cover
Contact Name
Indar Sabri
Contact Email
indarsabri@unesa.ac.id
Phone
+6281357970529
Journal Mail Official
getersendratasik@unesa.ac.id
Editorial Address
Prodi Pendidikan Sendratasik, Jurusan Sendratasik, FBS, Universitas Negeri Surabaya
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
GETER : Jurnal Seni Drama, Tari dan Musik
ISSN : -     EISSN : 26552205     DOI : -
Core Subject : Art,
Jurnal Gétér adalah Jurnal Seni Pertunjukan yang mewadahi pikiran kritis dan akademis melalui berbagai pendekatan maupun perspektif.
Articles 189 Documents
PERAN SEMARANG SKA FOUNDATION DALAM MENGEMBANGKAN MUSIK SKA DI KOTA SEMARANG Prasastiningtyas, Christianita Dyah; Rachman, Abdul
GETER Vol 4, No 1 (2021)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v4n1.p91-104

Abstract

Semarang Ska Foundation adalah komunitas musik bergenre ska yang ada di kota Semarang. Sebagai upaya dalam mempertahankan eksistensi musik Ska di Kota Semarang, Semarang Ska Foundation melakukan beberapa aktifitas yang mengakomodasi perkembangan grup band Ska dan juga perkembangan musik itu sendiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran Semarang Ska Foundation dalam mengembangkan musik Ska di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan validitas data menggunakan metode triangulasi. Berdasarkan hasil penelitian, peran yang dilakukan Semarang Ska Foundation adalah dengan mengadakan event rutin berskala lokal, nasional, hingga international, mengadakan diskusi bersama seputar musik ska, coaching clinic atau pelatihan skill antar anggota, membuat official merchandise sebagai media promosi, memfasilitasi band ska kota Semarang dalam membuat konser peluncuran single maupun album, serta membentuk band Semarang Ska Allstar.
PERANAN TRAVESTI PADA PERTUJUKAN LUDRUK Hidayat, Achmad. Fahmi
GETER Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p42-52

Abstract

Grup kesenian Ludruk Karya Budaya adalah salah satu grup terbesar di Jawa Timur. Ludruk Karya Budaya yang sampai saat ini masih mempertahankan travesti didalam pertunjukannya. Travesti adalah suatu bentuk eksistensi dari sekumpulan pemeranan wanita yang dimainkan oleh seorang pria, dan ini sangat berpotensi untuk dikaji dari segi bentuk, simbol, dan perananya terhadap ludruk karya budaya. Tujuan penelitian ini untuk melihat bagaimana peranan travesti pada pertunjukan ludruk.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian kualitatif dengan pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah fenomenologi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan studi dokumen. Teknik pengabsahan data menggunakan triangulasi sumber. analisis melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data.Hasil penelitian menunjukan sebagai berikut. peranan travesti dalam ludruk karya budaya adalah sangat penting karena, ludruk karya budaya tidak ingin merusak esensi pekem bentuk pertunjukan ludruk yang sudah ada sejak dulu, serta pentingnya peranan travesti untuk menarik minta penonton dengan daya tariknya yang mebuatnya menjadi magnet ampuh untuk membuat penonton tertarik dan melihat pertunjukan ludruk. Serta diterimanya seorang peran travesti itu dalam grup ludruk karya budaya dan masyarakat, sehingga membuat para pemeran travesti memiliki minat untuk melestarikan kebudaya tradisional yang pertunjukan ludruk yang ada di Ludruk Karya Budaya.
Maengket Sebagai Sarana Pendidikan Seni Melalui Aktivitas Apresiatif dan Kreatif Pandaleke, Stefanny; Maragani, Meyltsan
GETER Vol 2, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n1.p24-33

