Journal of Borneo Holistic Health
Borneo Holistic Health (borticalth) adalah jurnal cetak dan online dengan sistem open access journal. Borticalth merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan, kebidanan maupun displin ilmu kesehatan lainnya. Borticalth menerbitkan artikel-artikel dalam lingkup keperawatan, kebidanan maupun kesehatan secara luas namun terbatas. Artikel harus merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup ilmu keperawatan dan bidang lain yang terkait dalam baik dalam lingkup skala nasional dan internasional. Keperawatan Manajemen Keperawatan Bedah Keperawatan Kritis Keperawatan gawat darurat Keperawatan jiwa Keperawatan komunitas Keperawatan geriatri Keperawatan keluarga Keperawatan anak Pendidikan keperawatan Keperawatan maternitas Kesehatan wanita Kebidanan Psikologi Promosi kesehatan
Articles
160 Documents
MEDIA POSTER GIZI TERHADAP PENGETAHUAN DAN NIAT BERTINDAK PADA LANSIA
Mega Octamelia;
Maria Imaculata Ose;
Donny Tri Wahyudi;
Ahmat Pujianto
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3218
Kebutuhan akan informasi bisa didapatkan melalui berbagai media promosi yang tersedia, agar kebutuhan informasi kesehatan terpenuhi. Penggunaan media poster pada lansia membutuhkan upaya berkelanjutan yaitu dengan memberikan informasi yang mudah dipahami lansia, sehingga tujuan pencegahan penyakit melalui pemahaman tentang gizi dapat tercapai. Tujuan penelitian menganalisis penggunaan media poster tentang gizi terhadap pengetahuan dan niat bertindak pada lansia. Penelitian kuantitatif dengan pendekatan one group pre dan post test dengan jumlah populasi 40 responden. Uji bivariat menggunakan wilcoxon test. Terdapat perbedaan pre test dan post test pengetahuan dan niat bertindak pada lansia setelah diberikan media poster dengan p = 0,004 (p 0,05). Diharapkan memberikan alternatif pilihan media dalam menyebarkan informasi kesehatan dengan memperhatikan pesan pada media tersebut.
LITERATURE REVIEW: FAKTOR-FAKTOR RISIKO TERJADINYA PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL
Lili Rahmawati;
Fiyona Ergira Amalia;
Mutmainnah Kahar;
Ervina Tri Rahayu;
Dhea Nurfadillah;
Merlina Samuel;
Hersanda Naia Domani Putri;
Desi Fitriani;
Gusriani Sabrin;
Yuni Retnowati;
Teresia Suminta Rotua Situmorang
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3115
Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan berpotensi berbahaya yang ditandai dengan tekanan darah tinggi. Kondisi ini biasanya terjadi ketika usia kehamilan mencapai 20 minggu. Preeklampsia berdampak ketika ibu hamil dan melahirkan juga mengakibatkan masalah pasca persalinan akibat disfungsi endotel di berbagai organ. Dampak jangka panjang juga dapat terjadi pada bayi yang dilahirkan dari ibu dengan preeklampsia. Dengan masih tingginya angka terjadinya preeklampsia di Indonesia maupun secara global penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil. Bentuk penelitian ini adalah Literature Review dengan menggunakan penelusuran jurnal pada Google Scholar. Kata kunci yang digunakan adalah Preeklampsia; Penyebab; dan Kehamilan. Setelah diseleksi maka didapatkan lima jurnal yang akan direview, empat jurnal merupakan cross-sectional study dan satu jurnal lainnya merupakan case control study. kesimpulan penelitian ini Faktor resiko terjadinya preeklampsia pada ibu hamil antara lain Riwayat hipertensi, Riwayat preeklampsia, usia, IMT, paritas, stress, pengetahuan, kelengkapan ANC, pola makan dan paparan asap rokok.
