cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
EKSISTENSI TARI SANGKAN SIHEH DI KECAMATAN LAHAT KABUPATEN LAHAT Pratiwi, Octine Octona; Yelly, Nofroza; Sepdwiko, Deria
GETER Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p58-71

Abstract

Tari Sangkan Siheh merupakan tari tradisional Kabupaten Lahat ditarikan dalam acara penyambutan tamu agung, peresmian gedung dan penyambutan pengantin. Tari Sangkan Siheh di tarikan tiga sampai tujuh orang penari. Selain penari, ada dua orang laki-laki berdiri dibelakang penari bertugas memegang tombak. Keberadaan Tari Sangkan Siheh diakui dan diketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Masalah penelitian ini adalah bagaimana eksistensi Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat eksis, keberadannya di ketahui oleh masyarakat Kabupaten Lahat. Dengan adanya pembuktian pementasan Tari Sangkan Siheh sampai sekarang. Bertahannya Tari Sangkan Siheh sampai sekarang dipengaruhi oleh pelaku seni, sanggar, PEMDA dan Dinas Kebudayaan. PEMDA dan Dinas Kebudayaan berupaya mempertahankan eksistensi Tari Sangkan Siheh dengan menampilkan Tari Sangkan Siheh dalam acara penting dan upacara penyambutan tamu. Hal inilah yang membuat Tari Sangkan Siheh di Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat sampai sekarang masih tetap eksis.
JEMEK SUPARDI: BERPOLITIK MELALUI KARYA PANTOMIM sabri, indar; Jazuli, Muhammad; Sumaryanto, Totok; Abdillah, Autar
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n1.p46-54

Abstract

Keterlibatan seniman di dunia politik sebagai legislatif sejak era reformasi di Republik Indonesia kian marak. Keberadaan seniman dianggap representatif sebagai salah satu perwakilan dari masyarakat oleh partai politik, keterlibatan seniman dalam dunia politik peraktis terkadang menimbulkan berbagai pertanyaan tentang kesenimannya itu sendiri. “Seni yang terlibat”dapat diartikan sebagai seni yang memiliki garis lurus yang tegas antara karya dan laku atau menciptakan  karya yang bertema politik, sedangkan kehidupan peraktis sehari-hari seniman justru apolitis. Jemek Supardi merupakan salah satu seniman yang banyak menciptakan karya-karya bertemakan politik namun tidak terjun dalam dunia politik praktis. Teknik pengumpulan data dengan studi pustaka, dokumen dan wawancara yang dipaparkan secara diskriptif. hasil yang didapat adalah sejak Indonesia memasuki era reformasi 1997 hingga saat ini, Jemek Supardi banyak menciptakan karya-karya yang bertemakan politik.Kata kunci : Jemek Supardi, Pantomim, Politik
WAYANG KULIT WONG LAKON MENJUNJUNG LANGIT MENCIUM BUMI: TEKS PERTUNJUKAN DALAM SEMIOTIKA TEATER Arisyanto, Prasena
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p62-73

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis makna pertunjukan Wayang Kulit Wong dalam lakon Menjunjung Langit Mencium Bumi. Sebagai analisis adalah konsep semiotika teater Tadeus Kowzan yang di fokuskan pada analisis teks pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan semiotika teater. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Hasil penelitian menjelaskan bahwa Wayang Kulit Wong lakon menjunjung langit mencium bumi yang ditampilkan dalam acara peringatan sumpah pemuda mempunyai makna pada pertunjukannya yang dianalisis dari 13 sistem tanda Tadeus Kowzan, yaitu tanda kata, nada, mimik, gerak isyarat, gerakan-gerakan, tata rias, gaya rambut, kostum, properti, seting, tata cahaya, musik, dan pengaruh bunyi. Inti makna pertunjukan Wayang Kulit Wong pada lakon menjunjung langit mencium bumi sesuai dengan makna sumpah pemuda yaitu agar para pemuda harus menghargai berbagai perbedaan yang dimiliki bangsa Indonesia sebagai kekayaan bangsa dan memanfaatkan berbagai perbedaan tersebut untuk menjaga persatuan dan kesatuan negara Indonesia.
PEWARISAN TARI TANGGAI MELALUI PENDIDIKAN: STUDI KASUS SANGGAR PUTRI BATANG HARI SEMBILAN Agustina, Halimah; Hera, Treny; Ilhaq, Mukhsin
GETER Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p23-33

