cover
Contact Name
Juliati Prihatini
Contact Email
jurnalj3p@ipdn.ac.id
Phone
+6281394372500
Journal Mail Official
jurnalj3p@ipdn.ac.id
Editorial Address
Gedung Fakultas Politik Pemerintahan Kampus IPDN Jatinangor Jl. Ir. Soekarno Km.20, Jatinangor, Jawa Barat, Sumedang, Jawa Barat 45363 Email: jurnaljp3@ipdn.ac.id
Location
Kab. sumedang,
Jawa barat
INDONESIA
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan)
ISSN : 24074292     EISSN : 27216780     DOI : https://doi.org/10.33701/j-3p
Core Subject : Social,
J-3P (Jurnal Pembangunan dan Pemberdayaan Pemerintahan), aims to cover both development and empowerment issues. Priority is given to papers which are relevant to important current research in development and empowerment policy, theory and analysis; make a novel and significant contribution to the field; provide critical tests, based on empirical work, of alternative theories, perspectives or schools of thought.
Articles 88 Documents
PEMBERDAYAAN PETANI KELAPA SAWIT DI KECAMATAN KAMPUNG RAKYAT OLEH DINAS PERKEBUNAN DAN PETERNAKAN KABUPATEN LABUHANBATU SELATAN Wike Anggraini; Rossy Lambelanova; Nur Asiah Ritonga
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 2, November 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i2.2525

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana pemberdayaan petani kelapa sawit di kecamatan kampung rakyat oleh Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Kelapa sawit merupakan primadona sektor perkebunan di Kabupaten Labuhanbatu Selatan. Mayoritas masyarakat bekerja sebagai petani kelapa sawit. Namun di Kecamatan Kampung Rakyat sendiri produksi yang diharapkan masih rendah. Untuk dapat meningkatkan produksi perkebunan kelapa sawit masyarakat tersebut dibutuhkan upaya dari Dinas Perkebunan dan Peternakan selaku Instansi Pemerintah yang mengurusi terkait Bidang Perkebunan. Metode yang peneliti gunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Data dalam penelitian ini dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini menggunakan tahapan pemberdayaan dari Lambelanova yang terdiri dari perencanaan pemberdayaan, pendampingan intensif, pembauran, pelibatan masyarakat terdampak, pengawasan serta evaluasi. Hasil penelitian pemberdayaan petani kelapa sawit di Kecamatan Kampung Rakyat masih kurang optimal. Hal tersebut karena dari 6 tahapan pemberdayaan menurut Lambelanova hanya ada 2 tahapan yang berjalan dengan baik, selebihnya dibutuhkan perhatian khusus dari dinas terkait. Dalam pemberdayaan petani kelapa sawit di Kecamatan Kampung Rakyat juga memiliki faktor penghambat seperti tingkat pengetahuan petani masih rendah, ketidakstabilan harga jual kelapa sawit, sarana dan prasarana serta ketidakpercayaan anggota kelompok tani terhadap pengurus kelompok. Kata kunci: Kelapa Sawit; Perkebunan; Pemberdayaan Petani
KOLABORASI MODEL PENTA HELIX DALAM MEWUJUDKAN SMART VILLAGE PONDOK RANJI Kelvin Kelvin; Ida Widianingsih; R. Achmad Buchari
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 2, November 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i2.2587

Abstract

Smart Village Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan dalam pelaksanaannya mengalami banyak kendala dan belum berdampak secara komprehensif karena belum memadainya sarana prasarana pendukung dan kegiatan-kegiatan terstruktur. Kemudian, kegiatan-kegiatannya lebih banyak diselenggarakan oleh unsur masyarakat dibandingkan dengan pemerintah atau stakeholder lainnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model kolaborasi penta helix pada Smart Village Kelurahan Pondok Ranji Kecamatan Ciputat Timur, Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan dimensi lima aktor dalam kolaborasi model penta helix, yaitu akademisi, bisnis, komunitas atau masyarakat, pemerintah, dan media. Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini diperoleh dengan teknik observasi, wawancara dan analisis data sekunder dari kajian literatur dan instansi terkait. Temuan penelitian menunjukkan bahwa peran setiap aktor penta helix dalam mewujudkan smart village di Kelurahan Pondok Ranji perlu lebih dioptimalkan. Berdasarkan analisis yang dilakukan, aktor yang dominan dalam pelaksanaan Smart Village Kelurahan Pondok Ranji adalah aktor komunitas atau masyarakat, namun memiliki keterbatasan sumber daya sehingga diperlukan peran aktor lain secara spesifik dan sistematis. Upaya-upaya dalam mewujudkan smart village di Kelurahan Pondok Ranji tersebut akan optimal apabila menerapkan pemerintahan kolaboratif dengan model penta helix. Kata Kunci: Smart Village, Penta Helix, Collaborative Governance
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PENGEMBANGAN DESA WISATA TONDOK BAKARU DI KECAMATAN MAMASA KABUPATEN MAMASA PROVINSI SULAWESI BARAT Mulyana Mulyana; Adinda Putri Pawan; Erick Evans Maabuat
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 2, November 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i2.2797

