cover
Contact Name
Arief Hidayatullah
Contact Email
arief.stisipbima@gmail.com
Phone
+6281334936780
Journal Mail Official
arief.stisipbima@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pierre Tandean Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Kombud
ISSN : 24433519     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan sebagai media publikasi karya ilmiah yang dihasilkan oleh akademisi, peneliti dan mahasiswa.
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017" : 10 Documents clear
PERILAKU JURNALIS DALAM PENYELENGARAAN PERS DI BIMA ARIEF HIDAYATULLAH
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (612.399 KB)

Abstract

Penelitian  ini  berjudul “Perilaku  Jurnalis  dalam  Penyelenggaraan  Pers  di  Bima”. Setelah rezim Orde Baru tumbang “Revolusi Mei 1998”, kini Indonesia mulai memasuki era keterbukaan. Rakyat Indonesia, termasuk Pers, juga mulai menikmati kebebasan berbicara, berkumpul dan berorganisasi. Departemen Penerangan, yang dulu dikenal sebagai lembaga pengontrol media, dibubarkan. UU Pers pun diperbaiki dengan UU No. 40 tahun 1999 tentang Pokok Pers. Dihilangkannya pembredelan Pers oleh negara. Dibukanya kesempatan untuk mendirikan Pers seluas-luasnya. Bima sebagai salah satu kota administratif yang berada di pulau Sumbawa provinsi Nusa Tenggara Barat tentu saja memiliki lembaga pers yang didirikan oleh masyarakatnya. Keberadaan pers dalam suatu sistem masyarakat Bima  menjadi sangat penting untuk membangun Bima (Kota Bima dan Kabupaten Bima) terutama dalam penyebaran informasi. Untuk mengetahui bagaimana perilaku jurnalis dalam penyelenggaraan pers di Bima, maka penelitian ini dilakukan.  Dengan  menggunakan  metode  penelitian  kualitatif, peneliti menemukan fenomena perilaku jurnalis di Bima: (1) Subyek penelitian mengklaim diri sebagai jurnalis professional. Kalau dilihat dari perilaku mereka dalam menjalankan aktivitas jurnalismenya, hanyak hal yang menyalahi etika jurnalis professional. Mereka lebih mengandalkan formalitas, seperti mereka memiliki media resmi, ada kartu pers, melakukan aktivitas jurnalisme secara teratur, tidak memeras dan berbagai perilaku yang mereka anggap itu tidak menyalahi UU maupun KEJI, padahal banyak hal yang diatur dalam regulasi tersebut yang mereka langgar. (2) Membangun relasi yang sangat akrab dengan sumber berita.  Padahal, relasi yang "mesra bisa saja akan mempengaruhi jurnalis dalam memberitakan suatu kasus. Ketika jurnalis sudah akrah dengan pejabat yang memiliki kasus, maka akan mempengaruhi suhjektivitas jurnalis dalam memberitakan kasus tersebut. (3) Sebagian subyek penelitian mengatakan sulit untuk membuktikan jurnalis yang menerima amplop. Tapi ada juga instrumen penelitian yang mengaku menerima amplop berserta isinya, asalkan tidak meminta kepada sumber berita. (3) Selain menjalankan aktivitas resminya sebagai pencari informasi, ada juga jurnalis yang melakukan kegiatan-kegiatan lain. Seperti menjual hasil karya foto hasil dari foto saat menjalankan tugas jurnalistiknya. (4) Perilaku terakhir yang berhasil diidentifikasi dalam penelitian ini adalah adanya istilah jurnalis bodrek. Jumalis bodrek ini merupakan istilah yang diberikan para jurnalis resmi/profesional kepada seseorang atau sekelompok orang yang melakukan kegiatan seperti kegiatan jurnalis resmi/profesional.
DAMPAK KEBERADAAN PERGURUAN TINGGI TERHADAP KEHIDUPAN SOSIAL MASYARAKAT DI KELURAHAN MANDE KAMALUDDIN KAMALUDDIN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (250.051 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Dampak Keberadaan Perguruan Tinggi Terhadap Kehidupan Sosial Masyarakat di Kelurahan Mande”. Dengan permasalah sebagai berikut: 1). Apakah ada perbedaan tingkat pendidikan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi? 2). Apakah ada perbedaan tingkat pendapatan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi? 3). Bagaimana penilaian masyarakat sekitar Perguruan Tinggi terhadap keberadaan mahasiswa pondokan? Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap kehidupan sosial masyarakat kelurahan Mande kecamatan mpunda Kota bima dapatlah disimpulkan sebagai berikut: 1. Tingkat pendidikan penduduk sebelum dan sesudah adanya Perguruan Tinggi terhadap kehidupan Masyarakat Kelurahan Mande. a. Tingkat pendidikan sebelum adanya perguruan tinggi sangat rendah dengan jumlah responden sebanyak 15 orang atau 50,00% sedangkan b. Tingkat pendidikan sesudah adanya perguruan tinggi sangat tinggi dengan jumlah  responden sebanyak  20 orang atau 64,44%. 2. Tingkat Pendapatan penduduk sebelum dan sesudah adanya perguruan tinggi terhadap kehidupan Masyarakat Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima. a. Tingkat Pendapatan penduduk sebelum adanya perguruan tinggi yaitu sangat rendah dengan jumlah responden mengatakan sebanyak 14 orang atau 46,66 sedangkan  b. Tingkat Pendapatan penduduk sesudah adanya perguruan tinggi yaitu sangat tinggi dengan jumlah responden 17 orang atau 56,66%. 3. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan di Kelurahan Mande Kecamatan Mpunda Kota Bima. a. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan sangat tinggi dengan jumlah responden 15 orang atau 55,00% dan di dukung dengan Wawancara sedangkan b. Penilaian masyarakat terhadap keberadaan Mahasiswa Pondokan sangat rendah dengan jumlah responden 14 orang atau 46,66% dan di dukung dengan Wawancara yang dilakukan oleh peneliti. Jadi Dampak keberadaan perguruan tinggi terhadap kehidupan sosial masyarakat kelurahan Mande kecamatan mpunda Kota bima ada pengaruh yang kuat terhadap keberadaan perguruan tinggi dengan kehidupan masyarakat sekitar.
DAMPAK SOSIAL EKONOMI MASYARAKAT TERHADAP AKTIVITAS PERTAMBANGAN BATU MARMER DI KELURAHAN OI FO’O KOTA BIMA LUBIS HERMANTO FIRDAUS
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (554.111 KB)

