cover
Contact Name
Pantjar Simatupang
Contact Email
jae.psekp@gmail.com
Phone
+62251-8333964
Journal Mail Official
jae.psekp@gmail.com
Editorial Address
Lt. III Gedung A. Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Agro Ekonomi
ISSN : 02169053     EISSN : 25411527     DOI : http://dx.doi.org/10.21082/
Core Subject : Agriculture,
Ruang lingkup dari Jurnal Agro Ekonomi adalah sosial ekonomi pertanian tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan
Articles 391 Documents
BIOPHYSICAL AND ECONOMIC EVALUATION OF HEDGEROW INTERCROPPING USING SCUAF IN LAMPUNG, INDONESIA Rusastra, I Wayan; Susilowati, Sri Hery; Budhi, Gelar Satya; Grist, Peter
Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.466 KB) | DOI: 10.21082/jae.v17n1.1998.22-32

Abstract

IndonesianStudi ini mengungkap dampak jangka panjang (20 tahun) tiga sistem usaha tani dengan menggunakan pendekatan model bioekonomik, yang disebut Model Soil Change Under Agro Forestry (SCUAF). Teknik konservasi introduksi usaha tani tanaman lorong Flemingia dibandingkan dengan dua jenis sistem usaha tani tradisional yaitu perladangan berpindah dengan masa bera tiga tahun dan sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun. Tingkat erosi dan kesuburan lahan menurun secara drastis pada sistem usaha tani tradisional, khususnya pada sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun. Dalam 20 tahun, sistem usaha tani tradisional ini kehilangan volume lahan hampir 20 kali, dan unsur hara (soil nutrient) mendekati tiga kali lebih besar dibandingkan dengan teknologi konservasi tanaman lorong. Produktivitas tanaman menurun pada ketiga sistem usaha tani, tetapi penurunan cukup tajam (81%) terdapat pada sistem usaha tani tanaman pangan sepanjang tahun dan hanya 30 persen pada sistem usaha tani tanaman lorong. Sistem perladangan berpindah memiliki Net Precent Value (NPV) paling rendah. Dalam jangka panjang, teknologi konservasi tanaman lorong mampu memberikan keuntungan finansial yang tertinggi dan dapat menjamin keberlanjutan usaha tani. Namun demikian, teknologi introduksi ini membutuhkan dukungan modal yang relatif besar pada tahap awal, sehingga dalam implementasinya perlu didukung dengan kebijaksanaan perkreditan di samping kepastian status penguasaan lahan.EnglishThis study reveals long term (20 years) impact of three farming systems using an approach of bio-economic model called Soil Change Under Agro Forestry (SCUAF). An introduced conservation technique of Flemingia inter-cropping system was compared to two traditional farming systems i.e. shifting cultivation with three years fallow and a long year food crop farming system. Soil erosion rate and land fertility decreased drastically on land used for traditional farming system especially for that of the long year food crop farming system. In 20 years, the traditional farming system lost soil volume almost 20 times and soil nutrient for almost three times compared to that of hedgerow inter-cropping farming system technique. Plant productivity for all techniques decreased, however, the long year food crop farming system experienced the most (81 %) compared to hedgerow inter-cropping using SCUAF (30% ). Net Present Value (NPV) for shifting cultivation was the lowest. In a long term, the hedgerow inter-cropping using SCUAF gives the highest financial profit and assures farming sustainability. However, this introduced technology requires relatively high capital support at the initiation phase so that it needs PRIVATE credit policy support besides land holding status certainty.
TELAAH FISIK EKONOMIS PENGGUNAAN DAN PENGUSAHAAN LAHAN DI WILAYAH DAERAH ALIRAN SUNGAI WAY RAREM KABUPATEN LAMPUNG UTARA Erwidodo, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2326.783 KB) | DOI: 10.21082/jae.v3n1.1983.42-72

