cover
Contact Name
Bandiyah
Contact Email
jurnaldikbud1@gmail.com
Phone
+6281288370671
Journal Mail Official
jurnaldikbud@kemdikbud.go.id
Editorial Address
Sekretariat BSKAP Kemendikbud Gedung E, Jalan Jenderal Sudirman, Senayan Jakarta 10270 Telepon: (021) 57900405, Faksimile: (021) 57900405 Email: jurnaldikbud@kemdikbud.go.id; jurnaldikbud@yahoo.com
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan
ISSN : 24608300     EISSN : 25284339     DOI : https://doi.org/10.24832/jpnk.v5i1.1509
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan is a peer-reviewed journal published by Badan Penelitian dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Agency for Research and Development, Ministry of Education and Culture of Republic of Indonesia), publish twice a year in June and December. This journal publishes research and study in the field of education and culture, such as, education management, education best practice, curriculum, education assessment, education policy, education technology, language, and archeology.
Articles 535 Documents
Kestabilan Reliabilitas Hasil Pengukuran Skala Sikap Busnawir Busnawir
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kestabilan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap berdasarkan skor komposit resonden yang dihasilkan oleh analisis komponen utama. Metode penelitian yang digunakan adalah disain eksperimen satu faktor. Populasi penelitian terdiri atas 2000 siswa, yaitu 1000 siswadinyatakan sebagai populasi homogen dan 1000 siswa lainnya dinyatakan sebagai populasi heterogen. Dengan mengunakan uji-F dihitung ada tidaknya perbedaan varians dari kedua populasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan varians koefisien reliabilitas yang dihasilkan oleh analisis komponen utama, antara populasi homogen dan populasi heterogen. Dengan demikian, pendekatan analisis komponen utama menghasilkan koefisien reliabilitas hasil pengukuran skala sikap yang bersifat konsisten.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Rendahnya Motivasi Siswa SMA dalam Mengerjakan Pekerjaan Rumah Erly Febri Pradani; Jenny Lukito Setiawan; Wiriana Wiriana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3227

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang bertujuan untuk mengetahui tentang faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi siswa SMA dalam mengerjakan PR dan cara-cara meningkatkan motivasi tersebut. Informan dalam penelitian ini adalah 6 orang siswa SMA dan 3 orang guru pengajarnya. Data dikumpulkan dengan menggunakan metode FGD (Focus Group Discussion) dan wawancara individual, serta dianalisis secara tematik. Hasil menunjukkan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya motivasi dalam mengerjakan PR dapat dikelompokkan menjadi faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal meliputi tindak lanjut guru dalam pemberian PR, pemberian nilai, jenis, beban dan waktu pemberian serta tingkat kesulitan PR, bahan atau sumber untuk mengerjakan PR, cara mengajar dan karakteristik guru, pengaruh teman, dan juga dukungan keluarga. Faktor internal meliputi manfaat yang dirasakan, minat terhadap pelajaran, serta kondisi fisik. Beberapa implikasi cara untuk meningkatkan motivasi pengerjaan PR adalah memperhatikan tindak lanjut dalam pemberian PR, perancangan PRyang menjawab kebutuhan, pemberian pengetahuan/informasi dasar yang memungkinkan untuk berekplorasi, peningkatan kemampuan guru dalam mengajar dan menjalin relasi interpersonal
Pengaruh Model Pembelajaran Konstruktivisme Terhadap Prestasi Belajar Matematika Terapan pada Mahasiswa Politeknik Negeri Bali Ketut Darma
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3228

Abstract

Tujuan penelitian untuk mengetahui pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar matematika pada mahasiswa Politeknik Negeri Bali. Populasi penelitian sebanyak 82 orang mahasiswa dan sampel penelitian sebanyak 44 orang, denganmenggunakan teknik random sampling dan proporsional random sampling. Penelitian ini dirancang menggunakan rancangan penelitian eksperimen. Data dianalisis secara statistik menggunakan anava 2 jalur, uji beda rata (uji t), uji Tukey dan Scheffe, dan uji t berpasangan. Hasil studi menunjukkan bahwa secara signifikan: (1)ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari mahasiswa yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional, (2) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok yang diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi tinggi); (3) ada perbedaan rata-rata prestasi belajar matematika dari kelompok diajar menggunakan model pembelajaran konstruktivisme dengan diajar menggunakan model pembelajaran konvensional (mahasiswa bermotivasi rendah); dan (4) ada pengaruh interaksi antara model pembelajaran konstruktivisme dengan motivasi berprestasi terhadap prestasi belajar mahasiswa.
Pandangan KH Abdurrahman Wahid Tentang Islam dan Negara Pancasila Saefur Rochmat
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3229

Abstract

KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) berusaha menempatkan Islam dalam konteks modern di Indonesia dalam wajah politik yang tidak monolitik, yang tidak menghadapkan strategi perjuangan umat dengan strategi pembangunan nasional. Artikel ini berusaha meneliti pemikirannya tentang hubungan Islam dengan Negara Pancasila. Peneriman Nahdatul Ulama (NU) terhadap asas tunggal Pancasila pada tahun 1984 dibawah kepemimpinan duet KH Ahmad Siddiq dan KH Abdurrahman Wahid merupakan kelanjutan historis dalam sejarah NU. Pada tahun 1936 NU menjustifikasi Hindia Belanda sebagai dar al-Islam (negeri muslim) karena adanya Lembaga Kepenghuluan (Het Kantoor voor Inlandsche zaken), suatu lembaga yang secara khusus mengurus kepentingan umat Islam, dan umat Islam memiliki kebebasan untuk menjalankan ajaran agamanya sebagai condition sine qua non bagi esksistensi negara. Islam melihat negara sangat penting untuk menghindari terjadinya anarkhi, tetapi Islam tidak mempunyai konsep kenegaraan. Karena itu umat Islam tidak bersikeras mendirikan negara Islam. Ada tiga alasan penerimaan umat Islam pada Negara Pancasila, yaitu alasan pluralitas bangsa Indonesia, justifikasi fiqih NU, dan tradisi keilmuan NU.
Efektivitas Komunikasi dan Prestasi Belajar Mahasiswa pada Pendidikan Jarak Jauh (Kasus di Unit Program Belajar Jarak Jauh Jakarta) Arifah Bintarti; Tri Darmayanti; Hascaryo Pramudibyanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 14 No. 70 (2008)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v14i70.3230

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui karakteristik demografi mahasiswa dalam kaitannya dengan indeks prestasi kumulatif (IPK), (2) mengkaji aktivitas komunikasi mahasiswa jika dikaitkan dengan IPK, dan (3) menganalisis efek komunikasi terhahap IPK. Metode analisis data yang dipergunakan adalah Chi Square dan CHAID.Penelitian ini dilaksanakan di Unit Program Belajar Jarak Jauh (UPBJJ) Jakarta menggunakan metode survai, dengan populasi sebesar 252 responden. Pengambilan sampel dilakukan dengan cara purposif sejumlah 78 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) aspek demografi tidak berkaitan secara signifikan dengan perubahan pada perolehan IPK. (2) ada hubungan antara penggunaan informasi atau pesan dan IPK, (3) ada hubungan antara pemilihan media komunikasi dan IPK, serta ada hubungan antara perilaku komunikasi dan IPK. Responden yang mempunyai IPK sedang atau di atas 2.00 mempunyai ciri, selalumengerjakan tugas mandiri, selalu aktif dalam kelompok belajar, dan memilih media personal dengan datang langsung atau melalui telpon dalam melakukan komunikasi dengan sumber belajarnya. Adapun responden yang mempunyai IPK rendah atau di bawah 2.00 mempunyai ciri, tidak pernah mengerjakan tugas mandiri, tidak aktif mengikuti tutorial, jarang merencanakan mata kuliah setiap semesternya, dan memilih media untuk berkomunikasi melalui surat via pos.
Etnopedagogi: Gagasan dan Peluang Penerapannya di Indonesia Ujang Sugara; Sugito
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2888

Abstract

Etnopedagogi adalah model pembelajaran baru yang masih dikembangkan hingga saat ini, baik secara konsep maupun implementasinya. Etnopedagogi secara sederhana ialah pembelajaran berbasis etnik, baik yang digunakan sebagai sumber belajar maupun media pembelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan konsep Etnopedagogi, implementasi dan hasilnya, hambatan, serta tantangannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi literatur sistematis. Tahapan pada penelitian ini adalah menentukan kata kunci, proses pencarian sesuai kriteria, dan analisis artikel. Data untuk studi literatur dikumpulkan dengan bantuan Publish or Perish software. Akses yang digunakan untuk mencari artikel yang dikaji menggunakan database Google Scholar dan Scopus dengan rentang waktu 10 tahun terakhir. Hasil studi menunjukkan belum didapatkan konsep yang jelas mengenai Etnopedagogi. Hambatan yang berasal dari belum matangnya konsep menyebabkan implementasi Etnopedagogi yang belum matang, seperti minimnya kompetensi guru mengenai Etnopedagogi. Tantangan yang ada ialah para pemangku kepentingan pendidikan harus berani mengubah pandangan mengenai paradigma pembelajaran. Selain itu, perlu adanya pembenahan dari guru mengenai kompetensi Etnopedagogi. Dengan demikian, perlu adanya pematangan lebih lanjut mengenai konsep Etnopedagogi.
Pemahaman Guru Biologi SMA di Sekolah Penggerak DKI Jakarta terhadap Pendekatan Etnosains pada Kurikulum Merdeka Festiyed Festiyed; Mega Elvianasti; Skunda Diliarosta; Prima Anggana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2993

Abstract

Tema kearifan lokal merupakan tema yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran sains seperti Biologi. Dalam proses pembelajaran, kearifan lokal terwujud dalam sebuah pendekatan, yaitu pendekatan etnosains. Penelitian ini bertujuan mendeksripsikan persepsi guru terkait kearifan lokal dan etnosains dalam Kurikulum Merdeka. Metode dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan instrumen berupa wawancara mendalam. Populasi dalam penelitian adalah guru Biologi SMA yang menjadi Sekolah Penggerak di DKI Jakarta. Sampel dipilih dengan teknik purposive sampling dengan pertimbangan sampel yang bersedia sebagai responden. Transkrip wawancara kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik koding berbantuan software NVIVO 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memahami adanya perubahan kurikulum dan tema kearifan lokal menjadi tema yang direkomendasikan dalam Kurikulum Merdeka. Guru memahami bahwa kearifan lokal penting diintegrasikan dalam pembelajaran Biologi tetapi mengalami kesulitan dalam mengintegrasikannya. Sebagian besar guru Biologi belum memahami istilah pendekatan etnosains karena istilah ini masih asing bagi guru. Selain itu, guru Biologi cenderung menggunakan asesmen sumatif walaupun dalam Kurikulum Merdeka terdapat asesmen diagnostik dan asesmen formatif.
PERMASALAHAN PENDIDIKAN DI DAERAH 3T (TERLUAR, TERTINGGAL, DAN TERDEPAN) DI INDONESIA DALAM PANDEMI Anta Ibnul Falah; Agus Heruanto Hadna
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.2997

