cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Kecemasan Sosial pada Remaja yang Mengalami Perundungan di Desa Ragajaya Novianti, Evin; Aminah, Insyafiatul; Tobing, Duma Lumban
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.238

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kecemasan sosial sebagai faktor yang dapat menyebabkan remaja menarik diri dari pergaulan. Penyebabnya adalah rasa takut yang muncul sebagai dampak perlakuan bullying dari teman sebaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran kecemasan sosial pada remaja yang mengalami bullying. Metode: Penelitian deskriptif melalui survei dengan jumlah sampel 85 responden diambil secara purposive sampling pada remaja dengan pengalaman perundungan di Desa Ragajaya. Pengambilan data dilakukan selama 4 bulan pada tahun 2021 melalui wawancara. Kuesioner yang digunakan yaitu Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS). Hasil: Hasil penelitian didominasi dengan kecemasan sosial tinggi sebesar 45,9% dan 30,6% adalah kecemasan sedang. Kecemasan sosial lebih banyak dialami oleh perempuan dibandingkan laki-laki. Sumber cemas terbesar adalah karena ketidakcocokan dengan teman akibat perilaku buruk yang diterima sebesar 56,5%. Kesimpulan: Hal ini menunjukkan bahwa kecemasan sosial pada remaja yang pernah mengalami perundungan cukup tinggi dan perlu ditindaklanjuti. Rekomendasi penelitian bermanfaat bagi perawat jiwa di komunitas dalam memberikan upaya preventif kepada remaja dengan pengalaman bullying. Kata Kunci: Bullying, Kecemasan Sosial, Remaja Abstract Background: Social anxiety is a factor that can cause adolescents to withdraw from society. The reason is the fear that arises as a result of peer bullying. The purpose of this research was to know the description of social anxiety in adolescents who experience bullying. Methods: Descriptive research through a survey with a total sample of 85 respondents was taken by purposive sampling on adolescents with bullying experiences in Ragajaya Village. Data collection was carried out for 4 months in 2021 through interviews. The questionnaire used is the Liebowitz Social Anxiety Scale (LSAS). Results: The results of the study were dominated by high social anxiety at 45.9% and 30.6% were moderate anxiety. Social anxiety is experienced more by women than men. The biggest source of anxiety was incompatibility with friends due to bad behavior received by 56.5%. Conclusion: This showed that social anxiety in adolescents who have experienced bullying was relatively high and needs to be followed up. Research recommendations are useful for psychiatric nurses in the community in providing preventive measures for adolescents with bullying experiences Keywords: Adolescents, Bullying, Social anxiety
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Keluhan Gangguan Penurunan Fungsi Penglihatan pada Pekerja Pengelasan di Wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat Ristanti, Ainnaya Natin; Handayani, Putri; Azteria, Veza; Muda, Cut Alia Keumala
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.328

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Data Puskesmas Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat pada bulan Januari hingga Oktober 2021 tercatat 113 pekerja industri informal mengalami gangguan penurunan fungsi penglihatan. Studi pendahuluan pada 20 pekerja pengelasan, mayoritas mengalami iritasi mata dan penurunan fungsi penglihatan. Penelitian bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan pada pekerja pengelasan di wilayah Kelurahan Kedaung Kali Angke dan Kelurahan Kapuk, Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Metode: Metode kuantitatif dengan desain studi cross sectional. Sampel sejumlah 59 orang dari 15 bengkel pengelasan. Variabel dependen adalah keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan, variabel independen adalah umur, masa kerja, lama paparan, dan penggunaan Alat Pelindung Diri (APD). Data yang digunakan berupa data primer dan sekunder. Analisis menggunakan uji statistik regresi linear sederhana dan chi-square. Hasil: Sebanyak 31 pekerja pengelasan (52,5%) mengalami keluhan berat gangguan penurunan fungsi penglihatan. Uji statistik menunjukkan ada hubungan antara umur (P-value = 0,004) dan masa kerja (P-value = 0,020) dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan. Hasil observasi lapangan menunjukkan rendahnya penggunaan APD (25,4%) pada pekerja pengelasan. Kesimpulan: Umur dan masa kerja merupakan faktor utama yang berhubungan dengan keluhan gangguan penurunan fungsi penglihatan pada pekerja pengelasan di Kecamatan Cengkareng, Jakarta Barat. Disarankan agar pemilik bengkel las menetapkan jam kerja dan waktu istirahat yang sesuai. Saran untuk rendahnya penggunaan APD