cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Analisis Faktor Perilaku Ibu terhadap Pencegahan Penyakit Diare pada Balita di Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru Nadila Sari; Tri Krianto Karjoso; Yesica Devis; Oktavia Dewi; Yuyun Priwahyuni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i1.326

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kejadian diare masih tinggi di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki pada tahun 2020 yaitu sebanyak 205 (18%). Hal ini dilihat dari adanya peningkatan Prevalensi Nasional dari tahun 2019 (7,8%), penderita diare yang mendapatkan cakupan pelayanan semua umur rata-rata 44,3% dari jumlah target yaitu 83.358, layanan penyakit diare pada balita 29.083 (23,2%). Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor perilaku ibu terhadap pencegahan penyakit diare pada balita di Puskesmas Payung Sekaki, Pekanbaru. Metode: Penelitian ini dilaksanakan di Wilayah Kerja Puskesmas Payung Sekaki Kota Pekanbaru secara kualitatif, melibatkan 11 informan yang terdiri dari 5 orang informan utama, 6 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam dan observasi seperti pengetahuan, sikap, sarana air bersih, lingkungan tempat tinggal, peran dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan. Hasil: Studi ini menemukan bahwa pengetahuan informan terhadap pengertian pencegahan diare pada balita masih rendah. Sikap pencegahan diare sudah baik, pendidikan informan rata-rata mulai dari SMP sampai S1, pendapatan perbulan berkisar antara 1-6 juta rupiah, sarana air bersih pada umumnya bersumber dari air sumur gali, lingkungan tempat tinggal sudah baik, mendapatkan dukungan dari keluarga atau suami, sedangkan untuk tenaga kesehatan kurang berperan aktif dalam melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Kesimpulan: Penelitian ini menemukan bahwa perilaku ibu terhadap pencegahan diare dikatakan masih kurang baik karena rendahnya pengetahuan ibu mengenai pengertian pencegahan diare dan rendahnya dukungan dari tenaga kesehatan yang tidak memberikan penyuluhan atau informasi mengenai pencegahan dan cara menanggulangi penyakit diare. Kata Kunci: Balita, Dukungan tenaga kesehatan, Pencegahan diare, Pengetahuan Abstract Background : The incidence of diarrhea is still high in the Payung Sekaki Health Center Working Area in 2020, which is as many as 205 (18%). This can be seen from the increase in National Prevalence from 2019 (7.8%), diarrhea sufferers who get service coverage of all ages on average 44.3% of the target number, namely 83,358, diarrheal disease services for toddlers 29,083 (23.2% ). The purpose of the study was to analyze the mother's behavioral factors for the prevention of diarrheal disease in toddlers at the Payung Sekaki Health Center, Pekanbaru. Methods : This research was conducted in the Payung Sekaki Public Health Center Work Area, Pekanbaru City qualitatively, involving 11 informants consisting of 5 main informants, 6 supporting informants. Data was collected through in-depth interviews and observations such as knowledge, attitudes, clean water facilities, living environment, role of family support, support for health workers. Result : The results showed that the informant's knowledge of the notion of preventing diarrhea in toddler was still low. The attitude of preventing diarrhea is good, the average informant's education starts from junior high school to undergraduate level, monthly income ranges from 1-6 million rupiah, clean water facilities are generally sourced from dug wells, the living environment is good, get support from family or husband , while for health workers are less act ive in conducting outreach to the community. Conclusion: This study found that the mother's behavior towards the prevention of diarrhea in toddlers still not good because of the low knowledge of mothers about the understanding of diarrhea prevention and the low support from health workers who did not provide counseling or information about prevention and how to cope with diarrheal disease. Keywords: Diarrhea prevention, Health worker support, Knowledge, toddler
Kandungan Formalin dan Boraks pada Makanan Jajanan: Studi Literatur Cinto Bayani; Devi Dwi Rahayu; Bintang Alya Binurika M; Laras Agesti Ayu; Linda Fitrianingsih; Abdan Shofuh
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.258

Abstract

Abstrak Latar belakang: Mengkonsumsi pangan yang tidak aman dapat membahayakan kesehatan dan jiwa konsumen, baik bagi anak-anak maupun orang dewasa. Bahan –bahan kimia berbahaya seperti formalin dan boraks sebagai bahan tambahan makanan mulai marak terjadi dan sering ditemukan baik di jajanan maupun di bahan makanan. Menurut WHO, diperkirakan sebanyak 2 juta orang meninggal tiap tahunnya dan 1,5 juta diantaranya merupakan anak-anak. Tujuan dari penelitian ini untuk melihat dan membandingkan kandungan boraks dan formalin dari beberapa hasil penelitian. Metode: Metode penelitian ini adalah tinjauan pustaka yang bertujuan untuk menyusun, mentabulasi serta membandingkan hasil penelitian, kemudian merangkum keseluruhan penelitian. Pencarian studi dilakukan melalui situs jurnal terakreditasi (google scholar) sebanyak 20 artikel. Hasil: Hasil dari telaah full teks artikel sebanyak 20 artikel yang telah ditelaah kemudian ditentukan sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi didapatkan 12 artikel. Dari 12 artikel yang ditelaah, didapatkan 5 artikel yang menyatakan bahwa jajanan mengandung boraks, 4 artikel yang mengandung formalin, dan 3 artikel tidak mengandung boraks dan formalin. Kesimpulan: Berdasarkan penelitian yang telah dikaji mulai dari karakteristik, faktor yang mempengaruhi, dampak kesehatan, dan kontaminasi dari kandungan boraks dan formalin perlu adanya peningkatan pemahaman mengenai cara memilih produk pangan yang aman dari formalin dan boraks. Formalin and Borax Content in Snacks Food: Literature Study Abstract Background: Consuming unsafe food can endanger the health and lives of consumers, both for children and adults. Hazardous chemicals such as formalin and borax as food additives are becoming increasingly common and are often found both in snacks and in foodstuffs. According to WHO, it is estimated that 2 million people die each year and 1.5 million of them are children. The purpose of this study was to see and compare the borax and formalin content of several research results. Methods: This research method was a literature review that aims to compile, tabulate and compare research results, then summarize the entire research. The study search was carried out through an accredited journal site (google scholar) with as many as 20 articles. Result: The results of the full text review of the article were 20 articles that had been reviewed. Then, determined according to the inclusion and exclusion criteria, 12 articles were obtained. Of the 12 articles studied, 5 articles were found which stated that snacks contained borax, 4 articles contained formalin, and 3 articles did not contain borax and formalin. Conclusion: Based on research that has been studied starting from the characteristics, influencing factors, health impacts, and contamination from the content of borax and formalin, it is necessary to have an understanding of how to choose food products that are safe from formalin and borax.
Pencegahan Obesitas pada Remaja Melalui Intervensi Promosi Kesehatan: Studi Literatur Yuni Pertiwi; Sinta Ida Niara
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.278

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tingginya kejadian obesitas pada remaja masih menjadi tantangan kesehatan di dunia. Penyebabnya bersifat multifaktorial namun juga banyak disebabkan oleh perilaku hidup tidak sehat, sehingga diperlukan intervensi kesehatan untuk meningkatkan perilaku sehat agar mencegah obesitas sedini mungkin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab dan komplikasi yang obesitas pada remaja, serta menggambarkan upaya-upaya pencegahan yang data dilakukan. Metode: Penelitian ini merupakan studi literatur dengan mengikuti prokotol PRISMA 2009. Pencarian artikel dilakukan melalui pustaka elektronik dengan menggunakan 3 database (Google Scholar, PubMed Central, dan Lancet). Kriteria inklusi yang ditetapkan ialah penelitian merupakan studi quasi-experimental dan terbitan 10 tahun. Kata kunci yang diguanakan ialah obesity”, “adolescent”, “prevention”, “health promotion”, dan “quasi. Hasil: Hasil penelitian dari tinjauan artikel pada menggunakan kata kunci menemukan sebanyak 8.60 artikel, tetapi 7.059 artikel yang tidak sesuai dan masuk kedalam kriteria eksklusi. Kemudian dihasilkan jumlah akhir 6 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi dan terpilih untuk ditelaah. Kesimpulan: Mencegah obesitas dilakukan melalui perilaku hidup sehat dengan menjaga pola makan dan meningkatkan aktivitas fisik. Perilaku tersebut memerlukan dukungan keluarga dan sekolah. Selain itu, terdapat beberapa alternatif pendukung diet simbang dan aktivitas fisik yang dapat diterapkan pada remaja meliputi: pendidikan kesehatan melalui pesan teks singkat dan booklet, dan video audio visual, pemantauan berat badan melalui aplikasi diet, bersepeda ke sekolah, pemanfaatan halaman sekolah, dan exergaming. Sehingga digharapkan keluarga dan pihak sekolah berperan aktif dalam memberikan edukasi kepada remaja. Kata Kunci: Obesitas, Preventif, Promosi kesehatan, Remaja Abstract Background: The high incidence of obesity in adolescents is still a global health challenge. The causes are multifactorial but also many are caused by unhealthy living behavior, so that health interventions are needed to improve healthy behavior in order to prevent obesity as early as possible. This study