cover
Contact Name
Dr. S. Bekti Istiyanto
Contact Email
bekti.istiyanto@unsoed.ac.id
Phone
+6285221626505
Journal Mail Official
bektiis@yahoo.com
Editorial Address
Jurusan Ilmu Komunikasi Jalan Kampus No 1 Grendeng Purwokerto Utara
Location
Kab. banyumas,
Jawa tengah
INDONESIA
Widya Komunika: Jurnal Komunikasi Pendidikan
ISSN : 02167239     EISSN : 26861968     DOI : -
Jurnal Widya Komunika membahas dan mengkaji tema-tema komunikasi dan pendidikan yang bersumber dari hasil penelitian maupun sumbang saran pemikiran atau pengkajian ilmiah dari semua akademisi, praktisi dan pemerhati masalah komunikasi dan dunia pendidikan. Fokus dan Bidang Kajian artikel-artikel yang dapat diterima Jurnal Widya Komunika adalah kajian Komunikasi Kontemporer secara umum dan Komunikasi Pendidikan secara khusus. Dalam bidang Komunikasi Pendidikan tidak dibatasi dalam kajian konseptual teoretis saja namun juga kajian yang bersifat terapan/bersumber kasus di masyarakat secara langsung seperti Komunikasi Pemasaran, Komunikasi Instruksional, Komunikasi Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pemasaran Sosial, dan Perubahan Sosial.
Articles 165 Documents
PERSEPSI REMAJA PADA TINDAKAN CATCALLING Lulua Amany Fathiyya; Wisnu Widjanarko; Agus Ganjar Runtiko
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.5884

Abstract

Catcalling merupakan sebuah contoh bentuk komunikasi yang melanggar ketidakpatutan sosial karena seringkali membuat tidak nyaman dan mengintimidasi korbannya. Tindakan catcalling ini masuk dalam salah satu bentuk pelecehan seksual dalam ranah kekerasan verbal dan kekerasan psikis. Namun terdapat ambiguitas makna di masyarakat dalam memandang tindakan ini. Terdapat orang yang menyadari mengenai catcalling sebagai bentuk pelecehan seksual, akan tetapi tidak sedikit pula yang menganggap bahwa catcalling hanyalah candaan dan hal yang wajar karena seringkali dibalut dengan pujian. Catcalling seringkali diidentikkan dengan tindakan yang terjadi di wilayah perkotaan, akan tetapi ternyata daerah perdesaan sendiri tidak luput dari maraknya aktivitas catcalling. Selain itu remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap perilaku catcalling baik sebagai pelaku maupun korban. Penelitian ini berusaha mencari tahu bagaimana persepsi remaja Desa Danareja pada tindakan catcalling yang terjadi di sekitarnya baik sebagai pelaku, korban maupun yang hanya melihat tindakan catcalling atau selanjutnya disebut dengan penonton. Penelitian dilakukan melalui metode deskriptif kualitatif dengan informan remaja Desa Danareja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa remaja Desa Danareja dengan peran pelaku, korban, dan penonton tindakan ini tidak menganggap catcalling sebagai pelecehan seksual, hal ini karena ketidaktahuan remaja mengenai catcalling sendiri dan adanya pengaruh pewajaran dari lingkungan sekitar mengenai tindakan catcalling.
Penerapan Nilai-Nilai Multikulturalisme dan Kearifan Lokal pada Website Pemerintah Daerah Kabupaten Subang Ine Anggraini
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4864

Abstract

Pemanfaatan media sosial ini dapat digunakan sebagai penyebaran informasi dan sumber belajar masyarakat. Pemerintah daerah saat ini telah menggunakan media komunikasi daring sebagai alat utama dalam mensosialisasikan program dan progress kegiatan pembangunannya. Pemilihan media komunikasi pembangunan berbasis online sangat tepat saat ini digunakan, mengingat pengguna internet di Indonesia tahun 2018 sudah sangat masif dan menyentuh juga hingga ke pedesaan. Kearifan lokal secara epistemologi terdiri dari dua kata yaitu kearifan (wisdom) yang berarti kebijaksanaan dan lokal (local) berarti setempat. Local wisdom dipahami sebagai gagasan-gagasan, nilai-nilai, pandangan-pandangan setempat yang bersifat bijaksana, penuh kearifan, bernilai baik, yang tertanam dan diikuti oleh anggota masyarakatnya. Penelitian mengunakan pendekatan kualitatif , dengan pengambilan informan secara purposive, yaitu pengelola Website pemerintah Kabupaten Subang yaitu Diskominfo. Kesimpulan dari penelitian ini Pemerintah Kabupaten Subang kurang maksimal dalam upaya menyosialisasikan program JAWARA kepada masyarakat terutama dalam mengkaitkan dengan kegiatan kegiatan yang berdekatan dengan budaya masyarakat Subang, melalui Website pemerintah daerah, terlihat hanya sosialisasi secara langsung yang menjadi andalan dari Pemerintah Kabupaten Subang.
PENGARUH TAGLINE #RATATANPAKAWAT TERHADAP BRAND AWARENESS RATA Yulia Rahel Brenauli Kaban
Widya Komunika Vol 11 No 1 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.11.1.3872

