cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Leadership Walkrounds dalam Meningkatkan Budaya Keselamatan Pasien di Rumah Sakit: Scoping Review Jaya, Danil Anugrah; Darmawan, Ede Surya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.492

Abstract

Latar Belakang: Pelayanan kesehatan di rumah sakit harus mengutamakan mutu pelayanan dan keselamatan pasien. Leadership Walkrounds merupakan metode yang efektif untuk meningkatkan budaya keselamatan pasien dan kualitas pelayanan, melalui komunikasi langsung antara manajer dan karyawan. Hal ini berkontribusi pada pengembangan keterampilan karyawan, menjaga budaya keselamatan pasien, meningkatkan keterlibatan karyawan, dan mengurangi burnout pegawai. Tujuan tinjauan literatur ini adalah untuk mengetahui efektivitas Leadership Walkrounds dalam meningkatkan budaya keselamatan pasien di rumah sakit. Metode: Studi ini dilakukan dengan metode scoping review dengan pedoman Arksey dan O’Malley. Studi dilakukan dengan mengikutsertakan publikasi dari tahun 2013 hingga 2023. Pencarian literatur dilakukan pada 3 database elektronik menemukan sebanyak 137 artikel yang kemudian menghasilkan 6 artikel yang akan masuk ke dalam tinjauan. Analisis dilakukan dengan mencari dampak dan faktor yang memengaruhi efektivitas Walkrounds. Hasil: Hasil tinjauan menunjukkan bahwa Walkrounds efektif dalam meningkatkan keselamatan pasien, budaya keselamatan, keterlibatan tenaga kerja, dan mengurangi kelelahan. Implementasi yang tepat dan partisipasi aktif tenaga kerja penting untuk keberhasilan Walkrounds. Walkrounds bukanlah solusi tunggal, pendekatan terintegrasi dan komprehensif juga diperlukan. Komitmen kuat dari pimpinan dan lingkungan yang mendukung komunikasi terbuka, umpan balik, dan kolaborasi sangat penting. Kesimpulan: Walkrounds membantu mengidentifikasi masalah, mencegah kesalahan, meningkatkan komunikasi tim, dan melibatkan pasien dalam perawatan. Implementasi Walkrounds harus menjadi bagian dari strategi yang lebih luas, dengan pedoman yang jelas, kolaborasi antar organisasi, dan keterlibatan pasien untuk hasil yang optimal.Kata Kunci: Budaya keselamatan pasien, Leadership walkrounds, Rumah sakit Background: Healthcare services in hospitals should prioritize the quality of care and patient safety. Leadership walkrounds are an effective method to enhance patient safety culture and service quality through direct communication between managers and employees. It contributes to the development of employee skills, maintaining patient safety culture, improving employee engagement, and reducing burnout. The aim of this review is to assess the effectiveness of Leadership walkrounds in enhancing patient safety culture in hospitals.Methods: This study was conducted using the scoping review method following the Arksey and O'Malley framework. Publications from 2013 to 2023 were included in the search. Literature search was conducted in 3 electronic databases resulting in a total of 137 studies, which then resulting 6 articles will be included on this study. Analysis was performed on all identified studies, focusing on the impact and factors influencing the effectiveness of walkrounds.Results: The review findings indicate that Walkrounds are effective in improving patient safety, safety culture, employee engagement, and reducing fatigue. Proper implementation and active employee participation were crucial for the success of Walkrounds. Walkrounds were not a standalone solution; an integrated and comprehensive approach was also required. Strong commitment from leadership and an environment that supports open communication, feedback, and collaboration were highly important. Conclusion: Walkrounds help identify issues, prevent errors, improve team communication, and involve patients in care. Implementation should be part of a broader strategy, with clear guidelines, interorganizational collaboration, and patient involvement for optimal outcomes.Keywords: Hospital, Leadership walkrounds, Patient safety culture
Determinan Keberadaan Bakteri E. coli pada Air Minum: Survei pada Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan Purba, Surya Kusuma; Handini, Myrnawati Crie; Sirait, Asima
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.493