Abstract

Pemberdayaan masyarakat yang ada di desa wisata merupakan salah satu konsep yang dikembangkan untuk meningkatkan kualitas desa serta kualitas masyarakat yang ada didalamnya. Pemberdayaan ini dilakukan agar masyarakat dapat mencapai kesejahteraan atau dapat memenuhi kebutuhan hidupnya secara mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis bentuk pemberdayaan yang dilakukan di Desa Tondok Bakaru. Dalam penulisan penelitian ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, dokumentasi, dan observasi. Wawancara dilakukan dengan pihak terkait yaitu Kepala Desa Tondok Bakaru, pemilik objek wisata Tondok Bakaru, dan masyarak desa Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada aspek bina manusia, Pemerintah Desa Tondok Bakaru memberikan dukungan dana khususnya dalam rangka penyelenggaraan kegiata pelatihan yang berkaitan dengan peberdayaan masyarakat desa. Pada aspek bina usaha, pemerintah desa berupaya melakukan promosi dan pemasaran. Pada aspek bina lingkungan, pemerintah berupaya dalam melakukan pemeliharaan dan peningkatan akses jalan menuju desa wisata. Pada aspek bina kelembagaan, pemerintah berupaya dalam melakukan pembinaan dan pendampingan kelembagaan. Kesimpulan menunjukkan bahwa pelaksanaan pemberdayaan di Desa Tondok Bakaru sudah berjalan dengan baik namun belum maksimal sehingga diperlukan peran lebih dari pemerintah untuk mengembangkan upaya pemberdayaan ini. Kata kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Wisata Tondok Bakaru
PEMBERDAYAAN KELOMPOK BUDIDAYA IKAN PATIN OLEH DINAS PERIKANAN DI DESA BAPEANG KECAMATAN MENTAWABARU KETAPANG KABUPATEN KOTAWARINGIN TIMUR PROVINSI KALIMANTAN TENGAH Juliati Prihatini; Ahmat Bukori; M. Rifai
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 2, November 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i2.2813

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan dan menganalisis pemberdayaan kelompok budidaya ikan patin, untuk mengetahui faktor pendukung dan faktor penghambat, serta upaya yang dilakukan untuk mengatasi faktor penghambat tersebut. Desa Bapeang merupakan pusat kawasan pengembangan budidaya ikan patin yang ada di Kabupaten Kotawaringin Timur. Banyaknya kolam-kolam tanah yang ada dari hasil penggalian tanah untuk pembuatan batu bata, memiliki potensi untuk dikembangkan dan dimanfaatkan dalam bidang perikanan guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Tetapi potensi perikanan yang dimiliki belum dimanfaatkan secara maksimal. Desain penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi. Kemudian teknik analisis data dilakukan melalui mereduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa upaya yang dilakukan oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kotawaringin dilaksanakan dengan empat indikator yaitu bina manusia, bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan. Namun dalam pelaksanaan terkait pemberdayaan belum berjalan secara maksimal, hal ini karena terdapat faktor penghambat dalam pelaksanaan pemberdayaan antara lain kurangnya partisipasi aktif anggota kelompok, kurangnya keahlian tentang budidaya ikan patin, masalah curah hujan yang tinggi, banyaknya hama dan penyakit, ketergantungan dengan pakan pabrik, serta kurangnya permodalan. Kata kunci : Pemberdayaan, Budidaya ikan patin, Komunitas
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI PROGRAM DESA WISATA DI KELURAHAN KANDRI KECAMATAN GUNUNGPATI KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Aldivon Atok Pratidina Santoso
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 7, No. 2, November 2022
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v7i2.2930

