cover
Contact Name
Fajaria N. Chandra
Contact Email
fajarianurcandra@upnvj.ac.id
Phone
+62 89654211643
Journal Mail Official
jurnalkesmasupnvj@gmail.com
Editorial Address
Jalan Limo Raya, Limo, Depok
Location
Kota depok,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat
ISSN : 20854366     EISSN : 2684950X     DOI : 10.52022/jikm.v13i1
Core Subject : Health,
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta (JIKM UPNVJ) merupakan sarana eksplorasi, ekspresi dan publikasi karya ilmiah berupa hasil penelitian dan penelusuran ilmiah bidang kesehatan masyarakat. Bidang keilmuan kesehatan masyarakat tersebut mencangkup Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3), Administrasi Kebijakan Kesehatan (AKK), Epidemiologi, Biostatistik, Kesehatan Lingkungan, Promosi Kesehatan, Gizi Masyarakat, dan Kesehatan Reproduksi. Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat UPN Veteran Jakarta menerima artikel ilmiah secara terbuka dari pihak manapun yang ingin berperan aktif dalam bidang kesehatan masyarakat.
Articles 209 Documents
Faktor Risiko yang Memengaruhi Kejadian Tuberkulosis (TB) Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Perbaungan Sipayung, Jeni Susanto; Hidayat, Wisnu; Silitonga, Evawani M
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.444

Abstract

Abstrak Latar belakang: Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium Tuberculosis. Tahun 2021, WHO menyatakan bahwa sekitar 9,9 juta orang meninggal yang diakibatkan oleh penyakit tuberkulosis paru. Faktor yang dapat memengaruhi kejadian TB paru diantaranya yaitu faktor lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor risiko yang memengaruhi kejadian penyakit TB paru di wilayah kerja Puskesmas Perbaungan tahun 2022. Faktor risiko yang diteliti berupa kepadatan hunian, ventilasi, suhu, kelembapan, pencahayaan, lantai rumah dan dinding rumah. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain case-control. Jumlah sampel sebanyak 96 responden yang terdiri dari 48 kasus dan 48 kontrol. Analisis data menggunakan uji Chi-Square dan juga regresi binari logistik. Hasil: Hasil analisis bivariat didapatkan kepadatan hunian (0,014), ventilasi (0,038), kelembapan (0,008), pencahayaan (0,002), lantai rumah (0,000), dan dinding rumah (0,002) merupakan faktor yang dapat memengaruhi kejadian TB paru. Sedangkan suhu (0,540) bukan merupakan faktor yang dapat memengaruhi kejadian TB paru.. Kesimpulan: Diharapkan kepada pihak puskesmas untuk lebih sering memantau dan meningkatkan survei serta memberikan penyuluhan terkait TB paru dan juga diharapkan kepada masyakarat agar lebih membenahi rumah secara berkala dan menjaga kebersihan rumah. Risk Faktors Affecting the Incident of Pulmonary Tuberculosis (TB) in the Working Area of Perbaungan Public Health Center Abstract Background: Tuberculosis was a disease caused by Mycobacterium Tuberculosis. According to WHO (2021), 9.9 million people have died due to pulmonary tuberculosis (TB). One of the factors affecting TB incidents was the environment. The research aims to find out the factors affecting the incidents of pulmonary TB in the working area of the Public Health Center of Perbaungan in 2022. Methods: Risk factors investigated encompass occupancy density, ventilation, temperature, humidity, lighting, as well as home floor and walls condition. This is a quantitative research that uses case-control. The sample was consisted of 96 respondents included 48 cases and 48 controls. Data was analyzed using Chi-Square and binary logistic regression tests. Result: Based on bivariate test results, this study was found that the occupancy density (0.014), ventilation (0.038), humidity (0. 008), lighting (0.002), home floor condition (0.000) dan home wall condition (0.002) was the factors affecting the incidents of TB. While, temperature (0.540) is not the factor that can affect the incidents of TB. Conclusion: It is suggested that puskesmas frequently monitor and give counseling related to TB and the society clean their houses regularly and keep the house clean
Hubungan Beban Kerja Mental Terhadap Kebahagiaan di Tempat Kerja Pada Karyawan PT X Tahun 2022 Simanjorang, Chandrayani; Putri, Andini Maulani
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.450