Abstract

Latar Belakang: Air minum isi ulang harus bebas dari cemaran bakteri E. coli dikarenakan sebagian besar masyarakat menjadikan air minum isi ulang sebagai sumber air minum utama. Pemeriksaan bakteri E. coli dan faktor determinannya perlu dilakukan pada DAMIU di Kecamatan Medan Belawan sebagai evaluasi terhadap kualitas air minum isi ulang. Penelitian ini bertujuan menganalisis bakteri E. coli di DAMIU serta faktor determinan yang berhubungan dengan kandungan E. coli yang meliputi tempat pengolahan, kondisi peralatan, kondisi penjamah dan sumber air baku.Metode: Penelitian dilakukan sejak Oktober 2021 sampai dengan Agustus 2022 dengan menggunakan desain studi Cross-sectional. Pengumpulan data dilakukan di 30 DAMIU di Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara melalui observasi dan wawancara dengan merujuk pada Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 43 Tahun 2014 tahun 2014 Tentang Higiene Sanitasi Depot Air Minum. Uji Chi Square digunakan untuk menguji hubungan faktor determinan dengan keberadaan E. coli, sementara regresi logistik berganda dilakukan untuk mengetahui faktor determinan yang paling berpengaruh.Hasil: Penelitian ini menemukan hubungan yang signifikan antara tempat pengolahan air minum isi ulang (p=0,015), kondisi peralatan pengolahan air minum (p=0,001), dan kondisi penjamah pengolahan air minum (p=0,004) dengan keberadaan bakteri E. coli di DAMIU Kecamatan Medan Belawan.Kesimpulan: Kondisi penjamah merupakan variabel yang paling dominan berpengaruh terhadap keberadaan E. coli pada air minum isi ulang. Oleh karena itu, disarankan agar pemeriksaan bakteriologis dan kimiawi berkala dilakukan oleh pengusaha dan petugas kesehatan. Kata Kunci: Depot air minum isi ulang, E. coli, Faktor determinan Background: Refill drinking water must be free from E. coli contamination because most people used it as their main source of drinking water. Examination of E. coli and its determinant factors needs to be carried out at Refill Drinking Water Depot (RDWD) in Belawan District as an evaluation of the quality of refill drinking water. This study aimed to analyze E. coli bacteria in RDWD and determinants associated with E. coli, including processing facilities, equipment conditions, handler conditions, and the source of water.Method: This study was conducted from October 2021 to August 2022 with a Cross-sectional approach. Data collection was carried out at 30 RDWDs in Belawan District, Medan Municipal, North Sumatra through observation and interview references to Minister of Health Regulation Number 43 of 2014 Concerning Drinking Water Depot Sanitation Hygiene. Chi-square test was performed to examine the relationship between determinant and the occurrence of E. coli, while logistic regression was used to identify the most influential determinant.Results: The results reveal that E. coli was significantly associated with the dependent variables, including the processing location of refill drinking water (p=0.015), the condition of refill drinking water processing equipment (p=0.001), and the condition of refill drinking water processing handlers (p=0.004) in the RDWDs in the study.Conclusion: The condition of the handlers was the most dominant determinant in the presence of E. coli in refill drinking water. This research emphasizes the importance of periodic bacteriological and chemical examinations by owners and health officials.Keywords: Determinant factors, E. coli, Refill drinking water depot
Faktor yang Berhubungan dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja di PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin Silangen, Edmundo Nathanael; Irwanto, Bian Shabri Putri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.498