Abstract

Tari Tanggai merupakan tari tradisi khas kota Palembang yang ditarikan pada acara-acara pernikahan, tetapi dengan seiring berjalannya waktu tari Tanggai lambat laun mengalami suatu kemunduran dalam keberadaannya di masnyarakat setempat, sehingga perlu adanya upaya pewarisan, pelestarian di masyarakat setempat. Dalam konsep pewarisan Cavalli-Sforza and Feldman membagikan 3 konsep pewarisan yaitu pewarisan tegak, pewarisan datar dan pewarisan miring, dalam penelitian ini peneliti mengambil salah satu konsep dari pewarisan ini yaitu pewarisan miring melalui pendidikan nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan. Berdasarkan hal tersebut  masalah dalam penelitian adalah bagaimana proses pewarisan tari Tanggai melalui pendidikan di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan, sehingga dari proses pembelajaran dan nilai–nilai yang diberikan pelatih kepada siswa, adalah suatu upaya untuk mempertahankan dan meneruskan tari Tanggai sebagai suatu kekayaan budaya tradisi melalui pendidikan secara nonformal di Sanggar Puteri Batang Hari Sembilan sebagai bentuk wadah upaya dalam meneruskan kesenian tari tradisi terkhusus tari Tanggai di kota Palembang.
FENOMENOLOGI PENUBUHAN MEMBANGUN TOKOH DALAM TEATRIKAL Zaidah, Nuning
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n1.p1-7

Abstract

Teater modern maupun tradisional adalah dunia imajinasi, maka kebenaran ditampilkan adalah kebenaran yang tercipta atas imajinasi yang terbangun. Pengalaman ketubuhan dalam membangun karakter tokoh dapat di selidiki melalui bagaimana manusia mengalami pengalaman terhadap ruang, waktu, benda, getaran suara, aroma, gerak, suhu, dan sensasi dalam tubuhnya. Tubuh adalah media tak tergantikan untuk mengalami dan berinteraksi dengan dunia material, dunia sosial maupun dunia mental spiritual. Pendekatan fenomenologi pada tubuh mencermati peristiwa memungkinkan munculnya pengertian bahwa sensasi terhadap gerak dan teknik ketubuhan diluar keseharian akan hadir baik pada tokoh pemeran maupun penonton. Keterpaduan pertunjukan teater beserta komponen inilah yang menjadikan alat pengalaman penubuhan. Kata kunci : fenomenologi, penubuhan, teater
Transformasi Karakteristik Tokoh Gunungsari Pada Wayag Topeng Di Malang Jawa Timur Hidajat, Robby
GETER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v1n1.p32-38

Abstract

Penelitian ini mengarahkan secara khusus tentang transformasi karakter tokoh pada seni pertunjukan tradisional, mengingat kajian tentang transformasi karakter masih dibutuhkan pendalaman secara intensif, utamanya untuk kegiatan kreatif dan pengetahuan tentang identitas tokoh dalam sebuah lakon pertunjukan. Karakteristik tokoh pada seni pertunjukan wayang topeng di Malang Jawa Timur hingga saat ini masih belum dikaji secara mendalam. Beberapa tulisann hanya sebatas pada diskripsi informatif, utamanya yang dilakukan oleh para mahasiswa untuk penelitian skripsi. Penelitian menggunakan ancangan kualitatif dengan pendekatan transformasi. Data yang dikumpulan sepenuhnya berbasis pada keterangan berupa kata-kata hasil wawancara, sikap dan tindakan pelaku yang diamati dan dinterpertasikan maknanya,, dan kajian dokumen berupa foto dan literatur, baik yang berbentuk cetak atau catatan pribadi dari pelaku kesenian. Nara sumber kunci penelitian ini adalah Moch Soleh Adi Pramono (64 th) seorang dalang wayang topeng dari Tumpang, Kariyono (78 th.) penari anggota wayang topeng Karya Bakti dari Jabung (sekarang mendukung perkumpulan Dharmo Langgeng), dan Sumantri (63 th.) pengendang wayang topeng dan kompeser karawitan Malang. Analisis data menggunakan interpertasi dan hermeneutik. Hasil penelitian ini menunjukan (1) identitas tokoh Gunungsari, (2) kedudukan dan peran dalam lakon Panji, (3) karakteristik tokoh Gunungsari. Kesimpulan menunjukan tanda-tanda karakteristik Gunungsari merupakan transformasi dari Dewa Wisnu, yaitu sebagai pelindung, penjaga, dan memberikan berkah. Apabila diperhatikan melalui pertunjukan wayang purwa, Bethara Kresna (titisan Wisnu) selalu muncul menjadi pada bagian akhir pertunjukan, berfungsi sebagai tokoh pelerai. Tokoh yang mengatasi berbagai persoalan. Masing-masing tokoh yang bertikai dapat dikembalikan pada kedudukan semula, dan semuanya didoakan dengan dongo slamet tolak balakKata kunci: Transformasi, Karakteristik Tokoh, Wayang Topeng.
PROFESIONALISME GURU SENI BUDAYA DI SEKOLAH Alam, Samsul; Nur Zuama, Shofiyanti
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p12-21

