cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Studi Pengembangan Model Program Kepemudaan Inovatif dan Produktif Suwandi Suwandi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3091

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: (a) Mengidentifikasi jenis program kepemudaan yang dilakukan oleh Pemerintah, (b) Mengidentifikasi keterlibatan pemuda pada program kepemudaan, (c) Memahami persepsi pemuda tentang program-program kepemudaan, (d) Memahami keterkaitan program dengan harapan memperoleh pekerjaan, (e) Mengetahui bentuk bantuan program kepemudaan, (f) Memahami persepsi pemuda terhadap bimbingan usaha, (g) Megetahui manfaat dan prospek pekerjaan atas program kepemudaan, dan (h) Merumuskan model kebijakan pembinaan kepemudaan. Penelitian dilakukan selama lima bulan, sejak Juli hingga November 2005. Sampel diambil secara purposive terhadap program KUPP. Komposisi responden: pemuda 760 orang, birokrat 76 orang, kepala desa 76 orang, mitra kerja 57orang, siswa 76orang. Metode analisis data menggunakan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (a) Program kepemudaan yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan antara lain: SP3 dan KUPP, (b) Keterlibatan pemuda meliputi: LK, KKP, KPS, LK Aktivitas dan Mutu Kepemudaan, Program Partisipasi dan Wawasan Kepemudaan, Program Pengembangan Aktivitas Kepemudaan/Program Partisipasi dan Wawasan Pemuda., (c) Persepsi pemuda terhadap program bahwa keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan. serta memberikan penghasilan dan menambah wawasan, (d) Keberadaan program dirasakan sangat penting, karena dapat menyalurkan bakat dan memberikan penghasilan dan menambah wawasan. Program tersebut bermanfaat bagi calon pencari kerja khususnya bagi pemuda yang belum bekerja pelatihan, (e) Bentuk bantuan nerupa uang sebesar Rp 1.250.000,00 sampai dengan Rp 50.000.000,00 (f) Persepsi pemuda tentang bimbingan usaha sangat baik. Sebagian besar peserta program mendapatkan bimbingan dari mitra, (g) Manfaat dan prospek pekerjaan dirasakan belum mampu meningkatkan besarnya penghasilan pekerjaan, akan tetapi sebagian besar peserta optimis prospek usaha mereka bisa bertahan, dan (h) Model kebijakan pembinaan pemuda yang dapat diterapkan yaitu Program Sarjana Pencipta Kerja Mandiri (Prospek Mandiri) sebagai pengganti SP3 dan program KUPP yang diperbaharui terutama dalam mekanisme pelaksanaannya.
Kajian Budaya Atas Kondisi Virtualitas Politik Mutakhir Nurhadi Nurhadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3093

Abstract

Dunia politik dalam era virtualitas menampilkan dirinya dalam berbagai wujud penampakan: kebenaran, kepalsuan; permukaan, kedalaman; kejujuran, absurditas, esensi, ironi. Diperlukan metafora untuk memahami makna berbagai penampakan politik yang saling bertentangan itu. Makna politik dapat dibentangkan melalui metafora cahaya. Cahaya adalah sesuatu yang memberikan penerangan, semacam pelita yang mengantarkan manusia guna mendapatkan pencerahan. Pencerahan yang dikemukakan dalam buku ini ditampilkan dari tiga sudut pandang kajian, yakni pembahasan permasalahan politik dari segi cultural studies, metode semiotika, dan fenomenologi-hermeneutika. Buku ini merupakan upaya untuk menafsirkan fenomena-fenomena budaya politikterutama aktor-aktor politik-dengan menggunakan ketiga pendekatan tersebut.
Hubungan Gotong-Royong dan Surat Al-Ashr Safrudin Chamidi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i071.3094

Abstract

Tujuan utama dari penulisan artikel ini adalah untuk meningkatkan pemahaman terhadap salah satu surat yang ada dalam Al Qur’an, yaitu surat Al-Ashr. Artikel ini menyandingkan konsep dalam surat Al-Ashr dengan konsep gotong-royong yang merupakan budaya dasar dari bangsa Indonesia. Artikel ini memperlihatkan bahwa gotong-royong sebagai budaya dasar bangsa Indonesia memiliki aplikasi yang dapat berimplikasi positif atau negatif, sementara surat Al-Ashr selalu memiliki aplikasi yang berimplikasi positif. Beberapa simpulan adalah (1) bangsa Indonesia masih memiliki budaya gotong-royong sebagai budaya dasar, bahkan manfaat (efek positifnya) masih bisa dideteksi dan dirasakan namun tidak bisa dipungkiri tentang adanya distorsi khususnya pada aplikasi dari budaya dasar ini; (2) Distorsi pada konsep gotong-royong terjadi karena perubahan rentang waktu yang berlaku bagi konsep. Semakin panjang rentang waktu yang berlaku pada konsep maka semakin konsep gotong-royong mendekati konsep awalnya. Saran untuk memperbaiki keadaan lapangan tentang penerapan konsep gotong-royong (yang cenderung menunjukkan adanya distorsi terutama pada aplikasinya) diberikan kepada masyarakat dengan kembali kepada konsep awal dari gotong-royong yang cenderung untuk selalu memiliki implikasi positif.
Vol. 14, No. 071 (2008) admin admin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 071 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover
Kependudukan dan Pembangunan Pendidikan Ace Suryadi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3218

Abstract

Pembangunan pendidikan perlu memperhatikan keanekaragaman budaya, sosial, etnik, dan struktur serta populasi pendudukan. Indonesia memiliki potensi sumber daya alam dan jumlah penduduk yang jika dibina dan dan dikembangkan melalui sistem pendidikan yang tepat akan memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan penduduk. Sayangnya, sistem pembangunan pendidikan Indonesia selama ini lebih berorientasi dan pandangan ke dalam (inward looking) dalam rangka pencapaian target pembelajaran dan pengembangan peserta didik dan kurang memberikan orientasi dan pandangan ke luar (outward-looking) dalam rangka pengembangan dan investasi sosial, ekonomi, dan budaya masyarakat yang hasilnya baru dapat dilihat beberapa tahun mendatang (jangka panjang). Sebagai investasi, pembangunan pendidikan sudah selayaknya mendapatkan porsi anggaran yang signifikan dalam rangka meningkatkan kualitas SDM penduduk Indonesia sesuai dengan potensi alam sekitar agar dapat menghasilkan produk dan jasa layanan yang sangat kompetitif pasar global. Dengan demikian, jumlah pendudukan yang besar dan tersebar ini dapat dipetakan dan kemudian dikembangkan melalui strategi dan kebijakan pendidikan yang memperhatikan aspek-aspekpenting di luar pendidikan, baik ekonomi, politik, sosial, dan budaya bangsa Indonesia sehingga peringkat HDI Indonesia dapat terus meningkat ke arah yang lebih baik.
Penelitian Sosial vis a vis Kebijakan Pendidikan Bambang Indriyanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3219

Abstract

Kebijakan pendidikan dengan subyek peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan merupakan proses yang bersifat dinamis searah dengan perkembangan jaman dan kemajuan pendidikan. Untuk menetapkan kebijakan yang tepat sasaran diperlukan informasi yang up to date dan obyektif. Penelitian sosial dapat memainkan peran untuk menyediakan informasi yang bersifat up-to-date dan obyektif. Adanya dikotomi antara penelitian murni dan terapan, serta perbedaan circumtnaces antara peneliti sosial yang cenderung berasal dari perguruan tinggi dan birokrat yang menyebabkan terjadinya gap antara kedua belah pihak merupakan dua faktor yang menyebabkan rekomendasi penelitian sosial kurang dimanfaatkan. Untuk menjawab permasalahan tersebut, tulisan ini mengemukan secara terpisah karakteristik penelitian sosial di satu pihak dan karakteristik kebijakan pendidikan di lain pihak. Berdasarkan pembahasan kedua karakterisktik tersebut maksimimalisasi sinergi penelitian sosial vis a vis kebijakan publik diusulkan sebagai cara untuk memaksimalisasikan pemanfaatan hasil penelitian sosial bagi perumusan kebijakan pendidikan.
Arah Kebijakan Pemanfaatan dan Penyaluran Dana Pendidikan pada Era Otonomi Daerah Suwandi Suwandi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3220

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) arah kebijakan pengalokasian dan pemanfaatan sumber dana pendidikan, dan (2) model penyaluran dana pendidikan dari pemerintah pusat ke sekolah pada era otonomi daerah. Artikel ini dikembangkan dengan menggunakan studi literatur. Hasil kajian menunjukkan bahwa: (1) arah kebijakan Pengalokasian dan Pemanfaatan Sumber Dana Pendidikan masih perlu disempurnakan berkaitan dengan besaran dana yang diarahkan untuk memenuhi amanat UU No. 20 Tahun 2003 yakni sebesar 20% dari anggaran APBN dan APBD di luar gaji pegawai dan pendidikan kedinasan, dan (2) secara umum, model penyaluran dana pendidikan dari pemerintah pusat berupa dana block grant, dekonsentrasi (termasuk BOS/BKM), dana dari Depag, APBD Provinsi dan APBD Kota/Kabupaten, masih layak diterapkan untuk penyaluran dana pendidikan di sekolah dengan beberapa pembenahan, terutama dalam pemberdayaan Dinas Pendidikan Provinsi dan Dinas Pendidikan Kota/Kabupaten dalam ikut serta sebagai Pembina dan pengontrol pelaksanaan progam sekolah.
Strategi Mengajar dengan Menggunakan Media dan Pemberian Tugas Terhadap Hasil Belajar Renang Gaya Dada pada Murid Sekolah Dasar James Tangkudung
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3222

