cover
Contact Name
Rustam Hasyim
Contact Email
geocivicunkhair@gmail.com
Phone
+6282195892562
Journal Mail Official
geocivic@unkhair.ac.id
Editorial Address
Jl. Bandara Baabullah Kampus I FKIP Kelurahan Akehuda, Kecamatan Kota Ternate Utara, 97728
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Geocivic
Published by Universitas Khairun
ISSN : 23014334     EISSN : 27223698     DOI : http://dx.doi.org/10.33387/geocivic.v1i1
Jurnal Geocivic dikelola dan diterbitkan oleh Jurusan Pendidikan IPS, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun yang terbit 2 kali dalam setahun, memuat tulisan dosen, praktisi, dan mahasiswa bidang ilmu pendidikan sosial. Setiap terbitan memuat sebanyak 6-15 naskah artikel dengan fokus kajian meliputi: Pendidikan Kewarganegaraan, Sejarah, Pembelajaran Geografi, Pembelajaran Hukum, Pembelajaran Ekonomi, pembelajaran Bidang ilmu sosial dan humaniora, serta Studi literatur bidang ilmu Humaniora
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober" : 10 Documents clear
INTERNALISASI NILAI-NILAI PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DALAM PERWUJUDAN SIKAP TOLERANSI ANTAR UMAT BERAGAMA DI KABUPATEN HALMAHERA BARAT (STUDI KASUS DESA MATUI KECAMATAN JAILOLO) Rustam Hasyim; Oktosiyanti M.T. Abdullah
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2556

Abstract

Penelitian ini bertujuan  untuk mengkaji tentang Internalisasi Nilai-Nilai Pendidikan Kewarganegaraan Dalam Perwujudan Sikap Toleransi Antar Umat Beragama di Kabupaten Halmahera  Barat (Studi Kasus Desa Matui Kecamatan Jailolo). Latar belakang penelitian ini menjelaskan bahwa keberlangsungan kehidupan masyarakat Halmahera Barat pasca kerusuahan 1999 terutama antar umat beragama sangatlah menjunjung tinggi sikap saling menghargai, tolong menolong, gotong royong. Disamping itu terdapat sikap kekeluargaan dan penghargaan antar umat beragama komponen tersebut sering mereka sebut sebagai saudara Rasai.Kata rasai memiliki arti bahwa sesama manusia harus memiliki perasaan dan rasa kemanusiaan atas manusia lainnya.Kata rasai inilah yang menjadi simbol pemersatu masyarakat di Kabupaten Halmahera Barat.Hal ini dapat dilihat dari aktifitas kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan seperti kerjasama antar warga masyarakat muslim dan non muslim dalam melaksanakan dan menyelesaikan kegiatan-kegiatan bersama seperti membangun tempat ibadah dan tempat-tempat sosial lainnya. Kedua, Upaya yang dilakukan oleh masyarakat Desa Matui Kecamatan Jailolo dan warga masyarakat Jailolo untuk mewujudkan sikap toleransi adalah melalui kerjasama dalam kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan, membentuk wadah-wadah sosial yang dapat mengembangkan aktifitas dan kreaktifitas ekonomi secara bersama serta memupuk kerjasama melalui kegiatan-kegiatan kemasyarakatan yang dicanagkan oleh pemerintah setempat. Ketiga, Nilai-nilai kearifan lokal seperti budaya saudara rasai dan unsur-unsur budaya kekerabatan lainnya dapat mempersatukan masyarakat Desa Matui Kecamatan Jailolo. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi bersama warga masyarakat dalam melakukan kegiatan-kegiatan pembangunan baik kegiatan pembangunan fisik maupun non fisik melalui semangat kegotong-royongan masyarakat dapat terbina dan terbiasakan untuk mewujudkan masyarakat yang bersatu dalam bingkai dan tatanan budaya yang lahir dari kesepakatan bersama sejak dahulu kala yang telah dipraktekan oleh warga masyarakt walaupun mereka berbeda agama dan budaya yang mereka miliki.Metode penelitian yang digunakan adalah tipe penelitian kualitatif.Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berperilaku yang dapat diamati.Lokasi penelitian bertempat di Desa Matui Kecamatan Jailolo.Subyek penelitian menggunakan teknik “Purposive Sampling”.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder.Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi. Kata Kunci : Internalisasi, Pendidikan Kewarganegaraan, Sikap Toleransi, Umat Beragama dan Masyarakat Desa Matui.
SIKAP DEMOKRASI DALAM PEMBELAJARAN PPKN DI SMK NEGERI 2 KOTA TERNATE Irwan Abbas; Ariani Djurumudi
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2672