Abstract

Profesi guru merupakan suatu bidang pekerjaan yang wajib dikerjakan dengan kualifikasi keahlian yang sesuai dengan pekerjaan guru. Sebagai sebuah profesi, guru harus mahir, cakap serta memenuhi standard mutu minimal yang didapatkan melalui pendidikan profesi guru. Oleh karena itu guru harus professional. Tujuan penulisan ini adalah untuk mendeskripsikan kompetensi professional guru seni. Metode yang digunakan adalah kajian kepustakaan yaitu penulis menggunakan berbagai sumber rujukan baik yag berasal dari hasil penelitian maupun hasil pemikiran penulis lainnya yang dirumuskan kembali oleh penulis. Sehingga melahirkan konsep baru dalam penulisan artikel ini. Guru seni yang profesional bukan hanya ahli dalam menguasai ilmu seni namun harus memiliki keahlian dalam mengajarkan ilmunya kepada para peserta didik. Keahlian guru seni dalam dalam menguasai bidang ilmu seni harus diiringi dengan kemampuan memahami keadaan peserta didik, analisis dan pengembangan kurikulum, merencanakan pembelajaran seni, melakukan penilaian dan evaluasi.
MUSIC THERAPY OF PANDEMIC Putri, Ratna Mestikasari
GETER Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p64-83

Abstract

Banyak ahli pendidikan dan psikologi yang mengkaji tentang peran dan fungsi musik dalam hubungannya dengan kehidupan manusia. Salah satu fungsi musik adalah sebagai media terapi. Penelitian ini mengkaji tentang peran musik sebagai terapi yang dilakukan oleh peneliti. Tujuan penelitian ini untuk mendiskripsikan segala aktivitas terapi yang dilakukan peneliti dalam memanfaatkan musik sebagai media.Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis digunakan dengan mengembangkan deskripsi kasus dengan mengunakan teknik reduksi data, kategorisasi dan penafsiran data.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pelayanan musik terapi bagi penderita covid 19 di Surabaya dilakukan dengan dua cara yakni melalui terapi pelayanan khusus. Tujuan terapi musik bagi penderita Covid 19 adalah  untuk  meningkatkan imunitas  dan  menghilangkan  stres, mengembalikan individu  yang  tertutup  ke  realitas,  melatih  persepsi, menimbulkan harga diri, membentuk hubungan interpersonal, meningkatkan pengenalan dan pengetahuan musik, dan menghilangkan kelelahan serta menciptakan suasana santai. Aktifitas musik yang dilakukan dalam proses terapi musik mencakup kegiatan mendengarkan musik, merespon musik dengan gerak berirama, bernyanyi, membaca notasi musik, dan bermain alat musik.Saran dalam penelitian ini adalah : (1) Diharapkan mengembangkan lebih lanjut  proses  terapi  musik,  khususnya dalam  pengembangan  pemanfaatan media, (2) bagi lembaga-lembaga terkait, disarankan agar menyelenggarakan program pengembangan  peningkatan  sarana dan  prasarana terapi musik yang sesuai dengan kebutuhan penderita Covid 19.
DESAIN PEMBELAJARAN LABORATORIUM SENI TEATER ERA NEW NORMAL Alfirdaus, Moh. Mujib
GETER Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p1-11