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Kebahagiaan karyawan di tempat kerja sangat berpengaruh terhadap kesuksesan dan performa organisasi dalam mencapai tujuan utama organisasi. Beban kerja mental yang tidak sesuai akan berdampak pada kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Tujuan penelitian ini adalah melihat hubungan beban kerja mental terhadap kebahagiaan di tempat kerja pada karyawan PT X tahun 2022. Metode: Penelitian ini menggunakan desain studi cross-sectional dan dilaksanakan pada bulan Oktober – Desember 2022. Sampel penelitian menggunakan metode total sampling yaitu sebanyak 70 orang yang diwawancara menggunakan kuesioner NASA-TLX dan Skala Kebahagiaan di Tempat Kerja. Uji analisis menggunakan chi-square dan regresi logistik sederhana. Hasil: Hasil uji menunjukkan variabel status pekerja (0,005), beban kerja mental kategori ringan (0,025), dan beban kerja mental kategori sedang (0,041) berhubungan dengan kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Variabel usia (0,394) dan jenis kelamin (0,455) tidak berhubungan dengan kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Kesimpulan: Faktor yang berhubungan dengan kebahagiaan karyawan di PT X pada penelitian ini adalah status pekerja dan beban kerja mental. Selain itu, tingkat beban kerja mental karyawan PT X berada pada kategori sedang. Penting adanya pelatihan dan pendidikan terkait manajemen stres, serta kebijakan yang mendukung kebahagiaan karyawan di tempat kerja. Mental Workload and Workplace Happiness in PT X Employees Abstract Background: Employee happiness at work greatly influences the success and performance of the organization in achieving the organization's main goals. The urgency of mental workload has increased since the existence of computerized technology which demands employees' cognitive abilities. An inappropriate mental workload will have an impact on employee happiness at work. This study aimed to examine the correlation between mental workload and workplace happiness for PT X employees in 2022. Methods: This study used a cross-sectional study design and was conducted from October to December 2022. The sample used the total sampling method, namely 70 people who were interviewed using the NASA-TLX questionnaire and the Happiness Scale at Work. Data were analysis using chi-square and simple logistic regression. Result: The result shows that the variables of worker status (0.005), mild category of mental workload (0.025), and moderate category of mental workload (0.041) are related to employee workplace happiness. The variables age (0.394) and gender (0.455) are not related to employee workplace happiness. Conclusion: Factors related to employee happiness at PT X in this study are worker status and mental workload. In addition, PT X's employees' mental workload is in the moderate category. It is important to have training and education related to stress management and policies that support employee happiness at work.
Hubungan Tingkat Stres dan Body Image terhadap Risiko Eating Disorder pada Remaja SMK Kesehatan Fahd Islamic School pada Masa Pandemi Kusumowati, Dwi; Noerfitri, Noerfitri
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.451

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Gangguan makan yang terjadi pada remaja saat masa pandemi terdapat peningkatan sekitar 20%. Remaja yang mengalami gangguan makan pada masa pandemi dapat dipengaruhi dari tingkat stres sehingga merasakan keinginan makan secara berlebihan serta dapat berpengaruh terhadap body image. Tujuan penelitian untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dan citra tubuh terhadap gangguan makan pada remaja SMK Kesehatan Fahd Islamic School di masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross-sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 260 responden usia 15-17 tahun di SMK Kesehatan Fahd Islamic School. Pengambilan data menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner PSS-10 (Perceived Stress Scale-10), BSQ-34 (Body Shape Questionnare-34), dan EAT-26 (Eating Attitudes Test-26). Analisis data berupa uji regresi logistik berganda. Hasil: Berdasarkan hasil analisis regresi logistik berganda, diperoleh p-value = 0,0001 dengan nilai OR = 4,736 untuk hubungan tingkat stres dengan risiko eating disorder dan diperoleh p-value = 0,017 dengan nilai OR = 2,182 untuk hubungan body image dengan risiko eating disorder. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan body image dengan risiko eating disorder pada remaja SMK Kesehatan Fahd Islamic School pada masa pandemi. Relationship of Stress Level and Body Image to the Risk of Eating Disorder in Adolescents at SMK Kesehatan Fahd Islamic School During Pandemic Abstract Background: Eating disorders in adolescents increased by around 20% during the pandemic. Stress levels can influence adolescents who experience eating disorders during a pandemic, so their desire to overeat can affect body image. This study aims to analyze the relationship between stress level and body image to the risk of eating disorders of students during the pandemic at SMK Kesehatan Fahd Islamic School. Methods: This study used a quantitative method with a cross-sectional design. The sample used was 260 respondents aged 15-17 years at the SMK Kesehatan Fahd Islamic School. Retrieval of this data using a consecutive sampling technique. Data was collected using the PSS-10 (Perceived Stress Scale-10), BSQ-34 (Body Shape Questionnaire-34), and EAT-26 (Eating Attitudes Test-26) questionnaires. In this study, data analysis was carried out as a multiple logistic regression. Results: The results of the multiple logistic regression, obtained p-value = 0.0001 with OR = 4,736 for the relationship between stress levels and risk of eating disorders and obtained p-value = 0.017 with OR = 2.182 for the relationship between body image and risk of eating disorders. Conclusion: The conclusion of this study is that there is a significant relationship between the level of stress and body image with the risk of eating disorders with among adolescents at SMK Kesehatan Fahd Islamic School during pandemic.
Intervensi Edukasi dan Kesehatan Reproduksi Terhadap Pengetahuan dan Sikap Calon Pengantin Wanita Arieska, Risa
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i2.485

