cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 220 Documents
Serangan Oryctes rhinoceros pada Kelapa Kopyor di Beberapa Sentra Produksi dan Potensi Metarhizium anisopliae sebagai Musuh Alami nFn SALIM; MELDY L.A. HOSANG
Buletin Palma Vol 14, No 1 (2013): Vol. 14 No. 1, Juni 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v14n1.2013.47-53

Abstract

Penurunan produksi karena serangan hama kumbang Oryctes rhinoceros merupakan salah satu masalah utama pada sentra produksi kelapa kopyor. Penelitian dilakukan untuk mengetahui tingkat serangan kumbang O. rhinoceros dan musuh alami di daerah pertanaman kelapa kopyor. Pengujian efektivitas musuh alami Metarhizium anisopliae dalam mengendalikan kumbang O. rhinoceros dilakukan di Laboratorium Hama Balai Penelitian Tanaman Palma. Survei hama kumbang O. rhinoceros dan musuh alami di lakukan di empat provinsi, yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung dan Sulawesi Utara, pada tahun 2011 dan 2012. Setiap Provinsi ditentukan 3-4 lokasi. Jumlah pohon contoh pada setiap lokasi sebanyak 20 pohon diambil secara acak. Pengamatan dilakukan terhadap jumlah guntingan daun karena kumbang O. rhinoceros. Hasil penelitian menunjukkan tingkat serangan hama kumbang O. rhinoceros bervariasi pada setiap lokasi. Tingkat serangan di Lampung Selatan (Lampung) bervariasi antara <0,11–0,30 guntingan/pelepah penurunan produksi antara <10%-30%, Sumenep (Jawa Timur) tingkat serangan bervariasi antara 0,39–0,50 guntingan/pelepah dengan rata-rata produksi 1,80-2,84 butir/tandan, Pati, (Jawa Tengah) rata-rata guntingan bervariasi antara 0,39 - 0,61 guntingan/pelepah dengan rata-rata produksi 3,26-4,53 butir/tandan dan untuk Manado, (Sulawesi Utara) tingkat serangan bervariasi antara 0,14–2,22 guntingan/pelepah dengan rata-rata produksi antara 3,94–7,58 butir/tandan. Musuh alami M. anisopliae menyebabkan mortalitas 100% pada Larva O. rhinoceros instar 1 (L1), larva instar 2 (L2) dan larva instar 3 (L3) di laboratorium. Kata kunci: Kelapa kopyor, Oryctes rhinoceros, Metarhizium anisopliae.ABSTRACTAttacks intencity of Oryctes rhinoceros in Several Kopyor Production Center and Metarhizium anisopliae as a Potential Natural Enemies in LaboratoryThe problems of kopyor coconut cultivation are declining of production that caused by Oryctes rhinoceros beetle destroy. The research was conducted to determine the level of destroy caused by O. rhinoceros beetle and natural enemies in the kopyor crop. Effectiveness testing of natural enemies Metarhizium anisopliae in controlling O. rhinoceros beetle was carried out in the Laboratory. Survey of O. rhinoceros beetle and natural enemies was conducted in four Provinces of Central Java, East Java, Lampung, and North Sulawesi in 2011 and 2012. Each Province was determined 3 - 4 locations. Number of palm samples of each location was 20 palms selected randomly. Observation was conducted against a number of leaf cutting by O. rhinoceros beetle. The results showed that the level of O. rhinoceros beetle destroy variedat each location. It was from < 0,11 to 0.30 cut/ frond with declining of nut production varied from < 10% to 30% in South Lampung (Lampung). In Sumenep (East Java) palm leaf damaged varied from 0,39 to 0,5 cuts/frond with declining of nut production varied from 1,80 to 2,84 nuts/bunch. In Pati (Central Java) palm leaf damage varied from 0,39 to 0,61 cuts/frond with declining of nut production 3,26 to 4,53 nuts/bunch. In Manado (North Sulawesi) palm leaf damage varied from 0,14 to 2,22 cuts/frond with declining of nut production varied from 3,94 to 7,58 nuts/bunch. Test for natural enemies M. anisopliae, caused mortality of O. rhinoceros1st instar larvae (L1), 2nd instar larvae (L2) and 3rd instar larvae (L3) upto 100% in laboratory.
Pengaruh Interval Penyiraman Terhadap Pertumbuhan Bibit Kelapa Imam Faozi; Yulianus R Matana
Buletin Palma No 32 (2007): Juni, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n32.2007.60-67

Abstract

Penelitian dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh interval penyiraman terhadap pertumbuhan bibit kelapa.  Penelitian dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu tahap pembibitan dan tahap pemberian perlakuan pada bibit.  Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Kelapa Dalam Palu (DPU), Kelapa Dalam Tenga (DTA), Kelapa Genjah Tebing Tinggi (GTT) dan Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN).  Penelitian dilakukan dalam bentuk percobaan faktorial 6 x 4 x 3 dengan faktor A adalah interval penyiraman, yang terdiri atas (1) penyiraman yang dilakukan dua kali seminggu (kontrol +), (2) tidak dilakukan penyiraman (kontrol -), (3) interval penyiraman satu minggu, (4) interval penyiraman dua minggu, (5) interval penyiraman tiga minggu dan (6) interval penyiraman empat minggu.  Faktor B adalah varietas kelapa, yang terdiri atas Kelapa Dalam Palu (DPU), Kelapa Dalam Tenga (DTA), Kelapa Genjah Tebing Tinggi (GTT) dan Kelapa Genjah Kuning Nias (GKN).  Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 24 kombinasi perlakuan dan tiga ulangan.  Pengamatan dilakukan terhadap panjang akar, jumlah akar, volume akar dan pertambahan tinggi bibit.  Hasil Penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh interaksi antara interval penyiraman dan varietas kelapa yang digunakan terhadap panjang akar, volume akar, jumlah akar dan pertambahan tinggi bibit.   Interval penyiraman dua kali seminggu dan seminggu sekali memberikan pertumbuhan vegetatif yang baik yaitu pertambahan tinggi bibit dan Genjah Kuning Nias (GKN) memiliki jumlah akar yang terbanyak.
Pengaruh Pengupasan Benih dan Mulsa Terhadap Daya Kecambah Benih Aren (Arenga pinnata) Maliangkay R. Bernhard; Teuku A. Iqbal
Buletin Palma No 35 (2008): Desember, 2008
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n35.2008.%p

Abstract

Penelitian ini mempelajari pengaruh pengupasan benih dan mulsa terhadap daya kecambah benih aren. Percobaan disusun dalam rancangan acak kelompok faktorial. Faktor A adalah pengupasan benih yang terdiri dari benih utuh dan benih dikupas. Sedangkan faktor B adalah jenis mulsa, yang terdiri dari tanpa mulsa (kontrol), mulsa plastik hitam, mulsa serasah tanaman, dan mulsa serbuk gergaji. Setiap perlakuan diulang 3 kali. Pengamatan dilakukan terhadap daya kecambah pada 120 hari setelah disemai (HSD). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengupasan benih maupun mulsa berpengaruh sangat nyata terhadap daya kecambah aren. Daya kecambah benih aren sebesar 44.00% diperoleh pada benih dikupas dengan mulsa serbuk gergaji. Dan kecepatan kecambah benih aren selama 25 hari diperoleh pada benih dikupas dengan mulsa plastik hitam.
Peningkatan Persentase Buah Kelapa Kopyor melalui Penyerbukan Sendiri HENGKY NOVARIANTO; A.A. LOLONG
Buletin Palma Vol 13, No 1 (2012): Juni, 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n1.2012.7-16

