cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6285624078484
Journal Mail Official
hsgjournal@unsika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Kesehatan, Unversitas Singaperbangsa Karawang Gd. Koko Kosidin Lt. 1, Jl. H.S Ronggowaluyo Telukjambe Timur, Karawang.
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
HSG (Health Science Growth) Journal
ISSN : -     EISSN : 25484877     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Health, Science,
(HSG) Health Science Growth Journal merupakan jurnal yang mewadahi bidang kesehatan. jurnal ini bertujuan untuk meningkatkan serta mengembangkan keahlian juga pengetahuan peneliti dan penults khususnya di bidang kebidanan, farmasi, gizi, kedokteran dan kesehatan masyarakat.
Articles 95 Documents
ANALISA DESKRIPTIF HASIL PEMBUATAN INOVASI FOOD MODEL DENGAN STIKER MAGNET SEBAGAI KREASI ALAT PERAGA BAHAN AJAR Eka Andriani; Milliyantri Elvandari
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 1 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakTujuan penelitian ini adalah untuk menilai secara deskriptif hasil inovasi Food Models dengan stiker magnet berbahan lenticular yang dilengkapi dengan label ukuran bahan-bahan makanan sesuai Daftar Bahan Makanan penukar (DBMP). Pelabelan pada Food Models diharapkan dapat mempermudah mahasiswa dalam menilai kandungan energi dan zat gizi.Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan stiker magnet kemudian  memberikan angket penilaian mengenai inovasi Food Model dengan stiker magnet dari bahan lenticular kepada 60 orang sampel mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika untuk menilai.Berdasarkan hasil penilaian diperoleh hasil bahwa sebagian besar 87 – 97 % sampel  menilai positif (baik dan sangat baik). Sedangkan 3 - 13% masih ada yang menilai tidak baik dari segi desain, bahan, ukuran dan bentuk stiker magnet. Kata Kunci : Stiker magnet; food  models.
Induksi Dietilstilbestrol (DES) Terhadap Cervical Intraepithelial Neoplacia (CIN) Pada Tikus Wistar Neonatal Betina Iting Iting; Sri Rahayu
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 1 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

DES adalah hormon  estrogen sintetik yang bermanfaat sebagai terapi sulih hormon, namun ternyata DES juga dapat memicu pertumbuhan sel abnormal pada epitel serviksyang akan berkembang menjadi kanker serviks. Kanker  serviks  berkaitan  dengan  potensi  invasi  dan  metastasis  dimana  gold standarnya adalah pemeriksaan histopatogi. Pada pemeriksaan histopatologi sel epitel seviks dapat ditemukan sel abnormal atau displasia sel, dan digolongkan dengan menggunakan stadium cervical intraepithelial neoplacia (CIN). Pada stadium CIN1 tidak perlu terapi, 80% displasia sel dapat kembali normal. CIN II & III dapat berkembang menjadi sel kanker (true cervical cancers precursors). CIN disebut sebagai sel-sel pra kanker yang jika tidak ditangani lebih lanjut akan berpotensi menjadi kanker. Namun demikian tidak semua wanita yang mengalami CIN akan menderita kanker. Penelitian ini menggunakan tikus strain Wistar betina berumur 3-5 hari, yang diberikan paparan DES dosis 1500 µgram/KgBB selama 35 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok yang diberikan DES 100% mengalami CIN dengan sebaran  40% Stadium CIN2 dan CIN3 serta 20% CIN1. Kelompok kontrol 100% normal atau tanpa CIN. Hasil uji chi square ada efek yang bermakna antara pemberian DES dengan terjadinya CIN dengan nilai p<0,05,Kata Kunci: CIN, DES, in vivo, stadium CIN, Neonatal betina,
HUBUNGAN UMUR, TINGKAT PENDIDIKAN, STATUS PERNIKAHAN, STATUS GIZI DAN KEJADIAN ANEMIA TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA BURUH PABRIK PEREMPUAN Lilis Suryani; Rina Marlina; Maria Alia Rahayu3
