cover
Contact Name
Hamidi, M.Pd
Contact Email
hamidi@unram.ac.id
Phone
+6281936732708
Journal Mail Official
jcar@unram.ac.id
Editorial Address
Jl. Pendidikan No 37 Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Classroom Action Research
Published by Universitas Mataram
ISSN : 26563460     EISSN : 26562340     DOI : -
Core Subject : Education,
Journal of Classroom Action Reseach (Jurnal Penelitian Tindakan kelas) e-ISSN:2656-2340 , p-ISSN: 2656-3460 adalah jurnal yang memuat artikel hasil penelitian-penelitian kelas baik dari kalangan guru, dosen, maupun dari hasil penelitian mahasiswa. Journal of Classroom Action Reseach merupakan salah satu jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Magister Pendidikan IPA Pascasarjana Universitas Mataram. Jurnal ini terbit 2 (dua) kali setahun yaitu Bulan Februari dan Agustus. Journal of Classroom Action Reseach adalah jurnal yang menyediakan akses terbuka hasil riset yang dapat dibaca dan diunduh secara gratis untuk publik dan akan mensupport pertukaran pengetahuan hasil penelitian di bidang pendidikan. Semua isi/konten yang dipublikasikan dibawah lisensi Creative Commons Attribution ShareAlike 4.0 International License.
Arjuna Subject : -
Articles 57 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 2 (2023): Mei" : 57 Documents clear
Analisis Kesulitan Belajar Bahasa Indonesia Peserta Didik Kelas IVA SDN 32 Cakranegara Yusrin; I. Nyoman Karma; Mansur Hakim
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2820

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesulitan belajar bahasa indonesia peserta didik kelas IVA SDN 32 Cakranegara, dan faktor-faktor yang mempengaruhi kesulitan belajar bahasa indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas IVA dan walim kelas IVA SDN 32 Cakranegara. Tehnik pengumpulan data menggunakan tehnik wawacara semi terstruktur dan dokumentasi. Analisis menggunakana, model miles dan humberman, kondesasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan Hasil penelitian 1. di lihat dari 6 peserta didik yang menggalami kesulitan belajar bahasa indonesia 2. Jenis keulitan belajar bahasa Indonesia, pertama dilihat keterampilan menulis terdapat 1 orang peserta didik yang memiliki kesulitan belajar bahasa Indonesia, kedua dilihat dalam keterampilan membaca terdapat 1 orang peserta didik yang memiliki kesulitan belajar bahasa Indonesia, ketiga dilihat dalam keterampilan menyimak terdapat 2 orang peserta didik yang memiliki kesulitan belajar bahasa indonesia dan yang terakhir berbicara terapat 2 orang peserta didik yang memiliki kesulitan belajar bahasa Indonesia. 3. Faktor-faktor penyebab kesulitan belajar bahasa indonesia peserta didik kelas IVA SDN 32 Cakranegara yaitu: 1. faktor internal adalah faktor yang berasal dari diri peserta didik yang mencakup kurangnya minat peserta didik terhadap mata pelajaran bahasa indonesia, motivasi belajar yang rendah, acuh ta acuh saat belajar dan dan kondisi kesehatan peserta didik, 2. Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri peserta didik yang mencakup kurangnya perhatian orang terhadap perkembanggan belajar peserta didik, lingkungan tempat tingal, teman sebaya dan suasana rumah yang ribut sehingga peserta didik tidak bisa menggfokuskan saat belajar.
Layanan Bimbingan Belajar Terhadap Anak Berkebutuhan Khusus Sri Sopiati; Hari Witono; Husniati
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan bimbingan belajar anak berkebutuhan khusus di MI Riadusshalihin NW Lombok Tengah. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Objek penelitian adalah peserta didik yang berkebutuhan khusus. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Instrumen penelitian menggunakan pedoman wawancara dan lembar observasi/pengamatan dan pedoman dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model Milles dan Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, analisis dan pembahasan didapatkan bahwa bentuk layanan bimbingan belajar yang diberikan kepada anak berkebutuhan khusus di MI Riadusshalihin NW Lombok Tengah adalah 1) Memberikan perhatian lebih ke peserta didik ABK, 2) Melatih komunikasi yang lebih sering kepada ABK, 3) Media pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan ABK, 4) Melatih Sikap ABK, 5) Tambahan alokasi waktu khusus untuk ABK dan 6) Menyesuaikan isi Materi sesuai kompetensi dasar. Kendala yang dihadapi guru dalam memberikan layanan bimbingan belajar yaitu tidak ada GPK, minimnya pengetahuan guru terhadap ABK, tidak ada fasilitas seperti sarana dan prasana yang memadai, dan kemampuan guru yang kurang menguasai pembelajaran.
Kesalahan Menyelesaikan Soal Cerita Bentuk Aljabar Ditinjau Dari Gaya Belajar Fifin Asmaliyah; Sripatmi; Nilza Humaira Salsabila; Arjudin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei (First Online)
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2937

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis kesalahan, tingkat kesalahan dan penyebab kesalahan siswa dalam menyelesaikan soal cerita bentuk aljabar. Analisis kesalahan dilakukan berdasarkan prosedur Newman dan ditinjau dari gaya belajar siswa. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VIIA SMPN 17 Mataram tahun ajaran 2022/2023 yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling, kemudian dipilih masing-masing 2 siswa dari setiap tipe gaya belajar. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner, tes, dan wawancara. Teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah (i) siswa gaya belajar visual cenderung melakukan kesalahan pada tahap transformasi dan penulisan kesimpulan dengan persentase kesalahan berturut-turut sebesar 80,56% dan 83,33% kategori sangat tinggi dan siswa gaya belajar visual memperoleh persentase kesalahan sebesar 48,33 ketegori sedang, (ii) siswa gaya belajar auditorial cenderung melakukan kesalahan tahap transformasi, keterampilan proses dan penulisan kesimpulan dengan persentase kesalahan berturut-turut sebesar 67,47%, 67,47% dan 66,67% kategori tinggi dan siswa gaya belajar auditorial memperoleh persentase kesalahan sebesar 47,46% kategori sedang, (iii) siswa tipe gaya belajar kinestetik cenderung melakukan kesalahan pada tahap memahami sebesar 46,67% kategori rendah, kesalahan transformasi sebesar 73,33% kategori tinggi, keterampilan proses sebesar 70% kategori tinggi dan penulisan kesimpulan sebesar 70% kategori tinggi dan siswa gaya belajar kinestetik memperoleh persentase kesalahan sebesar 60% kategori tinggi. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa gaya belajar visual yaitu kurang memahami materi bentuk aljabar, tidak mengetahui cara mengubah informasi pada soal ke dalam bentuk matematika, lupa rumus, ingin mempersingkat waktu dan kesalahan pada tahap sebelumnya. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa gaya belajar auditorial yaitu tidak terbiasa menuliskan informasi yang terdapat pada soal, tidak mengetahui rumus, terburu-buru dan kurang teliti. Penyebab kesalahan yang dilakukan siswa gaya belajar kinestetik yaitu siswa kurang memahami maksud dari soal, tidak terbiasa menuliskan informasi pada soal, kurang fokus sehingga kurang teliti saat mengerjakan soal, dan kurang memahami materi.
Implementasi Model Pembelajaran Treffinger Pada Materi Keanekaragaman Hayati Dengan Bantuan Media Gambar Terhadap Hasil Belajar Siswa Ni Nyoman Sugiartini; Mahrus; Kusmiyati; Khairuddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2938

Abstract

Model treffinger memberikan kegiatan belajar dengan tiga tahapan yaitu basic tools, practice with process, dan working with real problem. Ketiga tahapan tersebut dapat membuat siswa terlibat secara aktif dan kreatif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi model pembelajaran treffinger pada materi keanekaragaman hayati dengan bantuan media gambar terhadap hasil belajar biologi siswa kelas X di SMAN 8 Mataram. Jenis penelitian menggunakan Quasi Exsperimrntal Design dengan pendekatan kuantitatif. Penelitian dilakukan pada siswa X MIPA SMAN 8 Mataram yang terdiri dari 56 orang yakni siswa X MIA 3 (kelas eksperimen) dan kelas X MIA 5 (kelas control). Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar kognitif siswa yang terdiri dari  pretest dan posttest yang diberikan pada kelas eksperimen dan kelas kontrol. Lembar observasi afektif dan psikomotorik digunakan untuk mengukur aktivitas belajar siswa.  Hasil analisis dilakukan dengan uji –t dengan taraf signifikansi 5 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa thitung  4,976  lebih besar dari tTabel 2,048. Hasil analisis tersebut dapat dinyatakan bahwa Ho di tolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa berpengaruh signifikan penggunaan model pembelajaran treffinger  terhadap hasil belajar  Biologi siswa di SMAN 8 Mataram.
Identifikasi Penggunaan Alat Permainan Edukatif Dalam Meningkatkan Keterampilan Membaca Anak Khairunnisaq; Baik Nilawati Astini; Ika Rachmayani; Fahruddin
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.2947

Abstract

Alat Permainan Edukatif (APE) merupakan alat permainan untuk anak usia dini yang dapat mengoptimalkan perkembangan anak, yang dapat disesuaikan penggunaannya menurut usia dan tingkat perkembangan anak yang bersangkutan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui Identifikasi penggunaan alat permainan edukatif dalam meningkatkan keterampilan membaca anak kelompok B di PAUD Kecamatan Jonggat Kabupaten Lombok Tengah Tahun 2022. Yang menjadi sasaran objek penelitian ini adalah guru sekolah TK dan KB kelompok B yang berada di Gugus VI berjumlah 13 guru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuesioner (angket), wawancara dan dokumentasi. Data yang telah terkumpul kemudian di analisis secara deskriptif kuantitatif. Berdasarkan data yang diperoleh, diketahui APE yang digunakan oleh guru dalam meningkatkan keterampilan membaca anak terdapat 16 APE, diantaranya balok huruf, kartu hijaiyah, buku cerita, kartu kata, kartu huruf bergambar, ronche abjad, puzzle huruf, poster kata bergambar, menara huruf, pohon huruf, stik huruf, dadu huruf, magnet huruf, papan kata, poster huruf dan papan huruf, APE yang layak digunakan yaitu APE buku cerita (100%), APE yang dominan digunakan yaitu poster kata bergambar dan poster huruf. Dikategorikan sering digunakan yaitu poster kata bergambar (69%) dan poster huruf (92%). Durasi penggunaan APE selama 20 menit yaitu poster kata bergambar (54%) dan poster huruf (38%). Digunakan pada kegiatan awal yaitu Poster kata bergambar (31%) dan poster huruf (35%).
Pemanfaatan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Ni Nyoman Nopiantari Sasmita; Mahrus; Tri Ayu Lestari; Syamsul Bahri
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3023

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar terhadap hasil belajar siswa kelas VII SMPN 5 Mataram pada materi klasifikasi makhluk hidup. Pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar biologi khususnya pada materi klasifikasi makhluk hidup dapat mempermudah siswa menyerap bahan pelajaran, lebih mengenal kondisi lingkunganya, mengetahui lingkungan sebagai sumber belajar. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi Eksperimen dengan pendekatan kuantitatif. Peneliti melaksanakan penelitian dengan dua kelas, satu kelas menjadi kelas eksperimen dan satu kelas sebagai kelas kontrol. Populasinya adalah seluruh siswa kelas VII SMPN 5 Mataram dengan sampel siswa kelas VII A dan VII B yang ditentukan menggunakan metode purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan teknik tes dan teknik angket. Teknik analisis data menggunakan uji prasyarat dan uji hipotesis. Hasil menunjukkan rata-rata nilai hasil post-test kelas eksperimen 74,2 dengan kategori baik sedangkan kelas kontrol yaitu 65,6 kategori baik. Hasil analisis data thitung>ttabel yaitu sebesar (3,774>2,449) dapat dinyatakan H0 ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa dengan pemanfaatan lingkungan sekitar sekolah sebagai sumber belajar biologi pada materi klasifikasi makhluk hidup berpengaruh dalam meningkatkan hasil belajar siswa dari pada hasil belajar peserta didik dengan menggunakan pembelajaran di dalam kelas.
Penggunaan Media Plastisin Dalam Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Usia 5-6 Melsya Raodatul Kholbu; I Made Suwasa Astawa; Nurhasanah; Ika Rachmayani
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3038

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak usia dini melalui penggunaan media plastisin di TKN 1 Batulayar. Metode penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilakukan menggunakan dua siklus dan pada setiap siklusnya dilaksanakan tiga kali pertemuan. Subjek penelitian ini adalah 10 anak TKN 1 Batulayar, yang terdiri dari 4 anak laki-laki dan 6 anak perempuan. Metode pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa media plastisin mampu meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Hal ini ditunjukkan pada tindakan siklus I capaian kemampuan motorik halus anak diperoleh sebesar 51% dengan kriteria Masih Berkembang (MB) kemudian pada tindakan siklus II mengalami peningkatan menjadi 75% kriteria Berkembang Sangat Baik (BSB). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penggunaan media plastisin dapat meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok B2 di TKN 1 Batulayar dan hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan dalam menstimulasi perkembangan motorik halus anak.
Analisis Kemampuan Pemahaman Matematis Pada Materi Trigonometri Ditinjau Dari Kepercayaan Diri Siswa Widiami Sayidah; Sri Subarinah; Nurul Hikmah; Baidowi Baidowi
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3039

Abstract

Kemampuan pemahaman matematis merupakan salah satu kemampuan dasar yang penting dimiliki siswa serta harus dikembangkan dalam pembelajaran matematika. Kepercayaan diri merupakan faktor penting terhadap pemahaman matematis seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan pemahaman matematispada materi trigonometri dengan tingkat kepercayaan diri tinggi, sedang, dan rendah pada siswa kelas XI SMAN 1 Terara. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini yaitu penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Instrument tes yang digunakan berupa angket kepercayaan diri, tes kemampuan pemahaman matematis, dan pedoman wawancara. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis Miles dan Huberman. Hasil penelitian mennjukkan bahwa siswa demgan tingkat kepercayaan diri tinggi mampu menyelesaikan 6 dari 7 indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis tinggi. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri sedang hanya mampu menyelesaikan satu indikator kemampuan pemahaman matematis dengan benar dan lengkap. Sedangkan pada 6 indikator lainnya, siswa sudah mampu menyelesaikan indikator-indikator tersebut, akan tetapi belum sepenuhnya atau belum lengkap sehingga siswa tersebut masuk dalam katgori kemampuan pemahaman matematis sedang. Siswa dengan tingkat kepercayaan diri rendah hanya mampu menyelesaikan 1 dari 7 indikator pemahaman matematis sehingga siswa tersebut masuk dalam kategori kemampuan pemahaman matematis rendah. Sehingga di dapatkan bahwa, siswa dengan kepercan diri tinggi memiliki kemampuan pemahaman matematis tinggi, siswa dengan kepercan diri sedang memiliki kemampuan pemahaman matematis sedang, dan siswa dengan kepercan diri rendah memiliki kemampuan pemahaman matematis rendah.
Penerapan Kegiatan Bermain Kolase Menggunakan Bahan Alam untuk Meningkatkan Perkembangan Motorik Halus Anak Sumarni; Nurhasanah; I Made Suwasa Astawa; Muhammad Tahir
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3049

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya perkembangan motorik halus anak kelompok B di TKN Pembina Labuapi, dimana dari semua indikator perkembangan motorik ada beberapa indikator yang di kategorikan mulai berkembang seperti anak belum mampu menempel pola/gambar tanpa keluar garis, anak belum mampu menempel pola/gambar dengan tepat tanpa bantuan guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam untuk meningkatkan perkembangan motorik halus kelompok B di TK Negeri Pembina Labuapi. Jenis penelitian ini tindakan kelas. Subjek penelitian ini yaitu siswa dengan jumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Tehnik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data kualitatif. Pelaksanaan penerapan kegiatan bermain kolase yang semakin baik membuat perkembangan motorik halus anak disetiap siklusnya meningkat. Pada prasiklus perkembangan motorik halus anak mencapai 36,1% yang dikategorikan mulai berkembang. Hal ini dikarenakan dalam proses pembelajaran media yang digunakan masih kurang, sehingga dalam kegiatan pembelajaran tersebut anak menjadi kurang antusias. Setelah menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam pada siklus I mencapai 43,7% yang kemudian pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 82,9%. Artinya penerapan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sudah terlaksana secara maksimal. Hal tersebut membuat perkembangan motorik halus anak pada siklus I mencapai 54,9% yang dikategorikan berkembang sesuai harapan kemudian mengalami peningkatan pada siklus II menjadi 80,3% dan mencapai indikator keberhasilan yaitu 76%. Hal ini dikarenakan usaha guru yang sangat maksimal dalam menerapkan kegiatan bermain kolase menggunakan bahan alam sehingga perkembangan motorik halus anak semakin meningkat.
Analisis Kemampuan Pemecahan Masalah Materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel Ditinjau Dari Gaya Kognitif Siswa Baiq Handini Lora Padian; Sri Subarinah; Ratna Yulis Tyaningsih; Harry Soepriyanto
Journal of Classroom Action Research Vol. 5 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Program Studi Magister Pendidikan IPA, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jcar.v5i2.3050

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kemampuan pemecahan masalah materi sistem persamaan linier tiga variabel ditinjau dari gaya kognitif siswa kelas X SMAN 1 Praya Timur. Jenis penelitian ini adalah deskripsi kualitatif dan kuantitatif. Instrumen yang digunakan berupa tes gaya kognitif yaitu MFFT  (Matching Familiar Figure Test), tes kemampuan pemecahan masalah, dan pedoman wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa dengan gaya kognitif fast accurate mampu menjalankan 5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi dan sedang dengan persentase 25% dan 75%. Siswa dengan gaya kognitif slow inaccurate hanya mampu menjalankan satu indikator Newman. Sedangkan pada 4 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan sedang dan rendah dengan persentase 40% dan 60%. Siswa dengan gaya kognitif reflektif mampu menjalankan  5 indikator Newman dengan benar dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 41,7%, 25% dan 33,3%. Siswa dengan gaya kognitif impulsif mampu menjalankan 3 indikator Newman dengan benar. Sedangkan pada 2 indikator lainnya, belum sepenuhnya tepat dan lengkap, dengan tingkat kemampuan tinggi, sedang dan rendah dengan persentase 21,4%, 28,6% dan 50%.