cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
STATISTICAL LITERACY IN PRIMARY SCHOOL MATHEMATICS CURRICULA: HISTORICAL REVIEW AND DEVELOPMENT Ezra Putranda Setiawan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v6i1.1915

Abstract

Literasi statistika merupakan kemampuan penting untuk menghadapi revolusi industri 4.0. Penelitian ini mengumpulkan informasi sejauh mana kemampuan literasi statistika didukung oleh kurikulum matematika untuk Sekolah Dasar di Indonesia. Studi dokumentasi dilakukan pada beberapa naskah kurikulum, yakni Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan 2006, Kurikulum 2013, serta revisi Kurikulum 2013 (2016, 2018, dan 2020). Sebagai pembanding, dianalisis pula Cambridge Primary Mathematics Curriculum dan kurikulum 1975. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan statistik deskriptif dan pembuatan diagram dijumpai pada semua kurikulum matematika SD tahun 2004 hingga 2020. Pada kurikulum 2013 dan sesudahnya, dijumpai pula kompetensi terkait pengumpulan data dan interpretasi data. Adapun kompetensi terkait peluang hanya dijumpai pada kurikulum 2013, Cambridge, dan kurikulum 1975. Masih diperlukan pengembangan kurikulum pada kompetensi proses pemecahan masalah statistika serta pendalaman terkait penggunaan statistik deskriptif dan diagram secara tepat. Statistical literacy is an essential competence to face the 4.0 industrial revolution. This study aims to collect information on how statistical literacy skills accounted in the Indonesian primary school mathematics curriculum. We study several curriculum documents' that had been used in Indonesia, namely the 2004 Competency-Based Curriculum, the 2006 Education Unit Level Curriculum, the 2013 Curriculum, and the revised 2013 Curriculum (2016, 2018, and 2020). We also analyzed the Cambridge Primary Mathematics Curriculum and the 1975 Indonesian curriculum. We find that calculation of descriptive statistics and chart making appeared on all Indonesian primary school mathematics curricula. The 2013 curriculum and its successor also contains some competencies related to data collection and interpretation. Probability-related competence is found only on the 2013 curriculum, the 1975 curriculum, and the Cambridge Curriculum. Further curriculum development should be focused on the statistical problem-solving competence and appropriate use of descriptive statistics and charts.
PENGARUH PEMBELAJARAN LITERASI DIGITAL PADA KOMPETENSI TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI (TIK) CALON GURU Prasetyo Listiaji; Subhan Subhan
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v6i1.1948

Abstract

Saat ini guru dituntut memiliki kemampuan mengintegrasikan TIK dalam pembelajaran untuk menjawab tantangan pembelajaran di abad 21. Salah satu upaya untuk meningkatkan kompetensi TIK guru adalah dengan menerapkan pembelajaran literasi digital di perguruan tinggi yang mencetak lulusan calon guru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh pembelajaran literasi digital pada kompetensi TIK mahasiswa calon guru. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif berupa survei kepada mahasiswa Program Studi Kependidikan sebagai calon guru dan selanjutnya dilakukan wawancara untuk proses triangulasi data. Subjek penelitian adalah mahasiswa calon guru di Universitas Negeri Semarang. Hasil survey menunjukan kedua kelompok responden memiliki kompetensi TIK yang baik. Namun setelah diteliti lebih dalam dari data triangulasi hasil wawancara komptensi TIK, calon guru yang telah memperoleh pembelajaran literasi digital lebih unggul pada aspek pemahaman TIK dalam pendidikan, organisasi, dan administrasi, dan pembejajaran guru profesional. Pengaruh pembelajaran digital terhadapkompetensi TIK calon guru pada ketiga aspek tersebut menjadi rekomendasi diterapkannya pembelajaran literasi digital pada perguruan tinggi yang mencetak calon guru. Currently, teachers are required to have the ability to integrate ICT in learning to answer the challenges of learning in the 21st century. One of the efforts to improve teachers’ ICT competencies is to implement digital literacy learning in universities that produce prospective teacher graduates. This study aims to determine how the effect of digital literacy learning on the ICT competence of pre-service teacher students. The research uses a quantitative approach which is carried out in the form of a survey to students of the Education Study Program as pre-service teachers and then interviews are carried out for the data triangulation process. The research subjects were pre-service teacher students at Universitas Negeri Semarang. The survey questionnaire was developed based on the indicators of teacher ICT competence according to UNESCO which consists of 6 aspects. The survey results show that both groups of respondents have good ICT competencies. However, after a more in-depth investigation of the triangulation data from the ICT competency interviews, preservice teachers who have obtained digital literacy learning are superior in aspects of understanding ICT in education, organization and administration, and teaching professionalteachers. The influence of digital learning on the ICT competence of pre-service teachers in these three aspects becomes a recommendation for the implementation of digital literacy learning in universities that create pre-service teachers.
DAFTAR ISI, EDITORIAL, LEMBAR ABSTARK Hendarman Hendarman
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DAFTAR ISI, EDITORIAL, LEMBAR ABSTRAK
Vol. 6 NO. 1 (2021) admin Admin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 6 No. 1 (2021)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cover
WUAT WA’I: MODEL GOTONG-ROYONG MASYARAKAT MANGGARAI DALAM PEMBIAYAAN PENDIDIKAN DI PERGURUAN TINGGI Fransiskus Seda; Maria Dominika Niron
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.1864

Abstract

Kekurangan biaya adalah salah satu penyebab utama rendahnya partisipasi masyarakat dalam melanjutkan studi pada tingkat pendidikan tinggi. Masyarakat Manggarai mengenal salah satu bentuk kearifan lokal dalam mengatasi persoalan pembiayaan pendidikan. Wuat Wa’i adalah satu bentuk gotong royong dalam mendapatkan pembiayaan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Wuat Wa’i sebagai bentuk gotong royong masyarakat Manggarai dalam upaya mendukung pendidikan anak ke jenjang perguruan tinggi. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis pendekatan naratif untuk menggali peristiwa dan cerita yang terjadi di tempat penelitian. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menemukan bahwa bentuk gotong royong dalam Wuat Wa’i adalah mengumpulkan dana untuk pendidikan dan memberi sumbangan moril berupa do’a dan nasihat berbasis budaya.
REFORMASI AKREDITASI SEKOLAH/MADRASAH: PENDEKATAN MODEL PREDIKSI Budi Susetyo; Hafidz Muksin
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2423

Abstract

Proses bisnis akreditasi yang saat ini berjalan memerlukan sumber daya yang besar, sehingga Badan Akreditasi Nasional Sekolah dan Madrasah tidak dapat melaksanakan sesuai amanat peraturan perundangan. Hasil akreditasi seyogyanya konsisten dengan indikator mutu lainnya. Tujuan utama penelitian yaitu untuk menganalisis komitmen penganggaran dalam pelaksanaan akreditasi dan konsistensi hasil akreditasi dengan indikator mutu pendidikan lainnya. Penelitian ini juga bertujuan mengkaji penggunaan model statistik untuk pendugaan peringkat hasil akreditasi sekolah/madrasah. Metode yang digunakan adalah analisis secara deskriptif dan inferensia terhadap data sekunder hasil akreditasi, perencanaan anggaran, ujian nasional, dan hasil PISA. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat tiga masalah substansial sebagai pendorong dilakukannya reformasi akreditasi. Pertama, keterbatasan anggaran untuk pemenuhan target akreditasi. Kedua, ketidakkonsistenan hasil akreditasi dengan ujian nasional dan PISA. Ketiga, dapat dilakukannya pendugaan hasil akreditasi dengan menggunakan model statistik. Simpulan analisis hasil penelitian ini adalah perlunya dilakukan pengembangan model yang akurat untuk memprediksi peringkat akreditasi untuk menunjang kebijakan automasi akreditasi; penyempurnaan instrumen akreditasi berbasis pengukuran kinerja; peningkatan kualitas asesor; dan pengembangan sistem monitoring dasbor. Hasil sistem monitoring dasbor akan digunakan untuk penetapan sekolah/madrasah yang memperoleh perpanjangan sertifikat akreditasi secara automasi dan yang dilakukan melalui visitasi oleh asesor.
PENGARUH SERTIFIKASI PENDIDIK TERHADAP PENINGKATAN PUBLIKASI ILMIAH DOSEN DI PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA Fransisca Nur'aini Krisna; Sri Fajar Martono; Yusuf Faisal Martak; Joko Purnama; Titus Angga Restuaji
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2464

Abstract

Pemerintah Indonesia sejak tahun 2008 telah menerapkan kebijakan sertifikasi kepada dosen. Kebijakan sertifikasi dosen memiliki tujuan meningkatkan kinerja dosen sehingga tercapai tujuan peningkatan mutu pembelajaran di pendidikan tinggi. Studi ini bertujuan menganalisis dampak program sertifikasi pendidik terhadap kinerja dosen dengan membandingkan perbedaan kinerja dosen yang telah memiliki sertifikatpendidik dengan dosen yang tidak bersertifikat pendidik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Pendekatan kuantitatif menggunakan analisis data sekunder model Difference-in-Difference (DiD), Regression Discontinuity Design (RDD), dan survey online kepada dosen. Sementara itu,pendekatan kualitatif dilakukan dengan teknik pengumpulan data berupa studi literatur dan diskusi kelompok terpumpun yang dianalisis dengan metode tematik deskriptif. Hasil analisis menunjukkan bahwa pemberian sertifikasi dosen dan tunjangan profesi berhubungan dengan peningkatan kinerja publikasi dosen meski masih belum optimal. Untuk meningkatkan dampak sertifikasi dosen, pemerintah dapat melakukan penguatan bagi dosen yang telah bersertifikat pendidik untuk memahami kinerja dosen yangditentukan. Di samping itu, pada pelaporan kinerja di dalam Laporan Kinerja Dosen (LKD) perlu ditambahkan angka pencapaian minimal untuk setiap jabatan dosen dan mencakup aspek Tri Dharma.
ANALISIS KETERAMPILAN ABAD 21 MELALUI IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKA BELAJAR KAMPUS MERDEKA Akhmad Jufriadi; Choirul Huda; Sudi Dul Aji; Hestiningtyas Yuli Pratiwi; Hena Dian Ayu
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2482