Abstract

Buah kelapa kopyor memiliki nilai ekonomi lebih tinggi dari kelapa normal. Penyediaan bibit kelapa kopyor yang murah, mudah diperoleh dan produktivitas yang tinggi sangat membantu petani kelapa kopyor. Pengembangan kelapa kopyor dapat dilakukan menggunakan bibit alami dari buah maupun bibit hasil kultur embrio. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan persentase kelapa kopyor melalui penyerbukan sendiri. Penyerbukan sendiri akan meningkatkan persentase genotipe homozigote resesif (kk), dan genotipe heterozygote (Kk). Metode penelitian yang dilakukan, yaitu seleksi dan persilangan kelapa dengan tiga perlakuan, yaitu (1) Tandan bunga dikerodong dengan penyerbukan sendiri secara buatan; (2) Tandan bunga dikerodong, tanpa penyerbukan secara buatan; dan (3) Tandan bunga tanpa dikerodong, dan penyerbukan secara alami. Seleksi pohon contoh, emaskulasi dan polinasi dilakukan sejak awal Juni 2010, dan panen buah kelapa kopyor hasil penyerbukan sendiri pada bulan Maret 2011. Buah kelapa normal hasil dari ketiga pola penyerbukan ini dikecambahkan pada bulan Mei 2011 dan pengamatan pertumbuhan serta perkembangan bibit dilakukan sampai bulan Desember 2011. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah buah kopyor pada ketiga pola persilangan berkisar antara 1,20 butir sampai 1,92 butir per tandan. Persentase yang tertinggi pada pola persilangan kerodong tanpa penyerbukan secara buatan, yaitu sebesar 45,71%, diikuti pola kerodong dengan penyerbukan sendiri secara buatan, yaitu sebesar 29,93%, dan terendah pada persilangan tanpa kerodong, yakni 15,75%. Pola persilangan dikerodong dan tanpa penyerbukan sendiri secara buatan ternyata dapat meningkatkan persentase buah kelapa Genjah Kopyor Heterozygote sampai 45,71%. Benih kelapa kopyor hasil penyerbukan sendiri ternyata lebih lambat berkecambah. Bibit yang dihasilkan memiliki lingkar batang lebih kecil, bibit lebih pendek, dan jumlah daun lebih sedikit dibandingkan dengan benih dan bibit yang dihasilkan pada penyerbukan alami. Persilangan buatan pada kelapa kopyor dapat meningkatkan persentase buah kopyor dan bibit kopyor alami. Kata kunci: Kelapa kopyor, genjah, penyerbukan sendiri, kerodong, heterozygote, homozygote, resesif.ABSTRACTEncrease Percentage of Kopyor Coconut Fruits by Selfing Pollination Kopyor coconuts have a higher economic value than normal coconut. Provision of cheap kopyor coconut seedlings and easily obtained with high productivity can support Kopyor coconut farmers. Kopyor coconut development can be done using natural seeds from the fruit or kopyor coconut derived seedling through embryo culture technique. The purpose of this study was to increase the percentage of coconut Kopyor through self-pollinating. Self pollination will increase the percentage of homozygote recessive genotype (kk), and the heterozygote genotype (Kk). Methods of research was conducted, in term of selection and crosses coconut with three treatments, namely (1) Flower bunches were covered by isolation bag with artificially assisted self-pollinating, (2) Flower bunches were covered by isolation bag without artificial pollination, and (3) Flowers bunches without isolation bag were naturally pollination. Selection of sample palms, emasculation, and pollination were done since the beginning of June 2010 and kopyor coconut fruits harvested in March 2011. Normal coconut seeds were sourced in May 2011, and observation of seedlings growth and development were done until December 2011. The result showed that the number of kopyor fruits per bunch in third cross patterns ranged from 1.70 to 1.92 nuts. The highest percentage in the pollination pattern of isolation bag without artificial pollination 45.71%, followed by a pollination pattern of isolation bag with artificial pollination 29.93%, and a pollination pattern of naturally pollination without isolation bag 15.75%. Artificial pollination without isolation bag can increase the percentage of heterozygote dwarf kopyor coconut to 45.71%. Kopyor coconut seeds produced from artificial pollination appeared to be shown to germinate, the seedlings have small girth, short in plant height, and less number of leaves compared with seeds and seedlings produced from natural pollination. Artificial pollination on kopyor coconut can increase the percentage of kopyor nuts and natural kopyor seedlings.
Depresi Silangdalam Kelapa Dalam Mapanget Berdasarkan Penanda Mikrosatelit (SSR) DONATA S. PANDIN
Buletin Palma No 37 (2009): Desember, 2009
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n37.2009.127-137

Abstract

Inbreeding Depression Analysis Based on Microsatellite (SSRs)Markers in Mapanget Tall CoconutThe objective of this research was to determine inbreeding depression based on microsatellite (SSR) markers of second, third, and fourth generations of selfed Mapanget Tall coconut No.32 (DMT-32). The research was conducted in Plant Biology Laboratory, Research Center of Plant Genetic Resources and Biotechnology, Institut Pertanian Bogor. The research was done since May 2004 until May 2007. Fifteen out of 19 microsatellite ( , SSR) loci (primers) were used to analyze inbreeding depression in each generation of selfed Mapanget Tall coconut No.32. Based on 15 loci of microsatellite (SSRs) markers, showed that inbreeding depression expressed and have tendency to increase from generation to next generation of selfed Mapanget Tall coconut No.32 (DMT-32). Inbreeding depression in DMT-32 S2 (2.78%), DMT-32 S3 (10.54%), and DMT-32 S4 (15.74%). Four out of 15 microsatellite loci used were not in Hardy-Weinberg equilibrium, means that in DMT-32 S4 those loci were homozygote that’s why alleles of those loci were not inherits in equilibrium. DMT-32 S4 coconut can be used as plant materials to find progeny with higher heterosis level.
Pemanfaatan Cendawan Antagonis untuk Pengendalian Penyakit Gugur Buah Kelapa nFN RAHMA; HIASINTA F.J. MOTULO
Buletin Palma Vol 15, No 2 (2014): Desember, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n2.2014.120-127

Abstract

Phytophthora palmivora termasuk cendawan patogen tular tanah penyebab penyakit gugur buah kelapa yang menimbulkan kerugian besar sehingga membutuhkan penanganan tepat untuk pengendaliannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara dan formulasi yang tepat untuk mengendalikan cendawan P. palmivora dengan cendawan antagonis. Penelitian dilakukan pada bulan Maret 2011 sampai dengan Desember 2013 di Laboratorium Fitopatologi, KP. Mapanget dan KP. Paniki, Balai Penelitian Tanaman Palma, Manado, Sulawesi Utara. Penelitian dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu: pengujian antagonis secara in vitro, pengujian antagonis pada buah di laboratorium dan di lapangan serta pengujian cendawan antagonis dengan aplikasi formulasi pada tanaman kelapa. Cendawan antagonis digunakan adalah Penicillium pinopillum dan Aspergillus flavus. Varietas tanaman kelapa yang digunakan adalah Genjah Kuning Bali (GKB) dan kelapa Dalam Bali (DBI) dengan enam ulangan. Analisis data menggunakan Analisis Sidik Ragam dan dilanjutkan dengan Duncan’s Multiple Range Test (DMRT) menggunakan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan cendawan antagonis A. flavus dan P. pinophillum dapat menekan perkembangan patogen P. palmivora baik pada pengujian in vitro maupun pengujian langsung pada buah bila diaplikasikan sebelum serangan patogen. Sebaliknya kedua cendawan antagonis tersebut belum dapat menekan perkembangan penyakit di lapangan. Kedua cendawan antagonis tersebut lebih efektif digunakan sebagai agens pengendali yang bersifat pencegahan.Kata kunci : Phytophthora palmivora, gugur buah kelapa, cendawan antagonis. ABSTRACTUtilization of Antagonist Fungi to Control Nutfall DiseasePhytophthora palmivora is one of pathogenic soil borne fungi that causes coconut nutfall disease. This may lead to high losses and thus requires proper handling to control. The aim of this study was to determine the proper way and formulation in controlling P. palmivora by using antagonist fungis. The research was conducted in March 2011−Desember 2013 at Laboratory of Phytopathology, Mapanget Experimental Garden and Paniki Experimental Garden, Indonesian Palm Crops Research Institute, Manado, North Sulawesi. The research was done in three stages: testing of in vitro antagonist, testing of antagonists on the fruit under laboratory and field condition. testing of antagonists fungi by application of the formulation on coconut palm. The antagonists fungi were used are Penicillium pinopillum and Aspergillus flavus. The coconut palm varieties used are Bali Yellow Dwarf and Bali tall with six replications. Analysis of data using analysis of variance, followed by Duncan's Multiple Range Test (DMRT) using SPSS. The results showed that the use of antagonists fungi A. flavus and P. pinophillum can inhibit the growth P. palmivora both in vitro testing and directly testing on the fruit when applied before attack. Two antagonists fungi can not inhibit the development of the disease in the field. Thus, both the antagonists fungi is more effectively used as a preventive agent control.Keywords : Phytophthora palmivora, nutfall disease, antagonist fungi.
Pengaruh Kejut Suhu Terhadap Masa Dormansi dan Viabilitas Benih Aren (Arenga pinnata Merr.) WEDA MAKARTI MAHAYU
Buletin Palma Vol 14, No 2 (2013): Vol. 14 No. 2, Desember 2013
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v14n2.2013.125-131

Abstract

Salah satu kendala dalam perkecambahan benih aren adalah sifat benihnya yang rekalsitran dan memiliki masa dormansi. Kedormanan benih aren diduga disebabkan oleh tebalnya kulit benih serta ketidakseimbangan senyawa perangsang dan senyawa penghambat dalam memacu aktifitas perkecambahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kejut suhu terhadap pematahan dormansi fisik benih aren dan daya berkecambahnya. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dalam bentuk percobaan faktorial 5x5 dengan dua faktor. Faktor A adalah pendinginan dengan lima perlakuan lama penyimpanan dalam freezer bersuhu -220C, yaitu: A0 (0 jam), A1 (3 jam), A2 (6 jam), A3 (12 jam), dan A4 (24 jam). Faktor B adalah pemanasan dengan lima perlakuan lama pemanasan di air pada suhu 960C, yaitu: B0 (0 detik), B1 (15 detik), B2 (30 detik), B3 (60 detik), dan B4 (120 detik). Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan setiap ulangan terdiri dari 20 benih aren, total benih yang digunakan 1500 biji. Parameter yang diamati adalah daya berkecambah dan kecepatannya, serta derajat hubungan linier antara keduanya. Berdasarkan hasil penelitian, perlakuan kejut suhu berpengaruh nyata terhadap pematahan dormansi benih aren dengan perkecambahan tercepat pada perlakuan pendinginan 24 jam dan kecepatan berkecambah 44,19 hari. Perlakuan kejut suhu berpengaruh sangat nyata terhadap daya kecambah, baik pada perlakuan tunggal maupun interaksi antar perlakuan. Daya kecambah tertinggi sebesar 85% dihasilkan melalui perlakuan pendinginan selama 24 jam yang diikuti dengan pemanasan selama 60 detik. Terdapat korelasi negatif yang nyata antara daya kecambah dengan kecepatan kecambah benih aren pada perlakuan kejut suhu, yaitu -0,46 dengan koefisien determinasi 21,16%. Kata kunci: Arenga pinnata Merr., faktor fisik, kulit benih aren, daya kecambah, kecepatan kecambah.ABSTRACTTemperature Shock Treatment for Dormancy Period and Viability of Sugar Palm Seeds (Arenga pinnata Merr.)One of the problem encountered in sugar palm seeds germination is recalcitrant seeds and dormancy periode. The sugar palm seeds dormancy caused by thick seed coat and imbalance hormones for germination. This research conduct to determine the effect of temperature shock in order to breaking the sugar palm seeds dormancy. The experimental were done by Completely Randomized Design in the 5x5 factorial with two factors (A and B). A Factor is freezing with five long treatments storage in a freezer -22 ˚C, consists of: A0 (0 hours), A1 (3 hours), A2 (6 hours), A3 (12 hours), and A4 (24 hours). B Factor is boiling treatment with five long treatments at boiling temperature 96˚C, consists of: B0 (0 second), B1 (15 seconds), B2 (30 seconds), B3 (60 seconds), and B4 (120 seconds). Each treatment was repeated 3 times and each replication consisted of 20 sugar palm seeds, total seed used 1500 seeds. Observations directed to the viability and its speed, as well as the degree of linear relationship between of them. The results of this research showed that the freezing treatment significantly affected to breaking the dormancy period. Sugar palm seeds which had cold storage for 24 hours showed the fastest germination, 44.19 days. Sugar palm seeds which had cold storage 24 hours, followed by boiling at temperature 96˚C for 60 seconds had the highest germination (85%). Results of simple correlation analysis showed a negative correlation between the speed of germination and it’s viability (r = -0,48).
Sidik Lintas Plasma Nutfah Pinang (Areca catechu L.) Asal Provinsi Kalimantan Barat Miftahorrachman Miftahorrachman
Buletin Palma No 33 (2007): Desember, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n33.2007.87-95

Abstract

Penelusuran Sidik Lintas 15 karakter vegetatif dan generatif  menggunakan plasma nutfah pinang hasil eksplorasi bulan Juni 2007 di Kalimantan Barat, tujuannya adalah untuk mengetahui pengaruh langsung dan pengaruh tidak langsung 14 karakter vegetatif dan generatif terhadap produksi buah. Untuk menghitung analisis lintas digunakan metoda matriks yang dikemukakan oleh Singh dan Chaudary. Hasil analis sidik lintas memperlihatkan hubungan kausal yang berbeda antara 14 karakter vegetatif dan generatif terhadap produksi buah.  Enam  karakter berpengaruh langsung terhadap produksi buah, yaitu jumlah pinak daun, panjang pinak daun, jumlah tandan, panjang polar buah, panjang equatorial buah, dan panjang spikelet.
Uji Kinerja dan Kelayakan Alat Pengolahan Limbah Kelapa untuk Pupuk Organik [Test Processing and Fitness Equipment Waste Coconut for Organic Fertilizer] Abner Lay; Oskar Saka; Nikhson Takaheghesang; Nicolas Tumbel
Buletin Palma Vol 17, No 1 (2016): Juni, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n1.2016.59-69

Abstract

Commonly, processing of organic fertilizer was done manually, not continuous, low capicity, the quality was not uniform and less efficient handling. Therefore it was not running well and affceted to insufficiency of organic fertilizer supply. Because of that, production technique through mechanical system which can be operated at the farmer groups was needed. The objective of this study is  to design organic fertilizer machine for coconut waste which can be aplicated in small scalle. The research was conducted in March until December 2012, in Repair Engineering and Laboratory Equipment,  Laboratory of Indonesian Palm Crops Research Institute and Research and Standardization of Industrial Institute Manado. Organic fertilizer processing equipment consists of several process units, such as leaf midrib of coconut, organic material crusher, sieve, mixing materials and organic manure fermentation bulk. The observed variables were equipment specifications, performance characteristics of the raw material and organic fertilizers and feasibility analysis tools. The results showed that, the organic fertilizer processing machine consists of: a palm leaf counter unit cylinder systems, centrifugal sifter system, crusher organic matter cylinder system, material mixing and fermentation batch, which are operationally feasible, a capacity of about 1.6 tons/day. The organic fertilizers was friable, dark brown in color, contains 1.2% N, 1.0% P, 2.81% K, 0.46 Ca and 0.04% Mg.  The financial analysis showed that, application of the organic fertilizer processing coconut waste was feasible and profitable. It can be operated in farmer level.ABSTRAKPengolahan pupuk organik umumnya dilakukan secara manual, tidak kontinu, kapasitas olah rendah, mutu tidak seragam, penanganan kurang efisien. Kondisi ini mengakibatkan usaha pengolahan pupuk organik kurang berkembang, yang berdampak pada ketidakcukupan pupuk organik. Untuk itu, diperlukan teknik produksi pupuk organik sistem mekanis yang praktis dioperasikan pada tingkat kelompok tani. Penelitian bertujuan membuat alat pengolahan pupuk organik limbah kelapa skala kecil yang layak operasional. Penelitian dilaksanakan bulan Maret sampai Desember 2012, di Bengkel Rekayasa Alat dan Laboratorium Balai Penelitian Palma dan Laboratorium Balai Riset dan Standarisasi Industri Manado. Pembuatan alat pengolahan pupuk organik terdiri dari beberapa unit proses, yakni pencacah pelepah daun kelapa, penghancur bahan organik, ayakan, pencampur bahan olah dan bak fermentasi pupuk organik, masing-masing dibuat satu unit. Pengamatan terdiri dari spesifikasi alat, kinerja, karakteristik bahan baku dan pupuk organik serta analisis kelayakan alat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa alat pengolahan pupuk organik limbah kelapa, terdiri dari: unit pencacah daun kelapa sistem silinder, ayakan sistem sentrifugal, penghancur bahan organik sistem silinder, pencampur bahan olah dan bak fermentasi, yang layak operasional, kapasitas olah sekitar 1,6 ton/hari. Pupuk organik limbah kelapa yang dihasilkan bersifat gembur berwarna coklat tua, mengandung hara 1,2 % N, 1,0 % P, 2,81 % K, 0,46% Ca dan 0,04 % Mg. Analisis finansial penggunaan alat pengolahan pupuk organik limbah kelapa adalah layak dan menguntungkan. Alat pengolahan pupuk organik praktis dioperasikan pada skala kelompok tani.
Pengaruh Jarak Tanam Terhadap Pertumbuhan dan Hasil Jagung (Zea mayz.L) Pada Tingkat Umur Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) [The Effect Spacing of Growth and Yield Corn (Zea mayz.L) of The Palm Oil (Elaeis guineensis Jacq) Grade Aged] M Nur; Asrul nln; Raffiudin nln
Buletin Palma Vol 19, No 2 (2018): Desember 2018
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v19n1.2018.57-68

Abstract

The research spacing of corn growth and yield of the palm oil various aged is to know the effect of the spacing, palm oil grade aged, and interaction. The research was conducted in  Central Mamuju regency.  West Sulawesi from July to October, 2016. Experiments in the form of  RAK 1 factor , the treatment is spacing of  50 cm x 25 cm, 60 cm x 25 cm and 70 cm x 25 cm,  performed on palm oil aged 1.5 years, 2.5 years, 3.5 years and without palm oil, and repeated 3. The result showed for 70 cm x 25 cm is the best for all grade aged. The best especially in general for, relative growth rate ( 9.93 g. plant-2.week- 1 ), grain yield (5.58ton ha-1)  of corm  of aged 2.5 yr palm oil  and there is interaction ABSTRAKPenelitian pengaruh jarak tanam terhadap pertumbuhan dan hasil jagung pada tingkat umur kelapa sawit dilakukan untuk mengetahui pengaruh jarak tanam dan tingkat umur kelapa sawit serta interaksi antara jarak tanam dan tingkat umur kelapa sawit terhadap pertumbuhan dan hasil jagung. Penelitian dilaksanakan di Kabupaten Mamuju Tengah Propinsi Sulawesi Barat, dari bulan Juli sampai Oktober tahun 2016. Percobaan dalam bentuk Rancangan Acak Kelompok 1 faktor, perlakuannya adalah jarak tanam  50 cm x 25 cm,  60 cm x 25 cm dan 70 cm x 25 cm. Perlakuan dilakukan pada kelapa sawit umur 1,5 tahun, 2,5 tahun dan 3,5 tahun dan tanpa kelapa sawit, dan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jarak tanam 70 cm x 25 cm terbaik  pada semua tingkat umur, dan jagung pada kelapa sawit umur 2,5 tahun  secara umum terbaik, terutama pada laju tumbuh relatif  (9,93 g tan2.minggu-1) , hasil biji pipilan (5,58 ton ha-1), dan ada interaksi.