Abstract

Upaya penyesuaian dunia pendidikan dalam situasi pandemi sudah banyak dilakukan oleh semua sivitas akademika, baik tingkat pendidikan dasar sampai dengan pendidikan tinggi. Tentu semua itu melalui Arahan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Pendidikan seni utamanaya pada proses pembelajaran sangat merasakan dampak ini, terlebih lagi seni pertunjukan yang sifatnya sangat komunal. Untuk itu harus ada perancangan atau desain pembelajaran terhadap pembelajaran seni agar tetap bisa dilaksanakan. Pembelajaran seni pertunjukan teater misalnya, yang memiliki kompetensi pengetahuan dan praktik maka pilihan yang paling utama untuk dilakukan dengan situasi pandemi ini adalah dengan belajar berani. Belajar jauh memiliki kelemahan dan kekuatan tersendiri. Pembelajaran yang bersifat teori/pengetahuan sangat bisa dilakukan dengan jarak jauh, tetapi untuk tentu saja sangat berbeda apalagi seni pertunjukan. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal. Proses pembelajaran seni pertunjukan teater yang dilakukan secara langsung peserta didik dengan mudah mengikuti ketercapaian pembelajaran. Pembelajran berani untuk praktikum tentu saja dibutuhkan rancangan yang sesuai untuk mendapatkan ketercapaian pembelajaran. Banyak perangkat pembelajaran yang harus disiapkan. Hal yang paling prinsip adalah laboratorium pertunjukan. Maka desain dan teknologi pembelajaran merupakan instrumen yang mendasar untuk dipakai dalam pembelajaran seni pertunjukan teater di Era New Normal.
PROSES KREATIF PENCIPTAAN KARYA TARI JANGER ABHINAYA DI TENGAH ERA PANDEMI Astini, Ni Kadek Rai Dewi
GETER Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p84-99

Abstract

Tari  Janger Abhinaya merupakan sebuah hasil kreativitas pengolahan prinsip-prinsip dasar tari Janger tradisi, penggunaan lagu-lagu yang saling bersahutan yang dilakukan dalam suasana kegembiraan. Penciptaan karya tari ini dikemas ke dalam balutan tari kreasi baru yang kehadirannya tidak lain bertujuan untuk memberikan motivasi, membangun jiwa untuk terus bersemangat, dinamis, suka cita, memupuk rasa kebersamaan dan rasa kegotong-royongan. Penciptaan karya tari ini adalah hasil dari proses eksperimen yang dilakukan di tengah menyebarnya virus corona yang menimpa Bangsa Indonesia. Walaupun di tengah masa pandemi, kreativitas tidak boleh surut, karya ini mengajak kita untuk bangkit, pupuk rasa semangat dan tetap optimis. Kehadiran karya tari ini juga  mencari satu bentuk  koreografi kelompok dalam balutan tari kreasi baru, ditarikan oleh tiga penari putri dengan menggunakan pola-pola gerak dengan kualitas kuat, tegas, karakter lincah, enerjik, semangat, dinamis dan pola tempo yang cenderung cepat. Kehadiran pola-pola gerak tersebut ditarikan secara bersama-sama dalam suasana hati yang riang gembira penuh suka cita dan optimis. Struktur pola garap penciptaan karya ini mengacu pada pola penggarapan tari kreasi kakebyaran yang terdiri dari pangawit, pengawak, pengecet, dan pakaed. Kehadiran tulisan ini juga bertujuan untuk menjelaskan  metode dan tahapan kreatif penciptaan karya tari Janger Abhinaya di tengah masa pandemi.  Metode penciptaan yang digunakan sebagai tuntunan mengawali sebuah proses kreatif dalam proses penciptaan karya ini adalah menggunakan metode penciptaan: eksplorasi, improvisasi dan pembentukan. Dalam proses pengaplikasian metode penciptaan ke dalam proses penciptaan, hasil yang didapat berupa sajian bentuk tari kreasi baru yang disajikan dalam durasi yang relatif pendek, dengan penggunaan tempo cenderung cepat, kualitas gerak stakato, tegas dan kuat.

Page 7 of 19 | Total Record : 189