cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 8, No 1 (2024)" : 7 Documents clear
Penerapan Data Mining Menggunakan Algoritma K- Nearest Neighbor untuk Penentuan Penerimaan Proposal Hibah Widaningsih, Sri; Suheri, Agus; Fauziyana, Tiara Tsaniya
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.2696

Abstract

The grant program for farmers is one of the government programs provided by the Cianjur Regency Agriculture Office. To accept the program, farmers submit proposals which will be reviewed by the proposal reviewer analyst. In making a decision to accept a grant proposal, it is necessary to make a quick and accurate decision. With quite a lot of proposal data that has been submitted, it can be used data patterns that have been stored with data mining methods to predict proposals that are accepted with proposals that are rejected. The algorithm used is K-Nearest Neighbor where the determination of acceptance of new proposal data is based on the closest distance to the acceptance of the previous proposal. There are six predictor variables used, namely assets, capital, business scale, length of business, cost plan and completeness of documents. The stages of data mining use the stages in Knowledge Discovery in Databases (KDD). Calculations use the weight of the assessment for each proposal criteria that have been determined. The results of the evaluation of the calculation of the kNN algorithm obtained a real accuracy of 76% and an error rate of 24%. From the calculation results, the kNN algorithm can be used as a model to determine recipients of agricultural grant programs. Program pemberian dana hibah untuk para petani merupakan salah satu program pemerintah yang diberikan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Cianjur. Untuk menerima program tersebut petani mengajukan proposal yang akan diperiksa oleh analis pemeriksa proposal. Dalam mengambil keputusan penerimaan proposal hibah perlu adanya keputusan yang cepat dan akurat. Dengan cukup banyaknya data proposal yang telah diajukan , maka dapat digunakan pola data yang telah tersimpan dengan metode data mining untuk memprediksi proposal yang diterima dengan proposal yang ditolak. Algoritma yang digunakan yaitu K-Nearest Neighbor di mana penentuan penerimaan data proposal baru berdasarkan pada jarak terdekat dengan penerimaan proposal sebelumnya. Terdapat enam variabel prediktor yang digunakan yaitu aset, modal, skala usaha, lama usaha, rencana biaya dan kelengkapan dokumen. Tahapan  data mining menggunakan tahapan dalam knowledge Discovery in Databases (KDD) . Perhitungan menggunakan bobot penilaian untuk setiap kriteria proposal yang sudah ditentukan. Hasil evaluasi perhitungan algoritma kNN diperoleh akurasi sebenar 76% dan tingkat error sebesar 24%. Dari hasil perhitungan, algoritma kNN ini dapat digunakan sebagai model untuk menentukan penerima program hibah pertanian.
Perancangan Troli Ergonomis sebagai Alat Bantu Angkut Karung dengan Quality Function Deployment pada Penggilingan Padi Sri Rezeki di Banyumas Nashida, Aulia Annai; Nuriyadi, Difani Ayu; Prameswari, Namira Sekar; Senthika, Islah Putri; Rahma, Zira Naelawati; Imran, Rani Aulia
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.1715

