Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

Usulan Peramalan Permintaan & Pengendalian Persediaan Bahan Baku Pada Produk Alternator di PT.XYZ Pribadi, Agustinus Yunan; Gunawan, Abillah Abdan; Nugroho, Oki Widhi
Journal of Industrial and Engineering System Vol. 4 No. 1 (2023): Juni 2023
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/358n6263

Abstract

PT. XYZ is engaged in manufacturing automotive products has products such as altenator and motor starter for automobile vehicles. The problem that exists in the company is experiencing ashortage of products to sell or not being able to meet the demand for the number of products requested. The purpose of this study is to determine optimal production planning and raw material inventory control in order the company can minimize stock outages. The methods used in this study are moving average, weight moving average, and exponential smoothing for forecasting. As for raw material inventory control, it uses the economic order quantity, safetystock, and reorder pointmethods. The results of this study obtained is weight moving average method n = 3, because it has the smallest error rate, namely with MAD of 5,364, MSE of 39,447,784, and MAPE of 10.66%%. Meanwhile, raw material inventory control for 2022 obtained by using economic order quantity method, achived by directly order 11,243units per year, with the number of orders every 55 times, then the total inventory cost is IDR 673,725,000. In the safety stock method for 2022, it is 3,564 units with a reorder point of 7,128.
Manajemen Risiko Pada Aktivitas Distribusi Pangan KJP Di Kepulauan Seribu Menggunakan Metode House Of Risk Nugroho, Oki Widhi; Aji, Sonny Nugroho; Tanisri, Roberta H. A.
Journal of Industrial and Engineering System Vol. 3 No. 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/y07xpc18

Abstract

PD PSJ is a company engaged in the distribution of foodstuffs and basic needs, especially the people of Jakarta. Along with the government's program related to the procurement of KJP cheap foodstuffs, the KJP food distribution process is in collaboration with PD PSJ. KJP food distribution activities are carried out throughout the DKI Jakarta area, including the Thousand Islands. In the process, there were several obstacles experienced by the officers. To reduce the risk of a late KJP food distribution supply, management carried out several policies related to risk management. The House of Risk (HOR) method is one of the methods to identify several activities and risks that can occur in the supply chain process of goods. This research applies the HOR method to obtain recommendations for improvements in the process of distributing KJP goods. The results of data processing and analysis using the HOR method obtained the greatest recommendation for improvement is to conduct training to field officers and improve communication both internally and externally.
Usulan Perbaikan Alat Bantu Pipa Ergonomis Pada Saluran Polimer Resin Menggunakan Metode REBA di PT BCAM Fajar, Rahmat; Nugroho, Oki Widhi
Journal of Engineering Environtmental Energy and Science Vol. 2 No. 1 (2023): January 2023
Publisher : LPPMP Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/z9t11r32

Abstract

PT. BCAM sebagai fabrikator fiberglass, perusahaan tersebut menyediakan pembuatan tangki air, selang air, fiberglass, roofing dan atap fiber. Perusahaan tersebut berdiri sejak tahun 1993. Terdapat identifikasi masalah pada perusahaan tersebut yaitu berdasarkan kuisioner terhadap 10 operator diketahui adanya keluhan operator yang berpotensi menjadi penyebab tidak terpenuhinya cycle time pada proses pemberian polimer resin, Belum adanya Analisa perancangan alat bantu kerja pada proses pemberian polimer resin. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui penyebab adanya keluhan yang dirasakan operator saat proses pemberian polimer resin, dan membuat rancangan alat bantu kerja pada proses pemberian polimer resin. Dari hasil penelitian didapatkan dengan menggunakan metode REBA, sebelum adanya alat bantu didapatkan skor gabungan sebesar 9 dengan tingkat risiko 10. Untuk mengurangi keluhan yang dirasakan saat proses pemberian polimer resin, di usulkan pembuatan saluran polimer resin dengan ukuran tinggi gagang 105,4 cm, panjang bentang rel 162 cm, jumlah biaya yang di butuhkan untuk perancangan alat bantu Rp.223.000
Pelatihan Pengembangan Bisnis UKM Kepada Komunitas Gusdurian Karawang Menggunakan Business Model Canvas Pribadi, Agustinus Yunan; Turseno, Andi; Nugroho, Oki Widhi; Aji, Sonny Nugroho; Saputra, Yayan; Nadia, Ainun; Apriyani, Apriyani; Tanisri, Roberta Heni Anggit
Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstorming Vol 6, No 4 (2023): Jurnal Abdimas PHB : Jurnal Pengabdian Masyarakat Progresif Humanis Brainstormin
Publisher : Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/japhb.v6i4.5284

Abstract

Komunitas Gusdurian Karawang menjadi tujuan pada kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) kali ini. Anggota dari komunitas tersebut sebagian besar merupakan para pemilik usaha kecil dan menengah (UKM). Dalam menjalankan usahanya, para pemilik mengeluhkan bisnis yang mereka jalankan cenderung stagnan dan bahkan ada beberapa usaha mengalami penurunan profit. PKM ini dilakukan untuk memberikan pendampingan bagi para pengusaha di komunitas Gusdurian Karawang untuk mengembangkan bisnis usaha menggunakan pendekatan metode Business Model Canvas (BMC). Pemetaan bisnis usaha dilakukan dnegan menerapkan sembilan langkah BMC. Proses pelatihan dilaksanakan di Pondok Pesantren Ar-Rahman dengan membagi para peserta kedalam beberapa kelompok, mendiskusikan BMC oleh para civitas akademika yang melakukan PKM, dan kemudian mempresentasikan hasil diskusi tersebut pada forum. Hasil dari proses pelatihan ini adalah para peserta menjadi memahami proses bisnisnya, dapat memetakan bisnis yang mereka jalankan dengan metode BMC dan secara bertahap dapat meningkatkan penjualan dan keuntungan dari bisnis yang merka jalankan. Jangka panjang kedepannya diharapkan mampu diterapkan oleh para anggota Komunitas Gusdurian secara berkelanjutan agar dapat mengembangkan usahanya dan juga memunculkan UKM baru yang mampu bersaing di dunia bisnis UKM kedepannya.
Penerapan Sistem Just in Time (JIT) dengan Sistem Kanban dan Poka-yoke di Area Repack Produk Herbisida Daonil, Daonil; Nugroho, Oki Widhi; Pribadi, Yunan; Apriyani, Apriyani; Kurnia, Hibarkah
LOGISTIK Vol. 17 No. 02 (2024): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v17i02.49405

Abstract

Perusahaan herbisida ini bergerak pada bidang repacking herbisida dengan kemasan 40 ml. Namun dalam proses repacking memiliki masalah pada penggunaan herbisida yang melebihi batas toleransi atau tidak sesuai dengan target. Selain itu juga belum ada tindakan perbaikan untuk mengontrol penggunaan herbisida serta kontrol pada hasil pengeluaran yang ada di area Repack. Tujuan penelitian ini adalah menganalisa akar permasalahan dan memberikan solusi yang tepat dalam menghilangkan pemborosan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan sistem Kanban yang dikombinasikan dengan metode Poka-yoke. Penelitian ini menemukan bahwa kehilangan herbisida disebabkan oleh adanya proses rework jika terjadi kelebihan kuantitas di akhir campign. Drum yang digunakan untuk menampung herbisida pun juga menjadi penyebab kehilangan karena tersangkut di celah drum dan tidak bisa dikeluarkan. Tindakan perbaikan yang dilakukan adlah penerapan sistem Kanban yang dikombinasikan dengan Poka-yoke. Selain itu perbaikan mengganti drum berukuran 200liter ke IBC berukuran volume 1.000liter yang ditambahkan stand IBC, kemudian dalam penggunaan IBC di line repack adalah kran dengan cam lock yang dapat dibongkar pasang. Penelitian ini menghasilkan perancangan Kanban untuk repack 40 ml dengan menyesuaikan kapasitas drum yaitu 200liter dengan pengeluaran 5.000 pcs dan menggunakan pos Kanban sesuai kebutuhan.
Pendampingan Pembuatan Business Model Canvas Bagi Pengembangan Bisnis UKM Mart Teluk Pucung Nugroho, Oki Widhi; Aji, Sonny Nugroho; Pribadi, Agustinus Yunan; Turseno, Andi; Tanisri, Roberta Heni Anggit; Apriyani; Nadia, Ainun
Jurnal Sains Teknologi dalam Pemberdayaan Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/1apnpv76

Abstract

Business development must be observed by business owners in order to maintain their existence in every market. UKM Mart Teluk Pucung is one of the minimarkets to promote various kinds of products from small and medium business. This Community Empowerment Program (PKM) is to help small and medium business owners to debelop their businesses. The Business Model Canvas (BMC) method is one of the approaches in identifying business design. The implementation of BMC will provide a simple and comprehensive mapping of business models. The results of the BMC mapping will be used to find and understand the business model phenomenon in each member of UKM Mart. Assistance in creating BMC will make it easier for UKM owners to explain their business model to their business partners. They can measure the performance and effectiveness of their business model by conducting periodic evaluations. Business owners are able to identify the strengths and weaknesses of their business soo as to create new opportunities for their business development.
Pengendalian Mutu Produk Kemeja Wanita Menggunakan Metode Statistical Process Control pada UMKM Konveksi Nuryono, Arif; Zulkarnaen, Iskandar; Apriyani, Apriyani; Nugroho, Oki Widhi; Kurnia, Hibarkah
Jurnal Media Teknik dan Sistem Industri Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Suryakancana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35194/jmtsi.v9i1.4451

Abstract

Convection Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) still experience product defects outside the target. This is because there is a control system that has not been implemented properly. MSME Konveksi is pursuing a large number target due to orders from customers. However, when sending products to customers, product defects are still found, meaning that there is no product control by the manufacturer.   This research aims to control the quality of products sent to customers. This research method uses a combination of the Plan Do Check Action (PDCA) approach with the Statistical Process Control (SPC) method. This research found that there were four categories of defects in the MSME Konveksi production process, namely loading, sewing, rubbing, and name tag dimensions. The most dominant problems are sewing defects and loading defects at 85%. Meanwhile, the results of the P-chart analysis show that there are 4 data in the production process in Sep-Dec 2022 that exceed the upper control limit. This research cumulatively resulted in a reduction in defects from 5.84% to 3.19%, meaning a decrease of 45.4%.   Meanwhile, dominant defects, namely sewing defects, decreased by 30.8% and loading defects decreased by 24.5%.   Meanwhile, the results of the P-chart analysis after improvements showed no deviation in the percentage of defects during 2023. This research has been successful in reducing production defects so that Konveksi MSMEs can increase the percentage of products with quality according to customer orders. Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Konveksi masih terjadi adanya cacat produk di luar target. Hal ini dikarenakan adanya sistem pengendalian yang belum diterapkan dengan baik. UMKM Konveksi mengejar target jumlah yang banyak karena pesanan dari pelanggan. Namun dalam pengiriman produk ke pelanggan masih ditemukan adanya cacat produk, artinya belum ada pengendalian produk oleh produsen. Penelitian ini bertujuan untuk mengendalikan kualitas produk yang terkirim ke pelanggan. Metode penelitian ini menggunakan kombinasi pendekatan Plan Do Check Action (PDCA) dengan metode Statistical Process Control (SPC). Penelitian ini menemukan terdapat empat kategori kecacatan pada proses produksi UMKM Konveksi, yaitu loading, penjahitan, gosok, dan dimensi nametag. Permasalahan yang paling dominan adalah cacat penjahitan dan cacat pemuatan sebesar 85%. Sementara hasil analisa P-chart terdapat 4 data dalam proses produksi pada bulan Sep–Des 2022 yang melebihi batas kendali atas. Penelitian ini secara kumulatif menghasilkan penurunan cacat dari 5.84% menjadi 3.19%, artinya turun 45.4%. Sementara untuk cacat dominan yaitu cacat penjahitan turun sebesar 30.8% dan cacat loading turun 24.5%. Sementara hasil analisa P-chart sesudah perbaikan tidak terdapat adanya penyimpangan persentase cacat selama tahun 2023. Penelitian ini sudah berhasil dalam mengurangi cacat produksi, sehingga UMKM Konveksi dapat meningkatkan jumlah persentase produk dengan kualitas sesuai pesanan pelanggan.
ANALISIS PERBANDINGAN JUMLAH DAN BIAYA PERSEDIAAN BAHAN BAKU KURSI KANTOR 702 U DENGAN MENGGUNAKAN METODE MATERIAL REQUIREMENT PLANNING (MRP) DI PT. XYZ Nugroho, Oki Widhi; Nadia, Ainun; Daonil, Daonil; Turseno, Andi; Martono, Suko
LOGISTIK Vol. 18 No. 02 (2025): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v18i02.55160

Abstract

Pengendalian persediaan sangatlah penting sebelum melakukan produksi yang dilakukan oleh sebuah industri. Permasalahan yang sering dihadapi yaitu adanya kelebihan stok bahan baku kurang dari safety stock dan belum adanya metode Material Requirement Planning (MRP) di perusahaan. Persediaan yang terlalu banyak menimbulkan besarnya investasi yang tertanam oleh perusahaan. Perencanan kebutuhan material tidak dilakukan dengan sistem MRP yang penerapanya diawali dengan data perusahaan untuk menghitunga lot size. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa perbandingan jumlah dan biaya persediaan bahan baku kursi kantor 702 U. Penelitian ini menggunakan metode lot sizing yaitu Lot for Lot (LFL), Fixed Order Quantity (FOQ) dan Fixed Periode Requirement (FPR). Berdasarkan dari perbandingan data perusahaan dengan metode lot sizing sehingga dapat diketahui metode mana yang paling minim untuk persediaan bahan baku kursi kantor 702 U dan hasilnya adalah metode LFL mempunyai jumlah total persedian yang minim dengan total persediaan 4971unit dibandingkan dengan FOQ, total Persediaan 19.220unit dan FPR total persediaan 9940unit. Berdasarkan perbandingan total biaya pemesanan dan penyimpanan bahan baku kursi kantor 702 U data perusahaan dengan 3 metode lot sizing dapat diketahui LFL mempunyai biaya yang Lebih rendah yaitu sebesar Rp.10.998.808 sedangkan data perusahaan sebesar Rp.11.974.970, metode FOQ biaya sebesar Rp.18.337.900 dan metode FPR biaya sebesar Rp.11.459.957.
Optimalisasi Durasi Pelaksanaan Proyek Pembangunan Distribusi Jaringan Pipa Perumahan Menggunakan Critical Path Method Tanisri, Roberta Heni Anggit; Salsabila, Lutfi Rizky; Turseno, Andi; Nugroho, Oki Widhi; Pribadi, Agustinus Yunan
Journal of Industrial and Engineering System Vol. 6 No. 1 (2025): Juni 2025
Publisher : Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Bhayangkara Jakarta Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31599/n98jhp51

Abstract

PT MUTP merupakan perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi pembangunan jalur distribusi jaringan pipa. Pada proses pelaksanaan proyek di Perumahan Puri Persada Cibarusah terjadi keterlambatan penyelesaian proyek dari jadwal perencanaan yang telah dibuat. Hal tersebut mengakibatkan penambahan durasi waktu penyelesaian proyek tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jalur kritis pada proyek pembangunan distribusi jaringan pipa dengan menggunakan metode critical path method (CPM). CPM merupakan salah satu metode dalam manajemen proyek yang memprioritaskan peluang waktu sebagai obyek yang akan dianalisa. Hasil dari penelitian ini terdapat sembilan jalur kritis yaitu pada aktivitas A-C-D-F-H-I-J-K-L. Adapun faktor penyebab lain terjadinya keterlambatan adalah faktor lingkungan dan cuaca, faktor para pekerja yang kurang disiplin, serta faktor dari beberapa peralatan dan permesinan yang sudah berusia cukup tua, sehingga sering terjadi kerusakan.
Perancangan sistem informasi manajemen untuk pengawasan kinerja K3 pada proyek konstruksii Turseno, Andi; Apriyani, Apriyani; Pribadi, Agustinus Yunan; Nugroho, Oki Widhi; Lestari, Tarisa Mawar
JENIUS : Jurnal Terapan Teknik Industri Vol 6 No 2 (2025): JENIUS: Jurnal Terapan Teknik Industri
Publisher : LPPMPK - Universitas Muhammadiyah Cileungsi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37373/jenius.v6i2.1983

Abstract

Proyek konstruksi dalam pelaksanaannya mempunyai banyak risiko kecelakaan kerja mulai dari yang terkecil sampai yang terbesar. Risiko kecelakaan ini perlu adanya mitigasi secara menyeluruh dari faktor manusia, mesin, metode, material dan lingkungan. Salah satu penyebab terjadi kecelakaan diantaranya pekerja kurang menyadari akan pentingnya menggunakan APD. Sehingga masih sering ditemukan pelanggaran persyaratan K3 yang dilakukan oleh pekerja walaupun sudah menerapkan SMK3. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur dan memantau penerapan K3 pada proyek konstruksi serta menyusun dashboard performa K3 yang menampilkan kondisi kepatuhan terhadap persyaratan kerja aman. Metode penelitian ini adalah menggunakan gap analisis pada pendekatan dashboard pengendalian K3. Hasil penelitian ini pada penerapan K3 proyek konstruksi pada dashboard dengan nilai 82,14%, yang berarti pekerja atau organisasi siap mematuhi standar persyaratan K3. Pada pengukuran dan pemantauan K3 pada proyek konstruksi telah didapatkan jumlah pelanggar K3 sebanyak 5 dari total 28 orang jumlah pekerja. Pelanggaran kerja yang berawal dari 50% menjadi 17,86%, karena dengan adanya dashboard K3 ini para pekerja lebih meningkat kedisiplinan dan ketepatan kerjanya daripada sebelumnya. Dashboard K3 berupa hasil pertanyaan terkait persyaratan kerja aman seperti, penggunaan APD, peralatan, material, prosedur atau pengendalian, serta lingkungan kerja, sehingga proyek kontruksi dapat berjalan dengan aman dan dapat dikembangkan lebih lanjut.