cover
Contact Name
Yogho Prastyo
Contact Email
yoghoprastyo@gmail.com
Phone
+6281250166685
Journal Mail Official
borticalth@gmail.com
Editorial Address
JL. AMAL LAMA, NOMOR 1, KELURAHAN PANTAI AMAL, KOTA TARAKAN 77123
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Journal of Borneo Holistic Health
ISSN : 26219530     EISSN : 26219514     DOI : https://doi.org/10.35334/borticalth
Borneo Holistic Health (borticalth) adalah jurnal cetak dan online dengan sistem open access journal. Borticalth merupakan sarana pengembangan dan publikasi karya ilmiah bagi para peneliti, dosen dan praktisi keperawatan, kebidanan maupun displin ilmu kesehatan lainnya. Borticalth menerbitkan artikel-artikel dalam lingkup keperawatan, kebidanan maupun kesehatan secara luas namun terbatas. Artikel harus merupakan hasil penelitian, studi kasus, hasil studi literatur, konsep keilmuan, pengetahuan dan teknologi yang inovatif dan terbaharu dalam lingkup ilmu keperawatan dan bidang lain yang terkait dalam baik dalam lingkup skala nasional dan internasional. Keperawatan Manajemen Keperawatan Bedah Keperawatan Kritis Keperawatan gawat darurat Keperawatan jiwa Keperawatan komunitas Keperawatan geriatri Keperawatan keluarga Keperawatan anak Pendidikan keperawatan Keperawatan maternitas Kesehatan wanita Kebidanan Psikologi Promosi kesehatan
Articles 160 Documents
Optimalisasi Kesehatan Remaja Putri: Peningkatan Hemoglobin melalui Tablet Tambah Darah (Fe) Rachmawati, Dewi; Mentari, Ajeng Ayu; Ulum, Miftachul
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4978

Abstract

Perbaikan gizi berupa pemberian tablet tambah darah di sekolah pada remaja putri dianggap efisien dalam mencegah masalah gizi, terutama anemia pada remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kadar hemoglobin dan kebiasaan remaja putri di SMA Negeri 1 Kesamben dalam mengkonsumsi tablet tambah darah (Fe). Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Populasi remaja putri SMA Negeri 1 kesamben kelas XI sejumlah 242 responden dan diambil sampel sebanyak 25 responden dengan menggunkan teknik sampling simple random sampling. Dengan cara peneliti memasuki setiap kelasnya dan membuat potongan kertas sejumlah siswi dan menulis di potongan kertas sesuai dengan absen. Lalu dikocok dan diambil 3 responden setiap kelasnya. Instrumen penelitian berupa Hb meter digital easy touch dan kuesioner google form. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar hemoglobin remaja putri di SMA Negeri 1 Kesamben dalam kategori normal (96%), karena rutin mengkonsumsi tablet tambah darah dari sekolah setiap minggunya dan mengkonsumsi sayuran untuk meningkatkan kadar hemoglobin. Pemberian tablet tambah darah sejak remaja ini diharapkan selain mencegah anemia juga untuk mengenalkan pada remaja agar terbiasa meminum tablet penambah darah.Kata kunci: kadar hemoglobin, tablet tambah darah (Fe), kebiasaan konsumsi tablet tambah darah
KAJIAN KARAKTERISTIK KESEHATAN DESA AGUNG MENDUKUNG TERBENTUK DESA SIAGA Ose, Maria Imaculata
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4831

Abstract

Desa Siaga adalah suatu kondisi masyarakat desa yang memiliki kesiapan sumber daya dan kemampuan serta kemauan untuk mencegah dan mengatasi masalah kesehatan, bencana dan kegawatdaruratan kesehatan secara mandiri (Sulaeman et al., 2012). Desa Panca Agung merupakan desa yang berada di bulungan. Jarak akses puskesmas cukup jauh dengan rumah sakit. Berdasarkan hasil dari studi kasus wawancara yang dilakukan kepada salah satu perawat puskesmas menyebutkan bahwa angka kesakitan dan kondisi kegawatan yang cukup banyak pada daerah ini yaitu muntaber, demam berdarah dan ada angka stunting yang ditemukan pada penduduk desa ini.  Berdasarkan hasil wawancara dengan kepala desa panca agung bahwa kedepannya pemerintah desa merancang akan terbentuknya desa siaga, dengan harapan desa tersebut mandiri dalam menangani masalah kesehatan dengan kriteria kemandirian dari warga dalam menangani kondisi kesehatan baik secara mandiri maupun secara kelompok dan perangkat desa lainnya. Tujuan di lakukan penelitian ini adalah melakukan kajian dan analisis Karakteristik Kesehatan Desa Panca Agung mendukung terbentuk Desa Siaga di desa Panca Agung, Metode penelitian yang digunakan adalah Action Research, dengan desain pendekatan kualitatif. Data-data yang terkumpul kemudian akan digolongkan berdasarkan 2 kelompok besar, yaitu kelompok (1) Analisis Komunitas, (2) Kelompok Analisis Intervensi. Hasil: Desa Panca Agung memenuhi indikator forum masyarakat desa, memiliki sistem gawat darurat berbasis masyarakat, Yankes dasar, UKBM, Surveilans, sistem kesiapsiagaan, lingkungan sehat. Pengukuran Indikator keberhasilan pengembangan desa siaga masih belum memenuhi karena terbatasnya data. Kesimpulan: Kontribusi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dunia usaha dan unsur-unsur masyarakat lainnya di berbagai tingkat administrasi, juga memiliki andil yang bermakna
HUBUNGAN PARITAS DENGAN KEJADIAN ASFIKSIA NEONATORUM DI RSUD BATARA GURU BELOPA Tandiallo, Devianti
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.3667

Abstract

Asfiksia merupakan suatu kejadian kegawatdarutaran yang berupa kegagalan bernafas secara spontan segera setelah lahir dan sangat beresiko untuk terjadinya kematian dimana keadaan janin tidak spontan bernafas dan teratur sehingga dapat menurunkan oksigen dan makin meningkatkan karbondioksida yang menimbulkan akibat buruk dalan kehidupan berlanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara paritas dengan kejadian asfiksia neonatorum di RSUD Bata Guru Belopa. Penelitian ini menggunakan jenis deskriptif korelasional dengan metode pendekatan waktu Cross Sectional. Pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin berjumlah 62 responden. Alat pengumpulan data menggunakan rekam medik. Analisis data Bivariat menggunakan uji Chi Square, jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 62 responden diantaranya yang mengalami asfiksia neonatorum sebanyak 52 responden dan yang tidak mengalami asfiksia neonatorum sebanyak 10 responden. Alat pengumpulan data menggunakan rekam medik, analisis data bivariat menggunakan uji Chi Square. Didapatkan hasil analisis dengan nilai p =  0,000 dengan demikian nilai p-value 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara paritas dengan asfiksia neonatorum
Kecerdasan Spiritual Meningkatkan Self-Awareness Pasien Diabetes Melitus Munir, Nur Wahyuni; Najihah, Najihah
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4864

Abstract

Diabetes Melitus (DM) yang tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan berbagai komplikasi, termasuk peningkatan kadar glukosa darah sehingga dibutuhkan manajemen diri yang baik melalui peningkatan self-awareness.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan spiritual dengan self-awareness pasien DM di Rumah Sakit Labuang Baji dan Rumah Sakit  Tk. II Pelamonia Makassar. Penelitian ini menggunakan metode analitik korelasi dengan desain cross sectional study. Sampel diambil menggunakan consecutive sampling pada 100 pasien DM. Instrumen penelitian menggunakan lembar kuesioner yang telah valid dan reliabel. Analisa data yang digunakan adalah uji Chi-square dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukkan kecerdasan spiritual kategori baik, self-awareness baik, dan terdapat hubungan antara kecerdasan spiritual dengan self-awareness pasien DM. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin baik kecerdasan spiritual maka semakin baik pula self-awareness pasien DM.
Penggunaan Teh Daun Salam sebagai Terapi Komplementer pada Pasien Tekanan Darah Tinggi Abiddin, Andi Hayyun; Mujito, Mujito
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4753

Abstract

Teh daun salam dapat menurunkan tekanan darah klien hipertensi karena teh daun salam mengandung flavonoid dan tannin sehingga dapat digunakan sebagai alternatif dalam pertolongan darurat sebelum mendapat penanganan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh teh daun salam terhadap tekanan darah klien hipertensi. Desain penelitian yang digunakan Quasi Experimental Non Equivalent Control Group Design dengan populasi klien hipertensi tanpa komplikasi di Desa Pasiraman sebanyak 60 orang. Teknik sampling yang digunakan Purposive Sampling, besar sampel 30 orang yang memenuhi kriteria inklusi.  Data dianalisis menggunakan uji Paired Samples T-Test dengan tingkat kesalahan a  0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata tekanan darah pretest pada kelompok eksperimen sebesar 150,6/93,53 mmHg sedang kelompok kontrol sebesar 148,46/92,86 mmHg dan posttest pada kelompok eksperimen sebesar 146,4/90,93 mmHg sedang kelompok kontrol sebesar 147,46/92 mmHg. Hasil penelitian menunjukan pemberian teh daun salam berpengaruh terhadap tekanan darah klien hipertensi. Diharapkan klien hipertensi memilih minuman herbal yang tepat dan efektif dalam menurunkan tekanan darah tinggi yaitu dengan mengkonsumsi teh daun salam sebelum mendapatkan obat dari fasilitas kesehatan.
MANFAAT DANCE LABOR TERHADAP KEMAJUAN PERSALINAN Munafiah, Durrotun
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4319

Abstract

Abstrak  Sensitivitas AKI terhadap perbaikan pelayanan kesehatan menjadikannya indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan. Pemantauan persalinan meliputi kemajuan persalinan, keadaan janin, dan juga ibu dalam manajemen persalinan merupakan salah satu aspek penting. Kontraksi yang terlalu lama atau sangat kuat dan frekuensinya sering akan menimbulkan masalah dalam persalinan. Upaya non farmakologis juga dapat dilakukan untuk menurunkan nyeri, bersifat murah, simpel, efektif, tanpa merugikan dan dapat meningkatkan kepuasan selama persalinan karena ibu dapat mengontrol perasaan dan kekuatannya. Dance labor Salah satu terapi non farmakologi yang dilakukan. Penelitian ini untuk melihat pengaruhn dance labour terhadap frekuensi kontraksi uterus. Jenis penelitian kuantitatif, desain yang digunakan adalah Eksperimen semu dengan penilaian frekuensi kontraksi uterus metode pretest posttest design. Hasil analisis Wilcoxon  dengan α = 0,05, diperoleh nilai ρ value 0,000 dimana 0,0050,05. signifikan ada pengaruh dance labor terhadap frekuensi kontraksi uterus pada ibu bersalin. Kata kunci : Dance Labour,  frekuensi kontraksi uterus, Persalinan Abstract  The sensitivity of AKI to improving health services makes it an indicator of the success of health sector development. Monitoring of labor including the progress of labor, the state of the fetus, and also the mother in labor management is an important aspect. Contractions that are too long or very strong and frequent will cause problems in labor. Non-pharmacological efforts can also be made to reduce pain, they are cheap, simple, effective, without harm and can increase satisfaction during labor because the mother can control her feelings and strength. Dance labor One of the non-pharmacological therapies performed. This research is to see the effect of dance labor on the frequency of uterine contractions. This type of quantitative research, the design used is a quasi-experiment by assessing the frequency of uterine contractions using a pretest posttest design method. The results of the Wilcoxon analysis with α = 0.05, obtained a ρ value of 0.000 where 0.005 0.05. There is a significant influence of dance labor on the frequency of uterine contractions in mothers giving birth.  Keywords: Dance Labor, frequency of uterine contractions, Childbirth
Meningkatkan Kesehatan Ibu Postpartum: Evaluasi Perawatan Payudara Rachmawati, Dewi; Maharani, Aulia Sigma; Suprajitno, Suprajitno
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 1 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i1.4979

Abstract

Perawatan payudara merupakan prosedur untuk meningkatkan sirkulasi darah untuk melancarkan proses produksi ASI. Apabila perawatan payudara tidak dilakukan pada masa nifas dapat menimbulkan berbagai masalah bagi ibu, seperti saluran susu tersumbat, puting pecah – pecah serta puting tenggelam. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif, dengan menggunakan teknik consecutive sampling dengan populasi ibu yang baru melahirkan hari pertama dan kedua dengan jumlah sampel 53 responden. Hasil penelitian didapatkan dengan responden yang terdiri dari ibu primipara dan multipara dalam proporsi yang hampir seimbang. Hasil menunjukkan bahwa ibu primipara memiliki beragam tingkat kemampuan dalam perawatan payudara, dengan sebagian besar berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Sementara itu, ibu multipara juga menunjukkan variasi kemampuan yang serupa, dengan sejumlah responden berada dalam kategori baik, cukup, dan kurang. Perbedaan kemampuan melakukan perawatan payudara pada ibu primipara dan multipara kemungkinan karena perbedaan tingkat pendidikan dan pengalaman. Diharapkan ibu yang baru saja melahirkan dapat memotivasi dirinya untuk melakukan perawatan payudara secara mandiri sehingga dapat membuat ASI keluar dengan lancar agar dapat melakukan pemberian ASI secara ekslusif sehingga dapat mencegah bayi dari stunting serta meningkatkan sistem kekebalan tubuh bayi sehingga tidak rentang terkena penyakit.
TRANSISI MENJADI PERAWAT KLINIK Hasriana, Hasriana; Handayani, Fitriya
Journal of Borneo Holistic Health Vol 6, No 2 (2023): Journal Of Borneo Holistic Health
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v6i2.4865

Abstract

Perawat yang baru memasuki dunia kerja, baik di rumah sakit maupun di pelayanan kesehatan lainnya, akan menghadapi berbagai hal baru terutama pada tahun pertama transisi. Transisi dari pendidikan ke praktik profesional memiliki dampak emosional yang signifikan pada perawat baru dan mendorong respon emosional serta respon fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman transisi menjadi perawat baru. partisipan dalam penelitian ini berjumlah 9 partisipan. Penelitian ini menggunakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi fenomenologi. Pengalaman transisi perawat digambarkan dalam tema : 1)  Reaksi perubahan awal, 2) Berusaha bertanggung jawab, 3) Beradaptasi dengan baik, dan 4) Mengembangkan diri. Transisi menjadi perawat klinik memberikan dampak emosional bagi perawat baru. institusi praktik maupun pendidikan perlu untuk berkolaborasi dalam berbagai program yang efektif menciptakan pengalaman transisi yang positif bagi perawat baru
Efektivitas Terapi Non-Farmakologis Terhadap Penurunan Mual Dan Muntah Pasca Operasi (PONV) Suyanto, Sutriyono; Waluyo, Sunaryo Joko
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5759

Abstract

 Postoperative nausea and vomiting (PONV) atau mual dan muntah pasca operasi adalah komplikasi umum yang mempengaruhi pasien setelah menjalani operasi. Terapi non-farmakologis telah diusulkan sebagai alternatif yang aman dan efektif untuk mengurangi PONV tanpa efek samping yang signifikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas berbagai terapi non-farmakologis dalam mengurangi PONV melalui tinjauan sistematis terhadap literatur yang relevan. Penelitian ini menggunakan tinjauan sistematis terhadap sepuluh studi yang memenuhi kriteria inklusi. Studi-studi tersebut dianalisis untuk menilai efektivitas teknik relaksasi napas dalam, aromaterapi, pijat refleksi, dan akupresur dalam mengurangi PONV. Metode penelitian bervariasi dari kuasi-eksperimental hingga kontrol acak, dengan ukuran sampel berkisar antara 16 hingga 96 pasien. Hasil analisis menunjukkan bahwa berbagai terapi non-farmakologis secara signifikan efektif dalam menurunkan gejala PONV. Teknik relaksasi napas dalam, aromaterapi (peppermint dan jahe), pijat refleksi pada titik P6, dan akupresur Sea-Band® semuanya menunjukkan penurunan signifikan dalam frekuensi dan intensitas mual serta muntah pada pasien pasca operasi. Teknik relaksasi napas dalam dan aromaterapi menunjukkan penurunan yang lebih signifikan dengan nilai p0,05, sedangkan pijat refleksi dan akupresur juga menunjukkan hasil yang positif dengan nilai p0,01. Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan terapi non-farmakologis dapat menjadi alternatif yang efektif dan aman dalam manajemen PONV. Meskipun hasil ini mendukung hipotesis awal penelitian, terdapat beberapa keterbatasan yang perlu diperhatikan, termasuk desain kuasi-eksperimental, ukuran sampel yang kecil, dan variabilitas metodologis. Penelitian lebih lanjut dengan desain yang lebih kuat, ukuran sampel yang lebih besar, dan evaluasi jangka panjang diperlukan untuk memperkuat temuan ini dan memastikan keberlanjutan efek terapi non-farmakologis dalam mengelola PONV.
Edukasi KB Pasca Persalinan Terhadap Tingkat Pengetahuan Dan Kesiapan Penggunaan KB Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Deby, Deby; Handayani, Fitriya; Sulidah, Sulidah; Wahyudi, Donny Tri; Hasriana, Hasriana; Najihah, Najihah; Ose, Maria Imaculata
Journal of Borneo Holistic Health Vol 7, No 2 (2024): JOURNAL OF BORNEO HOLISTIC HEALTH
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/borticalth.v7i2.5055

Abstract

Kesadaran gizi ibu dan hubungannya dengan bayi yang lahir dengan berat badan lahir rendah yang mengindikasikan malnutrisi disana berhubungan dengan asupan gizi yang diterima anak dari mereka, dan hal ini berdampak pada prevalensi stunting. Pasangan dapat mencegah stunting dengan mengikuti program keluarga berencana (di bawah dua tahun). KB Pasca Persalinan (KBPP) merupakan salah satu KB yang sangat penting karena kembalinya kesuburan pada seorang ibu setelah melahirkan tidak dapat diprediksi dan dapat terjadi sebelum datangnya siklus haid. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan metode quasi experimental dengan pendekatan one group pretest posttest design. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil yang berkunjung di Posyandu Sumber Kasih pada saat edukasi dengan jumlah sampel sebanyak 20 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling. Uji  analisa data yang digunakan adalah uji Non parametric Wilcoxon Signed Ranks Test. Hasil penelitian ini  yaitu terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan ibu hamil tentang kontrasepsi pasca persalinan dengan nilai p value 0.000 (α0.05), dan terdapat pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting dengan nilai p value 0.001 (α0.05). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa adanya pengaruh edukasi KB pasca persalinan terhadap tingkat pengetahuan dan kesiapan penggunaan KB sebagai upaya pencegahan stunting, maka disarankan kepada pihak puskesmas untuk melakukan edukasi secara teratur oleh bidan dan perawat terlatih mengenai kontrasepsi pasca persalinan.