cover
Contact Name
Adhitya Yudha Pradhana
Contact Email
buletinpalma@gmail.com
Phone
+62431-812430
Journal Mail Official
buletinpalma@gmail.com
Editorial Address
Jalan Raya Mapanget, Manado 95001
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Buletin Palma
ISSN : 1979679X     EISSN : 25287141     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Buletin Palma memuat artikel hasil-hasil penelitian kelapa dan palma lainnya. GENERAL REQUIREMENTS Bulletin of Palma is a peer-reviewed and open access journal that publishes significant and important research finding on coconut and other palm research results. SCOPE Scope of Bulletin of Palma are: 1. Scope of science: Agricultural Microbiology, Agricultural Socio-Economics, Agronomy, Bioetechnology, Plant Breeding, Plant pathology, Plant Protection, Plant Physiology, Soil Science, Seed Technology, Primary Post Harvest, Climate science, Genetic resources, Entomology,Farming system, Environment, Agricultural extension 2. Scope of commodities : spice, medicinal, aromatic and industrial crops The journal publishes Indonesian or English articles.
Articles 220 Documents
Korelasi dan Analisis Koefisien Lintas Karakter Tandan Bunga Terhadap Buah Jadi Kelapa Genjah Salak MIFTAHORRACHMAN MIFTAHORRACHMAN
Buletin Palma No 38 (2010): Juni, 2010
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v11n38.2010.60-66

Abstract

Correlation and Path Coefficient Analysis of Bunch Character on Fruit Set of Salak Dwarf Coconut The research was conducted to investigate the correlation among six flowering characters of Salak Dwarf coconut and also to asses their direct and indirect effects which will be used for the selection of fruitset and fruit production. Six characters of Salak Dwarf flowering were evaluated at Kima Atas experimental garden, Manado, North Sulawesi, during 2009. Those were, number of female flower per bunch, Number of spikelet per bunch, weight of male flower per bunch, weight of polen per bunch, pollen viability, and number of fruit set per bunch. Minitab program was used to quantify the Coefficient correlation, while measuring of path coefficient based on Singh and Chaudary. The result showed that number of female flower and number of spikelet had the highest direct significant effect to fruit set, whereas, path indirect effect was showed by weight of pollen via number of female flower.
Pendekatan Jaringan Saraf Tiruan untuk Memperkirakan Kinerja Mesin Pencacah Pelepah Sawit Terintegrasi [Artificial Neural Network Approach for Estimating Performance of Integrated Chopper Machine for Oil Palm Frond] Agustami Sitorus; Ramayanty Bulan
Buletin Palma Vol 20, No 2 (2019): Desember 2019
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v20n2.2019.127-135

