Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah
Muamalat: Journal of Sharia Economic Law (ISSN: 2088-0537 e-ISSN: 2686-5262) is a scientific journal, peer review and open access published by the Sharia Economic Law Study Program, Faculty of Sharia, Universitas Islam Negeri Mataram. This journal aims to be an open-access journal platform that publishes and disseminates ideas and research on Sharia Economic Laws such as, Contracts in Islamic Business Transactions, Islamic Business Ethics, Sharia Economic Thoughts, Economic Institutions and forbidden halal economic transactions based on Sharia Economic Law.
Articles
116 Documents
Sistem Pendistribusian Modal Dalam Persfektif Teori Limit
Sahirul Alim
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 1 (2018): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i1.2789
Banyak persoalan tidak lagi memiliki rujukan mentah dalam kitab fikih klasik sehingga membutuhkan ijtihad baru. Sehingga dirasa perlu untuk merekonstruksi ulang atau setidaknya menyempurnakan pada bagian-bagian yang sudah “udzur”. Salah satunya tentang konsep pendistribusian modal dalam pandangan Islam. Berbagai pandangan ulama terkait konsep ini masih perlu digali karena pandangan satu dengan yang lainnya masih pro dan kontra. Salah satu ulama kontemporer terkemuka yang merumuskan konsep tentang system pendistribusian modal adalah Syahrur. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba membedah pemikiran Syahrur terkait system pendistribusian modal. Penelitian ini menggunakan metode telaah Pustaka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pengalihan harta kekayaan antar manusia terdapat tiga jalan alternatif.
Perdagangan Uang Dalam Perpektif Islam
Ahmad Zaki Fatoni
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2817
Uang merupakan alat transaksi perdagangan yang terus menerus mengalami perkembangan dari zaman ke zaman. Di zaman yang semakin maju, uang tidak hanya berfungsi sebagai alat tukar, melainkan juga sebagai pengukur nilai, penyimpan kekayaan, hingga menjadi komoditas bagi pelaku jual beli valas. Dalam tulisan ini penulis akan mencoba menganalisis kegiatan perdagangan uang yang marak terjadi dewasa ini. Penulis mencoba menganalisis dari perspektif Islam, yakni berdasarkan pandangan ulama-ulama Islam. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Islam memandang fungsi utama uang sebagai alat tukar dan bukan sebagai komoditas atau barang dagangan. Fungsi uang adalah untuk memfasilitasi transaksi sektor riil. Perdagangan uang dilarang karena motif spekulasi yang akan menyebabkan inflasi.
MENIMBANG KONSEP NASIKH-MANSUKH THAHA DALAM KAJIAN EKONOMI ISLAM
Dedi Riswandi
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2827
Perbankan syariah sejak kemunculannya telah menjadi polemik di kalangan intelektual muslim. Polemik tersebut diakibatkan oleh masih belum ada kesepakatan yang jelas terkait bunga bank, apakah termasuk sebagai riba atau berbeda dengan riba yang ada dalam khazanah Islam. Berdasarkan teori Nasikh-Mansuk Mahmud Muhammad Thaha, dapat dipetik suatu pengertian bahwa tidak salah apa yang dikatakan oleh para modernis bahwa alasan utama pelarangan riba adalah timbulnya ketidakadilan ekonomi di dalam masyarakat. Namun para neo-revivalis pun sudah bertindak secara benar, yaitu dengan mendirikan bank-bank yang ber-label-kan ‘Syariah’. Dengan adanya bank-bank syariah tersebut memang sebagian masih mempertanyakan apakah bank-bank syariah tersebut benar-benar bebas dari riba atau tidak.
