cover
Contact Name
Dr. Agusmanto JB Hutauruk, S.Pd., M.Si
Contact Email
a7hutauruk@uhn.ac.id
Phone
+6282368845747
Journal Mail Official
sepren@uhn.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Universitas HKBP Nommensen Jl. Sutomo No.4A Medan.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : -     EISSN : 26864452     DOI : https://doi.org/10.36655/sepren.v1i02
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sepren mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian empiris terkait dengan matematika, baik dalam pendidikan matematika maupun matematika terapan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam Jurnal Sepren ini berupa artikel dari para peneliti pendidikan matematika, peneliti matematika terapan, guru-guru matematika (SD, SMP, SMA) serta dari pemerhati pendidikan matematika dan matematika terapan.
Articles 134 Documents
PEMBELAJARAN ONLINE DENGAN GOOGELE CLASSROOM TERHADAP MINAT BELAJAR MAHASISWA FKIP UHN Adi S Situmorang
Sepren Vol 2 No 2 (2021): SEPREN: Edisi Mei 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.549

Abstract

Penelitian ini termasuk penelitian jenis eksperimental bersifat quasieksperimen dengan tujuan: 1) Untuk mengetahui kondisi pembelajaran online dengan google classroom terhadap minat belajar mahasiswa prodi pendidikan matematika FKIP UHN. 2) Untuk mengetahui persentase pencapaian minat belajar mahasiswa prodi pendidikan matematika FKIP UHN yang diajarkan dengan pembelajaran online dengan googele classroom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Dari hasil observasi aktivitas mengajar dosen diperoleh rerata hasil pengamatan sebesar 4,352 yang artinya kemampuan mengajar dosen menggunakan pembelajaran online dengan google classroom “Sangat Baik” dan dari hasil observasi aktivitas aktif mahasiswa juga diperoleh rerata hasil pengamatan sebesar 4,333 yang artinya aktivitas aktif mahasiswa berada pada kategori “Sang Baik”. 2) Presentase peningkatan pencapaian minat belajar mahasiswa sebelum dan sesudah pembelajaran pembelajaran online dengan googele classroom untuk masing masing-indikator adalah 49,96% (kategori sangat baik), 50,52% (kategori sangat baik), 49,74% (kategori sangat baik), dan 50,74% (kategori sangat baik). Hal ini menunjukkan bahwa desain model pembelajaran pencapaian konsep sangat baik digunakan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik
PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SISWA ANTARA MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DAN DISCOVERY LEARNING Raya Nababan
Sepren Vol 2 No 2 (2021): SEPREN: Edisi Mei 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.550

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Kutalimbaru Tahun Ajaran 2020/2021 untuk mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis siswa antara model pembelajaran problem posing dan discovery learning. Pengumpulan data penelitian menggunakan teknik observasi untuk melihat pencapaian proses pembelajaran sudah sesuaI atau tidak dengan model pembelajaran dan tes untuk melihat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis serta siswa antara model pembelajaran problem posing dan discovery learning. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pencapaian proses pembelajara problem posing adalah sebesar 4,8 dengan kategori “Sangat Baik” pencapaian proses pembelajaran discovery learning adalah sebesar 4,867 dengan kategori “Sangat Baik”. 2) Tidak terdapat perbedaan kemampuan berpikir kritis matematis antara siswa yang memperoleh model problem posing dengan discovery learning. Hal ini terlihat dari hasil uji statistika, dimana nilai probabilitas (sig.) untuk kedua pembelajaran lebih besar dari taraf signifikansi = 0,05 yang ditetapkan, sehingga H0 diterima. Namun secara matematis nilai rata-rata kemampuan berpikir kritis matematis siswa berbeda
HASIL BELAJAR MATEMATIKA Studi Literatur Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Dengan Model Kooperatif Tipe Teams Games Tournaments (Tgt) tiofanny napitupulu
Sepren Vol 3 No 1 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.510

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengkaji literatur tentang model kooperatif tipe teams games tournaments (tgt) untuk meningkatkan hasil belajar matematika. Pembelajaran matematika pada umumnya terpusat pada guru yang aktif. Hal ini membuat pelajaran matematika tidak menarik dan menimbulkan kejenuhan pada murid. Permasalahan ini berakibat pada hasil belajar matematika tidak seperti yang diharapkan. Dengan membuat murid aktif dalam kegiatan pembelajaran matematika memberikan suasana yang berbeda terhadap murid. Murid menjadi aktif dan bisa saling menghargai dalam bekerjasama dalam satu kelompok. Murid jadi lebih berani bertanya dan mengutarakan pendapatnya. Hal ini membuat hasil belajar matematika murid menjadi meningkat
HUBUNGAN FILSAFAT PENDIDIKAN DAN FILSAFAT MATEMATIKA DENGAN PENDIDIKAN Venny Herawati Simangunsong
Sepren Vol 3 No 1 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.513

Abstract

Etymologically (meaning according to the word) the term philosophy comes from the Greek philosophia. This word is a compound word philos which means lover or friend of knowledge, and sophia which means wisdom or wisdom. Whereas mathematics has long been considered the most familiar source of certain knowledge to mankind. The word mathematics comes from the Latin word mathematics which was originally taken from the Greek word mathematike which means studying. Philosophy of educational disciplines is metadisiplinary, in the sense that it relates to concepts, ideas, and methods of educational science. Education requires a philosophy because educational problems are not only related to the implementation of education which is limited by experience, but wider, deeper, and more complex problems, which are not limited by experience or educational facts, and cannot be reached by educational science. . Educational philosophy must be able to provide guidance to educators (teachers). This will color their behavior in managing the teaching and learning process (PBM). In addition, understanding the philosophy of education will keep them from groping, trying without planning in solving educational problems.
Analisis Minat dan motivasi Belajar, Pemahaman Konsep dan Kreativitas Siswa terhadap hasil Belajar Siswa dalam Materi Geometri Selama Pembelajaran Dalam Jaringan kelas X SMA Kota Medan Susi Sihombing
Sepren Vol 3 No 1 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.555

Abstract

This research is an ex-post facto research which is correlative in nature. The problems investigated in this study are the relationship between interest and creativity variables, conceptual understanding, motivation to mathematics learning outcomes. Data collected were processed using statistical analysis "SPSS and Minitab". The analysis showed that the interest in learning mathematics obtained an average score of 76.84 from a maximum value of 100 with a standard deviation of 7.8 and a variance of 61.67. Furthermore, testing the hypothesis using multiple linear regression analysis, it is concluded that (1) interest in learning mathematics has an influence on the learning outcomes of class students (2) creativity in learning mathematics does not have an effect on the learning outcomes of class students (3) motivation to learn mathematics has an effect on the results. Students 'learning mathematics (4) Understanding the concept of learning mathematics has an influence on students' mathematics learning outcomes.
Implementasi Metode K-Medoids Clustering untuk Pengelompokan Provinsi di Indonesia Berdasarkan Indikator Pendidikan Daffa Alya Alodia; Astrika Praokta Fialine; Desy Endriani; Edy Widodo
Sepren Vol 3 No 1 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.606

Abstract

Salah satu tujuan dalam Sustainable Development Goals (SDGs) adalah memastikan pendidikan yang inklusif dan berkualitas setara, serta mendukung kesempatan belajar seumur hidup bagi semua. Untuk mencapai tujuan tersebut, hal yang dapat dilakukan dengan menjalankan program wajib belajar untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Pemerataan program wajib belajar ini dapat ditinjau melalui analisis clustering pada beberapa indikator pendidikan di Indonesia. Data yang digunakan diperoleh dari publikasi Statistik Pendidikan tahun ajaran 2019/2020 oleh Badan Pusat Statistik dengan 8 variabel indikator pendidikan SMA/MA sederajat menurut provinsi di Indonesia, yaitu Angka Partisipasi Kasar (APK), Angka Partisipasi Murni (APM), Angka Partisipasi Sekolah (APS), persentase guru layak, Rata-Rata Lama Sekolah (RLS), Angka Melanjutkan (AM), tingkat menyelesaikan sekolah (SMA), dan angka putus sekolah. Metode yang digunakan adalah K-Medoids Clustering. K-Medoids merupakan salah satu metode clustering yang menggunakan teknik pengelompokan partisi dalam mengelompokkan kumpulan n objek menjadi ke dalam k cluster. Dari hasil analisis, diperoleh tiga cluster. Cluster pertama terdapat 6 provinsi dengan indikator pendidikan tinggi, cluster kedua terdapat 13 provinsi dengan indikator pendidikan sedang, dan cluster ketiga terdapat 15 provinsi dengan indikator pendidikan rendah.
UPAYA MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN GEOMETER’S SKECTHPAD PADA MATERI LINGKARAN KELAS VIII.A SEMESTER 2 SMP NEGERI 1 TANGGUNGHARJO TAHUN PELAJARAN 2019/2020 Robertus Sukarno
Sepren Vol 3 No 1 (2021): Edisi November 2021
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v2i2.618

Abstract

Abstract. The application and aspects of mathematical reasoning have an important role in the mastery of science and technology. This research is a classroom action research. Research objectives: 1) increase learning activities. 2) improve learning achievement. 3) improve the mastery of learning. Learning objectives will be achieved through Geometer's Skectpad assisted Problem Based Learning on circle material. This combination supports the development of the affective, cognitive and psychomotor domains of students. Classroom action research is carried out in Class VIII.A. The research was carried out in two cycles. Each cycle of learning carried out in two meetings. The initial condition of learning activities is less than 80%, the average learning achievement is less than 70, and students who achieve learning completeness are less than 75%. The results obtained after the research: 1) Learning activities. In the Cycle I, the learning activities at the first meeting were 61.09% and the second meeting was 63.81%. In Cycle II, the learning activity at the first meeting was 67.03% and the second meeting was 71.69%. 2) Learning achievement. The average learning achievement in the Cycle I of the first meeting was 70.75. In Cycle II it becomes 72.34. 3) Completeness of learning Cycle I is 66% and Cycle II is 78%. The results showed that the application of Geometer's Sketchpad assisted Problem Based Learning could improve student learning outcomes for Class VIII.A Semester 2 of the 2019/2020.
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PROBLEM POSING DALAM UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIK DAN PERCAYA DIRI SISWA Lena Rosdiana Pangaribuan
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.648

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang meneliti tentang pembelajaran problem posing dalam upaya meningkatkan pemecahan masalah matematik dan percaya diri siswa yang dilakukan di SMA Negeri 15 Medan dengan sampel kelas X sebanyak dua kelas diambil secara acak (random). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes pemecahan masalah matematik siswa berbentuk pilihan berganda untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah matematik siswa dan lembar angket percaya diri siswa. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa baik kemampuan pemecahan masalah matematik dan rasa percaya diri siswa, maupun gabungan keduanya yang memperoleh pembelajaran problem posing terjadi peningkatan yang lebih baik daripada kemampuan pemecahan masalah matematik dan percaya diri siswa, maupun gabungan keduanya yang memperoleh pembelajaran konvensional. Aktivitas siswa yang mengikuti pembelajaran problem posing mencerminkan kegiatan yang aktif, dan tanggapan siswa terhadap pembelajaran problem posing sangat baik. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran problem posing efektif untuk meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematik dan percaya diri siswa dan gabungan keduanya serta aktivitas belajar siswa.
Peranan Laser Derajat dalam Pengembangan Pembelajaran Pendidikan Matematika Realistik Robin Tarigan
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.657

Abstract

Mathematics is one of the subjects taught in school. The process of converting mathematical abstraction into concrete requires Realistic Mathematics Education Learning. In the Development of Realistic Mathematics Education requires learning media. The Learning Media is Laser Degrees for learning Trigonometry in the Elevation Angle sub-subject. The purpose of this study is the relationship between students' competence in using Laser Degrees in measuring the height of objects with the results of calculating the height of objects measured using Laser Degrees. The sample is 52 people with research results with rank correlation that the calculation of the value of r' is equal to 0.982. Based on this value, it is obtained that Z count (Zh) is equal to 7.0184. For = 5%, Z table (Zt) is equal to 1.96. Because Zh is greater than Zt, it is concluded that Reject Ho or accept Ha, that is, there is a significant relationship between X and Y variables. The decision is that there is a relationship between students' competence in using Laser Degrees in measuring the height of objects with the results of calculating the height of objects measured using Laser Degrees.
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PENCAPAIAN KONSEP DENGAN MICROSOFT TEAMS DALAM PEMBELAJARAN VIRTUAL Adi S Situmorang
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.663

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di FKIP Universitas HKBP Nommensen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Podi Pendidikan Matematik FKIP UHN yang mengikuti matakuliah Analisis riel 1 pada semester ganjil T.A. 2021/2022. Dengan pengambilan sampel menggunakan total sampling maka yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa Podi Pendidikan Matematik FKIP UHN yang mengikuti matakuliah Analisis riel 1 yang berjumlah 51 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahawa dari uji normalitas Kolmogorov-Smirnov menunjukkan bahwa nilai sig. > 0,05 untuk semua data berdistribusi normal. Dari hasil anava terlihat bahwa F hitung > F tabel = 4,034 untuk semua Jenis data dan nilai signifikan untuk semua jenis data < 0,05 yang menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar antara sebelum dan sesudah pembelajaran. Dari tabel Post Hoc dan grafik interaksi juga terlihat ada perbedaah hasil belajar yang signifikan antara tes awal dan tes akhir dan interaksi antara tes awal dan tes akhir yang menyatakan bahwa adanya perbedaan disebabkan oleh perlakuan yaitu pemberian pembelajaran menggunakan model pembelajaran pencapaian konsep dengan microsof teams sebagai media penyampaian materi ajar.

Page 4 of 14 | Total Record : 134