aims to determine the causative factors and complications of obesity in adolescents, as well as to describe the prevention efforts that the data has carried out. Methods: Electronic study literature using 3 databases (Google Scholar, PubMed Central, and Lancet) using a quasi-experimental design study found from the last 10 years by following the 2009 PRISMA protocol according to the inclusion and exclusion criteria. Result: The results of the article review using the keywords "obesity", "adolescent", "prevention", "health promotion", and "quasi" a total of 7,059 articles that do not fit and fall into the exclusion criteria. Then a final number of 6 articles was produced that matched the inclusion criteria and was selected for review. Conclusion: Based on this research, to prevent obesity is through healthy living behavior by maintaining a diet and increasing physical activity. This behavior requires support from family and school. In addition, there are several alternatives to support a balanced diet and physical activity that can be applied to adolescents including: health education through short text messages and booklets, and audio-visual videos, weight monitoring through diet applications, cycling to school, utilization of the school yard, and exergaming. Keywords: Adolescent, Health promotion, Obesity, Prevention
Faktor–Faktor yang Berhubungan dengan Penggunaan Kontrasepsi IUD pada WUS Saat Pandemi di Puskesmas Kecamatan Cilincing Tahun 2021 Thalia Altamilano; Agustina Agustina; Yuri Nurdiantami; Novita Dwi Istanti
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.321

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan survei yang dilakukan oleh BKKBN, terjadi penurunan persentase penggunaan kontrasepsi IUD (Intra Uterine Device) sebesar 14,24% sebelum pandemi, menjadi 13,77% setelah pandemi, sehingga total penurunan sebesar 0,47%. Data BPS Kota Jakarta Utara menunjukkan terjadi penurunan penggunaan kontrasepsi IUD di Kecamatan Cilincing pada tahun 2019-2021 sebesar 1,2%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD pada WUS (Wanita Usia Subur) saat pandemi di Puskesmas Kecamatan Cilincing yang dilaksanakan selama Bulan September-Desember Tahun 2021. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross sectional dengan teknik pengambilan data secara simple random sampling dengan besar sampel 150 responden. Instrumen penelitian berupa kuesioner dalam bentuk google formulir. Analisis bivariat penelitian ini menggunakan chi square. Hasil: Hasil penelitian didapatkan faktor yang berhubungan dengan penggunaan kontrasepsi IUD, antara lain pendidikan (p=0,006), pengetahuan (p=0,007), dukungan suami (p=0,008), akses fasilitas kesehatan (p=0,007), dan sosialisasi kesehatan (p=0,011). Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa penggunaan kontrasepsi IUD pada WUS saat pandemi dipengaruhi oleh faktor pendidikan, pengetahuan, dukungan suami, akses fasilitas kesehatan dan sosialisasi kesehatan. Diharapkan dapat terjadi peningkatan pemberian promosi kesehatan tentang kontrasepsi IUD pada WUS dalam meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang penggunaan kontrasepsi IUD. Factors Associated with IUD Contraceptive Use in Women of Reproductive Age During Pandemic at Cilincing District Health Center in 2021 Abstract Background: Based on a survey conducted by the BKKBN, there was a decrease in the percentage of IUD (Intra Uterine Device) use of contraception by 14.24% before the pandemic, to 13.77% after the pandemic, bringing a total decrease of 0.47%. Based on North Jakarta City BPS data, there was a 1.2% decrease in the use of contraception IUDs in Cilincing District in 2019-2021. The purpose of this study was to determine the factors related to the use of IUD contraception in women of reproductive age during a pandemic at the Cilincing District Health Center which was carried out during September-December 2021. Methods: This study used a cross sectional study design with simple random sampling data collection technique with a sample size of 150 respondents. The research instrument was a questionnaire in the form of a google form. Bivariate analysis of this study using chi square. Result: The results showed that factors related to the use of IUD contraception, including education (p = 0.006), knowledge (p = 0.007), husband's support (p = 0.008), access to health facilities (p = 0.007), and health socialization (p = 0.011). Conclusion: This study concludes that the use of IUD contraception in women of reproductive age during a pandemic is influenced by education, knowledge, husband's support, access to health facilities and health socialization. It is hoped that there will be an increase in the provision of health promotion about IUD contraception to women of reproductive age in increasing knowledge and understanding of the use of IUD contraception.