Abstract

Manual Material Handling (MMH) is an activity that is carried out every day because of the flexibility of the movements performed. However, MMH activity has the potential for accidents and can result in muscle overstrain. Therefore, the availability of tools is important in MMH. MMH is still carried out at Sri Rezeki, Kramat Village, Banyumas Region, during the rice mill's drying process and the loading, transporting, and unloading operations. This study aims to measure the risk of workers and redesign the handling equipment in moving materials. Measurements were made using the Rapid Entire Body Assessment (REBA) before and after the design and the design using Quality Function Deployment (QFD). Based on the observations, the loading activity has a score of 9, the transportation activity has a score of 8, the unloading activity has a score of 11, and the interpretation of the three activities is classified as high and very high-risk levels. The results are a proposed tool design for the grain sack in a trolley that considers anthropometry and ergonomics principles. Ergonomic trolley design was concluded with a trolley height measuring 185, handle position height of 106 cm, length of 100 cm, width of 65, the diameter of a hand-gripped trolley of 3.3 cm, and pulleys. The results of the design evaluation showed a decrease in the REBA value to a score of 3 (low). In addition, there was an increase in labor productivity to 40%, with production increasing the amount of grain every 8 hours to 5 tons. Further research is needed to evaluate the tool's material for maintenance and commercialization. Manual Material Handling (MMH) merupakan aktivitas yang setiap hari dilakukan karena fleksibilitas gerakan yang dilakukan. Namun aktivitas MMH mempunyai potensi kecelakaan dan dapat mengakibatkan overstrain pada otot. Oleh karena itu, ketersediaan alat bantu menjadi hal yang penting pada aktivitas MMH. MMH masih dilakukan pada saat proses penjemuran di penggilingan padi Sri Rezeki, Desa Kramat Kab. Banyumas, yakni proses loading, pengangkutan, dan unloading karung. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur risiko pekerja dan merancang ulang alat handling dalam pemindahan material. Pengukuran dilakukan menggunakan Rapid Entire Body Assesment (REBA) sebelum dan sesuadah perancangan, serta perancangan dengan Quality Function Deployment (QFD). Berdasarkan observasi diperoleh aktivitas loading bernilai skor 9, aktivitas pengangkutan bernilai skor 8, aktivitas unloading bernilai skor 11, dan interpretasi ketiga kegiatan tergolong level risiko tinggi dan sangat tinggi. Hasil usulan perancangan alat bantu angkut berupa troli yang mempertimbangkan antropometri dan prinsip ergonomi. Perancangan troli ergonomi diperoleh dengan ukuran tinggi troli 185, tinggi handle 106 cm, panjang 100 cm, lebar 65, diameter genggam tangan troli 3,3 cm, dan penggunaan katrol. Hasil evaluasi rancangan diperoleh penurunan nilai REBA menjadi skor 3 (rendah). Selain itu, adanya peningkatan produktivitas tenaga kerja menjadi 40% dengan produksi meningkatnya jumlah gabah setiap 8 jam menjadi 5 ton. Perlu penelitian lebih lanjut pada evaluasi material dari alat bantu untuk pertimbangan perawatan dan komersialisasi.
Analisis Pengendalian Kualitas Produk Ayam Marinasi dengan Menggunakan Metode Failure Mode Effect Analysis (FMEA) dan 5W+1H (Studi Kasus: PT. QL Trimitra) Hayuni, Anggita; Ilmaniati, Anita; Masrofah, Isma
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.4064

Abstract

PT. QL Trimitra is a private company operating in the poultry slaughtering industry or poultry slaughterhouse (RPH-U). PT. QL Trimitra produces various processed chicken products, one of which is marinated chicken products. This product is intended for fast food customers with special specifications. Marinated chicken products produce the highest number of rejects compared to other products produced by PT. QL Trimitra is an average reject of 1.3% of the average total production of 1,374,465.18 kg, while PT. QL Trimitra has a rejection requirement of no more than 1%. This research aims to identify the causes of rejects in marinated chicken products using a cause and effect diagram. Then look for the root cause of the reject and the highest RPN value using the Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) method. Next, make suggestions for improvements that the company must make in order to minimize rejects using the 5W+1H method. The results of research using cause and effect diagrams produce factors that cause rejects in each type of reject for marinated chicken products. Meanwhile, the results of research using the FMEA method obtained the highest RPN value of 810 on the potential effects of failure to catch live chickens and the environment, which was then used as a reference for proposed improvements using the 5W+1H method. From the results of the 5W+1H method, companies must improve or renew contractual agreements with suppliers, carry out workload analysis, review SOPs, recruit and provide training to workers. PT. QL Trimitra merupakan perusahaan swasta yang bergerak di bidang industri pemotongan unggas atau rumah potong hewan unggas (RPH-U). PT. QL Trimitra memproduksi berbagai produk ayam olahan salah satunya produk ayam marinasi. Produk ini ditujukan untuk salah satu pelanggan fast food dengan spesifikasi khusus. Produk ayam marinasi menghasilkan jumlah reject tertinggi dibandingkan dengan produk lain yang di hasilkan oleh PT. QL Trimitra yaitu rata-rata reject 1,3% dari rata-rata total produksi sebesar 1.374.465,18 kg, sedangkan PT. QL Trimitra memiliki ketentuan reject tidak boleh lebih dari 1%. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi penyebab terjadinya reject pada produk ayam marinasi menggunakan diagram sebab akibat. Kemudian mencari akar penyebab terjadinya reject dan nilai RPN tertinggi dengan menggunakan metode Failure Mode and Effect Analysis (FMEA). Selanjutnya membuat usulan perbaikan yang harus perusahaan lakukan agar dapat meminimalisir reject menggunakan metode 5W+1H. Hasil penelitian dengan diagram sebab akibat menghasilkan faktor-faktor penyebab terjadinya reject pada setiap jenis reject produk ayam marinasi. Sedangkan untuk hasil penelitian dengan metode FMEA didapat nilai RPN tertinggi sebesar 810 pada potensi efek kegagalan penangkapan ayam hidup dan lingkungan, yang kemudian digunakan sebagai acuan usulan perbaikan dengan metode 5W+1H. Dari hasil metode 5W+1H perusahaan harus memperbaiki atau memperbaharui kontrak perjanjian dengan pihak pemasok, melakukan analisis beban kerja, peninjauan ulang SOP, melakukan rekrutmen dan memberikan pelatihan pada pekerja.
Usulan Peningkatan Kualitas Produk Obat Non-betalaktam dengan Metode Six Sigma di PT XYZ Timang, Gita Aprilia; Maulluddy, Rachmipoetri; Darmawan, Muchtar
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.3634

