cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Pengelolaan Limbah Infeksius Rumah Tangga dalam Masa Pandemi Covid-19 Hayati, Nisrina; Izzati, Mutiara Nur
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.270

Abstract

Abstrak Latar belakang: Limbah medis infeksius dalam masa pandemi COVID-19 berpotensi menjadi media penyebaran virus jika tidak dikelola dengan benar. Kurangnya informasi di masyarakat tentang pengelolaan limbah infeksius rumah tangga termasuk faktor yang memengaruhi cara pengelolaannya. Tulisan ini menjelaskan penanganan limbah infeksius rumah tangga, dari sumber sampai penanganan lanjutan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengertian, jenis, dan cara mengelola limbah infeksius rumah tangga pada masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian dilakukan dalam bentuk kajian pustaka jurnal, artikel, pedoman kesehatan dan lingkungan yang berlaku secara nasional maupun internasional. Proses pencarian menggunakan kata kunci, yaitu pengelolaan limbah infeksius pada masa COVID-19 dan limbah infeksius rumah tangga. Diperoleh 31 artikel sesuai kata kunci. Setelah disaring menggunakan kriteria inklusi, diperoleh 4 artikel yang di-review. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal dan artikel kesehatan dengan kata kunci pengelolaan limbah infeksius pada masa pandemi, serta rentang tahun terbit dari tahun 2020-2021. Sedangkan, kriteria eksklusi yang digunakan, yakni jurnal dan artikel kesehatan yang tidak berhubungan dengan pengelolaan limbah infeksius pada masa pandemi, serta jurnal dan artikel yang terbit sebelum tahun 2020. Hasil: Didapatkan hasil berupa pengelolaan limbah rumah tangga, yaitu dengan pemilahan, pewadahan, dan disinfeksi. Penanganan lanjutannya dapat dilakukan melalui cara pengangkutan dengan sarana khusus dan tanpa sarana khusus. Kesimpulan: Hasil penelitian menunjukkan pentingnya menerapkan cara pengolahan limbah infeksius dengan baik dan benar, serta pentingnya bekerja sama antar pemerintah dan masyarakat sesuai perannya. Peran Pemerintah Daerah, komunitas, dan keluarga dibutuhkan dalam penanganan limbah infeksius skala rumah tangga. Kata kunci: COVID-19, Limbah infeksius rumah tangga, Pengelolaan limbah, Limbah infeksius Abstract Background: Infectious medical waste during the COVID-19 pandemic becomes a virus dissemination medium if it is not managed properly. Lack of information in the community about household infectious waste management is one factor that affects how to manage infectious medical waste. This article describes household infectious waste management from the source to further treatment. The purpose of this research is to know the definition, determine the types, and learn how to manage household infectious waste during the COVID-19 pandemic. Methods: The method is a literature review of journals, articles, and health and environmental guidelines that apply nationally and internationally. The search process was carried out using keywords such as the management of COVID-19 infectious waste and household infectious waste. The results were obtained from 31 articles according to keywords. After being filtered using inclusion criteria, four articles were reviewed. The inclusion criteria were health journals and articles with the keywords infectious waste management during the pandemic and the range of years of publication from 2020-2021. Meanwhile, the exclusion criteria were health journals and articles with problem topics not related to infectious waste management during the pandemic and journals and articles published before 2020. Result: The result of this paper is the management of waste from households that is by sorting, storing, and disinfecting. Further treatment can be done in 2 ways. Those are transportation by ad hoc services and without ad hoc. Conclusion: The result shows that it is crucial to implement the method of managing infectious waste properly. It is also essential to build cooperation between the government and the community. The role of local governments, communities, and families is needed in handling household infectious waste so that the household infectious waste treatment process becomes effective. Keywords: COVID-19, Household infectious waste, Waste management, Infectious waste.
Perilaku Masyarakat dalam Penggunaan Masker sebagai Upaya Pencegahan Penularan Covid-19 di Pasar Kebayoran Jakarta Selatan Atiqa, Ulfa Diya
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.311

Abstract

Latar Belakang: Infeksi virus Covid-19 masih terus terjadi di berbagai negara, tidak terkecuali Indonesia. Berdasarkan laporan Satgas covid-19, DKI Jakarta merupakan provinsi yang kasus terkonfirmasi positif terbanyak yaitu 411.495 kasus. Semua lapisan masyarakat perlu secara disiplin mematuhi protokol kesehatan, tidak terkecuali pengunjung pasar. Berdasarkan hasil observasi, pengunjung di pasar kebayoran kurang patuh dalam menggunakan masker. Salah satu upaya pencegahan yang direkomendasikan WHO untuk mencegah penyebaran Covid-19 adalah pemakaian masker. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui perilaku masyarakat terkait penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyebaran Covid-19. Metode: Studi kualitatif ini dilakukan pada bulan Juli 2021 menggunakan teknik wawancara mendalam pada 7 informan yaitu pedagang, pembeli, dan tukang ojek di pasar Kebayoran, Jakarta Selatan. Instrumen yang digunakan yaitu pedoman wawancara, alat tulis, dan handphone untuk merekam. Validasi menggunakan triangulasi sumber. Hasil: Hasil penelitian ini menunjukan sebagian besar informan masih kurang disiplin menerapkan protokol kesehatan khusunya penggunaan masker. Perilaku informan ini dipengaruhi oleh pengetahuan, kebiasaan tidak menggunakan masker, serta rasa aman dari bahaya Covid-19. Community Behavior Mask of Mask Usage in Prevention Efforts of Covid-19 Transmission in Kebayoran Market of South Jakarta Abstract Background: The Covid-19 virus continues to spread in numerous nations, including Indonesia. According to the report of the Covid-19 Task Force, DKI Jakarta is the province with the highest number of verified positive cases, 411,495 instances. Visitors to the market must adhere to health rules with the same rigour as the rest of society. Observations indicate that visitors to the Kebayoran market are less compliant with mask usage. The World Health Organization recommends the use of masks to avoid the transmission of Covid-19. The objective of the study was to investigate the community's behavior towards the wearing of masks to prevent the transmission of Covid-19. Methods: This qualitative study was conducted during June 2021 using in-depth interviews with 7 informants, namely traders, buyers, and motorcycle taxi drivers at the Kebayoran market, South Jakarta. The instruments used were interview guides, stationery, and cellphones for recording. Validation using source triangulation. Results: According to the findings of this study, the majority of informants still lack discipline in adopting health regulations, particularly the use of masks. This informant's behavior is influenced by his knowledge, his practice of not wearing masks, and his perception of Covid-19's hazards.
Analisis Sistem Rujukan Kebidanan Pada Masa Pandemi Covid-19 Di Sentra Layanan Kesehatan Kota Tasikmalaya Anggorodiputro, RR Ratuingrum
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.334