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas proses pembelajaran renang dengan strategi mengajar menggunakan media audio visual dan pemberian tugas terhadap hasil belajar renang gaya dada pada murid SD Kelapa Gading Jakarta. Penelitian dilaksanakan di kolam renang Kelapa Gading pada bulan Oktober 2004 seminggu tiga kali. Metode yang digunakan metode eksperimen dengan sampel 20 murid yang diambil secara acak dari 36 murid kelas VI. Pengumpulan data dengan menggunakan tes awal dan tes akhir renang gaya dada sejauh 20 meter. Teknik analisis data menggunakan statistik dilanjutkan dengan uji t pada taraf kepercayaan £ = 0,05 yaitu (T hit= 1,836 > T tab = 1,73. Hasil studi menunjukkan bahwa: (a) sampel berdistribusi normal dengan pengujian homogenitas varians (Uji F) diperoleh nilai F hitung lebih kecil dari tabel F hit =1,68 < F tab =3,18). Dengan demikian dapat dikatakan bahwa media audio visual lebih efektif ( X =4,07) dibandingkan dengan strategi mengajar yang menggunakan metode pemberian tugas ( X =3,12).
Pengaruh Kemampuan Penalaran Formal Terhadap Hasil Belajar Fisika Siswa Kelas II SMP Negeri 1 Sungguminasa Kabupaten Gowa Muh Tawil
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3223

Abstract

Penelitian ini bersifat expost-facto yang bersifat korelasional dan bertujuan untuk mengetahui : (1) seberapa besar hasil belajar fisika siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa; (2) seberapa tingkat penalaran formal siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa; dan (3) apakah kemampuanpenalaran formal mempunyai pengaruh positif yang signifikan terhadap hasil belajar fisika siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa Kabupaten Gowa . Populasi dalam penelitian ini mencakup seluruh siswa kelas II SMP Negeri I Sungguminasa tahun ajaran 2005/2006, sedangkan sampel penelitiannya sebanyak 80 siswa dipilih dengan teknik random sampling. Instrumen penelitian yang dipergunakan adalah tes kemampuan formal dan tes hasil belajar fisika. Hasil penelitian menunjukkan : (1) hasil belajar fisika siswa sebesar 13,4 termasuk dalam kategori rendah, (2) kemampuan penalaran formal siswa sebesar 4,24, termasuk dalam kategori tahap awal dan (3) secara signifikan kemampuan penalaran formal berpengaruh positif terhadap hasil belajar fisika.
Pemahaman Siswa SD dalam Menyelesaikan Soal Matematika Berbentuk Kalimat Terbuka (Studi Kasus di SDN 36 Pangkalpinang, Jln Arjuna, Kelurahan Rejosari, Kecamatan Pangkal Balam. Pangkalpinang) Haholongan Simanjuntak
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3224

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menelusuri tentang pemahaman siswa kelas 2 SDN. 36 Pangkalpinang dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat terbuka, yang mencakup : (1) letak kesulitan siswa (2) Faktor-faktor penyebab kesulitan. Dari 20 orang siswa kelas 2 SDN 36 Pangkalpinang diambil 18 orang siswa sebagai sampel. Alat untuk mengetahui pemahaman siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat terbuka, digunakan observasi, wawancara dan tes. Tes yang terdiri 8 butir soal yang dikembangkan dan telah diujicobakan. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan statistik deskriptif, dan hasilnyamenunjukkan bahwa : (1) letak kesulitan yang dialami siswa dalam menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat terbuka adalah kurangnya pengertian dan pemahaman siswa akan arti dan maksud soal yang berbentuk kalimat terbuka dan (2) salah satu penyebab kesulitan siswa menyelesaikan soal matematika yang berbentuk kalimat terbuka adalah kurangnya peragaan yang diberikan guru kepada siswa dalam menanamkan konsep yang berbentuk kalimat terbuka.