Abstract

The working conditions of an appropriate oil palm chopper are important to be explored in order to improve the machine's performance while working. At present, the selection of working conditions depends on empirical rules and experimental trials. It is conducted because of the complex interaction between the unit of the integrated counter machine (cutting machine unit, compression machine unit, and chopper machine unit) to estimate its performance. Therefore, this study aims to estimate the performance of an integrated palm frond chopper machine through the Artificial Neural Network (ANN) approach. The design of the ANN model was carried out at the Research Center for Appropriate Technology in 2017-2019. Data input is as many as nine operating parameters collected from experimental tests in laboratory conditions using the AE01 type integrated palm fronds chopper machine. The ANN model architecture (input-layer-output) tested is [9-5-1], [9-10-1], and [9-15-1] with the Levenberg – Marquardt algorithm. The results of this study were obtained that the best prediction model is formed by a layered architecture of 10 layers, which results in a smaller prediction error value compared to the others. The model determination coefficient with that layer is 0.99862. Prediction of chopper performance using test data gives a coefficient of determination close to one. The mean squared error (MSE) of the model in each training phase, validation, and testing were 2,69´10-15, 1,56´10-4, 3,38´10-5.ABSTRAKKondisi kerja mesin pencacah pelepah sawit yang tepat penting ditelusuri guna meningkatkan performansi mesin saat bekerja. Saat ini, pemilihan kondisi kerja mesin tergantung pada aturan empiris dan uji coba eksperimental. Hal ini dilakukan karena interaksi yang kompleks antara unit bagian mesin pencacah terintegrasi (unit penggunting, pengempa dan pencacah) untuk memperkirakan kinerjanya. Penelitian ini bertujuan untuk memperkirakan kinerja mesin pencacah pelepah sawit terintegrasi melalui pendekatan Jaringan Saraf Tiruan (JST). Desain model JST dilakukan di Pusat Penelitian Teknologi Tepat Guna pada tahun 2017-2019. Parameter input data adalah sebanyak sembilan parameter operasi yang dikumpulkan dari uji coba eksperimental pada kondisi laboratorium menggunakan mesin pencacah pelepah sawit terintegrasi tipe-AE01. Arsitektur model JST (input-layer-output) yang diujicobakan adalah [9-5-1], [9-10-1], dan [9-15-1] dengan algoritma Levenberg–Marquardt. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa model prediksi terbaik dibentuk dengan arsitektur layer sebanyak 10 buah yang menghasilkan nilai galat prediksi lebih kecil dibandingkan dengan yang lainnya. Koefisien determinasi model dengan layer tersebut adalah 0,99862. Prediksi kinerja mesin menggunakan data pengujian memberikan koefisien determinasi mendekati satu. Mean squared error (MSE) dari model pada masing-masing fase pelatihan, validasi dan pengujian adalah 2,69´10-15, 1,56´10-4, 3,38´10-5.
Identifikasi Cendawan Mikoriza arbuskular (CMA) pada Beberapa Tekstur ENGELBERT MANAROINSONG; A. A. LOLONG
Buletin Palma Vol 16, No 2 (2015): Desember, 2015
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v16n2.2015.203-210

Abstract

ABSTRAK Tanaman kelapa sawit ditanam hampir pada semua jenis tanah seperti gambut, liat berlempung dan lempung berpasir dengan proporsi kandungan tiap tekstur tanah berbeda-beda dilapangan. Cendawan mikoriza arbuskular (CMA) merupakan mikroorganisme tanah yang berperan sebagai mikroba perombak, membantu tanaman dalam penyerapan unsur hara dari tanah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi jenis dan populasi spora mikoriza pada beberapa tekstur tanah dipertanaman kelapa sawit. Penelitian dilakukan pada 3 (tiga) lokasi perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Sampit, Kalimantan Tengah, yaitu di lahan PT. Sapta Karya Damai (SKD), PT. Agro Bukit dan areal pertanaman kelapa dan kelapa sawit milik petani di Samuda besar. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai dengan Juni 2015. Pengambilan contoh tanah dilakukan secara Purposive Sampling. Analisis contoh tanah dilakukan di  Laboratorium Pengujian Balittro - Bogor. Parameter yang diamati, yaitu pH, kelembaban tanah, jenis dan jumlah populasi spora mikoriza. Hasil penelitian menunjukan bahwa mikoriza yang ditemukan adalah dari jenis Glomus dengan populasi bervariasi menurut jenis tanah, yaitu berkisar antara 175,3 - 283 buah per 100 mg tanah. Populasi tertinggi, yaitu 283 spora per 100 mg tanah  ditemukan pada jenis tanah gambut di perkebunan kelapa sawit PT. Agro Bukit yang belum berproduksi (umur <5 tahun). Populasi terendah, yaitu 175,3 spora per 100 mg tanah ditemukan pada tektur tanah liat berlempung di lokasi perkebunan kelapa sawit PT. Agro Bukit yang telah berproduksi normal (umur >10 tahun).Kata kunci : Cendawan, mikoriza, tekstur, tanah, kelapa sawit. Identification of The Fungie Micorhyza Asbuscular on Saveral Soil Textures at Oilpalm Plantation, Central Kalimantan ABSTRACT Oil palm trees planted in virtually all types of soil such as peat, clay and sandy clay with argillaceous proportion of the content of each soil texture is different in the field. Arbuscular mycorrhizal fungie (FAM) is a soil microorganisms that act as microbial crusher, helps plants to absorb nutrients from the soil. This study aims to identify the types and populations of mycorrhizal spores in soil texture on oilpalm plantation. The study was conducted at three (3) locations oil palm plantations in the district of Sampit, Central Kalimantan, namely in te area of PT. Sapta Karya Damai (SKD), PT. Agro Bukit and coconut plantations and oil palm farmers in Samuda Besar. The experiment was conducted in March and June 2015. Soil sampling is purposive sampling. Analysis of soil samples carried out in the Laboratory Testing Balittro - Bogor. The parameters observed were pH, soil moisture, type and number of mycorrhizal spores population. The results showed that mycorrhizae are found are of the type Glomus with a population varies according to the type of soil ranged between 175.3 to 283 pieces per 100 mg of soil. The highest population, namely 283 spores per 100 mg of soil found in the peat soil types in PT. Agro Bukit oil palm plantations wihich is not yet in production (<5 years). Lowest population is 175.3 per 100 mg of spores found in soil texture argillaceous clay in PT. Agro Bukit oil palm plantations who have production (>10 years).Keywords : Fungi, michorrizal,textur, soil, oil palm.
Pemurnian Minyak Kelapa Berbahan Baku Kopra / Refining of Coconut Oil Made of Copra Fahri Ferdinan Polii
Buletin Palma Vol 17, No 2 (2016): Desember, 2016
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v17n2.2016.155-164

Abstract

Processing of copra is generally done by drying through direct or fogging with warming temperatures. This way produces coconut oil with low quality rough, because the content of water and free fatty acids high, so quickly turn rancid, brownish and unfit in the consumption. The purpose of this research process of purification yaitumelakukan coconut oil made of copra smog became a good-quality cooking oil. Research use descriptive method. Research carried out the month on June 2015 until January 2015 in Research and Standardization of Industrial Institute in Manado, North Sulawesi. The raw materials used in the study of copra comes from Bengkol Village in Manado. Processed into copra oil and refined oil. The results of the analysis of the quality of coconut oil before refining the parameters color, odor, moisture content, free fatty acids and acid number does not qualify SNI. After the process of purification by neutralization using NaOH 18 oBe and 20 oBe and performed an analysis of the quality of the oil, it turns out that the use of NaOH 20 oBe effective improve quality coconut oil good physics and chemistry. Coconut oil results neutralization with 20 NaOH oBe continued with the process of bleaching  using active charcoal 2% and mix active charcoal  1% + 1% bentonite improved the quality of the oil either chemical or physical parameters and qualify SNI cooking oil. Yield after cooking oil with  neutralised NaOH 20oBe and bleaching using active charcoal 2% i.e. 78,79%.ABSTRAKPengolahan kopra pada umumnya dilakukan  dengan cara pengeringan melalui  pemanasan langsung atau pengasapan dengan suhu yang tinggi. Cara ini menghasilkan minyak kelapa kasar mutu rendah, karena kandungan air dan asam lemak bebasnya tinggi, sehingga cepat menjadi tengik, warna kecoklatan dan tidak layak di konsumsi. Tujuan penelitian ini yaitu melakukan proses pemurnian  minyak kelapa berbahan baku kopra asap  menjadi minyak goreng yang bermutu baik. Penelitian menggunakan metode deskriptif. Penelitian dilakukan bulan pada Pebruari 2015 sampai dengan November 2015 di Balai Riset dan Standardisasi Industri Manado, Sulawesi Utara. Bahan baku kopra  yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari Kelurahan  Bengkol Manado. Kopra diproses menjadi minyak dan minyak dimurnikan. Hasil analisis mutu minyak kelapa sebelum pemurnian  untuk parameter bau, warna, kadar air, asam lemak bebas dan bilangan asam tidak memenuhi syarat SNI. Proses pemurnian  dengan netralisasi menggunakan larutan NaOH 18 oBe dan 20 oBe,  ternyata larutan NaOH 20 oBe efektif meningkatkan mutu minyak kelapa  dan  memenuhi syarat mutu SNI. Minyak kelapa hasil netralisasi dengan NaOH 20 oBe dilanjutkan dengan proses pemucatan  menggunakan arang aktif 2% dan campuran arang aktif 1%+bentonit 1% terjadi peningkatan mutu minyak baik parameter fisika maupun  kimia dan memenuhi syarat SNI minyak goreng.  Rendemen minyak goreng setelah dinetralisasi dengan larutan  NaOH 20 oBe dan  pemucatan menggunakan arang aktif 2%, yakni 78,79%.
Produksi Tanaman Nipah di Sungai Tello Sulawesi Selatan DEDI SOLEH EFFENDI; NURYA YUNIYATI; H.T LUNTUNGAN
Buletin Palma Vol 15, No 1 (2014): Juni, 2014
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v15n1.2014.82-85

Abstract

Tanaman nipah (Nypa fruticans Wurmb.) tumbuh rapat di sepanjang bantaran sungai dekat muara membentuk komunitas tanaman dalam jumlah yang besar. Kelebihan tanaman nipah dibanding dengan tanaman lain dalam hal produksi nira, yaitu nira yang dihasilkan tanaman nipah dapat berkesinambungan. Tanaman yang ditanam cukup sekali saja dalam kurun waktu yang panjang dan dapat terus menghasilkan produksi nira dari populasi yang ada. Kegiatan penelitian ini untuk mengetahui potensi tanaman nipah dalam hal produksi nira, lama penyadapan dan kadar gula agar dapat memberikan informasi kepada petani dan pengusaha. Penelitian dilakukan di Sungai Tello, Provinsi Sulawesi Selatan pada bulan April 2011 sampai bulan Desember 2012. Bahan penelitian menggunakan tanaman nipah dalam satu hamparan yang dibagi kedalam lima klaster. Produksi nira nipah beragam antar kluster, produksi yang tertinggi pada kluster K2 (40,461 l/bahan), sedangkan terendah pada kluster K4 (8,156 l/bahan). Lama penyadapan nira nipah beragam antar kluster, penyadapan paling lamapada kluster K2 (37,4 hari/periode penyadapan), sedangkan terendahpada kluster K4. Kadar gula nira beragam antar kluster, kadar gula tertinggi kluster K4 pada penyadapan sore hari (17,6%). Kata kunci : Nipah, produksi nira, kadar nira, gula, penyadapan, klaster.ABSTRACTProduction of Nipah Palm in Tello River of South SulawesiNypa palm (Nypa fruticans Wurm.) growed tightly along the riverbanks near estuary forming plant population in large numbers. Nypa plants have the advantage compare to other palms in the production of sap which is sustain. This plant just once planted and the long period of time can continue to produce sap from existing populations. The aim of this study was to determine the potential of palm plants in the production of sap, tapping period and sugar content in order to provide information to farmers and entrepreneurs. The study was conducted in River Tello, South Sulawesi Province from April 2011 to December 2012. The research material used in one population Nypa plants and divided into five clusters. Productions of palm sap vary between clusters, the highest production in the cluster K2 (40.461 l /material), while the lowest in the cluster K4 (8.156 l/material). Period tapping palm sap varied between clusters, the longest tapping in clusters K2 (37.4 days/period tapping), while the lowest in K4 cluster. Sap sugar levels vary between clusters, the highest sugar content tapping was found in cluster K4 on the afternoon (17.6%).
Kemampuan Memangsa Predator Celisoches morio Terhadap Hama Kelapa Brontispa longissima Jelfina C Alouw
Buletin Palma No 33 (2007): Desember, 2007
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v0n33.2007.%p

Abstract

Kemampuan memangsa predator Celisoches  morio terhadap larva instar satu sampai lima, pupa dan imago hama Brontispa longissima dipelajari di laboratorium.  Hasil penelitian menunjukkan C. morio dapat memangsa tahap perkembangan  larva instar satu sampai instar lima, pupa dan imago B. longissima. Kemampuan tertinggi ditemukan pada saat memangsa larva instar dua dan terendah pada imago.  Rata-rata jumlah larva instar dua yang dimangsa dalam waktu 24 jam adalah 23,5 ekor.  Hasil penelitian menunjukkan kemampuan C. morio sebagai agens hayati potensial untuk hama B. longissima.
Pengaruh Waktu Fermentasi Air Kelapa Terhadap Produksi dan Kualitas Nata de Coco PAYUNG LAYUK; M. LINTANG; G.H. JOSEPH
Buletin Palma Vol 13, No 1 (2012): Juni, 2012
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v13n1.2012.41-45

