaatan jejaring sosial twitter sebagai media penyebaran informasi publik oleh Humas DJPL. Teori yang digunakan pada penelitian ini adalah The Circular Model of SoMe, terdiri dari 4 tahap yaitu Share (berbagi), Optimize (optimisasi), Manage (mengelola), dan Engage (melibatkan) yang dikemukakan oleh Regina Luttrell. Keempat tahapan model komunikasi di media sosial tersebut digunakan untuk mengetahui apakah pemanfaatan jejaring sosial twitter sebagai media penyebaran informasi publik oleh Humas DJPL sudah berjalan secara optimal atau belum. Penelitian ini menggunakan metode penelitian etnometodologi. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dan studi kepustakaan. Wawancara mendalam dilakukan dengan satu orang key informan dan dua orang informan. Penelitian ini menggunakan triangulasi sumber karena membandingkan data atau informasi melalui wawancara. Hasil penelitian menunjukan pada tahap share, media sosial twitter yang dipilih Humas DJPL sudah tepat. Pada tahap optimize, pemanfaatan twitter DJPL belum dilakukan secara maksimal karena Humas DJPL tidak memiliki strategi khusus dalam mengembangkan akun twitternya. Pada tahap manage, Humas DJPL melakukan media monitoring secara manual dan terdapat kendala keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) sehingga pengelolaan twitter DJPL masih sama dengan media sosial DJPL lain, artinya tidak memiliki admin pengelola khusus. Pada tahap engage, Humas DJPL belum menggunakan influencer pada akun media sosial twitternya dan belum memiliki cara efektif untuk menarik minat followers melakukan interaksi pada akun twitter @djplkemenhub151. Kesimpulan pada penelitian ini adalah pemanfaatan twitter sebagai media penyebaran informasi publik oleh Humas DJPL belum berjalan secara optimal. Humas DJPL tidak melakukan tahapan-tahapan model komunikasi di media sosial secara lengkap dan masih terdapat kendala berupa keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) dalam pengelolaan twitter @djplkemenhub151. Kata Kunci: Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (DJPL), Twitter, The Circular Model of SoMe
Agenda Setting Redaksi RCTI Menyikapi Kontroversi Istilah ‘New Normal’ Dalam Mengatasi Pandemi Covid-19 herik kurniawan kurniawan
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3811

Abstract

When the Indonesian government declared the Covid-19 pandemic, various efforts were made to contain the spread of the virus. The main effort is to change people's lifestyle that is safe from transmission of the virus because drugs and vaccines have not been found. The term that was coined by the government for this policy policy is 'new normal'. The government has carried out massive socialization through all its elements, including the media. The RCTI editorial team, through its news bulletin program, also socialized the government's efforts. As the editor of the media, RCTI makes new normal policies as part of the news management agenda. When controversy arises regarding the understanding of the term 'new normal', the RCTI editorial team consistently explains the new life habits that must be followed to prevent the spread of Covid-19. In the context of news related to the Covid-19 pandemic in Indonesia, controversy is not the focus of news, because it is not important to the public, so it is only used as ordinary news. This research uses qualitative methods with a content analysis approach. RCTI editors are more focused on the fundamental issue, namely how the pandemic can be ended.
BUDAYA ORGANISASI BUDAYA ORGANISASI PENGELOLAAN PEMBELAJARAN JARAK JAUH (PADA SMK N 1 SAPURAN, WONOSOBO) Utera Fijar Adha; Wiwik Novianti; Dian Santi Rahayu
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.6381

Abstract

Setiap sekolah tentunya memiliki budaya organisasi masing-masing. Fenomena pandemi Covid-19 tentunya merubah segala teknis kegiatan pembelajaran di sekolah. Salah satu sekolah yang peneliti pilih pada penelitian ini yaitu SMK N 1 Sapuran, Wonosobo yang sudah melaksanakan simulasi hingga pembelajaran tatap muka sejak akhir tahun 2021. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk budaya organisasi pada pembinaan komunikasi, disiplin, dan motivasi guru dan kendala pengelolaan pembelajaran tatap muka. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dengan metode pengambilan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Metode pemilihan informan menggunakan purporsive sampling, kemudian untuk validasi data peneliti menggunakan triangulasi sumber. Berdasarkan data yang diperoleh, peneliti menemukan tiga bentuk budaya organisasi pada SMK N 1 Sapuran yaitu kerja sama, kekeluargaan, dan apresiasi. Peneliti juga menemukan kendala penerapan budaya organisasi pada pengelolaan pembelajaran tatap muka yaitu waktu yang terbatas ketika di kelas, ketakutan terbentuknya klaster baru, ketertinggalan materi pembelajaran yang cukup banyak, serta learning loss yang dialami siswa.
FASHION SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI NON VERBAL DALAM MENUNJUKKAN IDENTITAS DIRI Happy Prasetyawati; Yesica Verawaty Sitinjak
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5572

