cover
Contact Name
karim abdullah
Contact Email
karim.abdullah@yahoo.com
Phone
+6281513332575
Journal Mail Official
karim.abdullah@yahoo.com
Editorial Address
http://ejournal.kemenperin.go.id/tegi/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Majalah Tegi
ISSN : 20856067     EISSN : 26568411     DOI : -
Majalah Teknologi Agroindustri (TEGI) adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung. Majalah TEGI memiliki tujuan untuk menyebarluaskan hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti, perekayasa, akademisi maupun mahasiswa terkait bidang agroindustri.
Articles 45 Documents
PEMODELAN HARGA DAN PRODUKSI UBI KAYU MENGGUNAKAN MODEL VEKTOR AUTOREGRESSIVE (VAR) Devi Oktiani
Majalah TEGI Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1033.501 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i1.3343

Abstract

Salah satu permasalahan industri tapioka adalah kekurangan pasokan bahan baku. Hal ini merupakan salah satu penyebab harga tapioka Indonesia sulit bersaing dengan tapioka dari negara lain. Makalah ini memberikan gambaran tentang kecenderungan harga ubi kayu. Pemodelan seacara regresi linear menggunakan Vector Autoregressive (VAR) model digunakan untuk menggambarkan harga ubi kayu sebagai fungsi dari jumlah pasokan ubi kayu. Model yang didapatkan berupa VAR model pada first difference.  
REVIEW : TEKNOLOGI PRODUKSI PLASTIK BIODEGRADABLE DAN PEMANFAATANNYA SEBAGAI BAHAN KEMASAN Nurmalisa Lisdayana; Dyah Ayu Larasati; Eka Nurazmi Yunira
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (128.833 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5801

Abstract

Plastik merupakan bahan pengemas yang sangat sering digunakan karena sifatnya yang ringan, mudah dibentuk, serta murah harganya. Namun, tingginya penggunaan plastik menjadi permasalahan baru terutama terhaddap lingkungan karena membutuhkan waktu yang sangat lama untuk dapat terdegradasi dan tidak ramah lingkungan. Permasalahan tersebut menjadi penyebab berkembangnya penelitian maupun produksi plastik yang dapat terdegrasasi secara alami atau plastik biodegradable. Penelitian tentang plastik biodegradable banyak banyak menggunakan polimer alami seperti pati dan selulosa sebagai bahan utama pembuatan plastik biodegradable karena ketersediannya yang melimpah. Pati lebih banyak digunakan sebagai matriks plastik biodegradable karena sifatnya yang mudah dibentuk dan elastis. Namun pati memiliki kelemahan dalam sifat fisik dan mekaniknya sehingga memerlukan bahan tambahan lain, modifikasi pati, dan teknologi produksi untuk memperkuat sifat fisik dan mekanik plastik biodegradable. Komposit plastik biodegradable cenderung memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih baik dibandingkan plastik biodegradable yang hanya terdiri dari satu bahan saja.
Kualitas Kakao BUbuk Dipasaran Kota Makassar Khaerunnisa nisa nisa
Majalah TEGI Vol 10, No 2 (2018): Majalah TEGI Vol 10, NO 2 Desember 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (281.665 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i2.4547

Abstract

Kakao merupakan salah satu hasil perkebunan yang dapat memberikan kontribusi untuk peningkatan devisa Indonesia. Salah satu produk hilir dari biji kakao  adalah bubuk kakao, yang kemudian dapat diolah menjadi beberapa produk  yang bernilai ekonomi tinggi.  Kakao bubuk adalah produk dari  biji kakao yang diperoleh dari bungkil kakao yang diubah bentuknya menjadi bubuk (SNI, 2009). Bubuk kakao berkadar lemak lebih tinggi biasanya memiliki warna lebih gelap dengan flavor yang lebih ringan. Kakao bubuk sebagai salah satu produk olahan biji kakao yang sangat di minati para industri.. Berdasarkan hasil pengujian kadar air dan kadar lemak pada kakao bubuk yang ada dipasaran kota Makassar dapat disimpulkan bahwa dari 15 industri yang ada,  rata – rata kadar lemak sudah memenuhi standar SNI tetapi pada kadar air masih terdapat 2 industri dengan  kadar air yang melebihi standar mutu, akan tetapi bila dilihat kadar lemaknya masih dapat dikatakan bahwa rata-rata industri yang ada dikota Makassar masih dalam taraf kualitas yang baik.
IMMOBILISASI BAKTERI PADA KITOSAN-ALGINAT DAN KITIN-ALGINAT Eva Oktarina; Rizki Adrianto; Ira Setiawati
Majalah TEGI Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.672 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i2.3488

