cover
Contact Name
Sakti Ritonga
Contact Email
ijis.uinsu@gmail.com
Phone
+6281362954860
Journal Mail Official
ijis.uinsu@gmail.com
Editorial Address
Kampus II UIN Sumatera Utara Medan Gedung Prof. Drs. Harun Harahap, Lt. 1 Kantor MIQOT: Jurnal Ilmu-ilmu Keislaman Jl. Willem Iskandar Pasar V Medan Estate, 20371
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences
ISSN : -     EISSN : 27222128     DOI : 10.30821
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences (IJIS) is an international, scholarly open access, peer-reviewed and fully refereed journal focusing on theories, methods and applications in Islamic social sciences. As an international, online-only journal it is devoted to the publication of original, primary research (theoretical and empirical papers) as well as practical applications relating to Islamic social sciences with no cost.
Articles 90 Documents
Kemajuan Seni Suara Dalam Tradisi Bani Umayyah Ahmad Mustaqim
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i3.17081

Abstract

This study is entitled about the Progress of Sound Art in the Bani Umayyah Tradition, the focus of this research is the beginning of the tradition of sound art in theBani Umayyah , the initiator of the art of music and the existence of the genre of sound art and the culmination of the progress of sound art. This research is a historical research using a historical approach and data corruption data that leads to the interpretation of the interpretation of the facts as a whole. And the method used in this research is the Library Reserch method which takes data from books, journals, and other scientific works. The results obtained from this study can be concluded several kinds, namely, the art of sound or music has existed since the time of Rasullullah, and the very dominant figure in developing the art of sound is Ziryab, then the peak of the existence of the art of music during the Dynasty Umayyah was in Andalusia, precisely Umayyah II. Kata Kunci : Dynasty Umayyah , Sound Art, Music Art, Ziryab.
BAHASA MELAYU DALAM TRADISI ISLAM NUSANTARA Amin, Muhammad
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 2 (2021)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i2.17080

Abstract

Bahasa Melayu salah satu bahasa induk dari bahasa Indonesia, bahkan bahasa Melayu menjadi induk dari bahasa lainnya, sehingga bahasa Melayu juga dikenal dengan bahasa dunia yang sejatinya adalah sebagai bahasa Penghubung (Lingua Franca). Penelitian ini bertujuan menggambarkan suatu kondisi atau fenomena tertentu tentang bahasa Melayu di Nusantara, tidak memilah-milah atau mencari faktor atau variabel tertentu memperoleh hasil penelitian terkait kebijakan penggunaan bahasa di era globalisasi. Penelitian ini adalah pemelitian kualitatif yang  Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan Teknik pengumpulan data studi pustaka dengan cara mengumpulkan data yang relevan atau sesuai yang dibutuhkan untuk penelitian dari artikel ilmiah, berita, maupun sumber kredibel lainnya yang terpercaya. Teknik analisis data dilakukan dengan cara analisis deskriptif kualitatif. Berdasarkan Penelitian ini Ditemukan bahwa Bahasa Melayu sangat berkontribusi dalam perkembangan bahasa yang ada di Nusantara terutama di Negara Indonesia yang beberapa daerah merupakan mayoritas yang bersuku Melayu. Bahasa Melayu berkontribusi bukan hanya di kebahasaan namun juga dalam agama Islam yang dikenal dengan Aksara Arab Melayu. Kata Kunci : Bahasa Melayu, Tradisi Islam, Nusantara
KAUM MODERNIS DI NUSANTARA: Jami’at Khair Dzul Fadli Sya'bana; Syah Wardi
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i3.17082

Abstract

Jami’at Khair sebagai lembaga pendidikan modern pertama mempelopori keterpaduan antara kedua system tersebut, dengan cara memasukkan kurikulum ilmu pengetahuan modern ke dalam system pendidikan tradisional, dan memasukkan pendidikan agama ke dalam kurikulum sekolah-sekolah modern. Selanjutnya perkumpulan ini menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang didirikan oleh organisasi-organisasi Islam lain, sehingga sistem pendidikan tradisional akan berkembang secara berangsur-angsur mengarah ke sistem pendidikan modern. Jami’at Khair didirikan oleh Sayid Ali bin Ahmad bin Syahab sebagai ketua, Sayid Muhammad bin Abdullah bin Syahab sebagai wakil ketua, Sayid Muhammad Al Fachir bin Abdurrahman Almasyhur sebagai sekretaris, Sayid Idrus bin Ahmad bin Syahab sebagai bendahara, dan Said bin Ahmad Basandiet sebagai anggota. Tujuan Penelitian ini untuk melihat bagaimana eksistensi dan kontribusi Jami’at Khair dalam Modernisasi di Nusantara. Jenis penelitian lapangan (field Research) dengan pendekatan penelitian dengan studi literatur.Kata Kunci: Latar belakang Jami’at Khair, Kontribusi Jami’at Khair, Perkembangan Jami’at Khair di Nusantara 
PARTAI POLITIK ISLAM DI NUSANTARA Hairil Anwar
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i3.17083

Abstract

Dalam sejarahnya, Indonesia pernah menjadi kekuatan politik yang diperhitungkan dunia. Hal itu ditandai dengan lahirnya kekuatan-kekuatan politik pada masa kerajaan Hindu-Budha hingga kesultanan Islam. Ironisnya, fase akhir dari kekuatan Islam politik tersebut, mulai mengalami kemunduran sejak kedatangan kolonialisme, terutama penjajah Belanda yang secara fundamental menjajah dalam kurun 350 tahun. Namun, hal itu tidak lantas menyurutkan Islam politik tumbuh dan berkembang di Nusantara. Bahkan sejak Indonesia merdeka hingga berganti ke masa tiga rezim Orde Lama, Orde Baru dan reformasi Islam politik tetap menjadi barometer kekuatan politik di Indonesia. Artikel ini hendak mengurai dinamika perkembangan Islam politik di Indonesia. Di mana dapat diklasifikasikan menjadi dua fase, yaitu fase “tradisional-kerajaan” dan fase modern. Dari hasil kajian ini, setidaknya terdapat dua pola perkembangan kekuatan Islam politik di Indonesia, yang nyatanya dapat survive meskipun menghadapi “tekanan” penguasa yaitu, pada bidang politik dan kultural.Kata Kunci: Partai Islam, Sejarah, Politik Islam, Nusantara.
INTERAKSI SOSIAL PENGANUT BAHA’I DI MEDAN Yolandari Lingga Bayu; Sakti Ritonga
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 3, No 2 (2022)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v3i2.14681

Abstract

Penelitian ini membahas tentang interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Pokok masalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah bagaimana interaksi sosial penganut Baha’i di Medan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana interaksi penganut Baha’i di Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian fieldresearch (penelitian lapangan) dengan metode penelitian kualitatif deskriptif, selanjutnya teknik pengumpulan data melalui informan dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik pengolahan dan analisis data yang digunakan adalah reduksi data dan verifikasi.Hasil penelitian, agama Baha’i di Indonesia telah ditetapkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia dalam surat Keputusan Menteri Nomor: MA/276/2014 sebagai salah satu agama tersendiri (independen) dan bukan aliran kepercayaan dari agama lain. Agama Baha’i telah masuk ke kota Medan berawal dari tahun 1949 dan lebivsh diketahui pada tahun 1957. dr. Samandari merupakan pelopor Baha’i yang masuk ke kota Medan. Interaksi penganut agama Baha’i di Medan dapat dilihat dari aktivitas umat Baha’i di Medan terbuka bagi siapa saja untuk mewujudkan prinsip kesatuan umat manusia, keterbukaan itu dapat kegiatan, yaitu: Doa bersama, Pendidikan rohani bagi anak-anak, pemberdayaan rohani bagi remaja, pemberdayaan rohani bagi muda-mudi dan dewasa. Agama Baha’i terbuka karena ingin diakui dan diterima di tengah-tengah masyarakat dan menyatukan seluruh masyarakat dari agama atau pun suku mana pun.
SASTRAWAN MUSLIM DI NUSANTARA: Analisis Sejarah Ika Wirdani
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i3.17084