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Pandemi Covid-19 yang terjadi di Indonesia, mempunyai dampak pada semua sektor, tidak terkecuali sistem rujukan kebidanan. Mengingat ibu hamil dan bayi merupakan kelompok rentan, dikhawatirkan adanya pandemi Covid-19 ini dapat menyebabkan adanya peningkatan morbiditas dan mortalitas ibu dan bayi baru lahir. Oleh sebabnya diperlukan suatu sistem rujukan yang efektif sehingga dapat meminimalisir tingkat morbiditas dan mortalitas ibu hamil dan bayi. Tujuan Penelitian untuk menganalisis sistem rujukan kebidanan di Kota Tasikmalaya. Metode: Penelitian ini menggunaan desain penelitian kualitatif dengan Teknik diskusi kelompok terarah (focus group discussion/FGD) dilakukan dengan mengundang responden melalui link Zoom Meeting untuk mendapatkan gambaran, informasi, pendapat, praktik terkait sistem rujukan kebidanan pada masa pandemi Covid-19 berdasarkan perspektif (emik) narasumber (partisipan, informan) dalam bentuk kelompok yang memungkinkan adanya interaksi perspektif (emik) antar perorangan. Hasil: Sistem rujukan kebidanan di masa pandemi Covid-19 mengalami perubahan, yaitu disesuaikan dengan prosedur layanan kesehatan, baik untuk penderita positif Covid-19 maupun non-Covid19. Prosedur tersebut diantaranya berupa pemeriksaan/screening covid-19 dengan testing, tracing dan treatment, serta mobil layanan kesehatan dari Rumah Sakit Umum Daerah. Perbedaan lainnya, di masa pandemi Covid-19 pemerintah daerah mengeluarkan layanan public safety center PSC 119 Sigesit sebagai salah satu penunjang sistem rujukan di Kota Tasikmalaya. Kesimpulan: Agar pelayanan kesehatan ibu dan anak (KIA) berjalan dengan baik, sinergi, kolaborasi, dan dukungan harus terus ditingkatkan, terutama sarana prasarana dan dukungan dari pemerintah daerah. Kata Kunci: Sistem Rujukan, Kebidanan, Pandemi Covid-19, Sentra Layanan Kesehatan. Abstract Background: The Covid-19 pandemic that occurred in Indonesia had an impact on all sectors, including the midwifery referral system. Considering that pregnant women and babies are a vulnerable group, it is feared that the Covid-19 pandemic could cause an increase in maternal and newborn morbidity and mortality. Therefore we need an effective referral system so as to minimize the level of morbidity and mortality of pregnant women and infants. The aim of the study was to analyze the midwifery referral system in the City of Tasikmalaya. Methods: This study uses a qualitative research design with a focus group discussion (FGD) technique carried out by inviting respondents through the Zoom Meeting link to get an overview, information, opinion, practice related to the midwifery referral system during the Covid-19 pandemic based on perspective ( emic) resource persons (participants, informants) in the form of groups that allow the interaction of perspectives (emic) between individuals. Results: The midwifery referral system during the Covid-19 pandemic underwent a change, which was adjusted to health service procedures, both for positive Covid-19 and non-Covid19 sufferers. These procedures include checking/screening for COVID-19 with testing, tracing and treatment, as well as a health service car from the Regional General Hospital. Another difference is that during the Covid-19 pandemic, the local government issued the PSC 119 Sigesit public safety center service as one of the supporting referral systems in the City of Tasikmalaya. Conclusion; In order for maternal and child health services (KIA) to run well, synergy, collaboration, and support must continue to be improved, especially infrastructure facilities and support from local governments. Keywords: Referral System, Midwifery, Covid-19 Pandemic, Health Service Center.
Pengaruh Happy Prenatal Yoga (Ujjayi Pranayama dan Nadi Sodhasana) terhadap Kualitas Tidur pada Kehamilan Trimester III di Puskesmas Berbah, Sleman Wantini, Nonik Ayu; Wulandari, Sri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.338

Abstract

Latar belakang: Wanita hamil mengalami berbagai perubahan fisiologis seiring dengan pertumbuhan janin dan usia kehamilan yang meningkat. Ini termasuk perubahan fisik, psikologis, dan sosial pada ibu. Tidak nyaman dan khawatir adalah dua kata yang menggambarkan sebagian besar pengalaman ibu hamil. Kram kaki, gangguan pencernaan, kesulitan bernapas, sakit punggung, sering buang air kecil, depresi, stres, kecemasan (anxiety), serta gangguan tidur seperti insomnia atau sulit tidur, sering terjadi pada ibu hamil. Metode: Penelitian ini menggunakan single factor quasi eksperimental design dengan teknik non equivalent group pretest posttest control. Sampel sebanyak 59 partisipan ibu hamil di wilayah Puskesmas Berbah dipilih secara acak dengan menggunakan teknik purposive sampling. Kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Analisis uji statistik dengan Wilcoxon dan Mann u Whitney test Hasil: Usia responden sebagian besar pada usia reproduktif, sebagian besar responden berpendidikan tinggi, status pekerjaan adalah ibu bekerja, riwayat persalinan mayoritas multigravida, dan riwayat persalinan adalah spontan. Responden yang diberikan intervensi ujjayi pranayama 33% kualitas tidurnya baik, kelompok nadi sodhana 30% kualitas tidurnya baik, sedangkan kelompok kontrol hanya 22,2%. Kesimpulan: Ujjayi pranayama dan nadi sodhana sama efektif di dalam menurunkan frekuensi terbangun di tengah malam/terlalu dini. Kata Kunci: Kualitas Tidur, Nadi Sodhana, Ujjayi Pranayama Effect of Happy Prenatal Yoga (Ujjayi Pranayama and Nadi Sodhana) on Sleep Quality in Trimester III Pregnancy in Berbah Public Health Center, Sleman Abstract Background: Pregnant women experience various physiological changes along with fetal growth and increasing gestational age. This includes changes in the mother's physical, psychological, and social. Uncomfortable and worried are two words that describe most of the experiences of pregnant women. Leg cramps, indigestion, difficulty breathing, back pain, frequent urination, depression, stress, anxiety, and sleep disorders such as insomnia or difficulty sleeping, often occur in pregnant women. Methods: This study used a single-factor quasi-experimental design with a non-equivalent group pretest posttest control technique. A sample of 59 pregnant women in the Berbah Public Health Center was randomly selected using a purposive sampling technique. Questionnaires were used to collect data. Statistical test analysis with Wilcoxon and Mann u Whitney test. Results: Most of the respondents were of reproductive age, most of the respondents were highly educated, their employment status was working mothers, the majority of births were multigravida, and the history of delivery was spontaneous. Respondents who were given the intervention of ujjayi pranayama 33% had good sleep quality, the Nadi Sodhana group 30% had good sleep quality, while the control group was 22.2%. Conclusions: Ujjayi pranayama and nadi sodhana are equally effective in reducing the frequency of waking up in the middle of the night/too early.
Junk Food dan Kaitannya dengan Kejadian Gizi Lebih Pada Remaja Tanjung, Nadya Ulfa; Amira, Annisa Puti; Muthmainah, Nur; Rahma, Shinta
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.343

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kualitas gizi pada remaja menjadi hal yang perlu diperhatikan karena pertumbuhan dan perkembangan gizi pada remaja erat kaitannya dengan kualitas gizi masyarakat. Pada masa sekarang banyak remaja yang menggemari makanan cepat saji yang diketahui rendah nutrisi yang dibutuhkan oleh remaja sehingga mengganggu proses tumbuh kembang pada remaja. Junk food memiliki kandungan kalori, lemak, gula, dan sodium yang tinggi, namun sangat rendah serat, vitamin A, dan kalsium, hal ini dapat menimbulkan banyak masalah kesehatan pada tubuh. Metode: Penulisan jurnal ini menggunakan metode literature review, yang datanya diperoleh dari database Google scholar yang dimulai dari tahun 2016 sampai dengan 2022 dengan jumlah bacaan sebanyak 14 referensi. Selain itu, penulis juga memakai referensi buku. Pada kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi usia ≥ 12 tahun. Hasil: Dari literature review ini diperoleh hasil yang menunjukkan dampak dari konsumsi junk food secara berlebihan ialah munculnya gangguan gizi di usia dini yang berujung pada meningkatnya risiko penyakit tidak menular. Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa konsumsi junk food secara berlebih dapat menyebabkan masalah gizi pada remaja seperti overweight dan obesitas. Kata kunci: Junk food, Kualitas gizi, Remaja Abstract Background: Adolescents nutrition need to be considered and directly related to the quality of community nutrition. Adolescent today prefer to fast foods which are not only contains low nutrients but also interfere their growth and development process. Junk foods contains high calories, fat, sugar and sodium but less fiber, vitamin A, and calcium, which may cause many health problems. Methods: This journal writing used the literature review method, obtained from the Google scholar database starting from 2016 to 2022 with a total of 14 reading references. In addition, the author also uses book references. The inclusion criteria in this study included ages 12 years and over. Result: Result showed that the impact of consuming junk food in excess will cause early nutrition problems that eventually lead to non-communicable diseases. Conclusion: Then it can be concluded that excessive consumption of junk food can cause nutritional problems in adolescents such as overweight and obesity. Keywords: Adolescents, Junk food, Nutritional quality
Kajian Kesiapan Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Puskesmas Bagan Punak Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau Sari, Rina Gustina; Gustina, Tin; Rahayu, Endang Purnawati; Herniwanti, Herniwanti; Hamid, Abdurrahman
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.347

Abstract

Abstrak Latar Belakang :. Dalam penerapan Keselamatan Kesehatan dan Kerja (K3), dibutuhkan beberapa faktor yang perlu dipenuhi seperti unsur internal dan eksternal penerapan K3. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak Kecamatan Bangko, Kabupaten Rokan Hilir Provinsi Riau. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi dan telaah dokumen. Informan utama dalam penelitian ini sebanyak tiga orang yang terdiri dari Kepala Puskesmas, Dokter penanggung jawab terhadap K3 dan Pegawai Puskesmas, sedangkan informan pendukung sebanyak dua orang yang terdiri dari Kepala Dinas Kesehatan dan Penanggung Jawab Program K3. Analisis kesiapan penerapan K3 di Puskesmas Bagan Punak ditinjau dari aspek internal dan eksternal. Hasil: Kendala internal berupa belum adanya sumber daya kesehatan yang berlatar belakang pendidikan K3, tidak adanya rancangan dana untuk penerapan K3, kurangnya ketersediaan peralatan yang sesuai dengan peraturan pemerintah, serta kurangnya tenaga kesehatan dalam memahami buku pedoman yang telah dirancang. Kendala di eksternalnya adalah belum diterapkannya kebijakan yang harus diikuti dan kurangnya monitoring dari pihak dinas kesehatan ke puskesmas setelah dilaksanakan pelatihan untuk tenaga Kesehatan di puskesmas khususnya kepada petugas penanggung jawab K3. Kesimpulan: Disarankan kepada Puskesmas Bagan Punak adalah mengusulkan tenaga yang akan menjadi penanggung jawab K3 dan dibentuknya Tim K3 di Fasyankes, berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, menambah ketersediaan alat K3, dan menetapkan kebijakan penerapan K3 di puskesmas. Study of The Readiness Assessment For Occupational Health and Safety Implementation at Bagan Punak Health Center Rohil District Riau Province Abstract Background: In the implementation of Occupational Safety and Health (K3), several factors are needed that need to be fulfilled, such as the internal and external elements of the application of K3. The purpose of this study was to analyze the readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center, Bangko District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. Methods: This study uses qualitative methods through in-depth interviews, observation and document review. The main informants in this study were three people consisting of the Head of the Health Center, the Doctor in charge of K3 and Health Center employees, while the supporting informants were two people consisting of the Head of the Health Service and the Person in Charge of the K3 Program. Analysis of readiness for the application of K3 at the Bagan Punak Health Center in terms of internal and external aspects. Result: Internal constraints in the form of the absence of health resources with an OHS educational background, the absence of a design fund for the implementation of K3, the lack of availability of equipment in accordance with government regulations, and the lack of health workers in understanding the designed guidebook. Meanwhile, the external constraints are that the policies that must be followed have not been implemented and the lack of monitoring from the health office to the puskesmas after training for health workers at the puskesmas, especially the officers in charge of K3. Conclusion: Suggested to the Bagan Punak Health Center are proposing personnel who will be in charge of K3 and the formation of an K3 Team at the Health Facilities, coordinating with the Health Office, increasing the availability of K3 equipment, and establishing policies for implementing K3 at the puskesmas.
Pengetahuan Ibu dan Dukungan Keluarga Sebagai Upaya Pencegahan Stunting Pada Balita Rokhaidah, Rokhaidah; Hidayattullah, Riska
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i3.348

Abstract

Abstrak Latar Belakang :Stunting atau biasa disebut tubuh pendek dapat diartikan sebagai kondisi dimana terjadi gangguan pertumbuhan pada anak dibawah usia 5 tahun akibat dari kurangnya asupan gizi terutama dalam seribu (1000) hari pertama kehidupan. Stunting dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor antara lain pengetahuan ibu dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian ialah untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita di Posyandu Anggrek 1 RW 06 Kramat Jati, Jakarta Timur Metode : Desain penelitian yang digunakan adalah Cross Sectional dan pengambilan sampel dilakukan dengan propotional stratified simpel random pada 96 sampel ibu balita. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang terdiri dari karakteristik responden ibu dan anak, pengetahuan ibu, dukungan keluarga dan upaya pencegahan stunting yang sudah dilakukan validitas dan reabilitas. Hasil : Uji analisis statistik didapatkan hasil terdapat hubungan pengetahuan ibu (P=0,004) dan dukungan keluarga (P=0,031) dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang bermakna antara pengetahuan ibu dan dukungan keluarga dengan upaya pencegahan stunting pada balita. Disarankan pemberian edukasi tentang stunting kepada ibu dan meningkatkan upaya dukungan keluarga dapat dilakukan sebagai bentuk upaya preventif kejadian stunting. Kata Kunci: Balita, Dukungan keluarga, Pencegahan stunting, Pengetahuan Abstract Background: Stunting or commonly called short body can be interpreted as a condition where there is a growth disorder in children under the age of 5 years due to lack of nutritional intake, especially in the first thousand (1000) days of life. Stunting can be influenced by various factors, including mother's knowledge and family support Methods: The purpose of the study was to determine the relationship between mother's knowledge and family support with efforts to prevent stunting in toddlers at the Orchid 1 Posyandu, RW 06, Kramat Jati, East Jakarta. The research design used was cross sectional and the sampling was done by proportional stratified simple random on 96 samples. Data collection using a questionnaire consisting of the characteristics of the respondents mother and child, mother's knowledge, family support and stunting prevention efforts that have been carried out validity and reliability. Results: The statistical analysis test showed that there was a relationship between mother's knowledge (P = 0.004) and family support (P = 0.031) with efforts to prevent stunting in toddlers. Conclusion: Based on the results of the study, it was concluded that there was a significant relationship between mother's knowledge and family support and efforts to prevent stunting in toddlers. The author suggests the importance of providing education about stunting to mothers and increasing family support efforts to prevent stunting in toddlers. Keywords: Family support, Knowledge, Stunting prevention, Toddler
Perbedaan Faktor Risiko Obesitas di Pedesaan dan Perkotaan pada Orang Dewasa di Indonesia; Analisis Data Riskesdas 2018 Badriyah, Lulu'ul; Ekaningrum, Annisa Yuri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.377

Abstract

Abstract Latar belakang: Obesitas menjadi tantangan besar masalah kesehatan masyarakat global yang terkait dengan peningkatan risiko penyakit. Tempat tinggal menjadi faktor risiko paling dominan berhubungan obesitas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan faktor risiko obesitas pada orang dewasa di Indonesia di pedesaan dan perkotaan. Metode: Penelitian ini menggunakan data sekunder Riskesdas 2018. Populasi penelitian adalah seluruh individu berusia >18 tahun di Indonesia. Sampel penelitian adalah semua individu yang memiliki kelengkapan variabel penelitian yaitu ada 467.198 responden. Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Hasil penelitian ditemukan bahwa faktor yang berhubungan dengan obesitas di perkotaan adalah jenis kelamin (0,001), umur (0,001), pendidikan (0,001), konsumsi makanan dan minuman manis (0,001), konsumsi minuman soft drink (0,001), konsumsi sayur dan buah (p=0,017, kebiasaan merokok (0,001), aktifitas fisik (0,004), dan depresi (0,002). Sedangkan faktor yang berhubungan dengan obesitas di pedesaan adalah jenis kelamin (0,001), umur (0,001), pendidikan (0,001), konsumsi minuman manis (0,001), konsumsi makanan berlemak/berkolesterol/gorengan (0,001), konsumsi minuman soft drink (0,001), kebiasaan merokok (0,001), aktifitas fisik (0,001), dan depresi (0,005). Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian obesitas di Indonesia baik di pedesaan maupun perkotaan adalah jenis kelamin, umur, pendidikan, kebiasaan merokok, aktivitas fisik, depresi, dan pola makan. Perlu adanya peningkatan program pencegahan obesitas terutama edukasi gizi seimbang baik itu di pedesaan maupun di perkotaan. Differences of Adults Obesity Risk Factors in Rural and Urban in Indonesia; an Analysis of Indonesia’s Basic Health Research 2018 Abstract Background: Obesity is a major global public health challenge associated with an increased risk of disease. Place of residence is the most dominant risk factor related to obesity. This study aimed to determine the differences in risk factors for obesity in adults in Indonesia in rural and urban areas. Methods: This study used secondary data of Riskesdas 2018. The research population was all individuals aged > 18 years in Indonesia. The research sample was all individuals who have complete research variables, namely there are 467,198 respondents. Furthermore, the data were analyzed using the chi-square test. Result: This study found that the factors associated with obesity in urban areas were gender (0.001), age (0.001), education (0.001), consumption of sweet foods and drinks (0.001), consumption of soft drinks (0.001), consumption of vegetables and fruit (p = 0.017, smoking habits (0.001), physical activity (0.004), and depression (0.002).While factors related to obesity in rural areas were gender (0.001), age (0.001), education (0.001), consumption of sweet drinks ( 0.001), consumption of fatty/cholesterol/fried foods (0.001), consumption of soft drinks (0.001), smoking habits (0.001), physical activity (0.001), and depression (0.005). Conclusion: Risk factors associated with the incidence of obesity in Indonesia, both in rural and urban areas, were gender, age, education, smoking habits, physical activity, depression, and eating patterns. Increasing obesity prevention programs, especially education on balanced nutrition, both in rural and urban areas, is urgently needed.
Pemanfaatan Media Sosial Terhadap Stigma Masyarakat Mengenai Penyintas Covid-19 Sudrajat, Diva Anita Churiana; Anjani, Farah Namira
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.368

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Covid-19 resmi dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO pada 11 Maret 2020. Penularan virus yang sangat cepat serta belum ditemukan obat yang sepenuhnya dapat mengatasi penyakit ini membuat masyarakat semakin ketakutan. Kasus positif Covid-19 yang masih ada sampai saat ini berkontribusi mendorong munculnya ketakutan. Tak sedikit stigma diberikan oleh masyarakat khususnya bagi para penyintas Covid-19. Berdasarkan survei lapor Covid-19 tahun 2020, sebanyak 55,3% responden mendapatkan stigma dari orang sekitarnya, 42% didapatkan oleh keluarga dan kerabat, serta 33,2% responden terkucilkan. Perkembangan teknologi yang semakin pesat membuka jalan bagi penggunaan media sosial. Media sosial sebagai salah satu cara penyebaran informasi memiliki andil dalam munculnya stigma yang ada terkait Covid-19, khususnya bagi para penyintas Covid-19. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai peran media sosial dalam bidang kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait Covid-19 serta mengurangi misinformasi yang dapat memunculkan stigma bagi para penyintas Covid-19. Metode: Literature review dengan penelusuran artikel bersumber dari database publikasi ilmiah, seperti Google Scholar, PubMed, dan Crossref. Hasil: Berdasarkan 9 literature menunjukkan terdapat stigma masyarakat mengenai penyintas Covid-19, seperti diskriminasi, stereotip, dan pelabelan. Berdasarkan hasil, media sosial berperan dalam mengurangi kesalahan informasi terkait Covid-19 yang mengarah kepada munculnya berbagai stigma. Kesimpulan: Perkembangan media sosial dapat dijadikan peluang dalam mengembangkan dan memanfaatkan komunikasi yang efektif bagi tersedianya informasi kesehatan yang valid dan terpercaya. Tidak hanya para profesional kesehatan, masyarakat maupun orang terdekat dari penyintas Covid-19 juga berperan penting dalam menghindari munculnya stigma negatif. Kata Kunci: Covid-19, Media sosial, Penyintas covid-19, Stigma Abstract Background: Covid-19 was officially declared a pandemic by the WHO on March 11, 2020. The very fast transmission of the virus and no drugs that could fully overcome this disease have made people even more afraid. The positive cases of Covid-19 that still exist today have contributed to the emergence of fear. There is a lot of stigmas given by the community, especially for Covid-19 survivors. Based on the 2020 Covid-19 reporting survey, 55.3% of respondents received stigma from the people around them, 42% were obtained by family and relatives, and 33.2% of respondents were isolated. Rapid technological developments pave the way for the use of social media. Social media as a way of disseminating information has contributed to the emergence of the existing stigma related to Covid-19, especially for Covid-19 survivors. This study aims to provide an overview of the role of social media in the health sector to increase public knowledge regarding Covid-19 and reduce misinformation that can create stigma for Covid-19 survivors. Methods: Literature review by searching articles sourced from scientific publication databases, such as Google Scholar, PubMed, and Crossref. Result: Based on 9 literature, it shows that there is a public stigma regarding Covid-19 survivors, such as discrimination, stereotypes, and labeling. Based on the results, social media plays a role in reducing misinformation related to Covid-19 which leads to the emergence of various stigmas. Conclusion: The development of social media can be used as an opportunity to develop and utilize effective communication for the availability of valid and reliable health information. Not only health professionals, the public and those closest to Covid-19 survivors also play an important role in avoiding the emergence of negative stigma. Keywords: Covid-19, Covid-19 survivor, Social media, Stigma
Eco-Damper: Inovasi Peredam Suara dari Limbah Masker Guna Mengurangi Kebisingan di Pt Air Mancur Dhiya'ulhaq, Muhammad Miftah; Hariyani, Helda Dwi; Husna, Nurul Asmaaul; Cempaka Soekamto, Namira Azzahra; Paulina, Paulina
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v14i4.385

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Perkembangan industrialisasi dan kemajuan teknologi di Indonesia yang meningkat secara signifikan berdampak pada pemenuhan kebutuhan masyarakat (Mumtaha & Khoiri, 2019). Keselamatan dan Kesehatan kerja berperan penting dalam industrialisasi karena mampu memberikan jaminan dan rasa aman di lingkungan kerja sehingga target produksi dapat dicapai secara maksimal. Salah satu masalah di lingkungan kerja yang sering terjadi, yaitu kebisingan dari suara mesin/peralatan yang melebihi Nilai Ambang Batas (NAB). Di sisi lain, kasus Covid-19 di Indonesia menyebabkan tumpukan limbah masker naik. Metode: Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif dengan observasi sebagai teknik pengumpulan data. Hasil: Dengan adanya dua permasalahan tersebut peneliti membuat sebuah inovasi berupa Eco Damper yaitu peredam suara dari limbah masker yang dirancang untuk menurunkan intensitas kebisingan di ruang produksi serta mengurangi limbah masker. Kesimpulan: Konsep rancang bangun Eco Damper ini diproyeksikan mampu menangani beberapa masalah pada perusahaan maupun lingkungan, diantaranya sebagai alat peredam kebisingan pada ruang produksi, mengurangi limbah baki telur, dan mengurangi limbah masker sekali pakai. Kata kunci: Baki telur, Kebisingan, Limbah masker, Peredam Abstract Background: The development of industrialization and technological progress in Indonesia which has increased significantly has an impact on meeting the needs of the community (Mumtaha & Khoiri, 2019). Occupational safety and health play an important role in industrialization because it is able to provide guarantees and a sense of security in the work environment so that production targets can be achieved optimally. One of the problems in the work environment that often occurs is noise from the sound of machines/equipment that exceeds the Threshold Limit Value (TLV). On the other hand, the Covid-19 case in Indonesia has caused piles of mask waste to increase. Methods: This research is a type of qualitative descriptive research with observation as a data collection technique. Results: With these two problems, researchers made an innovation in the form of an Eco Damper, namely a silencer from waste masks designed to reduce noise intensity in the production room and reduce mask waste. Conlusion: The Eco Damper design concept is projected to be able to handle several problems for the company and the environment, including as a noise reduction device in the production room, reducing egg tray waste and reducing disposable mask waste. Keywords: Damper, Egg tray, Mask waste, Noise intensit

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue