cover
Contact Name
JUNAIDIN
Contact Email
junaidinmuhaimin@gmail.com
Phone
+6282336472744
Journal Mail Official
ejournal.fitrah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Sukun Karara, Kota Bima, NTB 646818
Location
Kab. bima,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan
ISSN : 20857365     EISSN : 27223027     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
Fitrah: Jurnal Studi Pendidikan (P-ISSN 2085-7365 dan E-ISSN 2722-3027) adalah jurnal ilmiah, berkenaan dengan Studi Pendidikan sebagai domain studi yang diterbitkan dua kali oleh Institute for Research and Community Service (LP2M) STIT Sunan Giri Bima.
Articles 178 Documents
PERKEMBANGAN MADRASAH SEBAGAI INSTITUSI PENDIDIKAN ISLAM MASA ABBASIYAH DAN AWAL MUNCULNYA DI INDONESIA Suryani Suryani
Fitrah Vol 9 No 2 (2018)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v9i2.179

Abstract

Madrasah merupakan sebuah wadah pendidikan yang melalui masa proses yang panjang sebagai institusi pendidikan. Munculnya madrasah sebagai sebuah institusi pendidikan tinggi pasca lembaga pendidikan non formal pada masa-masa sebelumnya dikarenakan makin meluasnya daerah Islam serta berkembangnya ilmu pengetahuan yang mengakibatkan harus dipertimbangkanya lembaga-lembaga pendidikan tersebut sebagai lembaga pendidikan Islam yang tidak lagi dianggap mampu dan memadai untuk keberlangsungan pendidikan Islam, terutama kepada mereka yang hendak melanjutkan pada jenjang pendidikan tinggi. Munculnya madrasah Nizhamiyah pada dasarnya merupakan reaksi terhadap berkembangnya paham Shi’ah pada waktu itu, yang dimulai sejak abad keempat. Paham ini nampak telah berkembang begitu pesat di banyak daerah Islam yang dipromotori oleh Dinasti Fatimiyah di Mesir. Mengingat bahwa untuk melawan Shi’ah tidak cukup dengan kekuatan senjata, maka pemerintah pada masa itu membentengi masyarakat dari pengaruh Shi’ah melalui jalur pendidikan. Maka sejak itu madrasah mulai berkembang secara Institusi dan berotonomi dari berbagai wilayah dan mengembangkan secara menyeluruh sebagai institusi yang berdaulat pada kekuatan elit politik Islam sebagai pemurnian ajaran islam sejak dini dan terlembaga secara hukum.
POLA GERAKAN DAN ARAH PENDIDIKAN KHILAFATUL MUSLIMIN DI BIMA Syukri Abubakar
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.185

Abstract

Khilafatul Muslimin (KM) lahir dilatar belakangi oleh kegelisahan pendirinya memperhatikan kondisi umat Islam yang kian hari kian terbelakang dan tertindas oleh hegemoni Barat dari segi politik, ekonomi dan sosial budaya. Oleh karenanya satu-satunya cara untuk mengembalikan kondisi umat Islam seperti masa lalu adalah dengan menegakkan kembali khilafah yang sudah lama tumbang. Penegakan khilafah ini bersifat wajib karena sudah dimaktubkan dalam al-Qur’an dan As-Sunnah. Salah satu daerah yang dijadikan bascame KM adalah Bima yang terletak di ujung timur pulau Sumbawa. Mereka mendirikan sebuah madrasah sebagai pusat gerakan yang berfungsi sebagai tempat transfer of knowledge pada generasi muda KM. Untuk masyarakat umum, para ustadz KM gencar melakukan dakwah melalui media internet, FB dan Blog, menyampaikan khutbah bergilir di beberapa masjid, mengadakan diskusi keilmuan, dll. Ormas KM ini bila dikaitkan dengan teori gerakan sosial, dilihat dari latarbelakang berdirinya, termasuk dalam kategori teori deprivasi relatif (relative deprivation theory), karena para pendirinya merasa kecewa terhadap kondisi kaum muslimin yang semakin hari semakin terpuruk dan menjauh dari syari’at Islam. Jika dilihat dari tipologinya, KM termasuk dalam kategori gerakan sosial transnasional movement, tipe gerakan sosial yang bercita-cita untuk mengubah kondisi sosial tertentu yang tidak hanya ada dalam lingkungan mereka, akan tetapi perubahan di seluruh dunia. Tipe gerakan sosial ini sering disebut dengan gerakan sosial baru (GSB) atau New Sosial Movement (NSM). Sztompka mengkategorikan KM sebagai gerakan konservatif, gerakan sayap kanan, yaitu gerakan yang berupaya untuk memperbaiki institusi, hukum, cara hidup, dan keyakinan yang telah mapan di masa lalu tetapi mengalami erosi dan dibuang dalam perjalanan sejarah.
KOMPETENSI PEDAGOGIK DAN SOSIAL GURU KELAS DALAM PENDIDIKAN INKLUSI DI SDN BALIREJO YOGYAKARTA Jamiin Jamiin
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.186