Abstract

Abstrak. Latar belakang penelitian ini adalah Pendidikan harus mampu melahirkan manusia-manusia yang demokratis, karena sikap demokratis sangat diperlukan bagi masyarakat saat ini.Kehidupan masyarakat yang demokratis harus didasarkan pada kesadaran warga dan bangsa atas ide, cita-cita demokrasi yang melahirkan kesadaran dan keyakinan bahwa hanya dalam masyarakat yang demokratislah dimungkinkan warga dan bangsa untuk memaksimalkan kesejahteraan dan kebebasan bersama.Tujuan dari penelitian ini adalah 1.Untuk mengetahui peran guru dalam Sikap Demokrasi Dalam Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. 2. Untuk mengetahui implementasi Pembelajaran PPKn di SMK Negeri 2 Kota Ternate. Subjek penelitian adalah orang yang diminta untuk memberikan keterangan tentang suatu fakta atau pendapat dalam mengungkapkan fakta-fakta di lapangan.Subjek penelitian ini adalah seluruh Guru PPKn, wakasek kurikulu, kepala sekolah, dan siswa.Teknik pengumpulan data yang digunakan observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Hasil penelitian ini adalah 1.Sikapdemokratis sangatlah diperlukan dalam kehidupanbermasyarakat,karena Indonesia memilikikeberagamanetnis, budaya,bahasa,agamaserta kelompok- kelompoksosial.Keberagamanini merupakan suatu keniscayaan hidup, karena setiap orang ataupun kelompok pasti memilikiperbedaan yangberagam. Keberagamantersebut merupakansuatu tantangan tersendiri bagiIndonesia, khususnya bagikelompok-kelompok sosialdenganpemikiran danpendapat yangberbeda..2. Implementasi sikap  demokrasi yang diharapkan selain melalui kegiatan pembelajaran yang lebih kreatif, strategi atau metode pembelajaranyang digunakan juga melalui keteladanan yang baik dari perilaku guru. Implementasi nilai-nilai demokrasi dalam proses pembelajaran     Pendidikan Kewarganegaraan di kelas tidak lepas dari peran guru. Dengan memberikan kesempatan seluas-luasnya pada siswauntuk belajar. Kata Kunci :Sikap Demokrasi, Pembelajaran PPKn
Peranan Energy Equity Epic (Sengkang) PTY. LTD Dalam Penyerapan Tenaga Kerja Muhammad Ikhsan
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2456

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk: 1.Mengetahui besar  serapan tenaga kerja asal Kabupaten Wajo yang bekerja pada Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD, 2.Mengetahui besar kontribusi Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD terhadap kehidupan sosial ekonomi yang diberikan kepada masyarkat sekitar dan pemerintah Kabupaten Wajo. Populasi dalam penelitian ini adalah 91 tenaga kerja Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD, sampel (populasi jenuh), pengumpulan data dilakukan dengan; teknik observasi, teknik dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis yang dipakai adalah teknik penelitian deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa:1. Kehadiran Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD di Kabupaten Wajo, ternyata mampu menyerap tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Wajo.Separuh dari keseluruhan tenaga kerja yang bekerja pada Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD merupakan tenaga kerja yang berasal dari Kabupaten Wajo.2.Energy Equity Epic (Sengkang) PTY, LTD memberikan kontribusi besar terhadap masyarakat sekitar dan Pemerintah Kabupaten Wajo. Adapun kontribusi yang diberikan kepada masyarakat sekitar yaitu bantuan dalam bidang pertanian, bantuan dalam peternakan, bantuan dalam bidang pendidikan, bantuan dalam bidang kesehatan, bantuan dalam bidang lingkungan, dan bantuan dalam fasilitas umum, dan kontribusi yang diberikan kepada pemerintah Kabupaten Wajo secara umum diantaranya berupa pajak yang dialirkan perusahaan terhadap pemerintah setempat, yang secara langsung akan membantu dalam penambahan dana pembangunan sektor lainnya di Kabupaten Wajo. Secara khusus Pemerintah Kecamatan akan mendapatkan kesempatan besar untuk  bekerjasama dalam pembangunan sarana mobilitas untuk kepentingan kedua belah pihak.  Kata Kunci: Energy Equity Epic; Serapan Tenaga Kerja; Sosial Ekonomi
PEMBENTUKAN KARAKTER PESERTA DIDIK MELALUI PROGRAM SEKOLAH SEHAT DAN RAMAH ANAK DI SMP NEGERI 7 KOTA TERNATE. Nani I Rajaloa; Mohtar Yusuf; Mirnawati Umawaitina
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2673

