cover
Contact Name
Nyoman Pasek Nugraha
Contact Email
paseknugraha@gmail.com
Phone
+6281999131789
Journal Mail Official
paseknugraha@gmail.com
Editorial Address
Jl. Udayana, Kampus Tengah, Singaraja-Bali
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha
ISSN : 26141876     EISSN : 26141884     DOI : http://dx.doi.org/10.23887/jjtm.v7i1.18616
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik dan Kejuruan, Universitas Pendidikan Ganesha. Jurnal ini bertujuan untuk mewadahi artikel-artikel hasil penelitian dan hasil pengabdian masyarakat dibidang pendidikan dan pembelajaran teknik. Pada akhirnya Jurnal ini dapat memberikan deskripsi tentang perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang pendidikan teknik mesin bagi masyarakat akademik. Jurnal ini terbit 3 kali setahun.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 292 Documents
Desain dan Uji Teknis Mesin Slicer Keripik Pisang Semi Otomatis Ardiansyah, Dedi; Suartiyanti, Dwita; ., Ismojo
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.44690

Abstract

Pisang merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di Indonesia dan sangat bervariasi jenisnya. Pisang dapat di konsumsi lansung atau diolah menjadi makanan ringan, diantaranya adalah keripik pisang. Untuk mempercepat proses produksinya maka diperlukan alat pengolahan yang efektif. Tujuan utama dari penelitian ini adalah merancang dan mebuat mesin pengiris pisang sehingga menghasilkan kualitas keripik yang baik dengan waktu yang optimal dan biaya rendah. Desain pisau yang digunakan berjenis rotari dengan 1 buah mata pisau. Dengan sistem transmisi puli dan sabuk menggunakan daya motor sebesar ½ HP, 372 watt yang menghasilkan putaran 1400 rpm yang direduksi oleh diameter puli penggerak atas 152 dan 203 mm, sebagai data perbandingan untuk menentukan hasil pengirisan terbaik. Hasil memperlihatkan bahwa diameter puli 152 menghasilkan irisan 6.46 gr/det dengan ketebalan 2 mm dengan bentuk irisan tidak beraturan, sedangkan pada puli 203 mm menghasilkan irisan 4,82 gr/det dengan ketebalan 1,5-2 mm dengan bentuk beraturan. Faktor yang mempengaruhi ketidak seragaman ketebelan irisan adalah kecepatan putaran pengirisan, karena itu dilakukan uji prestasi mesin dengan perbandingan kecepatan dan hasil pengirisan.Kata kunci: keripik pisang, mesin pengiris pisang, pengirisan pisau rotariBanana is one type of plant that grows in Indonesia with many variations. Bananas can be consumed directly or processed into snacks, including banana chips. To speed up the production process, an effective processing tool is needed. The main objective of this research is to design and manufacture a banana slicing machine so as to produce good quality chips with optimal time and low cost. The knife design used is a rotary type with 1 blade. With a pulley and belt transmission system using a motor power of HP, 372 watts which produces 1400 rpm rotation which is reduced by the diameter of the top drive pulleys of 152 and 203 mm, as comparison data to determine the best slicing results. The results showed that the diameter of pulley 152 produced slices of 6.46 gr/sec with a thickness of 2 mm with irregular slices, while pulley 203 produced slices of 4.82 gr/sec with a thickness of 1.5-2 mm with regular shapes. The factor that affects the non-uniformity of slice thickness is the rotational speed of slicing. Therefore, a machine performance test was carried out with a comparison of speed and slicing resultsKeywords : banana chips, banana slicing machine, rotary knife slicingDAFTAR RUJUKANAnwar, K., Lesmanah, U., & Basjir, M. (n.d.). RANCANG BANGUN MESIN PERAJANG SINGKONG DENGAN KAPASITAS 50 KG/JAM.Darmanto, D., & Priangkoso, T. (2018). Peningkatan Kapasitas Produksi Pengrajin Keripik Singkong Dengan Menggunakan Mesin Perajang Rotari. Abdimas Unwahas, 3(2), 3–6. https://doi.org/10.31942/abd.v3i2.2494Eriyana, E., Syam, H., & Jamaluddin P, J. P. (2018). MUTU DODOL PISANG BERDASARKAN SUBTITUSI BERBAGAI JENIS PISANG (Musa paradisiaca). Jurnal Pendidikan Teknologi Pertanian, 3(1), 34. https://doi.org/10.26858/jptp.v3i1.5195Eswanto, E., Razali, M., Siagian, D. T., & Mesin, J. T. (2019). MEKANIK. In Teknik Mesin ITM (Vol. 5, Issue 2).Idkhan, A. M. (2017). Analisis Penerapan Mesin Pengiris Umbi untuk Olahan Keripik di Makassar. 16(1), 12–17.Nasution, A. A. (2019). Analisis Kelayakan Dan Nilai Tambah Buah Pisang Menjadi Keripik Pisang Hijrah. Universitas Medan Area.Nugraheni, M. (2018). Pengolahan pisang dan singkong. 1-18Nugraheni, M. (2018). Pengolahan pisang dan si.Sularso, & Suga, K. (2004). Dasar Perencanaan dan Pemilihan Elemen Mesin (sebelas). PT. Pradnya Paramita.Syaifudin, M., Rubiono, G., & Qiram, I. (2020). Pengaruh Sudut Kerja Pisau Potong Terhadap Unjuk Kerja Mesin Perajang Singkong. Jurnal V-Mac, 5(1), 5–8.
Perancangan Dan Simulasi Performa Prototipe Turbin Air Tidal Tipe Propeler Naca S814 Sebagai Sumber Energi Petani Tambak Garam Daerah Cirebon Agit Prakoso, Sayyid Alkahfi; Mulyanto, Tri; ., Sunyoto
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.45389