Abstract

Imobilisasi bakteri merupakan pelapisan bakteri dengan senyawa organik atau anorganik yang bertujuan untuk penangkapan bakteri, sehingga bakteri dapat lebih bertahan pada kondisi lingkungan yang kurang adaptif. Tulisan ini bertujuan untuk membahas imobilisasi bakteri (Serratia sp., Pseudomonas sp., dan Enterobacter sp.) pada kitosan-alginat dan kitin-alginat serta penggunaannya pada penurunan kadar sianida pada limbah cair tapioka (skala laboratorium). Pengukuran sianida dilakukan dengan spektrofotometer. Pada skala laboratorium, hasil menunjukkan keenam bakteri terimobilisasi, yaitu : Serratia 1-kitosan-alginat, Serratia 1-kitin-alginat, Serratia 2-kitosan-alginat, Serratia 1-kitin-alginat, Pseudomonas-kitosan-alginat, Pseudomonas-kitin-alginat, Enterobacter-kitosan-alginat, dan Enterobacter-kitin-alginat dapat menurunkan kadar sianida pada limbah cair tapioka.
PENENTUAN KADAR NITRIT PADA SAMPEL TAPIOKA DI BEBERAPA INDUSTRI DI PROVINSI LAMPUNG Ira Setiawati; Ananda Leonard Arios; Amelia Sari
Majalah TEGI Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v8i2.3152

Abstract

ABSTRAK : Nitrit merupakan suatu bentuk senyawa peralihan antara ammonia dan nitrat (nitrifikasi) dan antara nitrat dengan gas nitrogen (denitrifikasi). Nitrit bersifat tidak stabil dengan keberadaan oksigen. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kadar nitrit pada tapioka di industri Lampung. Penelitian ini dilakukan dengan mengekstraksi sampel dalam pelarut air dengan penambahan asam dan basa, kemudian filtrat sampel diuji dengan spektrofotometer sinar tampak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar nitrit pada sampel tapioka di industri lampung berada pada rentang 0,01 – 0,09 mg/kg dan rata-rata sebesar 0,06 mg/kg.
Kesiapan Produk Minyak Goreng Sawit Terfortifikasi dalam Rangka Penerapan Wajib SNI Amelia Sari; Ira Setiawati
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.63 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5758

Abstract

Minyak goreng sawit merupakan bahan pangan dengan komposisi utama trigliserida yang berasal dari minyak sawit dengan atau tanpa perubahan kimiawi, termasuk hidrogenasi, pendinginan dan telah melalui proses pemurnian dengan penambahan vitamin A. Minyak goreng sawit yang beredar dan diperjualbelikan di masyarakat harus terjamin mutunya sesuai standar yang berlaku sehingga meningkatkan kualitas konsumsi pangan masyarakat Indonesia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kadar vitamin A pada minyak goreng sawit terfortifikasi yang beredar di pasar sebagai persiapan wajib SNI 7709:2012 Minyak goreng sawit. Hasil analisis minyak goreng sawit di wilayah Bandar Lampung menunjukkan bahwa 50% dari produk-produk tersebut telah memenuhi persyaratan mutu SNI 7709:2012 pada lini pabrik dan 83,33% produk memenuhi persyaratan kadar vitamin A pada lini pasar.
Produksi Pigmen Klorofil Terenkapsulasi dari Daun Kangkung (Ipomea reptans Poir.) Dengan Teknik Mikroenkapsulasi Desy Nurliasari Suparno; Damar Wiraputra wiraputra
Majalah TEGI Vol 10, No 1 (2018): Majalah TEGI Vol 10 No 1 Juni 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (228.936 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i1.3996

Abstract

Daun kangkung mengandung pigmen klorofil yang dapat dimanfaatkan sebagai pewarna alami untuk makanan. Ekstrak pekat pigmen klorofil dari daun kangkung merupakan bahan yang sangat kental sehingga agak sulit dan kurang praktis dalam penggunaannya. Hal ini dapat diatasi dengan manggunakan teknik mikroenkapsulasi sehingga mempermudah penggunaan dan meningkatkan umur simpannya. Bahan penyalut yang digunakan untuk mikroenkapsulasi ekstrak pigmen klorofil ini adalah dekstrin dan gum arab. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif dengan 6 perlakuan dan 2 kali ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah penggunaan bahan penyalut dekstrin dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% (b/v) dan gum arab dengan konsentrasi 5%, 7,5%, dan 10% (b/v) dari total volume bahan. Hasil penelitian menunjukan penggunaan bahan penyalut dekstrin dengan konsentrasi 10% (b/v) menghasilkan bubuk pigmen klorofil dari daun kangkung dengan karakteristik terbaik, yaitu memiliki nilai intensitas warna hijua (nilai a) yaitu – 19.97, nilai HUE 127.42 (melefleksikan warna kuning kehijauan), rendemen 2.99%, kadar air 1,80%, kelarutan 97.48%, waktu rehidrasi 36.4 detik, dan nilai pH 8,1
Harmonisasi Standar AMDK menurut SNI dan Standar Internasional Sri Agustini , M.Si
Majalah TEGI Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (633.824 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i1.3206