Abstract

Abstrak. Penelitian ini dilatar belakangi oleh hubungan sosial antara peserta didik dengan masyarakat  lingkungan sekolah dilihat dari pola pembentukan karakter peserta didik melalui sekolah sehat dan ramah anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter melalui sekolah sehat dan ramah anak, sikap kedisiplinan peserta didik, serta keramahan di lingkungan sekolah SMP Negeri 7 Kota Ternate dengan titik tekan kajian yaitu untuk mengetahui Pembentukan Karakter Peserta Didik Melalui Program Sekolah Sehat Dan Ramah Anak.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tipe kualitatif deskriktif. Penelitian kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriktif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang yang berperilaku yang dapat diamati. Kepala sekolah, guru dan peserta didik. Subyek penelitian adalah menggunakan teknik ‘’Purposive Sampling’’. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan studi dokumentasi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola pembentukan karakter peserta didik melalui sekolah sehat dan ramah anak di SMP Negeri 7 Kota Ternate telah terlaksana dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan sikap kedisiplinan dan selalu bersikap ramah di lingkungan sekolah.  Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan karakter melalui sekolah sehat dan ramah anak di SMP Negeri 7 Kota Ternate adalah telah terjalin sikap kerjasama dan bersikap ramah di lingkungan sekolah.Kata Kunci : Pembentukan Karakter, Peserta Didik, Sekolah Sehat dan Ramah Anak.
Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Religius pada Anak Studi Kasus di Desa Mangon Hasmawati Hasmawati; Rusdi Hasan; Mirdawati Aufat
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2457

Abstract

Latar belakang penelitian ini adalah karakter religius yang dimiliki anak di desa mangon, kecamatan sanana, kabupaten kepulauan sula sangat rendah oleh karena banyak anak-anak yang masih tidak bisa baca tulis alqur’an dan temukan juga anak belum paham dalam bacaan sholat sehingga hanya terkadang waktu mereka melaksanakan sholat. Tujuan dari penelitian ini adalah 1. Mengetahui peran orang tua dalam menanamkan  karakter religius anak di Desa Mangon, Kecematan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula. 2. Mengetahui faktor-faktor penghambat orang tua dalam menanamkan karakter religiu anak diDesa Mangon, Kecamatan Sanana, Kabupaten Kepulauan Sula.Subjek penelitian ini adalah para orang tua, anak, dan tokoh masyarakat.Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun hasil penelitian adalah 1.Dengan cara memberikan nasehat kepada anak bahwa nilai religius itu sangat penting, melakanakan dan mengajarkan kepada anak menggaji, baca tulis alqur’an, membiaakan anak melakukan sholat. hal ini merupakan nilai daar yang sanggat penting di tanamkan pada diri anak di dalam lingkungan keluarga serta menanamkan ahlak dan budi pekerti. 2. Faktor internal (dari dalam diri anak) yakni  masih kurangnya kesadaran anak dalam mempelajari nilai-nilai religius serta kebiasaan dalam bermain gadget atau game.sedangkanFaktor eksternal (faktor lingkungan) adalah yakni pengaruh teman sebaya.                                                                                                      Kata Kunci : Peran Orang Tua; Karakter Religius
PEMBELAJARAN KEARIFAN LOKAL DI SMP NEGERI 2 KOTA TERNATE Jainudin Abdullah; Irwan Djumat; La Fandi
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2671

Abstract

Abstrak. Latar belakang dalam penelitian ini adalah menggali nilai-nilai kearifan lokal yang diajarkan dalam pembelajran muatan  lokal  di SMP Negeri 2 Kota Ternate.Tujuan penelitian:(1).mengetahui bentuk-bentuk kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate.(2).mengetahui faktor-faktor yang mendukung dan menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP Negeri 2 Kota Ternate (3). mengetahuiupaya yang dilakukan guru dalam mengatasi kendala-kendala  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan pendekatan deskriptif Teknik pengumpulan data yakni, observasi, wawancara dan analisis dokumen.Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.Sedangkan subjek penelitian adalah guru kesenian, guru prakarya, kepsek, wakasek kurikulum,dan peserta didik di SMP Negeri 2 Kota Ternate. Selanjutnya peneliti dapat mendeskripsikanhasil penelitian ini sebagai berikut:(1). bentuk–bentuk penerapan pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate biasa dilakukan dalam bentuk kata-kata bijak seperti nasehat,pepatah, dan folklore yang dilakukan pada awal pembelajaran di samping itu juga di lakukan salam penguatan pendidikan karakter (PPKn) salah satu harus ada lagu-lagu nasional dan lagu-lagu daerah sehingga nilai-nilai yang diterapkan dalam  pembelajaran kearifan lokal yaitu nilai religius, nilai nasionalis, integritas, mandiri dan  gotong royong. Kemudian ciri pembelajaran kearifan lokal itu ada secara lisan atau praktek secara langsung tentang kearifan lokal.(2) Faktor- faktor yang mendukung dan menghambat penerapan  pembelajaran kearifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate  adalah sikap antusias Guru dan peserta didik maupun dukungn dari Kepala sekolah. Sedangkan faktor yang menghambat pembelajaran kearifan lokal di SMP 2 kota Ternate adalah kurangnya fasilitas yakni belum adanya gedung teater. (3). Upaya yang dilakukan oleh Guru dalam mengatasi kendala-kendala pada pembelajaran kearaifan lokal di SMPNegeri 2 Kota Ternate adalah Guru harus menyediakan fasilitas ruang belajar yang dan alat-alat peraga dalam  pembelajaran kearifan lokal supaya peserta didik mudah memahami dan mengerti  proses pelaksananaan pembelajaran maupun pada saat praktek tentang kearifan lokal  yang ada di sekolah.Kata Kunci : Pembelajaran, Kearifan Lokal
PENINGKATAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MELALUI MODEL PROJECT BASED LEARNING PADA SISWA KELAS X IPA-4 SMA NEGERI 1 KOTA TIDORE KEPULAUAN Nurafni Achmad
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2741

Abstract

Project based learning (PBL) using the PBL model can improve students' ability to understand mathematical concepts. In terms of student learning completeness, classically, it has achieved ideal learning completeness, which is 100% of the total number of students who complete their study on the subsumative test, and the average test score obtained by students has increased for each action project based learning (PBL). Judging from each category the level of understanding of mathematical concepts, in the category of understanding the whole has increased each cycle. Meanwhile, the percentage of students who had partial misconception, misconception and did not understand from the high category gradually decreased to low because most students had entered the category of fully understanding and partly understanding. This shows that generally students have understood the material being studied. Students' attitudes towards project based learning (PBL) using the PBL model are generally positive. Students feel happy and interested because by using the PBL model learning mathematics becomes less monotonous and more enjoyable so that students find it easier to understand the material being taught.
MEMBANGUN KESADARAN LINGKUNGAN MASYARAKAT PESISIR BERBASIS KONSEP GREEN CONSTITUTION (Studi Kasusdi Kelurahan Makasar Timur Kota Ternate) Sitirahia Hi. Umar; Wahyudin Noe
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2554

Abstract

Abstrak. Penelitian ini berangkat dari keprihatinan peneliti melihatkondisi lingkungan hidup Kota Ternate yang masih meninggalkan permasalahan sampah dan limbah rumah tangga di lautkarena rendahnya pemahaman dan kesadaran masyarakat,serta perhatian pemerintah kotaterhadapkelestarian lingkungan hidup. Oleh karena itu, penting untuk memotret lingkungan hidup Kelurahan Makasar Timur Kota Ternate sebagai contoh kasuslingkungan yang membutuhkan perhatian dan upaya penyelesaian dari stakeholer,baik masyarakat, pemerintah kota, aktifis lingkungan maupun akademisi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya pemerintah kota dan masyarakat dalam membangun kesadaran lingkungan berbasis konsep green constitution. Pendekatan penelitian adalah kualitatif dengan menggunakan metode studi kasus. Hasilnya menggambarkan bahwa : 1) tingkat pemahaman dan kesadaran masyarakat Kelurahan Makasar Timur dalam menjaga lingkunganhidup relatif sangat rendah; 2) belum optimalnya peran pemerintah kotadalam mengatasi permasalahan lingkungan hidup; serta 3)penataan ruang pemukiman kumuh perkotaan yang belum dituntaskan. Kata Kunci: Kesadaran Lingkungan, Masyarakat Pesisir, Green Constitution
PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS XI MIPA 2 SMAN 1 TIDORE KEPULAUAN MELALUI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE LEARNING TIPE JIGSAW Masri Kasim
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2743

Abstract

The application of a varied learning model needs to be done by the teacher to improve student learning outcomes. Jigsaw Cooperative Learning allows students to be actively involved in the learning process so that it has a positive impact on the quality of interaction and communication among students. The method used in this research is a quasi experiment. Data obtained through actions to fix problems in the learning process with a cycle consisting of 4 stages. The results showed that student learning outcomes increased, marked by increased student attention in listening to teacher directions, a responsible attitude emerged and worked together in working on group assignments. Communication between groups is well established, students work on group assignments creatively, students help each other, and give opinions to other groups. Students also learn to respect and appreciate the opinions of others and the emergence of a spirit of leadership in students. In addition, student learning outcomes also increase with the use of multi-methods and learning media, as well as different study room designs for each action, so as to create a conducive and enjoyable learning atmosphere for students.
PELESTARIAN NILAI-NILAI BUDAYA LOKAL DALAM MEWUJUDKAN CINTA TANAH AIR MELALUI PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI SMA NEGERI KOTA TERNATE Syahril Muhammad; Rustam Hasyim
Jurnal Geocivic Vol 3, No 2 (2020): Issue Oktober
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/geocivic.v3i2.2555

Abstract

Penelitian  ini membahas  tentang Pelestarian Nilai-Nilai Budaya Lokal Dalam Mewujudkan Cinta Tanah Air Melalui Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaran  di SMA Negeri  Kota Ternate. Latar belakang penelitian ini menjelaskan Pulau Ternate yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa, memeliki keanekaragaman budaya dan keunikan tradisi yang eksotik dalam memperkaya nilai-nilai kehidupan bangsa Indonesia. Ternate yang terdiri atas berbagai suku dan bahasa daerah telah mewariskan berbagai bentuk budaya seperti; kesenaian, tarian, musik, lagu hingga permainan rakyat. Keanekaragaman tersebut harus dilestarikan dan dikembangkan dengan tetap mempertahangkan nilai-nilai luhur melalui media pendidikan.Hal ini sejalan dengan tujuan  pendidikan muatan lokal yaitu mempersiapkan peserta didik agar mereka memiliki wawasan yang mantap tentang lingkungannya serta sikap dan perilaku bersedia melestarikan dan mengembangkan sumber daya alam,kualitas sosial, dan kebudayaan yang mendukung pembangunan nasional maupun pembangunan setempat.Penelitian ini adalah penelitian lapangan atau field research yaitu peneliti terjun langsung ke lapangan untuk memperoleh data dan informasi terkait dengan penelitian yang dilakukan. Penelitian ini disajikan dalam bentuk deskriptif dengan tujuan untuk menggambarkannilai-nilai budaya lokal masyarakat adat  Ternate sebagai wadah  mewujudkan cinta tanah air melalui pendidikan berbasis kepulauan. Pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui beberapa teknik, yaitu pengamatan, wawancara dan dokumentasi. Tehnik analisisdatayangpenelitilakukanyaitudenganmenggunakan tiga komponenanalisisdatayaitu, (1). Reduksi Data (data reduction). (2), Penyajian Data (data display). (3), Menarik Kesimpulan/Verifikasi (conclusion/ drawing verification). Pada alur akhir analisis data ini adalah menarik kesimpulan dan verifikasi. Kesimpulan yang dikemukakan merupakan temuan akhir dan permanen yang dapat menjawab permasalahan penelitian.Penelitian ini di menemukan terdapat nilai-nilai budaya lokal  masyarakat adat Ternate terdiri atas budaya material dan non material, sehingga kini masih terdokumentasikan dengan baik. Budaya yang berbentuk material yang masih terdapat hingga kini seperti; perumahan, bentuk dan jenis kapal,  alat rumah tangga, dsbnya. Sementara budaya non material yang masih yang hingga kini masih dilestarikan seperti;  tradisi perkawianan seperti; malam rorio, siloloa, joko kaha, makan saro, dan rorasa. Begitupula dalam aspek seni budaya seperti; dola bololo, dalil tifa, bobaso, moro-moro atau jangan, togal dan lalayon. Sementara pada aspek sosial kemasyarakatan seperti; gogoro, oro gia, morom (jojobo) dan maku rorio. Aspek keagamaan, seperti; dina kematian (arwahang), debus atau badabus, kololi kie, fere kie, dan salai jin.  Kata Kunci : Nilai-Nilai Budaya Lokal, Cinta Tanah Air, Pendidikan  Berbasis Kepulauan, dan Pulau Ternate

Page 1 of 1 | Total Record : 10