GAMBARAN PENGETAHUAN TENTANG MOBILISASI DINI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSUD UNDATA PROVINSI SULAWESI TENGAH
Anggi Purwati
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3221
Mobilisasi dini post sectio caesrea adalah suatu pergerakan, posisi, atau adanya kegiatan yang dilakukan ibu setelah beberapa jam melahirkan dengan sectio caesarea. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pengetahuan mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea di RSUD Undata Palu. Penelitian yang digunakan dalam penelitianyaitu penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional.jumlah sampel sebanyak 24 dari 78 populasi pasien dengan post sectio caesarea. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa pengetahuan responden mengenai mobilisasi dini Pengetahuan pasien post sectio caesarea tentang mobilisasi dini berada dalam kategori kurang 15 responden (62,5%) yang memiliki tingkat pengetahuan dalam kategori baik, sebanyak 9 responden (37%). Asumsi peneliti bahwa tingkat pengetahun mobilisasi dini yang ada pada pasien post sectio caesarea di sebabkan tidak tahunya tentang mobilisasi dini dan manfaat mobilisasi dini secara jelas dan benar, hal ini di pengaruhi dengan umur responden yaitu usia produktif sebesar (54,2%) umur 17-25, tahun. Kesimpulan Gambaran pengetahuan tentang mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea pengetahuan diberada dalam kategori kurang yaitu 15 responden (62,5%),sedangkan kategori pengetahuan baik 9 (37,5%). Berdasarkan hasil penelitian tersebut, diharapkan kepada pihak RSUD Undata Provinsi Sulawesi Tengah, untuk lebih meningkatkan penyuluhan kesehatan terutama mengenai pentingnya mobilisasi dini pada pasien post sectio caesarea
GAMBARAN BEBAN KERJA PERAWAT DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT (IGD) DAN RUANG ISOLASI SELAMA PANDEMI COVID-19 RSU MAYJEN H.A THALIB KOTA SUNGAI PENUH TAHUN 2021
Tori Lianti
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.2753
Data Covid-19 di RSU Mayjen H.A Thalib pada tahun 2020 penderita Covid-19 sebanyak 170 orang dengan suspek sebanyak 45 dan yang meninggal sebanyak 11 orang, sedangkan pada tahun 2021 terjadi peningkatan sebanyak 481 orang dengan yang suspek 25 orang dan yang meninggal sebanyak 85 orang. Hal ini menyebabkan terjadi nya peningkatan beban kerja pada perawat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Gambaran Beban Kerja Perawat di Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan Ruang Isolasi selama Pandemi Covid-19 RSU Mayjen H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Metode Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di ruang IGD dan ruang Isolasi RSU Mayjend H.A Thalib Kota Sungai Penuh. Dengan jumlah populasi diruangan Instalasi Gawat Darurat sebanyak 19 orang dan perawat diruangan Isolasi sebanyak 21 orang dengan sampel sebanyak 40 perawat. Hasil: Pada aspek fisik lebih dari separuh (65,0%) responden dengan aspek fisik berat, pada aspek psikologis lebih dari separuh (75,0%) responden dengan aspek psikologis berat, pada aspek waktu lebih dari separuh (60,0%) responden dengan aspek waktu kerja berat. Kesimpulan: Gambaran Beban Kerja Perawat di Ruang IGD dan Ruang Isolasi selama Pandemi Covid-19 RSU Mayjend H.A Thalib Kota Sungai Penuh menunjukkan lebih dari separuh (57,5%) responden dengan beban kerja yang berat.Kata kunci: Beban Kerja Perawat, Ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD), Ruang Isolasi, dan Pandemi Covid-19.
LITERATURE REVIEW: HUBUNGAN PENGETAHUAN DENGAN KEPATUHAN LANSIA HIPERTENSI DALAM MENJALANI PENGOBATAN
Gusni Fitri;
Andi yuniarsy Hartika;
Ferly Yacoline Pailungan
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3184
ABSTRAK Latar Belakang: Ketidakpatuhan pasien menjadi permasalahan tidak hanya di negara maju namun juga di Negara - negara berkembang termasuk Indonesia. Beberapa temuan hasil penelitian mengenai pengetahuan pasien tentang hipertensi disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan tentang hipertensi dapat berhubungan dan bisa juga tidak berhubungan sehingga membuat peneliti tertarik untuk mengidentifikasi faktor pengetahuan yang mempengaruhi kepatuhan pasien hipertensi dalam menjalani pengobatan. Tujuan : Untuk mengetahui hubungan pengetahuan dengan kepatuhan lansia hipertensi dalam menjalani pengobatan Metode Penelitian: Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan literatur (literature review). Jangka waktu jurnal yang dipilih adalah jurnal yang dipublish mulai dari 2015-2020. Bahasa yang digunakan yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Subjek jurnal adalah pasien lansia hipertensi, jenis jurnal adalah Orginal artikel penelitian (bukan review penelitian) tersedia full text. Tema isi adalah kepatuhan pengobatan hipertensi pada pasien lansia hipertensi. Topik jurnal adalah pengetahuan tentang hipertensi dan kepatuhan pengobatan hipertensi. Berdasarkan hasil screening didapatkan 10 jurnal yang memenuhi syarat inklusi dimana terbagi 4 jurnal nasional dan 6 jurnal internasional. Hasil: Dari kesepuluh jurnal yang ditelaah, 9 jurnal menunjukkan ada hubungan yang signifikan antara pengetahuan pasien lansia hipertensi dengan kepatuhan melakukan pengobatan. Kesembilan jurnal tersebut dengan metode penelitian yang berbeda baik dari segi desain penelitian yang digunakan maupun instrumen kuesioner menunjukkan bagaimanapun metode yang digunakan pengetahuan pasien tentang hipertensi atau tentang penyakit yang diderita menunjukkan sebagai salah satu faktor yang mempengaruhi kepatuhan pengobatan pada pasien lansia. Kesimpulan: pengetahuan pasien tentang penyakit yang diderita mempunyai hubungan dan juga pengaruh terhadap kepatuhan untuk melakukan kontrol pengobatan pada penderita lanjut usia ABSTRACTBackground: Disobedient is a problem not only in developed countries but also in developing countries also Indonesia. Several research findings regarding patient knowledge about hypertension concluded that the level of knowledge about hypertension could be related or unrelated, thus making researchers interested in identifying knowledge factors that influence hypertensive patients' adherence to treatment. Objective: To determine the relationship between knowledge and adherence to treatment hypertension in elderly patients. Research Methods: The study using a literature review method. The selected journal period is a published journal starting from 2015-2020. The languages used are Indonesian and English. The subject is an elderly patient with hypertension, the type of journal is Original research (not research reviews) which is available in full text. The content theme is hypertension medication adherence in hypertensive elderly patients. The topic of the journal is knowledge about hypertension and hypertension medication adherence. Based on screening literatures, there were 10 journals as a require, which divided into 4 national journals and 6 international journals. Results: Of the ten journals reviewed, 9 journals showed that there was a significant relationship between knowledge of elderly patients with hypertension and adherence to treatment. The nine journals with different research methods, both in terms of the research design used and the questionnaire instrument, show that the method is the patient's knowledge about hypertension or about the disease being suffered shows as one of the factors that affect medication adherence in elderly patients. Conclusion: The disease suffered has a relationship and also an influence on adherence to control treatment in elderly patients.
STUDI LITERATUR PENGARUH PIJAT BAYI TERHADAP KENAIKAN BERAT BADAN BAYI
Rani Alfiyyah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
Pada tahun 2018 prevalensi bayi dengan gangguan pertumbuhan 28,7%. Bayi yang mengalami gangguan pertumbuhan akan mudah sakit, keterlambatan perkembangan dan mempengaruhi pertumbuhan fisik. Upaya dalam mengatasi masalah ini yaitu memberikannya rangsangan serta stimulasi seperti pijat bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan bayi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur dengan 10 artikel yang diperoleh dari hasil screening berdasarkan kriteria yang ditetapkan. Pencarian artikel menggunakan databased Google scholar, Portal Garuda, Pubmed dan ScinceDirect. Kata kunci pencarian literatur ini yaitu pijat bayi, kenaikan berat badan dan baby massage, weight gain. Hasil berdasarkan 10 artikel yang dianalisis, didapatkan adanya pengaruh pijat bayi terhadap kenaikan berat badan. Kesimpulan dan saran penelitian ini berdasarkan artikel yang dianalisis peningkatan berat badan akan lebih besar ketika usia bayi 0-6 bulan yang diberi pijatan 2x seminggu selama 4 minggu dengan durasi 10-15 menit. Sehingga diharapkan perawat dan tenaga kesehatan lainnya dapat menerapkan pijat bayi melalui program rumah sakit atau puskesmas.Kata Kunci: pijat bayi, kenaikan berat badan.
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR MAHASISWA DALAM PENYUSUNAN TUGAS AKHIR DI MASA PANDEMI COVID-19 DI AKADEMI KEPERAWATAN JUSTITIA
Maya Labari
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3219
Abstract Students who are organizing their final assignments face different mental problems such as anxiety and sleep quality problems. According to information from WHO, the most widely recognized mental problems with predominance are anxiety and sadness problems, where there are more than 200 million people (3.6% of the population) who experience the adverse effects of anxiety problems. The reason is to determine the relationship between the level of anxiety and the nature of student sleep in planning the last activity during the Coronavirus pandemic at Justitia Nursing Academy. This examination is a quantitative exploration with different reciprocal examination configurations using a cross sectional methodology. This testing strategy uses complete examination, where the number of tests is equivalent to the population. The showed that most of the 24 respondents experienced moderate anxiety up to 10 respondents (41.7%). From effect of concentrate on sleep quality, it shows that most of the respondents' sleep quality is not good, namely 11 respondents (45.8%). From the results after the Spearman connection test, it was obtained a large value of 0.000 which indicates that the relationship between anxiety levels and sleep quality is very important with Spearman's relationship of 0.788 which indicates that the connection is positive with a strong connection strength. Some students who completed their final assignments experienced moderate anxiety and poor sleep quality, with the Corona virus pandemic which caused limited space for development, and mental problems that became negative thoughts such as stress.
PENGARUH PENGGUNAAN METODE NESTING TERHADAP PENINGKATAN BERAT BADAN PADA BAYI BERAT LAHIR RENDAH (BBLR)
Vanessa Rabbani
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.2763
Bayi BBLR cenderung mengalami proses adaptasi yang lebih berat karena bayi BBLR memiliki kondisi fisiologis yang belum optimal. Untuk membantu bayi melakukan penyesuaian lingkungan perlu dilakukan metode development care dengan metode nesting diharapkan membantu bayi agar tidak stress dengan perubahan lingkungan sehingga kondisi fisiologisnya dapat mengalami peningkatan ditandai dengan peningkatan berat badan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh penggunaan metode nesting terhadap peningkatan berat badan pada BBLR. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah tinjauan literatur yang bersumber dari google scholar, garuda dan pubmed yang diterbitkan dari tahun 2016 hingga 2021 dan dipilih artikel yang relevan. Hasil penelitian berdasarkan kajian dari 10 artikel didapatkan 9 artikel menunjukkan bahwa terdapat peningkatan berat badan setelah dilakukan nesting, tetapi ada artikel yang menyebutkan hanya sebagian bayi yang mengalami peningkatan dan sebagiannya lagi terjadi penurunan berat badan. Kesimpulan dalam penggunaan metode nesting memiliki pengaruh terhadap peningkatan berat badan pada BBLR yang diakibatkan oleh tercapainya tingkat kenyamanan, pengurangan stress dan pencegahan gerak berlebih. Secara keseluruhan penggunaan metode nesting dapat memicu parameter fisiologis dalam keadaan stabil sehingga mempercepat pertumbuhan fisik yang ditunjukkan dengan terjadinya peningkatan berat badan bayi. Kata Kunci: BBLR, Berat Badan, Nesting
GAMBARAN FAKTOR–FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DEPRESI PADA LANSIA DI POSYANDU LANSIA KAMPUNG TANGGUH KELURAHAN TALISE VALANGGUNI
Nilsa Baubabong;
Rabiah Rabiah;
Nur Febrianti
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.2942
Depression is an emotional disorder that is characterized by feeling depressed, not feeling happy, sad, feeling worthless, lacking enthusiasm, meaningless and pessimistic about life. The purpose of this study was to determine the social support that affects the depression of the elderly at the Posyandu for the Elderly in Tangguh Village, Talise Valangguni Village. The research used in this research is quantitative research. The sample population studied was the elderly aged 60 years and the sampling technique used was purposive sampling as many as 17 respondents, namely by following the Posyandu for the Elderly in Tangguh Village, Talise Valangguni. The results showed that the distribution of the 17 studied showed that the distribution of respondents based on social support knowledge was good, namely 17 respondents (100%) the distribution of the 17 respondents studied showed that the distribution of respondents based on family support was mostly good 16 respondents (94.1% ) while the poor category is 1 respondent (5.9%). Elderly with good social support because the elderly still communicate with family and life with neighbors in the vicinity is well established. Conclusion Social support at the Elderly Posyandu in Tangguh Village, Talise Valangguni Village, was obtained well and also the Family Support at the Elderly Posyandu in Tangguh Village, Talise Valangguni Village, was obtained well.
Risiko Paparan COVID-19 pada Perawat di Ruang Isolasi
Rahma Yulis;
Basri Basri;
Anggraeni Kae
Journal of Borneo Holistic Health Vol 5, No 2 (2022): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35334/borticalth.v5i2.3187
Abstrak Pendahulua: risiko dan bahaya penularan penyakit infeksi di tempat kerja bagi perawat mengalami peningkatan seiring dengan pertambahan jumlah dan intensitas interaksi dengan pasien. Tujuan penelitian: menilai risiko paparan COVID-19 pada perawat yang merawat pasien COVID-19 di ruang isolasi COVID-19. Metode penelitian: desain cross sectional dengan pendekatan observasional. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden yang ditentukan dengan metode total sampling pada perawat yang bekerja di ruang isolasi COVID -19 di salah satu rumah sakit rujukan pasien COVID-19 di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Indonesia. Sampel penelitian berjumlah 50 orang responden yang ditentukan dengan metode total sampling. Hasil: perawat yang memberikan asuhan keperawatan pada pasien COVID-19 di ruang isolasi, 100% telah terpapar dengan COVID-19. Risiko paparan COVID-19 dinilai dari kepatuhan perawat terhadap pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) saat melakukan asuhan keperawatan yaitu 18% responden berisiko tinggi terpapar COVID-19, dinilai dari kepatuhan perawat terhadap PPI saat melakukan prosedur penghasil aerosol yaitu 20% responden responden berisiko tinggi terpapar COVID-19. Risiko paparan COVID-19 dinilai dari kecelakaan kerja dengan material biologis saat memberikan asuhan keperawatan sekitar 16% responden berisiko tinggi terpapar COVID-19 sebab saat melakukan asuhan keperawatan pernah mengalami kecelakaan kerja dengan material biologis berupa terpercik cairan biologis atau cairan pernapasan di selaput lendir mata, hidung dan mulut. Kesimpulan: perawat yang merawat pasien COVID-19 di ruang isolasi COVID-19 berisiko terpapar COVID-19. Implikasi manajer keperawatan diharapkan menerapkan manajemen risiko dan bahaya di tempat kerja perawat.Kata kunci : COVID-19; keselamatan dan kesehatan kerja perawat; perawat; risiko paparanAbstract Background: The risks and dangers of transmitting infectious diseases in the workplace for nurses have increased along with the increasing number of patients and the high intensity of interaction with patients. Aimed: assess the risk of exposure to COVID-19 in nurses caring for COVID-19 patients in COVID-19 isolation rooms. Method: used a cross-sectional design with an observational approach. Sample consisted of 50 respondents, who were determined by the total sampling method to nurses working in the COVID-19 isolation room at one of the referral hospitals for COVID-19 patients in Makassar, Indonesia. Result: 100% of respondents who provide nursing care to COVID-19 patients in isolation rooms had been exposed to COVID-19. The risk of exposure to COVID-19 was assessed from the obedience of nurses to IPC when carrying out nursing care, that is an 18% respondents high risk of exposure COVID-19, assessed from the obedience of nurses to IPC when aerosol-producing procedures, namely 20% of respondents high risk of exposure COVID-19. The risk of exposure to COVID-19 was assessed from work accidents with biological materials to around 16% of respondents high risk of exposure COVID-19 because while carrying out nursing care, they experienced work accidents with biological materials in the form of splashed biological fluids or respiratory fluids on the mucous membranes of the eyes, nose and mouth. Conclusion: nurses caring for COVID-19 patients in the isolation room are at risk of exposure to COVID-19. Implications: nursing managers are expected to implement risk and hazard management in the nurse's workplace. Keyword: COVID-19: nurse; occupational health nursing; riks exposure