Abstract

The harmonization on the National Standard for bottled  drinking water for mineral water (SNI 3553:2015) and demineral water (SNI 6241:2015) against the regulatory requirements set by Minister of healt regulation number 492/2010 and International Bottled Water Association (IBWA,2015), and WHO guidelines for drinking water quality has been done. The objective was to identify the harmonisation among requirements and standard specification which apllied on the bottled drinking  water. There were 2 distinc differentiation identified. There is different mandatory parameter between Minister regulation and SNI. The SNI  is more stringent and protected than  standard required by Minister regulation for microbial contaminant. The Minister regulation and IBWA requires Total coliform and E. coli must not be detectable in any 100 ml sample of drinking water, while SNI has set Total coliform, Total Plate count and  Pseudomonas aeruginosa as requirement. Test result for the samples taken during surveillance showed that all of 8 samples which were sent to 3 different laboratories did not detected for Total coliform. Instead of E. coli, SNI requires Pseudomonas aeruginosa and Total plate count as mandatory requirement. Both SNI for mineral water, demineral water and Minister regulation have the same chemical requirements for those which have health concern, but for some parameter SNI more stringent than Minister regulation. SNI has not required hardness, aluminium and zinc those are mandotory parameter according to Minister regulation and IBWA. SNI has reqiured desinfection by product which were secondary parameter according to minister of health regulation, IBWA and WHO. No differentiation for physical properties identified between Minister regulation and SNI. Keywords: Bottled drinking water, SNI, Ministry of health regulation 492/2010, IBWA code of practice, WHO guidelines.
STUDI FORMULASI, SIFAT FISIKO KIMIA, STABILITAS DAN TINGKAT KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP MINYAK AROMATERAPI SEREH WANGI shintawati - shintawati; Zulfahmi -- --
Majalah TEGI Vol 11, No 2 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 2 Desember 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (253.083 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i2.5784

Abstract

. Sereh sejak dahulu telah digunakan sebagai bahan obat luar. Minyak atsiri sereh wangi, dikenal dengan nama citronella, secara  komersil diperoleh dari distilasi uap daun tanaman sereh wangi. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari formulasi, sifat fisiko kimia, stabilitas dan tingkat kesukaan konsumen terhadap dua formula produk minyak aromaterapi sereh wangi. Produk minyak aromaterapi sereh wangi dibuat dalam 2 formula yaitu formula J2 dan J3 yang terdiri minyak kelapa, minyak gandapura, kristal mentol, minyak piperin, minyak lemon dan minyak sereh wangi dengan perbandingan 1:5:6:2:2:4 dan 1:5:6:2:0:6. Metode pembuatan minyak aromaterapi diawali dengan pemanasan campuran kristal mentol, minyak kelapa dan minyak gandapura pada suhu 60-700C. Setelah campuran mencapai suhu kamar ditambahkan minyak atsiri lainnya. Parameter fisiko kimia  produk yang diuji antara lain viskositas, densitas dan pH. Evaluasi formulasi minyak  aromaterapi dilaksanakan melalui uji iritasi terhadap 10 panelis, uji angka lempeng total serta uji stabilitas selama 30 hari pada suhu kamar, 30±20C dan 40±20C dan  dilaksanakan dengan 3 kali ulangan. Uji tingkat kesukaan konsumen dilaksanakan oleh 26 orang panelis tidak terlatih dengan atribut sensori meliputi warna, wangi alami, kesegaran, kehangatan, tekstur dan kesukaan keseluruhan terhadap produk. Hasil penelitian menunjukkan formula J2 dan formula J3 memiliki pH  masing-masing 5,25 dan 5,47 yang aman bagi kulit. Uji iritasi menunjukkan kedua formula J2 dan J3 tidak menimbulkan iritasi pada kulit. Hasil uji stabilitas menunjukkan kedua formula stabil pada ketiga variasi suhu dimana tidak ada perubahan  pH, warna maupun wangi alami selama penyimpanan 30 hari.  Formula J2 dan J3 memenuhi kriteria Peraturan Kepala BPOM Nomor 12 tahun 2014 tentang Persyaratan Obat Tradisional, dimana kandungan angka lempeng total formula J2 dan J3 masing-masing 1,1 x 104 koloni/ml dan 0 koloni/ml. Analisa Anova menunjukkan terdapat beda nyata antara formula J2 dan J3. Evaluasi sensori memperlihatkan panelis lebih menyukai formula dengan penambahan minyak lemon,  J2 dibandingkan dengan formula tanpa penambahan minyak lemon, J3. Nilai rata-rata kesukaan panelis secara keseluruhan terhadap formula J2 dan J3 masing-masing 4,23 dan 2,69.
Analisis Ketersediaan Pasokan Jagung dariLampung Sebagai Bahan Pakan Unggas Devi Oktiani
Majalah TEGI Vol 8, No 2 (2016)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v8i2.3036

Abstract

Industri pakan ternak, khususnya pakan unggas banyak didirikan di Lampung, menggunakan jagung yang berasal dari Lampung sebagai bahan baku utama. Jagung yang berasal dari Lampung dikenal sebagai jagung yang berkualitas bagus. Namun demikian, pasokan jagung dari lampung tersebut tidak mencukupi untuk kebutuhuan industri pakan ternak. Tulisan ini bertujuan memberikan gambaran pasokan jagung dan pertambahan jumlah unggas. Data sekunder didapatkan dari BPS. Salah satu cara untuk meningkatkan pasokan jagung adalah dengan meningkatkan produktivitas pertanian jagung.