Abstract

Berdirinya kawasan industri diikuti dengan semakin banyaknya kawasan pertambangan sebagai salah satu penunjang pertumbuhan ekonomi dan pembangunan suatu wilayah, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar akan pertumbuhan pertambangan, hal dikarenakan wilayah Indonesia yang memiliki Sumber Daya Alam (SDA) yang sangat melimpah.Kegiatan pertambangan banyak dilakukan pada kawasan hutan yang dianggap memiliki potensi galian yang ingin dicari, salah satunya adalah batu marmer. Aktifitas pertambangan juga ada di Kota Bima tepatnya di lingkungan Kadole Kelurahan Oi FO’O, pertambangan di lingkungan Kadole lebih pada penggalian batu marmer. Kehadiran aktifitas pertambangan di lingkungan Kadole Kelurahan Oi FO’O, memicu lahirnya banyak permasalahan seperti permasalahan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Metode penelitian menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan teknik pengumpulan data penelitian antara lain: observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kemudian teknik analisa data dengan menggunakan reduksi data, display data dan pengambilan kesimpulan (verifikasi). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Dampak yang ditimbulkan dari aktifitas pertambangan batu marmer di lingkungan Oi FO’O Kota Bima terhadap perubahan ekosistem lingkungan antara lain berupa adanya sisa-sisa batu yang terlihat di atas bukit atau disebut dengan ampas buangan (tailing). Dari aktifitas pertambangan tersebut tidak menimbulkan ganguan ekosistem lingkungan yang buruk seperti ketersediaan air untuk irigasi pertanian dan perkebunan masyarakat masih terjaga dengan baik terlihat terawatnya mata air di bawah kaki gunung tempat aktifitas pertambangan berlangsung. Dampak secara sosial dan budaya antara lain : Pertama, masyarakat sangat menggapresiasi hadirnya pertambangan karena masyarakat mendapatkan kehidupan yang layak dari ganti rugi atas lahan tempat tinggal dan lahan pertanian dengan dipindahkan pada lahan pemekaran pemukiman yang baru. Kedua, secara strata sosial masyarakat Kelurahan Oi FO’O sudah mendapatkan banyak informasi dan soft skill maupun hard skill dari bekerja dengan perusahaan pertambangan. Ketiga, perubahan sosial dan budaya dengan hadirnya pertambangan ini terlihat dari gaya hidup masyarakat yang sekarang lebih konsumtif dan modern, yaitu dengan penggunaan alat-alat telekomunikasi dan hadirnya internet masuk desa. Dampak secara ekonomi secara nyata telah memberikan kontribusi tambahan bagi nilai perekonomian masyarakat Oi FO’O. Dimana dengan hadirnya pertambangan ini secara tidak langsung maupun secara langsung masyarakat menjadi tuan rumah di daerahnya sendiri yaitu dengan menjadi pegawai pertambangan. Berdasarkan perjanjian antara perusahaan dan masyarakat bahwa pegawai atau karyawan perusahaan harus diambil dari masyarakat sekitar area pertambangan.
PENANGANAN KONFLIK SOSIAL DI KELURAHAN DARA KECAMATAN RASANAE BARAT KOTA BIMA Hendra Hendra
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dengan judul: Penanganan Konflik Sosial Di Kelurahan  Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini yakni: 1) Untuk mengetahui penerapan pendekatan akomodasi lurah sebagai upaya penyelesaian konflik antar warga di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan pendekatan kompromi lurah sebagai upaya penyelesaian konflik antar warga di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Untuk membahas penelitian ini penulis menggunakan jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan adalah semua staf Kelurahan Dara, masyarakat yang pernah berkonflik, tokoh-tokoh masyarakat Kelurahan Dara, dan pengurus lembaga-lembaga masyarakat di Kelurahan Dara Kecamatan Rasanae Barat Kota Bima. Penentuan informan dalam penelitian ini dilakukan dengan menggunakan purposive sampling atau pengambilan informan sengaja, dengan jumlah 14 orang. Kemudian teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, berdasarkan penerapan gaya akomodasi lurah dalam upaya menyelesaikan konflik di Kelurahan Dara Kota Bima, baik bersikap kerja sama, dapat menerima petunjuk  orang  lain atau mengikuti pandangan orang lain, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, mempertahankan harmonisasi, maka hasilnya sangat berhasil. Kedua, berdasarkan penerapan gaya kompromi upaya menyelesaikan konflik di Kelurahan Dara Kota Bima, baik memisahkan perbedaan atau pernyataan: anda harus memberi  sedikit untuk mendapatkan sedikit, bila kedua belah pihak kira-kira sama kuatnya dan  sama-sama sangat tertarik kepada sasaran yang konflik, bila   kedua   belah  pihak  ingin   mencapai   penyelesaian sementara/paling praktis dalam keadaan mendesak, maupun bila  kedua belah pihak ingin mendapatkan  persetujuan  yang paling praktis karena desakan waktu, maka hasilnya sangat berhasil. Adapun saran diajukan adalah walaupun berdasarkan penerapan gaya akomodasi dalam upaya menyelesaikan konflik rata-rata sangat berhasil, baik bersikap kerja sama, dapat menerima petunjuk  orang  lain atau mengikuti pandangan orang lain, membiarkan keinginan pihak lain menonjol, mempertahankan harmonisasi, maka disarankan tetap dipertahankan.
PERSEPSI MASYARAKAT TENTANG PELAKSANAAN PROGRAM KELUARGA BERENCANA (KB) OLEH BKKBN KOTA BIMA DI KELURAHAN JATIWANGI Yani, Ahmad
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berjudul “Persepsi Masyarakat Tentang Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) oleh BKKBN Kota Bima Di Kelurahan Jatiwangi”. Tujuan penelitian ini: 1) untuk mengetahui perkembangan pelaksanaan kegiatan program Keluarga Berencana (KB) di Kelurahan Jatiwangi Kecamatan Asakota Kota Bima. 2) Untuk Mengetahui persepsi Masyarakat Kelurahan Jatiwangi terhadap Program Keluarga Berencana di kelurahan jatiwangi kecamatan asakota Kabupaten Bima. 3) Untuk Mengetahui bentuk-bentuk partisipasi masyarakat terhadap program keluarga berencana di Kelurahan Jatiwangi. Informan dalam penelitian ini adalah seluruh unsur-unsur Pegawai Kelurahan Jatiwangi, dan key informan dalam penelitian ini adalah seluruh unsur-unsur Masyarakat Jatiwangi. Metode penelitian yang di gunakan adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Sedangkan tahap analisa data yang ikut adalah uji keabsahan (validitas) dan keandalan (reliabilitas). Berdasarkan Hasil penelitian menyimpulkan bahwa: Pertama, berdasarkan hasil analisis terhadap 6 (enam) indikator dari sub variabel persepsi masyarakat terhadap program Keluarga Berencana (KB) oleh BKKBN di kelurahan Jatiwangi baik mengenai tanggapan positif akan menghasilkan program keluarga berencana yang Baik, Kerjasama yang baik akan menghasilkan kinerja yang maksimal baik, peningkatan keharmonisasian rumah tangga; mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga; meningkatkan kesetaraan dalam interaksi social; dan mencerminkan kerukunan dalam rumah tangga, rata-rata hasilnya dinilai informan sangat sesuai; Kedua, Berdasarkan hasil analisis terhadap tiga indikator yang akan dibahas terkait dengan bentuk partisipasi masyarakat pada program Keluarga Berencana (KB) oleh BKKBN; yaitu Sumbangsinya terhadap upaya pelaksanaan program Keluarga Berencana (KB); penerimaan manfaat secara merata dari masyarakat; pengambilan keputusan yang menyangkut pelaksanaan program keluarga Berencana (KB), rata-rata hasilnya dinilai responden sangat sesuai.
MAKNA KALONDO WEI SEBAGAI WARISAN BUDAYA MASYARAKAT DI KELURAHAN PENANAE KOTA BIMA RAHMI RAHMI
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (662.422 KB)

Abstract

Penelitian dengan judul Makna Kalondo Wei Sebagai Warisan Budaya Masyarakat Di Kelurahan Penanae Kota Bima, dengan permasalahan sebagai berikut: 1). Bagaimana masyarakat menganggap makna kalondo wei sebagai warisan budaya di Kelurahan Penanae Kota Bima. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif, penelitian kualitatif adalah salah satu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa ucapan atau tulisan dan perilaku orang-orang yang diamati.         Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, dan dokumentasi. Penentuan pengamatan observasi dalam penelitian ini penulis dalam penentuan observasi  dilakukan dengan teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif yang didahului dengan informan penelitian), yang menjadi informan atau narasumber dalam penelitian ini terdiri dari Pemerintah Kelurahan Penanae, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda yang ada di Kelurahan Penanae Kota Bima. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukan bahwa 1.) masyarakat menganggap makna kalondo wei bahwa dalam kehidupan masyarakat kelurahan penanae, tergantung dari pada masyarakat memaknai arti dari kalondo wei itu, karena pernikahan ini sudah menjadi peristiwa dan keadaan masyarakat sebagai tradisi dou mbojo untuk membantu satu sama lain dalam memeriahkan acara pernikahan yang dikenal dikalangan masyarakat yaitu kalondo wei yang dimana kalondo wei sebagai budaya warisan yang selalu dijalankan pada pernikahan berlangsung.
FUNGSI HUBUNGAN MASYARAKAT DALAM MEMBANGUN CITRA SEKOLAH BERPRESTASI DI SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 2 KOTA BIMA AINI ANNISYA
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.844 KB)