Abstract

Seni dan sastra adalah elemen penting dalam sejarah penyebaran Islam khususnya di Indonesia, namun realita yang terjadi masih banyak perdebatan panjang di kalangan ulama, fuqaha, maupun di kalangan para intelektual tentang kesenian dan kesusastraan. Jika melihat dari kalangan dunia sufisme Islam melihat kesenian memiliki kaitan dengan nilai ketuhanan, dan kesusastraan sebagai media penyebaran Islam yang memiliki nilai keindahan. Tidak adanya instrument yang pasti mengenai Sastra dan Seni menyebabkan kesenian dan kesusastraan di masyarakat muslim menjadi seolah terkucilkan dan tidak mampu berkembang. Tulisan ini akan fokus untuk melihat bagaimana perjalanan sastra dan seni dalam perkembangan Islam, serta Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analisis.Keyword: Sastrawan, Muslim, Nusantara
HOME IN THE POETRY OF SAUDI ARABIA POETS: KHALID AL-FAISAL AN EXAMPLE OF A DISTINGUISHED ARAB (2) Dahami, Yahya Saleh Hasan
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 4, No 1 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v4i1.14970

Abstract

It is well known that when a philosopher articulates his or her love for and affiliation with the homeland, he or she may represent the great homeland through a limited part of this homeland. It is worth noting that Makkah Al-Mukarramah is simply a small, light representation of the great homeland, which embraces Makkah Al-Mukarramah like the heart of the body. Consequently, through the striking poem "Umm Al-Gura" by Khalid Al-Faisal, the researcher wishes to highlight the poet's knowledge while also illustrating his love for his vast landscape, the Kingdom of Saudi Arabia. The researcher, on the other hand, attempts to examine the poet's talent through the use of poetic images and symbols in his poem. The study begins with a brief introduction, followed by a prevue examination of Saudi poetry then a glance at the significance of Makkah Al-Mukarramah. The study's main focus is on the Saudi poet Khalid Al-Faisal with reference to some verse lines of his poem Umm Al-Gura (ام القرى). The study implements a critical-analytical method, keeping in mind the concept of home as its primary concern. A brief discussion and conclusion to the analysis are then given.
PEMILIHAN IBU KOTA NEGARA ISLAM Yudhi Septian Harahap
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 2, No 3 (2021)
Publisher : MIQOT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v2i3.17050

Abstract

Suatu negara tidak akan terbentuk tanpa adanya adanya wilayah, rakyat, pemerintah dan undang-undang dasar atau konstitusi yang berdaulat. Nabi Muhammad saw saat berhijrah ke Madinah yang kala itu bernama Yastrib membuat suatu konsep Tatanan Negara. Artike ini membahas bagaimana proses pemilihan ibu Kota Islam pada saat Rasulullah saw di Madinah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan pendekatan kualitatif. Studi pustaka ini bertujuan untuk mengumpulkan data dari membaca, mencatat, dan mengolah bahan yang ditemukan untuk penelitian. Dari kajian yang dilakukan ditemukan bahwa: Madinah merupakan Negara Islam pertama yang berhasil dibentuk oleh Nabi Muhammad. Konsep awal terbentuknya Negara ini ialah tertuang dalam pembent ukan Piagam Madinah yang mana Piagam Madinah ini merupakan Undang-undang pertama yang disepakati oleh kaum Islam dan Yahudi di madinah. Kontribusi terhadap kemajuan Islam yang pertama ialah: membangun asas-asas politik, ekonomi dan sosial. Membangun pusat pendidikan, dan membangun pertahanan Negara. Yang mana semua ini memiliki kontribusi yang besar terhadap perkembangan Islam dimasa selanjutnya.
MANAJEMEN PROGRAM TUNTAS BACA AL -QURAN DENGAN METODE ASY-SYAFII DI RUMAH TAHFIDZ ‘AISYIYAH MABAR Fadillah, Fajar
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 4, No 3 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v4i3.17159

