cover
Contact Name
karim abdullah
Contact Email
karim.abdullah@yahoo.com
Phone
+6281513332575
Journal Mail Official
karim.abdullah@yahoo.com
Editorial Address
http://ejournal.kemenperin.go.id/tegi/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Majalah Tegi
ISSN : 20856067     EISSN : 26568411     DOI : -
Majalah Teknologi Agroindustri (TEGI) adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung. Majalah TEGI memiliki tujuan untuk menyebarluaskan hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti, perekayasa, akademisi maupun mahasiswa terkait bidang agroindustri.
Articles 45 Documents
ANALISIS HARGA POKOK PRODUKSI PADA USAHA KECIL MENENGAH (UKM) KOPI LUWAK DI KABUPATEN LAMPUNG BARAT Rohimat Zaidi
Majalah TEGI Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v8i2.3150

Abstract

Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis harga pokok produksi kopi luwak di setiap sektor produksi dan menganalisis tingkat kelayakan dan pengembangan usaha kopi luwak di Lampung Barat . Penelitian ini dilakukan dengan metode survei dan dilakukan terhadap sampel yang terpilih untuk mewakili seluruh populasi dengan unit analisanya adalah individu. Jenis data yang digunakan yaitu data primer dan data sekunder. Tempat Pengambilan sampel harga pokok produksi terdapat di Usaha Kecil Menengah (UKM) produksi kopi luwak di Kabupaten Lampung Barat dengan menganalisis harga pokok produksi kopi luwak Greenbean dan kopi luwak bubuk dari Musang Pandan dan kopi luwak Greenbean serta kopi luwak bubuk dari Musang Bulan. Hasil penelitian pada analisis harga pokok produksi didapat bahwa harga pokok produksi Musang Bulan lebih murah dari pada Musang Pandan. Harga pokok produksi kopi luwak Greenbean dan kopi luwak bubuk dari musang bulan pada UKM Ratu luwak lebih rendah yaitu berturut-turut Rp. 94.656,22 dan Rp. 134.939,11; menjadikan UKM ini layak dilakukan analisis finansial. Hasil penelitian pada kriteria kelayakan invstasi di dapat bahwa produk kopi luwak Greenbean dan kopi luwak bubuk dari Musang Bulan menghasilkan nilai-nilai NPV >0, IRR >1, Net B/C >1 dan PP< umur proyek. Dengan demikian UKM kopi luwak tersebut layak untuk diteruskan. Hasil analisis sensitivitas menunjukkan bahwa jika terjadi kenaikan harga bahan baku sebesar 25% didapat nilai Net B/C > 1, nilai IRR > tingkat bunga yakni 0% dan PP < 5 tahun umur proyek, maka kenaikan harga bahan baku buah kopi segar sebesar 25% menjadikan UKM Kopi Luwak di Lampung Barat tetap layak untuk dilanjutkan.
STRATEGI PENGEMBANGAN DAYA SAING PRODUKSI KOPI LAMPUNG Ananda Leonard
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.431 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5802

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan rumusan strategi terbik dalam pengembangan produsi kopi lampung sebagai bahan baku bagi industri produsen kopi. Kopi merupakan suatu komoditi lokal lampung yang sudah mendunia, hal ini ditunjukkan dengan adanya indikasi geografis yang terdaftar dengan nomor IDG 0ss00000026, namun kopi lampung, terus mengalami penurunan, dimana hingga tahun 2019 tercatat mengalami penurunan hingga 6.21% sementara lahan perkebunan mengalami penurunan sebesar 2.03%. untuk itu dirumuskan strategi berupa: meningkatkan suplai kopi untuk menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan daya saing harga kopi domestik, membangun SDM tani yang berbasis riset dan pengembangan kopi sebagai komoditi unggulan, Peningkatan produktifitas kopi melalui penerapan teknologi dan kerjasama riset.
KAJIAN PEMBUATAN TEMPE DAUN PANDAN WANGI (Pandanus Amaryllifolius Roxb)) Ardiansyah Ardiansyah
Majalah TEGI Vol 10, No 1 (2018): Majalah TEGI Vol 10 No 1 Juni 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.288 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i1.3957