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kompetensi pedagogik dan sosial guru kelas dalam pendidikan inklusi di SDN Balirejo Yogyakarta serta untuk mengetahui implementasi dan penilaian hasil belajar peserta didik bagi anak berkebutuhan khusus di SDN Balirejo Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik di SDN Balirejo Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat analisis data yang digunakan dengan model kualitatif deskriptif sedangkan untuk menguji keabsahaan data, peneliti menggunakan dua metode yakni triangulasi sumber dan triangulasi metode. Secara umum hasil temuan riset ini menunjukkan bahwa guru kelas memiliki kemampuan dalam mengatasi anak berkebutuhan khusus (ABK) dengan menempatkan posisi duduk saat belajar dan menjadikan mereka sebagai anak angkat sementara, serta mampu mengidentifiaksi 2 anak ABK yang sebelumnya belum diassessment. Adapun implementasi pendidikan inklusi di SDN Balirejo pelaksanaannya ada sedikit dibedakan dengan pendidikan pada umumnya, dimana aktivitas pembelajaran ditangani oleh guru kelas tanpa adanya pendampingan oleh guru pendamping khusus (GPK) yang memiliki kualifikasi akademik di bidang ke-ABK-an. Terkait penilaian hasil belajar peserta didik yang ABK, untuk perlu diketahui bahwa, peserta didik ABK tidak harus dilihat dari kemampuan kognitif, mereka memang terlihat masih jauh dengan peserta didik yang reguler. Namun dari segi keterampilan, peserta didik ABK memiliki kemampuan motorik dalam hal membatik. Dimana peserta didik ABK tersebut lebih terlihat disiplin, rajin dan teliti serta memiliki hasil karya yang jauh lebih baik dari peserta didik yang reguler. Selain itu, juga mampu melakukan kegiatan ekstrakurikuler lainnya seperti karate dan tari yang merupakan program unggulan di SDN Balirejo Yogyakarta.
INTERAKSI PESERTA DIDIK DARI BERBAGAI ETNIS DALAM PENDIDIKAN MULTIKULTURAL KELAS VI DI SDN BALIREJO YOGYAARTA Zumratun Zumratun
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.193

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Pendidikan Multikultural di SDN Balirejo dan untuk Menganalisis Interaksi Peserta Didik Dari Berbagai Etnis, Budaya Dan Agama Yang Berbeda. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kelas dan peserta didik di SDN Balirejo Yogyakarta. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Alat analisis data yang digunakan dengan model kualitatif deskriptif sedangkan untuk menguji keabsahaan data, peneliti menggunakan dua metode yakni triangulasi sumber dan triangulasi metode. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Pertama, Implementasi pendidikan multikultural di SDN Balirejo antara lain: a) guru membangun pengetahuan peserta didik melalui penanman ilmu-ilmu sosial, seperti PPKN, IPS serta Agama, b) memberikan contoh tentang keanekaragaman etnis, suku dan budaya, c) melakukan pembelajaran dengan model dan gaya mengajar yang bervariasi, d) membuat kegiatan yang memberikan kesempatan kepada seluruh warga untuk dapat berinteraksi dengan baik dan kondusif, dan e) menanamkan sikap positif terhadap peserta didik agar memiliki prasangka yang baik tentang keragaman etnis, suku dan maupun budaya. Kedua, Interaksi peserta didik dari latar belakang etnis, budaya dan agama yang berbeda di SDN Balirejo Yogyakarta adalah berlangsung dalam bentuk interaksi berupa hubungan kerja sama (asosiatif) dan konflik atau pertikaian (disosiatif) serta memiliki pola interaksi akulturasi, paternalisme, integrasi dan pluralisme.
ETIKA GURU SEBAGAI PENDIDIKAN YANG MENDASAR BAGI SISWA Hermawansyah Hermawansyah
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.212

Abstract

Dalam pendidikan, transformasi pengetahuan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja disetiap pertemuan, tidak hanya di tempat pendidikan formal namun pada tempat non formal sering terjadi pertukaran pendidikan itu secara tidak langsung. Namun kadang kala ada banyak pendidik atau guru tidak pernah menyadari bahwasannya pendidikan pertama itu adalah etika keseharian guru yang selalu Nampak dan ditemuai oleh peserta didik dilingkuangan sekolah baik dalam tutur kata, teguran, hukuman dan bahkan perilaku berkomunikasi sesama pendidikpun akan diperhatikan oleh para peserta didiknya. Sebab etika merupakan Pedoman dalam bersikap dan Berperilaku yang di dalamnya berisi Garis Besar Nilai Moral dan Norma yang mencerminkan lingkungan Sekolah yang edukatif, kreatif, santun dan bermartabat, untuk kepentingan bersama warga sekolah terutama siswa dan masyarakat lingkungan sekolah pada umumnya. Mengacu pada persoalan ini berarti pelajaran atau pendidikan yang paling pendasar bagi para siswa adalah etika seorang guru sebagai pelajaran yang paling utama yang akan menjadi tauladan atau ditiru mulai dari tutur kata, sapa salam dan bahkan pada hukuman dan teguran semuanya menjadi factor nilai yang paling mendasar yang dapat merubah peserta moral peserta didik.
PENERAPAN NILAI-NILAI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DI LINGGKUNGAN SOSIAL SEBAGAI WUJUD PENDIDIKAN Suryani Suryani
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.249

Abstract

Gejala kemerosotan akhlak tersebut, dewasa ini bukan saja menimpa kalangan dewasa, melainkan juga telah menimpa kalangan pelajar tunas-tunas muda, orang tua, ahli didik dan mereka yang berkecimpung dalam bidang Agama dan sosial banyak mengeluhkan terhadap perilaku sebagian pelajar yang berperilaku nakal, keras kepala, mabuk-mabukan, tawuran, pesta obat-obatan terlarang, bergaya hidup seperti di Eropa dan Amerika dan sebagainya Untuk menumbuhkan nilai-nilai keislaman pada lingkungan sosial, dalam kehidupan sosial perlu adanya program kegiatan keagamaan dilingkuangan sosial dengan mengintegrasikan nilai nilai Agama pada setiap kegiatan dan perilaku. Mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan Agama adalah satu upaya yang muneul sebagai reaksi terhadap adanya konsep dikotomi antara Agama dan ilmu. Orang tua memiliki tanggung jawab mengajarkan Al-Qur'an pada anak-anaknya sejak kecil. Pengajaran Al-Qur'an mempunyai pengaruh yang besar dalam menanamkan iman (aqidah) yang kuat bagi anak. pengajaran Al-Qur'an pada anak merupakan dasar pendidikan Islam terutama yang harus diajarkan. Ketika anak masih berjalan pada fitrahnya selaku manusia suci tanpa dosa, merupakan lahan yang paling terbuka untuk mendapatkan cahaya hikmah yang terpendam dalam Al-Qur'an, sebelum hawa nafsu hilang.. Kata Kunci: Gerakan Sosial, Khilafatul Muslimin, Khilafah Islamiyah
KONSEPTUALISASI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI BERBASIS PENANAMAN AQIDAH Idhar Idhar
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.253

Abstract

Keluarga merupakan lembaga institusi pendidik pertama, tidak hanya mendidik atau memperhatikan anak-anaknya tentang ilmu umum tetapi yang lebih penting adalah menanamkan pemahaman mereka akan ilmu agama bahkan lebih sepesifik juga membekalinya dengan penanaman pendidikan aqidah yang menjadi kewajiban sebagai orang tua. Tidak berlebihan ketika orang tua dikatakan sebagai sumber pendidikan aqidah anak pertama sebelum masuk sekolah formal. Pendidikan yang diselenggarakan dan diterima oleh seorang anak dalam perjalanan hidupnya. Pendidikan aqidah ini secara agama sudah dimulai sebelum ia masuk kedunia ini. Artinya, pendidikan akidah sudah berlangsung jauh semasa manusia masih di alam absolut (ruh) yaitu alamnya yang paling awal yang tidak dapat dibatasi dengan waktu atau disebut masa azaly. Orang tua yang bertanggung jawab dalam mendidik anak di usia dini bisa dilihat dari kuatnya penanaman aqidah. Anak didik yang ditanamkan aqidah pada usia dini bisa dilihat secara dzahir yaitu identik dengan keshalehan, baik itu secara individu maupun sosial. Hal ini wajar, karena pembiasaan orang tua dalam menanamkan aqidah dan mendidik anak-anak diusia dini baik mulai dari dalam kandungan dengan menjaga pandangan, berdo’a sebelum berbuat intim dengan suami istri sampai memperhatikan sekolah formal anak didiknya. Karena pendidikan aqidah orang tua di usia dini lebih mengena daripada hanya mengandalkan penjelalasan materi di sekolah. Tujuan dari pendidikan ialah meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta akhlak mulia dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang (Pasal 31 ayat 3) Dalam pasal ini dijelaskan bahwa tujuan dari pendidikan di Indonesia adalah bertujuan meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia pada pelajar pada realitanya seperti jauh api dari panggang. Sistem pengajaran yang diberikan sekolah terhadap siswanya sebagian besar ialah hanya berorientasi kepada kecerdasan intelektual semata (intelegensia) sedangkan penanaman nilai-nilai aqidah pada diri anak sangat kurang sekali. Dalam tulisan ini saya membahas tentang bahasan mengenai konseptualisasi pendidikan anak usia dini berbasis penanaman aqidah Kata Kunci : Pendidikan Anak Usia Dini, Penanaman Nilai-nilai Aqidah
PERAN GURU AQIDAH AKHLAQ DALAM MENGATASI KENAKALAN SISWA Tamjidillah Tamjidillah
Fitrah Vol 10 No 2 (2019)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v10i2.254

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan mengetahui peran guru aqidah akhlaq dalam mengatasi kenakalan siswa serta bagaimana penanganan yang dilakukan guru Aqidah Akhlaq dalam mengatasi kenakalan siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan acuan bagi para guru dalam rangka penanganan terhadap kenakalan siswa. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif, dengan teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian dari bentuk kenakalan siswa yang bervariasi pada suatu lembaga pendidikan adalah merupakan peran guru ketika berada di dalam kelas yaitu guru sebagai pendidik, pengajar dan penilai, sedangkan guru ketika beraada di luar kelas adalah membimbing, mengarahkan dan mengevaluasi untuk menciptakan peserta didik sesuai harapan pendidik. Tanggung jawab guru sebagai orang tua adalah ketika para siswa berada di lingkungan sekolah. Tanggungjawab guru sebagai seorang pengajar ketika guru berada di dalam ruang kelas. Tanggungjawab guru sebagai seorang pendidik adalah ketika guru berada di dalam maupun diluar kelas atau di lingkungan sekolah.
PENGARUH KEMAMPUAN MANAJERIAL PIMPINAN TERHADAP MUTU LAYANAN ADMINISTRASI DI PASCASARJANA UIN ALAUDDIN MAKASSAR Aburizal Akbar; Arifuddin Siraj; Muhammad Yaumi
Fitrah Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v11i1.261

Abstract

This research article examines the significance of the influence of leadership managerial abilities on the quality of administrative services at the Alauddin State Islamic University in Makassar, while the objectives of this research article are: first, to analyze the reality of the managerial abilities of the postgraduate leadership of Alauddin State Islamic University Makassar; second, analyzing the reality of the administrative service quality of the Postgraduate Administration at the State Islamic University alauddin Makassar; third, to analyze the significance of the influence of the managerial ability of postgraduate leadership on the quality of administrative services at the Alauddin State Islamic University in Makassar. The type of research used is survey research through a quantitative approach with the data collection tool used is a questionnaire, while the analysis used is the product moment analysis and correlation analysis. The indications for the results of this study are that: first, the reality of the managerial ability of the postgraduate leadership of Alauddin State Islamic University Makassar is in the good category (71.4%); second, the reality of the quality of administrative services at the Postgraduate Program at Alauddin State Islamic University in Makassar is in the medium category (65.8%); third, the managerial ability of the postgraduate leadership of the Alauddin State Islamic University in Makassar has a significant effect (16.5%) on the quality of administrative services at the Postgraduate Program at the Alauddin State Islamic University in Makassar.
MANAJEMEN MADRASAH : (Kepemimpinan Kepala Madrasah Dalam Pengembangan Lembaga Pendidikan Islam) Hermawansyah Hermawansyah
Fitrah Vol 11 No 1 (2020)
Publisher : Prodi PAI STIT Sunan Giri Bima

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47625/fitrah.v11i1.264

Abstract

bersangut paut pula dengan segala unsur yang membentuk madrasah, baik itu tata kelola administrasi maupun perannya sebagai pemimpin terhadap bawahannya. Ini melingkupi memperkuat keyakinan, dukungan, dorongan dan kerjasama dalam rangka mencapai tujuan bersama lembaga pendidikan yang berkualitas serta memiliki daya saing. Semua indikator tersebut tentunya tidak terlepas dari peranan dan tanggung jawab kepala madrasah melalui analisis-analisis kelebihan dan kelemahannya. Kelemahan tersebut kemudian bisa diatasi dengan seminar, workshop ataupun pelatihan semacamnya yang degan tujuan peningkatan kapasitas SDM Madrasah. Adapun upaya-upaya tersebut seperti; 1) pengembangan kurikulum SDM, 2) Perbaikan sarana dan prasarana, 3) peran serta masyarakat. Faktor-faktor pendukungnya ialah sarana dan prasarana dan pelaksanaan kegiatan pembelajaran oleh guru. Disamping itu sebagai faktor penghambatnya adalah masalah guru, dana, kemampuan dan jiwa psikologis siswa yang berbeda-beda serta peran serta masyarakat yang masih rendah.

Page 8 of 18 | Total Record : 178