Abstract

The very rapid development of the pharmaceutical industry in Indonesia has also given rise to tight competition, especially in controlling product quality. Quality control is an effort to minimize defective products produced by a company. Products traded must have a quality certificate issued by BPOM. BPOM, as a drug and food quality control agency, is a state-owned company that will supervise the distribution of drugs and food before and during distribution, so companies must guarantee that their products are distributed according to the BPOM standards. This research aims to improve quality of non-betalactam drug products with six sigma method and DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, and Control) stage, however in this research the control stage was not carried out. At the define stage, it is known that parameters do not meet specification (out of specification) are dissolution and water content. Measure stage, for the dissolution and water content test parameters the production process is statistically controlled. Production Capability Index or the value of Cpk for the dissolution test was 0.44 (Cpk < 1) and the water content was 0.3499 (Cpk < 1) with the percentage of out of specification products as much as 9.48% for the dissolution test and 14.73% for the water content test. Analyze stage using the Cause Failure Mode Effect (CFME) and Failure Modes Effect Analysis (FMEA) diagram, there are 4 potential failures that need to be repaired, including Analytical Error, Instrument Error, Product Error, and Environtment Error which are from the 4 potentials obtained 8 details of the improvement proposal to improve the quality of non-betalactam drug at PT XYZ based on the rating of the largest RPN value. At the improvement stage, from the six-sigma results, it is known that the most dominant potential factor causing non-betalactam drugs that do not meet the specifications is contamination from previous drug raw materials. Perkembangan industri farmasi di Indonesia sangat pesat sehingga menimbulkan persaingan yang ketat terutama dalam melakukan pengendalian kualitas terhadap produknya. Pengendalian kualitas merupakan upaya untuk meminimalisir produk cacat yang dihasilkan oleh perusahaan, di mana produk yang akan diperjualbelikan harus memiliki sertifikat yang dikeluarkan oleh BPOM. BPOM sebagai badan pengawas kualitas obat dan makanan merupakan perusahaan badan milik negara yang bertugas memantau peredaran obat dan makanan dari berbagai perusahaan baik pengawasan sebelum maupun selama beredar sehingga perusahaan harus menjamin produk obat yang akan beredar sesuai standar dan syarat keamanan. PT XYZ merupakan perusahaan yang bergerak di industri farmasi dan telah memproduksi berbagai jenis obat-obatan, salah satunya obat non-betalaktam. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kualitas produk obat non-betalaktam dengan menggunakan metode Six Sigma untuk meningkatkan kualitas, efisiensi, dan efektivitas proses pembuatan obat dan tahapan DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control) sebagai siklus improvement untuk meningkatkan dan menstabilkan proses bisnis PT XYZ, namun pada penelitian ini tahapan Control tidak dilakukan. Pada tahap Define diketahui bahwa parameter yang mengalami out of specification adalah disolusi dan water content. Tahap Measure, untuk parameter uji disolusi dan water content proses produksi sudah terkendali secara statistik. Indeks kemampuan proses atau nilai Cpk untuk parameter uji disolusi sebesar 0,44 (Cpk < 1) dan water content sebesar 0,3499 (Cpk <1) dengan persentase  jumlah produk yang out of specification sebanyak 9,48% untuk uji disolusi dan 14,73% untuk uji water content. Tahap analyze menggunakan diagram Cause Failure Mode Effect (CFME) and Failure Modes Effect Analysis (FMEA) terdapat 4 potensi kegagalan yang perlu dilakukan perbaikan, Di antaranya Analytical Error, Instrument Error, Product Error, dan Environtment Error di mana dari 4 potensi tersebut diperoleh 8 rincian usulan perbaikan peningkatan mutu obat non-betalaktam di PT XYZ berdasarkan rating nilai RPN terbesar. Pada tahap Improve, dari konsep six sigma telah diketahui bahwa potensi faktor penyebab adanya out of specification pada obat non-betalaktam yang sangat dominan adalah faktor terkontaminasi dari bahan baku obat sebelumnya.
Penerapan Statistical Quality Control (SQC) dalam Usulan Perbaikan Kualitas Roti Sobek Manis PT. XYZ Moulita, RA Nurul; Suryani, Faizah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.2901