pada pekerja adalah pemilik bengkel las wajib menyediakan APD yang tepat guna dan layak pakai sesuai kebutuhan, memberikan edukasi dan memastikan para pekerja patuh dalam menggunakan APD dengan baik dan benar. Factors Related with Complaints of Visual Impairment in Welding Workers in Kedaung Kali Angke and Kapuk Village, Cengkareng District, West Jakarta Abstract Background: Data from the Cengkareng District Center, West Jakarta, from January to October 2021, was recorded that 113 informal industry workers experienced impaired vision function. A preliminary study of 20 welding workers showed that most experienced eye irritation and decreased visual function. This study aimed to analyze the factors associated with complaints of decreased visual function in welding workers in the Kedaung Kali Angke and Kapuk Village, Cengkareng District, West Jakarta. Methods: Quantitative method with a cross-sectional study design. A sample of 59 people from 15 welding workshops. The dependent variable is complaints of impaired visual function. The independent variables are age, years of service, length of exposure, and use of PPE. The data used are primary and secondary. Data analysis used simple linear regression and chi-square statistical tests. Results: 31 welding workers (52.5%) experienced severe complaints of impaired visual function. Statistical tests showed a relationship between age (P-value=0.004) and years of service (P-value=0.020) with complaints of decreased visual function. The field observations showed the low use of PPE (25.4%) among welding workers. Conclusion: Age and years of service are the main factors associated with complaints of decreased visual function in welding workers in Cengkareng District, West Jakarta. Based on the results of this study, it is recommended that the welding workshop owner set reasonable working hours and rest periods. The suggestion for the everyday use of PPE for workers is that the welding workshop owner is obliged to provide appropriate and suitable PPE for use as needed, provide education and ensure that workers are obedient in using PPE properly and correctly.
Hubungan antara Tingkat Stres dan Ketidakpercayaan Diri dengan Pola Hidup Sehat Mahasiswa Gizi STIKes Mitra Keluarga Noerfitri, Noerfitri; Oktantia, Dela Eka Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.441

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Penelitian di Malaysia mendapatkan hasil 71,6% mahasiswa kurang menjalani pola hidup sehat dan di Indonesia sendiri terdapat 52,3%. Pola hidup seseorang dapat menurun dikarenakan mengalami stres dan hilangnya rasa percaya diri. Penyebab seseorang kurang menjalani pola hidup sehat karena makanan yang dikonsumsi belum memenuhi standar kecukupan gizi, sehingga tubuh menjadi kurang sehat, terlihat kurus, dan menimbulkan rasa kurang percaya diri dalam berpenampilan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan ketidakpercayaan diri dengan pola hidup sehat mahasiswa Gizi STIKes Mitra Keluarga. Metode: Menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross-sectional. Mahasiswa Gizi STIKes Mitra Keluarga sebanyak 106 orang sebagai sampel dari penelitian dengan pengambilan sampel menggunakan teknik simple random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS 21), kuesioner ketidakpercayaan diri, dan kuesioner pola hidup sehat. Analisis data dilakukan pengujian statistik menggunakan regresi logistik berganda. Hasil: Mayoritas karakteristik sampel berjenis kelamin perempuan (95,3%), dengan usia 21 tahun (35%). Hasil analisis multivariat didapatkan p-value=0,002 pada variabel tingkat stres dengan OR sebesar 9,425 (95%CI 2,254-39,412), p-value=0,006 untuk perbandingan antara ketidakpercayaan diri sedang dibanding rendah dengan OR sebesar 6,973 (95%CI 1,745-27,867) dan p-value=0,041 untuk perbandingan antara ketidakpercayaan diri tinggi dibanding rendah dengan OR sebesar 12,306 (95%CI 1,109-136,549). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan ketidakpercayaan diri dengan pola hidup sehat mahasiswa Gizi STIKes Mitra keluarga. Kata Kunci: Ketidakpercayaan diri, pola hidup sehat, tingkat stres Abstract Background: Research in Malaysia found that 71.6% of students lacked a healthy lifestyle, and in Indonesia alone, there were 52.3%. A person's lifestyle can decrease due to stress and loss of self-confidence. The cause of a person not living a healthy lifestyle is because the food consumed does not meet nutritional adequacy standards, so the body becomes unhealthy, looks thin, and creates a feeling of lack of confidence in appearance. This study aimed to analyze the relationship between levels of stress and insecurity with the healthy lifestyle of Nutrition STIKes Mitra Keluarga students. Methods: Using an analytic observational method with a cross-sectional design. There were 106 STIKes Mitra Keluarga Nutrition Students as samples from the study by taking samples using simple random sampling. Collecting data using the Depression Anxiety Stress Scale 21 (DASS 21) questionnaire, self-doubt questionnaire, and healthy lifestyle questionnaire. Analyze data were carried out using multiple logistic regression. Results: Most sample characteristics are female (95.3%) and aged of 21 (35%). The results of the multivariate analysis obtained a p-value=0.002 for the stress level variable with an OR of 9.425 (95%CI 2.254-39.412), p-value=0.006 for a comparison between moderate self-confidence compared to low with an OR of 6.973 (95%CI 1.745-27.867) and p-value=0.041 for a comparison between high versus low self-confidence with an OR of 12.306 (95%CI 1.109-136.549). Conclusion: There is a significant relationship between stress levels and self-doubt with the healthy lifestyle of STIKes Mitra Keluarga nutrition students. Keywords: Insecure, healthy lifestyle, stress level
Kualitas Pelayanan Kesehatan dan Kepuasan Pasien Peserta Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas X Kota Padang Handiny, Febry; Fitri, Fitri; Oresti, Syalvia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.419

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kepesertaan JKN di Indonesia yang terbanyak berasal dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) (APBN) sebesar 49,10%. Pada akhir tahun 2020, jumlah kepesertaan JKN mencapai 222,4 juta jiwa, di mana terjadi penurunan dibandingkan dengan kepesertaan tahun 2019. Pada akhir tahun 2021 jumlah kepersertaan BPJS di Puskesmas X Kota Padang menurun dari 23.637 menjadi 23.053 dari 70.300 penduduk. Salah satu penyebabnya yaitu kurangnya kejelasan informasi yang disampaikan petugas administrasi pada saat melayani pasien. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan kepuasan pasien peserta JKN di Puskesmas X Kota Padang Tahun 2022. Metode: Studi cross sectional dilakukan di Puskesmas X Kota Padang pada Februari-Agustus tahun 2022. Populasi adalah pasien peserta JKN yang berkunjung ke Puskesmas X Kota Padang dengan sampel sebanyak 43 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan angket, dianalisis secara univariat dan bivariat dan di uji mengunakan uji chi-square. Hasil: Dimensi mutu ditemukan berhubungan signifikan yaitu kehandalan (p=0,001), daya tanggap (p=0,001), jaminan (p=0,011), empati (p=0,001) dan bukti fisik (0,001) dengan tingkat kepuasan pasien peserta JKN. Kesimpulan: Diharapkan kepada Puskesmas X dapat meningkatkan kualitas dan mutu pelayanan kesehatan dengan meningkatkan profesionalitas sumber daya manusia melalui peningkatan kemampuan manajerial dan pelatihan-pelatihan sesuai kompetensi, meningkatkan dan mengembangkan sarana dan prasarana dalam mencapai pelayanan prima Quality of Health Services and Patient Satisfaction Participating in the National Health Insurance at the X Health Center in Padang City Abstract Background: The most NHI (National Health Insurance) participation in Indonesia came from the non-contributory modality (PBI) from a state budget (APBN) segment of 49.10%. At the end of 2020, the number of HNI participants reached 222.4 million people, which was a decrease compared to the participation in 2019. At the end of 2021, the number of Social Security Agency of health (BPJS) participation in the X Public Health Center, Padang decreased from 23,637 to 23,053 from 70,300 residents, one of the reasons was the lack of clarity of information submitted by administrative officers when serving patients. The purpose of this study was to determine the relationship between the quality of health services and the satisfaction of HNI participants at the X Public Health Center in Padang, West Sumatera. Methods: A cross sectional study was conducted at the X Health Center of Padang during February to August 2022. The population was the NHI participants who visited the X Health Center with a sample of 43 respondents. The sampling technique used purposive sampling. Data were collected through questionnaires, analyzed univariately and bivariately and tested using chi-square tests. Results: The quality dimensions were found to be significantly related, namely reliability (p=0.001), responsiveness (p=0.001), assurance (p=0.011), empathy (p=0.001) and physical evidence (0.001) with the level of satisfaction of JKN participant patients. Conclusion: It is hoped that Puskesmas X can improve quality of health services by increasing the professionalism of human resources through increasing managerial capabilities and training according to competence, improving and developing facilities and infrastructure in achieving excellent service.
Efektivitas Kebijakan Pemasaran Iklan Makanan dan Minuman Tidak Sehat dalam Rangka Pencegahan dan Pengendalian Diabetes Melitus: Literature Review Trijayanti, Lupi; Gani, Ascobat
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.430

Abstract

Abstrak Latar belakang: Indonesia merupakan negara kelima tertinggi di dunia dengan prevalensi kasus diabetes melitus pada tahun 2022 sebesar 13%. Diabetes melitus beserta penyakit komplikasinya mengambil porsi besar dalam pemanfaatan klaim jaminan kesehatan nasional sebesar 8,6% (kurang lebih Rp 12 triliun). Tingginya iklan makanan dan minuman tidak sehat (kandungan gula, garam, dan lemak yang tinggi) khususnya dengan sasaran anak-anak dan remaja menjadi faktor yang mempengaruhi pola konsumsi yang menyebabkan diabetes melitus. Metode: Penelitian ini merupakan literature review dari artikel yang diterbitkan tahun 2018-2022 melalui database online yaitu PubMed sesuai dengan kriteria inklusi yang sudah ditetapkan peneliti. Hasil: Dari 4 artikel yang di analisis menyebutkan bahwa adanya pembelajaran dari negara lain terkait penetapan regulasi kebijakan makanan dan minuman tidak sehat (termasuk tinggi gula) yang dapat diadaptasi di Indonesia, salah satunya pembatasan iklan makanan dan minuman, baik dari pembatasan jam tayang, media pemasaran, dan lokasi penempatan iklan yang dekat dengan anak-anak atau remaja. Kebijakan tersebut mampu mempengaruhi masyarakat yang terlihat dari efek penurunan pembelian terhadap produk tersebut dengan diiringi kebijakan pemberian informasi label gizi. Kesimpulan: Proses adaptasi kebijakan di Indonesia perlu didukung dengan kebijakan lain seperti ada insentif pada produksi makanan dan minuman sehat, disinsentif untuk makanan dan minuman tidak sehat, serta menjaga kestabilan harga bahan pangan sehat. Kata kunci: Diabetes, Iklan makanan, Kebijakan pangan, Minuman manis, Pemasaran makanan Abstrak Background: Indonesia is the fifth highest country in the world with a prevalence of diabetes mellitus cases in 2022 of 13%. Diabetes mellitus and its complications account for a large portion of the utilization of national health insurance claims of 8.6% (approximately Rp. 12 trillion). The high advertising of unhealthy food and drinks (high content of sugar, salt and fat), especially targeting children and adolescents, has become a factor influencing consumption patterns that causes diabetes mellitus. Methods: This research is a literature review of articles published in 2018-2022 through the online database, namely PubMed according to the inclusion criteria set by the researcher. Results: Based on 4 articles analyzed, it was stated that there were lessons learned from other countries regarding the establishment of regulations on unhealthy food and beverage policies (including those high in sugar) that could be adapted in Indonesia, one of which was limiting food and beverage advertisements, both from broadcasting time restrictions, marketing media, and ad placement locations close to children or youth. This policy is able to influence the public as seen from the effect of reducing purchases of these products accompanied by a policy of providing information on nutritional labels. Conclusion: The process of adopting these policies in Indonesia needs supported by other policies such as incentives for the production of healthy food and drinks, disincentives for unhealthy food and drinks, and maintaining stable prices for healthy food. Keywords: Diabetes, Food advertisements, Food marketing, Food policy, Sugar-sweetened beverages
Hubungan Asupan Gizi Makro dan Riwayat Infeksi Dengan Malnutrisi Pada Balita di Puskesmas Lotu Tanjung, Nadya Ulfa; Nazara, Erwin Nofianti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.431

Abstract