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mempelajari pengaruh penundaan waktu fermentasi air kelapa terhadap produksi dan kualitas nata de coco. Penelitian dilakukan 4 variasi penundaan waktu fermentasi, yaitu 0, 2 , 4 dan 6 hari. Pengamatan dilakukan terhadap rendemen, ketebalan, kekerasan dan komposisi nata de coco (kadar air, karbohidrat, kadar lemak dan serat) serta uji organoleptik terhadap warna, kekenyalan dan rasa nata de coco. Hasil penelitian diperoleh bahwa rendemen dan ketebalan nata de coco tertinggi diperoleh pada penundaan fermentasi air kelapa selama 4 hari yaitu 98,20% dengan ketebalan 1,5 cm. Penundaan waktu fermentasi air kelapa tidak berpengaruh pada kadar air, karbohidrat, lemak dan serat nata de coco yang dihasilkan. Hasil organoleptik terhadap tekstur/kekenyalan, warna dan rasa berkisar antara 2,9 – 4,2 (cukup suka sampai sangat suka), ditinjau dari sifat organoleptik perlakuan terbaik adalah waktu fermentasi 4 hari. Kata kunci : Fermentasi, air kelapa, nata de coco dan kualitas. ABSTRACT Effect of Coconut Delayed Fermentation Time Coconut Water to Production and Quality of Nata de Coco The objective of this research was to study the effect of delayed time water coconut fermentation to nata de coco production and quality. The experiment was done with four time variation fermentation, that are 0, 2, 4 and 6 days. Observation data are yield, thickness, hardness, and composition of nata de coco (moisture, carbohydrat, fat and fiber content). The result showed that coconut water that highest yield and thickness nata de coco was obtained from treatment fermentation time delayed of water coconut during 4 days that is 98.20% with thickness 1.5 cm. Fermentation time delayed was not significant to moisture, carbohidrat, fat and fiber of yield nata de coco. Organoleptic test to texture, elasticity, color and taste is among 2.9-4.2 (almost like until very like). Based on organoleptic properties, the best treatment is four days fermentation time delayed.
Observasi Produksi Nira Aren (Arenga pinnata) di Kecamatan Langowan, Kabupaten Minahasa Induk, Provinsi Sulawesi Utara / Palm Neera Production of Sugar Palm (Arenga pinnata) at Langowan Sub District, Minahasa Induk District, North Sulawesi Province Engelbert Manaroinsong; R B Maliangkay; Yulianus Rompah Matana
Buletin Palma No 31 (2006): Desember, 2006
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v1n31.2006.111-115

Abstract

Sugar palm (Arenga pinnata) is a potential plant which can be developed because of the high economic value. The research was the conducted on July until November 2005 with survey method. The parameter observed were production of toddy per palm per month and rainfall data in three different locations i.e. Manembo village, Atep village and Palamba village, sub district of Langowan. Result of research shown that the high production of toddy was found in Atep village, whereas the lower production of toddy in Manembo village i.e. 18 liter/day and 13.6 liter/day, respectively. The maximum rain fall was and 393 mm at that time.  RINGKASANAren (Arenga pinnata) merupakan tanaman yang potensial untuk dikembangkan karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Nopember tahun 2005. Kegiatan penelitian ini dilaksanakan dengan metode survei. Peubah yang diamati adalah produksi nira pada tandan pertama dan data curah hujan dari statison klimatologi Kecamatan Langowan pada 3 lokasi, yaitu Desa Manembo, Desa Atep dan Desa Palamba, Kecamatan Langowan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa didesa Atep didapatkan produksi nira tertinggi sedangkan produksi nira terendah terdapat didesa Manembo, berturut turut jumlah produksi nira adalah 18 l/hari, 13.6 l/hari. Pada saat pengamatan curah hujan pada bulan sebesar 393 mm.
KARAKTERISTIK AGROMORFOLOGI DAN POLA PEWARISAN WARNA PELEPAH DAUN BIBIT KELAPA PADA PERAKITAN VARIETAS KELAPA HIBRIDA TIPE BARU Romadhon, Muhammad Roiyan; Mahayu, Weda Makarti; Miftahorrachman, nFn; Maskromo, Ismail
Buletin Palma Vol 22, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v22n2.2021.63-72

Abstract

Tipe kelapa Dalam pada umumnya memiliki pola menyerbuk silang, sedangkan kelapa genjah pada umumnya menyerbuk sendiri. Persilangan Kelapa Genjah x Kelapa Dalam akan mewariskan sifat heterosis pada turunan F1, dan tingkat heterosis tergantung daya gabung kedua tetuanya. Keberhasilan persilangan Genjah x Dalam pada tingkat bibit dapat dilihat dari pelepah daun bibit F1 berdasarkan warna kecambah/pelepah bibit kedua tetuanya. Warna kuning bersifat resesif terhadap warna hijau dan coklat, sedangkan warna merah bersifat dominan terhadap warna hijau dan kuning. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Penelitian  ini bertujuan untuk  memperoleh informasi tentang pola pewarisan beberapa karakter kualitatif pada tanaman kelapa hasil persilangan pada fase bibit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persilangan antara GMM  x DTA, GMM x DBI, dan GMM x DPU menghasilkan anakan 100% berwarna cokelat yang dikendalikan oleh gen RrGg, sedangkan persilangan antara GKM x DTA, GKM x DBI, dan GKM x DPU menghasilkan anakan 100% berwarna hijau (rrGg). Pemilihan tetua betina untuk perakitan hibrida kelapa sebaiknya menggunakan pohon yang berwarna hijau karena akan menghasilkan turunan yang mudah ditelusuri jika terjadi kontaminasi polen. 
RESPON PERTUMBUHAN KELAPA DALAM (Cocos nucifera) TERHADAP LAMA KEKERINGAN DI PEMBIBITAN ; RESPONSE TO TALL COCONUT (Cocos nucifera) PLANT GROWTH AT LONG DROUGHT IN THE NURSERY Alfred P. Manambangtua; Weda M. Mahayu; Toni S. Hidayat
Buletin Palma Vol 22, No 2 (2021): December 2021
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21082/bp.v22n2.2021.73-84

Abstract

Hal yang harus diperhatikan dalam penyedian bahan tanam untuk tanaman perkebunan adalah pembibitan. Salah satu masalah utama bagi pertumbuhan dan perkembangan tanaman kelapa di pembibitan adalah kekurangan air atau  kekeringan. Semua aspek pertumbuhan tanaman meliputi proses fiologis, biokimia, anatomi dan morfologi terpengaruh akibat kekurangan air. Bencana kekeringan atau kemarau panjang sering terjadi di Indonesia. Sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan tanaman kelapa  terhadap lama kekeringan di pembibitan. Penelitian dilaksanakan selama 5 bulan, dimulai bulan Oktober 2019 hingga bulan Maret 2020. Lokasi pelaksanaan penilitian di lakukan di Rumah Kaca Balai Penelitian Tanaman Palma. Jl. Raya Mapanget, Manado. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL)  dengan lima perlakuaan dan lima ulangan. Sehingga didapat dua puluh lima satuan percobaan. Perlakuan yang diuji adalah periode kekeringan yang terdiri atas: Kontrol (Disiram dari awal), 1 bulan kering, 2 bulan kering, 3 bulan kering, 4 bulan kering, 5 bulan kering. Tanaman yang mengalami periode kekeringan selama satu dan dua bulan untuk tinggi dan lingkar batang tidak berbeda nyata terhadap tanaman yang disiram (kontrol). Pada persen tanaman yang hidup terdapat tanaman yang mati pada perlakuan A4 dan A5. Untuk berat basah dan berat kering tajung perlakuan tanaman yang disiram tidak berbeda nyata pada perlakuan A1, namun berbeda nyata pada perlakuan lainnya. Pada kondisi perakaran, perlakuan A0 memiliki perakaran yang lebih banyak.