Abstract

Telah dilakukan perancangan dan pengujian performa turbin air tidal untuk penggerak pompa di tambak garam menggunakan blade hydrofoil standar NACA S814 untuk menghasilkan desain turbin tidal, optimasi bilah turbin tidal dan juga coefficient of power (Cp) pada turbin tidal. Perancangan geometri turbin tidal menggunakan rumus yang tersedia dan pengujian turbin tidal menggunakan bantuan software Qblade. Variasi kecepatan aliran air yang pertama 1 m/s, Variasi kecepatan aliran air yang kedua 1,536 m/s, Variasi kecepatan aliran air yang ketiga 2,072 m/s, Variasi kecepatan aliran air yang keempat 2,608 m/s, Variasi kecepatan aliran air yang kelima 3,144 m/s, Variasi kecepatan aliran air yang keenam 3,68 m/s. Hasil perancangan yang didapatkan adalah panjang chord 0,02 m, panjang blade 0,4 m, diameter poros 0,16 m, diameter bilah 1,1 m, jumlah blade 3. Hasil dari pengujian performa dari turbin tidal untuk masing-masing varian kecepatan adalah 22,474; 9,136; 4,703; 2,642; 1,539; 0,900. Dari data hasil pengujian tersebut diolah dengan menggunakan metoda ANOVA. Kesimpulan yang didapatkan adalah karena nilai F (kecepatan) =2,219512 F crit =2,53355 maka tidak terdapat perbedaan hasil uji pada varian kecepatan dan karena nilai F (uji) =25,59739 F crit =2,42052 maka terdapat perbedaan hasil uji pada varian hasil.Kata kunci: ANOVA, Coefficient of Power,Turbin Tidal, QbladeThe design and performance test of a tidal water turbine for pump driving in salt ponds has been carried out using a standard NACA S814 hydrofoil blade to produce a tidal turbine design, optimization of tidal turbine blades, and also the coefficient of power (Cp) on a tidal turbine. Tidal turbine geometry design using the available formulas and tidal turbine testing using the Qblade software. The first variation of airflow velocity is 1 m/s, the variation of the second airflow velocity is 1.536 m/s, the variation of the third airflow velocity is 2.072 m/s, the variation of the fourth airflow velocity is 2.608 m/s, the fifth variation of airflow velocity is 3.144 m/s, Variation of water flow velocity 3.68 m/s. The design results obtained are chord length 0.02 m, blade length 0.4 m, shaft diameter 0.16 m, blade diameter 1.1 m, number of blades 3. The results of testing the performance of the tidal turbine for each speed variant are 22.474; 9.136; 4,703; 2,642; 1,539; 0.900. From the test results, data are processed using the ANOVA method. The conclusion obtained is because the value of F (speed) = 2.219512 < F crit = 2.53355 then there is no difference in the test results on the speed variant and because the value of F (test) = 25.59739 > F crit = 2.42052 then there is the difference in test results on the variance of results.Keywords : ANOVA, Coefficient of Power, Tidal Turbine, QbladeDAFTAR RUJUKANBaihaqiy, A. R. (2017). Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Pasang Surut Air Laut Di Kelurahan Tugurejo Kecematan Tugu Kota Semarang. Universitas Negri Semarang.FE, M. N. S. (2016). Rancang Bangun Simulasi Turbin Air Cross Flow. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin, 1(2).Febrianto, A., & Santoso, A. (2017). Analisa perbandingan torsi dan rpm turbin tipe darrieus terhadap efisiensi turbin. Jurnal Teknik ITS, 5(2).Fridayana, E. N. (2018). Analisis Kinerja Aerodinamik dari Vertical Axis Wind Turbine (VAWT) Darrieus Tipe H-Rotor dengan Pendekatan Computational Fluid Dynamic (CFD). Institut Teknologi Sepuluh Nopember,Ginting, J. W., & Setiawan, I. K. D. (2018). Kinerja Prototipe Papan Osilasi Pada Pompa Flap Tenaga Gelombang Untuk Pemanfaatan Mata Air Di Pantai Banyu Asri, Kota Singaraja-Bali. Jurnal Teknik Hidraulik, 9(2).Kurniawan, A., Jaziri, A. A., Amin, A. A., & Salamah, L. N. m. (2019). Indeks Kesesuaian Garam (IKG) Untuk Menentukan Kesesuaian Lokasi Produksi Garam; Analisis Lokasi Produksi Garam Di Kabupaten Tuban Dan Kabupaten Probolinggo. JFMR (Journal of Fisheries and Marine Research), 3(2), 236-244.Lopulalan, R. M. (2016). Desain blade turbin pembangkit listrik tenaga arus laut di Banyuwangi berbasis CFD. Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya,Oktavianto, D., Budiarto, U., & Kiryanto, K. (2017). Analisa Pengaruh Variasi Bentuk Sudu, Sudut Serang dan Kecepatan Arus Pada Turbin Arus Tipe Sumbu Vertikal Terhadap Daya yang Dihasilkan Oleh Turbin. Jurnal Teknik Perkapalan, 5(2).Patittingi, F. (2012). Dimensi hukum pulau-pulau kecil di Indonesia: studi atas penguasaan dan pemilikan tanah: Rangkang Education.Priliawan, R. A. (2016). Pengaruh Jumlah Sudu Turbin Wells Dan Variasi Gelombang Laut Terhadap Performa Prototype Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut Sistem Oscillating Water Column (OWC).Sapto, A. D., & Rumakso, H. P. (2021). Uji Coba Performa Bentuk Airfoil Menggunakan Software Qblade Terhadap Turbin Angin Tipe Sumbu Horizontal. Jurnal Teknik Mesin, 10(1).Sari, Y. R., & Rani, M. (2021). Penerapan Logika Fuzzy Metode Mamdani Dalam Menyelesaikan Masalah Produksi Garam Nasional. JATISI (Jurnal Teknik Informatika dan Sistem Informasi), 8(1), 341-356. 
Analisis Pengaruh Variasi Jarak Katup Ekspansi Dengan Kondensor Terhadap Laju Pendinginan Ruangan Dan COP Mesin Pengkondisian Udara Tipe Split Air Conditioning Wiratmaja, I Gede; Widayana, Gede; Elisa, Edi
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 1 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i1.45806