Abstract

Kandungan kadar isoflavon pada tempe juga dipengaruhi oleh proses perebusan Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yang disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 pengulangan,  6 perlakuan perebusan kedelai yang kedua dengan daun pandan wangi  0%, 2%, 4% 6% 8% 10%  untuk setiap perlakuan, dengan tujuan ingin mengetahui pengaruh perebusan kedelai kedua kali dengan daun pandan wangi  terhadap kadungan kadar isoflavon  pada tempe. Berdasarkan data uji anova didapakan nila signifikat 0,00 (p<0,05) dapat disimpulkan terdapat ada perbedaan yang signifikat antar perlakuan. Perlakuan perebusan kedua kali kedelai dengan daun pandan wangi tidak memmpengaruhi aktivitas enzim-enzim yang dihasilkan oleh Rhizopus olgospora bahkan justru meningkat meningkatan kadar isoflavon total tempe , sehingga kadar isoflavon tempe lebih tinggi dibandingkan dengan tempe yang tidak diberi perlakuan perebusan dua kali dengan daun pandan wangi.
Studi Awal Penggunaan Nanoselulosa Sebagai Bahan Baku Pembuatan Kertas Edwin Sijabat
Majalah TEGI Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1096.347 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i1.3338

Abstract

Penelitian ini merupakan studi awal penggunaan nanoselulosa sebagai campuran bahan baku baru dalam pembuatan kertas. Nanoselulosa diperoleh dari hasil fermentasi air kelapa dengan menggunakan bakteri Acetobacter xylinum yang menghasilkan nanoselulosa bakteri yang biasa dikenal dengan nata de coco. Selain dari air kelapa, nanoselulosa juga dapat diperoleh dari kulit pisang (nata de banana), air kedelai (nata de soya), kulit nenas (nata de pineapple), lidah buaya (nata de aloevera),dll. Penulis memilih nata de coco karena telah banyak diproduksi dan sudah dikenal oleh masyarakat. Nanoselulosa ini dicampurkan dengan Leaf Bleach Kraft Pulp (LBKP) dan dibuat menjadi handsheet.  Berikutnya diuji sifat fisik dan sifat optiknya untuk mengetahui kelebihan dan kekurangan penambahan nanoselulosa tersebut. Nanoselulosa yang digunakan bervariasi dengan dosis 0% (blank), 5%, 7,5%, 10%, 12,5%, 15%, 17,5%, 20%, 22,5%, 25%, 27,5%,  30% terhadap berat kering handsheet. Secara umum, dari penelitian ini diperoleh bahwa nanoselulosa dapat dijadikan sebagai campuran bahan baku dalam pembuatan kertas. Kertas yang dihasilkan memiliki kekuatan fisik yang baik. Nilai porositas yang sangat rendah, indeks tarik yang optimal senilai 51,97 pada komposisi nanoselulosa 30% dan indeks sobek yang optimal senilai 64,64 pada komposisi nanoselulosa 15%. Namun untuk penyerapan dinilai kurang baik karena hasil uji klemm absorption turun hingga 5mm/min pada komposisi nanoselulosa 30%, dan drop test semakin naik hingga 197,81 detik pada komposisi nanoselulosa 30%. Selain itu sifat optik juga kurang baik terutama dari segi warna. Handsheet yang dihasilkan cenderung kekuningan. Nilai L*a*b menunjukkan perubahan bahwa warna semakin kuning dan kurang terang. Nilai L turun hingga 89,87 pada komposisi nanoselulosa 30%, dan nilai b yang naik hingga 6,37 pada komposisi nanoselulosa 30%. Whiteness juga mengalami penurunan hingga 45,67 pada komposisi nanoselulosa 30%, brightness juga turun hingga 69,05 pada komposisi nanoselulosa 30%. Melalui penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi penelitian selanjutnya di bidang nanoselulosa agar ditemukan bahan baku baru selain dari tumbuhan yang dapat digunakan dalam pembuatan kertas
Pemanfaatan Daun Ungu ((Graptophyllum pictum) Sebagai Bahan Dasar Pewarna Alami Okta Amelia
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5780