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang telah dikembangkan berdasar kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka, dan efeknya terhadapketerampilan abad 21 mahasiswa. Penelitian ini menerapkan rancangan penelitian mixed method, yang melibatkan seluruh mahasiswa Program Studi Pendidikan Fisika Universitas PGRI Kanjuruhan Malang. Datakuantitatif dikumpulkan dari data pengisian angket sedangkan data kualitatif diperoleh dari hasil deep interview yang dilakukan selama pelaksanaan kegiatan pembelajaran di luar kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka telah mampu meningkatkan keterampilan komunikasi siswa, kreativitas siswa, berpikir kritis, dan peningkatan keterampilan kolaborasi siswa. Dari tiga bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus yang telah diterapkan, Kuliah Kerja Nyata Tematik merupakan bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus palingefektif dalam meningkatkan keterampilan komunikasi dan kolaborasi. Bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus lainnya yaitu Asistensi Mengajar dan Kampus Mengajar efektif meningkatkan kreativitas dan berpikir kritis. Peningkatan keterampilan abad 21, dapat dilakukan dengan mengikutsertakan mahasiswa pada dua bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus dengan karakteristik lingkungan belajar berbeda.
DIGITALISASI DAN KETIMPANGAN PENDIDIKAN: STUDI KASUS TERHADAP GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BARAKA Anita Anita; Siti Irene Astuti
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2509

Abstract

Digitalisasi pendidikan pada dasarnya merupakan upaya pemerintah untuk pemerataan akses pendidikan dan mengurangi masalah kesenjangan digital dalam dunia pendidikan. Artikel ini bertujuan mengidentifikasi aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang diterapkan pada sekolah dasar di Kecamatan Baraka dan menganalisis sejauh mana kebijakan digitalisasi membantu guru sekolah dasar untuk meningkatkan akses pendidikan serta mengejar ketertinggalan digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Responden penelitian ini adalah 13 guru dari 4 sekolah dasar, 1 kepala sekolah, dan 1 pengawas sekolah dasar. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam terhadap mereka dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua aspek kebijakan digitalisasi pendidikan yang dirasakan secara langsung oleh guru-guru sekolah dasar di Kecamatan Baraka. Pertama, digitalisasi komunikasi kebijakan pendidikan dan kedua, digitalisasi pembelajaran. Pada aspek pertama, para guru mengalami akselerasi akses pada kebijakan-kebijakan pendidikan. Para guru dapat lebih memahami kebijakan pendidikan nasional dan bisa mengikuti arahan langsung dari Pemerintah Pusat melalui kanal informasi yang tersedia. Namun pada aspek kedua, para guru belum menunjukkan kesiapan digital yang memadai. Mereka belum memanfaatkan berbagai perangkat lunak yang diberikan untuk memaksimalkan pembelajaran, seperti Rumah Belajar dan Canva, meskipun mereka telah mengetahui tentang fasilitas-fasilitas tersebut.
THE QUALITY OF STUDENTS CHARACTER ON LEARNING IN THE PANDEMIC: A SURVEY STUDY Muhammad Bukhori Dalimunthe; Rosmala Dewi; Wildansyah Lubis; Punaji Setyosari; Raudah Zaimah Dalimunthe; Muhammad Alridho Lubis
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 1 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i1.2625

Abstract

The Covid-19 pandemic that hit parts of the world impacts education. The acceleration and shift of learning to online mode are massively carried out. Changes in learning modes impact the character of students, so a comprehensive non-cognitive instrument is needed that can be used to measure the quality of student character. This study aims to identify the quality of students' character in online learning during the pandemic. Character qualities are identified by the manifestations of curiosity, initiative, resilience, adaptation, leadership, and ethics. Respondents (N=442) consisted of teachers (N=56) and students (N=386) who applied online learning in several schools from Medan, Deliserdang, Batubara, and Aceh. Collecting data using a questionnaire that explores information about students' character during online learning. The research findings reveal that there is a change in students' character that leads to a positive path in online learning, where the presence of the teacher is crucial in the manifestation of curiosity, initiative, resilience, and adaptation to construct student character. Meanwhile, the manifestations of leadership and ethics felt by students during online learning were very meaningful to the quality of their character. Identification from the point of view of teachers and students found that ethics plays an important role in shaping students' character. This study provides the latest insight regarding identifying student character which comprehensively discusses and reveals the urgency of student character qualities in online learning.