cover
Contact Name
Dr. Agusmanto JB Hutauruk, S.Pd., M.Si
Contact Email
a7hutauruk@uhn.ac.id
Phone
+6282368845747
Journal Mail Official
sepren@uhn.ac.id
Editorial Address
Gedung FKIP Universitas HKBP Nommensen Jl. Sutomo No.4A Medan.
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
SEPREN: Journal of Mathematics Education and Applied
ISSN : -     EISSN : 26864452     DOI : https://doi.org/10.36655/sepren.v1i02
Core Subject : Science, Education,
Jurnal Sepren mempublikasikan kajian teori ataupun penelitian empiris terkait dengan matematika, baik dalam pendidikan matematika maupun matematika terapan. Ruang lingkup artikel ilmiah yang dapat diterbitkan dalam Jurnal Sepren ini berupa artikel dari para peneliti pendidikan matematika, peneliti matematika terapan, guru-guru matematika (SD, SMP, SMA) serta dari pemerhati pendidikan matematika dan matematika terapan.
Articles 135 Documents
Meningkatkan Kemampuan Guru Mata Pelajaran dalam Melaksanakan Pembelajaran Student Centered melalui Pemantauan Pelaksanaan RPP Mingguan di SMP Negeri 3 Harian Mujur Nadeak
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.685

Abstract

Pemantauan RPP, khususnya pemantauan RPP mingguan sangat perlu dilakukan karena Bermutu atau tidak bermutu suatu proses dan hasil pembelajaran sangat ditentukan oleh bagaimana kualitas RPP yang disusun. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bertujuan untuk mengetahui besarnya peningkatan kemampuan guru dalam melaksanakan pembelajaran menggunakan pembelajaran student centered setelah diadakan pemantauan RPP mingguan di SMP Negeri 3 Harian. Dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan yang signifikan terhadap kemampuan mengajar guru mata pelajaran dalam melaksanakan pembelajaran Student Centered melalui setelah diadakan pemantauan pelaksanaan RPP mingguan di SMP Negeri 3 Harian. Peningkatan tersebut dapart dilihat dari hasil perhitungan Anova yang menunjukkan bahwa kemampuan mengajar guru diperoleh F hitung > F tabel yaitu 3281,062 > 3.68 dan sig < 0.05 yaitu 0.000 dan juga dari tabel utama dari analisis independent sample t test yang menunjukkan bahwa nilai signifikansi 2 arah (t-tailed) 0.000 < 0.05.
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa pada Mata Kuliah Kalkulus Lanjut Bertu Rianto Takaendengan; Asriadi Asriadi; Wilson Takaendengan
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.690

Abstract

Abstract This study aims to analyze student learning difficulties in advanced calculus courses. This research is a qualitative descriptive study which was conducted in December 2021using test, observation, questionnaire and interview techniques to 27 students of mathematics education class 2020 Gorontalo State University. The results showed that the number of students who obtained UTS score less than 75 reached 77.78% and the number of students who obtained an UAS score less than 75 reached 66.66% and the percentage of students who did not pass the UTS and UAS was around 30%. This fact shows that there are students' difficulties in understanding advanced calculus material. Furthermore, based on the results of questionnaires, interviews, and observations obtained several aspects that cause learning difficulties, namely 1) the initial ability (prior knowledge) related to students' advanced calculus courses is low; 2) advanced calculus material which is abstract and difficult; 3) online learning methods have not taken place optimally Keyword: Analysis, mathematics learning difficulties Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesulitan belajar mahasiswa pada mata kuliah kalkulus lanjut. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yang dilaksanakan pada bulan Desember 2021 dengan teknik tes, observasi, kuesioner dan wawancara terhadap 27 mahasiswa pendidikan matematika angkatan 2020 Universitas Negeri Gorontalo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyaknya mahasiswa yang memperoleh nilai UTS kurang dari 75 mencapai 77,78 % dan banyaknya mahasiswa yang memperoleh nilai UAS kurang dari 75 mencapai 66,66% serta persentase mahasiswa yang tidak lulus pada UTS dan UAS berkisar 30%. Fakta ini menunjukkan bahwa adanya kesulitan mahasiswa dalam memahami materi kalkulus lanjut. Selanjutnya berdasarkan hasil angket, wawancara, dan observasi diperoleh beberapa aspek yang menyebabkan kesulitan belajar yakni 1) kemampuan awal (prior knowledge) yang terkait dengan mata kuliah kalkulus lanjut mahasiswa rendah; 2) materi kalkulus lanjut yang abstrak dan sulit; 3) metode pembelajaran daring belum berlangsung secara optimal. Kata Kunci: Analisis, kesulitan belajar matematika.
Pengembangan Instrumen Tes Berpikir Kreatif Tingkat Tinggi pada Peserta Didik SMP ruth mayasari simanjuntak
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.702

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mengukur kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi pada mata pelajaran pola bilangan di SMP Negeri 27 Medan. Jenis penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development) dengan model formative research yang melalui 4 tahap yaitu preliminary, self evaluation, prototyping dan field test. Subjek uji coba kelas VIII SMP Negeri 27 yang berjumlah 32 peserta didik. Hasil yang diperoleh pada uji validitas isi soal dinyatakan valid karena pada CVR (Content Validity Ratio) dan CVI (Content Validity Index) rata-rata skor total adalah 1 dengan kategori sangat sesuai, hasil uji coba angket respon peserta didik adalah 68,5%, hasil uji coba reliabilitas rata-rata skor total adalah 0,63 dengan kategori tinggi, hasil analisis tingkat kesukaran rata-rata skor total adalah 0,07 dengan kategori sangat sukar dan hasil analisis daya pembeda rata-rata skor adalah 0,18 dengan kategori rendah serta hasil analisis untuk mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi terdapat 16 peserta didik termasuk dalam kategori sangat baik, 11 peserta didik termasuk dalam kategori baik, 2 peserta didik termasuk dalam kategori cukup, sehingga diperoleh rata-rata skor total adalah 76,87 dengan kategori baik. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa instrumen tes kemampuan berpikir kreatif tingkat tinggi di SMP Negeri 27 Medan dengan kualitas yang baik.
An Adaptif Teaching in Mathematics as a solution for e-learning : Study Literature dame ifa sihombing
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.703

Abstract

Supporting students' math skills requires teachers to continually adapt their instruction in response to meeting students' instructional needs. To explore what it means to be an adaptive teacher, this study conducted a literature study starting from adaptive teaching in mathematics. In this study, 11 articles were found that identified the importance of (a) a stimulus, or something that teachers should follow; (b) metacognition and teacher reflection, or interpretation and analysis; and (c) the teacher's actions, or responses. Additional findings highlight the importance of mathematics education research to take a closer look: (a) how the curriculum can serve as a stimulus that aids adaptive teaching practice; (b) the idea that teachers reflect directly on students' stimuli, learning processes, or their own actions; and (c) additional teacher responses, including managing class discourse, modifying curriculum materials, or selecting teaching tools.
Analisis Kesulitan Peserta Didik Menyelesaikan Soal Cerita Pada Materi Perbandingan Kelas VII UPT SMP Negeri 37 Medan Christina Sitepu
Sepren Vol 3 No 2 (2022): Edisi Mei 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v3i2.709

Abstract

Soal cerita ialah soal yang memakai bahasa verbal serta umumnya berkaitan dengan permasalahan aktivitas kehidupan setiap hari. Jenis penelitian adalah deskriptif kualitatif guna melihat tingkat kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan kelas VII UPT SMP Negeri 37 Medan. Populasi penelitian ini sebanyak 253 orang peserta didik dari keseluruhan kelas VII UPT SMP Negeri 37 Medan dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Karena situasi saat ini pandemi Covid-19, banyaknya peserta didik di dalam masing-masing kelas dibatasi hanya 15 orang peserta didik. Sehingga pada penelitian ini, empat kelas dijadikan sebagai sampel dengan jumlah sebanyak 60 peserta didik.Berdasarkan hasil pengolahan dan analisis data kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan, peneliti dapat mendeskripsikan bahwa; (1) kesulitan dalam menentukan hal yang diketahui dan ditanyakan diperoleh (16%), (2) kesulitan dalam membuat pemodelan matematika dari masalah yang ditemui diperoleh (28%), (3) kesulitan dalam memilih dan menggunakan rumus yang tepat untuk menyelesaikan masalah matematika diperoleh (44%), dan (4) kesulitan dalam menginterpretasikan hasil diperoleh (12%). Untuk peserta didik yang memperoleh nilai antara (0-44) sangat sulit atau sulit sekali sebanyak 15 orang peserta didik atau sebesar 25%, untuk nilai antara (45-49) kategori sulit sebanyak 20 orang peserta didik atau sebesar 33%, untuk nilai (60-74) dengan kategori sedang sebanyak 16 orang peserta didik atau sebesar 27%, untuk nilai antara (75-89) tidak kesulitan dalam menyelesaikan soal cerita sebanyak 9 orang peserta didik atau sebesar 15% dan untuk nilai antara (90-100) sangat tidak kesulitan untuk menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan adalah 0 atau tidak ada satu pun peserta didik. Mengacu pada hasil pengolahan data disimpulkan bahwa tingkat kesulitan peserta didik dalam menyelesaikan soal cerita pada materi perbandingan kelas VII UPT SMP Negeri 37 Medan memiliki kriteria “Tinggi” yaitu sebesar 33%.
Implementasi Pendekatan Pendidikan Matematika Realistik Indonesia (PMRI) Pada konsep Merdeka Belajar. Gerhajun Fredy Purba
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i01.732

Abstract

The Minister of Education issued a policy of independent learning to become a new challenge for educators in learning activities. The application of independent learning is an effort given to each educational unit to be free to make innovations and of course it is adjusted according to the area of ​​each educational unit as an open learning process from home which can later provide a learning experience without being demanded by completeness standards or graduation standards. . This policy makes education also take various approaches to improve student learning outcomes. The application of the right learning approach is still far from what is expected, so that student learning outcomes are often not optimal. This can be caused by the efforts and approaches taken are not less precise, resulting in low interest, motivation and understanding of students towards mathematical material. This makes teachers have to consider an appropriate approach that can be applied in the learning process activities which are later expected to improve learning outcomes, especially during the independent learning period at the level. One of the efforts made is to implement an Indonesian Realistic Mathematics Education Approach (PMRI) in a series of learning process activities, especially during the government's policy of Merdeka Learning. The method of writing this article is to use a literature study of scientific articles, papers, proceedings, and books that are in accordance with the research focus.
Analisis Keterkaitan Minat Belajar Dan Motivasi Belajar Dalam Proses Pemahaman Konsep Matematika Nur Arif Setyani
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i01.733

Abstract

Abstract This article discusses the analysis of interest in learning and learning motivation from the aspect of type, functions, and characteristic. The collected data were obtained from several journals and books which were then processed and presented in a qualitative descriptive. The results of the study that: first, interest in act based on activities to do an activity well, where someone said to be interested in an activity if there an interesting experience with the activity, then motivation is behavior that has a goal. Second, the difference between interest and motivation can be seen on terms of definition, interest is followed by a sense of interest or liking those activity can occur at the beginning of the activity, or at the end of the event, while motivation is activity that is only carried out to achieve a goal, this can be influenced by interest or not. Third, interest, motivation, or interest and motivation can affect students understanding of mathematical concepts. Keyword: interest, motivation, concept understanding. Abstrak Artikel ini membahas tentang analisis pengaruh minat, motivasi, serta minat dan motivasi belajar dalam terpenuhinya pemahaman konsep matematika siswa. Data yang terkumpul diperoleh dari beberapa jurnal dan buku serta penelitian yang kemudian diolah dan disajikan secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian bahwa: pertama, minat bertindak berdasarkan aktivitas untuk melakukan suatu aktivitas dengan baik, dimana seseorang dikatakan tertarik pada suatu aktivitas jika ada pengalaman yang menarik dengan aktivitas tersebut, maka motivasi adalah perilaku yang memiliki tujuan. Kedua, perbedaan minat dan motivasi dapat dilihat dari pengertiannya, minat diikuti oleh rasa tertarik atau menyukai kegiatan tersebut dapat terjadi pada awal acara, atau pada akhir acara, sedangkan motivasi adalah kegiatan yang hanya dilakukan untuk mencapai suatu tujuan, hal ini dapat dipengaruhi oleh minat atau tidak. Ketiga, minat, motivasi, serta minat dan motivasi dapat mempengaruhi pemahaman konsep matematika siswa. Kata Kunci: minat, motivasi, pemhaman konsep
EKSPLORASI RUMAH ADAT OMO HADA NIAS UTARA TERHADAP KONSEP GEOMETRI agustina agustina c b sihite
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i01.749

Abstract

Culture is a tradition that has been passed down from generation to generation. Culture is what shows the customs or traditions in an area. Culture is closely related to society. Ethnomathematics is one alternative that links culture and mathematics. Ethnomathematics also plays an important role in exploring noble values ​​in the culture of the community. This study has the aim of the researcher being to describe and document the results of the ethnomathematical exploration of the geometric concept of the Omo Hada traditional house building. The type of research used in this research is qualitative research. Data collection techniques used are observation, interviews and documentation. There are several geometric concepts in the design of the Omo Hada traditional house, namely the concept of flat wake, the concept of building a flat side space, the concept of the relationship between lines, the concept of angles, and geometric transformations. The results of the study are expected to help teachers explain mathematical concepts as well as introduce the culture of the Omo Hada Traditional House
Implementasi Alat Evaluasi Pendidikan Matematika Jessica Dwi Gracia Saragih
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i01.757

Abstract

Abstract To find out the success of learning, it is necessary to conduct an evaluation, in conducting an evaluation, preparation is needed such as an evaluation tool. An evaluation tool is a tool used to facilitate someone in carrying out a task or achieving a goal more effectively and efficiently. Technological advances are increasingly rapid in an increasingly advanced era. Demand the public to be able to take advantage of information and communication technology. The use of applications in conducting evaluations is of interest to students in the evaluation process. The application can be used as a tool in the learning process so that learning becomes interesting. Some examples of online applications that can be used by educators in the mathematics learning process are the Kahoot application, Ispring Suite 8, Sowfer jeruq.com and Quizizz. These applications are media in the form of web-based interactive learning applications that can be used to create simple quizzes and games, can be accessed by connecting to the internet network and can be used as learning media. This research is a qualitative research with descriptive analysis technique with library research. Based on this literature study, it can be concluded that the use of the application as an evaluation tool has a positive impact on students and teachers in the classroom. Keyword: Evaluation tools, Tehnology, Learning aplications. Abstrak Untuk mengetahui keberhasilan dari pembelajaran perlu melakukan evaluasi, dalam melakukan evaluasi diperlukan persiapan seperti alat evaluasi. Alat evaluasi adalah suatu alat yang digunakan untuk memudahkan seseorang dalam melaksanakan tugas atau mencapai suatu tujuan secara lebih efektif dan efisien. Kemajuan teknologi yang semakin pesat di zaman yang semakin maju. Menuntut masyarakat untuk bisa memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi. Penggunaan aplikasi dalam melakukan evaluasi menjadi ketertarikan bagi siswa dalam proses evaluasi. Aplikasi tersebut dapat dijadikan alat dalam proses pembelajaran agar pembelajaran menjadi menarik. Beberapa contoh aplikasi online yang dapat digunakan pendidik dalam proses pembelajaran matematika adalah aplikasi Kahoot,Ispring Suite 8, Sowfer jeruq.com dan Quizizz. Aplikasi-aplikasi tersebut merupakan media dalam bentuk aplikasi pembelajaran interaktif yang berbasis web yang dapat digunakan untuk membuat kuis dan game sederhana ,dapat diakses dengan tersambung oleh jaringan internetdan dapat menjadi media belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan teknik analisis deskriptif dengan kajian kepustakaan (library research). Berdasarkan studi literatur ini, dapat disimpulkan bahawa penggunaan aplikasi sebagai alat evaluasi berdampak postif bagi siswa dan guru di kelas. Kata Kunci: Alat Evaluasi, Teknologi. Aplikasi Pembelajaran.
P Pembelajaran Matematika di Era “Merdeka Belajar”, Suatu Tantangan bagi Guru Matematika Endang Wahyu Widayati
Sepren Vol 4 No 01 (2022): Edisi November 2022
Publisher : Prodi Pendidikan Matematika FKIP Universitas HKBP Nommensen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36655/sepren.v4i01.770

Abstract

Merdeka belajar adalah kondisi belajar siswa dalam lingkungan yang nyaman. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai-nilai pembentuk karakter bangsa dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar. Tantangan seorang guru matematika untuk membuat pembelajaran matematika menyenangkan dan siswa tidak takut serta rajin belajar matematika, guru harus mampu mewujudkan pembelajaran yang nyaman, menyenangkan, dan menarik, yang menjadi ciri dari era merdeka belajar. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan proses pembelajaran matematika di era merdeka belajar sehingga siswa dapat nyaman belajar dan karakter siswa meningkat. Metode yang digunakan adalah metode penelitian deskriptif. Subjek uji coba adalah 10 siswa pada kelas XI SMK Penerbangan AAG Adisutjipto dengan fokus materi “Matriks”. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah angket atau kuesioner. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dalam belajar menggunakan model pembelajaran inquiry dalam kategori baik/nyaman, sehingga model pembelajaran inquiry dapat diterapkan di era merdeka belajar.

Page 5 of 14 | Total Record : 135