Abstract

Warna merupakan salah satu daya tarik utama, dan menjadi kriteria penting untuk penerimaan produk seperti tekstil, kosmetik, pangan dan lainnya. pewarna alami telah digunakan di China pada 2600 SM. Hampir semua bagian tumbuhan apabila diekstrak dapat  menghasilkan zat warna, seperti: bunga, buah, daun, biji,kulit, batang atau kayu dan akar. Penelitian ini bertujuan mengetahui ketahanan luntur pewarna daun ungu pada tekstil. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstrak daun ungu (Graptophyllum pictum) 100 gram dan etanol 96% 1000 ml dengan lama maserasi 12 jam, 24 jam, 36 jam, dan 48 jam yang kemudian dikeringkan untuk memperpanjang umur simpan dan memudahkan dalam proses pengemasan. Parameter yang diuji dalam penelitian yaitu kadar air pewarna daun ungu, serta laundrymeter. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan kadar air rata-rata yang dihasilkan dari ektraksi sebesar 4,15, nilai gray scale 3-4 cukup baik dan staining scale 4-5 baik.
Enkapsulasi Ekstrak Antosianin Bunga Euphorbia milii Husniati Husniati
Majalah TEGI Vol 10, No 2 (2018): Majalah TEGI Vol 10, NO 2 Desember 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.75 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i2.4422

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan enkapsulasi antosianin, pigmen alami dari bunga Euphorbia milii. Teknik penyiapan enkapsulasi bahan aktif bertujuan agar terjaga sifat fungsional dan stabilitas antioksidan selama proses produksi dan proses penyimpanan yang penggunaanannya tidak terbatas sebagai bahan tambahan pada produk pangan, obat, dan kosmetik. Pembuatan enkapsulasi antosianin menggunakan gelasi ionik dengan kitosan sebagai matriks coating/penyalut. Sebanyak 0,0991 mg antosianin disalut oleh kitosan dan TPP menghasilkan aktivitas antioksidan sebesar 1,8 kali lebih tinggi dibandingkan dalam keadaan bebasnya
Alga : Potensinya pada Kosmetik dan Biomekanismenya Eva Oktarina
Majalah TEGI Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (858.623 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i2.3589

Abstract

Alga menghasilkan komponen seperti polisakarida, lipid, protein, pigmen, dan fenol yang diketahui memiliki berbagai potensi dalam produk kosmetik. Alga berfungsi sebagai zat tambahan pada formulasi kosmetik seperti penstabil atau pengemulsi, serta dapat berfungsi sebagai zat aktif pada kosmetik. Zat aktif alga, berfungsi pada kulit sebagai penunda penuaan, pemutih, pelembab, fotoproteksi, dan antioksidan. Tulisan ini membahas potensi alga pada produk kosmetik beserta proses mekanismenya secara biokimia, sehingga diharapkan dapat memberikan nilai tambah alga sebagai bahan tambahan dan bahan aktif untuk produk kosmetik, serta diversifikasinya sebagai medicated cosmetic bedasarkan fungsi dan proses biomekanismenya.
KARAKTERISTIK SIFAT PASTA TAPIOKA DAN KOMPOSITNYA BERSAMA TEPUNG ONGGOK PADA KONDISI ALAMI DAN MODIFIKASI Husniati Husniati
Majalah TEGI Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v8i2.3151