Abstract

Persoalan sekolah selalu menarik perhatian banyak orang sepanjang hayat. Sekolah merupakan "pabrik manusia" yang akan menentukan arah peradaban manusia di masa mendatang. Maju mundurnya, baik buruknya sebuah bangsa dipengaruhi juga oleh manusia hasil produk sekolah. Rumusan masalah yang diangkat dalam pembahasan ini yaitu, Bagaimana peran humas dalam membangun cira SMK Negeri 2 Kota Bima sebagai sekolah berprestasi? Adapun yang menjadi tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peranan humas dalam membangun citra SMK Negeri 2 Kota Bima sebgai sekolah berprestasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, yakni prosedur penelitian ini akan menghasilkan data deskriptif yang berupa kata-kata yang tertulis atau dengan menggunakan media lisan yang disampaikan, dengan fokus kepada orang/manusia yang diamati. Berdasarkan analisis terhadap sejumlah variable penelitian dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif, maka hasil penelitian yang diperoleh yaitu :Keberadaan PR dalam suatu organisasi terutama difungsikan untuk menunjang fungsi-fungsi manajemen perusahaan untuk mencapai tujuan bersama. Adanya berbagai kemajuan telah mengakibatkan terjadinya pembaruan dalam masyarakat. Cara hidup mesyarakat yang semakin modern dan semakin terspesialisasi dalam bidang-bidang tertentu, semakin mempengaruhi fungsi tersebut. Kondisi di atas jelas memerlukan keahlian khusus di bidang PR.
REVOLUSI MENTAL MELALUI WADAH KERUKUNAN DAN KETAHANAN MASYARAKAT LOKAL TASRIF TASRIF; MUHAMAD SUBHAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.467 KB)

Abstract

Hasil observasi awal peneliti memperoleh gambaran bahwa masyarakat Donggo adalah masyarakat yang sangat membanggakan hidup harmonis, baik secara sosial budaya, politik, hukum, maupun secara agama. Hal tersebut dibuktikan dengan masih kentalnya adat di daerah tersebut yang menjadi pedoman hidup bagi masyarakat donggo. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis: nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Donggo, bentuk kebudayaan global yang dianggap oleh masyarakat lokal sebagai pengaruh yang akan membahayakan kebudayaan yang lama,dan dampak revitalisasi kearifan lokal dalam mengrevolusi mental masyarakat Donggo.Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan, pertama ada beberapa nilai-nilai kearifan lokal yang masih tertanam, bahkan dipegang teguh oleh masyarakat Donggo sampai sekarang, yaitu Maja labo dahu (malu dan takut), Mbolo Weki (musyawarah bersama), dan tekara nee (sumbang sih/antar mahar). Kedua, terdapat beberapa bentuk kebuadayaan global yang dapat mengancam ketahanan masyarakat Lokal donggo yaitu, Rawa Mbojo (Nyanyian Daerah Bima) yang mengalami pergeseran nilai akibat munculnya orgen tunggal yang menyebabkan sering terjadinya perkelahian antarpemuda dan Perilaku konsumtif Tramadol oleh remaja di Donggo yang menyebabkan terjadinya kegilaan pada pengkonsumsinya bahkan dapat menyebabkan kematian. Ketiga, LASDO sebagai wadah kerukunan dan ketahanan masyarakat lokal dengan hukum adatnya mampu menjadi win-win solution dari berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat Donggo saat ini.
POLA KOMUNIKASI EDUKATIF ANTARA GURU DENGAN SISWA DALAM KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 2 WERA KABUPATEN BIMA ARIANI ROSADI
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (526.372 KB)