Abstract

Desa Wisata merupakan suatu model pengembangan wisata dengan memanfaatkan potensi dalam bentuk pengembangan pariwisata dengan tetap memperhatikan aspek kehidupan yang sudah ada. Desa Wisata saat ini merupakan salah satu program Pemerintah Kota Semarang yang ditujukan untuk mengatasi masalah kemiskinan dan pengangguran yang dialami masyarakat desa dengan mengembangkan potensi dan keunikan pada masing-masing desa di wilayah Kota Semarang serta dalam pelaksanaannya melibatkan keikutsertaan dan kemampuan masyarakat lokal. Adapun lokus penelitian ini adalah Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati telah menjalankan dan mengembangkan program Desa wisata tersebut. Desain penelitian yang digunakan yaitu dengan menggunakan penelitian kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, dan triangulasi. Teknik analisis data berupa reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian terhadap Pemberdayaan Masyarakat Melalui Program Desa Wisata di Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati sudah dilakukan dengan baik. Sudah terdapat upaya pemerintah untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat melalui Program Desa Wisata dengan menghadirkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan serta sudah terlaksana pengembangan sumber daya manusia yang dilakukan Pemerintah Kelurahan Kandri. Namun, ada kekurangan dimana di bagian pendanaan serta promosi. Saran kepada Pemerintah Kelurahan Kandri yaitu dengan mengadakan pelatihan pemanfaatan teknologi serta manajemen untuk promosi Desa Wisata Kandri melalui social media dan sebagainya. Kata Kunci: Pemberdayaan Masyarakat, Desa Wisata, Kelurahan Kandri.
PEMANFAATAN GAS METHANE DALAM UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DI KOTA BALIKPAPAN PROVINSI KALIMANTAN TIMUR Abdurohim Abdurohim; Jatmika Aji Cahya Nugraha
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 8, No. 1, Juni 2023
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v8i1.2929

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan, faktor penghambat dan pendukung, serta upaya untuk mengatasi hambatan pada Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang bersifat deskriptif dengan pendekatan induktif. Teknik pengumpulan data melalui hasil Observasi, Wawancara, dan Dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan Program Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menengah di Kampung Waste to Energy (WtE) Methane Manggar sudah berjalan dengan cukup baik, namun masih terdapat beberapa kendala dalam pemasaran produk dan modal produksi pelaku UMKM. Dampak dari Pandemi Covid-19 merupakan faktor penghambat yang menyebabkan penurunan jumlah pengunjung ke Eduwisata TPA Sampah Manggar, anggaran yang terbatas juga mempengaruhi penyebaran gas methane menjadi terhambat, serta tidak adanya wadah pinjaman modal usaha dalam pengembangan UMKM. Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mempererat hubungan dengan pihak ketiga seperti Pertamina Hulu Mahakam dan mengajak seluruh elemen masyarakat bersama TPA Sampah Manggar untuk terus memotivasi pelaku usaha dan memaksimalkan penyebaran gas methane. Kata Kunci: Pemanfaatan Gas Methane, Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah, Pemberdayaan Masyarakat.
GROUPING PROVINCES IN INDONESIA BASED ON YOUTH DEVELOPMENT INDICATORS IN 2021 Muhamad Zidan Nuralifian; Rani Nooraeni
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 8, No. 1, Juni 2023
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v8i1.3254

Abstract

Youth have a vital role in development. Indonesia has an uneven distribution of youth across provinces, with over half concentrated in Java. Many young people are also only sometimes in line with their qualities. Youth development was observed through youth development indicators in 2021. The method used is a multivariate method using cluster analysis. The cluster method applied in this research is hierarchy and partition. Based on internal and stability validity, the hierarchical method for five clusters and the number of clusters is the best. The hierarchical method that has the most significant agglomeration coefficient is complete linkage. There is one province with indicators that are very different from other provinces: Papua as cluster 1. Papua requires massive development in all aspects. Cluster 2 comprises Riau Island, Jakarta, the Special Region of Yogyakarta, Bali, and East Kalimantan. Cluster 3 consists of West Nusa Tenggara, Bengkulu, and Lampung. Cluster 4 consists of West Java, Banten, Central Java, Gorontalo, South Sumatra, and East Java. Meanwhile, cluster 5 consists of the remaining members, with the remaining 19 provinces having the most members. Keywords: Youth Development Indicators, Cluster Analysis, Hierarchy, Partition
PEMBERDAYAAN INDUSTRI KECIL KERAJINAN ROTAN OLEH DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN DI DESA TELUK WETAN KECAMATAN WELAHAN KABUPATEN JEPARA PROVINSI JAWA TENGAH Juliati Prihatini; Niken Aza Aldila
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 8, No. 1, Juni 2023
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v8i1.3320