Abstract

Abstrak. Fashion merupakan suatu hal yang tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari manusia, seperti halnya pakaian, aksesoris, sepatu, tas, hingga gaya rambut. Setiap orang memiliki sesuatu dalam dirinya yang ingin ditunjukkan melalui fashion yang digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana seseorang menggunakan fashion (mulai dari pakaian, sepatu, aksesoris, gaya rambut, dan tas) sebagai media komunikasi non verbal untuk menunjukkan identitas dirinya kepada orang lain, serta hambatan yang ditemui ketika mengenakan fashion sesuai dirinya. Metodelogi penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian dikumpulkan dengan melakukan wawancara kepada informan mahasiswa Universitas Bina Nusantara, mahasiswi Universitas Indonesia, yang terkenal sebagai universitas dengan mahasiswa fashionable, seorang influencer di media sosial, dan seorang fashion desainer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa memang benar seseorang menggunakan fashion untuk berkomunikasi secara non verbal mengenai identitas dirinya. Setiap orang berusaha menampilkan sisi terbaiknya dan sisi unik dirinya melalui fashion yang dikenakan dari kepala hingga kaki. Dengan memiliki selera fashion sendiri, orang lebih mudah dikenali dengan ciri khasnya menggunakan fashion. Meski demikian, dalam penggunaan fashion terdapat juga hambatan yang dirasakan. Hambatan ini membuat sulit untuk mengeksplor dengan lebih jenis fashion yang diinginkan dan sesuai diri masing-masing. Adapun hambatannya yang dirasakan mulai dari dari rasa percaya diri, hingga perkataan orang di sekitarnya.
Strategi Komunikasi PLN ULP Baleendah dalam Rangka Pemadaman Listrik Sebagai Upaya Peningkatan Kualitas Pelayanan Dini Sonia
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3879

Abstract

PLN Unit Layanan Pelanggan Baleendah adalah sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang mengurusi seluruh aspek kelistrikan termasuk dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat selaku penyedia jasa yang memenuhi kebutuhan tenaga listrik khususnya di daerah Baleendah. Untuk menjaga dan meningkatkan kehandalan pasokan listrik, PLN Unit Layanan Pelanggan Baleendah melaksanakan pemeliharaan jaringan di beberapa wilayah. Demi menjamin keamanan dan keselamatan maka lisrik untuk sementara waktu tidak dapat digunakan karena adanya kegiatan tersebut. Pemadaman listrik terjadi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini sangat disesalkan oleh masyarakat karena banyak aktivitas yang terhambat akibat pemadaman listrik. Meskipun ada informasi dari perusahaan melalui selebaran kertas namun masyarakat tetap saja tidak puas karena ini kurang efektif dan tidak merata. Rasa tidak puas masyarakat disebabkan adanya pemadaman listrik yang terlalu lama hingga berjam-jam. Pemadaman ini terjadwal oleh PLN dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan. Akan tetapi, masyarakat belum memahami sepenuhnya manfaat dari pemadaman tersebut. Sehingga banyak masyarakat yang menyalahkan PLN. Maka dari itu penting untuk menjalin komunikasi yang baik di antara PLN dan masyarakat khususnya di daerah Baleendah. Strategi komunikasi yang tepat adalah langkah untuk mencapai keberhasilan dalam membangun hubungan yang berkesinambungan di antara PLN dan masyarakat sekitar. Kata kunci : strategi, komunikasi, kualitas pelayanan dan pemadaman listik
VISUALISASI CONTENT APPEALING TO YOUTH DALAM REPRESENTASI MINUMAN BERALKOHOL (STUDI KASUS: @ANGGUR_OT) Ainy Sucianti Marundha; Fitria Angeliqa
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3254