Abstract

Abstrak Latar Belakang: Permasalahan mengenai informasi gizi seimbang terjadi pada wilayah Sulawesi selatan di lingkungan KUA Biringkanaya, Masalah ini menyebabkan meningkatkan beberapa catin perempuan yang mengalami resiko KEK (kekurangan energi kronis, anemia, atau obesitas/overweight) sehingga calon pengantin wanita perlu mengetahui informasi persiapan gizi dan kesehatan reproduksi selama perionde konsepsi. Dalam rangka mengantisipasi permasalahan yang akan terjadi saat kehamilan atau menjelang kehamilan. Upaya peningkatan derajat kesehatan ibu harus dilaksanakan secara komprehensif dimulai dari sebelum masa prakonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh intervensi edukasi gizi dan kesehatan reproduksi melalui penyuluhan dengan media leaflet terhadap peningkatan pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita sebelum dan sesudah diberikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi di wilayah KUA Biringkanaya. Metode: Penelitian ini menggunakan desain quasi eksperimen dengan one group pretest -posttest. Dilaksanakan pada bulan Juni - Juli 2020 di Makassar, dengan jumlah sampel sebanyak 30 orang calon pengantin yang berada di wilayah KUA Biringkanaya melalui purposive sampling. Data pengetahuan dan sikap dikumpulkan menggunakan kuisioner. Data yang diperoleh kemudian diolah dengan menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada pengaruh terhadap pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p-value yaitu 0,000 < 0,05 artinya Terdapat pengaruh secara signifikan edukasi gizi dan kesehatan reproduksi terhadap pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita. Kesimpulan: salah satu media yaitu leaflet dapat digunakan untuk memberikan informasi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap calon pengantin wanita terhadap informasi gizi seimbang. Nutrition Education and Reproductive Health Intervention to Knowledge and Attitudes of Prospective Brides Abstract Background: Problems regarding balanced nutrition information occur in the South Sulawesi region in the KUA Biringkanaya environment. This problem causes an increase in several brides who are at risk of CED (chronic energy deficiency, anemia, or obesity/overweight) so that prospective brides need to know information on nutritional preparation and reproductive health during the conception period. In order to anticipate problems that will occur during pregnancy or before pregnancy. Efforts to improve maternal health status must be carried out in a comprehensive manner starting from before the preconception period. This study aimed to identify the effect of nutrition education and reproductive health interventions through outreach using leaflet media to increased the knowledge and attitudes of prospective brides before and after being given nutrition and reproductive health education in the Religious Affairs Office Biringkanaya area. Method: This study used a quasi-experimental design with one group pretest-posttest. It was held in June - July 2020 in Makassar, with a total sample of 30 prospective brides who were in the KUA Biringkanaya area through purposive sampling. Knowledge and attitude data were collected using a questionnaire. The data obtained was then processed using the Wilcoxon test. Results: The results showed that there was an influence on knowledge and attitudes before and after the intervention with a p-value of 0.000 <0.05 meaning that there was a significant influence on nutrition and reproductive health education on the knowledge and attitudes of prospective brides. Conclusion: Leaflets media can be used to provide information that can increase the knowledge and attitude of the bride and groom towards balanced nutrition information.
Faktor-faktor Tuberkulosis Paru: Analisis Spasial Hasnanisa, Nadia; Prasetyo, Sabarinah; Handayani, Yolanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.466