Abstract

Penelitian ini merupakan jenis penelitian eksperimen yang bertujuan untuk memperoleh data - data unjuk kerja mesin pengkondisian udara tipe AC Split  berupa laju pendinginan ruangan dan COP (Coefficient Of Performance) pada setiap variasi jarak katup ekspansi dengan kondensor, untuk memberikan gambaran mengenai besarnya pengaruh variasi jarak katup ekspansi dengan kondensor terhadap performansi mesin pengkondisian udara.  Hal ini dilakukan dalam usaha untuk menjaga kinerja dari mesin serta memperpanjang usia pemakaian (lifetime). Penelitian ini dilakukan di laboratorium Teknik Pendingin, Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Universitas Pendidikan Ganesha. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimental yang dalam proses pengambilan datanya menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi langsung dilapangan, dokumentasi penelitian dan teknik analisa data menggunakan teknik penelitian deskriptif kuantitatif untuk mendeskripsikan atau memberikan gambaran secara sistematik terhadap fenomena yang terjadi selama penelitian dan disajikan dalam bentuk grafik serta diberikan uraian analisis secara deskriptif kuantitatif. Dari hasil penelitian diperoleh beberapa hasil penting yaitu besarnya laju pendinginan ruangan meningkat seiring dengan semakin panjangnya jarak antara katup ekspansi dengan kondensor dimana laju pendinginan ruangan tertinggi diperoleh pada variasi jarak 2 meter antara katup ekspansi dengan kondensor yang mana diperoleh hasil sebesar 0,0875 Kj/s (meningkat 27,8% dibandingkan dengan kondisi standar). Sebaliknya terdapat trend penurunan COP (Coefficient Of Perfomance) dari mesin pengkondisian udara seiring dengan semakin panjangnya jarak kondensor dengan katup ekspansi, dimana COP (Coefficient Of Perfomance) terendah diperoleh pada variasi jarak 2 meter antara katup ekspansi dengan kondensor yang mana diperoleh hasil sebesar 33,15 (menurun 27,8% dibandingkan dengan kondisi standar). Kata kunci : Laju pendinginan ruangan, COP (Coefficient Of Performance), katup ekspansi, variasi jarak katup ekspansi  dengan kondensor This research is a type of experimental research that aims to obtain data - data on the performance of ac split air conditioning machine in the form of room cooling rate and COP (Coefficient Of Performance) on each variation of the expansion valve distance with the condenser, to give an idea of the magnitude of the influence of variations in the distance of expansion valves with condensers on the performance of air conditioning machines.  This is done in an effort to maintain the performance of the machine and extend the life of use (lifetime). This research was conducted in the Refrigeration Engineering laboratory, Mechanical Engineering Education Study Program of Ganesha Education University. The methods that will be used in this research are experimental methods that in the process of data collection using data collection techniques through direct observation in the field, research documentation and data analysis techniques using quantitative descriptive research techniques to describe or provide a systematic picture of the phenomena that occurred during the research and presented in the form of graphs and given a description of the analysis in a quantitative descriptive manner.  From the results of the study obtained some important results, namely the magnitude of the cooling rate of the room increases along with the longer the distance between the expansion valve and the condenser where the highest room cooling rate is obtained at a variation of 2 meters between the expansion valve and the condenser which obtained a result of 0.0875 Kj / s (an increase of 27.8% compared to standard conditions). Conversely, there is a downward trend of COP (Coefficient Of Perfomance) from air conditioning machines along with the longer the condenser distance with the expansion valve, where the lowest COP (Coefficient Of Perfomance) is obtained at a distance of 2 meters between the expansion valve and the condenser which obtained a result of 33.15 (decreased by 28,2 % compared to standard conditions).Keywords: Room cooling rate, COP (Coefficient Of Performance), expansion valve, variation of expansion valve distance with condenserDAFTAR RUJUKANAnwar, K., Arif, E., & Piarah, W. H. (2010). Efek Temperatur Pipa Kapiler Terhadap Kinerja Mesin Pendingin. Jurnal Mekanikal, 1, 30–39.Asroni, M., Widodo, B., & Bakti, D. (2015). Kaji Eksperimental Karakteristik Termodinamika Dari Pemanasan Refrigerant 12 Terhadap Pengaruh Pendinginan. Jurnal Flywheel, 6(1), 41–46.Darmawan, A. S., & Putra, A. B. K. (2017). Studi Eksperimen Pengaruh Dimensi Pipa Kapiler Pada Sistem Air Conditioning Dengan Pre-Cooling. Jurnal Teknik ITS, 5(2), 918–922. https://doi.org/10.12962/j23373539.v5i2.20263Jumadi, Aziz, A., & Mainil, R. I. (2016). Pendingin Siklus Kompresi Uap Hibrida Menggunakan Refrigeran R 22. Jom FTEKNIK, 3(2), 3–6.Nugroho, A. S. (2018). Analisa Pengaruh Panjang Pipa Dan Diameter Pipa Subcooler, Terhadap Unjuk Kerja Mesin Pendingin, Dengan Penambahan Subcooling. Publikasi Online MahasiswaTeknikMesin UNTAG Surabaya, 1(1).Rohit Joshi, Patil, V., Patil, A., & Koli, T. (2016). Experimental Analysis of Thermostatic Expansion Valve, Constant Expansion Device & Capillary Tube on Vapour Compression Refrigeration System. International Journal of Scientific Engineering and Applied Science (IJSEAS), 2(6), 356–360.Rosyadi, A. A., Prizkiabi, W., & Triono, A. (2019). Analysis the Length of Capillary Pipe with Separation Condenser on the Performance of Refrigerator using Double Evaporator. Proteksion, 4(1), 22–27.Siang, J. tangalajuk, Oskar, I., Sawati, H., & Yanto, F. (2017). Studi Eksperimen Pengaruh Perubahan Panjang Pipa Kapiler terhadap Unjuk Kerja Mesin Pendingin dengan R290. Seminar Nasional Riset Dan Teknologi Terapan, August, 230–238.Sunu, P. W., Made Rasta, I., Anakottapary, D. S., Made Suarta, I., & Cipta Santosa, I. D. M. (2018). Capillary Tube and Thermostatic Expansion Valve Comparative Analysis in Water Chiller Air Conditioning. Journal of Physics: Conference Series, 953(1). https://doi.org/10.1088/1742-6596/953/1/012063Wiratmaja, I. G., Dantes, K. R., & Artha, E. A. J. (2020). Peningkatan Laju Pendinginan Ruangan Dengan Media Pendingin Kombinasi Udara Dan Air Disisi Kondensor Pada Mesin Pendingin Tipe Split Air Conditioning. Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha, 8(1), 1–8. https://doi.org/10.23887/jptm.v9i1.33220
Pengembangan Media Film Pembelajaran Perawatan Sepeda Motor Bermuatan Nilai Karakter Yasa, I Kadek Purnama; Dantes, Kadek Rihendra; Dewi, Luh Joni Erawati
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.27600

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengembangkan media film pembelajaran perawatan sepeda motor bermuatan nilai karakter (2) Menguji tingkat kelayakan media film pembelajaran perawatan sepeda motor bermuatan niali karakter. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian (R&D) Research and Development dengan model pengembangan Hannafin and Peck. Data dalam penelitian ini dikumpulkan dengan metode kuesioner. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data yaitu angket/kuesioner, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini berupa (1) pengembangan media film pembelajaran perawatan sepeda motor bermuatan nilai karakter (2) tingkat kelayakan dan tanggapan audiens pada media film pembelajaran perawatan sepeda motor bermuatan nilai karakter yang sudah divalidasi menurut: (a) ahli materi memperoleh persentase nilai sebesar 85,84% dengan kriteria sangat layak (b) ahli media memperoleh persentase nilai sebesar 86,67% dengan kriteria sangat layak (c) uji coba kelompok kecil memperoleh persentase nilai sebesar 89,67% dengan kriteria sangat layak dan (d) uji coba kelompok besar memperoleh persentase nilai sebesar 89,62% dengan kriteria sangat layak. Berdasarkan hasil tersebut dapat dinyatakan media ini sangat layak dari segi materi, media, dan tanggapan dari audiens, sehingga media ini dapat dinyatakan layak digunakan sebagai media pembelajaran.
Pengaruh Variasi Campuran Pertalite Dengan Bahan Bakar Limbah Plastik Terhadap Unjuk Kerja Motor Bensin 4 Langkah Putra, Anak Agung Gede Windhu Gandhi; Dantes, Kadek Rihendra; Wiratmaja, I Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.29717

Abstract

Pada penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh campuran bahan bakar pertalite dengan bahan bakar plastik terhadap torsi dan daya pada sepeda bensin 4 langkah dengan melakukan perbandingan variasi bahan bakar 0%, 20% dan 40%. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode ekperimen, metode eksperimen adalah satu cara untuk mencari hubungan sebab akibat antara mengurangi atau menyisihkan faktor-faktor lain yang mengganggu. Pengujian dan pengambilan data dilakukan di bengkel Gede Widi Motor Denpasar, pengujian dilakukan sebanyak 5 kali pengulangan Hasil dari penelitian ini terdapat perbandingan dimana torsi tertinggi diperoleh pada variasi 20% dengan hasil 10.2 N.m pada putaran mesin 3000 Rpm lebih tinggi dibandingkan dengan torsi yang dihasilkan variasi 0% yaitu 9,56 N.m pada putaran mesin 3000 Rpm. Sedangkan daya tertinggi diperoleh pada variasi 40 % yang memperoleh daya 8,4 HP pada putaran mesin 7000 Rpm lebih tinggi dibandingkan dengan variasi 0% yang mendapatkan hasil daya 8,04 Hp.Kata kunci : Torsi, daya, bahan bakar limbah plastik, pertalite
Studi Eksperimental Penggunaan Arak Bali Pada Biogasoline Sebagai Bahan Bakar Alternatif Terhadap Emisi Gas Buang Pada Kendaraan Bermotor Widiadnyana, I Wayan Bayu; Kadek Rihendra Dantes; I Gede Wiratmaja
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak                                                                                                         Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan emisi HC, CO, CO2 dan O2 pada kendaraan bermotor dengan menggunakan biogasoline dari bahan baku nira pohon kelapa, nira pohon ental/siwalan dan nira pohon aren. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode eksperimen. Metode eksperimenjadalah penelitianiyang dilakukanjuntuk mengetahuijakibatjyang ditimbulkanidari suatujperlakuan yangjdiberikan secarajsengaja olehjpeneliti. Dalam penelitian ini menggunakan uji analisis anova satu jalur. Proses pengujian dan pengambilan data dilakukan di Politeknik Transportasi Darat Bali, pengambilan data dilakukan sebanyak 10 kali pengulangan pada setiap pengujian dengan putaran mesin 2000 rpm. Setelah melakukan pengujian terdapat perbandingan emisi HC pada kendaraan bermotor dengan menggunakan biogasoline dari bahan baku nira pohon kelapa, nira pohon ental/siwalan, dan nira pohon aren. Pada biogasoline  A1 rata-rata penurunannya sampai 298,55 ppm vol,  biogasoline A2 rata-rata penurunannya sampai 205,75 ppm vol, dan  biogasoline A3 rata-rata penurunannya sampai 321,05 ppm. Pada emisi CO biogasoline A1 rata-rata penurunannya sampai 5,534% vol, biogasoline A2 rata-rata penurunannya sampai 3,384% vol, dan biogasoline A3 rata-rata penurunannya sampai 5,733%. Pada emisi CO2biogasoline A1 rata-rata penurunannya sampai 1,97% vol, biogasoline A2 rata-rata penurunannya sampai 0,86% vol, dan biogasoline A3 rata-rata penurunannya sampai 2,14% vol. sedangkan pada emisi O2 mengalami kenaikan yaitu pada biogasoline A1 rata-rata kenaikannya sampai 8,05 % vol, biogasoline A2 rata-rata kenaikannya sampai 5,45 % vol, dan biogasoline A3 rata-rata kenaikannya sampai 9,50 % vol. Kata- kunci : Emisi gas buang, Pertamax, Biogasoline, Arak Bali
Pengaruh Variasi Derajat Lobe Separation Angle Camshaft Terhadap Torsi, Daya Dan Konsumsi Bahan Bakar Pada Motor Bensin 4 Langkah A’an Adji Ahmad Sya’bani; Kadek Rihendra Dantes; I Gede Wiratmaja
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.32626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) mengetahui pengaruh derajat lobe separation angle pada camshaft terhadap torsi mesin motor bensin 4 langkah, (2) Untuk mengetahui pengaruh derajat lobe separation angle pada camshaft terhadap daya mesin motor bensin 4 langkah, (3) Untuk mengetahui pengaruh derajat lobe separation angle pada camshaft terhadap konsumsi bahan bakar motor bensin 4 langkah. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model dokumentasi, dengan memanfaatkan print out atau cetakan hasil pengukuran dari alat uji torsi, daya dan konsumsi bahan bakar. Analisis data penelitian menggunakan metode eksperimen. Kemudian hasil dari pengukuran dilakukan analisis data menggunakan metode deskriptif. Metode deskriptif adalah menafsirkan data yang diperoleh dari hasil eksperimen. Data ini akan dimasukan ke dalam tabel, dan ditampilkan dalam bentuk grafik kemudian di analisis. Adapun hasil yang didapatkan dari penelitian ini (1) Torsi maksimum yang dihasilkan menggunakan LSA 108° adalah sebesar 8.14 Nm pada 6500 RPMsedangkan menggunakan LSA 110° sebesar 8.59 Nm pada 5000 RPM, dan menggunakan LSA 112,5° sebesar 8.60 Nm pada 5500 RPM. (2) Daya maksimum yang dihasilkan menggunakan LSA 108° adalah sebesar 7.46 HP pada 7000 RPM, sedangkan menggunakan LSA 110° sebesar 6.94 HP pada 6500 RPM, dan menggunakan LSA 112,5° sebesar 7.55 HP pada 7000 RPM. (3) Konsumsi Bahan Bakar maksimum yang dihasilkan menggunakan LSA 108° adalah sebesar 0,802 kg/jam pada 7500 RPM, sedangkan menggunakan LSA 110° sebesar 0,835 kg/jam pada 7500 RPM, dan menggunakan LSA 112,5° sebesar 0.901 kg/jam 7500 RPM.
Analisa Variasi Campuran Minyak Kelapa Sawit Untuk Oli Peredam Kejut Shock Absorber Ganesha Electric Vehicles 1.0 Generasi 2 Prayuda, Gede Wisnu; Kadek Rihendra Dantes; I Nyoman Pasek Nugraha
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.32712

Abstract

Shock absorber atau  shock breaker adalah sebuah alat mekanik yang didesain untuk meredam hentakan yang disebabkan oleh energi kinetik. Dalam kendaraan, alat ini berfungsi untuk mengurangi efek dari kasarnya permukaan jalan. Dalam penelitian ini, perlakuan berupa pencampuran minyak sawit (CPO) dengan oli peredam kejut, kemudian akan dilihat hasil berupa perubahan yang terjadi pada shock absorber yang diujicobakan, force kompresi, suhu, dan rebound di setiap variasi campuran minyak kelapa sawit dengan oli peredam kejut menggunakan shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2 sebagai obyek penelitian. Selanjutnya oli predam kejut yang akan di pakai dalam penelitian ini beserta campuran yang akan di ujikan yaitu Minyak kelapa Sawit (CPO) yang di anggap peneliti untuk meningkatkan daya redam dari shock absorber rancangan ganesha electric vehicles 1.0 generasi 2.            Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 100% sebagai pengujian awal untuk mendapatkan nilai standar yang akan dibandingkan dengan minyak kelapa sawit sebesar 40% dan 20%. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan didapatkan nilai rata-rata  Compression Force 81.438, Rebound Force 99.51725, dan Temperature 29.74 C. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -100.4055, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  169.14075  dan Temperature 30.69  C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dibandingkan dengan oli peredam kejut Shock Absorber 60% dengan minyak kelapa sawit 40% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut terlalu kental sehingga mendapatkan hasil kompresi terlalu tinggi dan rebound tidak stabil. Berdasarkan hasil uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% setelah dicampur didapatkan nilai rata-rata Compression Force yaitu -85.377, nilai rata-rata dari  Rebound Force yaitu  185.73675 dan Temperature 29.82 C. Dari pengujian oli peredam kejut Shock Absorber 100% dan dibandingkan dengan uji oli peredam kejut Shock Absorber 80% dengan minyak kelapa sawit 20% terdapat perbedaan dimana viskositas oli tersebut memenuhi syarat sehingga mendapatkan hasil kompresi stabil  dan rebound stabil.
Pengaruh Variasi Kedalaman dan Kecepatan Pemakanan Terhadap Tingkat Kekasaran Permukaan Baja ST.37 Suadnyana, Made Budi; I Nyoman Pasek Nugraha; Kadek Rihendra Dantes
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.38695

