SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied
Jurnal Sepren mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian empiris terkait dengan matematika, baik dalam pendidikan matematika maupun matematika terapan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam Jurnal Sepren ini berupa artikel dari para peneliti pendidikan matematika, peneliti matematika terapan, guru-guru matematika (SD, SMP, SMA) serta dari pemerhati pendidikan matematika dan matematika terapan.
Articles
134 Documents
Penerapan Principal Component Analysis untuk Menentukan Faktor yang mempengaruhi Jumlah Kasus Demam Berdarah Dengue di Sumatera Utara
Silvia Harleni
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i01.788
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit karena virus bawaan nyamuk Aedes melalui gigitannya. Dari hasil laporan Dinas Kesehatan Provinsi Sumut, jumlah kasus DBD berfluktuasi. Namun, dari tahun 2017 hingga 2019 jumlah kasus DBD meningkat. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah kasus DBD di Sumatera Utara berdasarkan data tahun 2020 menggunakan Principal Component Analysis. Principal Component Analysis merupakan teknik reduksi data multivariat dengan mengubah data menjadi sekumpulan kombinasi-kombinasi linier yang lebih sedikit, Namun mengambil hampir sebagian besar varians dari data awal. Dari 6 variabel bebas yaitu kepadatan penduduk, persentase kemiskinan, jumlah sarana kesehatan, jumlah tenaga kesehatan, persentase rumah tangga dengan akses sanitasi layak, dan persentase rumah kumuh, diperoleh dua variabel baru yaitu kondisi lingkungan (K1) dan kondisi perumahan (K2). Kondisi lingkungan (K1) dapat menjelaskan 3.512 dari total communalities dengan persentase keanekaragaman 58,538%. Sedangkan kondisi rumah (K2) menjelaskan 1.663 dari total communalities dengan persentase keragaman 27,718%.
Penerapan Metode Economic Part Period (EPP) dan Metode Part Period Balancing (PPB) Pada Pengendalian Persediaan Pil KB
Novi Ardila
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i01.791
Persediaan memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan agar dapat melangkah dengan baik. Pengendalian persediaan harus lebih diperhatikan berhubungan dengan biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Persediaan pil KB di gudang alat kontrasepsi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara sangat dibutuhkan, karena pengendalian persediaan yang dilakukan perusahaan tidak optimal. Dimana sering terjadi penumpukan pil KB yang membuat persediaan perusahaan menjadi tidak terkontrol dan mengakibatkan biaya penyimpanan pil KB semakin besar. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan metode Economic Part Period dan Part Period Balancing pada pengendalian persediaan pil KB agar lebih optimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode Economic Part Period dan Part Period Balancing. Berdasarkan hasil perhitungan metode Part Period Balancing lebih optimal dibandingkan dengan metode Economic Part Period. Perusahaaan dapat menghemat total biaya persediaan pil KB pada tahun 2019 sebesar Rp. 6.160.025.800 apabila menggunakan metode Part Period Balancing.Persediaan memiliki peranan yang sangat penting dalam perusahaan agar dapat melangkah dengan baik. Pengendalian persediaan harus lebih diperhatikan berhubungan dengan biaya yang ditanggung oleh perusahaan. Persediaan pil KB di gudang alat kontrasepsi Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional Provinsi Sumatera Utara sangat dibutuhkan, karena pengendalian persediaan yang dilakukan perusahaan tidak optimal. Dimana sering terjadi penumpukan pil KB yang membuat persediaan perusahaan menjadi tidak terkontrol dan mengakibatkan biaya penyimpanan pil KB semakin besar. Tujuan dari penelitian ini untuk menerapkan metode Economic Part Period dan Part Period Balancing pada pengendalian persediaan pil KB agar lebih optimal. Metode yang digunakan pada penelitian ini, yaitu metode Economic Part Period dan Part Period Balancing. Berdasarkan hasil perhitungan metode Part Period Balancing lebih optimal dibandingkan dengan metode Economic Part Period. Perusahaaan dapat menghemat total biaya persediaan pil KB pada tahun 2019 sebesar Rp. 6.160.025.800 apabila menggunakan metode Part Period Balancing.
Pengaruh Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Terhadap Kemampuan Penalaran Matematis Peserta Didik Pada Materi Sistem Persamaan Linear Dua Variabel Kelas VIII SMP Swasta Cerdas Bangsa T.A. 2022/2023
Tri Windi Yanti
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i0.794
This study aims to determine the effect of the jigsaw cooperative learning model on students' mathematical reasoning abilities on the material of a two-variable linear equation system for class VIII SMP Swasta Cerdas Bangsa T.A. 2022/2023. The research approach used is quantitative, the type of research is Quasi Experiment. The research population was all students of class VIII SMP Swasta Cerdas Bangsa. By using the Cluster Random Sampling technique, the research sample was obtained as an experimental class (VIII-C) and as a control class (VIII-A). The instruments used are tests and observations. So based on the results of the calculation on the connection capability, it shows that the value (sig.) is at the 5% significance level. Based on the calculation of the experimental class on the mathematical reasoning ability of students, the average value is = 85.60. In the control class, the students' mathematical reasoning ability has an average value of = 73.80. By paying attention to the value (sig.) obtained, it can be concluded that there is a significant effect of the jigsaw type cooperative learning model on students' mathematical reasoning abilities on the material of a two-variable linear equation system for class VIII SMP Swasta Cerdas Bangsa T.A. 2022/2023. Based on the average value of the ability between classes, it can be concluded that the jigsaw cooperative learning model has a higher influence than conventional learning models on students' mathematical reasoning abilities on the material of a two-variable linear equation system for class VIII SMP Swasta Cerdas Bangsa T.A. 2022/2023. Keywords: Jigsaw Cooperative Type, Mathematical Reasoning Ability
ANALISIS KESULITAN MENYELESAIKAN SOAL PEMECAHAN MASALAH MATERI BANGUN RUANG SISI DATAR BERBASIS ETNOMATEMATIKA BENGKULU SELATAN
Ratih Kristantini
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i01.803
This study aims to describe students’ difficulties in solving the problem of waking up flat side spaces. The type of research used in this study is qualitative descriptive. The instrument used in this study was the observation, tests, and interviews. The results of the study were obtained that: 1) Students are still in difficulty considering the formula and difficulty completing problems according to the procedure so students struggle with the concept and algorithm. 2) Students are still struggling in explaining the formula, determining the final answer, having difficulty in completing the formula for answers, and not being able to determine the high side of the fives in the form of a triangle so students still struggle with the concept, principles, and algorithm. 3) Students have difficulty determining the final answer, unable to understand the calculation of their contemporaries so students have difficulty with the principle and algorithms.
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Melalui Adversity Quotient Dan Task Commitment
Witri Lestari;
Indah Lestari;
Yuan Andinny
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i01.804
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh adversity quotient dan task commitment terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika. Penelitian ini dilakukan dengan metode survei. Dengan populasi seluruh siswa kelas VIII SMPN 24 Jakarta, sampel diambil dengan teknik random sampling sejumlah 36 siswa. Instrumen penelitian berupa angket untuk variable adversity quotient dan variabel task commitment serta soal tes (essay) untuk variable kemampuan pemecahan masalah matematika. Instrumen divalidasi sebelum disebar untuk pengambilan data. Data yang dipeoleh diuji persyaratan analisis yaitu uji normalitas, linieritas dan multikolinieritas. Selanjutnya data dianalisis dengan uji regreasi ganda. Berdasarkan hasil uji hipotesisnya dengan taraf signifikan 5%, diperoleh kesimpulan sebagai berikut: (1) Terdapat pengaruh adversity quotient terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (2) Terdapat pengaruh task commitment terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika, (3) Terdapat pengaruh adversity quotient dan task commitment terhadap kemampuan pemecahan masalah matematika,
Pengaruh Pendekatan Open-ended Terhadap Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Peserta Didik.
Adi S Situmorang
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i01.811
The purpose of this study was to determine the effect of the open-ended approach on the mathematical creative thinking skills of students in class VIII of SMP N 3 Raya. This type of research is a quasi-experimental study with the research population being all eighth grade students of SMP N 3 Raya T.A. 2022/2023. With the Simple Random Sampling technique, the research samples were obtained for the experimental class, namely class VIII-1 and class control class VIII-2, each class consisting of 30 students. From the results of calculating the post-test value of mathematical creative thinking skills using the Liliefors rule and the results of normality analysis using Kolmogorov-Smirnov for creative thinking skills for the experimental class and control class, it is stated that all data on creative thinking skills come from data that is normally distributed. From the table of Test of Homogeneity of Variances for the test of creative thinking ability, it also shows that the two data of creative thinking ability are homogeneous. From the results of the ANOVA calculation, the sig value is obtained. = 0.02 <0.05, which means that there is a difference in increasing critical thinking skills between the open-ended approach and the conventional approach of 4.591. From the t-test calculation, it was found that the significant value = 0.027 <0.05, which means that there is an effect of the open-ended approach on the creative thinking ability of students. From the interaction graph, it is clear that there is an interaction between the learning approach and the ability to think creatively, so it can be concluded that there is an effect of the open-ended learning approach on the creative thinking ability of students in class VIII SMP N 3 Raya.
Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Terhadap Pemahaman Konsep Matematika Siswa Kelas VII SMP Swasta Imelda Medan
nicomse nicomse;
Nila Fatma Aruan
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i0.813
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep matematika siswa kelas VII SMP Swasta Imelda Medan. Jenis penelitian yang digunakan adalah quasi eksperiment dengan populasinya yaitu seluruh siswa kelas VII SMP Swasta Imelda Medan. Sampelnya adalah siswa kelas VII-B yang terdiri dari 23 siswa. Instrumen dalam penelitian ini yaitu lembar observasi dan test. Analisis data yang digunakan adalah analisis regresi sederhana. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh persamaan regresi sederhana yaitu = -38,0707 + 1,3016X. Hasil uji kelinearan regresi yaitu Fhitung < Ftabel atau 0,40 < 2,79. Ini berarti Ha diterima sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang linier antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Hasil uji keberartian regresi yaitu Fhitung Ftabel atau 41,74 4,32, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh yang signifikan antara model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep matematika siswa. Dan besarnya pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) terhadap pemahaman konsep matematika siswa adalah 66,5%.
Analisis Kesulitan Pemahaman Konsep Matematika Peserta Didik Pada Materi Aritmatika Sosial Di Kelas Viii Smp Negeri 3 Tarutung
nicomse nicomse;
Desna Br Manalu
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i0.814
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesulitan pemahaman konsep yang dialami oleh peserta didik pada materi aritmatika sosial. Jenis penelitian yang dilakukan pada penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen tes dan wawancara. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas VIII-A di SMP Negeri 3 Tarutung I. Berdasarkan olahan data, diperoleh bahwa subjek dengan tingkat pemahaman konsep tinggi memiliki kesulitan saat menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, subjek kurang teliti saat melakukan perhitungan mengerjakan soal tes. Subjek dengan tingkat pemahaman konsep sedang memiliki kesulitan saat mengaplikasikan algoritma pemecahan masalah yang tepat pada permasalahan yang disajikan dan kesulitan dalam menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis saat mengerjakan soal dengan perhitungan dalam bentuk pecahan biasa maupun persen. Subjek dengan tingkat pemahaman konsep rendah kesulitan mengaplikasikan algoritma pemecahan masalah matematika, kesulitan saat mengaplikasikan rumus yang tepat saat mengerjakan soal berbentuk pecahan biasa dan persen serta kesulitan dalam menyajikan konsep dalam bentuk representasi matematis, subjek kesulitan menyelesaikan soal dengan benar karena terfokus pada contoh yang sudah pernah dipelajarinya saja. Dari hasil olahan data tersebut, menunjukkan bahwa tingkat kesulitan peserta didik kelas VIII SMP Negeri 3 Tarutung dalam pemahaman konsep matematika pada materi aritmatika sosial memiliki kesulitan tingkat tinggi.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis Peserta Didik Pada Materi Aritmatika Sosial
nicomse nicomse;
Andris Ompusunggu
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i0.815
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Adhyaksa Medan pada materi aritmatika sosial. Penelitian deskriptif kualitatif dengan instrumen tes adalah yang digunakan pada penelitian ini.. Dengan populasi sekaligus sampel yang digunakan yaitu seluruh peserta didik yang berjumlah 33 orang di kelas VII SMP Adhyaksa Medan. Berdasarkan analisis data kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik pada materi aritmatika sosial menunjukkan bahwa; (1) kemampuan dalam mengindentifikasi apa yang ditanya dan diketahui diperoleh (17%), (2) kemampuan dalam membuat pemisalan matematika dari masalah yang ditemui diperoleh (33%), (3) kemampuan dalam menentukan dan menerapkan rumus yang sesuai untuk menyelesaikan masalah matematika diperoleh (42%), (4) kemampuan dalam merumuskan hasil diperoleh (8%). Dan hasil analisis berdasarkan nilai peserta didik dikelompokkan antara (35-59) dengan kriteria kemampuan rendah merupakan nilai yang paling banyak diperoleh peserta didik yaitu sebanyak 12 orang peserta didik atau sebesar 37%. Berpedoman terhadap hasil pengolahan data dapat disimpulkan bahwa kemampuan pemecahan masalah matematis peserta didik kelas VII SMP Adhyaksa Medan pada materi Aritmatika Sosial dominan pada kriteria “Rendah”.
PENGEMBANGAN MODUL OPERASI ALJABAR TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA KELAS VII DI SMP NEGERI 37 MEDAN
nicomse nicomse;
Esra Betharia Situngkir
Sepren 2022: Special Issue for NICoMSE 2022 Universitas HKBP Nommensen
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36655/sepren.v4i0.816
Penelitian ini membahas tentang Pengembangan bahan ajar materi Operasi Aljabar dengan Modul pembelajaran di kelas VII SMP Negeri 37 Medan. Jenis penelitian ini adalah Research and Development (R&D), penelitian ini mendesain modul pembelajaran dan pemberian tes untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Angket Penilaian Oleh ahli materi, ahli desain, angket tanggapan guru dan siswa dan tes kemampuan pemecahan matematis siswa. Setelah modul dibuat maka modul pembelajaran tersebut divalidasi oleh ahli. Validasi dilakukan oleh ahli materi dan ahli desain pembelajaran hingga media pembeljaran dinyatakan layak untuk diujicobakan. Uji coba dilakukan dengaan meminta tanggapan dari guru dan siswa sebagai subjek penelitian. Selanjutnya modul pembelajaran tersebut diterapkan pada kegiatan pembelajaran yang sebenarnya pada kelas VII di SMP Negeri 37 Medan. Dari hasil post-test yang dilakukan pada kegiatan akhir pembelajaran diperoleh 82%, nilai siswa mencapai kriteria ketuntasan minimum. Dan hasil analisis dari angket persepsi siswa menunjukkan kategori “sangat praktis”. Ini artinya modul pembelajaran yang dibuat sudah menjawab rumusan masalah, sehingga modul pembelajaran ini bisa digunakan oleh guru dan siswa SMP khususnya pada pembelajaran materi operasi aljabar.