cover
Contact Name
karim abdullah
Contact Email
karim.abdullah@yahoo.com
Phone
+6281513332575
Journal Mail Official
karim.abdullah@yahoo.com
Editorial Address
http://ejournal.kemenperin.go.id/tegi/about/editorialTeam
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Majalah Tegi
ISSN : 20856067     EISSN : 26568411     DOI : -
Majalah Teknologi Agroindustri (TEGI) adalah Jurnal Ilmiah yang diterbitkan sebanyak 2 kali dalam satu tahun oleh Balai Riset dan Standardisasi Industri Bandar Lampung. Majalah TEGI memiliki tujuan untuk menyebarluaskan hasil riset yang telah dilakukan oleh para peneliti, perekayasa, akademisi maupun mahasiswa terkait bidang agroindustri.
Articles 45 Documents
Validasi Metode Analisis Piperin dalam Lada Hitam Secara Spektrofotometri shintawati shintawati
Majalah TEGI Vol 10, No 2 (2018): Majalah TEGI Vol 10, NO 2 Desember 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (180.315 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i2.4625

Abstract

Lada hitam asal Provinsi Lampung dikenal sejak zaman penjajahan Belanda karena kepedasannya. Zat aktif pemberi rasa pedas tersebut adalah piperin. Salah satu metoda analisa piperin adalah menggunakan spektrofotometri UV Vis. Salah satu upaya modifikasi terhadap metode analisa standar dengan mengefektifkan jumlah penggunaan bahan kimia namun tetap menghasilkan data pengujian yang valid dan tak terbantahkan. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode pengujian piperin yang dimodifikasi dari metoda standar melalui penilaian parameter presisi, akurasi, linieritas, serta penetapan nilai LOD dan LOQ. Hasil penelitian ini menunjukkan seluruh parameter validasi memenuhi persyaratan keberterimaan validasi. Diperoleh nilai simpangan baku relatif (%RSD) sebesar 0,10123 dengan nilai CV Horwitz 3.05145, nilai perolehan kembali 98,88-101,87% dan  koefisien determinasi kurva linieritas sebesar 0,999. Nilai LOD dan LOQ  masing-masing sebesar 0,002116 dan 0,007054 ppm
Makrobentos Sebagai Bioindikator Kualitas Air Sungai Way Belau Bandar Lampung Rina Budi
Majalah TEGI Vol 9, No 2 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (768.863 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i2.3655

Abstract

Aliran air sungai Way Belau yang terletak di kecamatan Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar untuk melakukan aktivitas sehari-hari dan kegiatan pertanian. Aktivitas masyarakat dan pertanian yang dilakukan mempengaruhi kualitas air sungai tersebut. Kualitas perairan sungai dapat ditentukan oleh keanekaragaman bioindikator. Makrozoobentos adalah biondikator yang sering digunakan pada perairan sungai. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kualitas perairan sungai Way Belau berdasarkan parameter biologi (keanekaragaman jenis makrobentos), fisika (kedalaman, kekeruhan, dan suhu), serta kimia (DO, BOD, COD, dan pH). Metode penelitian yang dilakukan adalah observasi pada tiga stasiun pengambilan. Penentuan nilai indeks keanekaragaman makrobentos dilakukan berdasarkan indeks Shannon-Wiener (H’ dan Evennes). Indeks dominasi dihitung berdasarkan indeks dominasi Simpson (C). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai indeks keanekaragaman tertinggi terdapat pada stasiun tiga sebesar 0,366 (tercemar berat). Sedangkan nilai keseragaman tertinggi terdapat pada stasiun dua sebesar 0,528 (tercemar sedang). Indeks dominasi dan kelimpahan bernilai 1 (tinggi) pada ketiga stasiun. Hasil penilaian kualitas air berdasarkan parameter kimia dan fisika menunjukkan bahwa air sungai Way Belau masih termasuk pada air konsumsi. Kesimpulan dari penelitian ini adalah kualitas perairan sungai Way Belau termasuk dalam kategori tercemar sedang.
KAJIAN POTENSI TEPUNG NABATI DAN HEWANI DI PROPINSI LAMPUNG Nanti Musita
Majalah TEGI Vol 9, No 1 (2017)
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (566.614 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v9i1.3270