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi menjadi salah satu penyakit tidak menular yang menyebabkan kematian prematur di dunia. Berdasarkan data yang diperoleh dari pengukuran tekanan darah pekerja PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin pada bulan Desember 2022, ditemukan bahwa sebanyak 21,4% pekerja tergolong normal, 54,5% pekerja tergolong prahipertensi, 23,2% pekerja tergolong hipertensi tingkat 1, dan 0,9% pekerja tergolong hipertensi tingkat 2. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan peningkatan tekanan darah pada pekerja di PT Wijaya Tirutama Plywood Industri Banjarmasin.Metode: Penelitian ini bersifat cross-sectional yang dilaksanakan di PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin pada bulan Maret 2023 dengan sampel sebanyak 30 orang yang diambil secara random sampling. Variabel independen pada penelitian ini adalah usia, Indeks Massa Tubuh (IMT), masa kerja, shift kerja, kebiasaan merokok, konsumsi kafein, dan stres kerja. Variabel dependen pada penelitian ini adalah tekanan darah. Pengambilan data dilakukan menggunakan kuesioner karakteristik individu, kuesioner pengukuran stres kerja, dan alat pengukur tekanan darah digital. Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji korelasi Spearman.Hasil: Hasil penelitian menemukan sebanyak 15 (50%) tekanan darah pekerja masuk ke dalam kategori prahipertensi. Berdasarkan hasil analisis uji statistik, ditemukan bahwa ada hubungan yang signifikan antara Indeks Massa Tubuh (IMT) (p=0,019) dengan tekanan darah.Kesimpulan: Hubungan yang signifikan dengan tekanan darah ditemukan pada variabel Indeks Massa Tubuh (IMT). Sebagai saran, perusahaan dapat merencanakan menu gizi seimbang dengan memperhatikan kandungan gizi untuk mengurangi hipertensi pekerja.Kata Kunci: Hipertensi, Indeks massa tubuh, Tekanan darah Background: Hypertension is one diseases that caused a worldwide premature death. Based on the data obtained from measuring the blood pressure of workers at PT Wijaya Triutama Plywood Industry Banjarmasin in December 2022, it was found that 21.4% of workers had normal blood pressure, 54.5% of workers had prehypertension, 23.2% of workers had stage 1 hypertension, and 0.9% of workers had stage 2 hypertension. This study aims to analyse factors which is corelated to the increase of PT Wijaya Triutama Plywood Industri workers’ blood pressure.Methods: This cross-sectional study was conducted at PT Wijaya Triutama Plywood Industri Banjarmasin in March 2023 with a sample of 30 individuals which was determined by random sampling method. The independent variables were age, Body Mass Index (BMI), length of employment, work shifts, smoking habits, caffeine consumption, and work-related stress. The dependent variable in this study was blood pressure. Individual characteristic and stress measurement questionnaire along with digital blood pressure device were used in the data retrieval process. The Chi-square test and the Spearman correlation test were performed for data analysis.Results: This study discovered that 15 (50%) workers had prehypertension. Based on the statistical analysis, Body Mass Index (BMI) (p=0.019) had a significant correlation with blood pressure.Conclusion: The variable that had a significant correlation with blood pressure is Body Mass Index (BMI). Companies can plan a balanced nutritional menu by managing the nutritional content to reduce hypertension in workers.Keywords: Body mass index (BMI), Blood pressure, Hypertension
Analisis Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Bayi Berat Lahir Rendah Afidah, Andi Nisa Fathimiyah; Rahma, Rahma; Stang, Stang
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.515

Abstract

Latar Belakang: Bayi berat lahir rendah (BBLR) merupakan penyebab terbesar dari Angka Kematian Neonatal (AKN) menurut data Profil Kesehatan Indonesia tahun 2021. Risiko BBLR sangat banyak hingga dapat menyebabkan kematian baik ibu maupun anak. Tujuan penelitian yaitu mengetahui variabel yang menjadi faktor risiko yang memengaruhi kejadian BBLR pada ibu hamil di RS Ibu dan Anak Ananda pada bulan Agustus 2022. Metode: Studi kasus kontrol yang berlangsung pada bulan Maret-April 2023 di RSIA Ananda Makassar. Sebanyak 458 ibu yang tercatat melahirkan di bulan Agustus 2022 menjadi populasi dalam penelitian ini dengan sampel 72 ibu yang terdiri dari 36 ibu yang melahirkan normal dan 36 ibu melahirkan BBLR. Pengambilan sampel dilakukan dengan stratified random sampling. Uji statistik menggunakan uji Chi-Square dan Fisher Exact. Hasil: Faktor yang memengaruhi kejadian BBLR adalah usia (p=0,002), paritas (p=0,009), dan anemia (p=0,013). Adapun variabel yang bukan faktor risiko BBLR adalah pendidikan (p=1,00), pekerjaan (p=0,599), hipertensi (p=0,49) dan kehamilan kembar (p=0,303). Kesimpulan: Ada pengaruh usia ibu, paritas, dan anemia ibu hamil dengan kejadian BBLR di RS Ibu dan Anak Ananda bulan Agustus 2022. Sedangkan pendidikan, pekerjaan, hipertensi, dan kehamilan kembar tidak berpengaruh. Ibu hamil sebaiknya meminum tablet tambah darah, melakukan ANC minimal 6x, dan memakai KB jika paritas ≥4 atau ibu berusia <21 tahun atau ≥35 tahun.Kata Kunci: Anemia, BBLR, Paritas, Usia ibu Background: Low birth weight (LBW) babies are the biggest cause of Neonatal Mortality Rate (AKN) according to the Indonesian Health Profile in 2021. The risks that LBW can cause are so many that they can cause both mother and child death. This study aims to find the risk variables that affect the incidence of LBW in pregnant women at Ananda Mother and Child Hospital in August 2022. Methods: Conducted quantitative research using a case-control study in March-April 2023 at RSIA Ananda Makassar. The population was 458 women who gave birth in August 2022, with a sample of 72 consisting of 36 women who gave birth normally and gave birth to LBW. Stratified random sampling is the method of sampling that is employed. Fisher and chi-square are the statistical tests used.Results: The results showed that the factors that influenced the incidence of LBW were age (p=0.002), parity (p=0.009), and anemia (p=0.013), while education (p=1.00), occupation (p=0.599), hypertension (p=0.49) and multiple pregnancies (p=0.303) are not. Conclusion: There is an influence between maternal age, parity, and anemia of pregnant women on the incidence of LBW at Ananda Mother and Child Hospital in August 2022, while education, employment, hypertension, and multiple pregnancies have no effect. Pregnant women should take blood supplement tablets, do ANC at least six times, and use family planning if parity ≥4 or the mother's age <21 or ≥35 years.Keywords: Anemia, LBW, Maternal age, Parity
Kepatuhan Prosedur dan Iklim Keselamatan di Ketinggian: Kasus pada Pekerjaan Konstruksi Fatiqa, Irna Anggun; Rahadian Pristya, Terry Yuliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.522

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Bekerja di ketinggian menjadi penyumbang terbesar kecelakaan kerja di Indonesia hingga mencapai 38% dari jumlah total kasus kecelakaan kerja. Dalam mengurangi risiko jatuh dari ketinggian dapat dilakukan dengan mematuhi standar operasional prosedur (SOP) sebagai salah satu faktor yang memengaruhi kepatuhan adalah iklim keselamatan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan hubungan antara iklim keselamatan dan kepatuhan pekerja terhadap prosedur operasional standar (SOP) di ketinggian. Metode: Studi kuantitatif ini menggunakan desain Cross-sectional. Sampel sebanyak 92 karyawan dipilih melalui teknik consecutive sampling yang terlibat dalam proyek pembangunan The Park Mall Sawangan. Variabel bebas iklim keselamatan diperoleh menggunakan kuesioner NOSACQ-50, variabel terikat kepatuhan diperoleh melalui wawancara kuesioner dan observasi. Dimensi iklim keselamatan yang paling mempengaruhi kepatuhan SOP pada pekerjaan di ketinggian diidentifikasi dengan menggunakan analisis multivariat regresi logistik berganda.Hasil: Proporsi pekerja yang patuh terhadap SOP bekerja di ketinggian sebesar 58,7%, dan sebagian besar dimensi iklim keselamatan masuk dalam kategori cukup rendah. Pekerja yang memiliki persepsi yang baik tentang prioritas keselamatan pekerja dan risiko keselamatan yang tidak dapat diterima memiliki 2,51 kali lebih tinggi untuk memenuhi SOP (95%CI=1,00-6,24) dibandingkan dengan pekerja yang memiliki persepsi cukup. Kesimpulan: Manajemen diharapkan dapat meningkatkan prioritas keselamatan dan komitmen keselamatan melalui perencanaan sistem manajemen keselamatan yang lebih matang, yang mencakup strategi peningkatan kepatuhan pekerja terhadap prosedur kerja.Kata kunci : Bekerja di ketinggian, Iklim keselamatan, Kepatuhan AbstractBackground: Working at height is the largest contributor to work accidents in Indonesia, reaching 38% of the total number of work accident cases. Reducing the risk of falling from a height can be done by complying with standard operating procedures (SOP) where one of the factors that influences compliance is the safety climate. This research aims to determine the relationship between safety climate and worker compliance with standard operating procedures (SOP) at height.Methods: This quantitative study used a cross-sectional design. A sample of 92 employees was selected using a consecutive sampling technique who were involved in the Sawangan Park Mall development project. The independent variable safety climate was obtained using the NOSACQ-50 questionnaire, the dependent variable compliance was obtained through questionnaire interviews and observation. The safety climate dimensions that most influence SOP compliance for work at height were identified using multiple logistic regression multivariate analysis.Result: The proportion of workers who comply with the SOPs for working at heigths is 58,7%, and most dimensions of the safety climate are in the quite low category. Workers who have a good perception of worker safety priorities and unacceptable safety risks are 2.51 times more likely to comply with SOPs (95%CI=1.00-6.24) compared to workers who have a fair perception.Conclusion: Management is expected to increase safety priorities and safety commitment through planning a more mature safety management system, which includes strategies for increasing worker compliance with work procedures.Keywords: Compliance, Safety climate, Working at height
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Dukungan Keluarga dengan Kejadian Stunting di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak Sulistyawati, Rahma Dewi; Rokhaidah, Rokhaidah
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.534

Abstract

AbstrakLatar Belakang : Gangguan tumbuh kembang anak akibat gizi buruk disertai infeksi berulang sehingga tinggi badan anak di bawah standar nilai normal adalah definisi dari stunting. ASI eksklusif dan dukungan keluarga merupakan faktor yang dapat mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Penelitian ini ditujukan untuk menganalisis hubungan pemberian ASI eksklusif dan dukungan keluarga dengan variabel stunting.Metode : Desain cross sectional digunakan oleh peneliti dengan jumlah responden 140 yang diambil dengan cara total sampling. Ibu yang memiliki anak usia 24-59 bulan di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak adalah responden penelitian. Data stunting diambil secara langsung dengan mengukur Tinggi Badan Balita menggunakan microtoise dan dianalisis dengan standar antropometri berdasarkan indeks tinggi badan menurut usia dari Kementerian Kesehatan RI. Instrumen berupa kuesioner digunakan untuk mengambil data pemberian ASI eksklusif dan dukungan keluarga.Hasil: Peneliti mendapatkan hasil dari analisis statistik yaitu variabel pemberian ASI Eksklusif berhubungan dengan variable stunting (nilai p = 0,008), dan variable dukungan keluarga berupa dukungan emosional, dukungan kognitif, dan dukungan fasilitas (nilai p = 0,003, OR= 6,10) berhubungan dengan stunting pada anak di Wilayah Posyandu Kelurahan Cipedak.Kesimpulan : ASI eksklusif dan dukungan keluarga mempengaruhi kejadian stunting pada anak. Disarankan ibu untuk meningkatkan pengetahuan mengenai pencegahan stunting dan mencari informasi tentang pentingnya ASI eksklusif. Untuk bayi. Disarankan juga untuk keluarga agar memberikan dukungan kepada ibu dalam praktik pemberian nutrisi kepada anak seperti dukungan emosional dan dukungan fasilitas.Kata Kunci : ASI Eksklusif, Dukungan Keluarga, Stunting AbstractBackground: Impaired child growth and development due to poor nutrition accompanied by repeated infections so that the child's height is below the normal standard value is the definition of stunting. Exclusive breastfeeding and family support are factors that can influence the incidence of stunting in children. The aim of this research was to analyze the relationship between exclusive breastfeeding and family support with stunting variables.Method: A cross sectional design was used by researchers with a total of 140 respondents taken by total sampling. Mothers who have children aged 24-59 months in the Posyandu Area, Cipedak Village are research respondents. Stunting data was taken directly by measuring toddler height using microtoise and analyzed using anthropometric standards based on the height index for age from the Indonesian Ministry of Health. An instrument in the form of a questionnaire was used to collect data on exclusive breastfeeding and family support.Results: Researchers obtained the results of statistical analysis of variables, namely that exclusive breastfeeding was related to the stunting variable (p value = 0.008), and family support variables in the form of emotional support, cognitive support and facility support (p value = 0.003, OR= 6.10) were related to stunting in children in the Posyandu Area, Cipedak Village.Conclusion: Exclusive breastfeeding and family support influenced the incidence of stunting in children. It is recommended that mothers increase their knowledge about stunting prevention and seek information about the importance of exclusive breastfeeding. For babies. It is also recommended that families provide support to mothers in practicing providing nutrition to children, such as emotional support and facility support.Keywords: Exclusive breastfeeding, family support, stunting
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Nilai Kadar Glukosa Darah Sewaktu pada Pra Lansia di Posbindu Puskesmas Bojong Rawalumbu Mizan, Syaiful; Soliah, Alvia; Sitoayu, Laras
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.546

Abstract

Latar Belakang: Penyakit diabetes melitus (DM) khususnya tipe 2 sudah menjadi satu jenis tantangan kesehatan dalam masyarakat yang saat ini dihadapi oleh negara Indonesia. Kategori umur 45 tahun keatas perlu mendapatkan kepedulian lebih dalam hal pelacakan awal dan pengelolaan diabetes, guna mencegah persoalan selanjutnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan faktor-faktor (ukuran lingkar perut, indeks massa tubuh/IMT, asupan serat dan indeks glikemik makanan) dengan nilai kadar glukosa darah sewaktu pada pra lansia di Posbindu Puskesmas Bojong Rawalumbu.Metode: Studi Cross-sectional dilakukan dari bulan Agustus hingga Desember 2020. Sampel diambil menggunakan metode stratified random sampling. Terpilih 102 responden yang berusia antara 49-59 tahun. Pengumpulan data antropometri yaitu berat badan (BB), tinggi badan (TB), dan ukuran lingkar perut. Asupan serat dan indeks glikemik makanan diukur dengan melakukan food recall selama 2 x 24 jam. Data dianalisis dengan uji korelasi Spearman.Hasil: Terdapat hubungan antara ukuran lingkar perut (nilai p = 0,001, r = 0,331) dan IMT (nilai p = 0,006, r = 0,270) dengan kadar glukosa darah sewaktu. Serta tidak ada hubungan antara asupan serat (nilai p = 0,638, r = 0,047) dan indeks glikemik makanan (nilai p = 0,989, r = 0,001) dengan kadar gula darah sewaktu.Kesimpulan: Variabel yang mempengaruhi tingkat glukosa darah sewaktu pada kelompok usia pra lansia adalah lingkar perut dan IMT. Kata Kunci: Glukosa darah sewaktu, IMT, Lingkar perut, Pra lansia Background: Diabetes mellitus (DM), especially type 2, has become a type of health challenge in society that is currently being faced by the country of Indonesia. The age category of 45 years and over needs to receive more attention in terms of early tracking and management of diabetes, in order to prevent further problems. The aim of this study was to determine the relationship between factors (abdominal circumference, body mass index/BMI, fiber intake and food glycemic index) with the value of blood glucose levels during the elderly at Integrated Coaching Post Bojong Rawalumbu Public Health Center.Method: A Cross-sectional study was conducted during August to December 2020. Samples were selected through stratified random sampling. About 102 subjects aged between 49-59 years were selected. Anthropometric data were collected which body weight, height, and abdominal circumference. Fiber intake and food glycemic index were measured by conducting a food recall for 2x24 hours. Data were analyzed using the Spearman correlation test.Results: There was a relationship between abdominal circumference (p value = 0.001, r = 0.331) and BMI (p value = 0.006, r = 0.270) with instantaneous blood glucose levels. And there was no relationship between fiber intake (p value = 0.638, r = 0.047) and food glycemic index (p value = 0.989, r = 0.001) with instant blood sugar levels.Conclusion: Variables that associated to blood glucose levels during the pre elderly age group were abdominal circumference and BMI.Keywords: Abdominal circumference, BMI, Pre-elderly, Random blood glucose
Memahami Faktor-Faktor yang Memengaruhi Tingkat Vaksinasi Covid-19: Menggali Peranan Determinan Sosial di Ternate Sangadji, Namira Wadjir; Nurcandra, Fajaria; Putri, Annisa Ika; Veronika, Erna
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.551

Abstract

Latar Belakang: Survei penerimaan vaksin COVID-19 di Indonesia belum menyebutkan secara spesifik prevalensinya di Maluku Utara, khususnya di Kota Ternate. Salah satu media lokal menulis bahwa pejabat daerah dan petugas kesehatan masih ragu dengan keamanan vaksin tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui determinan sosial yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19 pada masyarakat Kota Ternate pada tahun 2021Metode: Penelitian Cross-sectional dilakukan di Kota Ternate pada bulan April sampai Mei 2021 dengan jumlah sampel sebanyak 178 orang yang dipilih menggunakan multistage cluster sampling. Sampelnya adalah warga yang tinggal di Kota Ternate dan berusia lebih dari 18 tahun, sedangkan kriteria eksklusi adalah menolak peserta wawancara langsung. Data primer dikumpulkan menggunakan kuesioner semi-terstruktur untuk mengumpulkan data demografi, pengetahuan, dan penerimaan vaksin. Analisis dilakukan menggunakan regresi logistik untuk menilai faktor yang paling berpengaruh terhadap penerimaan vaksin.Hasil: Lebih dari separuh responden menolak vaksin COVID-19 (59,40%), dengan alasan paling umum adalah tidak yakin akan efektivitasnya (42,60%) dan tidak yakin akan keamanannya (36,60%). Status perkawinan (PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), pendapatan (PR=4,45; 95% CI 1,86-10,58), riwayat infeksi COVID-19 (PR=0,20; 95% CI 0,08-0,45), dan pengetahuan (PR=8,97; 95% CI 3,77-21,27) berpengaruh terhadap penerimaan vaksin COVID-19 dengan p<0,05.Kesimpulan: Status perkawinan, pendapatan, riwayat terinfeksi COVID-19, dan pengetahuan ditemukan sebagai faktor yang berhubungan dengan penerimaan vaksin COVID-19. Disarankan adanya pendekatan untuk mengatasi penolakan vaksinasi, seperti memperkuat media layanan kesehatan untuk memberikan informasi yang dibutuhkan dan mengkampanyekan vaksin COVID-19 melalui media sosial, serta tatap muka.Kata Kunci: COVID-19, Determinan sosial, Penerimaan vaksin Background: The survey of COVID-19 vaccine acceptance in Indonesia has not specifically stated the prevalence in North Maluku, especially in Ternate City. One local media wrote that regional officials and health workers were still unsure of the vaccine's safety. This study aimed to determine related determinant factors of COVID-19 vaccine acceptance among people in Ternate in 2021.Methods: A Cross-sectional study was conducted in Ternate from April to May 2021, with 178 samples selected using multistage cluster sampling. The sample were residents who lived in Ternate and were more than 18 years old, while the exclusion criteria were refused to direct interview participants. Primary data were collected using questionnaires. A semi-structured questionnaire collected demographics, knowledge, and vaccine acceptance. Data were analyzed using logistic regression to assess the most influential factors on vaccine acceptance.Result: More than half of the respondents refused the COVID-19 vaccine (59.40%), with the most common reasons being unsure of its effectiveness (42.60%) and unsure of its safety (36.60%). Marital status ((PR=0,23; 95% CI 0,08-0,62), income (PR=4.45; 95% CI 1.86-10.58), history of COVID-19 infection (PR=0.20; 95% CI 0.08-0.45), and knowledge (PR=8.97; 95% CI 3.77-21.27) affected the acceptance of COVID-19 vaccine with p<0.05.Conclusion: Marital status, income, history of being infected with COVID-19, and knowledge were found as factors related to COVID-19 vaccine acceptance. It is recommended that there be an approach to overcome vaccination refusal, such as strengthening health service media to provide the information needed and campaigning the COVID-19 vaccine through social media. as well as face-to-face.Keywords: COVID-19, Social determinant, Vaccine acceptance
Environmental Factors and the Pulmonary Tuberculosis Cases in Bandung City in 2015-2019: an Ecological Study Atillah, Cecilia Nadine; Wulandari, Ririn Arminsih; Kurniasari, Fitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.566

Abstract

Introduction: Pulmonary tuberculosis continues to be primary threat to public health by about 10.6 million cases in 2021. Among the countries, Indonesia being the second-largest contributor of tuberculosis cases. Bandung is the city in Indonesia which the incidence of pulmonary tuberculosis has been risen steadily since 2015. However, there is no information about the causes of the risen cases in Bandung city. Methods: Using an ecological study methodology, this study investigated the relationship between the number of pulmonary tuberculosis cases and the environmental factors including of healthy house coverage, population density, and the coverage of families with clean and healthy living behaviors. The correlation test between variables was done with either the Spearman correlation test or the Pearson correlation test, based on the results of the normality test on each data. Results: This study demonstrates a correlation between the coverage of healthy house and population density with the number of pulmonary tuberculosis cases, with both having a p-value of <0.001, but not the coverage of families with clean and healthy living behaviors. Conclusion: It is advisable to empower local communities, utilize the technology as an empowerment facility, and utilize the role of public figures in health promotion to maximize the government efforts to prevent the pulmonary tuberculosis.Keywords: Healthy house, PHBS, Population density, Pulmonary tuberculosis Latar Belakang: Tuberkulosis paru masih menjadi ancaman utama bagi kesehatan masyarakat dengan jumlah kasus sebesar 10,6 di tahun 2021. Di dunia, Indonesia merupakan kontributor kasus tuberkulosis terbesar kedua. Kota Bandung merupakan kota di Indonesia yang insiden tuberkulosis parunya terus meningkat sejak tahun 2015. Namun, tidak terdapat informasi mengenai penyebab kenaikan kasus di Kota Bandung. Metode: Menggunakan metode studi ekologi, studi ini meneliti hubungan antara kasus tuberkulosis paru dengan faktor lingkungan, termasuk cakupan rumah sehat, kepadatan penduduk, dan cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Uji korelasi antar variabel akan dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman atau uji korelasi Pearson, bergantung pada hasil uji normalitasnya masing-masing.Hasil: Studi ini menunjukkan korelasi antara cakupan rumah sehat dan kepadatan penduduk dengan kasus tuberkulosis, dengan keduanya memiliki nilai p sebesar <0,001, namun tidak dengan cakupan rumah tangga berperilaku hidup bersih dan sehat. Kesimpulan. Dari hasil studi ini, disarankan untuk memerdayakan komunitas lokal, memanfaatkan teknologi sebagai fasilitas pemberdayaan, dan memaksimalkan peran figur publik dalam upaya promosi kesehatan untuk memaksimalkan upaya pemerintah dalam usaha pencegahan tuberkulosis paru.Kata kunci: Kepadatan penduduk, PHBS, Rumah sehat, Tuberkulosis paru, Usia
Harga Diri, Penerimaan Diri, dan Kecemasan Sosial pada Remaja di Panti Asuhan “X” Cirebon Madani, Della Aprilia; Tobing, Duma Lumban
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.571

Abstract

Latar Belakang: Kecemasan sosial pada remaja muncul ketika mereka mengalami kekhawatiran berlebihan saat berada dalam situasi sosial. Hal ini dapat menghambat perkembangan sosial dan kesejahteraan emosional mereka, memengaruhi kemampuan untuk berinteraksi, dan menyebabkan ketidaknyamanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi korelasi antara harga diri dan penerimaan diri dengan kecemasan sosial pada remaja di Panti Asuhan “X” Cirebon.Metode: Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Juni 2023 dengan menggunakan pendekatan Cross-sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling dengan melibatkan 127 remaja. Pengumpulan data dengan menggunakan instrumen Rosenberg Self-Esteem Scale, Berger’s Self-Acceptance Scale, dan Social Anxiety Scale for Adolescents. Data karakteristik variabel disajikan berupa distribusi frekuensi. Uji korelasi Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05 digunakan untuk menguji hubungan antar variabel.Hasil: Studi ini menemukan 49 responden (38,6%) memiliki harga diri rendah dalam kategori sedang, 71 responden (55,9%) memiliki penerimaan diri dalam kategori sedang, 45 responden (35,4%) berada dalam kategori kecemasan sosial sedang. Hasil menunjukkan hubungan harga diri dengan kecemasan sosial (p= 0,0001) dan terdapat hubungan penerimaan diri dengan kecemasan sosial (p=0,0001). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara harga diri dan penerimaan diri terhadap kecemasan sosial. Perlunya mengoptimalkan pengetahuan remaja dan dukungan sosial untuk meningkatkan harga diri dan penerimaan diri mereka serta bersikap positif terhadap diri sendiri sehingga kecemasan sosial yang dialami dapat diatasi.Kata Kunci: Harga diri, Kecemasan sosial, Penerimaan diri, Remaja Background: Social anxiety in teenagers appears when they experience excessive worry in social situations. This condition can hinder their social development and emotional well-being, affect their ability to interact, and cause discomfort. This research aimed to identify the correlation between self-esteem, self-acceptance, and social anxiety in adolescents at the Orphanage "X" Cirebon.Method: This research was conducted from April to June 2023 used a cross-sectional approach. Sampling was carried out using a purposive sampling technique involving 127 teenagers. Data were collected using the Rosenberg Self-Esteem Scale, Berger's Self-Acceptance Scale, and the Social Anxiety Scale for Adolescents instruments. Characteristics data was presented in the form of a frequency distribution. The Spearman correlation test with a significance level of α = 0.05 was used to test the relationship between variables.Results: This study found that 49 respondents (38.6%) had low self-esteem in the medium category, 71 respondents (55.9%) had self-acceptance in the medium category, and 45 respondents (35.4%) were in the moderate social anxiety category. The result showed a relationship between self-esteem and social anxiety (p = 0.0001) and there was a relationship between self-acceptance and social anxiety (p = 0.0001).Conclusion: There was a significant relationship between self-esteem and self-acceptance on social anxiety. There was a need to optimize teenagers' knowledge and social support to increase their self-esteem and self-acceptance and have a positive attitude towards themselves so that the social anxiety they experience can be overcome.Keywords: Adolescents, Self-acceptance, Self-esteem, Social anxiety

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue