cover
Contact Name
Yogho Prastyo
Contact Email
yoghoprastyo@gmail.com
Phone
+6281250166685
Journal Mail Official
borticalth@gmail.com
Editorial Address
JL. AMAL LAMA, NOMOR 1, KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN 77123
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Journal of Borneo Holistic Health
ISSN : 26219530     EISSN : 26219514     DOI : https://doi.org/10.35334/borticalth
Borneo Holistic Health (borticalth) adalah jurnal cetak dan online dengan sistem open access journal. Borticalth merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan, kebidanan maupun displin ilmu kesehatan lainnya. Borticalth menerbitkan artikel-artikel dalam lingkup keperawatan, kebidanan maupun kesehatan secara luas namun terbatas. Artikel harus merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup ilmu keperawatan dan bidang lain yang terkait dalam baik dalam lingkup skala nasional dan internasional. Keperawatan Manajemen Keperawatan Bedah Keperawatan Kritis Keperawatan gawat darurat Keperawatan jiwa Keperawatan komunitas Keperawatan geriatri Keperawatan keluarga Keperawatan anak Pendidikan keperawatan Keperawatan maternitas Kesehatan wanita Kebidanan Psikologi Promosi kesehatan
Articles 160 Documents
PERSEPSI DAN PENGALAMAN KEPALA RUANGAN YANG MENGALAMI ROTASI KERJA DI RUMAH SAKIT Ade Rahman
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 1 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i1.3255

Abstract

Rumah Sakit mengadakan rotasi kepala ruangan karena kurangnya SDM, akibatnya fungsi manajemen di ruangan  belum terlaksana optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam tentang persepsi dan pengalaman kepala ruangan terhadap pelaksanaan rotasi kerja. Desain penelitian kualitatif menggunakan pendekatan interpretive descriptive, proses pengumpulan data dilakukan melalui focus group discussion (FGD). Partisipan dalam penelitian diambil secara purposive sampling, dan jumlahnya enam orang. Analisa data dilakukan dengan metode Thematic content analysis. Hasil penelitian menghasilkan lima tema yaitu ; 1) Persepsi kepala ruangan tentang pelaksanaan rotasi kerja adalah proses belajar yang menambah wawasan dan kemampuan tetapi tanpa perencanaan dan rutinitas, 2)Pelaksanaan rotasi merupakan penyegaran untuk kepala ruangan sehingga bisa lebih profesional dalam bekerja tetapi sering membuat cemas , pikiran tidak menentu, sedih, kecewa dan rasa tanggung jawab berkurang, 3) Kepala ruangan mendapat dukungan dari perawat pelaksana tetapi memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri dengan kegiatan dan perawat, 4) Dampak rotasi kerja adalah menambah pengalaman sehingga tertantang untuk melaksanakan tanggung jawab baru tetapi fungsi manajemen di ruangan lama tidak optimal, beban kerja bertambah dan stress meningkat dan 5) Harapan kepala ruangan tentang program rotasi adalah program rotasi terencana dan disosialisasikan untuk itu perawat ada yang duduk di manajemen. Hasil penelitian ini merekomendasikan bahwa kegiatan rotasi sebaiknya disosialisakan dan dibuat kebijakan dan SOPnya agar tidak ada persepsi berbeda bagi pihak yang dirotasi.
FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN ABORTUS INKOMPLIT DI RSUD BATARA GURU BELOPA Ibriani, Jumriana
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3674

Abstract

Abortus inkomplit adalah pengeluaran hasil konsepsi dengan masih adanya sisa yang tertinggal dalam uterus dan biasanya jaringan yang tertinggal itu jaringan plasenta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan usia ibu, paritas, dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Batara Guru Belopa. Desain penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan cross sectional study. Sampel pada penelitian ini berjumlah 57 ibu hamil. Analisis penelitian ini menggunakan uji chi-square. Hasil observasi data rekam medik dari usia ibu 20 - 35 yang berisiko sebanyak 33 orang (57,9%) dan ibu yang berusi 20-35 2 yang tidak berisk sebanyak 24 orang (42,1%), sedangkan hasil observasi rekam medik yang memiliki paritas ≥ 3 kali (berisiko) sebanyak 34 orang (59,6%), dan yang memiliki paritas 3 kali (tidak berisiko) sebanyak 23 orang (40,4%). Berdasarkan hasil tersebut maka ada hubungan antara usia Ibu dan paritas dengan kejadian abortus inkomplit di RSUD Batara Guru Belopa,Kara kunci: Abortus Inkompit, Paritas, Usi Ibu
Konseling Terhadap Kadar Gula Darah Dan Kepatuhan Minum Obat Pasien Diabetes Mellitus Tipe 2 Yanti, Ida
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.4624

Abstract

Lamanya pengobatan penyakit Diabetes Mellitus tipe 2 sering kali membuat penderita cenderung tidak patuh minum obat dan menjalani perilaku yang keliru dalam pengobatannya sehingga kadar gula menjadi tidak terkontrol dengan baik. Peningkatan kepatuhan dalam minum obat dan menjaga kondisi kadar gula darah penderita Diabetes Mellitus tetap terkendali dapat melalui kegiatan konseling, dimana konseling mampu menambah pemahaman pasien sehingga patuh dalam minum obat dan mau merubah gaya hidupnya demi kondisi yang lebih baik dari pengobatan yang dijalani. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konseling terhadap kadar gula darah dan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus tipe 2 di Puskesmas Banua Lawas. Jenis penelitian kuantitatif desain quasy eksperimen tipe One Group Pretest-Posttest. Jumlah sampel sebanyak 30 orang menggunakan teknik Simple Random Sampling. Pengambilan data menggunakan lembar observasi dan kuesioner MARS. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian konseling berpengaruh signifikan terhadap penurunan kadar gula darah dan peningkatan kepatuhan minum obat pada pasien diabetes melitus tipe 2 di Puskesmas Banua Lawas. Sebelum konseling, kadar gula darah dan kepatuhan minum obat pasien berada pada tingkat tertentu, dan setelah konseling, keduanya menunjukkan perubahan positif yang signifikan. Penelitian ini disimpulkan ada pengaruh pemberian konseling terhadap kadar gula darah dan kepatuhan minum obat pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Puskesmas Banua Lawas, sehingga konseling dapat diaplikasikan dalam pelayanan sebagai upaya meningkatkan capaian Diabetes Mellitus terkendali di Puskesmas
Intensi Resusitasi Jantung Paru dengan Pendekatan Theory Of Planned Behavior Fitri, Eka Yulia; Andhini, Dhona; Effendi, Zulian; Wahyuni, Dian; Pratitis, Izzati Adha
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4843

Abstract

Tindakan resusitasi jantung paru oleh orang yang berada di sekitar korban henti jantung yang terjadi di luar rumah sakit meningkatkan kemungkinan angka kesempatan hidup korban. Namun, intensi melakukan pertolongan masih rendah pada mahasiswa keperawatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi intensi melakukan resusitasi jantung paru pada mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran bantuan hidup dasar melalui web BLS Sriwijaya berdasarkan pendekatan teori perilaku terencana. Penelitian dilakukan dengan desain cross sectional untuk mengetahui intensi melakukan resusitasi jantung paru melalui kuesioner terstruktur yang mengidentifikasi sikap terhadap perilaku, norma subjektif, kontrol perilaku yang dipersepsikan mengenai tindakan resusitasi jantung paru. Sebanyak 51 mahasiswa keperawatan dari beberapa perguruan tinggi di Indonesia dipilih melalui metode sampel kuota. Hasil penelitian menemukan bahwa 70,6% mahasiswa keperawatan mempunyai intensi untuk melakukan resusitasi jantung paru. Faktor sikap terhadap perilaku (p = 0,015), norma subjektif (p = 0,032), dan kontrol perilaku yang dipersepsikan (p = 0,016) berhubungan secara signifikan dengan intensi melakukan resusitasi jantung paru pada mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran bantuan hidup dasar melalui website BLS Sriwijaya. Sikap terhadap perilaku merupakan faktor yang paling berhubungan dengan intensi melakukan resusitasi jantung paru (p = 0,022, koefisien (B) = 4,877). Mahasiswa keperawatan yang mengikuti pembelajaran melalui web memiliki intensi untuk melakukan resusitasi jantung paru. Teori perilaku terencana dapat menjadi landasan teori yang sesuai dalam memprediksi intensi mahasiswa keperawatan untuk melakukan resusitasi pada korban henti jantung di luar rumah sakit.
DETERMINAN FAKTOR PEMANTAUAN GLUKOSA DARAH MANDIRI PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE II Muliawati, Ni Kadek; Dewi Puspawati, Luh Putu; Saren Srinadi, Ni Nyoman
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4358

Abstract

Edukasi pengelolaan diabetes mandiri merupakan komponen dalam penatalaksanaan diabetes melitus yang komprehensif melalui pemantauan glukosa darah mandiri. Hasil penelitian Diabcare tahun 2017 mendapatkan hasil sebanyak 61,1% penderita diabetes melitus tidak melakukan pemantauan gula darah mandiri Pemantauan glukosa darah mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemantauan glukosa darah mandiri pada pasien diabetes melitus tipe II. Studi cross sectional dilaksanakan disebuah Puskesmas di Gianyar Bali dari bulan Desember 2022- Juli 2022 dengan sampel sebanyak 55 menggunakan teknik purposive sampling. Data demografi dan pertanyaan terkait variabel diperoleh dengan menyebar kuesioner yang berisi inform consent pada saat responden datang ke puskesmas. Analisis multivariat dengan regresi logistik mendapatkan hasil faktor berpengaruh terhadap pemantauan glukosa darah mandiri adalah tingkat pengetahuan dengan OR = 5,74 (CI: 1,42-23,19) p value=0,014 dan lama menderita diabetes melitus dengan, OR=25,34 (CI: 1,02-629,83) p value=0,048. Faktor yang secara statistik tidak ditemukan hubungan dengan pemantauan glukosa darah mandiri adalah dukungan keluarga OR=11.52 (CI: 0,023-256,43) p value=0,998. Pentingnya pengetahuan dan lama menderita diabetes melitus dalam upaya pemantauan gula darah secara mandiri pada penderita diabetes melitus tipe II. Diharapkan Puskesmas lebih meningkatkan pemberian edukasi kepada masyarakat mengenai pemantauan glukosa darah mandiri untuk meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus tipe II. 
Personal Hygiene dan Kesehatan Anak-Anak Nelayan Wilayah Pesisir: Sebuah Pendekatan Komunitas Alpiani, Citra Alpiani; Pujianto, Ahmat; Ose, Maria Imaculata; Handayani, Fitriya; Wahyudi, Donny Tri
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.5064

Abstract

Wilayah pesisir adalah wilayah yang memiliki kompleksitas permasalahan, permasalahan, tantangan dan peluang tersendiri yang menjadikan wilayah pesisir berbeda dengan wilayah lainnya. Permukiman wilayah pesisir yang menonjol di Tarakan, Provinsi Kalimantan Utara adalah warga nelayan yang bermukim disepanjang Pantai Amal. Warga yang bermukim di daerah ini memiliki anak-anak usia 6-12 tahun dan juga tergolong miskin serta kawasannya terlihat kumuh. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan personal higiene pada anak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif untuk melihat gambaran fenomena yang terjadi pada personal higieneanak-anak nelayan di wilayah pesisir Pantai Amal.Dalam penelitian responden akan menggunakan lembar observasi status personal hygiene yang sampelnya akan ditentukan berdasarkan kriteria inklusi yaitu anak-anak nelayan usia 6-12 tahun dan menyatakan bersedia untuk menjadi responden penelitian dan berdasarkan kriteria eksklusi yaitu bukan anak dari keluarga nelayan, bukan anak nelayan berusia dibawah 6 tahun dan anak nelayan berusia lebih dari 12 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata status personal higiene pada anak-anak nelayan adalah personal higiene tidak memenuhi syarat. Hal ini terlihat pada persentase tertinggi (56,4%) dari total responden/pihak anak nelayan.
Activity Of Daily Living (ADL) dengan Kualitas Hidup Pasien Pasca Stroke Diantari, Ni Kadek Meira
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4099

Abstract

Dampak dari serangan stroke pada status fungsional yang menyebabkan ketidakmampuan merawat diri sendiri akibat kelemahan anggota gerak serta dapat menurunkan kemampuan pasien untuk bertahan hidup. Kemandirian Activity Daily Living perlu ditingkatkan agar penderita mampu beradaptasi dengan penyakitnya dan memiliki kualitas hidup yang baik dapat tercapai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat kemandirian Activity Daily Living dengan kualitas hidup pasien pasca stroke. Jenis dan desain penelitian ini adalah penelitian kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross sectional. Teknik pengambilan sample menggunakan purposive sampling dengan jumlah sample sebanyak 132 responden. Instrumen penelitian untuk mengukur tingkat kemandirian adalah Indeks Barthel sedangkan kualitas hidup menggunakan kuisioner WHOQOL-BREF dengan analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat Spearman Rank. Hasil penelitian ini menunjukkan sebagian besar tingkat kemandirian ADL responden termasuk kedalam kategori mandiri dan mayoritas memiliki kualitas hidup pada kategori baik. Berdasarkan karakteristik responden mayoritas berusia 61-70 tahun, jenis kelamin laki-laki, pendidikan SMA, dan tidak bekerja. Setelah dilakukan analisa hubungan antara kedua variabel ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kemandirian Activity Daily Living dengan kualitas hidup pasien pasca stroke di Poliklinik Saraf. Bagi pasien pasca stroke diharapkan untuk senantiasa meningkatkan kemandirian ADL agar kualitas hidup menjadi lebih baik.
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU PENCEGAHAN PENULARAN HIV/AIDS DI SATU RUKUN TETANGGA INDONESIA BAGIAN TIMUR Gultom, Eva Chris Veronica
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4247

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Imunodeficiency Syndrome (AIDS) merupakan penyakit menular yang mematikan dan menjadi masalah utama kesehatan masyarakat global maupun nasional. Berdasarkan survey awal terhadap 10 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku, didapatkan hasil bahwa sebagian besar warga tersebut menunjukkan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS yang tidak sesuai. Tujuan Penelitian: mengidentifikasi faktor-faktor yang berhubungan dengan perilakupencegahan penularan HIV/AIDS di satu rukun tetangga Indonesia bagian Timur. Metode penelitian: kuantitatif korelasional non-eksperimen dengan pendekatan studi cross-sectional. Populasi penelitian sebanyak 567 warga di RT.002/RW.04 kelurahan Benteng, kecamatan Nusaniwe, provinsi Maluku dengan usia 18 tahun-65 tahun. Teknik sampling yang digunakan yaitu convenience sampling dengan sampel sebanyak 235 warga. Instrumen yang digunakan yaitu kuesioner. Hasil penelitian: responden terbanyak berkategori remaja (61.7%). Mayoritas tingkat pendidikan responden adalah menengah (77.4%) dan responden cenderung berkategori tidak bekerja (60.4%). Tingkat pengetahuan responden cenderung berkategori cukup (55.3%) dan dominan sikap responden adalah mendukung (52.8%). Mayoritas responden telah terpapar dengan sumber infomasi (99.6 %) dan sebagian besar responden memiliki perilaku positif (59.1%). Faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS adalah sikap (p = 0.000). Responden dengan sikap mendukung cenderung memiliki perilaku positif terkait pencegahan penularan HIV/AIDS. Kesimpulan: ada hubungan antara sikap dengan perilaku pencegahan penularan HIV/AIDS.
Senyawa Phenol Pada Daun Karamunting (Rhodomyrtus Tumentosa,(W.Ait),Myrtaceae) Sebagai Penurun Kadar Gula Darah Pada Penderita Diabetes Mellitus Ismandari, Titik T.; Jumiati, Elly; Amarullah, Amarullah; Willem, Willem
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4854

Abstract

Karamunting (Rhodomyrtus tumentosa, (W.Ait),Myrtaceae) merupakan tanaman yang memiliki kandungan senyawa bioaktif yang dapat berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, antitumor, antidiabetes, dan antifungi. Dalam penelitian ini menggunakan tikus jenis Spraque dawley umur ± 3 bulan yang diberi ekstrak daun karamunting. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui khasiat daun karamunting dalam menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus. Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan dua faktor digunakan dalam penelitian ini. Faktor pertama adalah jumlah pemberian dalam sehari (1 dan 2 kali) terhadap hewan coba dan faktor kedua adalah tiga dosis pemakaian ekstrak daun karamunting. Parameter yang diamati adalah kadar gula darah hewan coba. Pengukuran dilakukan sebelum diberi aloksan, setelah diberi aloksan, minggu pertama dan minggu kedua setelah pemberian aloksan. Rata-rata kadar gula darah hewan coba dianalisa menggunakan uji non parametrik Kruskal Wallis untuk mengetahui perbedaan yang terjadi. Hasil penelitian menunjukan tidak ada perbedaan antara perlakuan ekstrak daun karamunting dan glibenclamid dalam menurunkan kadar gula darah pada mencit. Selisih penurunan kadar gula darah perlakuan pemberian ekstrak daun karamunting yang diberikan 2 kali sehari untuk semua dosis hasilnya lebih tinggi jika dibandingkan dengan perlakuan pegobatan dengan glibenclamid. Perlunya dilakukan penelitian lanjutan mengenai metode pengemasan ekstrak daun karamunting sebagai obat diabetes.
PERILAKU PERSONAL HYGIENE DENGAN KECEMASAN TERHADAP KEPUTIHAN PADA REMAJA Prastyo, Yogho; Dwiningtias, Dini; Khotimah, Aulia Husnul
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4390

Abstract

Remaja merupakan periode transisi antara masa kanak-kanak dan masa dewasa, yang mengalami serangkaian perkembangan biologis yang meliputi perubahan anatomi dan fungsional, serta psikologis, kognitif, sosial, dan emosional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan perilaku personal hygiene dengan kecemasan terhadap keputihan pada mahasiswi Univeristas Borneo Tarakan. Data hasil penelitian ditabulasi dan dianalisa dengan menggunakan program SPSS. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan desain penelitian Studi Korelasi dan deskriptif sederhana dengan metode cross sectional yang penelitiannya dilakukan tanpa melakukan intervensi terhadap subjek penelitian. Alat ukur kecemasan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS). Penelitian ini dilakukan di Lingkungan Universitas Borneo Tarakan. Waktu penelitian dilaksanakan pada bulan September – November 2022. Hasil yang diperoleh bahwa perilaku personal hygiene dan kecemasan memiliki nilai siginifikan yang sama maka kedua kategori ini masing-masing mempengaruhi keputihan pada mahasiswi Universitas Borneo Tarakan. Variabel kecemasan memiliki OR 2,393, yang artinya kecemasan berpengaruh terhadap keputihan sebanyak 2,393 kali lipat dan perilaku personal hygiene memiliki OR 0,162 yang artinya perilaku personal hygiene berpengaruh sebanyak 0,162 kali lipat terhadap keputihan. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental dan personal hygiene pada remaja perempuan, terutama dalam mengatasi kecemasan terhadap kondisi seperti keputihan. Diperlukan upaya untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran akan pentingnya personal hygiene dalam mengurangi risiko kecemasan terhadap masalah kesehatan reproduksi pada remaja perempuan