Abstract

Increasing demand for bread in Indonesia during the epidemic era has motivated bakeries to make high-quality bread that satisfies their own standards in order to keep up with consumer demand. As one of the branch bread makers in Indonesia, PT. XYZ consistently works to ensure that the bread they create satisfies the parent company's criteria in order to retain their profitability. By reducing the quantity of defective bread products produced, the quality of the bread can be managed. With recommendations for company-wide improvements, Statistical Quality Control (SQC) can be used as a way to monitor the quality of bread produced. The results showed that defects of sweet torn bread produced by PT. XYZ was dominated by 1,484 dented loaves. This defects product is caused by depanning process and displacement of bread which is still done manually. Factors that influence the quality of sweet torn bread produced by PT. XYZ is tool, method, and people. Improvement efforts that can be done by PT. XYZ in minimizing quantity defects of sweet torn bread products is like carrying out regular maintenance on packing machines, conducting training for workers before entering the section field, and providing position exchanges at work to mitigate workers feeling tired. Jumlah permintaan roti di Indonesia yang meningkat di era pandemi memacu para produsen roti untuk memenuhi permintaan pasar dengan memproduksi roti yang berkualitas dan sesuai dengan standar perusahaan. PT. XYZ sebagai salah satu cabang produsen roti di Indonesia selalu berusaha untuk dapat menjaga kualitas roti yang mereka produksi agar sesuai dengan standar induk perusahaan sehingga profit yang terima tidak mengalami penurunan. Roti yang berkualitas dapat dikendalikan dengan upaya meminimalkan jumlah produk cacat roti yang diproduksi. Statistical Quality Control (SQC) dapat digunakan sebagai metode dalam mengendalikan kualitas roti yang diproduksi dengan usulan perbaikan yang dapat dilakukan oleh perusahaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk cacat roti sobek manis yang diproduksi PT. XYZ didominasi oleh roti yang penyok sebanyak 1.484 buah. Cacat produk ini disebabkan oleh proses depanning dan pemindahan roti yang masih dilakukan secara manual. Faktor-faktor yang berpengaruh pada kualitas roti sobek manis yang diproduksi PT. XYZ berupa faktor alat, metode, dan manusia. Upaya perbaikan yang dapat dilakukan PT. XYZ dalam meminimalkan jumlah produk cacat roti sobek manis adalah melakukan perawatan secara berkala pada mesin packing, mengadakan pelatihan untuk pekerja sebelum terjun ke lapangan, serta memberikan pertukaran posisi dalam bekerja untuk memitigasi pekerja merasa kelelahan.  
Analisis Faktor yang Mempengaruhi Pemesanan Produk Oleh Pelanggan di Internal Perusahaan Manufaktur Sihombing, Rustam; Juliastuti, Ovi Dwi; Ikatrinasari, Zulfa Fitri
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.3970

Abstract

Abstrak___ Penelitian ini dilakukan di salah satu perusahaan manufaktur otomotif dimana di perusahaan tersebut terdapat satu Departemen Supporting Machinery  yang bertugas untuk membuat produk-produk mesin produksi dan perlengkapan lainnya khusus untuk kebutuhan internal perusahaan. Disadari bahwa loyalitas pelanggan adalah hal yang sangat penting bagi keberlangsungan suatu usaha maka Departemen Suporting Machinery tersebut melakukan survey untuk memetakan faktor-faktor yang mengakibatkan pelanggan melakukan pemesanan produk tersebut dan bahkan menjadi pelanggan yang loyal. Penelitian dilakukan dengan melakukan survey terhadap para pelanggan atau responden terkait di lingkungan internal perusahaan. Hasil penelitian terhadap 40 responden dengan metode analisa faktor menunjukkan bahwa dari 16 variabel pernyataan terkait produk dan pelayanan menghasilkan empat faktor utama sebagai umpan balik untuk melakukan pelayanan terbaik kepada pelanggan tersebut. Keempat faktor tersebut adalah Kualitas Produk dan Pelayanan, Harga dan Nilai Tambah, Kemudahan Akses serta Respon dan Empati. Kata Kunci : Analisa Faktor; Produk dan Layanan; Pelanggan Loyal.
Perbaikan Sistem Layanan untuk Mengurangi Waktu Tunggu Antrean dengan Simulasi Diskrit Rosyadi, Muchammad Imron; Albana, Abduh Sayid; Chandra, Huki
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v8i1.3633

Abstract

The total number of domestic cruise passenger departures was 630,765 passengers in 2021 and increased by 139% in 2022 to 1,506,303 passengers. The increasing volume of sea transportation users has resulted in high demand for ship tickets for prospective ship passengers. In this case, Company XYZ is a company that operates in the passenger and logistics services sector, also serving the purchase and payment of ship tickets. The large number of prospective passengers who use ships owned by Company XYZ is not accommodated with ticketing services or on-the-spot purchases due to the lack of active service facilities available, causing queues to pile up which can take hours at the purchase counter. This research aims to create a model for purchasing ship tickets and provide scenario recommendations to reduce the number of queues at XYZ shipping company. Where the simulation results in existing conditions produced an average utility of 69.77%, after improvements to scenario 1 were carried out by adding a document completeness inspection unit, this decreased by 10.14%. From scenario 1 to scenario 2 by increasing the waiting room capacity there was also a decrease of 4.80%. From scenario 2 to scenario 3 by adding active tellers at counter 3 there was a decrease of 6.50%. Jumlah total keberangkatan penumpang pelayaran dalam negeri sebanyak 630.765 penumpang di tahun 2021 dan meningkat sebanyak 139% pada tahun 2022 menjadi 1.506.303 penumpang. Meningkatnya volume pengguna moda transportasi laut mengakibatkan tingginya permintaan tiket kapal untuk para calon penumpang kapal. Dalam hal ini, PT. XYZ merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan penumpang dan logistik, juga melayani pembelian dan pembayaran tiket kapal. Banyaknya calon penumpang yang menggunakan kapal milik PT. XYZ tidak terakomodir dengan layanan ticketing atau pembelian on the spot karena kurangnya fasilitas pelayanan yang aktif tersedia sehingga menimbulkan penumpukan antrean yang dapat menghabiskan waktu berjam-jam dalam loket pembelian. Tujuan penelitian ini adalah membuat model pembelian tiket kapal serta memberikan rekomendasi skenario untuk mengurangi jumlah antrean di perusahaan pelayaran XYZ. Di mana hasil simulasi pada kondisi eksisting menghasilkan rata-rata utilitas sebesar 69.77%, setelah dilakukan perbaikan skenario 1 dengan menambah unit pemeriksaan kelengkapan dokumen mengalami penurunan sebanyak 10.14%. Dari skenario 1 ke skenario 2 dengan menambah kapasitas ruang tunggu juga mengalami penurunan sebanyak 4.80%. Dari skenario 2 ke skenario 3 dengan menambah teller aktif di loket 3 mengalami penurunan lagi sebanyak 6.50%.

Page 1 of 1 | Total Record : 7