Abstract

The presence of the tagline has an important role for a brand. Tagline can be used to help communicate the point that the brand differentiates from competitors. With the tagline, the products or services offered by a brand will be easily remembered by the audience so that brand awareness is formed. PT. Rupa Aesthetics Aktual Technology (RATA) as a start-up company takes advantage of this as a first step to grow Rata's brand awareness in the minds of the public by carrying out #RataTanpaKawat as the brand tagline. This study aims to determine how much influence the #RataTanpaKawat tagline which consists of sub variables familiarity, differentiation and message of value on average brand awareness which consists of sub variables brand recognition, brand recall and top of mind. The research method used is quantitative with the type of causal relationship research. The data was collected by researchers through distributing questionnaires online to 385 active Instagram users in Indonesia aged 14 years and over. The sampling technique used was nonprobability sampling with purposive sampling type. Researchers used simple linear regression analysis in the data analysis process which was carried out using the IBM SPSS version 25 application. Based on the results of the data analysis, the tagline #RataTanpaKawat had an effect of 54.9% on average brand awareness while the remaining 45.1% was influenced by other factors outside of research. Keywords: tagline, Rata, brand awareness
RESEPSI MAHASISWA BROADCASTING UNIVERSITAS MERCU BUANA TERHADAP SINEMATOGRAFI FILM SI DOEL THE MOVIE Sophan Wahyudi; Rifki Faturahman; Suraya Mansur
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.5342

Abstract

Si Doel The Movie adalah film drama keluarga Indonesia yang merupakan kelanjutan dari kelanjutan sinetron fenomenal tahun 1990-an Si Doel Anak Sekolahan, yang merupakan sinetron Indonesia yang pertama kali ditayangkan oleh stasiun TV RCTI pada tahun 1994. Disutradarai dan dibintangi oleh Rano Karno sebagai Doel, sinetron ini berkisah tentang kehidupan Doel dan keluarganya, keluarga Betawi yang tetap mempertahankan nilai-nilai tradisional meskipun hidup di tengah arus perkotaan dan modernisasi. Penelitian ini menggunakan teori pemaknaan khalayak yaitu analisis resepsi, proses encoding/decoding Stuart Hall, yang kemudian opini publik masuk ke dalam tiga tahapan kategorisasi yaitu dominan, negosiasi dan oposisi. Jenis penelitian ini adalah reception analysis yaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif yang mengkaji masalah secara mendalam. Subyek penelitian ini adalah lima orang mahasiswa Universitas Broadcasting Universitas Mercu Buana angkatan 2016. Hasil penelitian ini memiliki berbagai macam resepsi yang berbeda dari masing-masing audiens. Berdasarkan fokus penelitian, terdapat dua puluh dua makna dominan, tujuh makna negosiasi, dan delapan makna oposisi. Mereka melihat sinematografi Si Doel The Movie dari ada tidaknya komposisi sinematografi yang digunakan dalam film Si Doel The Movie ini.
Relasi Struktur dan Agen dalam Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Ida Wiendijarti; Hermin Indah Wahyuni; Roso Witjaksono
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3246

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk memperoleh pemetaam yang komprehensif mengenai relasi struktur dan agen dalam Gerakan Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) pasca reformasi. Dalam iklim demokrasi saat ini, menarik untuk mengkaji bagaimana Gerakan PKK, sebagai dikoordinir oleh pemerintah dari tingkat pusat sampai tingkat desa, untuk berperan sebagai agen pemberdayaan perempuan yang ideal. Argumen utama dari artikel ini adalah bahwa beberapa faktor, termasuk hierarki yang dalam, instruksi top-down, dan klientelisme yang memungkinkan PKK dieksploitasi untuk mendukung keberhasilan program pemerintahan tanpa kuasa untuk menolak atau menghindarinya, hal ini mengingat bahwa tim penggerak PKK merupakan bagian dari struktur pemerintahan. Pemetaan yang diperoleh diharapkan mampu menjadi referensi bagi revitalisasi PKK ke depan sehingga PKK mampu berperan sebagai agen pemberdayaan perempuan yang adaptif.. Data untuk artikel ini dikumpulkan menggunakan pendekatan kualitatif, dengan wawancara mendalam dan observasi partisipatif, di PKK wilayah Kabupaten Sleman.
STUDI KASUS PENERAPAN MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA DI FAKULTAS INDUSTRI KREATIF UNIVERSITAS TELKOM Roro Retno Wulan; Refi Rifaldi Windya Giri; Arini Arumsari; Anggar Erdhina Adi; Dyah Ayu Wiwid Sintowoko
Widya Komunika Vol 12 No 1 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.1.5222

Abstract

Penelitian berfokus pada evaluasi penerapan Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Fakultas Industri Kreatif, Universitas Telkom pada enam program studi unggulan. Keenam program studi tersebut adalah S1 Desain Komunikasi Visual, S1 Desain Produk, S1 Kriya, S1 Seni Rupa, S1 Desain Interior, dan S2 Desain. Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi kasus intrinsic dengan focus kasus pelaksanaan program MBKM pada tahun 2021 di Fakultas Industri Kreatif. Tujuan penelitian ini untuk menganalisa kesesuaian program dengan tujuan yang diharapkan sesuai dengan konteks dan lingkup kegiatan kreativitas di bidang seni dan desain. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Program MBKM di Fakultas Industri Kreatif merupakan sebuah program yang sejalan dengan kebutuhan mahasiswa dalam mempersiapkan diri terjun ke masyarakat. Dalam praktiknya, program ini terbukti mampu mendorong kreativitas mahasiswa secara massive menerapkan keilmuannya dan berkolaborasi dengan masyarakat. Adapun keenam program MBKM yang berjalan, yaitu: 1) Wirausaha; 2) Pertukaran Mahasiswa; 3) Magang/Praktik Industri; 4) Proyek di Desa; 5) Penelitian/ Riset; 6) Proyek/Studi Independen. Hasil pemetaan di masing-masing prodi menunjukkan bahwa setiap prodi memiliki keunggulan program MBKM sesuai dengan nature ilmu pengetahuannya. Data menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa sebanyak 88,7% di Fakultas Industri Kreatif tampak memilih wirausaha, diikuti dengan Pertukaran Mahasiswa 3.8%, magang/praktik industry 3,4%, Proyek di Desa 2,8%, penelitian/riset 0,8%, dan proyek/studi independent 0,4% secara berurutan. Hal ini sangat sesuai dengan rencana induk pengembangan universitas Telkom yaitu sebagai enterprenueur university pada tahun 2022. Kata kunci: studi kasus, merdeka belajar, kampus merdeka, wirausaha, industri kreatif
Konsep Diri Penyintas Covid-19 Dyrga Gunawan Husein
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4836

Abstract

Wabah Covid-19 pertama kali ditetapkan pemerintah muncul di Inonesia pada awal Maret tahun 2020, yang kemudian sampai kini diubah statusnya menjadi pandemi. Covid-19 ini merupakan sebuah virus yang menyebabkan penyakit menular dimana penderitanya mengalami gejala-gejala tertentu. Muncul fenomena dimana masyarakat menjadi skeptis dan mempunyai stigma negatif terhadap penyakit dan bahkan terhadap orang yang terjangkit virus ini sekalipun orang itu sudah sembuh (penyintas). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsep diri penyintas Covid-19 khususnya yang dirawat di Rumah Sakit Khusus Infeksi Covid-19 Pulau Galang dalam menghadapi stigma negatif dan bagaimana kedudukannya di masyarakat. Penelitian ini menggunakan teori Interaksionisme Simbolik dengan indikator orang lain (significant others) dan kelompok rujukan (reference group) sebagai acuan dasar dalam mengetahui proses pembentukan konsep diri penyintas. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan menggunakan paradigma konstruktivis dengan tujuan mengasumsikan bahwa pemahaman dan interpretasi makna dapat diturunkan dari konstruksi sosial. Teknik pengumpulan data dan analisis data adalah dengan melakukan wawancara dengan para penyintas Covid-19. Penelitian ini mendapatkan hasil bahwa konsep diri yang terbentuk kedalam penyitas Covid-19 adalah membatasi interaksionisme simbolik yang terjadi di kelompok rujukan dan orang lain. Hal ini dirasakan oleh hampir semua informan kunci yang menyatakan bahwa, banyak masyarakat yang belum mengerti menangani covid-19. Media juga berpengaruh besar dalam stigma yang ditanamkan oleh masyarakat kepada pasien covid dan penyitas Covid-19.
BUDAYA PARTISIPASI DALAM YOUTUBE SEBAGAI UPAYA MELESTARIKAN KESENIAN ONDEL-ONDEL Aricha Choirunnisah; Ocvita Ardhiani
Widya Komunika Vol 10 No 2 (2020): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2020.10.2.3449

Abstract

Youtube merupakan platform media sosial yang dimanfaatkan untuk membuat kreatifitas dalam bentuk video, salah satunya adalah channel video unik. Channel ini menampilkan tentang kesenian Jakarta salah satunya ondel-ondel. Seiring berkembangnya zaman, kesenian ondel-ondel mulai beralih fungsi menjadi alat untuk mengamen dijalan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendiskripsikan budaya partisipasi pemanfaatan youtube sebagai upaya melestarikan kesenian Jakarta ondel-ondel, penelitian ini menggunakan teori budaya partisipasi Henry Jenkins. Metode penelitian ini menggunakan kualitatif deskriptif dan paradigma konstruktivis. Hasil penelitian berdasarkan wawancara dengan informan peran partisipasi yang dilakukan channel video unik sangat aktif dalam mengupload video kesenian Jakarta pada youtube, selain itu tidak hanya menguploadnya di youtube saja, peran langsung yang dilakukan channel video unik ialah dengan adanya perkumpulan komunitas ondel-ondel Jakarta pada setiap minggunya, dan interpretasi budaya yang dilakukan channel video unik dengan menampilkan dengan detail kesenian Jakarta pada setiap video yang diuploadnya. Sehingga channel video unik tidak hanya berperan melalui media sosial, namun turut serta dalam kegiatan-kegiatan yang bersifat langsung.
EFEKTIVITAS KOMUNIKASI DALAM KEGIATAN PEMBELAJARAN DARING SELAMA PANDEMI COVID-19: SEBUAH TINJAUAN LITERATUR SISTEMATIS Jauza Alayya; Muhammad Ghiffari Irfansyah; Stefani Dewinatalia; Irwansyah -
Widya Komunika Vol 12 No 2 (2022): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2022.12.2.5977

Abstract

Komunikasi yang efektif sangat penting untuk keberhasilan pengajar dan peserta didik termasuk dalam kegiatan pembelajaran daring. Penelitian ini merupakan tinjauan sistematis yang berusaha memeriksa efektivitas komunikasi dalam kegiatan pembelajaran daring selama pandemi Covid-19. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR), penelitian dilaksanakan dengan menganalisis literatur-literatur yang telah diterbitkan dalam artikel jurnal ilmiah pada periode Januari tahun 2020 sampai dengan tahun September tahun 2021. Melalui proses ektraksi dengan ketentuan inklusi dan eksklusi, peneliti berhasil menentukan delapan literatur (5%) dari total 169 literatur yang relevan untuk membahas efektivitas komunikasi dalam kegiatan pembelajaran daring. Hasil tinjauan sistematis menunjukan bahwa, pengajar masih dianggap sebagai sosok yang menentukan efektifitas komunikasi pada kegiatan belajar-mengajar daring dan salah satu upaya untuk meningkatkan efektivitas komunikasi adalah menyadari hambatan dalam proses komunikasi dan mengeliminasinya. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa teori efektivitas komunikasi juga masih belum mencakup variabel dan indikator yang dapat digunakan untuk mengukur efektivitas komunikasi.
Komunikasi Instruksional Guru pada Siswa Autis Murni di Sekolah Khusus Pandita Kota Serang Natika Kamilah; Siska Mardiana; Annisarizki Annisarizki
Widya Komunika Vol 11 No 2 (2021): JURNAL KOMUNIKASI DAN PENDIDIKAN WIDYA KOMUNIKA
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.wk.2021.12.2.4800

Abstract

Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan termasuk anak dengan kebutuhan khusus, seperti autis. Siswa autis murni kesulitan melakukan komunikasi dan interaksi dengan orang lain, mereka cenderung menghindari kontak mata dan menunjukkan perilaku seperti tertawa tanpa sebab karena memiliki khayalannya sendiri, oleh karenanya dibututhkan upaya berkomunikasi yang baik dari guru kepada siswa autis murni. Tujuan penelitian ini mengkaji komunikasi instruksional guru pada siswa autis murni dalam pelaksanaan pembelajaran di sekolah khusus pandita. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus dan Informan pada penelitian ini adalah dua orang guru, kepala sekolah dan dua orangtua siswa autis murni. Data diperoleh dengan cara observasi, wawancara mendalam dan studi dokumentasi, kemudian dilakukan triangulasi sumber untuk keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi instruksional yang dilakukan guru dengan siswa autis murni diawali dengan melakukan penyesuaian, kemudian terdapat beberapa tahapan dalam pelaksanaan pembelajaran yaitu dengan membangun kontak mata, menenangkan siswa, mengalihkan, memberikan instruksi sederhana atau tidak lebih dari 3 kata, ketika siswa autis murni sudah dapat menyesuaikan atau sudah kondusif,maka siswa autis murni dapat mengamati instruksi yang diberikan oleh guru dalam pembelajaran. Siswa autis murni dapat mengingat instruksi dan menirunya seperti yang dicontohkan oleh guru. Selain itu, metode yang digunakan dalam pembelajaran siswa autis murni yaitu metode demonstrasi, metode tanya jawab dan metode Reward and punishment.

Filter by Year

2015 2025