cover
Contact Name
Yusuf Rahman
Contact Email
ushuluna@uinjkt.ac.id
Phone
+628128340778
Journal Mail Official
ushuluna@uinjkt.ac.id
Editorial Address
Jl. Ir. H. Juanda No. 95 Tangerang Selatan
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin
ISSN : 24609692     EISSN : 2721754X     DOI : 10.15408
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin is a journal published by the Faculty of Ushuluddin Syarif Hidayatullah State Islamic University of Jakarta. The journal is published twice annually (June and December) and consists of articles on Qur’anic studies and interpretation, hadith and Prophetic tradition, religious studies, and mysticism.
Articles 225 Documents
AL-QUR’AN SEBAGAI MUNTAJ ṠAQĀFĪ: STUDI ATAS PEMIKIRAN NAṢR ḤĀMID ABŪ ZAID Karom, Muhamad Noval
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 1 June 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i1.19176

Abstract

For Abū Zaid, the text is the result of reality, demanding a change in the reading of the text, in the end, there will be an integration between the text and reality. The meaning is static because it contains historical meaning, and the significance is dynamic. The concept he initiated began with the use of a contemporary study approach in understanding the process of al-Qur'an revelation. As a result, the sacredness of the text also the mean of Qur’an in Latin Kalāmullāh a deconstructed into a ‘culture product' meaning that text of the Qur’an is forming in its interactioning with socioculture. This research article will explain how the author supports the theory initiated by Naṣr Ḥāmid Abū Zaid in presenting the concept of Islam in formulating the idea of al-Qur'an as Muntāj Ṡaqāfī in today's contemporary era.
POSTRUKTURALISME HIJAB: STUDI KEBERAGAMAAN MUSLIM KONTEMPORER DI INDONESIA Yazid, Rizky; Rohmatin, Tien
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.24256

Abstract

Penelitian ini merefleksikan fenomena keberagamaan mengenai ragam signifikansi para pengguna hijab yaitu antara kelompok yang mengutamakan fesyen dengan kelompok yang meminimalkan fesyen sebagai dimensi etis. Permasalahan pada penelitian ini yaitu kritik atas perilaku kedua kelompok tersebut sebagai bagian dari ekspresi keberagamaan semata. Untuk merumuskan persoalan tersebut, penelitian menggunakan metode semiotika postrukturalisme Barthes untuk memotret dan memaknai penggunaan hijab sebagai tanda serta ekspresi beragama. Adapun temuan dari penelitian ini adalah ekspresi berhijab sebagai bagian dari ketaatan etisberagama yang multimakna yaitu makna etis formal estetis dan makna etis formal estetis minimalis. Kedua tipologi tersebut sama-sama mengimajikan ekspresi berhijab sebagai hal yang sama yaitu bentuk ketaatan. Dengan kata lain, kedua ragam dari ekspresi berhijab tersebut merupakan bagian dari religiusitas imajiner.
RELASI ISLAM DAN KRISTEN (KATOLIK): PERAN PENTING PEMUKA AGAMA Wasil, Wasil
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.29390

Abstract

AbstrakArtikel ini merupakan hasil penelitian lapangan (field research) tentang relasi Islam dan Kristen (Katolik) di tengah masyarakat Sumenep, Madura yang religius. Hubungan keduanya dalam landscape Indonesia seringkali up and down dan rentan konflik. Salah satu faktor utama relasi keduanya bisa rukun dan damai atau sarat konflik sangat ditentukan oleh peran penting pemuka agama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa relasi Islam dan Kristen (Katolik) di Sumenep berjalan harmonis yang termanifestasi dalam sejumlah interaksi dan kerjasama yang baik, bukan sekedar kerukunan yang pasif atau ‘semu’. Relasinya tampak dalam bidang sosial-keagamaan, pendidikan dan ekonomi di mana pemuka agama sangat memainkan peranannya dalam menciptakan dan merawat relasi baik atau kerukunan tersebut. Peran yang dilakukan pemuka agama adalah internalisasi teologi kerukunan dan penyebaran paham keagamaan moderat.  Kata Kunci: Relasi, Islam, Kristen, Pemuka Agama, Peran
INTERPRETASI ETIKA BERBICARA PEREMPUAN DALAM QS.AL-AHZAB [33]:32 (PENDEKATAN TAFSIR MAQASHIDI) Rohmah, Miftahur
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 2 December 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.28699

Abstract

Penelitian ini membahas pada penafsiran QS.Al-Ahzab [33]:32 yang berfokus pada perintah larangan berupa melunakkan suara perempuan kepada laki-laki. hal ini jelas berkaitan dengan etika berbicara dalam kehidupan sehari-hari. Metode yang digunakan berupa jenis kualitatif deskriptif-analisis dengan pendekatan tafsir maqashidi Abdul Mustaqim, metode pengembangan yang dikategorikan masih baru dalam menafsirkan al-Qur’an. Sehingga tujuan penelitian ini adalah menelisik lebih jauh dan memperjelas penafsiran QS.Al-Ahzab [33]:32 yang menghasilkan maqashid dari melunakkan suara berupa : nada suara halus yang dibuat-buat dengan unsur kesengajaan untuk menggoda. Maka solusi atau etika berbicara perempuan kepada laki-laki berupa perkataan yang baik sesuai syari’at, dan kemaslahatan yang terdapat pada QS.Al-Ahzab [33]:32 adalah hifdz al-nasl supaya tidak terjerumus oleh zina. Hal tersebut juga memberikan arti bahwa al-Qur’an turun untuk menjunjung kehormatan perempuan.
GAGASAN ISLAM CINTA: SEBUAH TELAAH FILOSOFIS Ridwan, Deden
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 1 June 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.15816

Abstract

This article in fact gives an overview of Islam as love. Although never referred to as a sect or movement, Islam as love  belongs to the Sufis. Even it had been centuries, especially in the tasawuf or irfān tradition (sufismtheoretical-philosophical). Islam is built on three pillars: īmān (faith), islām (shari'a), and iḥsān (love). Frequently, we see the first two pillars so prequently used, while  people often forget that  akidah (faith) can be gained as a blessing when it is implemented jointly with the implementation of iḥsān (love). This element of “love” should be restored in religious life, as the third pillar of Islam. This is what we call “Islam mazhab cinta”. Islam that brings God’s mercy, which presents cordiality, not anger
KONTROVERSI FUZZIFIKASI EPISTEMOLOGI DALAM ISLAMISASI SAINS Nurkhalis, Nurkhalis
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 2 December 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i2.23823

Abstract

Epistemologi akan mendorong kepada perkembangan pengetahuan pendekatan anything goes, aveything goes dan get-go. Fuzzifikasi epistemologi menjadikan sebuah kebenaran dalam tataran tipikal grade yang bersifat kajian phronesis, doxa, phronimos, eidos dan dikaiosune. Penelitian ini dikaji berdasarkan library research. Hasil studi ini menjelaskan bahwa fuzzifikasi epistemologi akan jatuh ke dalam kajian onto-epistemologi, semi-epistemologi, neo-epistemologi, etno-epistemologi, poor-epistemologi, dan semu-epistemologi. Sedangkan epistemologi Islam mengarah kepada epistemologi desiratum dengan perpaduan epistemologi bayani dan burhani serta sains dan manfaat praktis. Karena itu banyak para cendekiawan Muslim menggiring epistemologi Islam ke dalam kajian semi-epistemologi dengan mempertimbangkan aspek buruk kerusakan dan kepentingan modernitas. Kajian semi-epistemologi membuka epistemologi ke arah discovery dan inovatif.
Pribumisasi Hadis di Nusantara: Studi atas Manuskrip Hikayat Nabi Mi’raj Koleksi Stattsbibliothek zu Berlin (Schoemann V 32) Firdausy, Hilmy
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v10i2.43584

Abstract

This research examines the process of indigenization of hadith in the archipelago through analysis of the Hikayat Nabi Mi’raj manuscript in the collection of the Staatsbibliothek zu Berlin (Schoemann V 32). The main focus of the research is how the hadith narrative about the Isra' and Mi'raj was restructured and re-presented in the form of a saga, which became a medium for spreading Islamic traditions among grassroots society. The research results show that the saga not only reproduces the story of Isrā' and Mi'raj textually, but also enriches the narrative with local and cosmological elements that reflect the cultural context of the Indonesian people. This adaptation process involves developing the story structure, adding characters, and inserting local wisdom values that are relevant to the local audience. This research confirms that saga manuscripts have significance in understanding the dynamics of the spread of Islam and the formation of the collective imagination of the Indonesian Muslim community.
REINTERPRETASI HADIS KEPEMIMPIN PEREMPUAN (KRITIK HERMENEUTIKA AMINA WADUD) Ahlan, Ahlan
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 8 No. 1 June 2022
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v8i1.24957

Abstract

Kepemimpinan perempuan di ranah publik menjadi perdebatan serius para ulama, antara lain dikalangan ulama Hadis.  Perdebatan tersebut menjalar sampai pada ruang-ruang akademik, bahkan menjelma menjadi tema-tema kajian oleh beberapa peneliti. Pro-kontra atas kebolehan perempuan menjadi pemimpin terjadi hingga era modern sekarang ini. Amina Wadud dengan penafsiran Hermeneutikanya hadir membawa angin segar bagi para pengkaji perempuan. Menurut Wadud penafsiran klasik lebih menjurus kepada bias gender, dan lebih berpihak kepada laki-laki sehingga sangat tidak relevan bila diterapkan di era modern seperti sekarang ini. Wadud dengan Hermeneutikanya memaparkan bahwa penafsiran tidak hanya berhenti pada asbabul Nuzul/Asbabul Wurud sebuah dalil, atau konteks bahasanya saja, akan tetapi juga sesuai dengan kondisi dan fenomena yang terjadi pada saat ini bukan lagi melihat masa lalu. Hadis sebagai interpretasi pemikiran reformis Nabi Saw, tidak sepantasnya berindikasi bias Gender karena Hadis hadir sebagai penjelas al-Qur’an. Kesimpulan pada penelitian ini ialah dari hasil kajian Hermeneutika Wadud ditemukan sebuah poin pentingnya bahwa kepemimpian perempuan diranah publik tidak perlu dipersoalkan, karena mengingat perempuan di masa ini telah memiliki potensi yang layak bahkan melebihi laki-laki, sehingga kualitas menjadi tolak ukur boleh atau tidaknya seseorang menjadi pemimpin.
NILAI AGAMA DAN BUDAYA DALAM TRADISI BESAMAN Marzuki, Angga
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 6 No. 1 June 2020
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v6i2.15758

Abstract

This paper discusses the Besaman Ritual practice on Lingga Island, specifically in the Kelumu Village. Culture and tradition are the heritage and identity of a nation, both are passed down from generation to generation. It is not a static thing but dynamic. Although the change is not so big, but tradition allows to have changes to adapt to the context of the times and geographical conditions. Similar to similar practice in other places in the country, the Besaman tradition in Lingga Island, in Kelumu Village is the reading of Ratib Sammān. By conducting in-depth interviews and analyzing the data collected, this study finds that the implementation of this tradition contains the values of Religion and Education and several aspects of this tradition adapt to context.
KAJIAN KUALITAS HADIS DALAM TAFSIR AL-AZHAR Rusydah, Syarifah
Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 7 No. 1 June 2021
Publisher : Faculty of Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/ushuluna.v7i1.19549

Abstract

This article was written to find out the arguments and determination of the legal sources of hadith in Tafsir al-Azhar. The author uses the takhrij hadith method in order to find out the legal source of the position of the hadith. Then all the do’uments are collected according to the related theme and analyzed in terms of the sanad and matan of the hadith. Then the author found 262 hadith studied and of them found 47 (56.10%) hadith ṣaḥīḥ, 16 (6.10%) hadith ṣaḥīḥ li gairih, 27 (10.30%) hadith ḥasan , 5 (1.90%) hadith ḥasan  ṣaḥīḥ, 6 (2.29%) hadith ḥasan  li gairih, 1 (0.38%) hadith ḥasan  ṣaḥīḥ garīb, 46 (17.17%) hadith ḍa’īf, 6 (2.29%) hadith jiddan, 4 (1.52%) non-hadith and 4 (1.52%) sources have not been found. From these findings, it can be concluded that the majority of the hadith contained in this interpretation, namely 202 (77.09%) %) may be used as a source of law that includes ṣaḥīḥ (56.10%), ṣaḥīḥ li gairih (6.10%), ḥasan (10.30%), ḥasan  li gairih (2.29%), ḥasan  ṣaḥīḥ (1.90%), and ḥasan  ṣaḥīḥ garīb (0.38%). The following hadith may be used as evidence in fada'il al-A'mal as many as 46 (17.55%). Others, such as the hadith ḍa’īf jiddan are not hadiths and the source has not been found, so they cannot be used as evidence.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 12 No. 1 June 2026 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 2 December 2025 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 11 No. 1 June 2025 Vol 10, No 2 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 2 DECEMBER 2024 Vol 10, No 1 (2024): USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 10 NO. 1 JUNE 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 2 December 2024 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 10 No. 1 June 2024 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 2 DECEMBER 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 9 NO. 1 JUNE 2023 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 2 DECEMBER 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 8 NO. 1 JUNE 2022 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 2 DECEMBER 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 7 NO. 1 JUNE 2021 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 2 DECEMBER 2020 USHULUNA: JURNAL ILMU USHULUDDIN | VOL. 6 NO. 1 JUNE 2020 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 2 December 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 5 No. 1 June 2019 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 2 December 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 4 No. 1 June 2018 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 2 December 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 3 No. 1 June 2017 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 2 December 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 2 No. 1 June 2016 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 2 December 2015 Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin | Vol. 1 No. 1 June 2015 More Issue