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang dilakukan di Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah Mabar, dan untuk mengetahui perkembangan pembelajaran tuntas baca Alqur’an serta mengetahui kendala-kendala yang dapat menghalangi kemajuan dari program tersebut sehingga dapat mengatasi kendala-kendala yang menghambat kemajuan dari pembelajaran tuntas baca Alqur’an. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Field Research (lapangan) dengan menggunakan metode pendekatan kualitatif, pengumpulan data dari penelitian ini diperoleh dengan observasi dan wawancara. Adapun hasil temuan penelitian yang langsung diperoleh oleh peneliti menunjukkan bahwa manajemen program tuntas baca di Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah Mabar sudah dilaksanakan sebaik mungkin sebagaimana mestinya fungsi dari manajemen yang dilaksanakan tersebut, yaitu melalui langkah perencanaan, adapun langkah dari perencanaan tersebut dimulai dari melaksanakan rapat guru, kegiatan penerimaan santri baru, penentuan kelas dan pengajar serta pelaksanaan ujian (evaluasi). Kesimpulan dari penelitian ini adalah Manajemen program tuntas baca Alqur’an untuk meningkatkan kualitas bacaan Alqur’an santri di Rumah Tahfidz ‘Aisyiyah Mabar sudah cukup baik yaitu sesuai dengan beberapa karakter dari tahap perencanaan, adapun pelaksanaan kegiatannya sendiri memiliki beberapa pelaksanaan baik itu bentuk ataupun metode, yaitu pelaksanaan pembelajaran program tuntas baca Alqur’an yang memiliki beberapa tahapan dalam pelaksanaannya, seperti kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Adapun metode dalam pembelajaran tahsin tersebut menggunakan metode Asy-Syafii, dimana menurut hasil wawancara dengan santri dan ustadz mengatakan metode Asy-Syafii sangat efektif untuk perbaikan bacaan, karena dapat praktek langsung dan diperbaiki langsung oleh ustadz. Dalam pelaksanaannya sendiri memiliki dua evaluasi pembelajaran, evaluasi setiap pembelajaran berlangsung dan evaluasi bulanan, evaluasi ini dilakukan untuk mengetahui progres santri dalam pembelajaran tuntas baca Alqur’an tersebut. Akan tetapi sangat disayangkan waktu pembelajaran yang sangat terbatas hanya Sembilan puluh menit saja untuk santri sebanyak 15 siswa, sehingga setiap santri hanya mendapatkan jatah perbaikan bacaan selama 3 menit per orangnya.Kata Kunci: Manajemen, Pembelajaran, Tuntas Baca Alqur’an, Metode Asy-Syafii 
METODE TARGHIB DAN TARHIB DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Wardhani, Nia
Islamijah: Journal of Islamic Social Sciences Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : UIN Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/islamijah.v4i2.12575

Abstract

Abstrak: Kajian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan metode targhib dan tarhib menurut perspektif pendidikan Islam. metode yang digunakan adalah deskriptif analisis melalui studi kepustakaan. Berdasarkan analisis diketahui bahwa keberhasilan seorang pendidik bukan saja dilihat dari kompetensi dalam menguasai materi pembelajaran tetapi ada unsur lain yang cukup menentukan berhasil tidaknya proses pembelajaran di kelas yaitu metode. Guru harus pandai dan piawai dalam menggunakan metode dihadapan muridnya. Satu di antaranya adalah metode Tarhib dan Targhib. Melalui metode ini guru bisa memberikan harapan yang menyenangkan  bahkan hadiah kepada peserta didik yang berhasil dan memenuhi persyaratan kognitif tanpa merusak tujuan pembelajaran dan tidak menyinggung peserta didik yang gagal karena dilakukan dengan cara yang demokratis (Targhib). Sementara peserta didik yang gagal karena melanggar aturan pembelajaran dan tidak memenuhi persyaratan kognitif  dapat ancaman bahkan dihukum (Tarhib).