Abstract

Industri kecil kerajinan rotan menjadi salah satu sektor industri yang memiliki peran penting dalam pengembangan perekonomian di Kabupaten Jepara, terutama Desa Teluk Wetan yang merupakan kawasan sentra industri kecil kerajinan rotan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan pemberdayaan, faktor penghambat serta upaya untuk mengatasi hambatan pada pemberdayaan industri kecil kerajinan rotan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan meliputi reduksi data, penyajian data dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberdayaan industri kecil kerajinan rotan di Desa Teluk Wetan berdasarkan empat dimensi yang terdiri dari bina manusia, bina usaha, bina lingkungan dan bina kelembagaan telah dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jepara melalui pembinaan secara langsung dengan memberikan pelatihan, bimbingan teknis, sosialisasi dan monitoring untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta memberikan modal usaha berupa peralatan produksi dan bantuan dalam promosi. Adapun faktor penghambat pemberdayaan industri kecil kerajinan rotan di Desa Teluk Wetan yaitu minimnya tenaga kerja yang terlatih, kurangnya pengembangan sarana prasarana dan keterbatasan dalam promosi. Upaya pada pemberdayaan industri kecil kerajinan rotan di Desa Teluk Wetan yaitu dengan meningkatkan kegiatan pelatihan kepada tenaga kerja, meningkatkan sarana dan prasarana serta memberikan bantuan promosi kepada industri kecil kerajinan rotan. Kata Kunci: Industri Kecil, Kerajinan Rotan, Pemberdayaan
IMPLEMENTASI PENINGKATAN KUALITAS PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH OLEH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN, PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN DAERAH DI KABUPATEN SUMEDANG Amrin Amrin; Mahmudah Kamal Mahmud; Ardika Nurfurkon
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 8, No. 1, Juni 2023
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v8i1.3357

Abstract

Perencanaan pembangunan merupakan proses dalam menetapkan suatu capaian yang terarah dengan adanya program dan sasaran, implementasi dan evaluasi. Masalah tersebut telah menunjukkan bagaimana Bappppeda sebagai perangkat daerah dalam implementasi peningkatan kualitas perencanaan pembangunan daerah. Kami menganalisis kualitas perencanaan berdasarkan indikator yang diimplementasikan pada Bappppeda Kabupaten Sumedang dan memberikan hasil yang akan berkontribusi pada pengembangan bidang perencanaan pembangunan. Dalam artikel ini, kami berpendapat bahwa kualitas perencanaan pembanguan yang baik dapat dilihat dengan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perencanaan yang baik. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari studi literatur dan data sekunder (peraturan perundang-undangan, dokumen dan laporan perencanaan). Hasilnya menunjukkan bahwa adanya kualitas perencanaan pembangunan pada Bappppeda Kabupaten Sumedang dapat diunggulkan dengan adanya peningkatan pada keterlibatan unsur pemangku kepentingan dan peningkatan intensitas koordinasi perencanaan antar perangkat daerah yang terlibat dengan Bappppeda. Sedangkan hambatan yang ditemui yaitu proses pemantauan dan evaluasi terutama pada optimalisasi quality control data. Kata Kunci: Perencanaan Pembangunan, Kualitas Perencanaan, Implementasi Pembangunan
META-ANALITIK COLLABORATIVE GOVERNANCE DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN Alifka Cellina Velby; Imam Yuadi
J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) J-3P (Jurnal Pembangunan Pemberdayaan Pemerintahan) Vol. 8, No. 1, Juni 2023
Publisher : ipdn

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33701/j-3p.v8i1.3455

Abstract

Collaborative governance dianggap sebagai solusi dari capaian tujuan pembangunan berkelanjutan karena melibatkan berbagai pihak yang akan membantu prosesnya. Studi ini bertujuan untuk menganalisis tren pembahasan collaborative governance dalam pembangunan berkelanjutan di lingkup global yang terindeks dalam database Scopus dengan rentan waktu 2013-2023 menggunakan analisis bibliometrik dengan memanfaatkan software VosViewer dan Biblioshiny dalam proses pengolahan data dan visualisasi data. Hasil pencarian data menghasilkan 623 dokumen dengan artikel jurnal sejumlah 445 yang dianalisis. Publikasi mengenai collaborative governance dalam pembangunan berkelanjutan terbanyak dilakukan pada tahun 2022 dengan 91 publikasi. Sementara paling sedikit pada tahun 2014 dan 2023 dengan 19 dan 18 publikasi. China dan United States menjadi negara yang paling produktif mempublikasi. Wageningen University & Research dan Chinese Academy of Sciences menjadi Universitas terbanyak menghasilkan publikasi. Metode bibliometrik dapat digunakan untuk menganalisis tren pembahasan collaborative governance dalam pembangunan berkelanjutan di lingkup global. Akan tetapi, perlu dukungan dataset serta sistem komputasi yang lengkap. Hasil analisis penelitian ini menunjukkan terdapat peningkatan tren publikasi. Kata Kunci: Bibliometrik, Collaborative governance, Pembangunan Berkelanjutan.