PEMBATALAN KONTRAK DALAM HUKUM TRANSAKSI ISLAM
Akhmad Sobrun Jamil
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2835
Pertukaran merupakan suatu kegiatan ekonomi yang sudah lama diterapkan oleh berbagai kelompok masyarakat. Dalam peradaban Islam kesepakatan pertukaran tersebut disebut sebagai akad. akad ini akan mengatur hak dan kewajiban pihak-pihak yang terlibat. Dalam tulisan ini, penulis akan membahas tentang pembatalan akad atau kontrak dari sudut pandang hukum islam. Mengingat Islam sangat komperhensif dalam mengatur kegiatan muamalah umatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian meninjukkan bahwa solusi dari kegiatan pembatalan kontrak dalam Islam adalah dengan adanya urbun, urbun dinilai memberikan kepercayaan pada salah satu pihak atas kepastian pembelian suatu barang. Urbun merupakan bukti untuk memperkuat kontrak dimana kontrak tidak dapat diputuskan secara sepihak atau salah satu pihak yang bertransaksi.
ETIKA BISNIS DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN AL GHAZALI
Ahmad Mawardi
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2847
Etika dalam diri manusia berperan sebagai rambu-rambu yang dihasilkan dari kesepakatan suatu kelompok masyarakat. Etika ini mengatur berbagai hal, mulai dari kegiatan sosial hingga ekonomi. Adanya etika membuat manusia menjadi “manusia” yang menjadikannya beda dengan makhluk hidup lainnya. Pada penelitian ini penulis mencoba untuk mengurai etika bisnis dari perspektif ulama Al-Ghazali. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan study Pustaka. Menurut Al-Ghazali, penimbunan merupakan salah satu contoh perilaku tidak beretika dari kegiatan ekonomi manusia. Hal ini karena akan menghambat jalannya perekonomian. Kemudian dengan adanya pasar adalah keteraturan alami dimana manusia menjalankan aktivitas ekonomi.
RIBA DALAM AL-QURAN DAN DALAM PERSPEKTIF PEMIKIRAN ULAMA
Mayuki Mayuki
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2848
Riba menjadi kajian utama dalam ilmu muamalah. Hal ini karena riba menjadi representasi kezhaliman dan ketidakadilan yang diwajarkan oleh banyak orang. Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin sangat menentang keras praktik pengambilan riba yang dilakukan oleh orang-orang. Dalam penelitian ini penulis mencoba menganalisis ayat-ayat riba dalam Al-Quran dan berdasarkan pandangan ulama. Riba fadl factor penyebabnya adalah gharar (uncertain to both parties), cara menghilangkannya adalah kedua belah pihak harus memastikan kuantitas, kualitas, harga dan waktu penyerahan. Untuk riba nasi’ah faktor penyebabnya adalah return tanpa resiko dan pendapatan tanpa biaya, maka cara menghilangkannya yakni kedua belah pihak membuat kontrak yang merinci hak dan kewajiban masing-masing. Ketiga riba jahiliyah faktor penyebabnya adalah memberi pinjaman sukarela secara komersil, maka cara menghilangkannya yakni dengan tidak mengambil manfaat apapun dari akad kebaikan (tabarru’) adapun jika ingin mengambil manfaat maka dapat menggunakan akad bisnis (tijarah)
MUDHARABAH DAN APLIKASINYA DALAM PERBANKAN SYARIAH
Samsul Rijal
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 10 No. 2 (2018): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v10i2.2849
Produk penghimpunan dan pembiayaan di Bank syariah saat ini semakin banyak jumlahnya seiring dengan pertumbuhan bank syariah di Indonesia. Seperti yang diketahui bersama bahwa produk pembiayaan murabahah menjadi produk yang paling banyak digunakan pada sektor pembiayaan, sebaliknya mudharabah menjadi salah satu yang sedikit digunakan dalam pembiayaan. Penulis tertarik menganilis terkait mudharabah dan pengaplikasiannya di sektor perbankan. Secara syariah, perinsipnya berdasar pada al-mudharabah. Mudharabah merupakan salah satu cara menghapus sistem bunga pada bank-bank konvensional, terdapat dua jenis mudharabah yaklni mudharabah mutlaqah dan mudharabah muqayyadhah. Rukun mudharabah meliputi pelaku, objek mudharabah, ijab-qabul dan nisbah keuntungan. Keuntungan mudharabah akan dibagi sesuai dengan kesepakatan dalam kontrak. Jika terjadi kerugian maka kerugian tersebut ditanggung oleh pemilik modal, dengan syarat kerugian bukan karena kesalahan mudhorib.
THE IMPLEMENTATION OF A SCALE SYSTEM IN THE SELLING OF BROILER CHICKEN IN THE DAYA MARKET REVIEWED FROM ISLAMIC ECONOMIC ASPECTS
Ambo Dalle Bohari;
Syarifuddin Syarifuddin;
Isra Ananda Sari
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v12i2.2937
This study aims to determine the measurements and scales used by broiler chicken sellers in accordance with the concept of Islamic economics in the Makassar Daya market. The data analysis method used in the research is qualitative analysis. Data collection techniques such as observation, documentation, direct interviews with relevant parties. The results of this study indicate that the application of scales in the sale and purchase of broiler chicken traders in Makassar Daya Market is not in accordance with the main principles of Islamic economics, namely promoting an honest and trustworthy attitude. This discrepancy is caused by several things, namely from the scales used that are already improper, for example, the scales that are not functioning normally, or experiencing other damage, apart from that this discrepancy is also caused by the behavior of the rice seller himself who is deliberately doing a mismatch of scales because he wants to get more profile. This is also supported by the lack of attention from the government or religious institutions that offend or elevate Islamic business ethics into a system that will have a positive impact on the business they run.
ANALYSIS OF THE USE OF INDIRECT EVIDENCE IN THE DECISION OF THE COMMISSION FOR THE SUPERVISION OF BUSINESS COMPETITION CASES NUMBER 04/KPPU-I/2016 AND CASES NUMBER 24/KPPU-I/2009
Ahmad Misbakh Zainul Musthofa
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 12 No. 2 (2020): Desember
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v12i2.2938
The Business Competition Supervisory Commission in its decision regarding Case Number 04 / KPPU-I / 2016 concerning Alleged Violation of Article 5 Paragraph 1 of Law Number 5 the Year 1999 Concerning Prohibition of Monopolistic Practices and Unfair Business Competition in Matic Scooter Type Motorcycle Industry 110-125 CC in Indonesia conducted by PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing and PT. Astra Honda Motor, KPPU determined that there was a violation of article 5 paragraph 1 by entering into an agreement to influence the price of a 110-125 CC automatic motorbike by using indirect evidence (Indirect Evidence). In addition, Case Number 4 / KPPU-I / 2016 number 12.2.2 letter G describes concerted action which is defined as the result of an act committed by YIMM and AHM, while the communication behavior carried out by cartel members does not need to be seen. In this decision, there is only one piece of evidence and it is only in the form of a conclusion from an activity, even though in proving, one piece of evidence is not considered as evidence. Therefore it is necessary to further analyze the Use of Indirect Evidence in the Decision of the Commission for the Supervision of Business Competition Case Number 04 / KPPU-I / 2016 and Case Number 24 / KPPU-I / 2009 ".
FIQIH EUTHANASIA (PASSIVE EUTHANASIA PERSPECTIVE OF MASLAHAH MURSALAH FOR THE ACHIEVEMENT OF ASY-SHARI'AH MAQASHID)
Muhammad Zamroni
Mu'amalat: Jurnal Kajian Hukum Ekonomi Syariah Vol. 13 No. 1 (2021): Juni
Publisher : Universitas Islam Negeri Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.20414/mu.v13i1.4644
Euthanasia case is a new case that often occurs in the middle of the Indonesian people, but sometimes people are not aware of it. This action is an act of euthanasia to hasten death in order to attain the good of the patients and their families. An action that is obtained from a physician diagnoses a patient who claims there is no hope for recovery and even life. Despite treatment, efforts continue to be made by the hospital, but that didn't produce results. Seeing the euthanasia case, researchers feel motivated to examine this case using the approach mashlahah mursalah to achieve maqhashidu ash-Shari'ah. One of the arguments used mashdar (source) within dig Islamic law.