cover
Contact Name
Dwi Priyanto
Contact Email
balaba_banjarnegara@yahoo.com
Phone
+62286-594972
Journal Mail Official
balaba_banjarnegara@yahoo.com
Editorial Address
Sekretariat BALABA Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Jalan Selamanik No 16 A Banjarnegara, Jawa Tengah, Indonesia 53415
Location
Kota adm. jakarta pusat,
Dki jakarta
INDONESIA
BALABA (JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA)
ISSN : 18580882     EISSN : 23389982     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
BALABA is a journal aims to be a peer-reviewed platform and an authoritative source of information. We published research article and literature review focused on vector borne disease such as malaria, DHF, filaria, chikungunya, leptospirosis, etc.
Articles 329 Documents
Angiostrongylus cantonensis Dyah Widiastuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 7 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (477.618 KB) | DOI: 10.22435/blb.v7i1.749

Abstract

Bagi Anda yang termasuk pelahap sayuran mentah (lalapan), harus cukup berhati-hati dengan agen penyakit berikut ini. Nama latinnya adalah Angiostrongylus cantonensis, salah satu jenis cacing Nematoda yang juga sering dikenal dengan nama rat lungworm, penyebab utama dari penyakit eosinophilic meningitis. Sebagaimana Nematoda lainnya, cacing ini juga memiliki bentuk filiform (seperti benang). Cacing jantanya berukuran ±7,7 mm dengan diameter 0,30 mm, sedangkan cacing betina ± 12,8 mm dan diameter 0,36 mm. Organ genitalia pada cacing jantan berupa bursa kopularis sedangkan cacing betina berupa vulva yang terletak di ujung posterior. Pada bagian kepala terdapat 3 buah labia, 2 diantaranya terletak di bagian dorsal, sedang yang 1 buah terletak di bagian lateraf.
FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS Asyhar Tunissea
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 007 Nomor 02/Tahun IV Desember 2008
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (242.688 KB)

Abstract

FAKTOR LINGKUNGAN ABIOTIK PADA KEJADIAN LEPTOSPIROSIS
IDENTIFIKASI TIKUS DAN CECURUT DI KELURAHAN ARGASOKA DAN KUTABANJARNEGARA KECAMATAN BANJARNEGARA KABUPATEN BANJARNEGARA TAHUN 2014 Hendri anggi widayani; Setiana susilowati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.003 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i01.751

Abstract

ABSTRAKTikus (Ordo Rodentia) merupakan hewan yang mempunyai peranan penting dalam kehidupan manusia baik bersifatmenguntungkan maupun merugikan. Spesies tikus mempunyai habitat masing-masing untuk berkembangbiak. Pemukimanmerupakan habitat tikus untuk memperoleh makanan. Tujuan penelitian untuk menggambarkan keberhasilan penangkapantikus dan mengidentifikasi tikus yang tertangkap di Kelurahan Argasoka dan Kutabanjarnegara. Metode penelitianmenggunakan survei dengan pendekatan cross sectional. Populasi adalah tikus yang berada di Kelurahan Argasoka danKelurahan Kutabanjarnegara. Sampel adalah tikus yang tertangkap menggunakan perangkap sebanyak 100 perangkapyang dipasang di lokasi penelitian selama 2 malam,dengan menggunakan umpan kelapa bakar dan ikan asin. Analisis datasecara deskriptif disajikan dalam bentuk narasi dan tabel distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukkan keberhasilanpenangkapan tikus di Kelurahan Argasoka sebesar 10,5% dan di Kelurahan Kutabanjarnegara sebesar 6%. Tikus yangtertangkap 25 ekor Rattus tanezumi (75,76%), 1ekor R. tiomanicus (3,03%), dan 7 ekor Suncus murinus (21,21%). Tikus dancecurut berjenis kelamin jantan lebih banyak ditemukan (54,54 %) daripada betina (45,45 %)
LINDUNGI ANAK ANDA DARI SERANGAN BERBAGAI PENYAKIT BERBAHAYA Elvi Wijiati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Edisi 007 Nomor 02/Tahun IV Desember 2008
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1412.125 KB)

Abstract

LINDUNGI ANAK ANDA DARI SERANGAN BERBAGAI PENYAKIT BERBAHAYA
FAKTOR RISIKO KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DEMAM CHIKUNGUNYA DI KECAMATAN BATANG TORU, KABUPATEN TAPANULI SELATAN SUMATERA UTARA TAHUN 2014 Frans yosep sitepu; Emilda arasanti; Amri rambe
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1623.572 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i01.754

Abstract

ABSTRAKDemam chikungunya adalah penyakit arbovirosis dengan angka kesakitan yang tinggi dan berdampak terhadap kondisisosial ekonomi. Tanggal 17 Januari 2014, Dinas Kesehatan Kabupaten Tapanuli Selatan melaporkan adanya kejadian luarbiasa (KLB) demam chikungunya di Kecamatan Batang Toru dengan jumlah kasus sebanyak 74 orang. Penelitian analitikmenggunakan desain kasus kontrol, dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko terjadinya KLB demam chikungunya.Kasus adalah penduduk yang sedang sakit atau baru mengalami sakit dengan gejala klinis utama demam, nyeri padapersendian dan bintik-bintik merah pada kulit. Kontrol adalah penduduk yang tidak sedang sakit dan tidak baru mengalamisakit dengan gejala klinis utama demam, nyeri pada persendian dan bintik-bintik merah pada kulit, diambil dari desa laindengan karakteristik penduduk dan topografi yang hampir sama dengan daerah penelitian. Analisis secara bivariatmenggunakan chi-square dan regresi logistik dengan derajat kepercayaan 95%. Sampel darah pasien diuji menggunakanrapid diagnostic test (RDT) Chikungunya IgM. Analisis bivariate menunjukkan variabel yang berhubungan dengankejadian demam chikungunya adalah tidak menggunakan kelambu pada saat tidur pagi dan sore hari (p- value: 0,000; OR=4,825, CI= 2,379-9,782) dan terdapat jentik nyamuk di tempat penampungan air (TPA) sekitar rumah (p-value= 0,000;OR= 6,206; CI= 2,905-13,257). Analisis multivariat menunjukkan faktor risiko yang paling berpengaruh adalah terdapatjentik nyamuk di TPA sekitar rumah (p-value= 0,013; OR= 3,837; CI= 1,322-11,131). Hasil uji dengan RDT pada 7 sampeldarah didapatkan 2 positif Chikungunya IgM. Telah terjadi KLB Demam Chikungunya di Kecamatan Batang ToruKabupaten Tapanuli Selatan. Penularan chikungunya terjadi secara terus-menerus dan sumber penularan lebih dari 1orang
VAKSIN DENGUE, TANTANGAN, PERKEMBANGAN DAN STRATEGI Dewi marbawati; Tri Wijayanti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (964.601 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i01.756

Abstract

ABSTRAKPenyakit demam Dengue endemik di lebih dari 100 negara di dunia. Obat anti virus Dengue efektif belum ditemukan danpengendalian vektor dinilai kurang efektif, sehingga diperlukan upaya pencegahan dengan vaksinasi. Vaksin Dengue yangideal adalah murah, mencakup 4 serotipe, efektif dalam memberikan kekebalan, cukup diberikan sekali seumur hidup, aman,memberi kekebalan jangka panjang, stabil dalam penyimpanan dan stabil secara genetis (tidak bermutasi). Beberapakandidat vaksin yang telah dan sedang dikembangkan oleh para peneliti di seluruh dunia adalah tetravalent live attenuatedvaccine, vaksin Chimera (ChimeriVax), vaksin subunit dan vaksin DNA. Vaksin Dengue dipandang sebagai pendekatan yangefektif dan berkesinambungan dalam mengendalikan penyakit Dengue. Tahun 2003 telah terbentuk Pediatric DengueVaccine Initiative (PDVI), yaitu sebuah konsorsium internasional yang bergerak dalam advokasi untuk meyakinkanmasyarakat internasional akan penting dan mendesaknya vaksin Dengue. Konsorsium vaksin Dengue Indonesia saat iniberupaya mengembangkan vaksin Dengue dengan menggunakan strain virus lokal.
BIONOMI VEKTOR MALARIA KELOMPOK Anopheles punctulatus (Anopheles farauti, Anopheles koliensis, Anopheles punctulatus) DI PROVINSI PAPUA Semuel sandy
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 1 Juni 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.482 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i01.757

Abstract

ABSTRAKMalaria merupakan masalah kesehatan utama di Provinsi Papua dengan angka Annual Parasite Incidence (API) padatahun 2011 sebesar 58 per 1000 penduduk dan Annual Malaria Incidence (AMI) sebesar 169 per 1000 penduduk. Vektormalaria Papua dilaporkan Anopheles farauti, An. punctulatus dan An. koliensis. Tiga spesies tersebut aktif menggigit padamalam hari (nokturnal), antropofilik dengan karakteristik tempat perkembangbiakan, aktifitas menggigit, dan tempatistirahat dilaporkan spesifik setiap spesies. Kajian ini untuk melihat beberapa aspek bionomi (tempat perkembangbiakan,aktifitas menggigit, dan tempat istirahat. Larva An. farauti memiliki habitat di daerah pantai, perairan payau (memilikitoleransi terhadap salinitas 4,6%), irigasi buatan atau alami. Nyamuk dewasa An. farauti betina bersifat nokturnal,eksofagik, eksofilik, dan antropofilik. Larva An. koliensis tidak ditemukan di perairan payau, banyak ditemukan di hutanrawa, hutan sagu, kolam semi permanen atau permanen yang dangkal dan terpapar sinar matahari langsung. Nyamukdewasa An. koliensis bersifat nokturnal, antropofilik (78% menggigit manusia), eksofagik, eksofilik sedangkan larva An.punctulatus tidak ditemukan di air payau, tetapi ditemukan pada kolam dengan air jernih atau keruh dengan vegetasi atautanpa vegetasi air. Larva An. punctulatus juga ditemukan di hutan sagu dan hutan rawa dengan paparan sinar mataharilangsung. Nyamuk dewasa An. punctulatus bersifat nokturnal, antropofilik (98% menggigit manusia), eksofagik, endofilik.Data dasar mengenai perilaku nyamuk Anopheles (bionomi) sangat diperlukan dalam mengembangkan pola intervensi dankontrol vektor yang lebih efektif dan efisien.
PERAN AIR DALAM PENYEBARAN PENYAKIT Dwi Priyanto
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 7 Nomor 1 Juni 2011
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (191.958 KB) | DOI: 10.22435/blb.v7i1.760

Abstract

Air merupakan komponen penting dalam kehidupan, semua jenis makhluk hidup memerlukan air untuk kelangsungan hidupnya. Untuk kepentingan manusia, air tidak saja digunakan untuk minum, masak dan cuci, tetapi juga untuk keperluan agrikultur, industri, transportasi, perikanan dan pembuangan limbah cair domestik dan industri. Dalam bidang kesehatan, beberapa jenis penyakit melibatkan media air dalam proses penyebarannya, baik secara langsung maupun tidak langsung. Penyebaran penyakit secara tidak langsung oleh air disebabkan oleh kandungan bahan kimia terlarut dalam badan air yang bersifat toxic bagi tubuh manusia. Adanya bahan-bahan ini dalam air disebabkan aktifitas industri, pertanian maupun limbah domestik rumah tangga yang dibuang dan mencemari air.
IDENTIFIKASI TELUR CACING ZOONOTIK PADA FESES Rattus tanezumi DI PASAR KOTA BANJARNEGARA Dyah widiastuti; Nova pramestuti; Novia tri astuti
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (370.246 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i2.762

Abstract

ABSTRAKTikus dikenal sebagai reservoir alami dari beberapa infeksi cacing yang penting bagi kesehatan masyarakat. Tikusmengandung mikroorganisme tersebut yang dapat ditularkan melalui kontak dengan kotoran tikus yang terinfeksi ataumelalui ektoparasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi telur cacing zoonotik pada Rattus spp. di Pasar KotaBanjarnegara. Penelitian ini merupakan studi observasional yang dilakukan di Pasar Kota Banjarnegara pada bulan Agustus2013. Penangkapan tikus dilakukan selama tiga malam berturut-turut menggunakan 200 perangkap hidup yang dipasangpada tempat yang berbeda, yaitu kios buah, kios sembako dan kios beras. Prevalensi cacing zoonotik pada feses tikusR. tanezumi sebesar 10% Capilaria hepatica; 5% Hymenolepis diminuta dan 5% Sypachia muris. Pencemaran telur cacingzoonotik dalam feses tikus perlu diwaspadai sebagai investigasi awal sumber penularan penyakit kecacingan melalui tikus.
SEROPOSITIF TOKSOPLASMOSIS KUCING LIAR PADA TEMPAT-TEMPAT UMUM DI KABUPATEN BANJARNEGARA Tri wijayanti; Dewi marbawati
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 10 Nomor 2 Desember 2014
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (208.283 KB) | DOI: 10.22435/blb.v10i2.763

Abstract

ABSTRAKToksoplasmosis merupakan zoonosis yang disebabkan oleh Toxoplasma gondii, mempunyai penyebaran yang luas padamanusia dan hewan piaraan maupun satwa liar. Penularan secara horisontal pada manusia terutama disebabkan karenadaging hewan/ternak yang terinfeksi T. gondii atau ookista pada makanan atau minuman yang terkontaminasi feses kucing.Oleh karena itu, perlu diketahui kucing liar dengan seropositif T. gondii. Jenis penelitian ini adalah potong lintang danlaboratorik serologi pada bulan Mei–Oktober 2013. Sampel sebanyak 22 ekor kucing liar yang berasal dari pasar induk,rumah sakit dan kompleks pertokoan kelurahan Semampir, Banjarnegara. Pemeriksaan serologis menggunakan FELISAimunostik. Hasil penelitian menunjukkan kucing liar dengan seropositif IgG T. gondii sebanyak 40,9% (9 dari 22 ekor).Kucing liar di kompleks pertokoan Kelurahan Semampir berpeluang lebih besar memaparkan T. gondii.