Abstract

Kedalaman dan kecepatan pemakanan merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kekasaran permukaan benda kerja pada saat proses pemesinan, khususnya pada proses pembubutan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh variasi kedalaman dan kecepatan pemakanan terhadap tingkat kekasaran permukaan hasil pembubutan rata baja ST. 37. Penelitian ini menggunakan metode experiment dengan variabel terikat yaitu kekasaran permukaan dan variabel bebas yaitu kedalaman dan kecepatan pemakanan. Kecepatan pemakanan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu: 0.10 mm/putaran dan 0.13 mm/putaran sedangkan kedalaman pemkanan yang digunakan yaitu: 0.1 mm, 0.2 mm, dan 0.3mm. Sampel penelitian sebanyak 60 spesimen. Selanjutnya teknik analisis data menggunakan ANAVA dua jalur dengan menganalisa data kekasaran permukaan masing-masing spesimen setelah dilakukan pengujian kekasaran permukaan sebanyak 3 kali untuk 1 spesimen dengan menggunakan alat dial indikator dengan ketelitian 0.001mm. Dari hasil analisis data, kedalaman 0.1mm dengan kecepatan pemakanan 0.10 mm/putaran yang menghasilkan kekasaran permukaan paling rendah dengan harga kekasaran permukaan .015490mm. Kata kunci : Kekasaran Permukaan (Y) Kedalaman Pemakanan (X1) Kecepatan Pemakanan (X2)
Analisis Pengaruh Variasi Beban Pendinginan Ruangan Terhadap Unjuk Kerja Prototype Mini Water Chiller Putra, Ryan Pratama; Nugraha, I Nyoman Pasek; Wiratmaja, I Gede
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Undiksha Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jptm.v10i2.43722

Abstract

Dari waktu ke waktu teknologi mesin pengkodisian udara sudah mengalami perkembangan yang pesat.  Mulai dari sistem untuk skala kecil (direct exspansion) hingga untuk skala besar (water chiller). Adapun prototype mini water chiller telah dibuat sebelumnya oleh mahasiswa konsentrasi pendingin program studi pendidikan teknik mesin undiksha belum pernah diuji performansinya dengan pemberian beban pendinginan pada kabin/ruangannya. Sehingga perlu dilakukan penelitian lanjutan untuk mengetahui bagaimana pengaruh variasi beban pendinginan yang mana dalam penelitian ini menggunakan variasi pembebanan temperatur 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC terhadap laju pendinginan ruangan serta coefficient of performance (COP) pada unit prototype mini water chiller. Dalam penelitian ini metode yang digunakan adalah metode eksperimen (percobaan) dengan variabel bebas yaitu variasi beban pendinginan ruangan yang mana menggunakan variasi pembebanan temperatur 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC yang diperoleh dari penggunaan hair dryer berukuran 400 watt serta variable terikat yaitu laju pendinginan ruangan dan coefficient of performance (COP) mesin pendingin. Proses pengujian dilakukan sebanyak 3 kali pengulangan pengambilan data pada setiap variasi pembebanan dengan total jumlah pengambilan data sebanyak 15 kali. Hasil dari pengujian mendapatkan data – data sebagai berikut : untuk laju pendinginan ruangan terendah terjadi pada pembebanan dengan temperatur 30 ºC sedangkan untuk untuk laju pendinginan ruangan tertinggi terjadi pada pembebanan dengan temperatur 50 ºC dan untuk coefficient of perfomance (COP) terendah terjadi pada pembebanan dengan temperatur 50 ºC sedangkan untuk coefficient of perfomance (COP) tertinggi terjadi pada pembebanan dengan temperatur 30 ºC. Kata kunci : coefficient of perfomance (COP), laju pendinginan ruangan,  prototype mini water chiler. The rapid growth of air-coding technology from time to time. Ranging from a smal scale (direct expansion) to a large scale (water chiller system) the prototype mini water chiller has been made previously by cooling concentration students undiksha mechanical engineering education study program has never been tested for performance by providing cooling load on the cabin/room. So more research is needed to find out how the variations in cooling load in this study used variations in temperature loads of 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC on room cooling rates and coefficient of performance (COP) on prototype mini water chiller units. The methods used in this study are comparative experiments with free variables that are variations in the cooling load of the room which uses variations of temperature loads of 30 ºC, 35 ºC, 40 ºC, 45 ºC, 50 ºC obtained from the use of a 400 watt hair dryer and variable bound that is cooling rate in the cab and coefficient of performance (cop) of cooling machine. The test process is carried out as many as 3 repetitions of data retrieval on each variation of the burden with a total amount of data retrieval of 15 times. The results of the test obtained the following data: for the lowest room cooling rate occurred at a charging temperature of 30 ºc while for the highest room cooling rate occurred at a charging temperature of 50 ºc and for coefficient of perfomance (COP) the lowest occurred at a charging temperature of 50 ºC while for coefficient of perfomance (COP) the highest occurred at a charging temperature of 30 ºC Keywords : coefficient of perfomance (COP), room cooling rate, prototype mini water chiler.