Abstrak Latar Belakang : Gizi kurang merupakan satu bentuk gangguan kesehatan yang terjadi karena kurangnya asupan gizi yang dibutuhkan didalam tubuh. Anak dengan kondisi stunting lebih mudah mengalami sakit, baik penyakit yang tergolong menular maupun penyakit yang tidak menular juga disertai dengan peningkatan risiko gizi lebih. Dalam proses tumbuh kembang, pemenuhan nutrisi pada balita mutlak harus dilakukan untuk mendukung maksimalnya pertumbuhan anak serta memastikan mereka terhindar dari stunting. Penyakit infeksi dapat menghambat proses metabolisme, yang dalam jangka waktu tertentu menimbulkan gangguan pertumbuhan pada anak dalam bentuk malnutrisi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan dari asupan dan riwayat infeksi dengan malnutrisi pada balita. Metode : Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan metode deskriptif kuantitatif dengan desain studi crossectional yang dilaksanakan di wilayah otoritas Puskesmas Lotu dengan menggunakan metode food recall 3x24 jam, sedangkan untuk menggali riwayat penyakit diperoleh melalui kuesioner yang berisi pertanyaan tentang riwayat infeksi balita. Seluruh balita dilibatkan dalam penelitian ini sebagai sampel yang berjumlah 30 orang (total sampling). Penelitian menggunakan analisis statistic bivariate untuk membuktikan hubungan. Hasil : Terbukti bahwa ada hubungan yang signifikan yang dibuktikan secara statistik (p-value = 0,001) antara asupan total energi, karbohidrat, protein dan lemak dan penyakit infeksi dengan malnutrisi pada balita. Kesimpulan : Penelitian ini membuktikan adanya hubungan signifikan antara asupan gizi makro dan riwayat penyakit infeksi pada balita dengan malnutrisi Kata Kunci : Asupan makro, Malnutrisi, Riwayat penyakit Abstract Background: Malnutrition is a condition due to lack of intake of nutrients needed. Stunted children will be susceptible, both infectious and non-infectoius diseases as well as higher risk of being overweight or obese. During growth and development stage, the fulfillment of nutritional intake in toddlers is very influential in supporting children's growth. Infectious diseases can inhibit metabolic processes, which in periods of time leads to growth disorders in children through malnutrition. This research aimed to determine the association of macronutrients intake and infectious diseases with the incidence of malnutrition in children under five. Methods: This descriptive quantitative research used cross-sectional study design in Puskesmas Lotu region using 3x24 hour food recall, the history infection obtained through a questionnaire. There were 30 children in total under five in the Lotu Health Center working area and and all of them became sample in this research. This study uses bivariate statistical analysis to prove the correlation between variables. Results: Results showed that statistically (p-value = 0,001) the intake of total energy, carbohydrates, protein and fat plus infectious diseases had a significant relationship with malnutrition. Conclusion: This research showed relationships between macronutrients intake and infectious diseases with malnutrition Keywords: Infectious disease, Macronutrients intake, Malnutrition
Hubungan Pengetahuan Gizi terhadap Praktik Pemilihan Makanan Mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar Natsir Djide, Nani Apriani; Pebriani, Reski
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i1.439

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tingkat pengetahuan gizi seseorang merupakan salah satu hal yang berpengaruh penentuan praktik pemilihan makanan seseorang. Salah satu penyebab peningkatan resiko masalah kesehatan utamanya masalah gizi adalah praktik pemilihan makanan yang kurang baik. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis hubungan pengetahuan gizi terhadap Praktik Pemilihan makanan pada mahasiswa di STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Penelitian dilaksanakan di bulan Juli-Agustus 2022 pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar sebanyak 92 orang sebagai subjek dan menggunakan kuesioner berisi data identitas responden (jenis kelamin, uang saku, tempat tinggal, asal makanan), data pengetahuan gizi terkait gizi seimbang, alasan pemilihan makanan dan praktik pemilihan makanan).Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis bivariat dengan uji korelasi Spearman. Hasil: Hasil Penelitian ini menunjukan sebagian besar responden berpengetahuan gizi baik yaitu sebanyak 75% dan 70.7% responden termasuk responden dengan kategori praktik pemilihan makanan yang baik. Hasil uji statistik didapatkan hubungan antara pengetahuan gizi dan praktik pemilihan makanan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar (p value 0,000). Kesimpulan: Adanya hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan praktik pemilihan makanan pada mahasiswa STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Kata Kunci: Mahasiswa, Pemilihan makanan, Pengetahuan gizi Abstract Background: Understanding nutrition is crucial to understanding how people behave when making food decisions. Poor food choosing techniques are one of the factors contributing to higher health hazards. The purpose of this study was to look at how students' nutritional awareness and food selection patterns differ at STIKES Nani Hasanuddin Makassar. Methods: This research was a quantitative study with a cross sectional approach. This research was held on July- August 2020 with total of 92 students from STIKES Nani Hasanuddin Makassar completed a questionnaire that included respondent identity data (gender, allowance, place of residence, food origin), nutritional knowledge data (balanced nutrition, reasons for choosing food, and food selection practices), and food selection practices. Data analysis used univariate analysis and bivariate analysis with Spearman's correlation test. Results: The results of this study showed that most of the respondents had good nutrition knowledge, namely 75%, and 70.7% of the respondents included respondents in the category of good food selection practices. Statistical test results showed a relationship between nutritional knowledge and food selection practices in STIKES Nani Hasanuddin Makassar students (p value 0.000). Conclusion: There was a significant relationship between knowledge and food selection practices among STIKES Nani Hasanuddin Makassar students. Keywords:, Food selection, Nutritional knowledge, Students
Peranan Kader Kesehatan dalam Kegiatan Posyandu Balita pada Masa Pandemi Covid-19 Krisdayani, Dwi Dini; Fadhilah, Nurul; Apriningsih, Apriningsih
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.266

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kader kesehatan memiliki peran yang sangat besar dalam pelaksanaan Posyandu karena kader dapat menjadi penggerak masyarakat dalam melaksanakan hidup sehat. Terutama pada masa pandemi COVID-19. Walaupun pelaksanaan posyandu terhambat, peran kader harus tetap berjalan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran kader kesehatan dalam pelaksanaan posyandu balita pada masa pandemi COVID-19. Metode: Metode penelitian yang digunakan merupakan literature review dengan sumber data penelitian berasal dari jurnal yang diperoleh melalui melalui laman web Google Scholar dan Garuda dengan hasil yang diperoleh yaitu 10 jurnal. Hasil: Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa peran kader kesehatan dalam pelaksanaan Posyandu pada masa pandemi COVID-19 masih terlaksana dengan baik. Kader tetap melakukan penimbangan balita, pemberian vitamin A dan imunisasi, pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan posyandu ke puskesmas, dan melakukan penyuluhan terkait balita serta COVID-19. Kesimpulan: Kesimpulan dari penelitian ini adalah Peran kader kesehatan dalam kegiatan posyandu balita di masa pandemi Covid-19 tetap berjalan dengan baik dari melakukan penimbangan balita, pemberian vitamin A dan imunisasi, pencatatan dan pelaporan hasil kegiatan posyandu ke puskesmas, dan melakukan penyuluhan terkait balita serta COVID-19 The Role Of Health Cadres In Toddler Posyandu Activities During The Covid-19 Pandemic Abstract Background: Health cadres have a very big role in the implementation of Posyandu because cadres can be a driving force for the community in carrying out a healthy life. Especially during the COVID-19 pandemic. Even though Posyandu implementation is hampered, the role of cadres must continue. The purpose of this study was to determine the role of health cadres in the implementation of Posyandu for toddlers during the COVID-19 pandemic. Method: The research method used is a literature review with research data sources derived from journals obtained through the Google Scholar and Garuda web pages with the results obtained, namely 10 journals. Results: The results of the study show that the role of health cadres in implementing Posyandu during the COVID-19 pandemic was still well implemented. Cadres continue to weigh toddlers, provide vitamin A and immunizations, record and report the results of posyandu activities to the puskesmas, and conduct outreach regarding toddlers and COVID-19. Conclusion: The conclusion from this study is that the role of health cadres in toddler posyandu activities during the Covid-19 pandemic continues to run well from carrying out toddler weighing, giving vitamin A and immunization, recording and reporting the results of posyandu activities to the puskesmas, and conducting counseling related to toddlers and COVID-19
Hubungan Peran Suami dan Faktor Sosial Demografi dengan Pemberian ASI Eksklusif pada Ibu Generasi Y di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk Tahun 2022 Maulidyani, Maulidyani; Agustina, Agustina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.344

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Saat ini cakupan ibu dalam memberikan ASI eksklusif masih sangat rendah, hal tersebut dikarenakan oleh faktor sosial demografi termasuk usia, pendidikan, penghasilan, pekerjaan serta paritas. Selain faktor sosial demografi, peran suami juga menjadi faktor penyebab rendahnya cakupan ibu dalam memberi ASI eksklusif. Berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk, terdapat penurunan cakupan ASI eksklusif dari tahun 2021 hingga tahun 2022, terlebih lagi pada ibu generasi Y yang berusia 25-40 tahun. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalisis hubungan antara peran suami dan faktor sosial demografi dengan pemberian ASI eksklusif pada ibu generasi Y di Puskesmas Kecamatan Kebon Jeruk. Metode: Penelitian ini menggunakan desain potong lintang dengan populasi sebanyak 316 dan total sampel sebesar 191 yang diambil menggunakan teknik purposive sampling. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner serta di analisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan sebesar 54,5% ibu generasi Y tidak memberikan ASI eksklusif. Ditemukan adanya hubungan antara peran suami (p=0,003), faktor sosial demografi usia ibu (p=0,002), tingkat pendidikan ibu (p=0,026), status pekerjaan ibu (p=0,002), paritas (p=0,020), dan IMD (p=0,000) dengan pemberian ASI eksklusif. Kesimpulan: Pemberian ASI eksklusif berhubungan dengan peran suami dan sosial demografi yang diantaranya yaitu usia, status pekerjaan, tingkat pendidikan ibu, paritas, dan IMD. Diharapkan bagi para suami agar meningkatkan perannya sebagai suami serta mendukung secara penuh untuk istri memberikan ASI eksklusif sehingga ibu bisa berhasil dalam pemberian ASI eksklusif. The Role of The Husband and Social Demographic Factors with Exclusive Breastfeeding to The Mothers of Generation Y in The Kebon Jeruk District Health Center Abstract Background: Currently, the coverage of mothers in exclusive breastfeeding still needs to be improved. One of the factors contributing to exclusive breastfeeding is sociodemographic factors, including age, education, income, occupation, and parity. In addition to sociodemographic factors, the husband's role is also a contributing factor to the low coverage of mothers in exclusive breastfeeding. Based on data obtained from the Kebon Jeruk District Health Center, there is a decrease in the coverage of exclusive breastfeeding from 2021 to 2022, especially for Generation Y mothers aged 25-40 years. This study analysed the relationship between the husband's role and social demographic factors with exclusive breastfeeding for Generation Y mothers at the Kebon Jeruk District Health Center. Methods: This study used a cross-sectional design with a population of 316 and a total sample of 191 using a purposive sampling technique. Data collection was carried out using a questionnaire and analyzed in univariate and bivariate ways with the chi-square test. Result: The research showed that 54.5% of mothers of Generation Y did not give exclusive breastfeeding. There was a relationship between the husband's role (p=0.003), social demographic factors of mother's age (p=0.002), mother's education level (p=0.026), mother's employment status (p=0.002), parity (p=0.020), and IMD (p = 0.000) with exclusive breastfeeding. Conclusion: Exclusive breastfeeding is related to the husband's role and social demographics, which include age, employment status, mother's education level, parity, and IMD. It is hoped that husbands will increase their role as husbands and fully support their wives in exclusive breastfeeding so that mothers can be successful in exclusive breastfeeding.
Tinjauan Penanganan Limbah Medis Padat di Praktik Mandiri Bidan Desa Cilampeni Kecamatan Katapang Navila, Naufa; Mulyati, Sri Slamet; Wahyudi, Payzar
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.389

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Praktik Mandiri Bidan merupakan tempat yang diselenggarakan oleh Bidan secara perseorangan. Limbah medis padat yang dihasilkan dari kegiatan Praktik Mandiri Bidan biasanya berasal dari proses persalinan. Limbah medis mengandung bahan kimia beracun ataun patogen yang dapat mengakibatkan penyakit infeksi serta bisa menyebar ke lingkungan. Oleh sebab itu, limbah medis perlu ditangani dengan tepat dan sesuai dengan prinsip pengelolaan limbah medis. Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu banyaknya timbulan limbah medis padat serta mengetahui gambaran penanganannya juga pengetahuan dan perilaku petugas yang menangani limbah ini pada Praktik Mandiri Bidan Desa Cilampeni. Metode: penelitian ini merupakan penelitian deskriptif. Dilakukan dengan mengamati 3 tempat Praktik Mandiri Bidan dan 6 responden serta data dikumpulkan memakai instrumen kuisioner serta lembar pengamatan. Hasil: Hasil penelitian menunjukan Praktik Mandiri Bidan Desa Cilampeni menghasilkan limbah medis padat sebesar 10,26 kg selama 8 hari penimbangan. Tahap pemilahan masih ada yang belum memenuhi syarat yaitu sebesar 16,7%, tahap pewadahan 28,55% tidak memenuhi syarat karena belum melengkapi wadah dengan label, tahap penyimpanan 50% tidak memenuhi syarat karena belum memiliki tempat penyimpanan sementara limbah medis padat, tahap pengangkutan pun 50% tidak memenuhi syarat karena limbah medis padat dibiarkan penuh baru dilakukan pengangkutan. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah hasil yang tidak memenuhi syarat adalah pengaruh dari sejumlah faktor. Di antara faktor tersebut, yakni ketidaklayakan sarana serta prasarananya. Praktik Mandiri Bidan sebaiknya lebih memperhatikan berbagai aspek dalam penanganan limbah medis padat. Overview Of Solid Medical Waste Handling in The Medical Clinic, Cilampeni Village, Katapang District Abstract Background: Midwives' Independent Practice is a place held by midwives individually. Solid medical waste generated from the Midwife's Independent Practice activities usually comes from the delivery process. Medical waste contains toxic chemicals or pathogens that can cause infectious diseases and can spread to the environment. Therefore, medical waste needs to be handled properly and in accordance with the principles of medical waste management. This study aims to find out the amount of solid medical waste generated and to know the description of its handling as well as the knowledge and behavior of the officers who handle this waste in the Cilampeni Village Midwife Independent Practice. Method: this research is a descriptive research. It was carried out by observing 3 independent midwife practice locations and 6 respondents and data were collected using questionnaires and observation sheets. Results: The results showed that the Cilampeni Village Midwife Independent Practice produced 10.26 kg of solid medical waste during 8 days of weighing. The sorting stage still does not meet the requirements, namely 16.7%, the container stage 28.55% does not meet the requirements because the container has not been equipped with a label, the storage stage 50% does not meet the requirements because it does not have a temporary storage place for solid medical waste, the transportation stage even 50% do not meet the requirements because solid medical waste is left full and then transported. Conclusion: The conclusion of this study is that the results that do not meet the requirements are the influence of a number of factors. Among these factors, namely the inappropriateness of the facilities and infrastructure. Midwife independent practice should pay more attention to various aspects of handling solid medical waste.

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue