Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat
ommunity Development Journal : Jurnal Pengabdian masyarakat di terbitkan oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LP2M) Universitas Pahlawan yang berisikan tentang hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Kesehatan, pendidikan, teknik, pertanian, pertenakan, sosial humaniora, komputer, Kewirausahaan dan ekonomi. Jurnal ini terbit secara berkala Jurnal ini terbit enam kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Tujuan dari adanya jurnal ini adalah menyebarluaskan gagasan dan hasil pengabdian dan penelitian yang dilakukan oleh perguruan tinggi, Khususnya Universitas Pahlawan, yang dapat diterapkan dalam masyarakat. Community Development Journal berisikan bermacam kegiatan yang dilakukan baik oleh internal Universitas Pahlawan ataupun dari eksternal dalam menangani dan mengatasi berbagai permasalahan yang terjadi di masyarakat dengan menerapkan ilmu dan teknologi yang kemudian dapat bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Articles
5,592 Documents
PENYULUHAN PALAWIJA DESA RIDAN PERMAI UNTUK KETAHANAN PANGAN SAAT PANDEMI COVID 19
Sularno Sularno;
Ramdhan Witarsa;
Fadhilaturrahmi Fadhilaturrahmi;
Muhammad Syahrul Rizal
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.842
Apabila diperhatikan dari segi fisik, kelompok masyarakat sasaran sangat kekurangan dalam prasarana dan sarana untuk meningkatkan penghasilannya saat pandemi covid 19. Lingkungan yang akan ditanam belum mempunyai sumber air sendiri, belum memiliki alat olah lahan seperti mesin pemotong rumput, mesin pompa air, hand traktor, dan alat semprot elektrik. Sementara lahan penanaman palawija tersebut sangat luas (1/2 hektar) dan sangat representatif untuk ditanami palawija. Palawija yang akan ditanam pada lahan ini adalah jagung.
PENYULUHAN PALAWIJA DESA RIDAN PERMAI UNTUK KETAHANAN PANGAN SAAT PANDEMI COVID 19
Sularno, Sularno;
Witarsa, Ramdhan;
Fadhilaturrahmi, Fadhilaturrahmi;
Rizal, Muhammad Syahrul
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.842
Apabila diperhatikan dari segi fisik, kelompok masyarakat sasaran sangat kekurangan dalam prasarana dan sarana untuk meningkatkan penghasilannya saat pandemi covid 19. Lingkungan yang akan ditanam belum mempunyai sumber air sendiri, belum memiliki alat olah lahan seperti mesin pemotong rumput, mesin pompa air, hand traktor, dan alat semprot elektrik. Sementara lahan penanaman palawija tersebut sangat luas (1/2 hektar) dan sangat representatif untuk ditanami palawija. Palawija yang akan ditanam pada lahan ini adalah jagung.
MENUMBUHKAN RASA KEPEDULIAN SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MA AL MASYHUR BUGUL KIDUL KOTA PASURUAN
Yuniar Mujiwati;
Maya Paramitha;
M. Zainul Arifin Sungsang Maulana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.852
Permasalahan yang di angkat di dalam jurnal ini yakni mengenai bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan di sekolah MA AL MASYHUR Bugul Kidul Kota Pasuruan. Setelah kami mengadakan survei kami menemukan permasalah utama yakni kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kurangnya failitas tempat pembuangan sampah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran penting bagi siswa maupun dewan guru di sekolah tersebut. Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih tentu di perlukan kerja sama antara guru dengan murid di sekolah tersebut, ketika guru atau sekolah berupaya bersosialisasi dan menciptakan lingkungan yang bersih maka tugas selanjutnya yang di lakukan oleh siswa yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan cara senantiasa membuang sampah pada tempatnya. Dari tindakan kecil ini lah siswa dapat menumbuhkan rasa kepedulian nya untuk menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan siswa menjadi terbiasa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
MENUMBUHKAN RASA KEPEDULIAN SISWA TERHADAP KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI SEKOLAH MA AL MASYHUR BUGUL KIDUL KOTA PASURUAN
Mujiwati, Yuniar;
Paramitha, Maya;
Maulana, M. Zainul Arifin Sungsang
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.852
Permasalahan yang di angkat di dalam jurnal ini yakni mengenai bagaimana cara untuk menumbuhkan rasa kepedulian siswa terhadap kebersihan lingkungan di sekolah MA AL MASYHUR Bugul Kidul Kota Pasuruan. Setelah kami mengadakan survei kami menemukan permasalah utama yakni kurangnya kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan kurangnya failitas tempat pembuangan sampah. Seperti yang telah kita ketahui bahwa kebersihan lingkungan sekolah memiliki peran penting bagi siswa maupun dewan guru di sekolah tersebut. Dengan terciptanya lingkungan sekolah yang bersih dan sehat dapat memberikan dampak positif bagi kegiatan belajar mengajar. Untuk menciptakan lingkungan sekolah yang bersih tentu di perlukan kerja sama antara guru dengan murid di sekolah tersebut, ketika guru atau sekolah berupaya bersosialisasi dan menciptakan lingkungan yang bersih maka tugas selanjutnya yang di lakukan oleh siswa yakni menjaga kebersihan lingkungan dengan cara senantiasa membuang sampah pada tempatnya. Dari tindakan kecil ini lah siswa dapat menumbuhkan rasa kepedulian nya untuk menjaga lingkungan sekolah yang bersih dan siswa menjadi terbiasa dalam menjaga kebersihan lingkungan sekolah.
PEMANFAATAN LAHAN TAK PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA EDUKASI SISWA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN
Rasyidah Nur Aisyah;
Kuni Arifah;
Zakiyah Bahanan;
Syakirotun Nimah;
Khoirun Nisak S.I.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Volume 1 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.853
Akhir-akhir ini sekolah di berbagai daerah pada umumnya hanya sedikit yang memiliki taman sekolah, tetapi semua itu pun tidak dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. Upaya menanamkan kesadaran dalam memahami pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan perlu dimulai sejak usia sekolah. Salah satunya melalui program penataan dan pemanfaatan lahan tak produktif sebagai proses pendidikan lingkungan kepada siswa-siswi. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif sebagai wujud pola hidup sehat, bersih, asri, dan nyaman untuk proses pembelajaran sekaligus untuk melestarikan alam di Indonesia. Metode yang digunakan diantaranya membuat taman kreasi dengan memanfaatkan barang bekas serta menambah pengadaan tempat sampah sekolah. Pembuatan taman kreasi dilakukan pada sisi samping kelas dan area halaman kantor guru dengan dipenuhi tanaman yang beragam serta meletakkan tempat sampah pada area strategis yang mudah dijangkau oleh siswa-siswi.Hasil dari kegiatan ini kesadaran siswa-siswi sudah mulai tumbuh untuk menjaga dan merawat taman sekolah. Terlihat dari kebiasaan menyiram tanaman yang dilakukan setiap pagi dan setelah pulang sekolah. Siswa-siswi juga membiasakan diri membuang bekas makanan pada tempat sampah pada yang telah disediakan.
PEMANFAATAN LAHAN TAK PRODUKTIF SEBAGAI UPAYA EDUKASI SISWA UNTUK MELESTARIKAN LINGKUNGAN
Aisyah, Rasyidah Nur;
Arifah, Kuni;
Bahanan, Zakiyah;
Nimah, Syakirotun;
Nisak S.I., Khoirun
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 2 (2020): Juni 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i2.853
Akhir-akhir ini sekolah di berbagai daerah pada umumnya hanya sedikit yang memiliki taman sekolah, tetapi semua itu pun tidak dirawat dan dimanfaatkan dengan baik. Upaya menanamkan kesadaran dalam memahami pentingnya mencintai dan melestarikan lingkungan perlu dimulai sejak usia sekolah. Salah satunya melalui program penataan dan pemanfaatan lahan tak produktif sebagai proses pendidikan lingkungan kepada siswa-siswi. Pelaksanaan kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif sebagai wujud pola hidup sehat, bersih, asri, dan nyaman untuk proses pembelajaran sekaligus untuk melestarikan alam di Indonesia. Metode yang digunakan diantaranya membuat taman kreasi dengan memanfaatkan barang bekas serta menambah pengadaan tempat sampah sekolah. Pembuatan taman kreasi dilakukan pada sisi samping kelas dan area halaman kantor guru dengan dipenuhi tanaman yang beragam serta meletakkan tempat sampah pada area strategis yang mudah dijangkau oleh siswa-siswi.Hasil dari kegiatan ini kesadaran siswa-siswi sudah mulai tumbuh untuk menjaga dan merawat taman sekolah. Terlihat dari kebiasaan menyiram tanaman yang dilakukan setiap pagi dan setelah pulang sekolah. Siswa-siswi juga membiasakan diri membuang bekas makanan pada tempat sampah pada yang telah disediakan.
PELATIHAN PENGEMBANGAN KELAS DIGITAL BERBASIS MICROSOFT 365 DI SEKOLAH MUHAMMADIYAH DKI JAKARTA
Gufron Amirullah;
Maesaroh Maesaroh
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i3.932
Peristiwa pandemi global berdampak pada proses pembelajaran di sekolah. Pembelajaran harus dilakukan secara daring memanfaatkan teknologi guna mencegah interaksi fisik pada satu tempat yang sama. Proses pembelajaran secara daring diprediksikan akan tetap dilaksanakan di masa mendatang dan pada masa new normal saat ini. Proses pembelajaran selalu memiliki tiga tujuan yang akan dicapai yaitu perubahan peserta didik pada ranah afektif, kognitif, dan psikomotorik. Proses pembelajaran yang dilakukan secara daring seharusnya tetap dapat mencapai tujuan pembelajaran. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi atau Information and Communication of Technology (ICT) tidak dipungkiri telah memasuki berbagai lini kehidupan, salah satunya dalam bidang pendidikan. Pada proses kegiatan belajar mengajar di kelas, salah satu produk dalam bidang ICT yaitu Microsoft 365 berupa one note, sway, dan teams, forms dapat digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran secara daring. Microsoft office 365 memudahkan pendidik untuk berbagi dan berkolaborasi dalam hal dokumen pembelajaran yang dapat mendukung proses maupun evaluasi pembelajaran daring yang memanfaatkan koneksi internet. Pengembangan kelas digital berbasis Microsoft 365 telah dilatihkan kepada sebanyak 19 orang guru di sekolah Muhammadiyah DKI Jakarta dengan hasil evaluasi berupa 89,4% peserta menyatakan pelatihan sesuai dengan kebutuhan guru. Melalui pelatihan pembelajaran digital berbasis Microsoft 365 diharapkan dapat berkontribusi dalam peningkatan kualitas proses pembelajaran secara daring.
PKM PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU SAYANG IBU DESA SIMPANG KUBU
Besti Verawati;
Nur Afrinis;
Nopri Yanto
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2021): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i2.1872
Posyandu dibentuk oleh dan untuk masyarakat itu sendiri dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan, guna memberdayakan masyarakat dan memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan dasar, utamanya untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu dan bayi. Dari hasil Riskesdas 2018, di dapati untuk provinsi Riau Kabupaten Kampar, pemanfaatan posyandu masih dibawah standart ketentuan yang berlaku. Didapati presentase balita yang tidak memiliki imunisasi lengkap sebesar 34,1%, dan balita yang tidak sama sekali mendapati imunisasi sekitar 3%. Berdasarkan data dari Dinkes Kabupaten Kampar pada tahun 2019, masih ada Posyandu yang belum dapat menjalankan semua kegiatan yang menjadi kegiatan utama. Salah satu terjadi di Desa Simpang kubu. Desa ini akan diprioritaskan menjadi desa binaan dalam revitilisasi posyandu dengan tujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat. Berdasarkan hasil wawancara dengan kader posyandu kasih ibu desa Simpang Kubu yang menjadi permaslahan yaitu rendahnya jumalah kader yang aktif, kader kurang memperoleh pelatihan atau pelatihan yang diperoleh selama ini kurang efektif, masih banyaknya anak balita yang tidak datang ke posyandu secara rutin (D/S) untuk menimbang berat badannya. Untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi mitra yaitu penyuluhan dan pelatihan untuk peningkatan pengetahuan dan kunjungan balita ke posyandu serta perbaikan pelayanan di posyandu. Di dapatkan hasil terjadinya peningkatan frekuensi kunjungan balita keposyandu, ternjadinya peningkatan pengetahuan kader. Pelayanan posyandu yang baik.
PKM PEMBERDAYAAN KELOMPOK PENGGERAK PARIWISATA MELALUI PELATIHAN BAHASA INGGRIS DI KAWASAN WISATA PANTAI LIMAN, PULAU SEMAU- KABUPATEN KUPANG, NUSA TENGGARA TIMUR
Ifoni Ludji;
Erny S. N. Hambandima
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2020): Volume 1 Nomor 3 Tahun 2020
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v1i3.1111
Pantai Liman terletak di Selatan Pulau Semau yang memiliki potensi yang besar untuk menjadi sebuah kawasan wisata. Namun untuk mengembangkan keberhasilan sebagai sebuah kawasan wisata harus didukung oleh berbagai faktor dan komponen pendukung. Salah satu komponen pendukung adalah keterlibatan masyarakat dalam mengembangkan desa wisata. Sedangkan keterbatasan kapasitas pengetahuan dan juga ketrampilan yang dimiliki oleh masyarakat dalam penguasaan bahasa asing khususnya bahasa Inggris menghambat perkembangan kepariwisataan di daerah tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan metode pelatihan bahasa Inggris. Adapun metode yang digunakan dalam pelatihan ini adalah ceramah, demonstrasi, diskusi, percakapan, drilling, dan bermain peran. Hasil yang dicapai dari kegiatan ini adalah hampir sebagian besar peserta yang mengikuti kegiatan ini mengalami peningkatan dalam berbahasa Inggris dimana para peserta sudah bisa berbicara, memberikan respon dan melakukan percakapan singkat diantara mereka dalam bahasa Inggris sederhana dan mereka tidak lagi takut untuk berbicara dalam bahasa Inggris, dan bisa mengucapkan kata-kata dengan pengucapan dan intonasi yang baik terkait topik-topik dalam materi.
PROGRAM KEMITRAAN MASYARAKAT USAHA KERIPIK PISANG DI DESA WAOWANGI KECAMATAN SAMPOLAWA
Ernawati Malik;
LM Hasrul Adan;
Muhammad Rais;
Rudi Abdullah;
Asrianti Dja’wa
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 1 Tahun 2021
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/cdj.v2i1.1456
Kripik pisang biasanya masih diproduksi oleh industri rumahan dengan skala usaha yang relatif masih kecil. Industri rumahan sangat populer dalam masyarakat hal ini disebabkan oleh sedikitnya aplikasi IPTEK dalam proses pengolahan serta masih minimnya metode pemasaran. Bersumber pada latar balakang diatas maka kami melakukan aktivitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) dengan mitra melakukan produksi keripik pisang, yang terletak di desa Waowangi Kec. Sampolawa, Kab. Buton Selatan, Prov. Sulawesi Tenggara. Aktivitas Pengabdian yang dilakukan adalah pelatihan dan sosialisasi kepada para pengusaha pembuatan Kripik Pisang dengan bahan utamanya pisang Kapuk, pemberian dorongan perlengkapan serta bahan membuat tingkatkan penciptaan, sosialisasi kemampuan terhadap Sumber Daya Manusia dalam berwirausaha, strategi pemasaran usaha serta kerja sama, mendampingi dalam mendesain kemasan, membantu mengurus sertifikat izin edar serta sertifikat halal, kenaikan pemasukan mitra meningkat menjadi dua kali lipat dari tadinya. Aktivitasnya bisa dijelaskan kalau pemasalahan yang dialami oleh pengusaha saat dulu dan sekarang bisa dilihat sesudah mengadakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat atau dunia usaha khususnya pengusaha kripik Pisang.