cover
Contact Name
Sakti Ritonga
Contact Email
ijis.uinsu@gmail.com
Phone
+6281362954860
Journal Mail Official
ijis.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Kampus II UIN Sumatera Utara Medan Gedung Prof. Drs. Harun Harahap, Lt. 1 Kantor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences
ISSN : -     EISSN : 27222128     DOI : 10.30821
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences (IJIS) is an international, scholarly open access, peer-reviewed and fully refereed journal focusing on theories, methods and applications in Islamic social sciences. As an international, online-only journal it is devoted to the publication of original, primary research (theoretical and empirical papers) as well as practical applications relating to Islamic social sciences with no cost.
Articles 90 Documents
PERAN ULAMA AL WASHLIYAH DALAM PENGEMBANGAN ILMU AGAMA Ja'far, Ja'far
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i1.11291

Abstract

Abstrak: Ulama sebagai kelompok elit dalam komunitas Muslim telah memberikan kontribusi bagi pengembangan pemikiran Islam di Nusantara terutama dengan menghasilkan karya-karya keislaman dalam berbagai bidang. Studi ini bertujuan untuk menelaah peran ulama Al Washliyah dalam pengembangan ilmu agama di Indonesia. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data yang terdiri atas sumber primer dan sekunder dianalisis dengan metode analisis isi. Studi ini mengajukan temuan bahwa ulama-ulama yang mendirikan organisasi Al Washliyah secara aktif mengembangkan ilmu agama di Indonesia. Dalam rangka mengembangkan ilmu agama, mereka menilai penting arti sanad ilmu sehingga sebelum menjadi ulama mereka mengkaji ilmu agama kepada para ulama yang memiliki sanad ilmu yang jelas; menulis dan menghasilkan karya-karya keagamaan dalam berbagai disiplin ilmu; dan mendirikan, termasuk merancang kurikulum, madrasah dan universitas berbasis kitab kuning. Studi ini berhasil melengkapi riset-riset mutakhir tentang peran ulama di Nusantara dalam pengembangan ilmu agama. Kata Kunci: ilmu agama, ulama, Al Washliyah, Nusantara Abstract:Ulama, as an elite group within the Muslim community, have made significant contributions to the development of Islamic thought in the archipelago, particularly through the publication of Islamic books in a variety of subjects. The purpose of this research is to investigate the influence of Al Washliyah's ulama on the development of religious knowledge in Indonesia. This is a research paper on the topic of literature. A content analysis method was used to examine data from both primary and secondary sources. The scholars who created the Al Washliyah group are actively increasing religious knowledge in Indonesia, according to the findings of this research. They assess the importance of the meaning of the chain of knowledge before becoming scholars, so that they can study religious knowledge to scholars who have a clear chain of knowledge; write and produce religious works in various disciplines; and establish, including designing curricula, madrasas, and universities based on the yellow book (kitab kuning). This research successfully complements recent studies on the function of ulama in the development of religious knowledge in the archipelago.Keywords: religious knowledge, ulama, Al Washliyah, Nusantara. Keywords: religious knowledge, ulama, Al Washliyah, Nusantara
PENGARUH MODEL ROLE PLAYING BERBASIS GAMBAR TERHADAP KETERAMPILANBERBICARA PADA MATA PELAJARAN BAHASA INDONESIA Rafitamara Rafitamara
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i1.12571

Abstract

Abstract: Media memiliki peran penting karena media dapat membantu proses pembelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Role palying berbasis gambar terhadap hasil belajar Bahasa Indonesia siswa materi legenda Malin kundang. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian Pra-eksperimen. Populasi dalam Penelitian adalah seluruh siswa kelas V yang berjumlah 30 siswa dengan sampel kelas V sebagai kelas eksperimen sebanyak 15 siswa dan di kelas kontrol sebanyak 15 siswa. Pengambilan sampel menggunakan teknik statistik dengan jenis sampling jenuh. Analisis data dilakukan dengan menggunakan Uji-t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh penggunaan Role Playing berbasis gambar terhadap hasil belajar siswa materi legenda Malin Kundang, yakni penggunaan media Role Playing berbasis gambar lebih meningkatkan hasil belajar siswa dibandingkan dengan model Konvensional. Penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu acuan guna mengetahui pengaruh media Role Playing dengan menggunakan variabel lain.
KONSEP PILAR PENGEMBANGAN PERGURUAN TINGGI ISLAM Zulfikar Ali Buto; Hafifuddin Hafifuddin
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12574

Abstract

Abstrak: Artikel ini mendeskripsikan konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam dengan melakukan analisis kritis melalui fenomena dan sejarah perkembangan perguruan tinggi Islam di Indonesia. Kerangka konsep pengembangan merupakan pedoman atau landasan berpijak serta ruang gerak pengembangan lembaga yang bermuara pada manajemen quality seluruh komponen lembaga. Kerangka konsep pengembangan lembaga dijadikan sebagai ruang pembatas arah dan alur yang dijalani untuk mengembangkan lembaganya masing-masing. Sebuah lembaga yang notabene-nya ingin melakukan pengembangan, namun belum bahkan tidak memiliki konsep pengembangan yang jelas. Kenyataan ini teridentifikasi di berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia umumnya, kerangkan konsep pengembangan lembaga menjadikan lembaga seperti berjalan di tempat. Pola pengembangan dilakukan berdasarkan konsep yang berjalan sendiri dengan realita yang ada dan terkesan lahir secara mendadaka. Studi ini menawarkan beberapa konsep pilar pengembangan perguruan tinggi Islam berupa penanaman nilai-nilai al-tazkiyah, al-tarahim, al-takhallus, al-ruh al-mustaqbal/al-khayaly, al-ta‘abbud, al-tarikhiyah/durus al-mihnah al-tarikhiyah dalam lingkungan kampus. Kata Kunci: pendidikan Islam, perguruan tinggi, pilar pengembangan, kampus
KLASIFIKASI ILMU DALAM TRADISI INTELEKTUAL ISLAM Ja'far Ja'far
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12576

Abstract

Abstrak: Studi ini mengkaji konsep ilmuwan Muslim tentang klasifikasi ilmu. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data didasarkan pada sumber-sumber tertulis dan otoritatif. Studi ini didasari oleh fakta bahwa Islam mewajibkan setiap Muslim menuntut ilmu. Alquran maupun hadis memberikan petunjuk bahwa Islam merupakan agama yang memandang penting ilmu. Aktivitas membaca menjadi kegiatan penting menurut Alquran, dan ini bisa dilihat dari fakta bahwa ayat pertama yang diturunkan kepada Nabi adalah berkaitan dengan kegiatan membaca (iqra’). Nabi dalam berbagai hadisnya juga memberi isyarat tentang kewajiban dan keutamaan menuntut dan mengembangkan ilmu. Studi ini menunjukkan bahwa para pemikir Muslim merinci pandangan Alquran dan hadis tentang ilmu yang wajib dipelajari. Studi ini akan mengungkap pandangan al-Ghazâlî, Quthb al-Dîn al-Syîrâzî, Ibn Khaldûn, Ibn al-Qayyim al-Jauziyah dan Syed Muhammad Naquib al-Attas. Pendapat mereka mengarah pada kesimpulan bahwa Islam mewajibkan kaum Muslim untuk menuntut dan mengembangkan ilmu yang bermanfaat bagi dunia Muslim, baik ilmu syariah maupun ilmu filsafat. Studi ini turut memperkuat gugusan referensi tentang kajian epistemologi Islam di Indonesia. Kata Kunci: ilmu, syariah, filsafat, peradaban Islam  
HAMBATAN KOMUNIKASI ORANG TUA TERHADAP ANAK: Terminologi, Faktor dan Solusi T. Faizin
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.12591

Abstract

Abstrak: Tujuan penelitian ini ingin mengetahui tentang hambatan komunikasi orang tua terhadap anak baik dalam mengenal diri sendiri maupun dalam mengenal Allah SWT meliputi terminologi, faktor dan solusinya. Studi ini merupakan studi kepustakaan. Data didasarkan pada sumber-sumber tertulis dan otoritatif. Hasil penelitian menunjukkan komunikasi yang efektif dilakukan oleh orang tua kepada anak dalam mendidik anak untuk kecerdasan dan konsep diri anak dalam penanaman mengenal diri dan mengenal Allah harus mempunyai beberapa landasan pengetahuan keilmuan agar tidak terjadi hambatan berkomunikasi diantaranya pengetahuan tentang komunikasi, baik bentuk dan teknik komunikasi. Dari sisi konsep diri, orang tua harus memiliki pengetahuan umum yang bersifat khusus untuk mendidik anak agar memiliki konsep diri. Dari segi mengenal diri dan mengenal Allah, orang tua juga dituntut untuk memahami agama yang mendalam agar orang tua bisa menanamkan dan memberi pengertian kepada anak untuk mengenal dirinya, juga mengenal Allah, dan paham tujuan kehidupan dunia, selain juga mahir menyampaikan langkah-langkah yang harus ditempuh dalam menjalankan kehidupan dunia kepada anak agar anak selamat dunia dan akhirat.Kata Kunci: hambatan komunikasi, orang tua, anak
DISKURSUS PENGAMALAN BERQURBAN MENURUT LDII DAN AL WASHLIYAH; BERQURBAN SECARA BERJAMA’AH (PATUNGAN) Wardi, Syah; Waldi, Irfa
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i1.14679

Abstract

Abstract: This article discusses the implementation of qurban in congregation (joint venture) according to two mass organizations that were born and raised in the midst of the joints of this country's life. In particular, this article will raise issues that often occur when carrying out qurbani worship in the community, for this reason this study will focus on the issue of qurban in congregation (joint venture), what is meant by joint venture? what is the urgency of qurban in congregation in qurban practice? And where is the point of contact between LDII and Al Washliyah regarding qurban in congregation (joint venture). This study is case research and field research (Case Study and Field Research), so this research focuses on a case in an incentive and detailed manner regarding the background of the situation at issue. Keywords: Qurban, LDII, Al Washliyah
STUDI KAWASAN DALAM SEJARAH ISLAM DI ASIA TENGGARA Widyatul Hidayah; Chuzaimah Batubara
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 1 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i1.12207

Abstract

The beginning of Muslim commercial civilization was the spread of Islam to Southeast Asia in the seventh century. The introduction of Islam led to an Islamic-style monarchy that lasted from the XIII to the XVI centuries. Because the rulers of the kingdom accepted and propagated Islam, which was then socialized and developed to the lower classes or with the pattern of the upper dawn, this country has a Muslim majority population. The growth and religious life of Brunei Darussalam and Malaysia is relatively good and safe when compared to other Southeast Asian countries such as Indonesia, Singapore, and Myanmar. The entry of Islam in Southeast Asia, not only has an effect on politics, but also socially, culturally and economically.Keywords: Islam, Southeast Asia
MENJAGA TOLERANSI BERAGAMA DENGAN TEOLOGI ISLAM Nurfi, Indah; Batubara, Chuzaimah
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 1 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i1.12206

Abstract

Tolerance in the sense of brotherhood refers to respect and acceptance of one another. Islam is a belief revealed by Allah through His Messenger Muhammad SAW as a mercy to the universe, rahmatan lil 'alamin, and applies to all humans on earth as a moral guide for humans both in the East and in the West. Nevertheless, despite the fact that there are many other religions that individuals profess today, these widely held beliefs continue to acknowledge and respect each other's existence and the fact that Allah has honestly given everyone the freedom to follow any religion. . which they choose. The main principle of Islam is to provide a calm and pleasant atmosphere for human existence as a blessing for the existence of the universe. Freedom of religion, according to the Qur'an, is the absence of deficiency in practicing one's religion and the inability to coerce non-Muslims into Islam. Both Muslims and non-Muslims can propagate their own religion both within and outside their own social circle, and defend it from criticism or harm.Keywords: Islam, Tolerance, Establishing harmony
SUNNAH NABAWIYAH, ANTARA TASYRI’IYYAH DAN GHAIRI TASYRI’IYYAH Ribut, Ribut
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 3 (2022)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i3.14734

Abstract

Sunnah merupakan sumber hukum Islam yang kedua sesudah Alquran, dan sunnah itu sendiri adalah ucapan, perbuatan dan ketetapan Nabi saw. Ditinjau dari segi kapasitas Nabi saw sebagai pembawa risalah dan di sisi lain sebagai manusia biasa, oleh banyak ulama sunnah dibagi menjadi Sunnah Tasyri’iyyah dan Sunnah Ghairi Tasyri’iyah. Sunnah Tasyri’iyyah ialah hal-hal yang berasal dari Nabi Muhammad saw dalam kapasitasnya sebagai rasul yang bertugas menyampaikan risalah kenabiannya. Sunnah ini memiliki faktor pensyariatan bersifat permanen, serta berlaku buat seluruh ruang serta waktu dan tidak terpengaruh dengan pergantian zaman. Hal-hal yang termasuk ke dalam Sunnah Tasyri’yyah ini di antaranya perkara-perkara gaib dan ibadah. Adapun Sunnah Ghairi Tasyri’iyyah ialah sunnah yang tidak terdapat tuntutan untuk mengikutinya. Yang termasuk ke dalam Sunnah Ghairi Tasyri’iyah di antaranya apa-apa yang bersumber dari Rasulullah saw yang sifatnya manusiawi, pengetahuan manusia, kepintaran dan percobaan tentang masalah dunia, dan apa-apa yang bersumber dari Rasulullah serta ada dalil yang menunjukkan tentang kekhususan Nabi saw.  Pendekatan yang digunakan untuk memahami sunnah Ghairi Tasyri’iyyah ini di antaranya pendekatan maqasyid al-syari’ah, historis, dan sosiologis. Munculnya pembagian sunnah kepada Tasyri’iyyah dan Ghairi Tasyri’iyyah didasari kepada beberapa hal. Pertama, adanya perbedaan pendapat tentang makna syariat. Kedua, adanya perbedaan pandangan terhadap perbuatan Nabi saw yang bersifat bawaan sebagai manusia. Ketiga, adanya perbedaan pendapat tentang ijtihad Nabi saw.
MENETAPKAN HUKUMAN HUDUD DENGAN METODE QIYAS Watni Marpaung
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.16519

Abstract

The debate of opinions in fiqh studies is an ongoing study to be discussed. The birth of various schools of thought in the field of fiqh is a reflection of the diversity of understanding of the scholars of the texts of the Qur'an and Hadith. Interestingly, the difference is not only in the study of fiqh but in what is more important, namely the method of legal istinbat. In this case, Hanafi and Syafii fiqh have different views when applying qiyas to determine hudūd punishments. For hanafi that qiyas cannot be used in determining hudud punishment, on the other hand for Syafi'i fiqh that qiyas can be used to determine hudud.Keywords: Qiyas, hudud