cover
Contact Name
Puji Anto
Contact Email
pujianto210579@yahoo.co.id
Phone
+6281383972448
Journal Mail Official
jurnal.visualheritage@gmail.com
Editorial Address
Jl. Nangka No. 58c Tanjung Barat Jagakarsa Jakarta Selatan
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
ISSN : -     EISSN : 26230305     DOI : https://doi.org/10.30998/vh.v2i01
Core Subject : Humanities,
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya fokus untuk menerbitkan artikel hasil karya mahasiswa baik dalam bentuk penciptaan maupun pengkajian untuk semua aspek meliputi laporan penelitian terbaru, ide-ide konseptual, dengan menggunakan pendekatan metode penelitian kualitatif dalam bidang Desain, Ilustrasi, Fotografi, Seni, Budaya Visual serta bidang keilmuan seni dan humaniora lainnya. Ruang lingkup jurnal ini meliputi kajian tipografi, branding, fotografi, media, desain komunikasi visual, periklanan, animasi, ilustrasi, budaya visual, nirmana, film, videografi, dll.
Articles 308 Documents
Kajian Tipologi Tanda pada Karya Seni Lukis Oesman Effendi Nurul Annisa Nisa
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.5972

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk dapat memahami makna yang tersirat dalam karya lukisan Oesman Effendi (OE) dengan berdasarkan teori kajian tipologi tanda pada aspek trikotomi pertama (representamen), trikotomi kedua (objek), serta trikotomi ketiga (interpretan). Metode yang digunakan ialah deskriptif kualitatif-interpretatif, yakni memaparkan teori tipologi tanda guna mendeskripsikan makna pada karya lukisan OE dengan jelas dan secara terstruktur. Hasil penelitian menjelaskan bahwa representamen bersifat indrawi yakni dihadirkan dalam bentuk baru terinspirasi dari alam sekitar seperti suasana pantai, suasana pagi, keramaian, simbol dari kebudayaan maupun spiritual. Dalam aspek objek dihadirkan dengan bentuk non figuratif yang dikembangkan melalui naluri ataupun perasaan yang sedang dialami seniman. Berdasarkan aspek interpretan dihadirkan dalam bentuk sederhana alam sekitar seperti suasana keramaian, pantai, budaya/adat, dan keagamaan.
Pengenalan Tulila Batak Toba Melalui Film Dokumenter Ardison Ardison; Edo Galasro Limbong
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.6265

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki banyak suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Bahkan setiap suku tersebut memiliki kebudayaan yang unik dan berbeda-beda. Salah satunya adalah suku Batak yang berada di provinsi Sumatera Utara. Suku Batak memiliki lima suku yang tersebar ke berbagai daerah. Batak Toba merupakan satu suku dari lima sub suku tersebut yang ada di Sumatera Utara. Suku Batak Toba memiliki satu alat musik yang mulai kurang diketahui bahkan dilestarikan oleh generasi muda hingga saat ini. Alat musik tersebut bernama Tulila. Alat musik yang terbuat dari kayu dan dimainkan secara ditiup sudah mulai jarang dimainkan bahkan kurang diketahui oleh banyak orang, khususnya pemuda Batak Toba. Alat musik Tulila ini merupakan alat musik sakral yang digunakan pada kegiatan tertentu dan tidak dapat digabungkan dengan alat musik lain saat memainkan suatu instrumen. Oleh sebab itu, penelitian ini dilakukan untuk memperkenalkan alat musik Tulila yang berasal dari Batak Toba melalui rancangan media berupa film dokumenter. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif. kemudian pada teknik pengumpulan data yang digunakan di dalam penelitian ini menggunakan tiga cara, yakni melalui studi literatur, observasi, dan wawancara. Simpulan dari penelitian ini adalah dengan adanya film dokumenter yang dibuat bagi generasi muda, maka diharapkan para generasi muda khususnya yang keterunan Batak Toba tahu dan punya kesadaran untuk dapat melestarikan Tulila alat musik Batak Toba.
Perancangan Ornamen Digital Kain Batik Ikon kota Bogor Muhammad Rafnil Safar; Herliyana Rosalinda
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.5985

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan rancangan motif mengenai ciri khas visual dari kota Bogor. Seiring dengan bergesernya perkembangan zaman banyak budaya Nusantara yang kini sudah banyak di tinggalkan dan beralih mengikuti budaya barat. Kota Bogor memiliki motif batik yang beraneka ragam namun sayangnya, motif yang ada saat ini masih kurang banyak diminati karena belum dapat mengikuti gaya perkembangan fashion yang sedang berkembang saat ini. Karena itu akan menjadi sebuah peluang apabila dilakukan pembuatan sebuah perancangan motif batik baru dengan mengangkat tema yang mempresentasikan ikon Kota Bogor itu sendiri. Langkah-langkah dapat dilakukan dengan cara melakukan observasi potensi Kota Bogor, minat masyarakat terhadap batik dan perwujudan tema menjadi motif batik melalui metode desain. Setelah melalui beberapa proses, ditemukan lima ikon utama yang dikenal merupakan ciri khas Kota Bogor yaitu, kujang, rusa, bunga Rafflesia, tanaman paku dan rintik hujan. Ikon-ikon ini kemudian di olah hingga menjadi sebuah motif. Dengan perancangan ini diharapkan dapat menghasilkan motif-motif baru baru yang bisa mempresentasikan ikon yang menjadi ciri khas Kota Bogor dan dapat menarik minat masyarakat disekitarnya.
Poster dengan Teknik Cetak Tinggi sebagai Bentuk Kritik Ekologis Sigit Purnomo Adi; I Gusti Ngurah Tri Marutama; Seviana Rinawati; M. Khizal Mohamed Saat
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.4018

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah ingin memahami persoalan yang muncul dalam eksistensi poster dengan teknik cetak tinggi pada karya seniman-seniman di Indonesia dalam menyingkapi fenomena ekologis. Pertanyaan yang diajukan (1) apakah poster dengan teknik cetak tinggi mampu menghadirkan dimensi estetik yang kritis; (2) bagaimana pengaruh lingkungan membentuk kesadaran seniman dalam praktik poster dengan teknik cetak tinggi. Keberadaan praktik poster dengan teknik cetak tinggi terhadap perkembangan seni rupa kontemporer dengan teknik dan medium baru, serta dengan paradigma, konsep dan keyakinan dasar  seniman yang lebih memiliki kepekaan ekologis. Dalam proses kreatif penciptaan poster dengan teknik cetak tinggi mampu menghadirkan sesuatu yang dipandang kritis terhadap berbagai fenomena ekologis. Beberapa seniman yang bermukim di Indonesia memanfaatkan ruang publik sebagai tempat untuk mempresentasikan karya sebagai bentuk penyadaran publik tentang berbagai hal, khususnya tentang kerusakan lingkungan alam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa praktik poster dengan teknik cetak tinggi ternyata mampu menghadirkan dimensi pendidikan kritis. Sebagai bentuk tanggungjawab sosial seniman, seni bukan hanya urusan estetik dan galeri, seni yang baik adalah seni yang mampu memberikan kontribusi bagi kehidupan yang lebih baik sebagai bentuk pemuliaan terhadap nilai-nilai hidup dan menghidupi.
Perancangan Busana Wanita Siap Pakai dengan Inspirasi Facial Mask Pada Opera Beijing Felicia Gunawan; Dewi Isma Aryani; Tan, Indra Janty
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.4884

Abstract

Facial Mask atau yang disebut sebagai Lian Pu merupakan topeng Cina yang dilukis di wajah menggunakan make-up dengan motif dan warna yang memiliki arti dan penggambaran tertentu. Koleksi busana siap pakai berjudul SAVOIR DE LIAN PU merupakan pakaian semi-formal yang terinspirasi dari keunikan facial mask yang digunakan oleh pemain Opera Beijing yang terdiri dari Sheng (生), Jing (净), Dan (旦), dan Chou (丑). Keempat facial mask dikemas menjadi pakaian multiguna dalam bentuk modern sehingga cocok dikenakan oleh wanita urban, terutama yang memerlukan mobilitas tinggi. Selain mengadaptasi motif pada facial mask, koleksi ini juga mengadaptasi beberapa kebudayaan khas Tiongkok terutama pada Dinasti Ming yang merupakan asal mula Opera Beijing diciptakan, seperti bunga Lotus, tassel, dan motif double happiness. Motif dan karakteristik konsep diaplikasikan pada busana melalui teknik embroidery, ombre dye, painting, drapery, dan tassel. Koleksi ini mengacu kepada Indonesia Trend Forecasting 2021/2022 “The New Beginning” dengan tema Essentiality dan style Classic Elegant. Koleksi busana siap pakai SAVOIR DE LIAN PU ditujukan untuk wanita dengan rentang usia 23-30 tahun berpendapatan menengah ke atas, memiliki karakter sophisticated dan elegan, serta berdomisili di kota-kota besar baik di Indonesia maupun mancanegara. Tujuan dari perancangan ini adalah untuk: 1) Menciptakan koleksi busana wanita siap pakai dengan inspirasi Facial Mask Opera Beijing, 2) Menerapkan teknik manipulasi material berupa embroidery, ombre dye, painting, drapery, dan tassel ke dalam koleksi busana wanita urban. Metode yang digunakan yaitu metode PBL (Project Based Learning) berupa pembelajaran yang menggunakan proyek nyata melalui pencarian informasi dan sintesis data, eksplorasi material, penilaian kelayakan, dan interpretasi desain untuk menghasilkan hasil akhir berupa satu koleksi busana.
Eksplorasi Eco Dye pada Tekstil dengan Pemanfaatan Limbah Kulit Ceri Kopi Vidya Kharishma; Ulfa Septiana
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.6168

Abstract

Tanaman kopi adalah komoditas andalan petani Indonesia dan memiliki peran penting dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Biji ceri kopi adalah bagian tanaman kopi yang memiliki nilai komersial, sementara bagian kulit ceri kopi yang terdiri dari 45-45% proporsi buah menjadi limbah. Limbah dengan skala besar ini dapat memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Salah satu alternatif solusi dalam praktis zero waste pada komoditas kopi adalah pemanfaatan limbah kulit ceri kopi sebagai pewarna alam dengan teknik eco dye. Solusi ini dapat mengubah limbah kulit kopi menjadi produk dengan nilai jual tinggi. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penggunaan limbah kulit kopi sebagai pewarna alami pada tekstil. Metode yang digunakan yaitu metode eksperimen dengan analisis deskriptif kualitatif. Limbah kulit ceri kopi arabika dan robusta akan diuji melalui teknik eco dye dengan beberapa perlakuan pada benang tekstil untuk melihat hasil pewarna alami dari limbah tersebut. Hasil eksperimen menunjukkan limbah kulit kopi sukses dijadikan pewarna alami yang mampu menghasilkan beberapa warna tan dan kecokelatan. Karena itu, hasil penelitian ini dapat memberikan alternatif praktis closing the loop bagi industri yang bergerak pada komoditas kopi sehingga dapat membangun industri yang berkelanjutan (sustainable) dan alternatif penggunaan warna alami yang ramah lingkungan
Potensi Narasi Visual Video Pertunjukan Wayang Dewa Ruci sebagai Media Pembelajaran Bahasa Jawa Safira Rizky Rachmania Hadi; Irfansyah Irfansyah
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i2.4484

Abstract

The wayang story is one of the chapters or main material in Javanese language subjects which is considered difficult for high school students to learn. So that the results of student achievement at SMA N 2 Wonogiri on the material for wayang stories are the lowest among other materials in Javanese language subjects. The Javanese language teacher's effort to overcome this problem is to show a video of a shadow puppet show with Dewa Ruci's story to the students. The video has visual narrative elements that can convey information on wayang stories sequentially and effectively to students. The purpose of this study was to determine the potential of a video of a shadow puppet show that can be used as learning media for students to recognize and understand the Javanese language subjects. This research method uses a mixed-method (quantitative-qualitative). The results showed that learning material for wayang stories in Javanese language subjects through a video of a shadow puppet show with Dewa Ruci stories for high school students proved to be more effective to understand because it contained visual narrative elements. High school students can find out the characters, setting, plot, themes, and moral values and can rewrite Dewa Ruci's story into Javanese. As a result, through the storytelling of the dalang and the dialogue between the characters in the performances, the dalang becomes known and understood by students.
Pengaruh Game Pokemon Go Terhadap Kehidupan Manusia Modern Dewi Karuniasih; Wisnu Dwicahyo; Marta Tisna Ginanjar Putri
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i3.1210

Abstract

Perkembangan teknologi akan selalu berdampak pada kehidupan manusia, karena teknologi tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia yang semakin modern. Augmented Reality atau biasa disingkat AR adalah sebuah teknologi yang berhubungan dengan dunia nyata. Saat ini teknologi Augmented Reality sudah diterapkan pada berbagai media. Salah satunya adalah permainan digital yaitu Pokemon Go, yang menerapkan teknologi Augmented Reality sebagai dasar dari fiturnya. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh game berbasis AR Pokemon Go terhadap Kehidupan Manusia Modern. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan kepustakaan, terdiri dari jurnal, artikel ilmiah, dan buku. Kemudian peneliti menggunakan teori Simulacra milik Jean Baudrillard untuk menganalisis pengaruh game berbasis AR Pokemon Go terhadap Kehidupan Manusia Modern. Hasil dari penelitian yang dilakukan adalah perkembangan teknologi akan memberikan pengaruh terhadap kehidupan manusia, sama halnya dengan game Pokemon Go yang menyebabkan terbentuknya cybercommunity dalam kehidupan manusia modern. Lebih dari itu, pada dunia nyata justru terjadi sebaliknya, manusia merasakan kesepian dan solidaritas perlahan-lahan luntur.
Studi Bentuk, Makna Dan Penerapan Motif Ragam Hias Angkola Mandailing Di Masjid Agung Syahrun Nur Kabupaten Tapanuli Selatan Yusuf Efendi Lubis; Azmi Azmi
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i3.6363

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh keunikan dari Masjid Agung Syahrun Nur Kabupaten Tapanuli Selatan dimana terdapat Motif-motif ragam hias pada dinding bangunan dan adanya penggabungan motif ragam hias dengan motif lain. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Bentuk, Makna dan Penerapan motif ragam hias pada Masjid Agung Syahrun Nur. Metode penelitian pada penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah observasi lapangan, wawancara dan dokumentasi. Populasi dalam penelitian ini adalah 12 jenis motif ragam hias Angkola Mandailing yang terdapat pada bagunan Masjid Agung Syahrun Nur. Hasil dari penelitian ini menujukkan bahwa menggunakan beberapa macam bentuk motif ragam hias Angkola Mandailing yaitu bentuk geometris, teknis, dan kosmos. tetapi motif ragam hias yang lebih dominan digunakan pada masjid ini adalah bentuk kosmos yang berjumlah 6 motif, geometris berjumlah 5 motif dan  teknis berjumlah 1 motif. Selain berperan sebagai penghias bangunan, motif ragam hias di Masjid Agung Syahrun Nur memiliki makna di dalamnya. Makna tersebut ditujukkan kepada kaum muslimin yang beribadah di dalam masjid. Makna ini berisi simbol tentang ajaran-ajaran luhur dalam adat dan agama Islam, dan harapan-harapan kepada Allah SWT. Penerapan motif ragam hias Angkola Mandailing  pada Masjid Agung Syahrun Nur yang mengelilingi dinding bagunan Masjid. Terutama pada bagian Menara, kubah, pintu masuk masjid,  jendela masjid dan pada 8 gapura untuk masuk ke masjid. 
Kajian Estetika Pada Kaligrafi Dan Ornamen Di Masjid Al Ikhlas Lubuk Pakam Deli Serdang Sandi Rahman Koto
Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya
Publisher : Universitas Indraprasta PGRI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30998/vh.v4i3.5982

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk “mengetahui nilai estetik pada kaligrafi dan ornament” metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Popuilasi pada penelitian ini terdiri dari 10 karya dengan ukuran yang berbeda. Sempel penelitian diambil dengan tekhnik total sampling, yaitu dengan mengambil sempel keseluruhan dari karya yang diteliti yakni 10 karya.Tekhnik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Instrumen utama dalam penelitian deiperoleh sendiri dengan menggunkan alat bantu seperti kamera dan peralatan tulis. Tekhnik analisis data yang digunakan mengumpulkan data, menyiapkan data yang diteliti, mengkaji ulang data wawancara, membuat koding, menyusun laporan atau kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa (1) Kaligrafi Karya kaligrafi yang dikerjakan oleh team Nun Walqolam merupakan karya kaligrafi yang sangat baik dan sangat indah, penulisan dengan huruf yang sangat baik begitupun dalam penyusunan ayatnya sesuai dengan teori dari Ibnu Muqlah yang menerapkan 4 pilar untuk mendapatkan tata letak yang baik yaitu Tarsif, Ta’lif, Tastir, dan Tansil.(2) Warna yang diterapkan pada karya kaligrafi ini memiliki warna yang bernuansa hijau dan kuning dan warna jingga. Warna pada karya ini adalah hijau, kuning dan jingga, namun dalam warna warna tersebut divariasikan dengan gelap terangnya warna (value) seperti hijau memiliki 4 tingkatan warna, kuning memiliki 2 tingkatan dan jingga memiliki 3 tingkatan warna. 

Filter by Year

2018 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 8, No 1 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 3 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 2 (2025): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 7, No 1 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 3 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 2 (2024): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya Vol 6, No 1 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 3 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 2 (2023): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 5, No 1 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 3 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 2 (2022): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 4, No 1 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 3 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 2 (2021): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 03 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 02 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 3, No 1 (2020): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 2, No 01 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 03 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 02 (2019): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya Vol 1, No 01 (2018): Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni dan Budaya More Issue