cover
Contact Name
Isma Masrofah
Contact Email
isma.masrofah@unsur.ac.id
Phone
+62263-283578
Journal Mail Official
jmtsi@unsur.ac.id
Editorial Address
Universitas Suryakancana, Gd. Fakultas Teknik Jl. Pasir Gede Raya, Cianjur 43216 Tel / fax : (0263) 283 578
Location
Kab. cianjur,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri
ISSN : 25810561     EISSN : 25810529     DOI : https://doi.org/10.35194/jmtsi.v4i1.844
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri (JMTSI) is a publication media for papers with the scope of industrial-engineering field and other relevant fields such as and not limited to: Industrial systems Manufacturing systems Systems Engineering & Ergonomics Industrial Management Supply Chain and Logistics
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2025)" : 7 Documents clear
Asesmen Augmented Reality dengan SEM terhadap Furindo Apps melalui TAM guna Pemanfaatan Interkonektivitas Teknologi Pasca-Pandemi Nugraha, Billy; Hasbullah, Hasbullah; Pauji, Ipan
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4463

Abstract

Today's technology and information are very significant in its development, one of which is e-commerce which is available in several applications. In addition, there is one e-commerce application that has just emerged and is available to its users, namely Furnitur Indonesia Applications (Furindo Apps). Since Furindo Apps is a new application used by users, it is not yet certain about its suitability for users. So the purpose of this study will be to assess several variables that are adjusted to the results of previous research. In this study, one of the methods for assessing augmented reality with the Structural Equation Model (SEM) on Indonesian Furniture Applications through the Technology Acceptance Model (TAM) will be used. Apart from that, in supporting the use of post-pandemic technology interconnectivity. The results in the study focused on several variables used in the hypothesis such as: Quality of Information (X1), Interactive (X2), Perceived Usefulness (X3), Perceived Ease of Use (X4), Enjoyment (X5), Behavioral Intention (X6), Attitude (X7), and Satisfaction (X8). So each variable will be known whether or not there is an influence given by simple statistical testing, namely through a correlation test. The conclusion in this study is that it is necessary to add other variables to support the results of a more optimal TAM method.  Teknologi dan informasi masa kini sangat signifikan dalam perkembangannya, salah satunya adalah e-commerce yang tersedia di beberapa aplikasi. Selain itu terdapat salah satu aplikasi e-commerce yang baru muncul dan tersedia oleh penggunanya, yaitu Furnitur Indonesia Applications (Furindo Apps). Berhubung Furindo Apps merupakan aplikasi baru yang digunakan oleh pengguna, maka belum dapat dipastikan perihal kesesuaian dengan penggunanya. Sehingga tujuan dalam penelitian kali ini akan melakukan penilaian terhadap beberapa variabel yang disesuaikan dengan hasil penelitian terdahulu. Pada penelitian kali ini akan menggunakan salah satu metode guna asesmen augmented reality dengan Structural Equation Model (SEM) terhadap Furnitur Indonesia Applications melalui Technology Acceptance Model (TAM). Selain dari itu dalam menunjang pemanfaatan interkonektivitas teknologi pasca-pandemi. Hasil dalam penelitian berfokus pada beberapa variabel yang dijadikan dalam hipotesis seperti: Quality of Information (X1), Interactive (X2), Perceived Usefulness (X3), Perceived Ease of Use (X4), Enjoyment (X5), Behavioral Intention (X6), Attitude (X7), dan Satisfaction (X8). Maka masing-masing variabel akan diketahui ada tidaknya pengaruh yang diberikan dengan pengujian statistik sederhana, yaitu melalui uji korelasi. Kesimpulan dalam penelitian ini perlu dilakukan penambahan variabel lainnya guna mendukung hasil dari metode TAM yang lebih optimal.
Penerapan Pendekatan SMED untuk Mengurangi Waktu Pergantian dalam Proses Pengujian di Perusahaan Listrik Multinasional Haris, Siti Puang Rania; Sofianti, Tanika Dewi; Pratama, Aditya Tirta
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4346

Abstract

PT. XYZ is a company that produces electrical components, they make a product based on an engineer to order (ETO). PT. XYZ find the changeover time in the testing process is very high and still follow the time in the old factory. The focus of this research is to reduce changeover time and standardize the process. In this research, Single Minute Exchange of Dies (SMED) is a method that used in order to reduce the changeover time. Started by observing the entire changeover process from the process after the panel is tested on Post F to loading a new panel for testing on Post F. Suggested improvement proposals that can be made immediately will be implemented directly in the process. For the internal process, the improvement activities carried out are to make the activities run parallel. Then, for external activities, the improvement activities carried out are to make the activities run in parallel and change the work procedures at Post F. Through 5S implementation will improve the speed changeover process. Through this improvement it can reduce the change over time by 54% and increase the number of panels that can be tested to 6 panels per work shift.  PT. XYZ merupakan perusahaan yang memproduksi komponen listrik, mereka membuat produk berdasarkan Engineer-To-Order (ETO). PT. XYZ menemukan waktu pergantian pada proses pengujian sangat tinggi dan masih mengikuti waktu di pabrik lama. Fokus penelitian ini adalah untuk mengurangi waktu pergantian dan menstandardisasi proses. Dalam penelitian ini, Single Minute Exchange of Dies (SMED) merupakan metode yang digunakan untuk mengurangi waktu pergantian. Dimulai dengan mengamati seluruh proses pergantian dari proses setelah panel diuji pada Post F hingga mencari panel baru untuk pengujian pada Pos F. Usulan perbaikan yang dapat segera dibuat akan diimplementasikan langsung dalam proses. Untuk proses internal, kegiatan perbaikan yang dilakukan adalah membuat kegiatan berjalan sejajar. Kemudian , untuk kegiatan eksternal, kegiatan perbaikan yang dilakukan adalah membuat kegiatan berjalan paralel dan berputar prosedur kerja di Pos F. Melalui penerapan 5S akan meningkatkan kecepatan proses pergantian . Melalui perbaikan ini dapat mengurangi waktu pergantian sebesar 54% dan meningkat jumlah panel yang dapat diuji menjadi 6 panel per shift kerja .
Optimalisasi Rantai Pasok Sekolah: Studi Kasus tentang Arsitektur Informasi e-SCM di SMA Istambul, Muhammad Rozahi; Parlindungan, Parlindungan; Rijayana, Iwan
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4613

Abstract

This research aims to develop an information architecture design based on electronic Supply Chain Management (e-SCM) to optimise the procurement process and the use of goods in public high schools. The main challenges faced by SMAs are inefficiency in procurement management, limited transparency, and the risk of wasting resources. To address these issues, this research utilises the ArchiMate framework as an information architecture modelling tool that enables visualisation and detailed analysis of existing business processes. The approach used was a case study, where data was collected through interviews and direct observation in the field. Afterwards, the resulting architecture model was validated by stakeholders in high schools involved in the procurement process. The results showed that the implementation of e-SCM significantly improved operational efficiency, increased transparency of the procurement process, and minimised errors in inventory management. In addition, the use of e-SCM also increases stakeholder satisfaction, both among school staff and external parties related to the procurement process. This research makes an important contribution to the literature of information technology-based supply chain management in the context of education, and offers an information architecture model that can be widely applied in other educational institutions. As such, this research is expected to help schools manage their resources better and more efficiently. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan desain arsitektur informasi berbasis electronic Supply Chain Management (e-SCM) guna mengoptimalkan proses pengadaan dan penggunaan barang di lingkungan Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri. Tantangan utama yang dihadapi oleh SMA adalah inefisiensi dalam manajemen pengadaan, keterbatasan transparansi, serta risiko pemborosan sumber daya. Untuk mengatasi masalah, penelitian ini memanfaatkan Design ArchiMate sebagai alat pemodelan arsitektur informasi yang memungkinkan visualisasi dan analisis mendetail terhadap proses bisnis yang ada. Pendekatan yang digunakan adalah studi kasus, di mana data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi langsung di lapangan. Setelah itu, model arsitektur yang dihasilkan divalidasi oleh para pemangku kepentingan di SMA yang terlibat dalam proses pengadaan barang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan e-SCM secara optimal mampu meningkatkan efisiensi operasional, meningkatkan transparansi proses pengadaan, dan meminimalkan kesalahan dalam manajemen inventaris. Selain itu, penggunaan e-SCM juga meningkatkan kepuasan pemangku kepentingan, baik di kalangan staf sekolah maupun pihak eksternal yang terkait dengan proses pengadaan. Penelitian ini memberikan kontribusi penting terhadap literatur manajemen rantai pasok berbasis teknologi informasi dalam konteks pendidikan, serta menawarkan model arsitektur informasi yang dapat diterapkan secara luas di institusi pendidikan lainnya. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan mampu membantu sekolah dalam mengelola sumber daya mereka dengan lebih baik dan efisien.
Segmentasi Pelanggan Menggunakan K-Means Clustering: Menganalisis Metrik RFM untuk Strategi Pemasaran YUNITA, IKA; Ali, Puti Retno; Kartawidjaja, Maria Angela; Sukwadi, Ronald
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4452

Abstract

Means clustering algorithm for customer segmentation in the retail sector. The background of the research is based on the need to gain a deeper understanding of customer behavior in order to develop more effective Customer Relationship Management (CRM) strategies tailored to each customer segment. The data used in this study was collected from sales transactions over a period of three years, from April 1, 2021, to August 23, 2023, totaling 62,677 transactions. The primary objective is to enhance CRM strategies by categorizing customers based on their purchasing behavior. The K-Means algorithm was employed to group customers according to their RFM values, while the Elbow Method and Silhouette Analysis were used to determine the optimal number of clusters. As a result, customers were classified into three main segments: General Development, General Maintenance, and Important Maintenance. Each segment is characterized by a unique combination of recency, frequency, and monetary values, providing insights into targeted marketing approaches. Short-term strategies include personalized promotions and targeted campaigns to encourage repeat purchases and increase the average order value. Long-term initiatives focus on developing loyalty programs and VIP services to enhance customer retention and lifetime value. These findings emphasize the effectiveness of data-driven CRM strategies in optimizing customer engagement and profitability in the competitive retail landscape. Penelitian ini mengkaji penerapan analisis RFM (Recency, Frequency, Monetary) dan algoritma clustering K-Means dalam melakukan segmentasi pelanggan di sektor ritel. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya memahami perilaku pelanggan secara lebih mendalam untuk menyusun strategi Customer Relationship Management (CRM) yang lebih efektif dan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen pelanggan. Data yang digunakan berasal dari transaksi penjualan selama periode tiga tahun, yakni dari 1 April 2021 hingga 23 Agustus 2023, dengan total sebanyak 62.677 transaksi. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meningkatkan strategi CRM melalui pengelompokan pelanggan berdasarkan perilaku pembelian mereka. Algoritma K-Means digunakan untuk mengklasifikasikan pelanggan berdasarkan nilai RFM, sementara Metode Elbow dan Analisis Silhouette diterapkan untuk menentukan jumlah cluster yang optimal. Berdasarkan hasil analisis, pelanggan terbagi menjadi tiga segmen utama: General Development, General Maintenance, dan Important Maintenance. Masing-masing segmen ditentukan oleh kombinasi unik dari nilai recency, frequency, dan monetary, yang memberikan wawasan dalam menentukan strategi pemasaran yang lebih tepat sasaran. Strategi jangka pendek mencakup promosi yang dipersonalisasi dan kampanye yang ditargetkan untuk mendorong pembelian berulang dan meningkatkan nilai rata-rata pesanan. Sedangkan inisiatif jangka panjang berfokus pada pengembangan program loyalitas dan layanan VIP untuk meningkatkan retensi pelanggan serta nilai seumur hidup mereka. Hasil penelitian ini menegaskan efektivitas strategi CRM berbasis data dalam mengoptimalkan keterlibatan pelanggan dan profitabilitas perusahaan di lingkungan ritel yang kompetitif.
Model System Dynamics untuk Pengelolaan Sampah Padat Perkotaan di Kota Pekanbaru Meirizha, St. Nova; Mulyadi, Agus; Indra, Nabila Zakia
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4502

Abstract

Municipal Solid Waste (MSW) is still an issue in urban areas, including Pekanbaru, one of the most densely populated cities in Riau. The increase in the amount of MSW that is left has an impact on the environment and health. This study aims to provide MSW management policies by analyzing various alternative scenarios, including reduction and treatment. The method used is System Dynamics, which consists of designing a CLD (Causal Loop Diagram) model, then continuing by building an SFD (Stock and Flow Diagram) model composed of 3 alternative scenarios that have three levels each scenario. The simulation period was carried out until 2058. The simulation and model validation results showed that increasing recycling capacity and reducing the use of plastic products can significantly reduce the amount of waste entering the TPA (Final Disposal Site). The best scenario in MSW management is the combination scenario with a 30% reduction in MSW and 72.9% treatment. Waste reduction is carried out through education programs and public awareness, reducing the use of disposable materials and increasing recycling. Waste processing is carried out by constructing modern facilities such as incinerators and compost plants. Implementing this scenario can reduce the burden on landfills and maximize the use of waste as a resource. This research will contribute to developing future sustainable and environmentally friendly waste management strategies. Sampah padat perkotaan atau Municipal Solid Waste (MSW) masih menjadi isu di daerah perkotaan termasuk Pekanbaru sebagai salah satu kota terpadat di Provinsi Riau. Peningkatan jumlah MSW yang dibiarkan berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan. Pengelolaan MSW saat ini berupa daur ulang melalui bank MSW dan sanitary landfill, namun hal tersebut belum optimal. Karena timbulan MSW terus meningkat.  Peningkatan jumlah MSW yang dibiarkan berdampak terhadap lingkungan dan kesehatan Penelitian ini bertujuan memberikan altrenatif skenario kebijakan pengelolaan MSW dengan menganalisis berbagai alternatif skenario meliputi pengurangan dan pengolahan untuk Dinas Lingkungan Hidup Kota Pekanbaru. Metode yang digunakan yaitu System Dynamics yang teridiri dari perancangan model CLD (Causal Loop Diagram), kemudian dilanjutkan dengan membangun model SFD (Stock and Flow Diagram). Terdiri dari 3 alternatif skenario yang memiliki 3 tingkat setiap skenarionya. Periode simulasi dilakukan hingga tahun 2058. Hasil simulasi dan validasi model menunjukkan bahwa peningkatan kapasitas daur ulang dan pengurangan penggunaan produk berbahan plastik dapat secara signifikan mengurangi jumlah MSW yang masuk ke TPA (Tempat Pembuangan Akhir). Skenario kombinasi dengan pengurangan MSW sebesar 30% dan pengolahan 72,9% merupakan skenario terbaik dalam pengelolaan MSW. Pengurangan MSW dilakukan melalui program edukasi dan kesadaran masyarakat, pengurangan penggunaan bahan sekali pakai, serta peningkatan daur ulang. Pengolahan MSW dilakukan melalui pembangunan fasilitas pengolahan MSW modern, seperti insinerator dan pabrik kompos Implementasi dari skenario ini dapat mengurangi beban tempat pembuangan akhir dan memaksimalkan pemanfaatan MSW sebagai sumber daya. Penelitian ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan strategi pengelolaan MSW yang lebih berkelanjutan dan ramah lingkungan di masa depan.
Perbaikan Metode Kerja dengan Time and Motion Study Untuk Meningkatkan Produktifitas Produk Vessel Dump Truck HD785 Series andriani, andriani; Fatchan, M. Fatchan; Qoliq, M. Abdul
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.3546

Abstract

In the production process of one unit of Vessel dump truck HD785 series, there are 5 sub-components. The welding process is done manually and there is no standard time as a reference in the production process. The welding process relies heavily on lifting aids (crane) to position the sub-components to be welded due to the large size of the components. The limited number of cranes and their service to several workstations often cause waiting time. To improve productivity, one method used is time and motion study. The goal of improving work methods with time and motion study in the sub-assembly welding section is to determine the standard production time using quantitative methods with the help of a stopwatch. Knowing the standard process time allows for the selection of the best work method alternatives that provide optimal results. Policies related to productivity, such as production target achievement, can be easily made. This work method improvement is expected to increase productivity and minimize the possibility of defective products. Another improvement made is the addition of a positioner tool, which also reduces production time by 81.9 minutes by eliminating crane waiting time and increasing output from 28 side plates per month to 32 side plates per month. Dalam proses produksi satu unit Vessel Dump Truck HD785 Series terdapat 5 sub komponen. Proses pengelasan dilakukan secara manual dan belum adanya waktu baku sebagai acuan dalam proses produksi. Proses pengelasan sangat bergantung pada bantu angkat (crane) untuk memosisikan sub-component yang akan dilakukan pengelasan karena ukuran komponen yang besar. Alat bantu angkat (crane) jumlahnya terbatas serta melayani beberapa stasiun kerja menyebabkan sering terjadi waiting time. Dalam meningkatkan produktivitas salah satunya dengan menggunakan time and motion study. Tujuan dari perbaikan metode kerja dengan time and motion study di bagian sub assembly welding ini adalah menentukan waktu baku produksi menggunakan metode kuantitatif dengan alat bantu stopwatch. Dengan diketahui waktu baku proses maka akan dapat dipilih alternatif metode kerja yang terbaik yang memberikan hasil optimal. Serta kebijakan yang berkaitan dengan produktivitas seperti target pencapaian produksi dapat diambil dengan mudah. Perbaikan metode kerja ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan meminimalkan kemungkinan terjadinya produk cacat. Perbaikan lain yang dilakukan adalah penambahan alat bantu positioner juga mengurangi waktu produksi sebesar 81.9 menit dengan menghilangkan waktu tunggu crane dan meningkatkan output dari 28 pcs side plate/bulan menjadi 32 side plate/bulan. 
Pengendalian Mutu Produk Kemeja Wanita Menggunakan Metode Statistical Process Control pada UMKM Konveksi Nuryono, Arif; Zulkarnaen, Iskandar; Apriyani, Apriyani; Nugroho, Oki Widhi; Kurnia, Hibarkah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4451

Abstract

Convection Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still experience product defects outside the target. This is because there is a control system that has not been implemented properly. MSME Konveksi is pursuing a large number target due to orders from customers. However, when sending products to customers, product defects are still found, meaning that there is no product control by the manufacturer.   This research aims to control the quality of products sent to customers. This research method uses a combination of the Plan Do Check Action (PDCA) approach with the Statistical Process Control (SPC) method. This research found that there were four categories of defects in the MSME Konveksi production process, namely loading, sewing, rubbing, and name tag dimensions. The most dominant problems are sewing defects and loading defects at 85%. Meanwhile, the results of the P-chart analysis show that there are 4 data in the production process in Sep-Dec 2022 that exceed the upper control limit. This research cumulatively resulted in a reduction in defects from 5.84% to 3.19%, meaning a decrease of 45.4%.   Meanwhile, dominant defects, namely sewing defects, decreased by 30.8% and loading defects decreased by 24.5%.   Meanwhile, the results of the P-chart analysis after improvements showed no deviation in the percentage of defects during 2023. This research has been successful in reducing production defects so that Konveksi MSMEs can increase the percentage of products with quality according to customer orders. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Konveksi masih terjadi adanya cacat produk di luar target. Hal ini dikarenakan adanya sistem pengendalian yang belum diterapkan dengan baik. UMKM Konveksi mengejar target jumlah yang banyak karena pesanan dari pelanggan. Namun dalam pengiriman produk ke pelanggan masih ditemukan adanya cacat produk, artinya belum ada pengendalian produk oleh produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas produk yang terkirim ke pelanggan. Metode penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan Plan Do Check Action (PDCA) dengan metode Statistical Process Control (SPC). Penelitian ini menemukan terdapat empat kategori kecacatan pada proses produksi UMKM Konveksi, yaitu loading, penjahitan, gosok, dan dimensi nametag. Permasalahan yang paling dominan adalah cacat penjahitan dan cacat pemuatan sebesar 85%. Sementara hasil analisa P-chart terdapat 4 data dalam proses produksi pada bulan Sep–Des 2022 yang melebihi batas kendali atas. Penelitian ini secara kumulatif menghasilkan penurunan cacat dari 5.84% menjadi 3.19%, artinya turun 45.4%. Sementara untuk cacat dominan yaitu cacat penjahitan turun sebesar 30.8% dan cacat loading turun 24.5%. Sementara hasil analisa P-chart sesudah perbaikan tidak terdapat adanya penyimpangan persentase cacat selama tahun 2023. Penelitian ini sudah berhasil dalam mengurangi cacat produksi, sehingga UMKM Konveksi dapat meningkatkan jumlah persentase produk dengan kualitas sesuai pesanan pelanggan.

Page 1 of 1 | Total Record : 7