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Merokok Pengunjung di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Rumah Sakit X Briandanu Bintoro; Ira Marti Ayu; Cri Sajjana Prajna Wekadigunawan; Deasy Febriyanty
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.327

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Konsumsi rokok masih menjadi masalah baik di dunia maupun di Indonesia. Indonesia merupakan peringkat tertinggi di ASEAN. Salah satu perlindungan terhadap ancaman bahaya rokok yaitu dengan diterapkannya Kebijakan Kawasan Tanpa Rokok (KTR) termasuk di fasilitas kesehatan. Studi pendahuluan menemukan bahwa pengunjung yang merokok sebanyak 43,3% di Rumah Sakit (RS) X, padahal RS X sudah menerapkan KTR. Selain itu, setiap harinya ditemukan banyak puntung rokok yang berserakan di jalan dan terlihat juga perokok di area parkiran. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan perilaku merokok pengunjung di KTR di Rumah Sakit X Tahun 2021. Metode: Studi cross-sectional pada sebagian pengujung RS X sebanyak 67 orang dilakukan bulan November 2020-Maret 2021. Variabel yang diteliti yaitu perilaku merokok (variable dependen) dan pengetahuan, sikap, peran satgas anti rokok (variabel independen). Data dikumpulkan dengan data primer menggunakan kuesioner yang sudah dilakukan uji validitas dan reliabilitas. Analisis data menggunakan analisis univariat dan bivariat dengan uji Chi Square. Hasil: Uji Chi Square menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara pengetahuan (PR=1,11; 95%CI=0,63-1,30), sikap (PR=1,05; 95%CI=0,79-1,39) dan peran satgas anti rokok (PR=1,03; 95%CI=0,78-1,36) dengan perilaku merokok di KTR. Kesimpulan: Dengan banyak yang melakukan perilaku merokok di KTR, maka diharapkan rumah sakit dapat mengedukasi kepada pengunjung untuk tidak merokok di KTR dan Rumah sakit melakukan program konseling berhenti merokok kepada orang yang ditemukan merokok di KTR. Selain itu, perlu dilakukan pengawasan oleh satgas anti rokok secara rutin dan berkelanjutan setiap hari. Kata Kunci: Pengetahuan, Peran satuan tugas anti rokok, Perilaku merokok, Sikap Abstract Background: Cigarette consumption is still a problem in globally and in Indonesia. Indonesia was the most significant number of smokers in ASEAN. Implementing a Non-Smoking Area (NSA), such as in the hospital area, is one of the protections against the threat of cigarettes. Preliminary studies found that 43,3% of people smoked in Hospital X, even though Hospital X has implemented NSA. In addition, there are many cigarette butts strewn on the street every day, and there are people who smoke in the hospital's parking area. The study objective is to determine factors associated with the visitor's smoking behavior in the NSA at X Hospital year 2021. Methos: A cross-sectional was performed 67 hospital X visitor in November 2020-March 2021. The smoking behavior is as dependent variable and and knowledge, attitudes, also roles of the non-smoking task force officer are as independent variable. Data used primary data using a questionnaire that has been tested for validity and reliability. Data analyzed using univariate and bivariate analysis with chi square test. Result: Bivariate results show that there are no association between knowledge (PR=1.11; 95%CI=0.63-1.30), attitude (PR=1.05; 95%CI=0.79-1.39), and role of non-smoking task force (PR=1.03; 95%CI=0.78-1.36) with smoking behaviour in NSA. Conclusion: It is expected that hospitals can educate visitors to behave such as do not smoke in NSA and Hospital X have smoking cessation counseling programs for people who found to smoke in NSA well. Moreover, it is necessary to supervise the non-smoking task force regularly and continuously every day. Keywords: Attitude, Knowledge, Role of non-smoking task force officer, Smoking behaviour
Lingkungan Fisik Rumah Sebagai Faktor Risiko Kejadian Tuberkulosis Paru di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas Aisyah Apriliciciliana Aryani; Fernanda Lintang Kusuma Wardani; Setiyowati Rahardjo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.333

Abstract