Abstract

The efforts to develop student potential, preservation and development of art through appreciative and creative activities are important things to do. Maengket, as a traditional art in North Sulawesi has the potential as a means of art education through appreciative and creative activities. The discussion in this article is about how the process of art appreciation and creation in learning Maengket as a learning material for Cultural Arts, so that students gain an aesthetic experience. Appreciation activity begins with the introduction or description about Maengket. Then the second step is the analysis of the text from Maengket which includes music and dance movements. The next step is evaluation by giving a summary of the material and looking on the student responses to activities in the previous steps. Furthermore, the creation activities in Maengket learning stand on the concepts and ideas that have been obtained in previous appreciation activities. Each student is given the freedom to express every ideas and express it honestly and personally. Thus, Maengket learning as teaching material in Arts and Culture learning can be more optimized. Keywords: Art Education, Appreciation, Creation, Maengket
PERAN ’AKTOR’ DI BALIK PENGGUNG TERHADAP TANDHAK TAYUB DI MALANG JAWA TIMUR Hidajat, Robby -
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p1-16

Abstract

Tandhak atau teledek di Malang Jawa Timur masih tergantung pada peran ’aktor’ di balik panggung,yaitu ’pelandang’, ’Pengendang’ atau ’ketua Paguyuban’. Peran yang dimainkan oleh para ’aktor’ di balik penggung  itu memiliki dampak tersendiri bagi tandhak. Penelitian ini mengkaji peran ”aktor” di balik panggung dalam penyelenggaraan pementasan tayub. Metode penelitian menggunakan pendekatan diskriptif kualitatif. Data yang dikumpulkan terdiri dari teknik wawancara, observasi, dan penumpulan dokumentasi. Data yang telah melalui seleksi, tabulasi, dan dilakukan uji trianggulasi untuk menentukan kebasahanan. Metode analisis dipergunakan diskriptif interpertatif. Hasil penelitian menunjukan (1) peran pelandang yang memiliki peringkat sangat dominan terhadap tandhak, (2) peranan pengendang bersifat melindungi tandhak, dan (3) ketua paguyuban tayub yang bersifat moderat. Karena ketua paguyuban mempertimbangkan kelangsungan para penggembar tayub.
HIPNOTEATER SEBAGAI SALAH SATU SOLUSI VAKSIN MENINGKATKAN IMUN PADA TUBUH Marciano, Roci
GETER Vol 3, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n2.p25-41

Abstract

Setiap ranah keilmuan rasanya penting untuk memberikan kontribusi atas peristiwa yang terjadi, terutama ketika pandemi melanda Negeri. Peneliitan ini menjadi penting karena mencoba memberikan sumbangsih untuk mengantisipasi dalam memberikan ketenangan kepada masyarakat luas, khususnya teater. Kedatangan vaksin covid-19 telah menjadi angin segar bagi sebagian masyarakat Indonesia, namun masih memberikan kontroversi karena adanya sebagian masyarakat yang setuju akan vaksin, dan ada pula yang menolak. Drama baru tentang vaksin ini tentu saja memberikan dampak psikologis terhadap sebagian masyarakat yang lain yakni; masyarakat yang masih diliputi rasa ragu, karena dua narasi antara vaksin covid-19, sama kuatnya yaitu, oknum menerima dan menolak. Oleh sebab itu, penelitian hipnoteater ini muncul, berharap bisa membantu segenap masyarakat dalam menyembuhkan dirinya dari virus yang tidak kasat mata. Tentu saja muncul pertanyaan, bagaimana bisa teater menjadi vaksin bagi manusia? Itulah mengapa penelitian ini menjawab, karena dalam teater, seorang tokoh bernama Augusto Boal dengan metode games teaternya, dinilai telah berhasil memberikan dampak kesehatan mental pada manusia, tentu saja metode games tersebut menjadi vaksin alternatif untuk menyehatkan krisis mental yang diakibatkan virus corona. Seiring perkembangan dalam pembacaan gejala yang terjadi di Masyarakat, sebagai homoteatericus, saya merasa perlu menyumbangkan pula hasil uji coba yang pernah dilakukan, yakni hipnoteater, yaitu hipnotis ala teater yang selama ini dieksplorasi untuk menyembuhkan berbagai penyakit mental. Melalui metode kualitatif, oleh sebab itu pada kesempatan ini hipnoteater mencoba turut andil untuk menjadi salah satu solusi di masa pandemi virus corona yang masih merajalela di muka bumi ini. Hasil penelitian ini berupa teknik berlatih mensugesti diri.
PERUBAHAN SISTEM ADAT PADA RITUAL ADAT SEBLANG DI DESA OLEHSARI, KECAMATAN GLAGAH, KABUPATEN BANYUWANGI Pranitisari, Yolandha Intan
GETER Vol 1, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v1n1.p53-60

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Mendeskripsikan perubahan sistem adat pada ritual adat seblang saat ini di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi, (2) Mendeskripsikan dampak dari perubahan sistem ritual adat seblang di Desa Olehsari, Kecamatan Glagah, Kabupaten Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitian deskriptif. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Kegiatan analisis data dimulai dari tahap pengumpulan data, tahap reduksi, tahap penyajian data, serta tahap penarikan kesimpulan. Pengecekan keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, dan triangulasi metode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) perubahan sistem adat seblang, yaitu pada penentuan hari pelaksanaan yang berubah karena saat ini ritual adat seblang di atur oleh Pemerintah Daerah Banyuwangi menjadi sajian pariwisata. Penentuan hari pelaksanaan tidak lagi ditentukan oleh Roh halus yang diyakini masyarakat Desa Olehsari, melainkan sudah dikelola oleh Pemerintah Daerah Banyuwnagi, (2) perubahan sistem adat pada ritual adat seblang dapat dilihat dari salah satu hal yang utama. Hal tersebut yakni, semakin berkurangnya pengetahuan masyarakat mengenai sistem adat yang pakem atau tidak boleh dilanggar karena adanya pengaruh birokrasi yang sudah mengatur jalannya ritual adat seblang menjadi sebuah sajian pariwisata. Dampak lainnya bisa dilihat sekarang ini, bahwa ritual adat seblang sudah banyak dikenali oleh masyarakat hampir seluruh kalangan di Banyuwangi. Pengaruh birokrasi juga memberikan dampak positif pada ritual adat seblang Olehsari, karena dengan adanya sajian pertunjukkan yang berbau pariwisata, akhirnya ritual adat seblang tidak di anggap primitif melainkan pertunjukkan modern yang sudah banyak dikenal masyarakat dan ramai dikunjungi oleh penonton termasuk wisatawan asing.Kata Kunci : Ritual adat seblang, perubahan sistem adat ritual adat seblang.
ANALISIS dan PENERAPAN BALANCE DALAM PADUAN SUARA Hartati, RA. Dinar Sri
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p41-50

Abstract

Balance adalah satu unsur penting dalam penyajian musikal Paduan Suara. Paduan suara adalah satu genre musikal dan terdiri dari sejumlah kategori, baik Anak-anak, remaja/pemuda, dewasa, baik sejenis maupun campuran. Komposisi musikal Paduan Suara ada yang diciptakan berdasar ide absolut, dan ada pula yang progmatik. Pencapaian keindahannya ada yang sifatnya estetis semata, namun ada pula yang pragmatis. Untuk mendapatkan satu sajian suara yang balance diperlukan analisis secara detail dan komprehensif dengan memperhatikan tiga kondisi yakni: komposisi suara, akustik ruang penyajian, maupun aspek kompositoris karya tersebut. Artikel ini menyajikan metode analisis dan strategi penataan balance berdasar tiga kondisi tersebut.
SISTEM PEWARISAN SEBAGAI UPAYA PELESTARIAN SENI TRADISI Elvandari, Efita
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p93-104

Abstract

Kegiatan pewarisan merupakan suatu problema kebudayaan dalam dinamika kehidupan manusia. Proses pewarisan dipandang sebagai salah satu kegiatan pemindahan, penerusan, pemilikan antar generasi dalam rangka menjaga tradisi dalam sebuah silsilah keluarga yang bergerak secara berkesinambungan dan simultan. Tujuan pewarisan umumnya untuk menjaga nilai-nilai kebudayaan dari masa lalu, sekaligus upaya untuk menjaga (sakralitas) kesenian tersebut. Tulisan ini bertujuan untuk membahas tentang sistem pewarisan pada seni tradisi sebagai upaya untuk melestarikan eksistensi kesenian tersebut. Dengan menggunakan teori sistem pewarisan, tulisan ini mengkaji  mengenai jenis pewarisan dan aplikasinya pada seni tradisi, motivasi serta kendala-kendala dalam proses pewarisan seni tradisi, serta upaya yang dilakukan dalam proses pewarisan agar tetap terjaganya kelestarian ekssistensi seni tradisi.
PENDIDIKAN INDONESIA : RAMAI DI DAPUR, SEPI DI PANGGUNG ( Sebuah Tinjauan Perkembangan ) Hidajad, Arif
GETER Vol 2, No 2 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v2n2.p1-11

Abstract

ABSTRAK  Pendidikan adalah pondasi sebuah bangsa. Pembentukan pola pikir, bertindak dan mengembangkan lingkungan diajarkan dan di transformasikan melalui dunia pendidikan. Sejarah pendidikan kita belum mempunyai pondasi kultural secara mandiri. Kurikulum yang berkembang belum bisa menghadirkan kebutuhan pembentukan karakter anak didik. Hal tersebut tidak terjadi dengan sendirinya, namun berkaitan dengan politik, ekonomi, dan arah pembangunan bangsa Indonesia.Ditinjau dari sejarah, pendidikan Indonesia selalu mencari formulasi yang tepat. Ketepatan itu baru sebatas kebutuhan pembangunan dan tergantung arah politik pada saat itu. Konsep pendidikan menjadi tidak permanen dan selalu berubah. Dunia pendidikan kita selalu berkaca pada pola pendidikan diluar Indonesia. Padahal secara kultural bangsa tersebut sudah dulu berkembang dan melalui tahapan yang panjang. Sementara kemajuan jaman mendorong kita untuk instan, begitu juga konsep pendidikan yang diadopsi. Padahal secara sejarah kita bisa membuat konsep pendidikan dari keberagaman kultural yang ada. Tanpa harus tergesa menerapkanya dan butuh waktu. Pendidikan hendaknya bisa menjadi seutuhnya selain mencerdaskan juga membentuk manusia yang berkarakter. Pendidikan karakter adalah membentuk insan yang membumu dan tidak asing dengan lingkunganya sendiri. Metode yang digunakan dalam tulisan ini adalah studi dokumen dan pustaka serta pengalaman selama menjadi pengajar.Sebagai bangsa yang merdeka kita tentu mempunyai karakteristik yang berbeda dengan bangsa lain. Selama ini kita selalu mengadopsi pola pendidikan kita dari luar yang tidak berakar dari akar budaya sendiri. Paling tidak kita sudah mempunyai dasar pijakan yaitu kebudayaan yang didalamnya mengandung pemngajaran tentang karakter.  
BODY LABOR TALANG TUWO GLOSARIUM PROJECT TEATER POTLOT DI PALEMBANG Dhony, Nugroho Notosutanto Arhon; -, Hasan
GETER Vol 3, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/geter.v3n1.p31-41

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Dengan teknik pengumpulan data: observasi, wawancara, dan dokumentasi. Pengamatan langsung dilaksanakan di Komunitas Teater Potlot dan Pertunjukannya dengan judul Talang Tuwo Glosarium Project yang digelar di Taman Budaya Graha Sriwijaya Jakabaring Palembang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu Teori Drama. Analisis penelitian ini difokuskan pada kompetensi aktor/aktris dan penulisan naskah lakon, meliputi: gesture (fisik dan vokal) dan penulisan naskah lakon. Hasil penelitian menjelaskan bahwa teater potlot mengangkat teater berjenis kontemporer atau teater modern dan menjadikan tubuh serta vokal aktor/aktris sebagai kekuatan dalam pertunjukannya. Seperti halnya naskah lakon yang ditulis oleh Conie Sema merupakan hasil karya tulis yang kreatif dan imajinatif serta sarat akan makna, pesan-pesan, serta nilai yang terkandung di dalamnya.

Page 6 of 19 | Total Record : 189