cover
Contact Name
Ilham Fitrahriansyah
Contact Email
kppub.hki@unsika.ac.id
Phone
+6281284589454
Journal Mail Official
fathurrohman.fai@staff.unsika.ac.id
Editorial Address
Fakultas Agama Islam Alamat : Jl. H.S. Ronggowaluyo Teluk Jambe Karawang 41361
Location
Kab. karawang,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
ISSN : -     EISSN : 2549337X     DOI : http://dx.doi.org/10.35706/
Core Subject : Religion, Education,
Jurnal Pendidikan Islam Rabbani adalah majalah publikasi yang memuat Kajian Ilmu atau selalu berhubungan dengan ilmu Pengetahuan serta temuan baru dalam pendidikan dan pengetahuan ditulis sesuai dengan kaidah-kaidah penulisan ilmiah serta diterbitkan secara berkala, yang diterbitkan oleh Fakultas Agama Islam (FAI) Unsika. Tujuan penerbitan jurnal ini adalah untuk memungkinkan para Dosen mengomunikasikan ide dan pemikiran kepada orang lain yang tertarik dalam subjek yang sama atau yang berdekatan. semoga semua tulisan yang termuat di jurnal ini bisa berkontribusi dalam upaya membangun pendidikan Islam yang adaptif dan siap dalam menghadapi tantangan global.
Articles 42 Documents
PENDIDIKAN ANAK DALAM ISLAM PERSPEKTIF TAFSIR ASY-SYA’RAWI (Studi Analisis al-Qur’an Surah Luqman Ayat 12-19) Debibik Nabilatul Fauziah
JPI-Rabbani Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya fenomena memprihatinkan yang terjadi pada anak-anak Indonesia disebabkan karena kurangnya komunikasi antara anak dan orang tua, faktor kebodohan dan kemiskinan, dan lain-lain. Padahal kewajiban orang tua terhadap anak tidak sebatas mencukupi kebutuhan lahir dan batin anak saja, melaikan membekali anak dengan ilmu diantaranya keimanan atau akidah, Al-Qur’an, fiqih, ibadah dan keterampilan. Melihat betapa pentingnya pendidikan anak maka kami mengangkat tema penelitian tentang pendidikan anak dalam Islam menurut perspektif Tafsir Asy-Sya’rawi, studi analisis surat Luqman.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kepustakaan (library research). Untuk pendekatan, Dalam penelitian ini digunakan pendekatan deskriptif analistis, yaitu dengan cara meneliti dan menganalisis surat Luqman secara terurai dengan mengikuti tertib susunan ayat demi ayat dalam tafsir asy-Sya’râwî kemudian mendeskripsikan penafsiran Asy-Sya’rawi dan karakteristiknya, pendekatan ini sangat penting untuk mempermudah penulis meneliti penafsiran asy-Sya’râwi terhadap ayat-ayat pendidikan anak.Sumber data primer dalam penelitian ini adalah kitab Tafsîr Asy-Sya’râwî, sedangkan sumber data sekunder berasal dari kitab-kitab tafsir dan hadist, buku-buku tentang pendidikan anak, kamus bahasa Arab dan ma’âjim, dan lainnya.Dari penelitian ini ditemukan keistimewaan pada karakteristik tafsir Asy-Sya’râwî dalam penafsiran ayat-ayat tentang pendidikan anak yang terdapat dalam surah Luqman ayat 12-19, diantaranya: 1) Asy-Sya’râwî memperlihatkan kepiawaiannya dalam bahasa Arab dengan mengungkap ide-ide kebahasaan dalam menafsirkan ayat. 2) Asy-Sya’rawi menggunakan bahasa komunikasi karena tafsir Asy-Sya’rawi berasal dari kumpulan ceramah yang didokumentasikan kemudian dicetak menjadi sebuah tafsir. 3) Asy-Sya’rawi banyak menggali maksud ayat dengan membahas aspek sosial kemasyarakatan dan solusinya. 4) Asy-Sya’rawi menganalisa kata-kata dalam ayat yang ditafsirkan dari segi bahasa, menyebutkan asal katanya, menjelaskan isytiqâq dan maksud dari kata tersebut. 5) Asy-Sya’rawi menjelaskan makna ayat secara sederhana dengan memberikan contoh fenomena kehidupan sehari-hari sehingga penjelasannya dapat lebih mudah dipahami dan diserap akal para pembaca. Kata Kunci    : pendidikan anak, tafsir asy-sya’rawi
URGENSI PENDIDIKAN MANAJEMEN BAGI MAHASISWA (Studi Kasus Pelaksanaan Organisasi Kemahasiswaan di Fakultas Agama Islam UNSIKA) N. Fathurrohman
JPI-Rabbani Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKManajemen adalah suatu kegiatan yang digunakan untuk mengatur semuanya dengan baik, agar dapat melakukan kegiatan dengan efektif dan efisien. Oleh  karena itu menurut saya manajemen dalam kehidupan sehari-hari sangat penting, karena dengan adanya manajemen kita bisa mengatur semua kegiatan agar dapat dilakukan dengan efisien dan efektif. Hadirnya organisasi dalam kehidupan mahasiswa di kampus tentu mampu memberi warna tersendiri, dimana mahasiswa dapat mengembangkan potensi yang dimilikinya diluar perkuliahan sehingga menjadi manusia yang siap dalam menghadapi tantangan zaman. Untuk itu, kiranya dalam berorganisasi perlu untuk ditambah lagi pemahaman terkait pengelolaan atau manajemen guna meningkatkan kreatifitas dan inovasi baru dalam menjalankan tugasnya sebagai aktivis organisasi.Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penulis mengambil data dari berbagai sumber sebagai informasi guna melengkapi hasil penelitian terkait tema yang penulis teliti.Tidak hanya dalam kehidupan individu dan sosial, dalam berorganisasi manajemen merupakan hal yang begitu penting. Dengan prinsip-prinsip manajemen suatu organisasi akan dapat mencapai tujuannya. Prinsip itu pula yang seharusnya dapat diterapkan dalam pengelolaan organisasi kemahasiswaan di Fakultas Agama Islam. Sejauh ini prinsip manajemen memang sudah dijalankan dalam berorganisasi di FAI, namun hal itu perlu ditingkatkan agar mahasiswa dapat merasakan manfaat dari adanya organisasi kemahasiswaan yang  mampu memberikan suguhan-suguhan menarik dan dampak positif. Kata Kunci: manajemen, organisasi, mahasiswa
KONSEP PENDIDIKAN MENURUT LUQMANUL HAKIM DALAM AL-QUR’AN Ahmad Junaedi
JPI-Rabbani Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan sebuah proses pengubahan sikap dan prilaku seseorang atau sekelompok orang dalam mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan. Dengan kata lain pendidikan juga dapat diartikan proses pembentukan individu dan sosial yang menjadikan seseorang paham akan suatu ilmu dan dapat menerapkankannya secara sempurna dalam kehidupan sehari-hari. Namun mengamati dinamika kehidupan masyarakat, rupanya kini sudah kian banyak nilai-nilai etika dan moral yang mengalami kemerosotan.Banyak teori (konsep) mengenal pendidikan moral dan banyak umat Islam yang mempelajari bahkan memakai teori tersebut. Padahal Islam sudah mengajarkan tentang pendidikan akhlak ini dalam pedoman hidupnya, yaitu Al-Qur?an. Al-Quran secara gamblang sudah menjelaskan bagaimana seharusnya manusia menjalankan aktivitasnya sehari-hari, termasuk didalamnya berkaitan dengan konsep pendidikan. Sangat penting untuk memahami bagaimana konsep pendidikan dalamAl-Quran agar pola pendidikan bagi generasi yang akan datang sesuai dengan syariat Islam, sehingga nilai-nilai Islam akan terinternalisasi dengan baik bagi seluruh peserta didik karena pendidikan yang diselenggarakan berpedoman pada Al-Quran, konsep pendidikan banyak dituliskan dalam Al-Quran salah satunya dalam surat Lukman. Penting sekali bagi setiap  orang yang berkecimpung didunia pendidikan untuk mengetahui bagaimana konsep pendidikan dalam surat Lukman  Penelitian ini menggunakan Metode Deskriptif analitik, merupakan langkah dalam upaya presentasi obyek tentang realitas yang terdapat dalam bidang yang diteliti, yaitu metode yang secara sistematis untuk mendeskripsikan segala yang berhubungan dengan pokok masalah yang dibahas, khususnya Konsep Pemikiran Pendidikan Islam Luqmanul Hakim yang tertuang dalam Al-Qur?an. Masalah yang telah dirumuskan penulis sangat perlu merujuk kepada sejumlah tafsir sebagai bagian dari studi pustakanya. Untuk itu di dalam pembahasan ini, penulis memilih menggunakan Metode Tahlili, dalam bentuk yang sederhana. Kata Kunci: Konsep Pendidikan, Tafsir, Al-Qur?an Lukman  
KONSEP PENDIDIKAN ISLAM MENURUT SYED MUHAMMAD NAQUIB AL-ATTAS Rizqi Fauzi Yasin
JPI-Rabbani Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu aspek terpenting bagi kehidupan manusia. Sebaliknya, tanpa pendidikan, manusia akan menjadi dzalim, arogan dan menentang kebenran. Untuk itu, pendidikan yang dilakukan dengan benar dan tepat yang merupakan kebutuhan primer manusia akan membawa kepada perbaikan tatanan kehidupan manusia baik individu maupun kelompok. Akan tetapi pendidikan dewasa ini lebih diarahakan dan dititikberatkan  kepada upaya untuk mencetak pekerjaan yang memiliki intelektual dan skil dalam segala bidang. Sehingga menjadikan pendidikan hanya sebatas proses transfer ilmu dan kemampuan saja tanpa memperhatikan penanaman nilai dalam diri anak didik. Nilai yang merupakan esensi pokok dalam proses pendidikan terabaikan begitu saja. Hal tersebut banyak disebabkan oleh hilangnya tujuan pendidikan Islam itu sendiri dan tidak jelasnya konsep Pendidikannya. Oleh karena itu, salah satu diantara ulama muslim kontemporer Syed Muhammad Naquib AlAttas menawarkan suatu bentuk konsep pendidikan Islam yaitu  ta?dib sebagai proses penanaman adab penempatan anak didik pada tempatnya, yaitu pada puncak moral, adab, dan etika. Ini merupakan usaha untuk mengembalikan pendidikan  Islam kepada tujuannya yang hakiki. Kata Kunci : Konsep, Pendidikan Islam, dan Ta?dib
ISLAMIC PARENTING PADA ANAK USIA DINI (STUDI ANALISIS BUKU ISLAMIC PARENTING KARYA SYAIKH JAMAAL ‘ABDUR RAHMAN) Astuti Darmiyanti
JPI-Rabbani Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Anak merupakan amanat di tangan kedua orangtua-nya dan kalbunya yang masih bersih merupakan permata yang sangat berharga. Jika ia dibiasakan untuk melakukan kebaikan, niscaya dia akan tumbuh menjadi baik dan menjadi orang yang bahagia di dunia dan akhirat, demikian sebaliknya. Keadaan fitrahnya akan senantiasa siap untuk menerima yang baik atau yang buruk dari orang tua atau pendidik (murabbi)-nya. Permasalahan dalam penelitian ini adalah pendidikan apa saja yang diajarkan pada anak usia 0-3 tahun yang terdapat dalam buku Islamic Parenting karya Syaikh Jamaal „Abdur Rahman? Tujuan penelitian ini adalah mencoba mendeskrip-sikan pemikiran Syaikh Jamaal „Abdur Rahman tentang pendidikan anak pada usia 0-3 tahun. Manfaat teoritis dari penelitian ini adalah memperkaya atau membuka tambahan wawasan tentang pendidikan anak dalam Islam serta manfaat secara praktis adalah memberikan bekal kepada orangtua dan para pendidik (murabbi) terkait dengan pola pengasuhan anak dalam Islam.Penelitian ini merupakan penelitian kepustakaan (library research), dengan menggunakan pendekatan filosofis. Teknik pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan metode analisis data dilakukan dengan menggunakan metode content analysis, yaitu suatu teknik penelitian untuk membuat inferensi-inferensi (simpulan-simpulan) yang dapat ditiru dan shahih data dengan memper-hatikan konteksnya.Hasil yang diperoleh dari penilitian pola asuh islami pada AUD ini adalah (1) pada pendidikan anak usia 0-3 tahun dimulai dari: (a) masa pranatal, yaitu berdoa untuk anak ketika masih dalam sulbi ayahnya, (b) masa balita dikumandangkan adzan di telinga bayi saat bayi lahir, mentahnik bayi dengan kurma dan mendoakannnya, aqiqah, memberi nama yang baik untuk anak, menanamkan kejujuran dan tidak suka berbohong, serta tidak mengajarkan kemunkaran kepada anak; (2) Pendidikan pada anak usia dini (0-4 tahun pertama) merupakan masa yang paling penting karena masa ini disebut dengan golden age bagi pertumbuhan dan perkembangan anak, khususnya sebagai momentum pembentukan kapasitas kecerdasan manusia sampai 50% --- sampai usia 8 tahun mencapai 80%, dan pada usia 14-16 tahun mencapai ketuntasan 100% --- yang sangat menentukan kehidupan anak manusia dalam seluruh aspek hidupnya di masa yang akan datang.Kata kunci: Islamic Parenting, murabbi, kapasitas kecerdasan
MODEL INTEGRASI NILAI-NILAI ISLAM DALAM PEMBELAJARAN TEMATIK DI TINGKAT MENENGAH Ulfa Futri Hasyimiyah Qissa ‘Ali
JPI-Rabbani Vol 2 No 2 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hasil penelitian yang ditemukan, beberapa materi yang diintegrasikan ke dalam studi tematik yaitu akidah akhlak, fiqh, dan al-Quran-Hadits. Model pembelajaran yang digunakan dalam mengintegrasikan pembelajaran tematik dengan nilai-nilai Islam adalah model yang berhubung dan model pendisiplinan. Tujuan integrasi nilai-nilai Islam dalam pembelajaran sosial adalah siswa dapat memahami tematik dari sudut pandang sumber hukum Islam yaitu Alquran dan Hadis sehingga siswa percaya bahwa dengan memahami pembelajaran tematik Islam akan lebih bermanfaat untuk bekal hidupnya di akhirat. Metode yang digunakan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam yaitu dengan ceramah, tanya jawab, penugasan, penelitian, dialog Alquran dan nabawi, pemodelan, ibrah dan mau'izah, targib dan tarhib. Dan evaluasi yang dilakukan dalam mengintegrasikan nilai-nilai Islam dalam pembelajaran studi sosial adalah evaluasi formatif, Tes Deskripsi (Lituania), tes tertulis (harian, UTS, UAS dengan bentuk pertanyaan pilihan ganda dan esai), Khataman, Zawiyah dan sorogan.Kata kunci: Integrasi, Nilai-Niai Islam, Pembelajaran Tematik
PENDIDIKAN MULTIKULTURAL DALAM PENDIDIKAN ISLAM DAN NASIONAL Dadang Rahman Munandar
JPI-Rabbani Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan multikultural adalah proses pengembangan seluruh potensi manusia yang menghargai pluralitas dan heterogenitasnya sebagai konsekuensi keragaman budaya, etnis, suku, dan agama. Pendidikan multikultural menekankan sebuah filosofi pluralisme budaya ke dalam sistem pendidikan yang didasarkan pada prinsip-prinsip persamaan (equality), saling menghormati dan menerima serta memahami dan adanya komitmen moral untuk sebuah keadilan sosial. Pendidikan multikultural berawal dari berkembangnya gagasan dan kesadaran tentang interkulturalisme. Kemunculan gagasan dan kesadaran interkulturalisme ini selain terkait dengan perkembangan politik internasional menyangkut HAM, kemerdekaan dari kolonialisme, diskriminasi rasial, dan lain-lain, juga karena meningkatnya pluralitas di negara-negara Barat sendiri sebagai akibat dari peningkatan migrasi dari negara-negara baru merdeka ke Amerika dan Eropa. Pendidikan multikultural sebenarnya merupakan sikap peduli dan mau mengerti (difference) atau politics of recognition (politik pengakuan) terhadap orang-orang dari kelompok minoritas. Pendidikan multikultural melihat masyarakat secara lebih luas.Berdasarkan pandangan dasar bahwa sikap indiference dan politics of recognition tidak hanya berakar dari ketimpangan struktur rasial, tetapi paradigma pendidikan multikultural mencakup subjek-subjek mengenai ketidakadilan, kemiskinan, penindasan, dan keterbelakangan kelompok-kelompok minoritas dalam berbagai bidang: sosial, budaya, ekonomi, pendidikan, dan lain sebagainya.Kata Kunci: Pendidikan Multikultural, Pendidikan Islam, Perkembangan.
MENGENAL PESERTA DIDIK DALAM PENDIDIKAN ISLAM Maspuroh Maspuroh
JPI-Rabbani Vol 2 No 1 (2018): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan adalah usaha atau bimbingan seseorang yakni oleh pendidik untuk membimbing peserta didiknya baik perkembangan secara jasmaninya maupun rohani agar terbentuk pribadi yang sempurna, Penulis mencoba akan mengulas tuntas tentang peserta didik dalam pendidikan islam, agar kita mengerti tentang tata cara dan sesuatu yang bersifat fositif yang seharusnya dilakukan oleh peserta didik. Dan kami dari penulis berharap dapat mengungkap pengertian peserta didik. Apakah kebutuhan peserta didik, dimensi-dimensi peserta didik dalam pendidikan Islam, bagaimana tingkat intelegensi yang harus dimiliki peerta didik dalam pendidikan Islam, kepribadian dan etika seorang peserta didi dalam Pendidikan Agama Islam, semoga dengan adanya sekilas penjelasan yang dipaparkan dapat trobaosan informasi yang dapat mengantarkan peserta didik mencapai tujuan Pendidikan.Metode yang digunakan dalam penelitian adalah deskriptif analitik kepustakaan dengan pendekatan kualitatif yang dipergunakan dengan tujuan untuk mengetahui dan menjelaskan kedudukan Peserta Didik Pendidikan Agama Islam. Sumber data adalah dokumen pustaka, buku-buku, majalah, dan artikel. Hasil penelitian menunjukkan, pengetahuan dan makna dari Peserta Didik dalam Pendidikan agama Islam. bahwa pada realitasnya peserta didika adalah salah satu komponen dalam mencapai tujuan Pendidikan Agama Islam secara utuh.
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM PERSFEKTIF SIX VALUES SYISTEM (ENAM SISTEM NILAI) (Salah satu alternatif model KBM-PAI holistik dan konprehenshif) E. Tajuddin Noor
JPI-Rabbani Vol 1 No 2 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini menyajikan sebuah alternatif model Kegiatan Belajar Mengajar dalam pelaksanaan Pendidikan Agama Islam (KBM-PAI) dengan menggunakan pendekatan enam sistem nilai yang diharapkan menjadi sebuah pendekatan pembelajaran (mendekati) lebih mengarah kepemahaman berwawasan holistik dan konprehenshif dalam menyajikan ajaran Islam. Enam sistem nilai tersebut adalah: 1. Nilai teologika, 2. Nilai fisika, 3. Nilai logika, 4. Nilai etika, 5. Nilai estetika, dan 6. Nilai teleologika. (Akhmad Sanusi; 2009). Penulisan ini dilatari oleh kenyataan (pengalaman Penulis) , KBM-PAI yang disajikan di kelas dengan hanya satu sudut pandang terasa parsial. Kegiatan Belajar Mengajar Pendidikan Agama Islam satu mata pelajaran atau mata kuliah, dalam menyajikan pembelajaran di kelas yang disajikan dengan hanya melihat dari satu sudut pandang, akan menghasilkan satu pemahaman yang seolah lepas dari sisi lain, sehingga tidak aneh jika pemahaman ajaran Islam yang sarat dengan berbagai nilai tersebut, menghasilkan pandangan yang sempit dan hal ini berakibat seseorang harus berjuang (kesulitan) mengadaptasi pandangan keIslamannya yang parsial itu dengan kehidupan yang begitu luas dan dinamis, ketika mereka harus menjalani kehidupan sebagai seorang muslim di tengah-tengah masyarakat. Namun setelah penulis mengubah KBM-PAI dalam mata kuliah yang diampu dengan menggunakan pendekatan enam sistem nilai, terasa sekali pembelajaran lebih bermakna, terasa dinamis, hidup dan mencerahkan,  baik bagi penulis sebagai dosen maupun bagi para Mahasiswa. Apakah semua mata pelajaran atau mata kuliah PAI bisa menggunakan enam nilai tersebut?.Setiap mata pelajaran atau mata kuliah PAI yang bersumber dari ajaran al Qur?an dan as Sunnah, penulis tegaskan bukan bisa tapi harus difahami melalui pendekatan enam sistem nilai. Apakah pendekatan enam sistem nilai tersebut bisa diterapkan di semua level pembelajaran PAI?. Penulis tegaskan bahwa penerapan pendekatan enam nilai memang harus diterapkan disemua level pembelajaran PAI, tentu dengan bahasa pengantar yang sesuai. Kata kunci: Model Belajar Mengajar, Pendekatan, dan Sistem Nilai  
STRATEGI PENGEMBANGAN KREATIVITAS ANAK USIA DINI DALAM MENCIPTAKAN PRODUK (HASTA KARYA) (Studi Kualitatif Di PAUD Harapan Kecamatan Cilamaya Kulon Kabupaten Karawang) Dewi Siti Aisyah
JPI-Rabbani Vol 1 No 1 (2017): Jurnal Pendidikan Islam Rabbani
Publisher : Jurnal Pendidikan Islam Rabbani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKKreatifitas merupakan daya dan atau kemampuan manusia untuk menciptakan sesuatu. Kemampuan ini dapat terkait dengan bidang seni maupun ilmu pengetahuan. Ketika kreativitas masih diyakini sebagai usur bawaan yang hanya dimikili sebagian kecil anak dan dianggap akan berkembang secara otomatis, tidak dibutuhkan adanya rangsangan lingkungan atau kondisi lingkungan yang menguntungkan bagi perkembangan ini. walaupun tingkat kreativitasnya berbeda-beda. Akibatnya, kreativitas seperti halnya setiap potensi lain, perlu diberi kesempatan dan rangsangan oleh lingkungan untuk berkembang.Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini antara lain : konsep dasar strategi pembelajaran, hakikat perkembangan, manajemen kreativitas anak, mengenal dan memahami anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan studi kasus, pengumpulan data dilakukan melalui wawancara secara langsungkepada kepala PAUD, tenaga pendidik, dan orangtua peserta didik, observasi dan studi dokumentasi. Wawancara dilakukan terhadap 2 orang tenaga pendidik, 10 orang orangtua peserta didik yang dipilih secara acak.Dari hasil pengolahan data penelitian, dapat ditarik kesimpulan bahwa proses pengembangan kreativitas anak lebih menitik beratkan kepada menciptakan produk (hasta karya) dari bahan alam dan daur ulang barang bekas dan alat yang sederhana yang tersedia di sekitar lingkungan alam anak.hal ini dapat dilihat dari hasil karya nyata anak dalam memciptakan produk (hasta karya) yang diajarkan. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Anak Usia Dini, Produk