Abstract

Data survei SDKI pada tahun 2017 menyatakan bahwa konsumsi alkohol pada usia remaja 15-19 tahun, pada remaja pria mencapai 70% dan 50% pada remaja wanita. Media sosial merupakan platform media baru yang terbuka bagi khalayak. Media sosial Instagram dimanfaatkan brand minuman beralkohol sebagai platform periklanan. Salah satunya yang memanfaatkan Instagram adalah brand Anggur Orang Tua yang sudah ada sejak tahun 1984 di Indonesia. Pemanfaatan media sosial Instagram oleh brand Anggur Orang Tua menayangkan representasi melalui tanda-tanda gambar dan teks narasi pada unggahan. Tanda-tanda yang menghasilkan makna dan representasi pada unggahan Instagram Anggur Orang Tua dianalisis dengan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis semiotika Roland Barthes, operasionalisasi kode content appealing to youth dianalisa keberadaannya pada unggahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa operasionalisasi kode content appealing to youth ditemukan pada unggahan dan brand merepresentasikan minuman beralkohol dengan representasi positif sebagai teman, juga orang tua melalui unggahan Instagram. Kata Kunci: Representasi, Content appealing to youth, Remaja, Minuman beralkohol
PROSES DIFUSI INOVASI PEMBERDAYAAN IBU RUMAH TANGGA RUSUN MARUNDA DALAM MEMPRODUKSI KAIN BATIK SEMANGGI Melvin Bonardo Simanjuntak; Elke Alexandrina
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5491

Abstract

ABSTRACT The support of the DKI Jakarta Regional Crafts Council (DEKRANASDA) for the empowerment of Marunda Flats by Ms. Veronica Tan as the initiator who at that time as the Chairperson of DKI Jakarta DEKRANASDA (the government) was seen by the cooperation built between the carriers of innovation and recipients of innovation as a form of another from Government Public Relations to the private sector and the community. Chitra Subyakto as the carrier of innovation who took part in collaboration with DKI Jakarta DEKRANASDA together with Mrs. Veronica Tan through the label Sejauh Mata Memandang, presenting Batik motifs with Semanggi Leaf motifs and Semanggi Interchange Arrangements by involving Marunda Flats as the recipients of their innovations which were then able to produce a masterpiece. Batik innovates which then becomes a source of income and works of art. Theory of Diffusion of Innovations wants to see the process of innovation beginning to arrive at the stage of innovation that can be adopted and used continuously.Using descriptive qualitative methods and information retrieval through interviews and Focus Group Discussions with Happy Djarot (As Chairperson of DEKRANASDA Jakarta) who continued the collaboration that had begun previously, Chitra Subyakto (Innovator & Designer), Irma G. Sinurat (Coordinator of the Marunda Flats Batik Builders), Ijah (Companion of Marunda Flats), Marunda Flats who run the innovation, and Agus Susandi (Meek Foundation GM) in the hope of being able to see the extent to which the innovations also have an impact on the word "empowerment" itself. The conclusion of this research is that Innovation Diffusion occurs in Marunda Flats through the Semanggi Batik design given by Chitra Subyakto through the label far as the Eye Looks. Innovations were quickly adopted by Marunda Flats. Diffusion of Innovations that occur shows that the communication that occurs is also one-way, where Chitra provides more information and direction. The recommendations given are the use of a more diverse communication media and the occurrence of sustainable development from Chitra with the women of Marunda Flats.
Persepsi Karyawan Mengenai Peran Public Relations di Perusahaan Mobil Safira Pramestiwi
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4586

Abstract

Pentingnya peran PR di sebuah organisasi atau perusahaan untuk melakukan hal teknis hingga manajerial, dalam menjalankan perannya ke eksternal maupun internal perusahaan. Tidak adanya divisi khusus PR di PT Bestindo Car Utama, dan perannya dijalankan oleh customer relations officer dan marketing communications, menyebabkan fokus perusahaan yang hanya menjalin hubungan dan menciptakan citra positif publik eksternal perusahaan, sehingga karyawan di ruang lingkup perusahaan pun memiliki persepsi yang kurang baik terhadap peran PR perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dalam diri pemersepsi, faktor dalam diri target, dan faktor situasi dari karyawan di PT Bestindo Car Utama mengenai peran PR perusahaan. Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode penelitian kuantitatif dengan studi deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan angket, wawancara, observasi, serta studi literatur, dengan populasi ialah karyawan PT Bestindo Car Utama. Data yang terkumpul pada penelitian ini dianalisis menggunakan teknik analisis data deskriptif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa persepsi karyawan mengenai peran PR di PT Bestindo Car Utama ditinjau dari faktor dalam diri pemersepsi adalah positif, dari faktor dalam diri target adalah positif, dan dari faktor situasi adalah positif. Kesimpulan dari penelitian ini adalah persepsi karyawan mengenai peran PR di PT Bestindo Car Utama adalah positif.

Filter by Year

2015 2025