Abstract

Tepung industri merupakan tepung yang banyak digunakan pada baik sebagai bahan baku utama maupun sebagai bahan pelengkap, baik berupa tepung alami maupun yang sudah mengalami modifikasi. Pengkajian potensi tepung industri berasal dari sumber nabati (beras, jagung, ubi kayu, ubi jalar, kentang, sukun, pisang, dan durian) dan hewani (ikan dan telur) yang terdapat di Lampung menjadi topik tulisan ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahan baku yang berpotensi sebagai sumber pati adalah ubi kayu, jagung, kentang, sukun, beras dan ubi jalar. Bahan baku yang berpotensi sebagai sumber pati adalah ubi kayu, jagung, kentang, sukun, beras dan ubi jalar; yang berpotensi sebagai sumber serat pangan adalah kentang, beras, sukun, durian, dan papaya; yang berpotensi sebagai sumber proteini adalah ikan, telur, kentang, dan jagung; dan yang berpotensi untuk dikembangkan sebagai kegiatan usaha IKM tepung industri adalah ubi jalar, pisang,  kopi, ikan, dan pepaya.
Hubungan Kausalitas Granger Harga Minyak Makan Nabati: Minyak Sawit, Minyak Kedelai, Minyak Canola, dan Minyak Biji Bunga Matahari Devi Oktiani
Majalah TEGI Vol 11, No 1 (2019): Majalah TEGI Vol 11, No 1 Juni 2019
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (44.067 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v11i1.5658

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kausalitas diantara minyak makan nabati yang banyak diperdagangkan di pasar internasional, yaitu minyak sawit, minyak kedelai, minyak kanola, dan minyak biji bunga matahari. Analisis dilakukan menggunakan metoda kausalitas Granger. Diketahui bahwa terdapat hubungan kausalitas dua arah antara harga minyak biji bunga matahari dan harga minyak kanola, dan juga antara harga minyak bunga matahari dengan minyak kedelai, hubungan kausalitas satu arah terdapat pada harga minyak goreng sawit mempengaruhi harga minyak biji bunga matahari. Harga minyak goreng sawit tidak dipengaruhi secara signifikan oleh harga minyak nabati lainnya.
PENGARUH SUBSTITUSI ISOLAT DAN KONSENTRAT PROTEIN KEDELAI TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORIS SOSIS DAGING AYAM Wea Aanisah Mentari Putri; Fidela Devina Agrippina
Majalah TEGI Vol 10, No 1 (2018): Majalah TEGI Vol 10 No 1 Juni 2018
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.176 KB) | DOI: 10.46559/tegi.v10i1.4274

Abstract

Substitusi sosis menggunakan isolat protein dari kacang-kacangan dapat mengurangi biaya produksi dan dapat menghasilkan sosis dengan mutu yang sama. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan sifat kimia dan sifat sensoris dari sosis ayam yang disubstitusi dengan isolat protein kedelai (ISP) dan konsentrat protein kedelai (SPC). Lima buah sampel dipersiapkan: C, sebagai kontrol; ISP 10%; ISP 20%; SPC 10%; dan SPC 20%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi daging ayam dengan ISP dan SPC akan mempengaruhi sifat kimia sosis ayam. Substitusi akan meningkatkan kadar protein. Sebaliknya, substitusi akan menurunkan kadar air, dan kadar lemak. Tetapi, substitusi tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kadar abu (p>0,05). Berdasarkan sifat sensoris, panelis lebih menyukai sosis yang disubstitusi dengan SPC sebanyak 10%.
PENINGKATAN KADAR BIOETANOL DARI KULIT NANAS DENGAN ADSORBEN DARI LIMBAH KATALIS BEKAS CRACKING PERTAMINA RU III PLAJU YANG TERAKTIVASI SECARA FISIKA Kiagus Ahmad Roni; Tri Susanto; Indra Pratama; Netty Herawati
Majalah TEGI Vol 12, No 1 (2020): Majalah TEGI Vol 12, No 1 Juni 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i1.6026

Abstract

Bioetanol merupakan suatu etanol yang dihasilkan dari fermentasi glukosa yang telah melewati hasil destilasi. Salah satu bahan baku yang dapat digunakan untuk membuat bioetanol adalah kulit nanas. Kadar gula yang terkandung dalam kulit nanas adalah 11,40%. Dari proses fermententasi menggunakan ragi roti dihasilkan kandungan bioetanol sebesar 4,2%.  Untuk meningkatkan bioetanol yang dihasilkan maka digunakan metode lain selain distilasi yaitu proses adsorpsi. Adsorben yang digunakan pada penelitian kali ini adalah limbah bekas cracking pertamina RU III. Penggunaan adsorben jenis ini adalah sebagai pengganti adsorben zeolit alam yang terbilang mahal dengan limbah bekas cracking pertamina RU III yang mudah didapat dan jauh lebih ekonomis. Tujuan penelitian kali ini adalah untuk mengetahui seberapa baik peningkatan bioetanol dengan menggunakan adsorben jenis ini. Hasil dari penelitian ini adanya peninggkatan kadar sebesar 58,386%  dengan teraktivasi secara fisika.
Pengaruh Lama Fermentasi Terhadap Nilai Angka Lempeng Total & Kapang Pada Kopi Robusta Lampung (Coffea canephora) Damar wiraputra; Rizki adrianto; Fidela Devina Agrippina; Masmulki Daniro Jyoti
Majalah TEGI Vol 12, No 1 (2020): Majalah TEGI Vol 12, No 1 Juni 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i1.6046

Abstract

Kopi merupakan salah satu komoditas yang digemari oleh konsumen. Fermentasi biji kopi merupakan cara pengolahan biji kopi secara basah yang berperan dalam pembentukan senyawa prekusor pembentuk citarasa kopi. Namun selain citarasa salah satu kriteria mutu produk kopi yaitu mutu mikrobiologi. Mutu mikrobiologi dapat diidentifikasi melalui beberapa pengujian untuk mengetahui jumlah cemaran mikroba di dalam produk, di antaranya uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang.  Penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh lama fermentasi biji kopi terhadap Angka Lempeng Total (ALT) dan kapang pada produk biji kopi Robusta Lampung. Perlakuan lama fermentasi biji kopi robusta Lampung dilakukan dengan perlakuan lama fermentasi sebanyak 4 perlakuan yaitu: perlakuan A (0 jam), B (8 jam), C (16 jam) dan D (24 jam).  Berdasarkan hasil penelitian kopi fermentasi D (lama fermentasi 24 jam) mempunyai nilai ALT paling banyak yaitu sebanyak 180 gram/koloni.  Sedangkan hasil analisa pertumbuhan kapang paling tinggi diperoleh pada perlakuan B (lama fermentasi 8 jam) yaitu sebanyak 7 gram/koloni
PEMODELAN ARIMA HARGA JAGUNG INTERNASIONAL Devi Oktiani
Majalah TEGI Vol 12, No 1 (2020): Majalah TEGI Vol 12, No 1 Juni 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i1.6090

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memberikan suatu model yang dapat memprediksi harga jagung pada pasar internasional. Manfaat dari adanya model ini adalah dapat digunakan oleh industri yang menggunakan bahan baku jagung, khususnya jagung impor sebagai bahan baku industri, misalnya industri pakan ternak. Dilakukan peramalan model menggunakan model autoregerssive integrated moving average (ARIMA), telah dilakukan identifikasi beberapa model ARIMA yang dapat diterapkan, dan telah dipilih bahwa model ARIMA yang paling sesuai adalah ARIMA(3,1,3).
SUBSTITUSI TEPUNG UBI KAYU TINGGI PROTEIN TERHADAP SIFAT KIMIA DAN SENSORIS BROWNIES KUKUS Ira Novita Sari; Beni Hidayat; zukryandry zukryandry; Annisa fitri
Majalah TEGI Vol 12, No 1 (2020): Majalah TEGI Vol 12, No 1 Juni 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i1.5969

Abstract

Pemerintah sampai saat ini telah membuat program percepatan diversifikasi konsumsi pangan untuk mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap tepung terigu. Bentuk kebijakan yang dilakukan yaitu dengan memanfaatkan potensi pangan lokal yaitu dari kelompok umbi-umbian, salah satu diantaranya adalah ubi kayu. Diversifikasi produk olahan ubi kayu yang sudah dikembangkan saat ini adalah tepung ubi kayu tinggi protein. Pengembangan produk brownies substitusi tepung ubi kayu tinggi protein diharapkan dapat menurunkan konsumsi tepung terigu. Penelitian ini betujuan untuk mendapatkan produk brownies substitusi tepung ubi kayu tinggi protein. Selain analisis proksimat, pengamatan yang dilakukan terhadap  sifat sensoris warna,  aroma, rasa/after taste, tekstur dan penerimaan keseluruhan produk brownies substitusi tepung ubi kayu tinggi protein. Berdasarkan hasil penilaian sensoris, diperoleh perlakuan substitusi tepung ubi kayu tinggi protein : tepung terigu = 80% : 20% (B4) sebagai produk brownies pilihan panelis. Hasil analisis proksimat terhadap kadar air, kadar protein, kadar lemak, kadar serat, kadar abu dan karbohidrat produk brownies B4 berturut-turut adalah 12.65 %; 5.07 % ; 21.52 % ; 2.31 % ; 1,13 % dan 57.33 %. 
Substitusi Tepung Onggok Terfermentasi Dalam Pembuatan Crackers Otik Nawansih; siti Nurdjanah; Azhari Rangga; Anggy Putri Ernani
Majalah TEGI Vol 12, No 1 (2020): Majalah TEGI Vol 12, No 1 Juni 2020
Publisher : Kementerian Perindustrian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46559/tegi.v12i1.5971

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan substitusi tepung onggok terfermentasi yang menghasilkan sifat sensori crackers yang masih baik sesuai dengan Standar Mutu Biskuit SNI 2973-2011. Tepung onggok terfermentasi disubsitusikan menggantikan tepung terigu sebesar 0% (b/b); 5% (b/b); 10% (b/b); 15% (b/b); 20% (b/b) dan 25% (b/b). Adonan sesuai resep crackers kemudian dicetak dan dioven. Crackers yang dihasilkan diamati tekstur menggunakan uji skoring sedangkan rasa, aroma, warna dan penerimaan keseluruhan menggunakan uji hedonik. Data dianalisis dengan ANARA dan dilanjutkan dengan uji Orthogonal Contrast (OC) taraf 5%. Perlakuan terbaik kemudian dilakukan uji proksimat serta dilakukan uji banding dengan crackers yang menggunakan onggok dari industri tapioka yang difermentasi untuk melihat prospek aplikasinya dalam skala industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa crackers dengan substitusi tepung onggok terfermentasi 5% (b/b) memiliki karakteristik sensori yang masih diterima/disukai yaitu tekstur 3,89 (renyah), rasa 3,59 (suka), warna 3,76 (suka), aroma 3,52 (suka) dan penerimaan keseluruhan 3,66 (suka) serta mengandung kadar air 1,97%, kadar abu 1,98%, kadar protein 7,28%, kadar lemak 15,23%, karbohidrat 73,54 dan total serat pangan 7,30%. Kelebihan dari crackers ini adalah kandungan seratnya yang tinggi. Crackers ini mempunyai peluang tinggi untuk dikembangkan dengan memanfaatkan onggok dari industri tapioka  yang difermentasi karena hasil uji Crcakers yang dihasilkan memiliki karakteristik yang sama dengan yang disubstitusi dari onggok fermentasi yang dibuat skala laboratorium.