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak tidak hanya pada bidang kesehatan, tetapi juga pada bidang-bidang lain termasuk pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan permasalahan formal/utama pendidikan yang dihadapi siswa yang berada di daerah 3-T di masa pandemik dan mendiskusikan alternatif solusi untuk mengatasinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kualitatif deskriptif dengan basis utama penelitian terdahulu yang diperoleh dengan pendekatan semi-systematic literature review. Hasil analisis menunjukkan adanya enam metamasalah yang dihadapi pendidikan di daerah 3-T pada kondisi pandemi, yaitu 1) Sulitnya internet dan alat komunikasi untuk melakukan pembelajaran daring, 2) Keterbatasan ekonomi/pendapatan orang tua siswa, 3) Keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan, 4) Kurang memadainya kualitas pendidik yang tersedia, 5) Minimnya jumlah pendidik/tenaga kependidikan, dan 6) Sulitnya infrastruktur jalan dan jauhnya jarak tempuh sekolah. Berdasarkan enam metamasalah tersebut, hasil formulasi masalah formal yang dilakukan yakni belum meratanya sarana dan prasarana publik yang mendukung pendidikan di daerah 3-T. Alternatif solusi yang diusulkan yaitu akselerasi pembangunan infrastruktur melalui skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).
Strategi Kepala Sekolah Menengah Atas dalam Menyiapkan Sekolah Penggerak Nelson Dowansiba; Hermanto Hermanto
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memformulasikan strategi kepala sekolah dalam menyiapkan Sekolah Penggerak terkait dengan: 1) penguatan SDM; 2) pembelajaran paradigma baru; dan 3) sarana prasarana. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, dan berlokasi di SMAN 1 dan 2 Wonosari, Yogyakarta. Data primer diperoleh dari hasil observasi dan wawancara, sedangkan data sekunder diperoleh dari dokumen-dokumen arsip sekolah. Hasil penelitian menunjukkan: 1) strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk meningkatkan kompetensi SDM adalah dengan mengusung konsep perancangan, pelaksanaan, dan evaluasi (PPE); 2) strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk mengelola pembelajaran paradigma baru adalah dengan menggunakan konsep student centered learning (SCL); dan 3)strategi yang dilakukan oleh Kepala SMA Negeri 1 dan 2 Wonosari untuk menyediakan sarana dan prasarana adalah dengan konsep 2P atau perencanaan dan pengadaan. Ketiga strategi tersebut dinilai paling efektif untuk menyiapkan Sekolah Penggerak.
Model Pembelajaran Inovatif dengan Memanfaatkan TV Edukasi Eni Susilawati; M. Shalehuddin Al Ayubi
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Vol. 7 No. 2 (2022)
Publisher : Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Kemendikdasmen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24832/jpnk.v7i2.3063

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui pembelajaran inovatif berbasis TVE dari berbagai aspek, yaitu kesiapan guru dalam menerapkan model, pemanfaatan media melalui model yang telah diterapkan guru saat pembelajaran di masa pandemi Covid-19, serta aspek teknis dan kebijakan pendukung penerapan model pembelajaran inovatif berbasis TVE. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan deskriptif kuantitatif. Sampel penelitian adalah 806 orang guru SD. Pendalaman dan verifikasi data menggunakan wawancara dan FGD dengan beberapa guru SD dan tim Pengembang Teknologi Pembelajaran Pusdatin. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa aspek persiapan pembelajaran perlu meningkatkan kompetensi dan frekuensi guru dalam memanfaatkan konten TVE, serta perlu dirancang model pembelajaran berbasis TVE yang mengintegrasikan keterlibatan siswa, keterampilan kolaborasi dan komunikasi dalam pembelajaran. Pada aspek teknis, perlu ditingkatkan jumlah dan kelengkapan konten TVE untuk jenjang SD, serta didukung penyediaan internet dan anggaran berlangganan TV kabel bagi sekolah. Pada aspek kebijakan, perlu adanya dukungan dari pimpinan sekolah dalam menyediakan sarana dan prasarana yang didukung, dengan memaksimalkan pemanfaatan dana BOS serta dukungan pendampingan dari orang tua. Ke depannya TVE sebaiknya melakukan difusi yang lebih masif dan peningkatan kemudahan akses TVE sehingga dapat dimanfaatkan lebih optimal dalam pembelajaran.