Abstract

Penelitian ini berjudul “Pola Komunikasi Edukatif Antara Guru dengan Siswa dalam Kegiatan Ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima” Masalah yang diidentifikasi dalam penelitian ini adalah: 1) Bagaimana penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima 2) Bagaimana penerapan pola sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. 2) Untuk mengetahui penerapan pola komunikasi sosial antara guru dan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima. Jenis penelitian yaitu deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, observasi, dan dokumentasi. Penentuan informan dalam penelitin ini penulis menggunakan teknik snowball sampling. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis secara deskriptif kualitatif, yang dimulai dari reduksi data, display data, dan verifikasi dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian yang diperoleh yaitu: pertama, kaitan dengan empat belas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi interpersonal antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi interpersonal yang baik hal ini ditandai dengan adanya kesediaan guru untuk mendengarkan keluhan setiap siswanya. Untuk membangkitkan motivasi belajar pada diri siswa perlu adanya rasa pengertian dan memahami kondisi maupun keadaan yang dialami oleh setiap siswa. Sikap menyenangkan dan terbuka selalu ditunjukan oleh pembina dalam memberikan arahan dan tuntunan kepada siswa. Kedua, berdasarkan hasil wawancara yang  dilakukan terkait dengan kesebelas indikator dari variabel penerapan pola komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera  Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa ada komunikasi sosial yang efektif antara guru dengan siswa hal ini ditandai dengan adanya komunikasi yang akrab, hangat dan menyenangkan antara guru dan siswa, serta suasana nyaman dalam lingkungan sekolah. Adanya keberhasilan komunikasi untuk menumbuhkan tindakan nyata dalam pribadi siswa dengan bersikap menghargai orang lain dan mendengarkan apa yang disampaikan lawan bicaranya. Penyampaian yang disampaikan oleh guru dapat di dengar dengan jelas sehingga mampu dimengerti dan dipahami oleh siswanya. Ketiga, berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan terkait dengan keempat indikator dari variabel dampak komunikasi edukatif antara guru dengan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler pada Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Wera Kabupaten Bima, maka dapat disimpulkan bahwa upaya mengembangkan pribadi dan potensi siswa sepenuhnya dengan selalu membangun komunikasi yang baik dengan siswa, agar siswa tidak merasa takut dan minder terhadap guru.
PEREMPUAN DAN KELUARGA (STUDI PADA PEREMPUAN MEMPERTAHANKAN KELUARGA BERMASALAH DI KELURAHAN MAGGEMACI KECAMATAN MPUNDA KOTA BIMA) SITI NURBAYAN
Jurnal Komunikasi dan Kebudayaan Vol 4, No 2 (2017): Juli-Desember 2017
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP) Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.448 KB)

Abstract

Keluarga bermasalah merupakan keluarga monogami yang mempertahankan keutuhan rumah tangga, namun kehilangan peran dan fungsi dalam keluarga, kesetiaan atas nama status monogami hanya sekedar mempertahankan identitas tetapi prosesnya tidak adanya realisasi fungsi masing-masing dalam keluarga, bahkan berani membagi jenis kelamin kepada orang lain, Namun hal ini tidak menjadikan perempuan untuk mengakhiri rumah tangganya dan tetap mempertahankannya. Padahal perkembangan kehidupan keluarga bermasalah tidak memberikan dampak yang positif terhadap perkembangan anaknya, kebiasaan orang tua dalam keluarga bermaslah akan ditiru oleh anak-anak dalam kehidupan berkelanjutaan. Dengan demikian yang menjadi pemicu peneliti untuk mengetahui penyebab perempuan mempertahankan keluarga bermasalah.Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pegumpulan data berupa wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Penentuan informan dilakukan dengan cara purposive sampling yakni mengambil informan dengan kriteria tertentu sehingga mendapatkan 7 orang perempuan dalam keluarga bermasalah. Kemudian analisis dan uji keabsahan data dengan memperhatikan triangulasi sumber, waktu kemudian penarikan kesimpulan.hasil penelitian ini menunjukan bahwa kehidupan perempuan dalam keluarga bermasalah ibaratkan berada dalam satu tempat yang dikelilingi oleh bara api yang menyalah dan panas, namun tetap mempertahankan rumah tangga dengan pertimbangan anak, tidak menerima perubahan status, kekeliruan memahami agama, atas pertimbangan ini berdampak pada perkembangan sikologi anak yang tidak sehat sehingga menjadikan rumah tangga dijalankan dengan sia-sia, karena kesuksesan rumah tangga tergantung dari baik dan tidaknya sikap dan perilaku anak yang menjadi buah kehidupan rumah tangganya.

Page 1 of 1 | Total Record : 10