Abstract

Latar Belakang: Banyumas merupakan salah satu kabupaten dengan dengan jumlah kasus tuberkulosis (TB) paru Basil Tahan Asam Positif (BTA+) tertinggi di Jawa Tengah. Dibutuhkan identifikasi faktor risiko sebelum melakukan upaya pengendalian TB sehingga pelaksanaan program dapat disesuaikan dengan kondisi wilayah dan sumber dayanya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas. Metode: Penelitian deskriptif kuantitatif dengan pendekatan studi ekologi dan unit analisis kecamatan dilakukan di Kabupaten Banyumas. Data agregat berupa data faktor risiko tahun 2019 dan 2021. Penelitian ini dilakukan sejak November-Desember 2022. Analisis yang dilakukan meliputi analisis univariat, bivariat, dan spasial. Hasil: Faktor yang berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada 2019 adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,005) dan jumlah rumah sehat (p=0,006). Pada tahun 2021 faktor yang berhubungan adalah jumlah bayi yang diimunisasi BCG (p=0,000), jumlah rumah sehat (p=0,000), jumlah rumah tangga ber-PHBS (p=0,001), jumlah balita gizi buruk (p=0,011), dan jumlah kasus HIV/AIDS (p=0,050). Berdasarkan pemetaan secara spasial didapatkan hasil wilayah berisiko tinggi TB paru BTA+ pada tahun 2019 terdiri dari 5 kecamatan, jumlah ini meningkat menjadi 10 kecamatan pada 2021. Kesimpulan: Faktor yang tetap berhubungan dengan kejadian TB paru BTA+ di Kabupaten Banyumas pada tahun 2019 dan 2021 adalah jumlah bayi diimunisasi BCG dan jumlah rumah sehat. Factors of Pulmonary Tuberculosis: Spatial Analysis Background: Banyumas is one of the districts with the highest number of cases of pulmonary tuberculosis (TB) positive acid fast bacilli (AFB+) in Central Java. It is necessary to identify risk factors before carrying out TB control efforts so that program implementation can be adapted to regional conditions and resources. The purpose of this study was to determine the risk factors associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas District. Methods: A quantitative descriptive study with an ecological study approach and sub-district analysis units was held in Banyumas Regency. Risk factor data for 2019 and 2021 were aggregate data. This research was conducted from November to December 2022. The analysis carried out included univariate, bivariate and spatial analysis. Result: Factors related to the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 were the number of babies immunized with BCG (p=0.005) and the number of healthy homes (p=0.006). In 2021, the related factors are the number of babies immunized with BCG (p=0.000), the number of healthy homes (p=0.000), the number of households with PHBS (p=0.001), the number of severely malnourished children under five (p=0.011) and the number cases of HIV/AIDS (p=0.050). Based on spatial mapping, the results showed that the high-risk areas for AFB+ pulmonary TB in 2019 consist of 5 sub-districts, this number increased to 10 sub-districts in 2021. Conclusion: Factors that remain associated with the incidence of AFB+ pulmonary TB in Banyumas Regency in 2019 and 2021 were the number of babies immunized with BCG and the number of healthy homes.
Pajanan Pestisida terhadap Dermatitis pada Petani Perkebunan di Kota Depok Sujarwati, Ayu; Nurcandra, Fajaria
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.467

Abstract

Latar belakang: Prevalensi nasional kasus dermatitis di Indonesia adalah 6,8%. Dampak dari penggunaan pestisida terhadap kesehatan petani yang menerapkan pestisida terbanyak iritasi kulit sebesar 32,95%. Penelitian ini bertujukan untuk mengetahui hubungan penggunaan pestisida dan faktor-faktor lain dengan dermatitis kontak pada petani buah di Kota Depok. Metode: Desain studi yang digunakan adalah cross sectional dilakukan antara bulan April-Juni 2018 dengan uji cox regression untuk mencari hubungan dan risiko pada tiap variabel. Sampel sebanyak 82 orang yang dipilih dengan teknik purposive sampling dan diwawancara menggunakan kuesioner terstruktur. Hasil: Ditemukan 81,7% petani buah mengalami dermatitis. Golongan pestisida yang paling banyak digunakan adalah organofosfat, dengan durasi terpajan tertinggi ≥144jam/tahun sebanyak 47 orang (57,3%), frekuensi pajanan ≥2 kali/minggu pada 74 orang (90,2%) dan volume pestisida terbanyak ≥3600L/musim pada 44 orang atau 53,7%. Terlihat adanya risiko antara frekuensi terpajan (PR=5,20; 95% CI 0,68-39,38), dan volume pestisida (PR=2,12; 95% CI 0,52-8,65) dengan dermatitis kontak. Namun, tidak terlihat risiko yang jelas antara golongan pestisida (PR=0,42; 95% CI 0,10-1,80), durasi terpajan (PR=0,64; 0,15-2,57) dengan dermatitis kontak. Kesimpulan: Studi ini menemukan adanya risiko pada frekuensi pajanan dan volume pestisida terhadap dermatitis kontak, tetapi tidak ditemukan adanya risiko yang jelas pada golongan pestisida dan durasi terpajan. Kata Kunci: Dermatitis, pestisida, petani buah, organofosfat Organophosphate Pesticides Exposure to Dermatitis in Fruit Farmers in Depok City Background: The national prevalence of dermatitis cases in Indonesia is 6.8%. The impact of the use of pesticides on the health of farmers who apply the most pesticides of skin irritation is 32.95%. This study was aimed to determine the relationship between the use of pesticides and other factors with contact dermatitis in fruit farmers in Depok City. Method: The study design used is cross sectional carried out between April-June 2018 and the Cox Regression test to find relationships and risks in each variable. The sample of 82 people was chosen by purposive sampling technique and interviewed using a structured questionnaire. Results: It was found that 81.7% of fruit farmers had dermatitis. The most widely used pesticides were organophosphates, with the highest duration of exposure ≥144 hours/year for 47 people (57.3%), the frequency of exposure ≥2 times/week for 74 people (90.2%) and the highest volume of pesticides ≥3600L/ season on 44 people or 53.7%. This study found risk between the frequency of exposure (PR=5.20; 95% CI 0.68-39.38), and the volume of pesticides (PR=2.12; 95% CI 0.52-8.65) with contact dermatitis. However, there was no clear risk between pesticide groups (PR=0.42; 95% CI 0.10-1.80), duration of exposure (PR=0.64; 0.15-2.57) and contact dermatitis. Conclusion: This study found a risk for contact dermatitis with pesticide exposure frequency and volume, but no clear risk for pesticide class and duration of exposure. Keywords: dermatitis, fruit farmers, pesticides, organophosphates.
Tingkat Pengetahuan, Sikap, dan Motivasi terhadap Kepatuhan Pelaksanaan Ventilator Associated Pneumonia Bundle di Ruang Intensive Care Unit Anggraeni, Diah Tika; Salsabila, Syifa Putri; Hasanah, Eneng
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i3.500

Abstract

Latar Belakang: Ventilator Associated Pneumonia (VAP) menjadi salah satu infeksi paling umum di ICU yang terjadi akibat pemakaian ventilator selama lebih dari 48 jam. Dampak VAP pada pasien yaitu memperpanjang hari rawat, meningkatkan biaya perawatan, dan risiko kematian. Kejadian VAP dapat dicegah dengan VAP Bundle yang telah terbukti dapat menurunkan angka kejadian VAP. Pelaksanaan VAP Bundle merupakan indikator mutu pelayanan keperawatan di ruang ICU. Salah satu faktor keberhasilan dari VAP Bundle adalah kepatuhan melakukan perawatan. Penelitiannini bertujuan untukkmenganalisis hubunganipengetahuan, sikap, danimotivasi perawattdengan kepatuhan pelaksanaan VAP Bundle. Metode: Metode yang digunakan yaitu cross sectional dilakukan pada Mei-Juni 2022. Sampel sebanyak 30 perawat ICU di RS X Bogor dipilih secara total sampling. Wawancara daring mengenai pengetahuan, sikap, motivasi, dan kepatuhan pelaksanaan VAP Bundle dikumpulkan menggunakan kuesioner. Data tersebut diuji menggunakan Fisher’s exact. Hasil: Studi ini menemukan hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan pelaksanaan VAP Bundle (p=0,0001), sedangkan sikap dan motivasi tidak berhubungan dengan kepatuhan (p=0,418; 0,694). Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan kepatuhan dalam pelaksanaan VAP Bundle di ruang ICU. Perlunya monitoring secara berkala oleh manajer keperawatan terkait kepatuhan pelaksanaan VAP Bundle. Sistem reward dan punishment serta refreshing melalui pelatihan menjadi upaya yang esensial untuk mengurangi kejadian VAP di ruang ICU. Kata Kunci: Kepatuhan, Motivasi, Pengetahuan, Sikap, VAP Bundle Level of knowledge, Attitudes and Motivation with Compliance of the Implementation of Ventilator-associated Pneumonia Bundle in the Intensive Care Unit Background: Ventilator-Associated Pneumonia (VAP) is one of the most common infections in the ICU that occurs as a result of using a ventilator for more than 48 hours. The impact of VAP on patients is extending the day of stay, increasing the cost of treatment, and the risk of death. VAP incidents can be prevented with the VAP Bundle which has been proven to reduce the number of VAP. Implementation of the VAP Bundle is an indicator of the quality of nursing services in the ICU. One of the success factors of the VAP Bundle is adherence to maintenance. This study aimed to analyze the relationship between knowledge, attitudes, and motivation of nurses with compliance with VAP Bundle implementation. Method: A cross sectional study performed during May-June 2022. About 30 ICU nurses at RS X Bogor was selected using total sampling. Online interviews regarding knowledge, attitudes, motivation and compliance with the implementation of the VAP Bundle were collected using a questionnaire. The data was tested with Fisher's exact. Results: This study found a significant relationship between knowledge and compliance with the VAP Bundle implementation (p = 0.0001), while attitudes and motivation were not related to compliance (p = 0.418; 0.694). Conclusion: There is a significant relationship between knowledge and compliance in the implementation of the VAP Bundle in the ICU. The need for regular monitoring by nursing managers regarding compliance with the implementation of the VAP Bundle. The reward and punishment system as well as refreshing through training are essential efforts to reduce the incidence of VAP in the ICU. Keywords: Attitude, Compliance, Knowledge, Motivation VAP Bundle
Perbedaan Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Kabupaten Banyumas tentang Diabetes Melitus Tipe 2 Sebelum dan Setelah Edukasi Parmasari, Damairia Hayu; Fareza, Muhammad Salman; Kusumawardani, Lita Heni; Hapsari, Pramesti Widya; Choironi, Nur Amalia; Aryani, Aisyah Apriliciciliana
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v15i4.475

Abstract

Latar Belakang: Diabetes melitus (DM) perlu dicegah karena tergolong penyakit silent killer. Sebagian kasus adalah DM Tipe 2. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya menunjukkan masyarakat di Banyumas sudah mempunyai tingkat pengetahuan cukup baik, tetapi belum mempunyai sikap yang cukup baik terhadap pencegahan DM Tipe 2. Perlu dilakukan edukasi kepada masyarakat serta deteksi dini DM melalui pemeriksaan gula darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan pengetahuan dan sikap masyarakat di Desa X, Kabupaten Banyumas terhadap DM Tipe 2 sebelum dan sesudah edukasi. Metode: Desain penelitian menggunakan quasi experiment dilakukan selama bulan Agustus 2023. Kuesioner digunakan untuk menilai pengetahuan dan sikap. Responden menjawab pertanyaan kuesioner pre-test, kemudian diberikan edukasi dan menjawab kuesioner post-test. Edukasi DM Tipe 2 dilakukan melalui penyampaian materi secara lisan dan tulisan melalui paparan menggunakan media slide Power Point dan modul. Sampel adalah masyarakat Desa X, Kabupaten Banyumas sebanyak 30 orang. Analisis perbedaan pengetahuan dan sikap menggunakan uji Wilcoxon.Hasil: Hasil uji Wilcoxon memperlihatkan bahwa tidak ada perbedaan signifikan pengetahuan dan sikap masyarakat Desa X tentang DM Tipe 2 sebelum dan sesudah edukasi dengan nilai p=0,07 dan p=0,948. Kesimpulan: Tidak ada perbedaan signifikan pengetahuan dan sikap masyarakat Desa X, Kabupaten Banyumas sebelum dan sesudah edukasi DM Tipe 2. Kata Kunci: Edukasi, Intervensi, Masyarakat, Pengetahuan, Sikap Introduction: Diabetes mellitus (DM) needs to be prevented because it is a silent killer disease. Some cases are Type 2 DM. Based on the results of previous research, it shows that the people in Banyumas already have a fairly good level of knowledge, but do not yet have a good enough attitude towards preventing Type 2 DM. Necessary to provide education to the community and early detection of DM through blood sugar checks. The study aimed to determine the differences in knowledge and attitudes of Village X community, Banyumas Regency towards Type 2 DM before and after education. Method: The research design used a quasi-experiment during August 2023. A questionnaire was used to measured knowledge and attitude. Respondents answered the pre-test, then were given education and answered the post-test. Type 2 DM education was carried out through the delivery of material orally and in writing through presentations using PowerPoint slides and modules. The sample were 30 people from Village X, Banyumas Regency. Analysis of differences in knowledge and attitudes using the Wilcoxon test. Results: The Wilcoxon test results show that there is no significant difference in the knowledge and attitudes of the people of Village X regarding Type 2 DM before and after education with a p-value of 0.07 and 0.948.Conclusion: There were no significant difference in the knowledge and attitudes of the people of Village X, Banyumas Regency pre and post Type 2 DM education.Keywords: Education, Intervention, Society, Knowledge, Attitude
Determinan Penyakit Ginjal Kronik di Tangerang Indonesia: Studi Cross-sectional Fairuz, Nabila; Wahyuningsih, Sri; Irmarahayu, Agneta; Nugrohowati, Nunuk
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i2.478

Abstract

AbstractLatar Belakang: Penyakit ginjal kronik merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat penting diperhatikan karena prevalensinya yang terus meningkat, dapat menurunkan tingkat produktivitas penderita, dan membutuhkan biaya pengobatan yang besar. Di Provinsi Banten terdapat 3,1 juta jiwa orang yang mengalami PGK. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor risiko kejadian penyakit ginjal kronik di RSU Kab. Tangerang.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik observasional dengan desain cross-sectional yang dilaksanakan pada bulan Januari-Februari 2022. Jenis data yang digunakan adalah data sekunder yaitu rekam medis RSU Kabupaten Tangerang. Sampel yang diambil sudah melalui inklusi dan eksklusi dengan jumlah 89 sampel dan diambil menggunakan teknik sampling total sampling. Data dianalisis dengan uji Chi Square atau Fisher serta regresi logistik biner. Hasil: Kejadian PGK paling banyak terjadi pada usia ≥60 tahun (52,4%), sebagian besar pasien PGK tidak memiliki riwayat obesitas (54,8%), ada riwayat hipertensi (81,0%), ada riwayat DM (83,3%), dan tidak ada riwayat batu ginjal (83,3%). Risiko terjadinya PGK meningkat pada pasien yang berusia ≥60 tahun (OR=2,163; 95%CI=1,426-3,281), memiliki riwayat obesitas (OR=1,709; 95%CI=1,128-2,590), riwayat hipertensi (OR=3,798; 95%CI=1,987-7,261), riwayat diabetes melitus (OR=5,349; 95%CI=2,664-10,738), dan riwayat batu ginjal (OR=2,025; 95%CI=1,410-2,908). Diabetes melitus merupakan faktor risiko yang paling dominan memengaruhi kejadian PGK (OR=37,358; 95%CI=10,330-135,100).Kesimpulan: Faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PGK adalah usia, obesitas, hipertensi, diabetes melitus, dan batu ginjal. Faktor risiko yang paling berpengaruh terhadap kejadian PGK yaitu diabetes melitus.Kata Kunci: Faktor risiko, Penyakit ginjal kronik AbstractBackground: Chronic kidney disease is a world health problem that is very important to pay attention to because its prevalence continues to increase, can reduce the level of productivity of sufferers, and requires large medical expenses. In Banten Province there are 3.1 million people who have CKD. The purpose of this study was to analyze the risk factors for chronic kidney disease in the Regency General Hospital. Tangerang.Method: This research is an observational analytic study with a cross-sectional design conducted from January-February 2022. The sample is secondary data in the form of medical records. The samples taken have gone through inclusion and exclusion with a total of 89 samples and taken by total sampling. Data were analyzed by Chi Square or Fisher test and binary logistic regression.Result: The results showed that the highest incidence of CKD occurred at age ≥60 years (52.4%), most CKD patients did not have a history of obesity (54.8%), had a history of hypertension (81.0%), had a history of DM (83.3%), and no history of kidney stones (83.3%). The risk of developing CKD increases in patients aged ≥60 years (OR=2.163; 95% CI=1.426-3.281), have a history of obesity (OR=1.709; 95% CI=1.128-2.590), history of hypertension (OR=3.798; 95 %CI=1.987-7.261), history of diabetes mellitus (PR=5.349; 95% CI=2.664-10.738), and history of kidney stones (OR=2.025; 95% CI=1.410-2.908). Diabetes mellitus is the most dominant risk factor affecting the incidence of CKD (OR=37.358; 95% CI=10.330-135.100). Conclusion: The risk factors that associated with CKD are age, obesity, hypertension, diabetes mellitus, and kidney stones. The most influential risk factor for the incidence of CKD is diabetes mellitus.Keywords: Chronic kidney disease, Risk factors
Hubungan Perawatan Diri (Self Care) dengan Kadar Gula Darah pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 Muflihatin, Siti Khoiroh; Astuti, Zulmah; Milkhatun, Milkhatun; Halimah, Nur; Nugroho, Purwo Setiyo
Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat : Media Komunikasi Komunitas Kesehatan Masyarakat Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024
Publisher : Public Health Undergraduate Program, Faculty of Health Science, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52022/jikm.v16i1.489

Abstract

Latar Belakang: Perawatan diri (self care) pada penderita Diabetes Melitus (DM) adalah upaya mengendalikan glukosa darah. Perawatan diri tersebut meliputi pemantauan rutin glukosa darah, peningkatan aktivitas fisik, dan perawatan kaki. Perawatan diri yang rutin diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien DM dan mencegah terjadinya komplikasi pada pasien. Penelitian bertujuan untuk mengetahui adanya hubungan antara perawatan diri pada pasien DM dengan kadar glukosa darah.Metode: Penelitian kuantitatif dengan pendekatan studi Cross-sectional dilakukan dengan mengumpulkan data melalui kuesioner SDSCA (Summary of diabetes self-care activities). Teknik purposive sampling digunakan untuk pemilihan sampel sehingga menghasilkan 190 responden berdasarkan kriteria inklusi, yaitu penderita DM tipe 2. Penelitian dilakukan di wilayah kerja Puskesmas Trauma Center Kota Samarinda pada bulan Oktober-November 2022. Data dianalisis menggunakan uji Chi square untuk melihat hubungan antara perawatan diri dengan kadar gula darah pada penderita DM tipe 2.Hasil: Proporsi pasien dengan perawatan diri yang baik sebesar 51,10% dan perawatan diri kurang sebesar 48,90%. Kadar glukosa darah didapatkan sebagian besar responden (61,10%) memiliki kadar glukosa darah tidak terkontrol. Didapatkan ada hubungan antara perawatan diri pasien DM tipe 2 dengan kadar glukosa darahnya dengan nilai p= 0,00.Kesimpulan: Perawatan diri merupakan faktor yang berperan penting dalam mengendalikan kadar glukosa darah pada penderita DM tipe 2.Kata Kunci: Diabetes Melitus, Glukosa darah, Perawatan diri Background: Self-care for people with Diabetes Mellitus (DM) is an important thing to do to control blood glucose levels. This self-care includes regular monitoring of blood glucose, increasing physical activity, and foot care. It is hoped that routine self-care can improve the quality of life of DM patients and prevent complications in patients. The research aimed to determine the relationship between self-care in DM sufferers and blood glucose levels.Method: Quantitative research with a Cross-sectional study approach was conducted with data collected using the SDSCA (Summary of diabetes self-care activities) questionnaire. A purposive sampling technique was used for sample selection so that 190 respondents were selected based on inclusion criteria, namely those with type 2 DM. The study was conducted in the work area of Trauma Center Health Care of Samarinda in October–November 2022. Data were analyzed using the Chi-square test to identify the relationship between self-care and blood sugar levels in type 2 DM patients.Results: The proportion of patients with good self-care was 51.10% and poor self-care was 48.90%. It was found that most respondents (61.10%) had uncontrolled blood glucose levels. It was found that there was a relationship between the self-care of type 2 DM patients and their blood glucose levels with a value of p = 0.00.Conclusion: Self-care was an important factor in controlling blood glucose levels in people with type 2 DM.Keywords: Blood glucose, Diabetes mellitus, Self-care

Filter by Year

2019 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 17 No 4 (2025): JIKM Vol 17, Issue 4, November 2025 Vol 17 No 3 (2025): JIKM Vol 17, Issue 3, August 2025 Vol 17 No 2 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 2, May 2025 Vol 17 No 1 (2025): JIKM Vol. 17, Issue 1, February 2025 Vol 16 No 4 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 4, November 2024 Vol 16 No 3 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 3, Agustus 2024 Vol 16 No 2 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 2, Mei 2024 Vol 16 No 1 (2024): JIKM Vol. 16, Edisi 1, Februari 2024 Vol 15 No 4 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 4, November 2023 Vol 15 No 3 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 3, Agustus 2023 Vol 15 No 2 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 2, Mei 2023 Vol 15 No 1 (2023): JIKM Vol. 15, Edisi 1, Februari 2023 Vol 14 No 4 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 4, November 2022 Vol 14 No 3 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 3, Agustus 2022 Vol 14 No 2 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 2, Mei 2022 Vol 14 No 1 (2022): JIKM Vol. 14, Edisi 1, Februari 2022 Vol 13 No 4 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 4, November 2021 Vol 13 No 3 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 3, Agustus 2021 Vol 13 No 2 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 2, Mei 2021 Vol 13 No 1 (2021): JIKM Vol. 13, Edisi 1, Februari 2021 Vol 12 No 4 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 4, November 2020 Vol 12 No 3 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 3, Agustus 2020 Vol 12 No 2 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 2, Mei 2020 Vol 12 No 1 (2020): JIKM Vol. 12, Edisi 1, Februari 2020 Vol 11 No 4 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 4, November 2019 Vol 11 No 3 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 3, Agustus 2019 Vol 11 No 2 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 2, Mei 2019 Vol 11 No 1 (2019): JIKM Vol. 11, Edisi 1, Februari 2019 More Issue