Abstrak Latar belakang: Kecamatan Kebasen merupakan wilayah dengan kasus tuberkulosis paru tertinggi se-Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 dengan jumlah 39 kasus (2,27%). Tujuan penelitian ini untuk meneliti faktor lingkungan fisik rumah (jenis lantai, pencahayaan, luas lantai, dan kepadatan hunian) dengan kejadian tuberkulosis paru di Kecamatan Kebasen, Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian ini menggunakan desain penelitian analitik dengan pendekatan case control. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara kepada responden dan pengukuran dengan menggunakan roll meter dan lux meter. Sampel penelitian terdiri dari 60 responden dimana kelompok kasus 30 responden dan kelompok kontrol 30 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan consecutive sampling. Analisis data dilakukan adalah univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil bivariat menunjukkan terdapat hubungan antara luas ventilasi (p-value 0,000, OR = 13,75, 95% CI 3,917 – 48,266) dan pencahayaan (p-value = 0,0001, OR = 9,57, 95% CI 0,178 – 24,148) dengan kejadian tuberkulosis paru. Kesimpulan: Jenis lantai dan kepadatan hunian tidak memiliki hubungan dengan kejadian tuberkulosis paru. Tenaga kesehatan diharapkan dapat memberikan edukasi dan arahan kepada masyarakat terkait kondisi lingkungan fisik rumah yang memenuhi syarat kesehatan Kata Kunci : Luas ventilasi, Pencahayaan, Tuberkulosis paru Abstract Background: Kebasen sub-district was the area with the highest pulmonary tuberculosis cases in Banyumas Regency in 2019 with a total cases was 39 cases (2.27%). The purpose of this study was to examine the physical environmental factors of the house (type of floor, lighting, floor area, and residential density) associated with the incidence of pulmonary tuberculosis in Kebasen District, Banyumas Regency. Methods: This study used an analytical research design with a case-control approach. Data were collected through interviews with respondents and measurements using a rolling meter and lux meter. The research sample consisted of 60 respondents where the case group was 30 respondents and the control group was 30 respondents. The sampling technique used consecutive sampling. The data analysis was univariate and bivariate using the Chi-Square test. Results: Bivariate results showed that there was a relationship between ventilation area (p-value 0.000, OR = 13.75, 95% CI 3.917 – 48.266) and lighting (p-value = 0.0001, OR = 9.57, 95% CI 0.178 – 24,148 ) with the incidence of pulmonary tuberculosis. Conclusion: Floor-type and occupancy density have no relationship with the incidence of pulmonary tuberculosis. Health workers are expected to be able to provide education and direction to the community regarding the condition of the physical environment of the house that meets health requirements. Keywords : Lighting level, Pulmonary tuberculosis, Ventilation area
Analisis Higiene Sanitasi Tempat Pengolahan Makanan di Wilayah Pasar Curug Kabupaten Tangerang Mayumi Nitami; Decy Situngkir; Erna Veronika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i2.335

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Berdasarkan data BPOM pada periode 2009 hingga 2013 diperkirakan ada 10.700 kasus Kejadian Luar Biasa keracunan pangan di Indonesia yang terjadi, 411.500 orang sakit dan 2.500 orang meninggal dunia. Studi ini ditujukan untuk mengetahui higiene sanitasi tempat pengolahan makanan di Pasar Curug Kabupaten Tangerang. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian semi kualitatif dengan menggunakan desain studi cross sectional. Dilakukan pada bulan Oktober-Desember 2021 dengan sampel 7 pedagang makanan di Pasar Curug Kabupaten Tangerang. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah higiene sanitasi tempat pengolahan makanan yang terdiri dari higiene penjamah makanan, tempat penyimpanan bahan makanan, tempat pengolahan makanan, dan penyimpanan makanan jadi. Analisis data pada penelitian ini digunakan untuk memperoleh gambaran atau deskripsi sesuai dengan tujuan pada penelitian ini. Hasil: Hasil yang diperoleh ditemukan bahwa higiene sanitasi tempat pengolahan makanan di Pasar Curug belum memenuhi persyaratan sesuai dengan Permenkes RI No. 1096/ Menkes/Per/VI/2011 seperti penjamah makanan yang tidak menjaga kebersihan tangan, rambut dan kuku, tidak menggunakan celemek dan penutup kepala, tidak mencuci tangan sebelum menjamah makanan, tidak menggunakan alat atau alas tangan saat menjamah makanan dan kebiasaan merokok atau menggaruk anggota badan pada saat menjamah makanan . Kesimpulan: Foodborne disease masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia karena kurangnya higiene penjamah makanan dan sanitasi lingkungan yang berhubungan dengan tempat pengolahan makanan dan penyajian makanan. Selain itu, masih kurangnya