Abstract

IndonesianSampai saat ini umumnya pengelolaan sumberdaya air masih terlalu dititikberatkan pada pemanfaatan air yang sudah tersedia, terbukti dengan pembangunan berbagai infrastruktur, yang sering sekali kurang diimbangi dengan usaha untuk melestarikan kondisi optimum di bagian hulu Daerah Aliran Sungai (DAS) yang merupakan aliran sungai. Sementara pembangunan waduk Way Rarem, Lampung Utara sedang berjalan telah terjadi perubahan drastis dari pola penggunaan dan pengusahaan lahan di bagian hulu DAS Way Rarem yang merupakan wilayah studi ini. Sebagian besar kawasan hutan lindung telah berubah menjadi areal perkebunan rakyat, pemukiman, perladangan dan berbagai bentuk lahan terlantar. Keadaan semacam ini, ditambah dengan terus meningkatnya jumlah penduduk pendatang, diduga akan memperpendek umur tenggang waduk dan sarana irigasi yang dibangun, sebagai akibat dari tingginya tingkat erosi dan sedimentasi. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa secara keseluruhan wilayah studi sangat potensial terhadap bahaya erosi. Jika kondisi pada saat studi dilakukan masih terus dipertahankan, umur tenggang waduk hanya mencapai 25 tahun, yaitu 50 persen dari umur ekonomis yang direncanakan. Keragaan usahatani di wilayah studi temyata masih sangat rendah, baik dalam tingkat penggunaan masukan, penerapan kultur tehnis maupun tingkat hasilnya. Berdasarkan hasil simulasi ditambah dengan berbagai pertimbangan kualitatif, selanjutnya diajukan tiga altematif pola penggunaan dan dua altematif tehnik konservasi tanah.
ANALISIS EFISIENSI PRODUKSI SISTEM USAHATANI KEDELAI DI SULAWESI SELATAN Tahir, Abdul Gaffar; Darwanto, Dwidjono Hadi; Mulyo, Jangkung Handoyo; Jamhari, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (131.423 KB) | DOI: 10.21082/jae.v28n2.2010.133-151

Abstract

EnglishSoybean is the third important food commodity, after rice and corn, with the increasing trend of demand (8.74%/year). Therefore, the imported soybean is maintained at a high level (1.2 million ton in 2008). The research on efficiency of soybean farm production system was conducted in three districts in South Sulawesi Province, namely Bone, Soppeng and Wajo. The locations were selected using a purposive sampling technique considering that those three areas are the soybean producing centers. This research uses a Cobb-Douglas Production Function applying an Ordinary Least Square (OLS) method and Profit derived from Cobb-Douglas Production Function with a Unit Output Price Cobb-Douglas Profit Function (UOP-CDFF) technique. The result shows that the technical factors influencing the increase soybean production are the farmers? experience, family labor, urea, KCl, organic fertilizer, ownership dummy (profit sharing), the dummy of soybeans variety (high variety), dummy of planting distance (40 x 15 cm and 40 x 10 cm), and also the land type of dummy. Aamount of the three production input types (fertilizers) could be increased to improve the production. Moreover, positive factors influencing the TER (Technical Efficiency Rating) in soybean farming are land size, farmers? age, educational background, and farmers? experience. Efficiency could still be achieved by decreasing the use of part time labor (non family member) to maximize the income, and by reducing the use of soybean seeds, part time labor and land size to increase the profit.IndonesianKedelai merupakan komoditas pangan utama setelah padi dan jagung, dengan permintaan yang terus meningkat dari tahun ke tahun (8,74%/tahun). Akibatnya, impor kedelai tetap berlangsung dalam jumlah yang besar (1,2 juta ton pada tahun 2008).  Penelitian efisiensi produksi sistem usahatani kedelai dilakukan di Sulawesi Selatan pada tiga kabupaten, yaitu: Kabupaten Bone, Soppeng, dan Wajo. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara sengaja (purposive sampling) dengan pertimbangan bahwa daerah tersebut sebagai daerah sentra produksi kedelai. Penelitian bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi produksi, dan efisiensi penggunaan faktor-faktor produksi usahatani kedelai, serta untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efisiensi teknis dan keuntungan usahatani kedelai. Menggunakan fungsi produksi Cobb-Douglas yang diestimasi dengan metode Ordinary Least Square (OLS) dan fungsi keuntungan yang diturunkan dari fungsi produksi Cobb-Douglas dengan menggunakan teknik Unit Output Price Cobb-Douglas Profit Function  (UOP-CDPF). Hasil analisis fungsi produksi menunjukkan bahwa secara teknis faktor-faktor yang mempengaruhi peningkatan produksi kedelai adalah tingkat pengalaman petani, jumlah angkatan kerja dalam keluarga, jumlah pupuk urea, jumlah pupuk KCl, jumlah pupuk organik, dummy status kepemilikan lahan sistem bagi hasil, dummy varietas kedelai (varietas unggul), dummy jarak tanam (40 x 15 cm dan 40 x 10 cm), dan dummy tipe lahan.  Ketiga input produksi (pupuk) tersebut masih bisa dinaikkan jumlahnya untuk meningkatkan produksi.  Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh positif terhadap peningkatan TER (Technical Efficiency Rating) pada usahatani kedelai adalah luas lahan garapan petani, umur petani, tingkat pendidikan petani, dan tingkat pengalaman petani.  Oleh karena itu, pencapaian efisiensi masih dimungkinkan dengan mengurangi penggunaan tenaga kerja upahan (luar keluarga) untuk menambah pendapatan, serta mengurangi penggunaan benih kedelai, tenaga kerja upahan, dan luas lahan garapan untuk meningkatkan keuntungan usahatani kedelai.
ANALISA SOSIAL EKONOMI PENGGUNAAN PESTISIDA DALAM USAHATANI PADI Darmawan, Delima A.; Yusdja, Yusmichad; Purwoto, Adreng; Saleh, Chaerul
Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (332.894 KB) | DOI: 10.21082/jae.v13n1.1994.27-42

Abstract

The Program of Integrated of Pest Management (IPM) play the important role in to decrease the pesticides used in agriculture production. Meanwhile, the farmer has popular known that pesticides was a better solution to face the pest problem. The main objective of this study is to examine the impact of IPM on production and the farmer income. The data was taken from the survey conducted in 1992 in East Sumatera, West Java, Central Java, East Java and North Sulawesi. The result showed that the using of pesticides is still the significance way to protect plant from pest. The research has also shown that around 32 percent of cost was used for pesticides. Several economic factors that have influence on IPM adoption was describe in this report.
Peranan Sektor Tembakau dan Industri Rokok dalam Perekonomian Indonesia: Analisis Tabel I-O Tahun 2000 Prajogo Utomo Hadi; Supena Friyatno
Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (193.917 KB) | DOI: 10.21082/jae.v26n1.2008.90-121

Abstract

EnglishDuring the last decade, the increasing intensity of anti-tobacco campaign underpinned by health consideration that has been reinforced by the ratified Framework Convention on Tobacco Control (FCTC), the reduced government support to tobacco production, and the increasing community’s awareness on the importance of healthy life, has been threatening the world and the Indonesian tobacco economy. The world tobacco economy is expected to be slowing down and severely affects the Indonesia’s tobacco economy. In this connection, this paper is aimed at analyzing the current situation and the roles of tobacco and cigarette industry sectors in the Indonesian economy. Important results of the analysis are as follows: (i) the tobacco production during the 2000-2006 period was decreased by 5.98% per annum; (ii) the per capita cigarette consumption tended to increase with the increased per capita income; (iii) the tobacco and the cigarette sectors shared about 7% of the government domestic revenues, but more depleting rather than generating foreign exchanges; (iv) the tobacco and cigarette industry sectors have small share in the creation of output value, value added and employment, but have relatively high output multiplier, particularly the tobacco sector; and (v) the tobacco sector was able to pull its upstream sectors and push its downstream sectors to develop, while the cigarette sector was able only to push its downstream sector. It is suggested, therefore, that: (i) the future development of tobacco and cigarette sectors needs to consider the balance between economic and health aspects; and (ii) the nicotine and tar contained in the cigarettes needs to be reduced while exploring alternative economically feasible of non-cigarette uses of tobacco.IndonesianSelama dasawarsa terakhir, meluasnya kampanye anti tembakau karena pertimbangan kesehatan yang diperkuat dengan telah diratifikasinya Konvensi Kerangka Pengendalian Tembakau, berkurangnya dukungan pemerintah untuk pengembangan ekonomi tembakau serta meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya hidup sehat, maka ancaman terhadap ekonomi tembakau dunia dan Indonesia mulai terasa. Dikhawatirkan ekonomi tembakau dunia akan terus melesu dan berdampak pada Indonesia. Sehubungan dengan itu, makalah ini bertujuan untuk menganalisis kinerja serta peranan sektor tembakau dan sektor industri rokok dalam perekonomian nasional Indonesia. Beberapa temuan penting adalah sebagai berikut (i) produksi tembakau selama periode 2000-2006 menurun rata-rata 5,98 persen per tahun, (ii) konsumsi rokok per kapita cenderung naik dengan naiknya pendapatan per kapita, (iii) sektor tembakau dan sektor industri rokok memberikan sumbangan sekitar 7 persen terhadap penerimaan negara dari dalam negeri, namun lebih banyak menguras daripada menghasilkan devisa negara, (iv) peranan sektor tembakau dan sektor industri rokok dalam penciptaan nilai output, nilai tambah, dan penyerapan tenaga kerja kurang signifikan, namun keduanya mempunyai angka pengganda output cukup besar, terutama sektor tembakau, dan (v) sektor tembakau mampu menarik sektor hulunya dan mendorong sektor hilirnya untuk berkembang, sedangkan sektor industri rokok hanya mampu mendorng sektor hilirnya. Disarankan agar (i) dalam pengembangan sektor tembakau dan sektor industri rokok ke depan perlu mempertimbangkan keseimbangan antara aspek ekonomi dan aspek kesehatan dan (ii) kandungan nikotin dan tar dalam rokok perlu dikurangi serta mencari alternatif penggunaan tembakau untuk nonrokok yang fisibel secara ekonomi.
Rubber and Oil-Palm-Based Farming System for the Southern Sumatera Transmigration Areas Wayan R. Susila
Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1868.715 KB) | DOI: 10.21082/jae.v10n1-2.1991.16-30

Abstract

IndonesianKetidaksesuaian pola usahatani dianggap sebagai salah satu masalah penting di daerah transmigrasi, khususnya daerah transmigrasi Sumatera Selatan. Sehubungan dengan hal itu, fokus tulisan ini adalah pengembangan pola usahatani untuk daerah tersebut. Kerangka teoritis yang digunakan adalah keterpaduan produksi-konsumsi yang dianalisis dengan multi period linear programming dengan horison waktu 25 tahun. Fungsi tujuan adalah maksimisasi aliran surplus kas yang didiskonto; dan kegiatan yang dipertimbangkan adalah beberapa tanaman tahunan, tanaman setahun, kredit, pengembalian kredit, dan tabungan. Kendala yang dispesifikasi meliputi iklim, luas lahan, kemantapan persediaan bahan makanan, kredit, pengembalian kredit, dan kebutuhan hidup minimum. Disamping itu, faktor risiko juga dianalisis secara tidak langsung melalui analisis sensitivitas dan analisis sensitivitas Monte Carlo. Hasil studi menunjukkan bahwa dengan bantuan kredit dari pemerintah, para transmigran dapat mengelola lahannya sendiri, membayar seluruh hutangnya, dan mencapai peningkatan pemenuhan kebutuhan hidup minimum. Hal ini dapat dicapai melalui pengembangan pola usahatani karet dan kelapa sawit. Disamping itu, pola usahatani kelapa sawit lebih menguntungkan namun lebih tinggi risikonya daripada pola usahatani karet.
PERMINTAAN EKSPOR DAN DAYA SAING PANILI DI PROVINSI SULAWESI UTARA Malian, A. Husni; Rachman, Benny; Djulin, Adimesra
Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (158.951 KB) | DOI: 10.21082/jae.v22n1.2004.26-45

Abstract

EnglishThe objective of the study is to analyze vanilla market structure and export demand markets of vanilla, and the competitiveness of vanilla. Primary data were collected from vanilla production centers in Minahasa District, North Celebes, in April 2002. The respondents consisted of farmers, traders, processors, exporters and related institutions. Time series secondary data from CBS and FAO were also collected. A model of market demand and integration are applied to estimate export demand, while competitiveness is measured using Policy Analysis Matrix (PAM). The results shows that the nature of Indonesian vanilla in US market is just a substitution for Madagaskar and Komoro vanilla. Price integration between farm gate price and exporter price was weak and asymmetric. This findings were confirmed by marketing margin analysis indicating that vanilla farmers only gained 67 percent of fob prices. In the mean time, competitiveness analysis shows that vanilla farms in North Celebes have comparative and competitive advantages, with DRCR dan PCR less than one. To increase both production and productivity of Indonesian vanilla, price incentive policy for inputs especially for fertilizers is required because the financial prices of fertilizers are higher than its social prices.  IndonesianPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis struktur dan permintaan pasar ekspor, serta daya saing komoditas panili. Data primer dikumpulkan dari daerah sentra produksi panili di Kabupaten Minahasa, Provinsi Sulawesi Utara pada bulan April 2002. Responden penelitian terdiri atas petani, pedagang, pengolah, eksportir dan instansi terkait. Disamping itu, juga digunakan data berkala (time series) yang bersumber dari BPS dan FAO. Untuk mengestimasi pemintaan ekspor digunakan model analisis permintaan dan integrasi pasar, sementara pengukuran daya saing dilakukan dengan Policy Analysis Matrix (PAM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa komoditas ekspor panili Indonesia bersifat substitusi terhadap panili dari Madagaskar dan Komoro di pasar Amerika Serikat. Disamping itu, integrasi harga antara harga di tingkat petani dengan harga di tingkat eksportir sangat lemah dan bersifat asimetrik. Penemuan ini diperkuat dengan hasil analisis marjin pemasaran, di mana petani panili hanya menerima bagian sebesar 67 persen dari harga fob.  Sementara itu, hasil analisis daya saing menunjukkan bahwa usahatani panili di Provinsi Sulawesi Utara memiliki keunggulan komparatif dan keunggulan kompetitif, dengan nilai DRCR dan PCR lebih kecil dari satu. Untuk mendorong peningkatan produksi dan produktivitas panili di Indonesia, diperlukan kebijakan insentif terhadap harga input, khususnya harga pupuk yang relatif lebih mahal dibandingkan dengan harga sosialnya.
Faktor-Faktor yang Menentukan Pemilihan Teknik Pengolahan Tanah pada Usahatani Padi Susilowati, Sri Hery; Simatupang, Pantjar
Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (366.461 KB) | DOI: 10.21082/jae.v9n2.1990.67-76

Abstract

The main objective of this paper is the examine the factor influencing tractor utilization in rice form study was conducted in four village of East Java in crop season 1988-1989. Based on the logit analyses, it was shown that the probability of farmer using tractor was significanly influenced by cropping intensity and the ratio of tractor rental value to holing wage. Moreover, the rental rate of tractor shows a positive impact to the probablity of adapting tractor.
Ucapan Terima Kasih Mitra Bestari nLN, nFN
Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (10.163 KB) | DOI: 10.21082/jae.v37n1.2019.%p

Abstract

Efektivitas Proses Pembelajaran Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu Padi Sawah oleh Komunitas Petani di Lampung nFN Slameto; F. risakti Haryadi; nFN Subejo
Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi
Publisher : Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (436.522 KB) | DOI: 10.21082/jae.v32n1.2014.35-55

Abstract

EnglishRice production enhancement in Lampung was carried out through implementing farmer field school of integrated crops management (FFS-ICM) of wetland rice. Learning process of farmer field school took place on various ethnic community of rice farmers. It was implemented through imitation of some stages, i.e. attention, retention, behavior production process, and motivation. There were some differences of learning process among ethnics and it affected its effectiveness. This study aimed to: (i) analyze the effectiveness of learning process of farmer field schools for farmers from some ethnics, i.e. Lampung, Javanese, and Balinese, and (ii) analyze influences of farmers’ characteristics, communication behavior, modeling characteristics, role of farmer groups, and counseling intensity on the effectiveness of  FFS-ICM of wetland rice among ethnics. The research was carried out through a survey of rice farmers participating in FFS-ICM of wetland rice with total samples of 286 farmers. The survey was conducted in Central Lampung, South Lampung, and West Barat regencies. Data of the study were analyzed using a variance difference test and a logistics regression model. Results of the study indicated that: (a) only the motivation stage of learning process of FFS-ICM between Balinese and Javanese ethnics was significantly different, (b) effectiveness probability of learning process of FFS-ICM was influenced by educational level, self-efficacy, risk taking, intelligence, result expectation, model competence, and role of farmer groups of those three ethnics. It implies the necessities of learning process for improving farmers’ motivation, farmer group empowerment, role model, and the key person of the ethnics.IndonesianPeningkatan produksi padi di Lampung diupayakan dengan implementasi inovasi Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) padi sawah. Salah satu upaya dilakukan dengan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi sawah. Pembelajaran sekolah lapang tersebut terjadi pada berbagai komunitas etnis petani padi. Proses pembelajaran dapat terjadi dengan peniruan melalui tahapan perhatian, pengingatan, pembentukan perilaku, dan motivasi. Namun, masih terjadi perbedaan nyata dalam pembelajaran antaretnis petani tersebut, sehingga berakibat pada efektivitas proses pembelajaran. Efektivitas proses pembelajaran diduga dipengaruhi banyak faktor dari dalam diri etnis petani dan dari luar. Tujuan penelitian adalah: (a) menganalisis perbedaan efektivitas proses pembelajaran Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) padi sawah petani etnis Lampung, Jawa, dan Bali dan (b) menganalisis pengaruh faktor karakteristik demografi petani, karakteristik psikografi petani, perilaku komunikasi petani, karakteristik modeling, peran kelompok tani, dan intensitas penyuluhan terhadap efektivitas pembelajaran SLPTT padi sawah. Metode penelitian dengan survei pada petani peserta SLPTT padi sawah. Jumlah sampel 286 petani. Lokasi penelitian di Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Selatan, dan Lampung Barat. Analisis data menggunakan uji beda varians dan analisis regresi model logistik. Hasil penelitian menunjukkan, pada proses pembelajaran menunjukkan perbedaan nyata hanya tahapan motivasi petani antara etnis Bali-Jawa. Secara bersama probabilitas efektivitas proses pembelajaran SLPTT padi sawah ketiga etnis dipengaruhi tingkat pendidikan, keyakinan kemampuan diri, tingkat keberanian untuk berisiko, tingkat intelegensia, harapan akan hasil, kompetensi model, dan peran kelompok tani. Implikasinya bahwa diperlukan penyusunan materi pembelajaran yang mampu meningkatkan motivasi petani, diperlukan peningkatan pemberdayaan kelompok tani, pemberdayaan peran figur panutan, dan tokoh masyarakat tani.

Filter by Year

1981 2021


Filter By Issues
All Issue Vol 39, No 2 (2021): Jurnal Agro Ekonomi: IN PRESS Vol 39, No 1 (2021): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 2 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 38, No 1 (2020): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 2 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 37, No 1 (2019): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 2 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 36, No 1 (2018): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 2 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 35, No 1 (2017): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 2 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 34, No 1 (2016): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 2 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 33, No 1 (2015): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 2 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 32, No 1 (2014): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 2 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 31, No 1 (2013): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 2 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 30, No 1 (2012): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 2 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 29, No 1 (2011): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 2 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 28, No 1 (2010): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 2 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 27, No 1 (2009): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 2 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 26, No 1 (2008): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 2 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 25, No 1 (2007): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 2 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 24, No 1 (2006): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 2 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 23, No 1 (2005): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 2 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 22, No 1 (2004): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 2 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 21, No 1 (2003): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 2 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 20, No 1 (2002): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 2 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 19, No 1 (2001): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 2 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 18, No 1 (1999): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 2 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 17, No 1 (1998): Jurnal Agro Ekonomi Vol 16, No 1-2 (1997): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 2 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 15, No 1 (1996): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 2 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 14, No 1 (1995): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 2 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 13, No 1 (1994): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 2 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 12, No 1 (1993): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 2 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 11, No 1 (1992): Jurnal Agro Ekonomi Vol 10, No 1-2 (1991): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 2 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 9, No 1 (1990): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 2 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 8, No 1 (1989): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 2 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 7, No 1 (1988): Jurnal Agro Ekonomi Vol 6, No 1-2 (1987): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 2 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 5, No 1 (1986): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 2 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 4, No 1 (1985): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 2 (1984): Jurnal Agro Ekonomi Vol 3, No 1 (1983): Jurnal Agro Ekonomi Vol 2, No 1 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 2 (1982): Jurnal Agro Ekonomi Vol 1, No 1 (1981): Jurnal Agro Ekonomi More Issue