Abstract

ABSTRAK: Pada penelitian ini telah dilakukan modifikasi pati dari kondisi alami tapioka melalui teknik ekstruksi dengan tujuan untuk mencapai kondisi gelatinisasi pati dalam waktu cepat. Penyiapan pragelatinisasi tapioka dan tepung onggok pada komposisi C1 dan C2 (C1=Tapioka:onggok= 95%:5% dan C2=90%:10%) diawali dengan granulasi dalam air sebanyak 27-30 % volume kemudian dilanjutkan homogenisasi dan ekstruksi pada suhu 100 0C. Hasil ekstruksi dihaluskan dan dikeringkan untuk selanjutnya digunakan sebagai bahan tambahan dalam pembuatan beras merah artificial. Hasil penelitian karakterisasi sifat pasta mengunakan Brabender Amilografi menunjukkan bahwa modifikasi pati secara ekstruksi menaikkan suhu gelatinisasi, menurunkan viskositas puncaknya, menurunkan viskositas minimum, serta menurunkan viskositas breakdown dan setback dari keadaan alaminya.
IDENTIFIKASI DAN ANALISIS KADAR TOTAL PARTIKULAT DEBU DARI EMISI CEROBONG INDUSTRI DI LAMPUNG Masmulki Daniro Jyoti; Ira Setiawati
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (265.141 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5765

Abstract

Perkembangan industri di Provinsi Lampung semakin meningkat, namun dapat menimbulkan sisi negatif yaitu pencemaran udara akibat kegiatan industri tersebut. Salah satu bahan pencemar yang dihasilkan adalah partikulat. Konsentrasi total partikulat yang dihasilkan dari emisi cerobong dapat dipengaruhi oleh jenis bahan bakar dan jumlah beban cerobong yang digunakan oleh industri. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan pola persebaran emisi berupa partikulat selama periode 1 (satu) tahun dari beberapa industri yang tersebar di Provinsi Lampung dan mengetahui konsentrasi maksimum dari total partikulat tersebut. Penelitian ini dilakukan secara eksploratif kuantitatif dan pengambilan contoh total partikulat dilakukan secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Industri pengolahan merupakan lapangan usaha yang paling banyak beroperasi di Provinsi Lampung pada Tahun 2018 dengan nilai presentase sebesar 68,63%. Hal ini seiring dengan hasil emisi partikulat tertinggi dihasilkan oleh Kabupaten Tulang Bawang dan Kabupaten Lampung Tengah, dengan konsentrasi rata-rata total partikulat sebesar 74,17 mg/Nm3 dan 72,68 mg/Nm3.
KAJIAN SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG ONGGOK INDUSTRI BESAR DAN INDUSTRI KECIL Nanti Musita
Majalah TEGI Vol 10, No 1 (2018): Majalah TEGI Vol 10 No 1 Juni 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (317.797 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i1.3990

Abstract

Onggok merupakan limbah padat dari industri tapioka yang masih mengandung kadar tepung yang cukup tinggi. Produknya cukup melimpah dan belum dimanfaatkan secara optimal yang sebenarnya masih dapat dimanfaatkan sebagai substrat untuk pertumbuhan mikroba yang dapat menghasilkan produk lain yang bernilai ekonomis. Makalah ini bertujuan untuk melihat perbedaan karakteriktik onggok dari sumber bahan baku yang berbeda (industri besar dan kecil) dan setelah dihidrolisis dengan asam sulfat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tepung onggok dari industri besar mengandung kadar air, abu, lemak, protein dan pati lebih rendah, namun lebih tinggi kadar serat kasar dibandingkan tepung onggok industri kecil. Konsentrasi asam sulfat yang optimum untuk menghidrolisis onggok Ittara dan industri besar pada konsentrasi 0,4 M selama 30 menit pada suhu 121oC, menghasilkan gula reduksi sebesar 3,89 mg/ml (industri kecil) dan 2,47 mg/ml (industri besar).