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 1 (2016): Health Science Growth ( HSG ) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman, jumlah perempuan yang bekerja mulai meningkat karena adanya tuntutan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Karawang sebagai kota industri saat ini memiliki jumlah industri sekitar 9.763 perusahaan dari 18 kawasan industri. Kurang lebih sekitar 3.000 tenaga kerja buruh di Kabupaten Karawang tahun 2015 terkena pemutusan hubungan kerja. Banyak faktor yang mengakibatkan terjadi PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) di antarannya karena situasi ekonomi nasional yang kurang kondusif dan produktifitas tenaga kerja yang menurun. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan umur, tingkat pendidikan, status pernikahan, status gizi dan kejadian anemia dengan produktivitas kerja Buruh Pabrik Perempuan di Wilayah Desa Gintung Kerta Kabupaten Karawang Tahun 2016. Desain penelitian yang digunakan adalah deskriptif analitik dengan merupakan pendekatan desain potong lintang (Cross Sectional Study). Sampel dalam penelitian ini menggunakan total sampling yaitu sebanyak 30 responden yang mengikuti pemerikaan kadar Hb gratis di Wilayah Desa Gintung kerta. Hasil analisis statistik menunjukan nilai p = 0,023 dimana nilai p < nilai ? (0,05), dapat disimpulkan ada hubungan yang signifikan antara kejadian anemia dengan produktivitas kerja. Saran dalam penelitian ini, diharapkan dinas kesehatan dapat mengadvokasi perusahaan agar memberikan tablet fe secara rutin tidak hanya pada ibu hamil tetapi pada seluruh buruh pabrik perempuan di perusahaannya maksimal 3 bulan sekali. Dan diharapkan perusahaan memperhatikan kandungan zat besi pada makanan yang disediakan perusahaan dan memberikan terapi, pengurangan jam kerja atau izin istirahat pada buruh pabrik perempuan yang mengalami anemia.Kata Kunci    : Produktivitas kerja, Kejadian Anemia, Buruh Pabrik Perempuan
Efektifitas Penyuluhan dan Kepatuhan Minum Tablet Tambah Darah (TTD) terhadap Peningkatan Kadar Hemoglobin Remaja Putri di Desa Kalijaya Kecamatan Telagasari Kabupaten Karawang Tahun 2019 Lilis Suryani; Oon Sopiah; Irma Yanti
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 2 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Remaja putri yang menderita anemia ketika menjadi ibu hamil berisiko melahirkan dengan bayi BBLR dan stunting. Sosialisasi tentang anemia dan pemberian suplementasi Tablet Tambah Darah (TTD) pada remaja putri merupakan salah satu upaya pemerintah Indonesia untuk memenuhi asupan zat besi. Sehingga penulis tertarik melakukan penelitian dengan tujuan yaitu untuk mengetahui dan menganalisa efektivitas dari penyuluhan dan kepatuhan minum TTD terhadap peningkatan kadar hemoglobin pada remaja putri. Metodologi penelitian yang digunakan adalah Pre-Ekperimental Design dengan rancangan One Group Pretest-Postest Design. Teknik pengumpulan data yaitu primer dari hasil observasi pada dua kelompok intervensi dan kontrol. Analisis yang digunakan univariat dan bivariat. Hasil penelitian, menunjukkan adanya perbedaan bermakna antara remaja putri yang mendapatkan penyuluhan (p=0,004) dengan remaja putri yang tidak mendapat penyuluhan (p=0,000) terhadap peningkatan kadar Hb remaja putri. Dan remaja putri yang patuh minum tablet penambah darah secara teratur 1 minggu sekali selama dua bulan, pada kelompok intervensi mengalami kenaikan kadar hemoglobin berkisar antara 0,2-3 gr/dL dan pada kelompok kontrol mengalami kenaikan kadar hemoglobin berkisar antara 0,2-1,3 gr/dL. Perlu adanya peningkatan pengetahuan remaja dan orang tua guna mendukung dalam penggulangan anemia bagi remaja, sehingga tercapainya remaja Indonesia yang bebas anemia. Kata Kunci : Anemia pada Remaja Putri
UJI IN VIVO AKTIVITAS ANTIPLASMODIUM EKSTRAK ETANOL KULIT BATANG DUKU (Lansium domesticum Corr.) TERHADAP Plasmodium berghei PADA MENCIT PUTIH GALUR SWISS Hadi Sudarjat
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 1 (2016): Health Science Growth ( HSG ) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malaria masih menjadi salah satu masalah kesehatan global. Dimana malaria setiap tahunya menginfeksi 70 juta orang di dunia dengan mortalitas 1%. Di lain pihak, penggunaan tanaman sebagai antimalarial telah banyak diketahui. Telah dilakukan pengujian secara invivo aktivitas antiplasmodium dari ekstrak etanol kulit batang duku (Lansium domesticum Corr.) terhadap plasmodium berghei pada mencit putih galur Swiss secara intraperitoneal. Ekstrak diberikan secara oral dengan dosis 180, 360, dan 720 mg/kg Berat Badan (BB). Sebagai kontrol negatif digunakan PGA 3% dan kontrol positif digunakan  kombinasi obat pirimetanim-sulfadoksin 5 mg/kg BB. Aktivitas antiplasmodium dilihat dari jumlah parasitemia pada ulas darah tipis yang diambil sampai dengan hari ke-13. Pengamatan dilakukan dengan menggunakan mikroskop dengan perbesaran 1.000x dan dihitung jumlah parasitemia sampai hari ke-13. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak dosis 360 mg/kg BB mempunyai aktivitas terbaik  (daya hambat parasitemia 97,8%) dibandingkan dengan dosis 180 (daya hambat parasitemia 65,89%)dan 720 mg/KG BB (daya hambat paracitemia 88,5%). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak kulit batang duku dapat menghambat pertumbuhan Plasmodium berghei berdasarkan uji Newman Keuls dimana dosis 360 mg/kg BB dan kontrol positif berbeda signifikan terhadap kontrol negatif. Kata Kunci : Antiplasmodium, Lansium domesticum Corr., Plasmodium berghei
Pengaruh Usia Menarche, Paritas, Status Gizi dan Pemakaian Alat Kontrasepsi Terhadap Kejadian Menopause Dini Pada Ibu Di tirtajaya Kabupaten Karawang Rina Marlina; Maria Alia Rahayu
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 4 No 2 (2019): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Data Organisasi Kesehatan Dunia World Health Organization pada tahun 2007 menunjukkan, setiap tahun sekitar 25 juta wanita di seluruh dunia diperkirakan mengalami menopause. Asia menjadi wilayah dengan jumlah perempuan bergejala awal menopause tertinggi di dunia. Saat ini, Umur Harapan Hidup (UHH) perempuan Indonesia adalah 67 tahun. Perempuan Indonesia yang memasuki masa menopause saat ini sebanyak 7,4 persen dari populasi. Jumlah tersebut meningkat menjadi 11% pada tahun 2005 dan naik lagi sebesar 14% pada tahun 2015. Meningkatnya jumlah penduduk sebagai akibat bertambahnya populasi penduduk usia lanjut dan tingginya usia harapan hidup dibarengi membaiknya derajat kesehatan masyarakat.. Ada kecenderungan dewasa ini untuk terjadinya menopause pada umur yang lebih tua. Berdasarkan peninjauan data yang peneliti lakukan didapatkan dari Hasil survey lapangan tahun Januari 2019 di Puskesmas Tirtajaya Kecamatan Tirtajaya ada 4 dari 10 orang ibu yang sudah mengalami menopouse saat usia 40 tahun. Dari fenomena tersebut peneliti tertarik untuk melakukan sebuah penelitian mengenai pengaruh usia menarche, status gizi, paritas dan pemakaian alkon terhadap kejadian menopause di Desa Bolang, Kecamatan Tirtajaya Kab. Karawang. Tujuan dilakukan penelitian ini, untuk mengetahui factor-faktor yang memengaruhi kejadian menopause pada ibu di Desa Bolang Tirtajaya Kab. Karawang. Dari Hasil penelitian didapatkan bahwa dari emapt variable independen terdapat dua variable yang berhubungan yaitu dan Paritas dengan P = 0,026. Dan dari ke empat variable tersebut, variable menarche yang sangat memengaruhi dengan nilai Sig F sebesar 0, 012. Dengan dilakukannya penelitian ini diharapkan bidan beserta kader dapat lebih memebrikan informasi edukasi kepada para perempuan di wilayah desa untuk mengetahui menopause. Kata Kunci : Menopouse Dini, paritas
PENGARUH KOMUNIKASI ANTARPRIBADI IBU-ANAK DAN KONSEP DIRI TERHADAP PERILAKU BERPACARAN REMAJA PUTRI KELAS VIII SMPN 10 DEPOK TAHUN 2015 Eka Afrika
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 1 (2016): Health Science Growth ( HSG ) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pacaran merupakan fenomena yang cukup banyak dijumpai zaman sekarang seperti dikenal fungsinya utamanya adalah memilih dan mendapatkan pasangan. Dan berbeda dizaman sekarang akhir-akhir ini remaja tentu sudah memiliki kendali yang jauh lebih besar terhadap proses berpacaran dan dengan siapa mereka menjalin hubungan. Tujuan dari penelitian untuk mengetahui pengaruh langsung dan tidak langsung komunikasi antarpribadi serta besaran konsep diri terhadap perilaku berpacaran di SMPN 10 Depok Tahun 2015. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dalam penelitian ini remaja putri kelas VIII SMPN 10 Depok dan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah 90 responden, yang diambil secara tehnik porposive sampling. Penelitian ini menggunakan analisis Struktural Equating Modelling (SEM) dengan aplikasi software Smart PLS 2.0 dan Special Package for Statistic Science 18 (SPSS) Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner. Hasil analisis Univariat, kategori usia 14 tahun jumlah terbesar (78,9%), dari hasil penelitian dapat dilihat bahwa karakteristik responden tidak mempengaruhi variabel perilaku remaja putri dalam berpacaran (Asymp.Sing > 0,05). Hasil analisa SEM adalah total pengaruh langsung dan tidak langsung dari semua variabel terhadap perilaku remaja putri dalam berpacaran adalah sebesar (84,22%) dan terdapat 33,5% faktor lain yang berpengaruh terhadap perilaku berpacaran di SMPN 10 Depok yang tidak diteliti. Saran dalam penelitian ini diharapkan, siswi tidak berpacaran melebihi batas nilai dan norma yang berkaitan dengan perilaku berpacaran.Kata Kunci : Komunikasi Antarpribadi, Konsep diri, Perilaku.
Hubungan Karakteristik Wanita Usia Subur (WUS) dengan Pengetahuan tentang Tes IVA di Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih Periode Mei Tahun 2017 Leni Suhartini; Wiwik Setyorini
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 2 (2017): HSG (Health Science Growth) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks dapat dideteksi dini dengan Metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA), yaitu metode screening yang praktis, murah, dan memungkinkan dilakukan di Indonesia.Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan antara karakteristik wanita usia subur dengan pengetahuan tentang tes IVA di wilayah kerja Puskesmas Kecamatan Cempaka Putih. Penelitian ini menggunakan kuantitatif observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian adalah WUS usia 20-49 tahun sebanyak 30 responden dengan pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Pengumpulan data primer menggunakan alat bantu kuesioner. Analisi data menggunakan uji korelasi bivariat dengan metode kendall’s tau-b mengguanakan program SPSS versi 22.0. Hasil penelitian ini adalah Frekuensi responden terbanyak adalah umur >36 (60%), usia pertama kali berhubungan seksual >21 (60%), paritas <3 (96,7%), pendidikan menengah (73,3%), tidak merokok (100%), alat kontrasepsi hormonal (63,3%), tidak pernah mengikuti tes IVA sebelumnya (73,3%), dan tingkat pengetahuan tergolong baik (73.3%). Hasil uji korelasi, variabel yang terbukti memiliki hubungan kuat dengan pengetahuan tentang tes IVA adalah paritas dengan nilai sign. 0.036 dan partisipasi dengan nilai sign.0,040. Simpulan yaitu hanya variabel paritas dan partisipasi yang terbukti berhubungan dengan pengetahuan tentang tes IVA. Saran bagi tenaga kesehatan diharapkan lebih mengembangkan KIE tentang pentingnya deteksi dini kanker serviks dengan metode IVA melalui penyuluhan, dan pembinaan kader.Kata Kunci : Karakteristik, Pengetahuan WUS, Tes IVA
REKOMENDASI KEBIJAKAN OPERASIONAL PUSAT INFORMASI KONSELING REMAJA (PIK R) PADA REMAJA SLTP DAN SLTA Oon Sopiah
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 1 No 2 (2017): HSG (Health Science Growth) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pusat Informasi Konseling Remaja merupakan salah satu wadah remaja dalam pelayanan informasi dan konsultasi KRR. Kelompok PIK R di SLTP dan SLTA Karawang mencapai 2,63%, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rekomendasi kebijakan operasional pelaksanaan PIK R pada remaja SLTP dan SLTA di Karawang Tahun 2015. Desain penelitian menggunakan metode kualitatatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di tiga sekolah. Informan penelitian ini terdiri informan kunci dan pendukung. Narasumber berasal dari DPRD, BKBPP, Disdikpora, dan Kepala Sekolah. Penelitian menggunakan studi dokumentasi, wawancara mendalam, dan observasi, dengan metode analisis tematik. Hasil penelitian mendapatkan rekomendasi kebijakan operasional berupa pembuatan MOU untuk mengurangi permasalahan. BKBPP hendaknya segera merealisasikan rekomendasi melalui penandatanganan MOU antara BKBPP dengan intansi terkait.Kata Kunci: Alternatif rekomendasi, Kebijakan operasional, MOU, PIK R
ANALISIS MULTIVARIAT HUBUNGAN ANTARA USIA, PARITAS, RIWAYAT PENYAKIT, KONSUMSI KALSIUM DENGAN KEJADIAN PREEKLAMPSIA PADA IBU HAMIL Irma Yanti; Nelly Apriningrum; Lilis Suryani
HSG (Health Science Growth) Journal Vol 2 No 1 (2017): Health Science Growth (HSG) Journal
Publisher : Fakultas Ilmu Kesehatan Unsika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu tantangan pembangunan di bidang kesehatan saat ini adalah menurunkan angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB). Preeklampsia merupakan salah satu komplikasi medis yang sering terjadi dalam kehamilan, sekitar 5-15% dari seluruh kehamilan. Desain penelitian menggunakan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu hamil dengan usia kehamilan ? 20 minggu di wilayah Puskesmas Pedes Kabupaten Karawang. dengan. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 37 responden, yang diambil secara teknik Accidental Sampling. Variabel dependen adalah kejadian preeklampsia, variabel independen adalah usia, paritas, riwayat penyakit, konsumsi kalsium. Penelitian ini menggunakan analisis Multivariat dengan aplikasi Special Package for Statistic Science (SPSS) Pengumpulan data dilakukan dengan cara membagikan kuesioner. Tidak ada hubungan yang bermakna antara usia, paritas, riwayat penyakit dan konsumsi kalsium dengan kejadian preeclampsia dengan nilai P>0,05.Dengan regresi logistic dari 4 variabel yang diteliti, variabel yang paling dominan terhadap kejadian preeklampsia adalah variabel paritas dengan OR 7,024. Penelitian ini menjelaskan 91,9% kejadian preeklampsia dipengaruhi oleh usia, paritas, riwayat penyakit, konsumsi kalsium, sedangkan 8,1%% dipengaruhi komponen lain. Diharapkan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan asuhan kebidanan yang optimal, dan klien diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai tanda-tanda bahaya kehamilan.Kata Kunci: Usia, Paritas, Penyakit, Kalsium, Preeklampsia

Page 2 of 10 | Total Record : 95