cover
Contact Name
Moh. Shofan
Contact Email
jurnal@maarifinstitute.org
Phone
+6281316538753
Journal Mail Official
jurnal@maarifinstitute.org
Editorial Address
Jalan Tebet Barat Dalam 2 No 6, Tebet, Jakarta Selatan, 12810
Location
Kota adm. jakarta selatan,
Dki jakarta
INDONESIA
Maarif
Published by MAARIF Institute
ISSN : 19078161     EISSN : 27155781     DOI : https://doi.org/10.47651/mrf
Jurnal MAARIF diarahkan untuk menjadi corong bagi pelembagaan pemikiranpemikiran kritis Buya Ahmad Syafii Maarif dalam konteks keislaman, keindonesiaan, dan kemanusiaan. Beberapa isu yang menjadi konsen jurnal ini adalah tentang kompatibilitas Islam dan demokrasi, hak asasi manusia, dan pluralisme. Isu-isu lain yang juga menjadi perhatian jurnal ini adalah soal kemiskinan, kekerasan atas nama agama, terorisme dan berbagai persoalan kebangsaan dan kemanusiaan yang mengemuka dalam kehidupan Indonesia kontemporer.
Articles 273 Documents
Transformasi Sosial dalam Proses Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Rifma Ghulam Dzaljad
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 telah mengubah tatanan dunia dalam waktu singkat. Pandemi Covid-19 telah menyebabkan perubahan sosial yang tidak direncanakan. Pandemi Covid-19 tidak hanya menimbulkan dampak secara klinis kepada masyarakat dunia, namun juga menimbulkan konsekuensi sosial dan ekonomi yang tidak sepenuhnya sanggup ditopang oleh negara. Selain itu transformasi sosial yang terjadi akibat pandemi menyebabkan ketimpangan peran dan kekerasan di tingkat mikro keluarga, sekaligus kompleksitas masalah dalam penyelenggaraan pendidikan. Tulisan ini berusaha menganalisa kaitan antara pandemi Covid-19, perubahan sosial yang terjadi dan pentingnya pendidikan di masa pandemi dilaksanakan dalam bentuk belajar di rumah (homeschooling, home education, home based learning), pembelajaran berada dalam lokus keluarga dan komunitas dengan kesadaran mental sebagai ‘abid-khalif, berbasis kearifan nilai-nilai keadaban dan kemajuan sesuai semangat dan kebutuhan zamannya sebagaimana diajarkan Kiai Dahlan.
Menuju Pendidikan Berkeindonesiaan (Refleksi Pendidikan Masa Pandemi) Hasibullah Satrawi
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan Berke-Indonesia-an menjadi kebutuhan yang mendesak pada era seperti sekarang. Mengingat perkembangan teknologi yang ada acap membawa kebudayaan-kebudayaan baru yang tidak dikenal asal-usulnya. Namun demikian, kebudayaan-kebudayaan itu tiba-tiba viral dan pelan-pelan dijadikan sebagai “Budaya Baru Indonesia”. Bila semua ini tidak diantisipasi, alih-alih menjadi negeri yang berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi dan berkeperibadian secara kebudayaan, Indonesia justru hanya menjadi landasan tempur bagi politik negeri orang lain, menjadi pasar bebas bagi ekonomi bangsa-bangsa lain dan menjadi penggemar kebudayaan bangsa-bangsa lain. Sedangkan politik nasional Indonesia justru terus cakar-cakaran antara satu kekuatan dengan kekuatan lain, distribusi ekonomi hanya menyebar di kalangan kelompok tertentu dan kebudayaan kita pun terpinggirkan dari pentas yang mewah menjadi budaya pinggiran dan bahkan hiburan jalanan. Tulisan ini ingin memotret ulang kebijakan pendidikan dengan menggali pemikiran-pemikiran cemerlang dari pendahulu yang disesuaikan dengan tantangan antarbangsa, antarnegara dan antarbudaya yang ada sekarang. Pembangunan sarana dan prasarana pendidikan yang tidak merata bisa dijadikan sebagai salah satu contoh dari kekurangan yang sangat terasa akibat Covid-19.
Orang Tua sebagai Benteng Terakhir Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 Wa Ode Zainab Zilullah Toresano
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang tulisan ini ialah munculnya problematika sistem pendidikan Belajar dari rumah (BDR) selama pandemi Covid-19. Peran pendidikan yang selama ini sebagian besar dilakukan pihak sekolah atau guru, kini dijalankan oleh orang tua atau keluarga di rumah. Adapun tujuan mengangkat tema ini adalah memberikan pandangan tentang peran orang tua sebagai ‘sekolah’ pertama bagi anak. Namun, penulis tetap berupaya memposisikan peranan keluarga dan sekolah secara proporsional, serta saling bersinergi dalam rangka menunjang hak anak memperoleh pendidikan. Metode yang digunakan penelitian ini adalah “metode deskriptif-analitis dengan pendekatan filosofis dan teologis. Penulis berkesimpulan bahwa orang tua [keluarga] dan sekolah [guru] dengan anak harus melakukan kerja sama konstruktif agar pendidikan di rumahtetap optimal, tanpa membebani pihak mana pun.
Dilema dan Peluang Pendidikan Islam di Masa Pandemi Mush’ab Muqoddas Eka Purnomo
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan dalam Islam memiliki ciri khas tersendiri yang memiliki kultur yang kuat akan tetapi tetap mengikuti perkembangan zamannya, sehingga Umat Islam tidak ketinggalan zaman, begitu juga dengan organisasi dan lembaga pendidikan Islam. Tantangan pada pandemi Covid-19 ini telah memberikan dorongan bagi perkembangan pendidikan Islam agar semakin unggul, tidak hanya melakukan penyesuaian akan teteapi juga harus mengembangkan diri. Dunia maya dan media sosial saat ini tidak hanya menjadi gaya hidup akan tetapi juga menjadi pondasi untuk kebutuhan hidup, penguasaan keduanya menjadi penentu dalam pendidikan kader umat dan bangsa, karena ketidak-mampuan dalam menguasai keduanya, dapat menjerumuskan kalangan remaja dan pemuda kepada nir-etika yang mengakibatkan chaos di tengah masyarakat serta merusak stabilitas keamanan nasional baik itu akibat dari paham-paham yang nir-kemanusiaan ber-cover agama atau pun narkotika.
Pembelajaran Jarak Jauh: Kendala dalam Belajar dan Kelelahan Akademik Santi Yudhistira; Deni Murdiani
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v15i2.122

Abstract

Munculnya Covid-19 pertama kali pada akhir 2019 menyebabkan pemerintah memutuskan untuk melaksanakan pendidikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Penelitian ini bertujuan untuk melihat kendala-kendala yang dihadapi mahasiswa dalam melaksanakan PJJ dan gambaran kelelahan akademik yang dirasakan dalam belajar dari rumah. Responden dalam penelitian ini adalah 1227 mahasiswa dari seluruh Indonesia yang sedang melaksanakan kegiatan belajar dengan metode PJJ. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur kelelahan akademik yaitu Maslach Burnout Inventory Student Survey (MBI-SS) (Maslach, Schaufeli, & Leiter, 2001). Instrumen ini memiliki reliabilitas Cronbach Alpha 0.850 yang menunjukkan bahwa instrumen yang digunakan reliabel. Hasil akhir penelitian menunjukkan bahwa terdapat 14 kendala yang dihadapi oleh mahasiswa dalam melaksanakan PJJ yang dibagi ke dalam tiga klasifikasi, yaitu kendala yang berkaitan dengan dengan aktivitas belajar, kendala yang berkaitan dengan penggunaan teknologi, dan kendala yang berkaitan dengan pribadi mahasiswa atau lingkungan tempat tinggal mahasiswa. Selain itu, hasil uji statistik menunjukkan bahwa terdapat pengaruh signifikan antara mahasiswa yang menikmati atau tidak menikmati kuliah dengan metode PJJ terhadap kelelahan akademik. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa yang cenderung tidak dapat menikmati perkuliahan dengan metode PJJ maka memiliki peluang lebih besar untuk mengalami kelelahan akademik.
Guru di Masa Pandemi: Pola Adaptasi, Komunikasi, Transformasi, dan Strategi Baru Mendidik Anak Anggi Afriansyah
MAARIF Vol 15 No 2 (2020): Pendidikan Masa Pandemi Covid-19: Strategi, Adaptasi dan Transformasi
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Para guru menjadi aktor yang sangat krusial dalam menjamin pembelajaran tetap berlangsung di masa pandemi. Guru mengubah pola adaptasi, komunikasi, dan strategi dalam mendidik anak di masa pandemi. Guru melakukan berbagai transformasi agar anak-anak tetap memperolah hak di bidang pendidikan. Artikel ini menggunakan metode kualitatif dengan mewawancarai guru via media komunikasi maupun tatap muka di wilayah Jakarta Selatan, Kabupaten Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, Kota Tangerang, dan Kabupaten Pandeglang. Selain itu penelusuran pustaka dilakukan dengan memanfaatkan hasil kajian sebelumnya, artikel media cetak maupun daring, maupun berbagai kebijakan yang dirilis oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud). Ada tiga hal yang hendak dipaparkan pada artikel ini. Pertama, adaptasi guru di masa pandemi sangat bergantung pada komitmen, dukungan lingkungan dan kapital yang dimiliki guru. Kedua, komunikasi dan dialog antara guru dan orangtua sangat penting dilakukan. Ketiga, pandemi membuat transformasi guru menjadi lebih cepat karena dituntut oleh kebutuhan memenuhi hak anak.
Muhammadiyah dan Moderasi Islam Etos Gerakan dan Strategi Aksi Muhammadiyah Jelang Muktamar Ke-48 Moh. Shofan
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.129

Abstract

Artikel-artikel dalam jurnal ini secara umum melihat secara kritis bagaimana peran Muhammadiyah di tengah arus informasi teknologi, dan juga sebagai gerakan Islam yang membawa moderatisme, baik dalam hal sistem pemikiran dan gerakannya, atau melalui jalur pendidikan dalam rangka mewujudkan masyarakat moderat dan berkemajuan. Semangat kemodernan dan pencerahan Muhammadiyah juga terinstitusionalisasi ke dalam konsep Islam berkemajuan dalam konteks cita-cita Indonesia yang lebih maju. Gagasan keindonesiaan Muhammadiyah tercermin dalam konsep darul ahdi was syahadah.
Harmonisasi Islam dan Tradisi Lokal dalam Kehidupan Warga Muhammadiyah di Pedesaan Abdul Munir Mulkhan
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.132

Abstract

Perkembangan kehidupan masyarakat di era revolusi teknologi 4.0, membuat lembaga ekonomi dan sosial banyak yang mengalami kebangkrutan ditinggalkan warga. Nasib serupa suatu saat bisa saja dialami Muhammadiyah di masa depan. Di saat demikian itulah perkembangan Muhammadiyah dengan pengalaman aktivis gerakan berdialog dengan tradisi lokal di desa Kerto Yogyakarta, Plompong Brebers, Wuluhan Jember, Sendang Ayu Lampung, Jatinom Klaten Jawa Tengah, menarik untuk dikembangkan sebagai model dan pola dialog kreatif dan kritis semacam “ijtihad” lokal menjawab pertanyaan tentang peran dan fungsi Muhammadiyah dalam kehidupan masyarakat yang sedang berubah. Masa depan gerakan ini banyak ditentukan oleh kemampuan memaknai ulang jargon kembali kepada Al-Qur’an dan Sunnah secara kreatif dan substantif agar tidak terjebak pada pemaknaan harfiah yang kaku dan beku. Karena itu harmonisasi tradisi lokal dengan fatwa tarjih melalui media dialog kritis dan kreatif menjadi agenda masa depan yang perlu menjadi fokus perhatian para aktivis gerakan ini untuk memelihara elan-vital gerakan pembaruan sosial-budaya di era abad kedua sejarahnya.
Jalan Moderasi Pemikiran Hukum Islam Muhammadiyah (Analisis atas “Risalah Akhlak Islami Filosofis” Majelis Tarjih) Pradana Boy ZTF
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.133

Abstract

Moderasi keagamaan merupakan sebuah wacana dan gerakan baru dalam konteks keberagamaan di Indonesia. Tidak semua pihak menyambut gerakan ini dengan positif. Muhammadiyah merupakan gerakan Islam yang merespon positif gerakan ini. Artikel ini hendak menunjukkan bahwa Muhammadiyah merupakan gerakan Islam moderat dalam hal sistem pemikiran dan gerakannya. Untuk membuktikan hal tersebut, artikel ini menganalisis salah satu produk pemikiran Majelis Tarjih yang dikeluarkan pada Musyawarah Nasional Tarjih tahun 2020. Produk pemikiran itu bernama “Risalah Akhlak Islam Filosofis.” Dengan menggunakan kerangka teori moderasi, analisis atas dokumen tersebut menunjukkan bahwa Muhammadiyah melakukan moderasi dalam dua konteks, yaitu tataran teoretis dan praktis.
Jalan Baru Gerakan Moderasi Islam di Indonesia;Reagensi Lembaga Pendidikan Muhammadiyah sebagai Basis Gerakan Moderasi Muhammad K. Ridwan
MAARIF Vol 16 No 1 (2021): Muhammadiyah dan Moderasi Islam
Publisher : MAARIF Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47651/mrf.v16i1.134

Abstract

Tulisan ini bertujuan untuk merefleksi dan mengelaborasi gerakan moderasi Islam di Indonesia yang dapat diperankan oleh organisasi Muhammadiyah. Perspektif ini menekankan pada konteks pendidikan sebagai model gerakan moderasi Islam yang cukup penting dalam menyukseskan agenda moderasi. Pendidikan diklaim sebagai wadah paling strategis dalam membentuk watak dan kepribadian masyarakat sebagaimana dimaksudkan dalam gerakan moderasi. Lebih dari itu, gerakan moderasi juga lebih dekat dengan gerakan preventif-advokatif-edukatif, ketimbang gerakan yang bersifat kuratif-pasif-reaktif. Oleh karena itu, tulisan ini ingin kembali menegaskan bahwa gerakan moderasi Islam melalui pendidikan merupakan jalur stategis dalam rangka mewujudkan masyarakat moderat dan berkemajuan. Peran pendidikan dalam rangka moderasi Islam tidak dapat diabaikan karena, tidak hanya akan menyebabkan dunia pendidikan dikuasai oleh gerakan ekstremis-radikalis, tetapi juga akan menyebabkan upaya moderasi Islam mengalami stagnasi dan status quo. Muhammadiyah sebagai organisasi yang memiliki lembaga pendidikan cukup banyak di Indonesia diharapkan mampu memainkan peranannya dalam rangka menggerakkan moderasi Islam di jalur pendidikan.