perhatian tentang higiene dan sanitasi makanan serta higiene personal saat mengolah makanan. Diharapkan adanya pemantauan rutin untuk mengevaluasi hygiene dan sanitasi makanan pada pengolah makanan. Analysis of Sanitation Hygiene of Food Processing Places in The Curug Market Area, Tangerang Regency Background: Based on BPOM data from 2009 to 2013, it is estimated that there were 10.700 cases of extraordinary food poisoning in Indonesia with 411.500 people were sick, and 2.500 people died. This study aims to determine the sanitation hygiene of food processing facilities at Curug Market, Tangerang Regency. Methods: This research was semi-qualitative research using a cross-sectional study design that conducted in October-December 2021. The sample of this study were 7 food traders at Curug Market, Tangerang Regency. The variables observed in this study were the sanitation of the food processing area, which consisted of the cleanliness of food handlers, storage areas, food processing areas, and ready-to-eat food storage. Data analysis was used to describe the study's objectives. Results: This study found that the sanitation hygiene of food processing places in Curug Market did not meet the requirements according to the Minister of Health of the Republic of Indonesia No.1096/ Menkes/Per/VI/2011, such as food handlers do not keep their hands, hair, nails clean, do not use aprons and head coverings, do not wash their hands before touching food, do not use tools or hand mats when touching food and smoking. Conclusion: Foodborne disease is still a public health problem in Indonesia due to the lack of hygiene for food handlers and environmental sanitation. There is still a lack of attention to food hygiene and sanitation as well as personal hygiene when processing food. It is expected that there will be regular monitoring to evaluate food hygiene and sanitation in food processors.
Determinan Kematian Ibu Serta Upaya dalam Penurunannya: Studi Literatur Natasha, Tania Zeta; Niara, Sinta Ida
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.73

Abstract

Abstrak Latar belakang: Indikator untuk menetapkan derajat kesehatan masyarakat di suatu negara salah satunya adalah angka kematian ibu (AKI). AKI di dunia dalam 5 tahun terakhir cenderung tinggi dan mengalami stagnan, hingga di Indonesia tahun 2019 AKI masih sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. Hal tersebut tidak sesuai dengan target di tahun 2015 yang sebesar 102 per 100.000 kelahiran hidup. Studi ini menilai determinan kematian ibu dikarenakan di Indonesia belum ada artikel systematic review yang membahas determinan kematian ibu. Metode: Penelitian menggunakan studi literature berdasarkan database Google Scholar dan Pubmed. Penyortiran artikel dilakukan dengan menggunakan kriteria inklusi dan eksklusi, meliputi artikel yang diterbitkan kurang dari tahun 2015 dan lebih dari tahun 2020, susunan tidak lengkap, berupa review, serta tidak meneliti tentang kematian ibu, faktor-faktor penyebab kematian ibu dan upaya menguranginya. Hasil: Hasil penelitian dari tinjauan pustaka artikel dengan menggunakan kata kunci “determinants”, “maternal mortality”, “faktor”, dan “upaya mengurangi” diketahui terdapat 987 artikel (Google Scholar) dan 6633 artikel (Pubmed). Selanjutnya, didapatkan 8 artikel yang sesuai dengan kriteria inklusi untuk dianalisis. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap peningkatan angka kematian ibu diantaranya keberadaan riwayat penyakit, riwayat penggunaan KB, kondisi anemia, dan komplikasi yang terjadi selama kehamilan, persalinan, nifas, penanganan petugas yang terlambat, jumlah anak dan beban kerja ibu. Sehingga, diperlukannya pemberdayaan pada ibu hamil serta kerjasama dengan pemangku kepentingan untuk membuat kebijakan dalam perbaikan akses dan fasilitas pada pelayanan kesehatan yang menunjang dan berkualitas. Kata kunci: Determinan, Faktor, Kematian ibu, Upaya mengurangi Abstract Background: One of the indicators to determine the degree of public health in a country is the maternal mortality rate (MMR). MMR in the world in the last 5 years has tended to be high and stagnant, so that in Indonesia in 2019 the MMR was still at 305 per 100,000 live births. This is not in line with the 2015 target of 102 per 100,000 live births. This study assessed the determinants of maternal mortality because in Indonesia there was no systematic review article that discussed the determinants of maternal mortality. Methods: The study used a literature study based on the Google Scholar and Pubmed databases. Article sorting is done using inclusion and exclusion criteria, included articles published less than 2015 and more than 2020, the composition is incomplete, in the form of a review, and did not examine maternal mortality, the factors that cause maternal death and efforts to reduce it. Results: The results of the research from the article review using the keywords "determinants", "maternal mortality", "factors", and "efforts to reduce" it was found that there were 987 articles (Google Scholar) and 6633 articles (Pubmed). Furthermore, obtained 8 articles that match the inclusion criteria for analysis. Conclusion: There are several factors that can affect the increase in maternal mortality including the presence of a history of disease, history of family planning use, anemia conditions, and complications that occur during pregnancy, childbirth, postpartum, late handling of officers, number of children and mother's workload. Thus, it is necessary to empower pregnant women and collaborate with stakeholders to make policies in improving access and facilities to support and quality health services. Keywords: Determinants, Efforts to reduce, Factors, Maternal mortality
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kepatuhan Penderita Diabetes Mellitus dalam Melaksanakan Diet dan Terapi Olahraga Diabetes Mellitus Dwibarto, Rendita; Anggoro, Sarni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.77

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Secara tidak langsung, kepatuhan pasien penderita DM dalam melaksanakan diet DM dipengaruhi oleh pendidikan, sumber informasi maupun media massa. Keberhasilan pengobatan DM tergantung pada penderita DM yang memiliki pengetahuan yang cukup dan kemudian mampu mengubah sikapnya dengan pengobatan diet rendah gula dan mencegah komplikasi agar memiliki kehidupan yang lebih sejahtera, sehat dan berkualitas. Penelitian ini ditujukan untuk menilai faktor yang mempengaruhi kepatuhan penderita DM dalam melaksanakan diet dan terapi olahraga khusus penderita DM. Metode: Metode penelitian menggunakan kuantitatif melalui desain penelitian cross sectional. Sebagai metode pengambilan sampel, penelitian ini menggunakan purposive sampling untuk total 36 responden menggunakan alat ukur kuesioner. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini berupa uji statistik chi square. Hasil: Hasil analisis menunjukkan bahwa seluruh faktor memiliki pengaruh terhadap kepatuhan penderita DM dalam pelaksanaan diet dan terapi olehraga DM dikarenakan diperoleh p-value <0,05. Berdasarkan analisis melalui pengujian chi-square dipeoleh p-value untuk pengetahun 0,032, sikap 0,008, dukungan petugas 0,002 dan dukungan keluarga, 0,029. Kesimpulan: Ada pengaruh antara pengetahuan, sikap, dukungan petugas kesehatan dan dukungan keluarga terhadap perilaku pasien DM dalam pelaksanaan diet dan terapi olahraga DM di wilayah kerja Puskesmas Pundong, Yogyakarta. Petugas kesehatan Puskesmas Pundong Yogyakarta diharapkan dapat aktif memberikan edukasi pentingnya mengatur pola makan dan olahraga kepada pasien DM. Kata Kunci: Diabetes mellitus, Diet, Kepatuhan, Olahraga Abstract Background: Indirectly, according to DM patients in carrying out the DM diet is influenced by education, information sources and mass media. The success of DM treatment depends on DM patients who have sufficient knowledge and then are able to change their attitude by treating low-sugar diets and complications in order to have a more prosperous, healthy and quality life. This study aimed to assess the factors that influence the compliance of DM patients in implementing diet and exercise therapy specifically for DM patients. Methods: This study was quantitative through a cross sectional research design. As a sampling method, this study used purposive sampling for a total of 36 respondents using a questionnaire measuring instrument. This research used chi square for the analysis of the data Results: The results of the analysis showed that all factors had an influence on the adherence of DM patients in the implementation of diet and exercise therapy for DM because the p-value <0.05 was obtained. Based on the analysis through chi-square test, the p-value for knowledge was 0.032, attitude was 0.008, staff support was 0.002 and family support was 0.029. Conclusion: There is an influence between knowledge, attitude, support from health workers and family support on the behavior of DM patients in the implementation of diet and exercise therapy for DM in the Pundong Health Center, Yogyakarta. Health workers at the Pundong Health Center in Yogyakarta are expected to be active in educating DM patients on the importance of regulating diet and exercise. Keywords: Compliance, Diabetes mellitus, Diet, Exercise
Analisis Penyebab Tenaga Kesehatan Terpapar Coronavirus Disease 19 (Covid-19) Di RS X Tahun 2020 Ratna, Setyarini Dwi; Situngkir, Decy; Handayani, Putri; Muda, Cut Alia Keumala; Irfandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.247

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Tenaga kesehatan merupakan setiap orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan yang memiliki pengetahuan dan/atau ketrampilan melalui pendidikan di bidang kesehatan. Peran dan kerja nyata tenaga kesehatan dari berbagai jenis profesi sebagai garda terdepan dalam upaya penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) sangat krusial untuk mempercepat penanganan pandemi ini. Memberikan pelayan kepada pasien, terutama kepada pasien Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) menyebabkan tenaga kesehatan rentan untuk terpapar Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran penyebab paparan covid-19 pada tenaga kesehatan. Metode: Penelitian ini bersifat deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 6 orang dengan rincian 4 orang informan utama, 1 orang informan kunci dan 1 orang informan pendukung. Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara dan telaah dokumen. Hasil: Ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai dengan peraturan yang berlaku, tetapi ditemukan pengunaan masker N95 dengan sistem UV, tenaga kesehatan bekerja melebihi jam kerjanya dan tidak dapat beristirahat diantara jam kerja dikarenakan penggunaan APD. RS X telah memberikan pendidikan dan pelatihan kepada tenaga kesehatan, tetapi belum menyeluruh dikarenakan jam pelaksanaan dilakukan di jam kerja. Namun, pengawasan penggunaan APD dan pemantauan proaktif deteksi dini di RS X sudah dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada. Kesimpulan: Pada penggunaan masker N95 dengan sistem UV, sebaiknya digunakan dengan maksimal pemakaian 8 jam. Lembar checklist pemenuhan AP Ddiperlukan untuk memantau ketersediaan APD disetiap unit, manajemen rumah sakit dianjurkan dapat mengantur jam kerja dengan menerapkan waktu kerja lebih pendek seperti dengan menerapkan 4 shift kerja setiap harinya. Kata Kunci: Tenaga kesehatan, Covid-19, Penyebab, APD, Pengawasan Abstract Background: Health workers are people who perpetuate themselves in the health sector who have knowledge and/or skills through education in the health sector. The real role and work of health workers from various types of professions as the front line in efforts to deal with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) is very crucial and needed to accelerate the handling of this pandemic. Providing services to patients, especially to patients with Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) causes health workers to be vulnerable to being exposed to Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Methods: This research is descriptive with a qualitative approach. This study's participants comprised six people with details of 4 main informants, one key informant and one supporting informant. Observation, interview and document review methods carried out data collection. Results: Availability of Personal Protective Equipment (PPE) under applicable regulations, but it was found that using N95 masks with UV systems, health workers worked beyond their working hours and could not rest between working hours due to the use of PPE. Hospital X has provided education and training to health workers, but it needs to be more comprehensive because the hours of implementation are carried out during working hours. However, monitoring the use of PPE and proactive monitoring of early detection at Hospital X have been carried out under existing regulations. Conclusion: An N95 mask with a UV system should be used for a maximum of 8 hours. The PPE fulfilment checklist sheet is needed to monitor the availability of PPE in each unit; it is recommended that hospital management arrange working hours by implementing shorter working hours, such as four work shifts every day. Keywords : Health workers, Covid-19, Causes, PPE, Supervision

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue